M3888 – 1Yohanes 3:1-9. Hidup Berkemenangan Sampai Terakhir.

1YOH 3:1-3. ANAK2 IBLIS DAN ANAK2 ALLAH.

1Yoh 3:1. Jadi anak Allah.

1Yoh 3:1

Lihatlah, kasih apa yang sudah diberikan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah! Oleh karena itu dunia ini tidak mengenal kita, sebab dunia ini tidak mengenal Dia. (KJI)

Manifestasi kasih Allah yang luar biasa pada orang2 yang percaya adalah menjadikan mereka dari anak2 iblis menjadi anak2 Allah 1Yoh 3:10. Ini terjadi dengan lahir baru Yoh 1:12, dilahirkan satu kali lagi. Yoh 3:3,5. Sebagai anak ada banyak hal2 besar yang ada di dalamnya yaitu mempunyai sifat dan keadaan seperti bapaknya, bahkan kalau tumbuh bisa menjadi seperti bapaknya, menjadi allah2 Yoh 10:34-35.

1Yoh 3:2. Menjadi sama seperti Dia.

1Yoh 3:2

Kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum lagi nyata kita ini akan menjadi apa kelak, namun kita tahu bahwa apabila Dia dinyatakan, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia sebagaimana Dia ada. (KJI)

Satu kali waktu Tuhan Yesus nyata (dalam kedatangan II) kita akan menjadi sama seperti Dia, ini luar biasa. Tetapi ini belum sekarang, sebab kita masih harus tumbuh, dan puncaknya waktu Tuhan Yesus datang!

Mengapa begitu? Sebab yang ditebus itu baru orang dalam (menjadi suci seperti Kristus), tetapi orang luar belum (masih dalam tabiat dosa), sehingga terjadi pertentangan antara orang dalam dan orang luar, antara daging dan Roh Gal 5:16. Mengapa Allah membuat demikian? ini adalah cara Allah untuk mengolah dan menumbuhkan kita (pribadi kita adalah orang dalam = roh yang hidup dalam kurungan tubuh daging, yaitu manusia lahiriah ini). Tujuan pengolahan dan pertumbuhan itu supaya akhirnya bisa menjadi seperti Dia. Tubuh daging (yang belum ditebus) selalu menarik pada perkara2 dosa, sebab itu kita harus menyangkalinya Luk 9:23 yaitumematikan tabiat daging Rom 6:6. Kalau kita menuruti daging, timbul dosa, tetapi kalau kita menurut Roh kita bisa menyangkali daging, sehinggakita tidak berdosa, tetapi bisa terus hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah (misalnya taat akan Firman Tuhan, akan pimpinan Roh Kudus dsb).

Bertentangan ini berjalan terus,sebab itu jangan menuruti daging Gal 5:16-17. Selama kita lekat pada pokok yaitu Kristus Yoh 15:5 = menurut Roh, mematikan daging, kita tidak akanberdosa; memang itu sakit untuk perasaan hati kita, untuk daging, misalnya mengampuni, mau direndahkan, tidak menurut kehendak sendiri yang dosa dll, tetapi ini mengolah (roh) kita sehingga kita makin sesuai dengan Kristus, makintumbuh seperti Kristus.

Jadi kita harus terus memilih menurut Roh dan tidak menurut daging, dan selama kita menurut Roh, kita akan tetap hidup dalam kesucian! Pada saat pengangkatan, orang yang tetap setia dalam kesucian, tetap dipimpin Roh (ligabis) akan mengalami tebus tubuh Rom 8:23 sehingga seluruhnya ditebus, orang dalam dan orang luar, sehingga tidak lagi ada daya tarik hawa nafsu daging dan kita tidak lagi berdosa untuk selamanya.

 

1Yoh 3:3. Yang mempunyai harapan ini, menyucikan dirinya.

1Yoh 3:3

Dan setiap orang yang mempunyai pengharapan ini di dalam Dia, menyucikan dirinya, sama seperti Dia itu suci. (KJI)

Orang yang punya kerinduan seperti ini akan memelihara dirinya dalam kesucian, yaitu terus menerus menuruti Roh dan menyangkali daging, sehingga tetap hidup dalam kesucian.

Tetapi dunia makin jahat, banjir (tsunami) dosa di mana2 sehingga orang yang plin-plan dan tidak punya pendirian yang teguh, ada keinginan dosa atau jatuh bangun dalam dosa, akan ikut berbuat dosa dan binasa. Sebab itu memelihara hidup dalam kesucian itu mutlak perlu (sekalipun harus mau mematikan daging, meskipunsakit), kalau tidak, akan hidup (atau jatuh bangun) dalam dosa dan gugur imannya dan binasa dalam tsunami dosa akhir zaman ini. Pelihara mutu rohani baik2, penuh dan dipimpin Roh terus menerus seperti Yoh 15:5, maka pengharapan ini jadi kenyataan.

1YOH 3:4-9. KRISTUS DINYATAKAN, PEKERJAAN IBLIS DIBINASAKAN.

1Yoh 3:4. Semua dosa melanggar hukum Allah.

1Yoh 3:4

Setiap orang yang berbuat dosa juga melanggar hukum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hukum Allah. (KJI)

Dalam dunia ada macam2 dosa, ada dosa putih dan dosa hitam; Ada dosa zaman dahulu, yang  sekarang bukan lagi dosa, malahan menjadi kemuliaan Pil 3:19, misalnya dahulu porno itu memalukan, sekarang jadi umum. Dahulu berbuat dosa itu keji, sekarang para mafia tidak malu atau tertuduh untuk berbuat dosa. Dahulu membunuh itu takut dan malu, disembunyikan. Sekarang bangga, tidak tertuduh, malah divideo dan dimasukkan internet dsb. Ada dosa yang bersyarat, kalau disetujui, atau atas persetujuan bersama, jadi bukan dosa, misalnya homo (LGBT, malah dipromosikan) aborsi, bunuh diri, narkoba dll. Ada dosa menurut daerah, kebudayaan dan tradisi masing2, misalnya lebih banyak mempunyai tengkorak dari musuh yang dibunuh, lebih gagah, lebih banyak istrinya, lebih gagah dll,dst.nya.

Tetapi hukum Allah tidak pernah berubah, hukum2 Allah itu kekal Luk 21:33. Siapa saja yang berbuat dosa itu melanggar hukum Allah, tidak perduli cocok atau tidak cocok dengan daerah, budaya, waktu, zaman, pendapat orang banyak dsb.nya Sebab itu jangan sampai kita ditipu iblis atau oleh segala kaki tangannya. Dalam segala situasi, kondisi atau waktu, dllkita tetap berpegang pada Firman Tuhan, dan dengan ini juga seluruh dunia akan diadili Yoh 12:48. Tidak ada alasan untuk memperlunak atau mengizinkan dosa. Misalnya etika situasi,  menghalalkan yang dosa menjadi suci karena alasan2 situasi kondisi dari keadaan darurat dll. itu tidak berlaku di hadapan Allah, sebab Allah menguasai segala situasi kondisi dan kalau kita berada dalam situasi kondisi apapun, itu dalam izin dan pengetahuan Tuhan. Bagi umat Tuhan tidak ada kebetulan, tidak ada keadaan darurat, semua dikendalikan Tuhan. Sebab itu bagaimana pun juga jangan berdosa dengan alasan apapun.

Berjalanlah dalam Kristus senantiasa, maka Rohkudus dengan hikmat dan kuasaNya  akan menolong kita dari segala tipu daya dosa/ iblis dengan mengingatkan Firman Tuhan Yoh 14:26.

1Yoh 3:5. Di dalam Dia tidak ada dosa.

1Yoh 3:5

Dan kamu tahu bahwa Kristus dinyatakan supaya Ia dapat melenyapkan dosa-dosa kita, dan di dalam Dia tidak ada dosa. (KJI)

Keadaan ini (tidak ada dosa) itu ada

dalam diri Putra manusia Yesus  juga pada orang yang tinggal di dalam Dia akan berhenti berbuat dosa. Ini adalah caranya bagaimana manusia bisa berhenti berbuat dosa. Tuhan Yesus adalah Tuhan Allah yang maha kuasa, Bapa kekekalan dst Yes 9:5, tetapi Ia pernah menjelma menjadi manusia selama 3,5 tahun untuk menjadi korban tebusan bagi manusia dan contoh teladan bagi yang percaya. Ia menjadi Putra manusia seperti kita, bisa berdosa, dicobai dalam segala segi, tetapi tidak pernah berdosa.

Ibr 4:15

Sebab kita tidak mempunyai imam besar yang tidak bisa merasakan kelemahan-kelemahan kita, tetapi sudah dicobai di dalam segala segi sama seperti kita, namun tidak berbuat dosa. (KJI)

Dia, kita akan dapat berhenti berbuat dosa seperti Putra manusia Yesus, sekalipun dicobai dalam segala perkara Ibr 4:15. Jadi orang percaya harus taat tinggal dalam Dia, tidak menuruti daging, tetapi menurut Roh terus. Gal 5:16-17. Berbuat dosa dantidak berdosa, itu berbeda jauh. Allah itu adil dan semua dosa tetap dosa, akan ada hukumannya.

1Yoh 3:6. Tetap tinggal di dalam Dia, tidak berbuat dosa.

Ini suatu pernyataan kebenaran dan rahasia untuk bisa tetap hidup dalam kesucian. Adalah kehendak Allah agar kita:

  1. Merdeka dari dosa Yoh 8:36, bahkan mati lepas dari dosa Rom 6:1-2 dan jangan sampai terjerat kembali dalam kuk perhambaan dosa Gal 5:1.
  2. Kita tetap hidup dalam kesucian 1Tes 4:3,7,8, 1Pet 1:15-16 sebagai orang suci Rom 1:7, 1Kor 1:2, 2Kor 1:1.

Tuhan tidak ingin kita jatuh bangun dalam dosa, sebab Dia sanggup membuat kita tetap hidup dalam kesucian asal kita mau. Memang kita belum sempurna, bisa jatuh dalam dosa tetapi itu bukan kehendak Tuhan, sebab berbuat dosa itu dari iblis (ayat 8) dan setiap dosa itu pintu masuk bagi iblis untuk melakukan perkara2 yang lebih dahsyat dan semua dosa itu merusakkan perkara2 yang baik untuk kekal.Pkh 9:18. Sebab itu jangan berdosa, tetapi terus menerus dalam kesucian. Ini bisa kalau kita juga terus menerus tinggal di dalam Kristus. Kita mungkin bisa lalai atau bodoh, tertipu, tergoda dll. Tetapi kalau kita mau hidup dalam kesucian, Roh Kudus selalu stand by untuk menjadi penolong pribadi dan Dia tinggal terus se-lama2nya di dalam kita. Yoh 14:16, Dia akan selalu menolong, menguatkan dan mengingatkan kita untuk lari dari dosa, menjauhkan diri dari dosa Ams 22:3 sehingga bisa tetap dalam kesucian seperti carang dalam pokok. Hidup suci itu hidup yang indah dan luar biasa dan akan mengalami rencana Allah yang indah2. Pokok kita adalah Kristus yang sempurna. Sebab itu kalau kita terus menerus tinggal dalam Kristus, kita tidak akan berbuat dosa (MAK DSY). Kalau kita mau tetap taat, hidup dalam kesucian, Roh Kudus sanggup terus menerus menolong dan menguatkan Zak 4:6. Memang tubuh daging (manusia lahiriah, orang luar) belum ditebus, sebab itu ia terus menerus mengajak dan menarik kita untuk menuruti daging/ dosa. Sebab itu kita harus terus menerus menyangkali daging Luk 9:23 dan mematikannya Rom 6:6, maka roh kita akan selalu segar, sukacita, sejahtera dan tetap dalam kesucian, tidak lagi berbuat dosa. Ini hidup dalam Ruangan Suci, tetap dalam kesucian.

Orang yang berbuat dosa, belum melihat atau mengenal Tuhan Yesus, pelepas dosa Mat 1:21. Orang yang sudah melihat dan mengenal Dia, tidak mau dan tidak lagi berbuat dosa. Ini orang yang mata hatinya celik oleh pekerjaan Roh Kudus Yoh 14:17 (bukan dibutakan oleh iblis dan dunia ini 2Kor 4:4). Orang yang mengenal Tuhan sebagai Pelepas dosa, akan mengerti dan yakin dan bisa hidup bebas dari dosa dan selalu sejahtera dan bersukacita sebab tidak lagi berdosa.

1Yoh 3:7. Anak2 kecil, jangan sampai disesatkan!

Jangan kita menjadi kanak2 yang mudah diombang-ambingkan, terbawa oleh setiap angin pengajaran yang keliru dan sesat. Kita harus tumbuh dengan belajar terus Firman Tuhan dan taat. 1Pet 2:1-2, supaya kita bisa tetap hidup benar, sebab itu yang betul, benar seperti Kristus. Sebagai Putra manusia, Dia mengalami segala macam pencobaan tetapi tidak pernah berdosa Ibr 4:15. Ia menjadi contoh bagi kita, sebab ia hidup juga dalam tubuh seperti kita, yaitutubuh luar (manusia lahiriah) yang juga terus mencobai, menarik dalam dosa, tetapi tidak sampai berdosa! Kalau kita tumbuh, kita akan lebih kuat dan sanggup hidup dalam kesucian. Jangan tinggal kanak2 sehingga tertipu oleh banyak ajaran2 yang sesat. Hati2 dengan Alkitab denganterjemahan yang di-buat2 sendiri, sesuai dengan pikirannya sendiri yang salah. Ada terjemahan Hypergrace yang berkata dalam 1Yoh 5:6,9; 5:18 setiap orang yang lahir dari Allah tidak terus menerus berbuat dosa, dengan kata lain kalau sedikit2, sekali2 berdosa, tidak apa2. Ini relatif, bisa sedikit, bisa banyak. Ini terjemahan yang salah! Mereka memberi alasan: dicarikan padanan yang optimal, supaya jelas, padahal dicocokkan dengan pikirannya sendiri!

Terjemahan yang benar misalnya dari KJI: Tidak berbuat dosa! Firman Tuhan yang benar berkata: Tidak berbuat dosa, diganti dengan: Tidak terus menerus berbuat dosa, atau: tidak dapat terus menerus berbuat dosa, jadi bisa sadar, bisa menyesal, asal tidak terus menerus berdosa, boleh. Ini salah, ini bukan kehendak Tuhan. Tuhan ingin supaya kita hidup dalam kesucian.

Memang orang percaya masih bisa berbuat dosa kecuali ia menjadi sempurna (Ruangan Maha Suci) dan ini mutlak tidak bisa berdosa. Tetapi orang yang tinggal dalam Kristus (Ruangan Suci), tidak berdosa.

Orang yang lepas dari Kristus (Halaman atau Luar Halaman) akan jatuh bangun dalam dosa, tidak bisa hidup dalam kesucian, akan ber-ulang2 berbuat dosa, frekuensinya tergantung dari orangnya.

Iblis selalu mulai dengan satu kali saja berbuat dosa dan dosa kecil, istimewa dalam pikiran, tetapi kalau sudah mulai berdosa, maka ini menjadi tempat bagi iblis, ia punya jalur masuk, maka ia akan terus menggoda, merayu, menipu dan menyesatkan seperti kepada Hawa dan mendorong dengan segala macam kemungkinan untuk lebih sering berdosa dan makin lama makin parah berdosa dan akhirnya binasa. Iblis selalu berkata berdosa sedikit2, jarang2 itu tidak apa2, tetapi dosa itu seperti bara api dalam baju yang akan membakar terus, bisa lambat atau cepat, tergantung kesempatan yang ada, tetapi akhirnya binasa Ams 6:26-27, Yak 1:15. Semua dosa dan keinginannya harus dibuang sampai habis total, jangan bersisa Ams 28:13. Sekalipun dosa kecil, bahkan dalam pikiran, itu sudah dosa dan itu tidak berkenan pada Tuhan Ams 23:7 KJ. Jangan sampai disesatkan seperti anak kecil, yang bisa ditipu, digoda, dibujuk sehingga mau hidup dalam dosa dengan dalih tidak terus menerus, ini penyesatan.

1Yoh 3:8. Yang berbuat dosa, itu dari iblis.

Jelas sekali dikatakan bahwa orang yang berbuat dosa itu dari iblis, bukan dari Allah. Justru Putra Allah dinyatakan untuk menghancurkan dan membinasakan pekerjaan iblis. Sebab dosa, biarpun kecil dan hanya satu dalam pikiran, tetap tidak berkenan pada Tuhan.

Dalam Wasiat Lama sebelum Putra manusia Yesus mati menebus dosa manusia, selalu dikatakan tentang dosa2 dalam perbuatan, tetapi dalam Wasiat Baru, kita bisa bebas sama sekali sampai dalam pikiran dan ini yang terjadi dalam orang2 beriman yang mengenal dan melihat Kristus dengan benar, misalnya Mat 5:27-28. Sebab itu kita harus benar2 memelihara hidup kesucian, sebab itu kehendak Allah sehingga Dia bisa menolong melepaskan kita dari segala perkara2 yang jahat yang makin lama makin meningkat dan dapat mengerjakan rencanaNya yang besar dan indah2 dalam hidup kita di dunia sampai kekal. Jangan berbuat dosa sekalipun tidak terus menerus atau hanya dalam pikiran, tetapi kita harus terus menerus dalam kesucian di dalam Kristus.

1Yoh 3:9. Orang yang lahir dari Allah.

Apa maksudnya lahir dari Allah? Apa ini sama dengan lahir baru? Dikatakan bahwa orang itu tidak dapat berbuat dosa, ini lebih tinggi daripada tidak berbuat dosa! (KJI: “sin not” dan “can not sin”).

Sebab itu dalam ayat 6 dikatakan tentang orang yang tinggal dalam Kristus, seperti carang dalam pokok yaitu hidup dalam Ruangan Suci, ia tidak berdosa.

Tetapi dalam ayat 9 inilah orang2 yang lahir sempurna dari Allah, yaitu tingkatan Tirai, atau tembus Tirai yang sudah pecah, inilah orang yang menjadi sempurna, ia tidak dapat berbuat dosa, ini suci yang mutlak seperti Allah.

Allah merencanakan kita satu kali menjadi sempurna seperti Kristus 1Kor 11:1 yaitu menjadi mempelai Kristus, tidak lagi dapat berbuat dosa. Hanya 144.000 yang mencapai tingkatan ini Wah 14:1. Orang2 yang lain, yang ada dalam Ruangan Suci itu tidak berbuat dosa selama mereka tinggal di dalam Kristus tetapi kalau mereka merosot keluar dari Ruangan Suci ke Halaman, itu berarti mereka jatuh kembali dalam dosa sebab  menuruti daging. Inilah orang yang mulai dalam Roh, sudah hidup dalam Kristus dan tidak berdosa, tetapi masih bisa jatuh, lalu kembalimenuruti daging, sehingga kembali berbuat dosa. Tentu ini tidak diharapkan; Kita hidup dalam dunia, masih menghadapi godaan dan pencobaan (seperti Putra manusia Yesus Ibr 4:15) tetapi ini justru melatih dan mengolah kita; sebab kalau lulus, akan naik lagi satu tingkat, begitu seterusnya sampai akhirnya menjadi sempurna.

Jadi ayat 9 ini adalah tingkatan seperti Allah, tingkat Ruangan Maha Suci, tingkat sempurna  mutlak tidak dapat berbuat dosa lagi, sangat indah. Dalam tingkat Ruangan Suci, yaitu tinggal dalam Kristus Yoh 15:5 dan selama disini, tidak berdosa. Juga diharapkan untuk terus meningkat sampai akhirnya masukRuangan Maha Suci (sempurna). Semua orang dalam Ruangan Suci akan ikut dalam pengangkatan, bahkan yang tingkat Ruangan Maha Suci, langsung naik ke tahta Allah pada saatnya iamenjadi sempurna seperti Henokh, Elia dan Musa. Tetapi tingkat Halaman yaitu yang masih hidup dalam dosa (tidak terus menerus berdosa atau terus menerus hidup dalam dosa). Dalam Minggu ke-70 Daniel mereka akan hanyut dalam dosa, sehingga makin jahat kecuali yang mau bertobat dan masuk dalam Ruangan Suci, berhenti berdosa tetap dalam kesucian! Orang2 Halaman dan Luar Halaman, tidak ikut pengangkatan Wah 11:2.

KESIMPULAN.

Mengapa ayat2 ini mengatakan terus tentang hidup suci? Sebab:

  1. Ini adalah kehendak Allah yang menjadikan kita orang2 suci, bebas dan merdeka dari dosa.
  2. Tanda hidup yang lekat dengan Allah Yoh 15:5, kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita 1Yoh 3:24. Ini suatu keadaan yang luar biasa, suatu hidup yang berkemenangan Rom 8:31 sampai akhir 1Yoh 4:4.
  3. Dalam mendekati akhir zaman ini akan terjadi polarisasi, yang suci makin suci, yang najis makin najis. Orang yang tidak mau meningkat ke dalam Ruangan Suci,akan hanyut dan bukan saja jatuh dalam dosa dan kena akibat dosa yang dahsyat sampai mati dalam dosa dan binasa kekal. Tetapi mereka yang hidup dalam kesucian, di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia, akan jadi kuat, berkemenangan, tidak jatuh dalam dosa, malahan masuk dalam rencana penamatan Allah yang ajaib Wah 12:1. Surga dan bumi menjadi satu dalam Kristus dan tubuhNya Ef 1:10. Sekalipun kita tetap harus menghadapi keadaan dunia yang sangat jahat dan keji, kita bisa tetap hidup dalam kesucian, tidak jatuh dalam dosa tetapi mengalami hidup yang indah seperti di Surga.

Kita tetap mengalami serangan, gangguan, macam2 ancaman dan kesukaran, suasana kejahatan dan malapetaka dalam dunia yang makin rusak dalamdosa, tetapi kita akan selalu menang dan terlepas. Orang2 yang jatuh dalam dosa akan hanyut, makin jahat dalam dosa, bahkan akan mati dalam dosa, tetapi orang2 beriman akan tetap hidup dan berkemenangan sesuai dengan janji Tuhan 1Kor 15:51-52 dan kita bisa terus meningkat sampai bisa ikut pengangkatan. Janji ini adalah dalam Minggu ke-70 Daniel, tetapi orang2 yang sudah tentu akan ikut dalam pengangkatan (yang setia, taat dan terus meningkat) tentunya juga mengalami janji ini sehingga tidak mati tetapi ikut pengangkatan.

Orang yang sungguh2, sekarang bisa mati, kalau jatah umurnya habis, tetapi pada hari pengangkatan, mereka tetap akan bangkit dan ikut pengangkatan. Tetapi dalam Minggu ke-70 Daniel, semua yang tinggal dalam Kristus (tandanya tidak berbuat dosa), tidak akan mati, tumbuh dengan cepat, dan mereka akan ikut pengangkatan, sebab itu tidak ada yang mati. Jadi bedanya, orang yang tinggal dalam Ruangan Suci zaman sekarang, masih ada yang mati dan ikut pengangkatan dengan kebangkitan, tetapi yang tinggal dalam Ruangan Suci dalam Minggu ke-70 Daniel semua tidak ada yang mati, semua ikut dalam pengangkatan yaitu dengan perubahan tubuh dalam sekejab.

Jangan takut, semuanya indah, lebih2 yang sudah ditentukan Allah ikut dalam pengangkatan, mulai sekarang akan tetap hidup, sebab kedatangan Tuhan sudah dekat. Keadaan dunia makin rusak sebab dosa yang ber-tambah2, baik secara pribadi atau kelompok, golongan2 atau bangsa2 makin rusak, sebab dosa yang meningkat; dunia mengalami suasana Neraka yang jahat dan penuh dengan kejahatan, kematian yang dahsyat, malapetaka, bela peperangan dsb. Tetapi orang2 beriman akan aman dalam perlindungan dan janji2 Allah yang heran. Sebab itu tinggallah dalam kesucian, sebab tanpa kesucian seorang tidak bisa memandang Allah dan akan lepas dari rencana Allah yang indah2 ini.

 

Nyanyian: Tabernakel Glory no. 497.

Sungguh tidak lama lagi,

Tuhan Yesus datanglah.

Biar kita tahan saja,

berdoa dan jagalah.

Kesenangannya besarlah,

kesukaan yang heran.

Sebab itu o saudara,

setia dan sucilah.