M3896 – 2Raja-Raja 6:1-7. Kapak Besi Naik Ke Permukaan Air

Heran, mata kapak itu dari besi, ber-tentangan dengan biasanya, berten-tangan dengan hukum alam, bisa naik ke atas, se-olah2 dahan2 itu magnet yang kuat yang bisa menarik mata kapak naik ke atas. Luar biasa. Ini sudah terjadi, Tuhan Yesus tidak berubah Ibr 13:8. KuasaNya, keadaanNya, hikmat-Nya tetap tidak berubah. Kalau dahulu bisa sekarangpun bisa dengan prinsip yang sama yaitu melawan biasanya, melawan hukum2 alam. Kalau Tuhan mau menolong kita, Ia bisa menger-jakan seperti ini atau lebih hebat lagi atau memakai jalan apapun.PERISTIWANYA.

MUJIZAT MASIH ADA.

Allah tidak pernah kekurangan mujizat, bahkan yang belum pernah ada juga bisa muncul sebab Dia maha besar, maha kuasa, di atas se-gala2nya. Ja-ngan ragu2 akan pertolongan Allah. Kita harus punya iman. Sebab kita hidup dengan iman, bahkan dari iman kepada iman Rom 1:17. Kita tidak me-nentukan mujizat yang mana (kecuali Tuhan sudah menyatakannya pada ki-ta), tetapi percayalah, sebab Tuhan yg menentukan sendiri dan pasti bisa, ti-dak ada yg mustahil bagiNya. Luk 1:37.

Baik untuk kesembuhan, untuk ke-luarga, untuk keuangan, untuk pela-yanan, untuk izin2 dll, Tuhan sanggup asal permintaan kita benar, tidak ber-tentangan dengan Firman Tuhan. Kita mempunyai Tuhan Allah pencipta langit bumi, jangan kecil hati Maz 121:2, Yer 32:17. Dia sanggup membuat dari tidak ada menjadi ada dan indah, ajaib se-suai kehendakNya. Dalam hal mujizat:

  1. Kita tidak menentukan harus ada mujizat tertentu, yang penting problem kita terjawab, misalnya dalam Ester tanpa tercantum nama Tuhan, tanpa mujizat, secara biasa saja, tetapi orang2 dengan jelas bisa melihat bahwa Tuhan yang bekerja. Kita tidak bisa mendektekan mujizat tertentu, te-tapi Tuhan yang menentukan, tergan-tung dari Tuhan.
  2. Mujizat yang mana, Tuhan yang me-nentukan (kecuali Tuhan sudah menya-takan pada kita mujizat apa yang diberikanNya).
  3. Caranya dan saatnya, semua diten-tukan menurut kehendak dan cara Allah, tetapi kita tetap percaya, semua bisa jadi kalau Allah mau (Dia maha kuasa) dan kalau kita percaya Mrk 9:23. Faktor kita tetap perlu, mujizat terjadi sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Ka-lau iman kurang kuat, berdoalah dalam Roh, itu bisa “memompa” iman kita, untuk segala masalah kita. 1Kor 14:4. Kita harus pakai iman tetapi tidak me-nentukan ada mujizat atau yang lain-nya, yg penting Tuhan sanggup meno-long kita sampai tuntas. Jangan ragu2.

III. MELAWAN BIASANYA, MELAWAN HUKUM ALAM.

Dalam menolong atau membebaskan kita, Tuhan tidak perlu menurut hu-kum2 alam / manusia, bisa bertenta-ngan dengan jalan biasa. Daud menghadapi Goliat bukan dengan jalan biasa. Jalan biasa adalah jalan menurut orang banyak yang jadi ketakutan se-mua; caranya tidak mungkin dengan jalan biasa. Sebaliknya jalan Yusuf ada-lah jalan biasa sampai masuk istana. Tetapi Tuhan intervensi dengan kuasa-Nya. Ia memberkati semua yang dibuat Yusuf di rumah Potifar dan di penjara, sehingga menjadi luar biasa.

Begitu dalam problem keuangan, dll Tuhan bisa menolong dengan segala jalan atau cara menurut kehendakNya.

Ada seorang berkata, omset saya tidak tergantung dari pasaran, sekalipun pasaran sepi, Tuhan tetap bisa mem-berkati saya. Ada orang diyakinkan membeli rumah yang tidak laku dan jadi untung.

Bisul Hizkia itu fatal, membuatnya mati, mungkin sejenis kanker. Tetapi dengan buah ara ia sembuh. Ini bukan berarti buah ara bisa menyembuhkan kanker atau bisul ganas, tetapi dengan apa saja Tuhan bisa menyembuhkan penyakit apapun! Tetapi kita jangan meng-ada2, kecuali disuruh Tuhan se-perti Elisa ini (dengan ranting pohon ia menimbulkan besi ke permukaan air. Dengan tepung ia menetraliser racun dalam kuali dan dalam usus murid2 yg makan lagi dari kuali. Dengan garam air Yerikho yang beracun jadi baik kembali. Ini tidak lazim tetapi kalau Tuhan pim-pin, bisa jadi). Yang penting, percaya saja, Tuhan bisa tolong dengan cara apapun atau dengan cara2 tertentu yang Tuhan suruhkan kita.

Kalau tidak yakin dari Tuhan atau ragu2, jangan! Kalau jelas2 rugi, jangan dikerjakan. Jangan mencobai Allah Mat 4:7, kecuali terjepit, tidak ada jalan lain, kita serahkan pada Tuhan dan minta pimpinanNya

ELISA MENJADI BERKAT.

Elisa menjadi garam dan terang bagi kelompoknya. Untuk menjadi berkat, semua orang bisa, asal bisa dipimpin Roh dan ada kasih sehingga mau ber-korban, tetapi hanya kasih manusia saja, itu terbatas. Kita bisa menjadi berkat seperti Elisa kalau Tuhan ada di dalam kita dan kita bisa taat dipimpin Roh, sebab yang bisa menjadi berkat adalah Roh Allah yang maha kuasa, Dia bisa berbuat apa saja. Dahulu hanya 1 atau 2 orang yang penuh Roh Kudus seperti Elisa. Tetapi sekarang hampir semua sudah penuh Roh Kudus. Sebab itu semua kita bisa jadi berkat sebab kita punya Roh Kudus, asal kita mau hidup dipimpin Roh seperti Elisa Gal 2:19-20. Elisa bisa menjadi berkat se-bab ada Roh Kudus yang memimpin-nya. Dalam menghadapi suatu pro-blem, Roh Kudus selalu siap menolong dan bisa melakukan segala perkara.  Ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

  1. Selalu hidup benar, mau pikul salib, mematikan daging dan taat dipimpin Roh Kudus sehingga Dia bisa bekerja bebas di dalam kita.
  2. Pakai semua alat2 bantuan Roh Kudus yang sudah disediakan, istimewa karunia2 Roh, kuasa, hikmat, buah Roh dan pengurapanNya.
  3. Dalam keadaaan2 khusus kita harus dicocokkan untuk hal itu. Misalnya untuk keuangan, kita harus jujur dan punya keadaan atau tabiat yang cocok untuk bisa menerima pertolongan da-lam hal uang. juga dalam rumah tangga, dalam pelayanan dsb.

SELALU HIDUP BENAR.

Jangan simpan dosa. Misalnya dalam hal uang, Tuhan bisa memberkati de-ngan limpah dalam usaha kita, tetapi kalau ada salah (tidak jujur, menipu uang orang, atau uang Tuhan dll) maka pertolongan Tuhan berjalan ruwet dan sulit. Juga dalam keluarga harus benar sebagai suami istri, dalam pelayanan harus benar dalam segala perkara dst. Sebetulnya janji2 Tuhan itu tidak sulit. Dalam dunia keadaannya lain. Kadang2 kita menjumpai problem dalam menye-lesaikannya, sebab peraturan2 disekat dengan macam2 alasan, atau karena uang. Dalam kerjasama dengan Tuhan, peraturan dan janji2 Allah tidak ber-ubah, justru Roh Kudus inginmenolong kita asal kita mau taat kepada-Nya. Sebab itu dalam segala perkara kita harus hidup benar, supaya Roh Kudus bisa tinggal dan bebas bekerja melalui kita. Baru kita bisa menjadi berkat sebab Dia yang mampu menjadi berkat bahkan berkat yang sangat besar dan tidak terbatas, tergantung dari sa-lurannya.

Roh Kudus itu seperti reservoar yang amat sangat besar tetapi kalau kita hanya pipa kecil, air yang keluar juga kecil. Kalau kita menjadi pipa be-sar seperti Elisa maka kita bisa me-ngalirkan berkat yang besar juga! Jangan membatasi Roh Kudus dengan hidup dalam dosa dan menurut ke-hendak kita sendiri, itu pipa sangat kecil atau buntu. Tetapi kalau kita hi-dup benar, dan mau taat dipimpin Roh kita bisa jadi pipa yang besar. Bereskan kalau ada dosa dan hal2 yang melawan Tuhan, supaya bisa jadi berkat untuk sekitar kita atau problem kita sendiri.

PAKAI KARUNIA2 ROH.

Kalau kita selalu hidup penuh dan dipimpin Roh maka karunia2 itu keluar menurut kebutuhan dan pimpinan Roh Kudus. 1Kor 12:11.Karunia2 itu tidak tetap seperti jabatan yang selalu sama, tetapi sesuai dengan kebutuhan yang kita hadapi dan kita harus selalu ada dalam pimpinan Roh Kudus. Dalam menghadapi segala perkara berdoalah dalam Roh dan tetap hidup benar, ma-ka Tuhan memberi karunia2 yang tepat untuk menyelesaikan problem kita, istimewa karunia nubuat, itu adalah jawaban Allah untuk problem itu, pasti tepat dan sukses.

Asal kita mau menjadi berkat yang tulus dari Tuhan, Roh Kudus dengan sukacita mau melawat orang lain lewat kita Mat 5:16.

Ada 9 karunia Roh 1Kor 12:8-10, berdoalah dalam Roh supaya mahir menyampaikan karunia mana yang Roh Kudus berikan untuk saat itu. Juga buah Roh dan dengan tabiat yang baru se-suai Firman Tuhan kita menghadapinya dalam pimpinan Roh.

KEADAAN KHUSUS,

misalnya keuangan.

Dalam hal uang kita harus punya pen-dirian, sikap dan tabiat yang betul supaya kalau Tuhan beri uang limpah, itu tidak menjadi dosa tetapi membuat kita ber-buah2 lebih lebat dan mem-perkenankan Tuhan dengan uang yang Tuhan titipkan pada kita. Beberapa hal ini misalnya:

C.1. Berpada, jangan cinta uang. Cinta uang seperti dosa adalah biasa dalam dunia, tetapi jangan diantara orang beriman. Belajar hidup berpada bisa miskin, bisa kaya tetap taat dan benar Pil 4:11-12. Mewah atau limpah uang bukan bahagia tetapi hidup suci dan taat Firman Tuhan itu bahagia yang sesungguhnya Luk 11:28.

Orang yang cinta uang = berhala mammon, itu jahat di hadapan Allah Mat 6:24 dan sumbernya dari segala dosa dan kejahatan 1Tim 6:9-10. Kita boleh ingin untung lebih besar, gaji lebih besar, boleh jadi kaya, tetapi de-ngan jalan betul dan kalau belum dapat tidak menyesal, apalagi ber-sungut2, itu sudah cinta uang. Uang itu netral tetapi cinta uang itu dosa. Jangan kita diperbudak uang, terus diperintahkan, sehingga pikiran, sikap, perbuatan, keputusan, ibadah dan hubungan kita dengan Tuhan dipengaruhi dan diten-tukan oleh uang. Di-mana2, uang yang bicara sampai dalam ibadah, pela-yanan, rapat dan apa saja. Kita harus memerintahkan uang. Jangan diperin-tah uang, maka hidup, ibadah, pela-yanan menjadi najis karena uang.

Kalau uang tidak datang, padahal ada proyek dari Tuhan, jangan berkecil hati, periksa diri dan minta pimpinan Roh Kudus. Tuhan tidak pernah terlam-bat. Kalau betul dari Tuhan, Tuhan akan sediakan uang untuk pekerjaan Tuhan, baik uang kita sendiri, uang yang Tuhan kirim. Jangan paksakan orang memberi, Tuhan tidak menghen-daki memberi dengan terpaksa tetapi dengan sukacita 2Kor 9:7 dan tidak perlu di-puji2 atau cari puji Mat 6:1-2. Seringkali dengan tidak tulus orang me-nyanjung2 untuk mendapat dana untuk pekerjaan Tuhan, itu merampok dan menjeratnya dalam kesombongan Ams 29:4 dan orang itu tidak dapat pahala sebab suka di-puji2. Jangan pakai cara2 yang jahat, yang menjatuhkan asal dapat uangnya.

C.2. Bendahara Allah yang baik. 1Pet 4:10. Bendahara itu bukan pemilik, tetapi pemegang uang. Begitulah kita terhadap uang yang dalam tangan kita, atas nama kita, kita harus mem-pertanggungjawabkan pemakaiannya kepada Tuhan yaitu cocok dengan Firman Tuhan antara lain:

C.2.1. Untuk pemakaian kita sendiri, kita memakainya dengan pantas (da-lam porsi yang pantas).

C.2.2. Tanpa menyebabkan atau memakai cara2 dosa.

C.2.3. Jujur, benar.

C.2.4. Juga sebagai bendahara untuk pekerjaan Allah (Gereja Tuhan) dimana kita digembalakan Mal 3:10, baik ten-tang perpuluhan dll. Ini penting sebab ini pekerjaan Tuhan yang memiliki kita.

Kalau ada pengeluaran yang tidak jelas, tanyakan pada Tuhan (sesuai Firman Tuhan) atau pada pemimpin2,  jangan kita memakai uang Tuhan untuk hal2 dosa, itu tidak diperkenan oleh Tuhan. Bendahara yang tidak jujur atau tidak berkenan pada Tuhan, bisa dipecat Tuhan. Tuhan bisa mengambil kembali uang itu daripadanya dengan segala jalan. Kalau kita bisa menjadi bendahara yang baik, bisa dipercaya dengan jumlah yang lebih besar untuk pekerjaan Tuhan, untuk diri sendiri,  keluarga dan tubuh Kristus dengan baik, tidak jadi sombong, tidak se-mena2, Tuhan bisa menambahi dengan limpah seperti Yusuf yang dipakai Tu-han untuk proyek Allah yaitu membuat Yakob menjadi Israel, turunan Abra-ham.

Tuhan mengambil atau menambahi itu bisa dengan ber-macam2 cara, sama sekali tidak sulit bagi Tuhan. Me-ngambil sampai habis misalnya dengan kerugian atau malapetaka seperti Ayub, atau menambahi (selalu dengan cara jujur, bukan dengan cara dosa) tetapi Tuhan bisa memakai cara2 yang tidak rutin atau yang luar biasa. Bagi Tuhan tidak ada batas.Jadilah ben-dahara yang baik, sehingga rohani tumbuh dengan pesat, dengan jumlah uang yang Tuhan percayakan (bisa banyak atau sedikit, jumlah yang paling optimal, yang terbaik bagi kita!).

C.3. Tujuh Kebutuhan Pokok Rohani.

Ini diperlukan untuk menumbuhkan seluruh segi hidup kita dihadapan Tu-han. Semua segi saling berhubungan dan semua memerlukan tujuh KPR ini sebagai sumber hidup rohani yaitu se-perti carang yang melekat pada pokok. Yoh 15:5.

C.4. Tabur tuai. Peraturan ini bukan untuk mancing, kita memberi satu da-pat menuai 100 lalu dengan cinta uang yang meng-gebu2 kita menabur dan menunggu dapat penuaian. Yang pen-ting bagi orang2 yang cinta uang ini bu-kan Tuhan tetapi penuaiannya. Orang yang cinta uang ini (yang mau investasi dalam pekerjaan Tuhan dengan cara ini) bisa kecewa berat dan hamba2 Tuhan yang mendorongnya bisa dapat banyak (tetapi tidak halal!). Ini bukan maksudnya hukum ini. Orang yang memberi persembahan kepada Tuhan, itu karena cinta Tuhan, mereka mem-beri dengan rela dan sukacita dan tidak mengharap apa2 kembali. Begitu juga kalau kita digerakkan untuk menolong saudara2 kita, karena cinta Tuhan, bukan karena ingin mancing menurut hukum tabur tuai ini.

Orang tua yang cinta anaknya, me-ngumpulkan uang, membelikan untuk anaknya supaya anak2 itu diperleng-kapi kebutuhannya, orang tua tidak mengharap apa2 tetapi karena cinta memberikannya, tidak mengharapkan balasan apa2, tidak ada “bon tanda terima” dari anak2nya. Begitu juga ka-rena cinta Tuhan kita memberi per-sembahan kepada Tuhan sebagai kor-ban, bukan sebagai umpan dan tujuan kita menyenangkan Tuhan yang kita cintai dan kita senang, sebab bisa menyenangkan Tuhan. Ini pengorbanan yang betul seperti melempar barang dalam air dan hilang, tetapi karena cinta, kita senang sebab kita ingin memperkenankan Tuhan. Ini yang dihitung Tuhan sebagai penaburan dan meskipun tidak diharapkan, Tuhan memberi penuaiannya.

Orang yang memberi sebagai umpan, akan kecewa sebab tidak ada hukum untuk umpan yang ada hukum untuk tabur tuai dan orang yang kor-ban kepada Tuhan, karena taat,karena cinta itu yang dianggap penaburan.

Orang yang memberi umpan kalau tidak ada hasilnya akan kecewa, tetapi orang yang memberikan karena cinta tidak kecewa, sekalipun uangnya hilang tetapi karena cinta ia tetap bersyukur dan Tuhan memberi penuaian yang limpah. (Biasanya “waktu belajar”, mo-tive masih belum betul, Tuhan masih memberkati, sebab Tuhan bisa melihat hati orang yang sungguh2 percaya dan harap Tuhan, tetapi pasti Tuhan tidak membuat hukum tabur tuai untuk para penyembah mammon, orang2 yang cinta uang!). Berilah karena Tuhan, oleh Tuhan, untuk Tuhan supaya mem-perkenankan Dia Rom 11:36.

C.5. Penilaian Tuhan.

Dalam hal uang apa penilaian Tuhan (juga untuk setiap segi hidup lain). Tuhan menilai dan mengolah semua segi hidup kita supaya semuanya makin berkenan pada Tuhan dalam segala segi. Misalnya dalam keluarga, peker-jaan, pelayanan, nikah, dll. Untuk se-tiap segi hidup, untuk semuanyaharus ada sikap dan hidup yang benar sesuai Firman Tuhan dengan segala syarat2-nya.

Biasanya keadaan orang2 beriman tidak sama, ada yang dalam keuangan baik, tetapi dalam nikah kurang sekali, dalam kerendahan hati baik dll. Semua segi harus disucikan dan tumbuh ber-kenan pada Tuhan. Begitu juga dalam hal uang dll.

Kita tetap harus benar dan me-nyangkal diri dalam hal uang (ingat: asal punya Yesus jangan asal punya uang, itu jahat, sumbernya segala dosa, berbahaya). Belajar dalam hal uang, hidup benar, maka Tuhan bisa mem-berkati dalam pekerjaan kita, dalam ke-uangan kita, dan segi uang bisa men-jadi alat dari Tuhan untuk memper-lengkapi kita tumbuh dengan pesat dan berbuah2.

KESIMPULAN

Tuhan kita tidak berubah, Dia maha kuasa, hiduplah benar, berkenan pada Tuhan, lakukan kehendaknya, maka da-lam segala perkara Tuhan akan me-nolong dengan cara2 yang ajaib atau “biasa” tetapi tetap tertolong supaya kita tumbuh makin seperti Dia; baik dalam hal uang, dalam hal kesehatan, dalam hal nikah, dalam pelayanan, dalam keluarga dll, perkenankan dia, maka semua segi2 hidup itu akan jadi alat2 yang Tuhan berikan untuk makin memperkenankan Tuhan, tumbuh dan makin ber-buah2 lebat.