M3865 – Lukas 9:23; Yoh 6:26 Salib Atau Roti.

Salib berarti menderita karena Kristus, bukan karena dosa2nya, tetapi menderita meskipun hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan.

Roti ini kebutuhan se-hari2 atau berkat jasmani.

 

  1. MANA LEBIH BAIK?
  2. Orang lebih suka roti (berkat) daripada salib (menderita), sebab itu kalau Gereja2 terus memberitakan tentang berkat2, itu menarik banyak orang. Tetapi Gereja memberitakan tentang salib, tidak banyak yang mau. Kalau kita pakai sistem ekonomi, tentu supaya sukses, lebih banyak bicara berkat atau roti. Tetapi kalau kita ingin memperkenankan Tuhan atau mencocokkan diri dengan Firman Tuhan, maka salib itu suatu keharusan yang mutlak, sebab kalau tidak mau pikul salib, tidak mungkin menjadi murid Kristus, apalagi mau menjadi seperti Kristus.
  3. Ada dua cara Penginjilan.

yaitu :

  1. Dengan memberi roti
  2. Dengan memberi Salib

 

Ini cara yang lebih mudah, sebab langsung banyak orang datang seperti orang2 yang ber-duyun2 datang pada Tuhan minta roti Yoh 6:26, sebab sebelumnya ada kira2 20 ribu orang yang diberi makan roti sampai kenyang (5 ribu laki2). Ini memang mudah, ini tidak salah, namanya sosial gospel boleh, hanya prioritasnya salah. Berilah salib sampai mau percaya maka Tuhan akan memberkatinya Mat 6:33. Kita tetap mencintai dengan perbuatan, tetapi nomor satu adalah memberitakan Injil, sehingga kaki2

pemberita Injil itu elok. Rom 10:15. Boleh dengan atau tanpa roti tetapi tujuannya nomor satu adalah memberi salib, percaya pada Tuhan Yesus untuk jadi muridNya yaitu pikul salib seumur hidupnya Luk 9:23.

Siapa yang mau datang pada Tuhan dan mengikutiNya, diberi salib Mat 11:28-30 Tuhan tidak menjanjikan roti meskipun Ia punya banyak roti bahkan limpah, tetapi yang ditawarkan adalah salib bukan roti.

Tetapi kalau Tuhan menawarkan salib, tidak banyak yang mau datang, tidak seperti kalau Iamenawarkan roti, sangat banyak yang datang, cepat sekali bertambah, tetapi sebagian bisa meninggalkan Tuhan bahkan menyalibkan Tuhan Yesus ( Mat 27:22,25. Salibkan!).

Orang2 yang makan rotinya Tuhan, lalu berbalik menyalibkanNya, kepalanya adalah Judas, anti Kristus.

 

Yoh 13:18

Aku tidak berkata-kata tentang kamu semua, Aku tahu siapa yang sudah Kupilih, tetapi supaya Alkitab digenapi, Ia yang makan roti bersama-sama dengan Aku, telah mengangkat tumitnya melawan Aku. (KJI)

 

Sebab itu Tuhan Yesus tidak menawarkan roti tetapi salib, sebab yang datang karena roti akan mengangkat tumitnya melawan Tuhan Yesus yaitu menyalibkan.

 

  1. Kalau kita menawarkan salib seperti Tuhan Yesus Luk 9:23 sedikit yang datang, tetapi ini tinggal tetap, bisa setia sampai akhir, meskipun ada pencobaan, mereka bisa bertahan, sebab mau menderita karena Tuhan. Ini orang2 yang bisa tetap pikul salib sampai mati.

Ini cara Tuhan Yesus, yaitu Ia menawarkan salib, tetapi ini bukan berarti kelaparan, tidak makan roti, tidak, justru cukup bahkan limpah makanan roti, tetapi roti bukan nomor satu, tetapi nomer 1 adalah salib. Ini berita salib yang kita beritakan 1 Kor 1:18 bukan berita berkat; Berita yang betul dari penginjilan adalah berita salib, tetapi tetap ada berkat dan roti Mat 6:33 sebab roti ada dalam tangan Tuhan yang menjadikan kaya dan miskin 1Sam 2:7.

Jangan kuatir. Dengan roti orang tidak bisa tumbuh, tetapi terus menuntut seperti Israel, sudah makan roti dari Surga (manna) setiap hari tetapi tetap menuntut ini dan itu dan ber-sungut2. Tetapi orang yang mau salib, akan makan roti dengan limpah dan penuh syukur tetapi bisa berpada sebab tujuannya bukan roti tetapi salib, menderita karena Dia, namundibelakang salib ada mahkota dan Surga.

Sebab itu angkat salib dan beritakan salib Kristus, bukan berita berkat yang memang dicari orang banyak.

Kalau Gereja memberitakan berkat itu indah, tidak salah, tetapi pada prioritas kedua! Jangan cinta uang, cinta dunia dan isinya. Orang yang cinta uang akan bersemangat untuk terus mengejar berkat dan berani atau yakin menghalalkan segala cara sebab yakin akan dapat berkat dari Tuhan.

Tetapi orang mau pikul salib, tidak memberhalakan berkat, bisa berpada 1Kor 7:31, 1Tim 6:8 dan bisa hidup benar, memperkenankan Tuhan dan Tuhan yang memberkati dan memeliharanya. Dengan tangan Tuhan ia dipelihara dan imannya makin kuat dan makin tumbuh untuk bisa memberitakan salib Kristus. Memang banyak orang syak, mengapa ikut Tuhan tidak kaya 1Kor 1:23. Tetapi berita salib itu membuat orang sungguh2 ikut Tuhan Yesus, menjadi muridNya sebab mau menderita karena mematikan daging dan semua keinginannya dan taat melakukan kehendak Tuhan. Orang seperti ini akan tumbuh seperti Kristus dan bisa setia sampai mati, menjadi mulia di dalam Kristus, baik di dunia, apalagi di Surga tempat tujuannya.

Jangan kuatir bahwa salib akan menjadi suatu syak bagi banyak orang Kristen dalam jalan lebar Gal 5:11.

Memang banyak orang percaya Tuhan Yesus karena roti, tetapi itu permulaannya. Ada yang sungguh2 jadi murid tetapi jumlahnya sangat sedikit, sebab pada waktu datang tantangan, sebagian besar lari, karena tidak berani menderita untuk Tuhan, mereka undur, menyangkal Tuhan, bahkan menyalibkan Kristus, menjadi antikris dan pengikut antikris inilah yang menyengsarakan pengikut Kristus.

Kalau percaya karena roti, maka nanti kalau ada yang lain memberi roti yang lebih besar, ia akan meninggalkan Tuhan dan pergi pada dunia (iblis) yang memberi roti yang lebih besar.

Tetapi orang yang mau menerima salib, sekalipun ditawari roti yang lebih besar, tetap setia dan cinta pada salib dan tidak akan lari ke dunia, meskipun ada salib yang lebih besar yang harus dipikulnya.

Justru salib lebih besar itu berarti mahkota lebih besar Rom 8:17 dan pengurapan, kekuatan dan kesukaan yang lebih besar dari Tuhan 1Pet 4:14.

SIKAP ORANG BERIMAN.

Bagaiman sikap kita ? Tidakkah kita juga memberi roti ? Beri roti atau tidak ? Kasih itu ada perbuatannya, yaitu juga ada roti, bahkan seringkali lebih besar  Yoh 15:15.

Tetapi kita tidak menawarkan roti, melainkan salib Kristus. Sebab jalannya roti atau jalan lebar itu berbeda dengan jalan salib, yaitu jalan sempit Mat 7:13-14. Orang yang cari roti banyak sekali, bahkan be-rebut2an dan berkelahi, sebab tidak mau menyangkal diri, sebab itu sesudah makan roti mereka akan mudah mengangkat tumitnya untuk undur sebab tidak puas, sebab kurang, sebab tidak cocok dengan keinginan hatinya dan mulai berontak melawan pemimpin2 yang benar, seperti orang Israel yang makan roti sampai kenyang, akhirnya mereka melawan Tuhan dan Musa. Seperti Yudas yang melawan dan menyalibkan Kristus. Mengapa bisa demikian? Orang yang tidak mau menderita karena Kristus, tidak mau menyangkal diri akan mudah menjadi jatuh dalam tangan iblis, dikuasai iblis dan menjadikaki tangannya, melawan Tuhan dan hamba2Nya, mengacaukan dan menghancurkan pekerjaan Tuhan sebagai kaki tangan iblis.

Jadi semua orang yang mencari roti itu:

  1. Sebagian besar tidak mau salib (yang mau salib, jauh lebih sedikit), tidak mau menyangkal diri sebab itu dikalahkan dan dikuasai iblis, menjadi hamba dosa dan kaki tangannya.
  2. Tidak bisa mengerti perkataan Kristus Yoh 6:52,60,61. Mereka tidak bisa mengerti. Sebab bahasa mereka adalah bahasa roti, bahasa uang, bahasa duit, harus ada duitnya (rotinya). Kalau tidak ada uang, tidak ada roti, ya ditinggalkan.

Orang2 seperti ini tidak bisa mencintai Firman Tuhan, kecuali janji2 berkat yang limpah rotinya. Rahasi Firman Tuhan tertutup baginya Mat 13:11.

  1. Orang2 ini akan undur dari Tuhan sebab tidak dapat roti atau dapat roti atau berkat2 dan perkara2 dunia lebih banyak di tempat lain. Rasul2 yang pikul salib tetap setia, tetapi orang yang cari roti, tidak mau menyangkal diri, diperbudak iblis, limpah dosa, tidak ada pekerjaan Roh Kudus, sebab itutidak bisa mengerti dan meninggalkan Tuhan Yoh 6:52,60-61.

Akhirnya orang banyak meninggalkan Tuhan Yesus, juga 70 murid (banyak yang) meninggalkan Dia Yoh 6:66, tetapi 12 (11) rasul tetap setia Yoh 6:67-71.

  1. Tuhan Yesus sudah tahu lebih dahulu bahwa orang yang mencari roti akan meninggalkannya, tidak setia dan akan menyerahkan Dia Yoh 6:64. Orang yang menyerahkan Tuhan Yesus ini bukan hanya Judas tetapi orang banyak yang sudah makan roti Tuhan Yesus! Di hadapan Pilatus, mereka mendesak dengan keras supaya Pilatus menyalibkan Kristus.

Inilah jalan dan pola hidup orang yang mencari roti bukan mencari salib untuk ikut Tuhan Yesus.

Orang yang mau salib, memang jauh lebih sedikit, jangan kecil hati, tetapi ini yang betul. Mereka tetap makan roti, tetapi hidup dengan sehat sebab salib, sehat, sembuh, umur ditentukan Tuhan tetapi orang2 yang mau pikul salib adalah orang2 yang setia sampai ke akhir tidak bersungut2, tetapi terus bersyukur,tidak mencari dunia tetapi mencari Tuhan sehingga mengerti perkara2 dari atas dan mengutamakannya, mengejarnya Kol 3:1-3, Mat 6:33.

Apakah kita juga harus memberi roti ? Ya! Tetapi bukan prioritas pertama. Salib Kristus itu yang utama. Setiap umat Tuhan harus jadi berkat bagi orang sekitarnya, baik secara rohani dan jasmani. Memang kadang2 mereka menolak yang rohani tetapi tidak pernah menolak yang jasmani.

Tetapi tujuan kita memberi yang rohani yaitu salib, percaya kepada Tuhan Yesus, lepas dari tangan iblis, kita membebaskannya, menobatkannya, dari tangan iblis; dan ini harus dikerjakan dalam kesucian, dengan hikmat dan kuasa Allah, Kis 1:8. Kita harus di dalam Kristus dan limpah dengan pengurapan Roh Kudus dan kita pergi karena Kristus bukan karena uang atau karena mendapatkan pembayaran yang lain.

Memberi roti tidak perlu kuasa Allah, tidak perlu hidup dalam kesucian, semua bisa memberi, semua mau datang, asal ada roti.Judaspun bisa memberi roti dan mengumpulkan banyak orang, orang bersukacita menerimanya. Memang Yudas berhasil mengumpulkan banyak orang, orang miskin selalu ada limpah kepadanya, tetapi Tuhan Yesus tidak selalu ada padanya. Yoh 12:8, sebab membagi roti tidak perlu ada Tuhan, sendirian juga bisa berhasil, Yudas berbuat banyak dan bisa tanpa Kristus dan tergantung dari dia kalau mau berbuat baik (dapat kepujian dan penghargaan) atau tidak. Tetapi memberi salib akan gagal kalau sendiri, harus dengan hikmat dan kuasa Allah, disertai Allah. Memberi roti, tidak perlu disertai Tuhan, disertai iblispun bisa, sebab tidak ada perlawanan. Orang banyak dan Iblis tidak marah atau melawan, sebab boleh2 saja terima roti asal jangan menerima Yesus yaitu salibNya. Asal jangan keluar dari tangan dan perhambaan iblis boleh2 saja.

Ada beberapa orang yang melakukan aksi2 sosial yaitu dalam pendidikan, dalam pengobatan, dalam nafkah dll,itu semua tidak salah, tetapi tanpa Yesus tidak berfaedah.

Bahasa mereka adalah bahasa roti atau uang. Semua dilihat dari segi uang. Waktu perempuan itu mengurapi Tuhan Yesus, maka Yudas menegurnya, sebab itu memboroskan uang, membuang uang dengan sia2.

Ada banyak usaha sosial dalam dunia dan itu dipuji dan dihargai di seluruh dunia. Misalnya orang2 yang terjun menolong pengungsi, orang2 yang kena bencana alam dan wabah. Orang2 beriman juga ikut serta, sebab itu adalah perbuatan kasih yang selalu wajib kita lakukan di mana2 saja. Tetapi perintah Tuhan dalam Mat 28:19 itu tujuan utamanya adalah salib, bukan roti.

Tetapi hamba2 Tuhan itu berbuat semua, istimewa penginjilan karena Kristus.

Dalam rumah, murah hati, jangan kasar dan kikir terhadap orang sekitar, apalagi dalam keluarga jangan berkelahi karena uang dengan alasan2 rohani atau alasan yang lain. Juga pada semua orang yang bekerja di dalam rumah kita dan dalam usaha kita, hendaklah kita adil dan murah hati, bukannya tidak jujur dan pelit sehingga jadi batu sontohan.

Minta hikmat dan kuasa Roh, pimpinanNya sebab kadang2 tidak mudah, tangani dengan hikmat dan kuasa Allah. Berbuat baik seperti orang Samaria itu menjadi bagian hidup se-hari2 dari semua orang beriman (+ keadilan, kejujuran dan kemurahan, kasih, bukan tipu daya dan siasat), maka Injil yang kita beritakan tidak bantut karena batu sontohan perbuatan yang salah. Jangan hanya roti, tetapi salib dan roti. (Dalam pekerjaan perdagangan harus adil sekalipun tidak ada Injil, sebab ini bukan penginjilan, tetapi bisnis, kita harus adil, tetapi dalam penginjilan yang utama adalah salib, limpah dengan hikmat dan kuasa Allah dan perbuatan kasih menyertai.

III. APAKAH SALIB ITU?

Ini bukan sekedar cerita atau memperingati penderitaan Tuhan Yesus yang luar biasa dahsyatnya itu (Yes 53:8, bagaimana Putra manusia yang menderita penderitaan karena dosa manusia begitu hebat sampai Ia ditinggalkan Bapa, dahsyat, sampai dunia menjadi gelap selama 3 jam, dan begitu hebat sehingga rasa2nya Putra manusia Yesus tidak tahan, namun Ia sudah menyelesaikan dengan baik, tanpa cacat atau salah yaitu selesai dengan sempurna, betul2 sudah genap).

Juga bukan sekedar barang2 sebagai hiasan seperti gambar tentang sengsara Kristus atau bentuk salib mini dalam rumah kita, juga bukan menggendong salib pada hari Paskah sebagai tradisi.

Tetapi salib, pikul salib itu berartisungguh2 mau hidup menderita karena kebenaran dengan mematikan daging Rom 6:6 sehingga kita bebas dari dosa, tidak lagi berbuat atau bereaksi dosa. (Tidak ada orang bisa melakukan hal ini dengan kekuatannya sendiri, hanya orang yang sudah percaya Tuhan Yesus, yang sudah lahir baru menjadi anak2 Allah Yoh 1:12.

Tidak ada orang yang bisa merdeka dari hukum dosa dan maut dari si iblis, tidak ada orang yang bisa merdeka dari dosa. Mungkin bisa untuk satu atau beberapa hal untuk sementara tetapi segi lainnya tetap diperbudak dosa, bahkan seluruh hidupnya ada dalam perhambaan dosa, meskipun perbuatan dosa belum tampak, tetapi tetap hamba dosa dan hamba iblis, anak2 iblis Yoh 8:32, 1Yoh 3:10). Jadi yang bisa hidup suci, bebas dari dosa dengan pikul salib hanya orang2 yang sudah lahir baru, yang sudah menjadi anak2 Allah, bukan anak2 iblis. Tetapi sebagian orang Kristen (yang cari roti) tidak mau dan tidak bisa pikul salib, sebab memang tidak mau salib, mereka mencari Tuhan hanya karena roti.

* Jadi pikul salib, mau menderita sengsara karena Kristus, karena kebenaran itu menyebabkan kita bisa berhenti berbuat dosa.

Orang yang mau pikul salib, mau mematikan daging dengan pertolongan Tuhan (berdoa dalam Roh dan kebenaran, dengan Firman Tuhan dll), bisa menang atas dosa dengan tetap sejahtera, melakukan kehendak Tuhan dengan sukacita. Mau pikul salib berarti bisa menahan diri, tidak ber-bantah2, tidak menuruti hawa nafsu dan emosi, bisa tetap hidup dalam kesucian, bisa menang menghadapi pencobaan dan tidak bereaksi dosa, bisa selalu penuh dan dipimpin Roh.

Jadi pikul salib atau menderita karena kebenaran berarti tidak berkelahi, tidak ber-bantah2, tetapi bisa menghadapi problem dengan tetap dalam kesucian dipimpin Roh.

– Salib berarti tidak tersinggung, sebab bisa mematikan daging yang sakit karena dihina, diperlakukan salah dll.

– Salib berarti tidak ada cemburu, tetapi bisa menghadapi dengan bijak, karena mau mematikan daging sehingga bisa mendengar dan taat akan suara Roh.

– Salib berarti tidak makan dengan cerewet, tetapi bisa berpada sebab mematikan keinginan daging untuk makan menurut kehendaknya.

– Salib berarti tidak iri, sebab mau mematikan daging sekalipun itu sakit.

– Salib berarti bisa membatalkan keinginan hati untuk rekreasi atau macam2 keinginan yang lain sebab tidak cocok dengan Firman Tuhan atau pimpinan Roh Kudus.

– Salib berarti tidak bicara kasar, maki2 dll sebab bisa mematikan daging.

Salib berarti tidak kikir, tetapi murah hati, meskipun itu merugikan dalam batas2 yang bisa kita tanggung.

Kita harus pikul salib dalam semua segi hidup kita, baik dalam mempertahankan hidup kesucian dalam semua segi dan dalam melakukan kehendak Allah, juga dalam semua segi dan supaya daging dimatikan dan tabiat baru nyata dalam kemenangan. Salib itu berguna dalam segala perkara dan dalam segala segi hidup.

Singkatnya salib itu berarti tidak berbuat dosa apapun sebab mau menyangkal diri, dan mau melakukan apa yang kita tidak suka, tetapi kita tahu dan yakin itu kehendak Tuhan Yoh 21:18.

Jadi salib berarti tidak lagi berdosa, tetapi taat melakukan kehendak Tuhan, suatu hidup yang berkenan pada Tuhan. Salib dalam arti inilah, yaitu yang sesuai dengan Firman Tuhan, itu yang diberikan Tuhan bagi setiap orang yang mau ikut Tuhan menjadi muridNya Luk 9:23.

Tuhan memberi salib, bukan roti atau berkat, tetapi dalam salib ada berkat dan roti yang tidak terbatas, yang bisa diberikan Tuhan bagi orang yang setia atau yang mahir pikul salib. Berapa banyak berkat Tuhan yang diberikan bagi orang yang pikul salib? Bukan sebagai tujuan hidup tetapi sebagai fasilitas untuk hidup di dunia ini, bahkan untuk hidup berkenan kepadaNya, melakukan semua kehendak dan pekerjaanNya. Jadi Tuhan memberikan roti, berkat2 jasmani sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

Nyanyian:

Salib hentar aku trus 2x