M3890 – 1Petrus 1:17; 2:11, 2Petrus 1:13, Mazmur 119:19. Dari Lahir Sampai Masuk Surga.

Kita hidup di dunia ini hanya sementara, seperti di hotel. Tetapi ini kesempatan emas yang luar biasa, untuk masuk dalam hidup yang sebenarnya, yang kekal!

MULAI MASUK IMAN.

Rom 13:11 (TL, NKJ, V; First). Lahir baru adalah proses awal dari keselamatan (Pintu Gerbang – Pintu Kemah) yang ditandai dengan pengakuan percaya Mrk 16:16, Kis 8:36-38, Rom 10:10 (Pintu Gerbang), bertobat (Mezbah Korban Bakaran), lalu baptisan air (Kolam) dan baptisan Roh Kudus (Pintu Kemah).

Ini seperti proses kelahiran anak,  sampai anak itu lahir dan bisa bersuara, menangis. Proses ini ditandai dengan tanda darah (menerima korban Tuhan Yesus, ditebus oleh darah Yesus), tanda air (baptisan air) dan tanda roh 1Yoh 5:6-8 (yaitu baptisan Roh Kudus, sehingga orang itu bisa berseru Abba ya Bapa dengan bahasa yang baru, bahasa Roh waktu Roh Kudus turun ke atasnya Gal 4:6.

Proses ini jangan sampai macet.

Seringkali kalau kelahiran anak macet, bisa ber-jam2, lebih2 pada anak pertama, harus dicari salahnya, seringkali diambil tindakan operasi supaya anaknya tidak mati. Juga proses kelahiran rohani jangan sampai macet sehingga jadi mati rohani, tidak selamat, padahal dengan lahir baru dan baptisan air diharapkan orangnya selamat, sebab ituharus diteliti. Kalau macet, cari salahnya. Kalau sungguh2 percaya, dibaptiskan dengan betul, kalau mati langsung selamat masuk Surga! Ini yang betul, tetapi hampir semua belum mati, tetapi rohaninya tumbuh disertai Tuhan dengan sukacita, indah dan menang, bahkan ber-buah2 memenangkan jiwa seperti perempuan Samaria Yoh 4:42. Kalau rohaninya tidak tumbuh dan tidak berbuah, itu berarti ada yang salah, misalnya waktu

baptisan motivenya salah, misalnya karena  ikut2an, terpaksa, misalnya untuk nikah, atau ada maksud2 tersembunyi lainnya, juga karena tidak mengerti, dll. Orang yang dibaptis harus karena percaya sungguh2 bahwa Yesus itu Tuhan, Juru selamat dan penebusnya.

Kalau maksudnya lain daripada percaya kepada Tuhan Yesus, orang ini hanya jadi basah tetapi tidak selamat, sayang, rugi besar, menipu dirinya sendiri, bisa undur. Sebab itu waktu mau baptisan, harus ditanyakan betul2 apakah sudah mengerti dan mengambil keputusan, kalau sudah, pasti selamat. Kalau belum, percayalah sekarang, masih bisa sekalipun kancrit.

Kalau toh ada yang salah, harus diperbaiki, sehingga sungguh2 percaya dan bertobat, sehingga selamat dan bisa berjalan dengan Tuhan sepanjang sisa hidupnya, tidak sampai menyangkal Tuhan tetapi tetap setia sampai mati.

Jangan lupa, mintalah baptisan Roh Kudus, yang diberikan Tuhan sesudah baptisan air, Kis 2:38. Ini salah satu tanda lahir baru yang betul, maka rohaninya makin kuat, sukacita, imannya tumbuh dan menjadi berkat besar, indah, menang.

Kalau lahir barunya betul, maka bayi rohani ini imannya tumbuh, percayanya kuat dan bisa hidup dalam kesucian dan terus taat dipimpin Roh.

Inilah hidup yang bisa bertumbuh sehingga bia ber-buah2, ada hasilnya, tidak hidup sia2.

TUJUAN HIDUP ORANG BERIMAN.

Tujuan kita adalah:

  1. Masuk Surga dan ini harus tetap dipertahankan, dipelihara Pil 2:12. Caranya adalah dengan tumbuh. Waktu berjalan terus tanpa pertumbuhan berarti sakit (seperti bayi gerang, sampai 10 tahun tetapi tidak tumbuh, hidup sia2 atau mati). Harus tumbuh, berhenti tumbuh = jatuh (misalnya naik sepeda kalau berhenti artinya jatuh).
  2. Harus punya target rohani. Meningkat se-tinggi2nya dalam kesucian (TMSP = Terus Meningkat Sampai Puncak, kalau bisa sampai sempurna), ini untuk kekal. Kalau orang beriman tidak punya target yaitu tujuan hidup ini, maka hidupnya tidak ada arah, jalannya zig zag, buang waktu terlalu banyak, bahkan dalam jalan yang salah itu lebih banyak kemungkinan untuk jatuh dan undur dari Tuhan, sebab tertipu oleh iblis, dunia dan daging, karena tidak punya tujuan. Selama hidup di dunia keadaan rohani kita masih bisa berubah, merosot atau tumbuh!Tetapi ini justru kesempatan satu2nya untuk TMSP,tumbuh se-tinggi2nya sampai jatah umur kita habis.

Ukuran kemuliaan kita di Surga ditentukan oleh tingkat terakhir di dunia, juga pahala yang akan kita terima, tergantung pada saat terakhir, sesuai dengan patokan Firman Tuhan. Tidak semua perbuatan yang baik ada pahalanya, misalnya karena ingin puji, tidak ada pahalanya Mat 6:3. Apalagi kalau campur dengan dosa, ditolak Tuhan Mat 7:23, juga semua pahala hilang Yez 33:13.

Sebab itu jangan membuang kesempatan (me-nyia2kannya) selama menumpang di dunia, ini satu2nya kesempatan kita untuk tumbuh. Kalau ada salah segera betulkan, lalu berusaha habis2an untuk tumbuh terus Pkh 9:10.

Jadi tujuan ini harus jelas supaya kita tidak buang waktu dan perhatian untuk yang bukan tujuan, apalagi kalau berdosa, lebih2 kalau tidak mau bertobat, itu justru merusakkan ukuran kemuliaan kita untuk kekal, bisa2 ditolak dari Surga.

III. EFISIENSI HIDUP DI DUNIA.

Kita harus memakai waktu atau kesempatan ini baik2, dengan efisien, habis2an, jangan buang waktu karena bodoh atau karena tertipu oleh iblis, dunia dan kebodohan kita sendiri, Pkh 9:10.

Lahir baru termasuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus itu bukan berarti sudah finish tetapi baru start.

  1. Banyak orang yang tidak mengerti menganggap kalau sudah lahir baru sudah lega, sudah selamat, sudah cukup.Begitulah sikap dan cara hidup banyak orang Kristen, lebih2 yang tidak mau belajar Firman Tuhan, yang suam dan duniawi sehingga tidak tumbuh. Tetap ke Gereja, tetapi tidak mau “fanatik”, tidak mau ber-lebih2, toh sudah selamat, apalagi sibuk sekolah atau cari uang yang makin sulit. Ini sikap yang salah, buang kesempatan dan waktu hidup dalam dunia tidak tumbuh.
  2. Cara hidup yang efisien adalah:

2.a. Tetap tinggal dalam jalan Allah, yaitu jalan sempit dalam kesucian dan taat melakukan kehendak Allah yang tertulis dalam Alkitab. Jangan keluar ril, pasti tidak efisien bahkan bisa celaka! Seorang akan keluar ril kalau ia berdosa atau tidak mau taat akan Firman Tuhan, dan pasti itu merugikan pertumbuhan rohaninya.

Kadang2 tampaknya orang yang aktif sekali dalam ibadah dan pelayanan, tetapi bodoh, ia berani berdosa, atau tidak sadar dan tidak taat melakukan kehendak Tuhan, melainkan melakukan kehendaknya sendiri. Ia tertipu oleh keaktifannya. Tetapi meskipun aktiv, rohaninya rusak, juga bisa ditolak dari Surga. Kalau tidak bertobat, tetap berdosa, rohaninya bantut, tidak bisa tumbuh, bahkan dosa2 yang diperbuat menghancurkan apa yang sudah dicapai sehingga hasilnya bukan tambah maju, tetapi malah mundur dan hancur. Sebab itu tetaplah dalam kesucian dan taat dalam segala perkara, melakukan Firman Tuhan di mana2 saja, dalam hal apa saja dan kapan saja, ini akan membuat kita hidup dengan efisien, bisa Terus Meningkat Sampai Puncak (TMSP).

2.b. Hidup limpah dengan 7 KPR (faktor2 untuk pertumbuhan rohani dalam Ruangan Suci). Orang yang tekun memakai 7 KPR itu akan:

2.b.1. Terpelihara dalam kesucian (tinggal dalam ril Tuhan),

2.b.2. Tekun ibadah,

2.b.3. Mengerti kehendak Allah dalam Firman Tuhan,

2.b.4. Dikuatkan dan bersukacita dalam doa dan Firman Tuhan,

2.b.5. Tekun, taat dipimpin Roh.

2.b.6. Makin kuat dalam persekutuan tubuh Kristus yang betul2 (1Yoh 1:7 dalam kesucian dan kasih, tidak membedakan orang, heterogen di dalam Kristus) dan

2.b.7. Tumbuh dalam pelayanan bersama dalam tubuh Kristus. 7 KPR dalam kesucian dan jalan sempit, ini membuat kita bisa efektif dalam pertumbuhan rohani dan ber-buah2.

7 KPR (Kebutuhan Pokok Rohani) ini dapat diringkas yaitu hidup taat dipimpin Roh, sebab Roh Kudus akan memimpin dan memberi kekuatan untuk berbuat semua yang cocok dengan Firman Tuhan. Kalau kita terus menerus berjalan dalam Roh itu mempercepat pertumbuhan rohani kita sehingga pada saat terakhir mencapai tingkatan yang maksimal dan untuk kekal.

2.c. Jangan lupa menebus waktu dalam kesucian Ef 5:16 KJI, untuk memperkaya diri dengan perkara2 dari Atas Kol 3:1-2. Buang semua pemakaian waktu yang tidak mengarah pada tujuan (kecuali yang mutlak perlu untuk makan, tidur, sekolah, nafkah dll) dan semua acara dunia ini dan daging yang sia2.

Waktu itu sangat penting, sebab semua orang sekalipun kaya dan berkedudukan mendapat waktu yang sama dari Tuhan setiap hari hanya 24 jam, tetapi umurnya terbatas, jatahnya tidak sama dan belum diketahui berapa lama! Seringkali kita bisa membeli atau menebus waktu dengan uang (diongkoskan pada orang lain) selain membuang semua pekerjaan atau acara yang tidak berguna, apalagi yang duniawi dan dosa!

SELAMA HIDUP DI DUNIA (UMUR HIDUP).

Apa yang harus kita kerjakan?

  1. Tumbuh.
  2. Beruah.
  3. Berpada dengan fasilitas hidup yang fana.

Tumbuh seperti Kristus. 1Kor 11:1, Ef 4:13.

Secara jasmani orang akan kuatir bahkan panik kalau tidak tumbuh, baik pertumbuhan fisik (bayi, balita, kanak2, remaja, dewasa dst) juga pertumbuhan mental (kematangan mental, sekolah SD, SMP dst dan kemampuan bekerja). Tetapi secara rohani banyak orang beriman tidak pusing, tidak peduli bahkan tidak mengerti bahwa secara rohani kita juga harus tumbuh, apalagi kalau tidak mengerti tanda2dan cara mengukur pertumbuhan rohani (bayi rohani, kanak2 dan dewasa; lebih mudah dan teliti kalau diukur menurut skema Kemah Suci dari Pintu Gerbang sampai Tabut). Sebab itu banyak orang beriman tidak berusaha Luk 13:23 dan sebab itu tidak tumbuh karena tidak mengerti atau tidak peduli, maka banyak orang rohaninya bantut, tetap bayi dan kanak2 rohani seperti di Korintus 1Kor 3:1-3, Ibr 5:12-14 dll.

Orang yang tetap hidup dalam tabiat duniawi/ tabiat lama (atau campuran) ia akan selalu jatuh bangun dalam dosa, itu tanda khas dari bayi dan kanak2 rohani, yaitu orang yang bantut (tidak tumbuh) rohaninya. Sebab itu kita harus mengerti, berusaha dan mengalami perubahan2 pertumbuhan rohani antara lain:

A.1. Tabiat baru. Dunia mengenal character building, tetapi ini lain dengan tabiat baru, sebab dunia hanya mengenal orang lama dan tabiat lama, tidak mengenal orang baru 1Kor 2:14,15. Dunia hanya mengerti perbaikan tabiat lama, dalam batas2 tertentu itu memang tampak menjadi lebih baik, misalnya lebih jujur, rajin, bertanggungjawab dll, ini baik tetapi tidak cukup untuk ukuran ilahi. Menurut Firman Tuhan itu hanya menambal baju lama Luk 5:36. Tuhan ingin kita mengganti baju lama dengan baju baru, tabiat lama dengan tabiat baru 2Kor 5:17 dan tumbuh dalam tabiat baru seperti Kristus sampai pada ukuran yang penuh. Ef 4:13.

Orang dunia hanya bisa membersihkan dari luar cawan Mat 23:25-28. Ini yang dikerjakan orang dunia, lebih2 dengan macam2 pelajaran budi pekerti, ilmu jiwa atau falsafah2 manusiawi, itu yang terbaik dalam dunia, patut dihargai; tetapi semua tidak bisa lepas dari tabiat dosa, hanya dengan darah Kristus, penebusan Anak domba Allah itu bisa melahirbarukan sehingga bisa mati lepas dari dosa, merdeka, bebas dari ikatan dosa. Ini tidak dimengerti oleh orang berdosa dan orang lama, tetapi orang yang lahir baru, lebih2 yang dipimpin Roh bisa mengerti. Tumbuhlah dalam tabiat baru dengan kesucian. MAK DSY (di Mana saja, dalam hal Apa saja, dalam Keadaan apa saja, Dahulu, Sekarang dan Yang akan datang), maka kita akan tumbuh makin seperti Kristus.

Memang ini tidak satu kali lompat, kadang2 masih terserandung dalam dosa, (apalagi yang tidak mau menyangkal diri, pikul salib, matikan tabiat daging, akan tetap terus menerus jatuh bangun dalam dosa), membuat orang dosa menghojat Allah karena dosa2 umatNya Rom 2:24. (Orang beriman jangan ikut menghojat tetapi doakanlah orang2 beriman dan pemimpin2 yang jatuh).

Belajarlah dari Firman Tuhan, (ada buku pelajaran tentang tabiat baru yang kita terbitkan) dan dengan banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran (dapat kekuatan, kuasa dari Roh Kudus Kis 1:8, Luk 24:49) untuk bisa hidup dalam kesucian, dalamtabiat yang baru dan terus tumbuh sampai seperti Kristus.

A.2. Tetap suci dan berkemenangan. Kita menghadapi banyak godaan, pencobaan dan problem2 setiap hari. Jangan sampai bereaksi dosa, tetapi kita harus menang (pakai hikmat dan kuasa Allah), sehingga kita tidak terjerat dalam dosa tetapi tetap suci dan menang. Kuasa Roh Kudus Zak 4:6 dan janji2 Firman Tuhan 1Yoh 5:3 serta bantuan tubuh Kristus Mat 18:19-20, Im 26:8 itu luar biasa, cukup untuk menghadapi segala problem kita Pil 4:13, 1Kor 10:13. Kalau kita menang, kita bisatetap hidup dalam kesucian dan bisa mengatasi semua problem, godaan, pencobaan itu, sekaligus kita tumbuh lagi setingkat lebih tinggi.

A.3. Bisa berjalan dalam Roh Kej 6:9, Gal 5:16, Rom 8:14. Kalau kita dipimpin Roh, kita akan limpah dengan karunia2 dan buah Roh, tahu jabatannya dalam tubuh Kristus, sehingga bisa melayani (dalam Roh) orang2 lain, bisa melakukan kehendak Allah, jadi berkat. Kej 12:2. Sesudah kita diselamatkan, Tuhan ingin kita menyelamatkan orang lain dan menumbuhkan, itulah sifat dan pertumbuhan seperti Kristus yang mau korban, mati untuk menyelamatkan orang lain. Belajar menjadi berkat, istimewa secara rohani dengan cara ini. Kemampuan ini harus terus meningkat. Orang yang tumbuh akan bergairah melayani dan orang yang bergairah dalam pelayanan dengan betul akan tumbuh. 2Tim 2:20-21.

BER-BUAH2.

Adalah kehendak Tuhan supaya kita bisa ber-buah2 dengan bergairah Yoh 2:17, dan dengan demikian kita memuliakan Bapa Yoh 15:8. Orang yang tidak berbuah akan ditebang, baik buah2 pertobatan Mat 3:10 maupun berbuah jiwa2 Yoh 15:2.

Ini juga kurang dipedulikan oleh banyak orang beriman, se-olah2 ini tidak penting. Padahal kalau umat Tuhan tidak berbuah, Tuhan sangat sedih dan akan dipotong, masuk api, binasa!

Kalau seorang bapak menanyakan berapa penghasilan yang bisa didapatkan putranya? Kalau 1 tahun hanya mendapat 1 juta, itu menyedihkan orangtuanya sekalipun putranya itu masih diberi makan dan dipelihara bapaknya. Dalam dunia ada UMR (Upah Minimum Regional). Kalau dapat 1 juta/ tahun itu terlalu rendah, dibawah UMR.

Kalau kita hanya menyelamatkan 1 jiwa per tahun, banyak orang pikir ini sudah baik, ternyata sangat menyedihkan! Sebab itu di bawah “UMR”. Secara jasmani contoh di atas itujelas, tetapi secara rohani masih banyak orang yang tidak mengerti bahwa ini berartitidak berbuah atau berbuah di bawah UMR!

Memang setiap orang “UMR”nya ber-beda2, bahkan ada orang yang dapat jabatan penginjil atau rasul2 maka biasanya ia bisa memenangkan ribuan jiwa2 seperti Petrus, sekali khotbah 3.000 jiwa dibaptiskan. Tetapi paling sedikit setiap orang beriman harus menjadi pelita yang bercahaya atau garam yang asin sehingga bisa menyelamatkan orang2 di dekatnya Mat 5:13-16, istimewa dalam rumahnya Kis 16:31 dan semua orang dekat di sekitarnya. Memang tidak semua orang mau percaya bertobat, tetapi kita pasti diberi rezeki jiwa2 Yoh 4:32 TL dan kita pasti  bisa melepaskan beberapa orang dari dosa, iblis dan Neraka!

Jangan puas dengan jumlah dibawah “UMR”. Keadaan seperti ini pasti ada sebabnya, ada salahnya.   Biasanya orang yang tidak bergairah untuk ber-buah2 itu berarti garamnya tidak asin, pelitanya tidak menyala. Ini bisa disebabkan karena:

  1. Bodoh, tidak mengerti.
  2. Karena dosa.
  3. Karena penuh dengan percintaan dunia ini 1Yoh 2:15-16 sehingga gairahnya hanya untuk perkara2 yang fana dan seringkali jatuh dalam dosa. Sebab itu menjadi suam, tidak ada gairah untuk menyelamatkan jiwa2, bahkan akhirnya terikat dalam dosa dan undur sehingga binasa Luk 5:39, Pkh 42:1.

Jangan sampai gairah untuk melakukan kehendak Tuhan habis, tetapi orang yang dipimpin Roh akan penuh gairah untuk melakukan kehendak Allah Yoh 2:17 dan akan ber-buah2!

MENGUMPULKAN FASILITAS YANG FANA.

Kita memerlukannya untuk hidup dan Tuhan tahu Mat 6:32, tetapi kita harus berpada 1Tim 6:8 dan Tuhan menyediakannya kalau kita hidup benar dan memegang janji2 Firman Tuhan Mat 6:33. Tetapi banyak orang tertipu sehingga bercintakan dunia ini dan mengejar, mengumpulkannya dengan tamak sampai mengabaikan yang kekal dan timbul banyak dosa (sebab menghalalkan segala cara) sehingga kehidupan yang kekal ditukarkan dengan yang fana dan menjadi bodoh Luk 12;20. Banyak orang tertipu mengejar kekayaan, dikira itu Surga di bumi, yang dikira bisa dibawa dan bisa disambung dalam Surga yang kekal, ternyata orang kaya itu susah masuk Surga Mat 19:23, sebab cinta uang itu akarnya segala dosa 1Tim 6:9-10 sehingga berani menghalalkan segala cara, limpah dosa bahkan terikat erat dan semua orang seperti ini masuk Neraka. Lebih baik jadi Lazarus daripada masuk Neraka, tetapi biasanya orang baru sadar sesudah sampai di Neraka. Jangan dalam hidup ini kitaditipu oleh daging, dunia dan iblis sampai kehilangan tujuan, keluar ril Allah, kehilangan yang kekal dan jatuh dalam dosa, diperbudak oleh yang fana sehingga kehilangan Surga.

KESIMPULAN.

Jangan lupa tujuan kita sebagai orang beriman adalah supaya selamat dan meningkat se-tinggi2nya dalam Surga yang kekal dan ber-buah2 lebat.

Semua orang beriman perlu memperhatikan, mulai dari yang baru lahir baru, sampai yang sudah lama supaya betul2 selamat dan tumbuh serta ber-buah2 dalam waktu yang kita tidak tahu lamanya ini.

Jangan bodoh, jangan buang waktu dan kesempatan yang sangat terbatas, pakai waktu dengan efisien yaitu tetap di jalan Allah, dipimpin Roh, tebus waktu. Jangan ber-putar2! Bertekunlah dalam 7 KPR dan peliharalah hidup dalam kesucian supaya Roh Kudus bisa tetap bekerja dengan limpah (itu indah dan senang), mata rohaninya celik, tidak sampai ber-putar2 tanpa arah dalam dunia ini sehingga bantut bahkan merosot dan bisa hilang keselamatan  yang begitu besar untuk kekal Ibr 2:3.

Jangan bodoh, jangan tertipu oleh kemanisan dan kekayaan dunia ini, sehingga tidak punya tujuan atau loyo dan suam karena terjerat pada percintaan dunia.

Nyanyian:

Cari apa didalam dunia.