M3861 – Yohanes 17:21-23. Bersatu Seperti Trinitas.

Yoh 17:21-23. Tuhan ingin kita bersatu, jadi satu di dalam Allah seperti Allah (21) supaya kita jadi satu, seperti Mereka 1Yoh 5:7 menjadi satu (22). Kita dalam Tuhan dan Tuhan dalam Bapa, supaya kita disempurnakan dalam satu persekutuan (tubuh Kristus) (23).

Persekutuan Trinitas begitu manis, harmonis, persekutuan yang kekal, tidak mungkin terganggu apalagi pecah. Begitu Tuhan ingin persekutuan kita seperti itu!

Jadi adalah kehendak Allah supaya kita bisa bersekutu dengan betul di dalam Roh, seperti Trinitas sehingga dalam persekutuan yang betul ini kita bisa bersatu dengan manis, hidup berkemenangan dan tumbuh menjadi sempurna seperti Kristus; ini adalah target Allah bagi kita, GerejaNya.

PRINSIP BERSEKUTU DENGAN ALLAH DAN SAUDARA2 SEIMAN.

Kita tidak hanya bersekutu dengan Allah (yang adalah maha besar, baik, cinta, tidak ada salahnya, sumber se-gala2nya bagi kita) tetapi kita juga harus bersekutu dalam kasih Kristus dengan saudara2 seiman Luk 10:27. Persekutuan ini dengan kasih Kristus yang suci dan tulus dan kasih berarti ada pengorbanan, bahkan mengorbankan nyawaNya Yoh 15:12-13. Orang yang tidak bisa mengasihi saudaranya, itu berarti ia tidak mengasihi Allah 1Yoh 4:20. Ini dasar yang penting. Kita mengasihi Allah itu nyata kalau kita mengasihi saudara2 kita, yang belum sempurna! Sebaliknya orang yang tidak bisa mengasihi saudara2nya, sehingga tidak bisa bersekutu, bersatu di dalam Tuhan, itu berarti tidak cinta Tuhan dan ini berarti ada percintaan yang lain, yaitu pada pihak yang lain, daging, dunia dan iblis. Orang seperti ini tidak bisa bersatu dalam tubuh Kristus dan ia akan lepas dari Kristus dan itu akan membuatnya kering, rusak dan mati rohani.

Jadi bisa bersekutu itu mutlak perlu dan yang tidak mau atau tidak bisa bersekutu akan berakhir pada kematian rohani!

MENGASIHI = MENGAMPUNI.

Saudara2 kita itu ada yang “enak, ada yang tidak enak”, lebih2 dengan musuh, yang tidak cocok dengan kita, pernah bentrok, pernah merugikan atau menyakiti hati kita dsb. Mengasihi yang enak itu mudah dan semua orang berdosa bisa melakukannya Mat 5:46. Tetapi mengasihi musuh itu perlu kasih Kristus yang bisa mengampuni termasuk musuh2 kita Mat 5:45. Ini perlu  menyangkal diri, pikul salib, supaya bisa mengampuni baru bisa bersekutu dan mengasihi. Dari permulaan percaya Tuhan Yesus sudah harus pikul salib Luk 9:23 dan belajar mengasihi musuh sehingga bisa mengasihi semua saudara2 seiman termasuk “yang tidak enak”.

III. MENERIMA, MENYAMBUT SAUDARA2 KITA.

Rom 15:7, 1Pet 4:9, bahkan memberi tumpangan.

Kita harus bisa menerima/ menyambut semua saudara juga yang “tidak enak” dengan kasih Kristusyaitu dengan mengampuninya. Dari orang yang paling dekat, yang ada di sebelah kita sampai yang lebih jauh. Sebab belum sempurna, seringkali ada kekurangan2nya, kecil atau besar. Dalam keluarga atau dalam kelompok, kita sudah biasa menyambut satu sama lain, sekalipun selalu ada kekurangan2, tetapi sebab cinta kita bisa menerimanya. Begitu juga kalau ada kasih Kristus, sekalipun saudara2 kita ada kekurangan dan cacatnya, kita masih bisa menyambut mereka dengan tulus (dan dengan cerdik Mat 10:16). Orang yang tidak bisa menerima saudara2 yang tidak enak, itu disebabkan karena tidak mau menyangkal diri, sehingga tidak bisa mengampuni. Kalau kita bisa menyambut, kita bisa bersekutu dan itu perlu dalam ibadah dan pelayanan kita.

BEKERJASAMA DENGAN SEGENAP HATI.

Kalau kita bisa bersekutu dengan betul dan baik, kita akan bisa bekerjasama dengan segenap hati, dengan sungguh2 sehingga ber-sama2, kita bisa melakukan perkara2 besar dengan sehati. Kalau ada dosa, kesalahan, kepahitan dll harus ada pengampunan sampai tuntas, supaya persekutuan dan kerjasamanya tidak terganggu tetapi bisa sehati. Jangan ada sisa2 sakit hati, kecewa, JMPE, curiga, penyesalan dll, semua harus dibersihkan, saling mengampuni,baru bisa sungguh2 sehati bersekutu dan bekerjasama dengan sukacita, dengan gairah, dengan tulus, dan ini yang diharapkan Allah diantara kita.

Kalau persekutuan dan kerjasama kita setengah hati, hasilnya kecil atau kurang, bahkan bisa kacau atau rusak sebab dalam sisa2 sakit hati, kecewa dll iblis akan masuk dan justru menghasilkan perpecahan dan kehancuran pekerjaan Tuhan.

ADA DUA PIHAK DALAM PERSEKUTUAN.

Selain dengan Allah yang tidak pernah salah (tetapi masih bisa disalah mengerti oleh manusia) persekutuan tergantung dari kita dan saudara2 kita. Nomer 1 dari pihak kita harus beres dan bebas. Kalau toh ada kekecewaan atau sakit hati dsb, kita harus dibereskan sampai tuntas, mau mengampuni dan minta ampun kalau kita salah. Kita harus selalu mulai dari diri kita sendiri, sebab ini bagian kita, dan dengan Tuhan kalau mau, kita bisa membersihkan hati kita dengan tuntas.

Kalau toh saudara2 kita belum tuntas, sehingga ada ganjelan, kita tetap mengampuni dan belajar tetap bersekutu dengan kasih dan kuasa Allah. Bagi kita yang paling penting adalah membersihkan diri kita sendiri, diisi dengan kasih Kristus dan taat pada pimpinan Roh Kudus, sebab kita tidak bisa mengubah hati orang lain. Saudara2 kita bisa bersikap seperti Yonathan (hati bersih, tulus dan cinta) atau seperti Saul yang tetap keras hati dalam dosanya sehingga bersekutu dengan pura2 bahkan dengan benci. Dengan “Yonathan” kita bisa bersekutu dengan erat dan manis, tetapi dengan “Saul”, kita menggaraminya. (Masih ada persekutuan tingkat Halaman yaitu Pagar Halaman, tetapi persekutuan ini masih bercampursebab2 manusiawi. Tiang2 Pagar Halaman tampak kayunya, tidak dibungkus emas).

Kalau kita hidup benar dan ada kasih Kristus, kita bisa menggarami saudara2 kita yang seperti Saul, dengan kasih, kuasa dan hikmat Allah. Diharapkan mereka berubahmenjadi makin baik

Memang manusia bisa berubah jadi lebih baik tetapi juga bisa jadi lebih jelek. Tentu kita harus tetap bersih, cinta dan setia, maka Tuhan akan bekerja dalam persekutuan yang betul dan hasilnya akan indah Pkh 4:9-12, Im 26:8. Kita bisa tumbuh dengan baik dan mencapai hasil yang indah2 dengan Tuhan, sebab kalau 5 orang bersekutu dalam Roh, bisa bekerjasama, hasilnya akan seperti 100 orang, luar biasa. Sebab Tuhan berkenan dan ada di tengah2 persekutuan tubuh Kristus yang betul, sehingga makin kuat dan makin indah Pkh 4:12.

BELAJAR BERSEKUTU DENGAN LEBIH BANYAK SAUDARA2 SEIMAN.

Selain bersekutu dalam Roh dalam persekutuan tubuh Kristus dengan betul, kita juga harus belajar bersekutu dengan lebih banyak saudara2 seiman tetapi tetap dengan betul, bersekutu dalam Roh. Kalau persekutuan tubuh Kristus makin besar, juga hasilnya akan makin besar yaitu masing2 bisa tumbuh, ber-buah2 dan akhirnya menjadi sempurna. Yoh 17:23. Kalau 5 orang bisa bersekutu dengan betul, dalam kasih dan kesucian, hasilnya bisa 20 kali lipat Im 26:8. Kalau 100orang bisa bersekutu dalam Roh dengan betul hasilnya masing2 menjadi 100 kali lipat, dan ber-sama2seperti 10.000 orang. Jadi dari 20 kali ganda, jadi 100 kali ganda. Kalau kekuatannya makin besar, ia bisa selalu menang atas daging, dunia dan setan, hidup selalu berkemenangan dalam kesucian, dan bisa memenangkan jiwa2 lebih banyak. Tuhan merindukan kita bisa bersekutu dengan betul satu sama lain, maka Tuhan bekerja di tengah2nya sehingga hasilnya jadi begitu besar. Mat 18:19-20. Tidak mungkin 5 orang bisa mendapat hasil seperti 100 orang kalau tanpa Tuhan, tetapi dengan Tuhan bisa bahkan bisa lebih banyak lagi. Sebab dengan Tuhan 1 orang bisa mengalahkan 1000 orang (seperti Simson dengan Tuhan Hak 15:15), sebab itu kita harus belajar bisa bersekutu dengan betul, dalam kasih (ada pengampunan) dan kesucian (beres, tidak ada dosa) 1 Yoh 1:7.

Jangan berhenti dengan kelompok “sendiri” yang sudah bisa cocok, tetapi belajar terus bersekutu dengan saudara2 yang lain dengan betul, yaitu dengan kasih dan kesucian. Sebab itu dalam Gereja kita perlu bersekutu dengan saudara2 yang lain dan tetap dengan yang sudah ada supaya dari 5 orang, kita bisa meningkat sampai persekutuan 100 orang, bahkan lebih. Memang ini lebih sulit, sebab seringkali setiap orang itu ada ciri2nya sendiri2, lebih2 yang “tidak enak” dan perlu kasih dan pengampunan (perlu penyangkalan diri)yang lebih besar. Apalagi kalau menjadi pemimpin harus bisa menggembalakan (mengampuni dengan tulus, dengan kasih dan kesucian) semua orang yang dibebankan atasnya. Punya anak 10 tentu lebih banyak makan hati daripada anak 2, tetapi kalau bisa, hasilnya akan lebih indah. Jadi untuk bisa bersekutu dengan lebih banyak orang, salibnya lebih besar, harus lebih banyak menyangkal diri, supaya tetap suci dan bisa mengampuni lebih banyak, sehingga bisa bersekutu dalam Roh dengan betul.

Kita harus belajar bersekutu dengan semua saudara2 yang lain, dengan kelompok2 yang lain dengan tulus dan dengan kasih Kristus, bukan justru bertentangan atau bermusuhan dengan kelompok2 yang lain, itu dari daging dan iblis. Sebelum pengangkatan maka tubuh Kristus global akan terbentuk, itu luar biasa, betul2 menjadi satu dalam Roh Kudus, bukan persekutuan manusiawi atau organisasi.

Ini semua mengolah kita sehingga kita bisa terus tumbuh sampai target yaitu seperti Kristus, jadi sempurna dalam persekutuan. (Ingat ini mutlak perlu, sebab kalau tidak bisa bersekutu dalam Roh, tidak maumengampuni, dosa kita sendiri tidak diampuni, timbul banyak dosa2 baru dan setan makin bebas bekerja sehingga timbul kerusakan dan kehancuran). Semua orang beriman harus bersekutu dengan betul dalam kasih dan kesucian 1Yoh 1:7, kalau tidak, semua kesalahan atau ganjelan2 itu akan menimbulkan lebih banyak dosa dan iblis makin leluasa bekerja dalam persekutuan tubuh Kristus sehingga segala macam dosa tumbuh di mana2 dan akhirnya iblis bisa bertahta seperti dalam Gereja Pergamus dan  persekutuan itu menjadi gua penyamun.

VII. PERSEKUTUAN DALAM TERANG.

Iblis itu selalu mau menyelinap masuk dan menimbulkan benci (mula2 dengan JMPE) sehingga kemudian jadi perpecahan atau sebaliknya makin akrab dalam dosa dan perkara2 duniawi, menjadi gua penyamun.Persekutuan tubuh Kristus harus dalam kesucian (selain kasih). Jangan persekutuan dengan dosa atau timbul dosa dan dibiarkan, tetapi salahkan dia, sebab tidak mungkinbisa bersekutu dengan betul kalau ada dosa, dosa apapun. 1Kor 5:9-11. Kita harus memperhatikan saudara2 palsu yang menyelinap masuk Gal 2:4. Sebab itu sekalipun saudara, sekalipun ada kasih Kristus, jangan membiarkan dosa muncul di tengah2 kita, apalagi dibiarkan sehingga bertumbuh. Mat 16:23, LUk 9:54-55 garami mereka dan bertindak terus seperti Kristus. Orang yang salah ditegur terang2an, sekalipun yang bersalah itu murid2 dan kelompoknya sendiri. Persekutuan yang betul harus tetap dalam kesucian, tidak memberi tempat pada dosa sekalipun dari golongan sendiri, dari orang2 yang mendukungnya.

Di dalam persekutuan tubuh Kristus perlu ada saling menasehati dengan kasih, yaitu salingmenunjukkan dosa2 atau tabiat2 (dll) yang salah Mat 7:1-5. Dengan demikian seluruh tubuh Kristus makin dibersihkan sebab saling membersihkan satu sama lain. Orang yang belum sempurna, kalau tidak hati2, bisa jatuh dalam dosa bahkan sampai terikat dalam salah satu segi hidupnya. Kalau ada dosa, atau benci, iri, sombong, kalau ditunjukkan salahnya bisa marah dan terjadi reaksi yang sangat keras. Sebab itu persekutuan harus ada kasih, hikmat dan pengurapan Roh Kudus. Kerjakan dalam pimpinan Roh Kudus dengan kasih Kristus, tetapi dengan tegas. Kalau sama2 mengerti Firman Tuhan dan dipimpin Roh dan ada kasih, kita bisa melihat dengan jelas kesalahan2 saudara kita (lebih2 diantara suami-istri) dan kalau mau dinasehati maka orang2 itu akan cepat dibersihkan dan dipulihkan, sebab tahu salahnya dan segera diperbaiki. Sesudah itu bisa kembali jalan dengan betul, dipimpin Roh dan tumbuh kembali.

VIII. SALING BELAJAR CONTOH2 YANG BAIK. Pil 4:8-9.

Biasanya kelemahan dan kelebihan setiap orang itu ber-beda2, juga pertumbuhannya tidak sama, ada yang dalam hal nikahnya tumbuh pesat, yang lain dalam keuangan, yang lain dalam kesabaran dsb. Apa yang lebih baik dari saudara2 kita, dan yang cocok dengan Firman Tuhan, bisa kita tiru, itu lebih mudah, sebab ini adalah contoh yang bisa dilihat diantara kita. Misalnya saudara kita lebih baik tentang rendah hati, murah hati, sabar dll daripada kita, kita bisamenirunya dan apa yang jelek atau salah daripadanya, kita nasehati dan menolongnya sehingga bisa diperbaiki Yak 4:17. Kalau semua mau bersekutu dengan cara demikian dalam kasih Kristus, kita semua akan bisa tumbuh ber-sama2 dengan lebih cepat. Sudah langsung bisa dimulai diantara suami istri. Jangan ada yang bebal atau keras hati, tetapi mau menurut yang betul yang sesuai Firman Tuhan. Juga dengan saling mendoakan, saling mengasihi (= mengampuni yang salah), saling melayani dalam Roh dsb.

Jangan justru sebaliknya, yaitu hanya melihat dan meng-ingat2 yang jelek, istimewa yang sudah merugikan dan menyakiti kita. Tetapi yang baik, yang cocok dengan Firman Tuhan kita lupakan sehingga orang itu hanya dikenal cacat2 dan kekurangannya saja. Akibatnya saling menjelekkan, menceritakan hal2 yang tidak baik, ngrasani di belakang sehingga menghancurkan persekutuan tubuh Kristus. Pil 2:3 justru kita harus bisa melihat orang lain lebih baik dari diri kita sendiri yaitu dengan melupakan dan mengampuni bagian2 yang jelek dan mengingat dan menghargai hal2 yang indah dari orang lain (misalnya pernah menolong kita, tabiat2 yang baik, hidup dipimpin Roh, penuh gairah yang tulus dll) sehingga kita bisa menganggap dan menghargai orang lain lebih baik dari kita. Ini sesuai dengan Pil 2:3. Jadi lihatlah dan ingat2 yang baik dan lupakan, ampuni yang jelek, dengan kasih, maka persekutuan kita menjadi makin kuat dan semua tabiat baru yang baik bisa ditiru semua orang, yang jelek dinasehati, dibuang, diampuni dan dilupakan.

SALING MELAYANI DALAM ROH.

Persekutuan tubuh Kristus itu adalah persekutuan Ruangan Suci (Papan2 dan di dalamnya ada semua perabot Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci). Ini lebih tinggi tingkatnya dari persekutuan Pagar Halaman. Semua papan dari Ruangan Suci disalut penuh dengan emas. Sebab itu tidak semua bisa masuk dalam persekutuan Roh, yaitu persekutuan tubuh Kristus. Masing2 kita harus belajar penuh dan taat dipimpin Roh dalam kesucian. Dan saling mendoakan dan saling melayani di dalam Roh, dengan tabiat ilahi, buah2 Roh dan karunia2 Roh. Jangan biarkan ada dosa di tengah2 kita, itu membuat persekutuan menjadi khamir oleh ragi dosa 1Kor 5:6, itu berarti membiarkan setan masuk, bekerja dan akhirnya bertahta di dalam persekutuan itu, sehingga menjadi gua penyamun. Jangan jadi anjing kelu Yes 56:9 sehingga jadi dosa Yak 4:17. Tolong dengan hikmat, kuasa, karunia Roh dan kasih Kristus Gal 6:1.

TUMBUH DALAM PELAYANAN BERSAMA TUBUH KRISTUS.

Kalau ada persekutuan tubuh Kristus yang betul, dalam pengurapan Roh yang limpah, maka Roh Kudus akan bekerja dengan kuat dan bebas sehingga menghasilkan banyak jiwa2 yang bertobat, disucikan, ditumbuhkan, sehingga terjadi kegerakan Roh Kudus, lawatan Allah yang sangat memberkati.Akan timbul jabatan2 untuk melengkapi dan menyempurnakan tubuh Kristus, sebab tubuh Kristus bukan satu anggotanya tetapi banyak, semuanya bisa dipakai, semua ikut ambil andil dengan pelayanan tubuh Kristus. Tetapi semua harus dilakukan dalam kesucian dan persekutuan Roh, sehingga ada persekutuan yang betul dan manis, dan pertumbuhan itu akan makin nyata dan cepat Ef 4:11-13.

Kita harus belajar bekerjasama dalam pelayanan, dengan segenap hati, sehingga Roh Kudus bisa bekerja dengan limpah.

KESIMPULAN.

Tujuan persekutuan tubuh Kristus seperti Trinitas adalah supaya terus tumbuh sehingga menjadi sempurna dalam satu persekutuan. Tumbuh terus dalam kesucian dan jangan biarkan dosa di tengah2 persekutuan. Masing2 kita harus mau dinasehati dan menasehati. Mau disucikan dan menyucikan, jangan beri tempat pada iblis Ef 4:27, tetapi Tuhan terus bertahta dan menumbuhkan semuanya menjadi seperti Kristus.

Tidak mudah membersihkan persekutuan dari dosa dan perkara2 daging dan duniawi. Justru seringkali terjadi keributan dan perpecahan 1Kor 11:19. Lebih2 pada akhir zaman, waktu dosa dan kesucian meningkat, mereka yang tidak mau bertobat akan bereaksi makin jahat, tetapi kalau masa hukuman rumah Allah berlaku 1Pet 4:17, maka Roh Kudus akan menyucikan GerejaNya dengan keras supaya dalam 3,5 tahun Gereja sudah siap untuk disempurnakan dan diangkat.

Tentu kita tidak hanya bersekutu dan tinggal diamtetapi ber-sama2 melayani, memenangkan jiwa dan menggembalakannya supaya angka2 kedatangan Tuhan bisa segera digenapkan, untuk menyegerakan hari kedatangan Tuhan.

Nyanyian:

Jadikan kami satu, oleh RohMu Tuhan.