M3850 – 1Tesalonika 5:3, Yakobus 4:13-15. Kalau Tahu…..

TIDAK BISA MEMBANDINGKAN AKIBATNYA.

Biasanya kalau kita menghadapi 2 jalan atau 2 kemungkinan lalu harus memilih 2 pilihan yang hampir sama, seringkali kita sulit memilih, sebab tidak tahu apa akibatnya pada akhirnya. Coba tahu akhir dari keduanya, tentu kita akan memilih yang terbaik.

NAOMI.

Waktu ia mengubur anak yang terakhir, ia menangis sedih. Kalau tahu begini akhirnya, pasti ia akan berusaha mati2an untuk mencegah kehendak suaminya ke Moab Rut 1:1-2. Naomi sebetulnyatidak setuju, sebab itu Tuhan membunuhnya, tetapi suami dan anak2nya mati. Allah adil, semua ada sebabnya yang tepat. Tetapi Naomi kurang ngotot mencegahnya. Kalau ia mencegah sungguh2, mungkin mereka tidak jadi berangkat dan tidak mati, tetapi mereka tidak bisa membandingkan seperti kita yang membaca riwayat mereka. Keselamatan mereka tergantung dari kesungguhan dan ngototnya Naomi.

Kalau Elimelech batal dan tetap menderita di Betlehem, ia tidak mati. Tetapisebab tidak bertobat sungguh2, ia akan ber-sungut2 dan menyalahkan Naomi, sebab tidak mengerti bedanya pergi dan tidak pergi, mati dan hidup.Elimelech akan mudah ambil keputusan meninggalkan negerinya, padahal ini tidak dikehendaki Tuhan.

Sebetulnya ada patokan yang bisa dipegang dalam FirmanNya, yaitu mereka tidak boleh masuk dalam orang kafir, sebab mereka umat Tuhan Kel 33:16. Harus keluar dari antara orang kafir 2Kor 6:17, Yes 52:11. Sesudah ketiganya mati, Naomi bertobat dan kembali ke Betlehem, hidupnya jadi indah. Tetapi sayang sekali suami dan dua putranya sudah mati dan dikubur di Moab. Kalau tahu….. akhirnya, pasti Naomi akan 10 kali lebih ngotot. Juga orangtua, kalau anak2nya tidak setia, mengajak ke tempat2 yang salah, jangan dibiarkan, jangan jadi Naomi, nanti kasep dan semua celaka.

KASUS ZAMAN SEKARANG.

Begitu juga, misalnya pesawat terbang yang jatuh ke laut dan semua penumpangnya mati, kalau tahu…, lain ceritanya, mereka pasti tidak mau mati. Sebab tidak tahu mereka pergi saja dengan bergembira, tahu2 mati. Kalau tahu… tentu mereka akan membatalkannya, sekalipun ticketnya hangus dan uangnya tidak bisa kembali! Kalau tahu, tentu mereka akan mengambil pilihan yang selamat. Sebab tidak tahu, semua penumpangnya mati dan meninggalkan cerita yang pilu dan nasib yang celaka!

REHABEAM.

Ia harus memilih antara kata: ya dan tidak atas permintaan rakyat yang minta beban pajaknya dikurangi 1Raj 12:12. Akibat ya dan tidak, hampir sama2, sama2 ada resikonya. Rehabeam memilih yang salah sehingga 10 bagian dari negerinya hilang, tinggal satu bagian saja (2 dengan Benyamin).

Kalau tahu…. tentu ia akan memilih yang sebaliknya. Sebab tidak tahu, kerugiannya sangat besar, semua karena tidak tahu!

IMAM ELI terlalu sabar dan lunak pada anak2nya, sehingga ia tidak marah (bermuka masam 1Sam 3:13) dan membiarkan anak2nya hidup semaunya sendiri dalam dosa, dengan kata lain diizinkan!

Imam Eli lebih parah lagi salahnya sebab:

  1. Ia seorang imam besar yang seharusnya mengerti dan harus bertindak tegas sesuai Firman Tuhan,
  2. Tuhan sudah memperingatinya lewat Samuel 1Sam 3:11-14. Sayang Imam Eli lebih sayang dan cinta (memanjakan) putra2nya daripada taat akan Tuhan dan akibatnya sangat dahsyat, semuanya mati! Kalau ia tahu ….. tentu ia akan sungguh2 maubertindak dengan tegas dan keras.

AYUB DAN AYUB.

Mereka membiarkan anak2nya hidup semaunya dalam dosa, sampai akhirnya bela itu datang dan10 anaknya mati sekaligus dan Ayub bangkrut total).

Kalau tahu akibat yang dahsyat, tentu mereka mau bertindak tegas danberubah, tetapi baru tahu sesudah celaka itu menghancurkan semuanya dan bangkrut). Ayub memang tidak tahu dengan tepat, sebab lalai, ia hanya berkata: Andaikata anak2ku menghojat Allah dan berdosa Ay 1:5. Istri Ayub tahu dengan tepat sebab dia sendiri tukang hojat, dan membiarkan anaknya menirumenghojat Tuhan, berbuat segala macam dosa dan merajalela dan setiap kali melindungi mereka semua yang dimanja, supaya Ayub tidak bertindak. Sesudah semua celaka, baru ia sadar. Kalau ia tahu akibat yang begitu besar dan dahsyat, tetapi sekarang sudah terlambat.

KASIH ALLAH PADA ANAK-ANAK ALLAH.

Kita sudah menjadi anak2 Allah Bapa yang maha kuasa. Allah tidak ingin seorangpun binasa masuk Neraka dan di dunia Ia juga akan memberi umur untuk pertumbuhan rohaninya, supaya kalau bisa mereka menjadi seperti Kristus, sebab ukuran terakhir di dunia itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga Luk 19:17. Allah itu mencintai semua orang, tetapi khususnya, dengan nyata Ia mencintai kita anak2Nya.

Tetapi Allah mengizinkan kita menderita (Yusuf, Daniel, Daud dll) sekalipun benar (apalagi kalau berdosa, dihajar supaya bertobat dan bisa tetap masuk Surga) maksudnya supaya kita diolah dalam penderitaan itu. Ada yang sampai mati syahid dengan mengerikan seperti Yohanes Pembaptis dll.

Jadi sebagian jadi sakit, celaka, menderita bahkan mati karena dosa dan kesalahan, serta kebodohannya sendiri seperti Elimelech, Rehabeam, Eli, anak2 Ayub dll, tetapi sebagian karena salib, yaitu karena Kristus, sekalipun ia hidup benar dan taat, misalnya Stefanus, Yohanes Pembaptis, para rasul dll. Bahkan semua orang percaya Tuhan Yesus harus mau menderita sengsara untuk pengolahan. Pil 1:29, Luk 9:23. Untuk bisa hidup suci dan taat akan Firman Tuhan, harus mau pikul salib.

Tetapi mati syahid tidak untuk semua orang beriman, tergantung dari:

  1. Tempatnya, hanya di tempat2 kritis tertentu, seperti Timur Tengah, tetapi pada akhir zaman bisa di mana2, lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel.
  2. Latar belakangnya seperti Paulus yang banyak menganiaya orang beriman, ia sendiri juga mengalaminya.
  3. Waktunya. Dalam Hujan awal semua rasul mati syahid, juga banyak orang beriman. Sekarang hanya di beberapa tempat, kadang2 tidak tentu, tetapi dalam Minggu ke-70 Daniel di seluruh dunia (meskipun demikian, tubuh Kristus global menang dan tidak ada yang mati 1Kor 15:51, tetapi dalam zaman Antikris, semua yang tertinggal, tidak ada yang hidup Wah 13:7).
  4. Sesuai rencana Allah dalam pribadi2 tertentu saja. Kadang2 kita tidak mengerti tentang sengsara dan salib ini, tetapi jangan takut atau kuatir.Dalam dunia ini, selalu ada orang yang sakit, menderita, kecelakaan, korban kejahatan dan mati karena macam2 sebab, itu “wajar” terjadi sepanjang masa, juga pada orang yang percaya, tetapi bedanya, semua dalam izin Allah dengan maksud2 yang baik dan tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13. Sebab itu kita tidak perlu kuatir, tetapi harus mengerti supaya lolos karena bertobat, ataumenang dalam pencobaan, sebab mahir pikul salib dan sesuai dengan rencana Allah.

III. BAGAIMANA BISA LEPAS DARI CELAKA KARENA KESALAHAN2 DAN DOSA.

Misalnya celaka yang menimpa Elimelech dan kedua putranya. Ini sebab tangan Tuhan melawan mereka Rut 1:13 dan itu pasti ada sebab yang dahsyat, yaitu sebab umat Tuhan tidak boleh tinggal diantara orang2 dosa Kel 33:16, harus keluar dari segala kekafiran 2Kor 6:17, Yes 52:11. Tetapi mereka masuk ke negeri kafir, hanya karena kelaparan di Betlehem. Kalau mereka tetap di Betlehem danbertobat, pasti Tuhan menolong mereka seperti halnya Boaz dan orang2 Betlehem lainnya. Tetapi Elimelech tetap berkeras hati pergi ke Moab.

Kalau kita sudah tahu itu perkara yang melawan Allah dan FirmanNya, jahat, berontak meskipun waktu itu belum tahu apa akibatnya, jangan diteruskan, pasti akhirnya celaka sebab melawan Allah seperti Elimelech. Juga Imam Eli dan anak2 Ayub, itu jelas melawan Allah tetapi dibiarkan, maka sesudah waktu kemurahan Tuhan baginya habis, Hakim yang berdiri di muka pintu akan masuk dan hukuman akan jatuh Yak 5:9, mereka binasa.Upah dosa itu maut Rom 6:23.

LEPAS DARI PROBLEM YANG SULIT.

Pada akhir zaman ini, makin banyak timbul problem2 yang sulit, jahat dan berbahaya.

Permulaan Meterai2 sudah mulai tampak. Meterai I kuda putih: Ajaran sesat, alkitab setan sudah mulai beredar.

Meterai II Kuda merah dengan pedang kebencian yang besar; di mana2 saling membenci dan membunuh.

Meterai III Kuda hitam dengan neraca keuangan: Ekonomi yang makin sulit di seluruh dunia.

Meterai IV Kuda abu2: Tidak ada lagi kebenaran yang mutlak dalam dunia, masing2 punya prinsip sendiri,sehingga menimbulkan perang dan kematian di mana2. Semua ini sudah mulai terasa, sebab itu kita harus bisa mengambil keputusan dan jalan yang tepat dalam keadaan yang kacau dan jungkir balik ini.

Dalam problem2 yang sulit, kita harus punya cara2 untuk bisa lepas, jangan sampai kena ber-macam2 celaka.

Misalnya Rehabeam menghadapi hal yang sulit sebab jawaban ya dan tidak, itu sama2 ada resikonya dan Rehabeam tidak mengerti.

Yang menjadi sebab yang terpenting adalah hidup Rehabeam tidak betul di hadapan Tuhan. 1Raj 14:21-22; 15:3, 2Taw 12:14. Sebab itu supaya semua berjalan denganbaik dan akhirnya tetap selamat sampai dalam Surga, kita harus hidup benar di hadapan Allah dan melakukan kehendakNya. Jangan maju mundur atau jatuh bangun seperti Rehabeam, maka dalam mengambil keputusan dan menghadapi problem jadi sulit dan celaka, sebab tidak hidup di pihak Allah. 1Pet 3:12.

Juga Yosafat menghadapi 2 kemungkinan dengan Achab, yaitu berhubungan dengan Achab atau putus. Yosafat mengerti Firman Tuhan dan tahu perbuatan Achab dan Izebel jahat sekalipun. Sebetulnya ia sudah mengerti bahwa ia tidak boleh bergaul dengan Achab yang jahat. Tetapi Yosafat, juga anak2nya, kagum akan kebesaran dan kemewahan Achab. Yosafat bersekutu erat dengan Achab dan akibatnya ia harus mati. 1Raj 22:4. Tetapi sebab mengerti, ia sungguh2 bertobat dan ber-seru2 pada Tuhan, ia selamat. Tetapi keluarganya hancur berantakan, sebab Yosafat tidak menghentikan hubungan anak2nya dengan istana Achab. Celakanya itu turun temurun. Coba ia mengakui salahnya dan menyalahkan Achab dan menyuruh atau memerintahkan anak2nya putus hubungan dengan istana Achab,  keluarganya selamat! (Sebetulnya waktu Elimelech sakit, kalau mau minta ampun dan bertobat seperti Yosafat, Yunus, pasti tertolong sedikit atau banyak).

Kita harus belajar:

  1. Berjalan dengan Tuhan seperti Nuh sehingga ia lepas dari malapetaka dunia Kej 6:9. Kalau kita disertai Tuhan, maka setiap kali mengambil keputusan akan selalu betul, sehingga selamat dan tumbuh indah dan mulia dalam rencana Allah. Seharusnya anak2 (putra2) Allah itu berjalan dengan Tuhan, dipimpin Roh Rom 8:14. Ini seharusnya menjadi cara hidup orang beriman seperti Putra manusia Yesus di dunia Mat 4:1. Kalau Roh memimpin kita, pasti aman dan untung sebab Roh Kudus itu Allah yang maha kuasa dan maha tahu, ia bisa melihat dengan jelas semua yang akan datang, dan memberitahu atau memimpin kita untuk mendapatkan yang paling baik di dunia sampai kekal.

Jangan lupa hidup dipimpin Roh itu dalam jalan sempit (pikul salib, di atas Mezbah, harus mau mematikan daging dan hidup dalam kesucian di hadapan Allah) baru kita bisa mendengar dengan jelas pimpinan Roh Kudus dan punya kekuatan untuk taat. Dipimpin Roh itu tidak mudah, sakit bagi daging tetapi hasilnya luar biasa Maz 60:14.

Lihatlah riwayat orang2 yang dipimpin Roh seperti Yusuf, Daud, Stefanus, Paulus, Petrus dll itu sangat sakit bagi daging, tetapi yang mau bisa hidup penuh sukacita dan kepuasan Mat 11:28-30. Dengan demikian kuasa Allah bisa bekerja dengan luar biasa dengan segala karunia2 buah Roh, jabatan dan fasilitas2 lain dari Tuhan.

Orang yang dipimpin Roh (disertai Allah yang maha tahu dan maha kuasa!) akan memilih betul sehinggatidak celaka, misalnya kalau dipimpin Roh untuk taat akan Firman Tuhan (tidak melawan Allah), Elimelech tidak akan turun ke Moab, Rehabeam tidak akan menolak permintaan rakyatnya, Imam Eli akan menegur dengan keras putra2nya, juga Roh Kudus akan menegahkan orang2 yang dipimpin Roh dari naik pesawat yang akan tenggelam di laut dst. Lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel, salah sedikit bisa celaka dan mati, tetapi orang yang bisa hidup dipimpin Roh akan lepas, bahkan berkemenangan dan melakukan perkara2 besar dengan Tuhan seperti Daud dengan yakin menghadapi Goliat, Musa menghadapi Firaun dan tua2 sidangnya yang memberontak, Daniel dan kawan2,menghadapi rajanya dst.

Juga dalam pekerjaan dan keuangan, ada begitu banyak penipu yang merayu dengan manis dan sesudah dipercayai lalu melangkah dalam kerjasama yang makan korban besar, tetapi orang2 yang dipimpin Roh akan terlepas dan tetap beruntung. Jangan lupa, jangan dipimpin Roh dan cinta uang digabung, maka yang bekerja adalah roh mammon, bukan Roh Kudus Mat 6:24. Dipimpin Roh dalam nafkah bukan se-mata2 karena tamak atau cinta uang, tetapi sebab cinta Tuhan dan Tuhan yang memberi fasilitas besar sesuai dengan kemampuannya dan dengan janji2 Firman Tuhan, misalnya Yes 61:5-6.

Tekun berdoa dalam Roh senantiasa dan hidup benar (ini doa akhir zaman Yoh 4:23-24, 1Tes 5:17) dan dengan hati yang tulus, utuh sepenuhnya untuk Tuhan, itu membuat kita mahir berjalan dengan Tuhan, mahir dipimpin Roh. Jangan  hati mendua dengan dunia, Tuhan tidak berkenan, itu diludahkan Tuhan Wah 3:16, Yak 4:7-8. Kalau mau berjalan dengan berkemenangan,  dalam hari2 yang akan datang, kita harus taat dipimpin Roh, bahkan taat penuh seperti robot Gal 2:20. Kalau kita betul2 dipimpin Roh, itu luar biasa, sebab Allah tidak pernah gagal!

Waktu Maria menerima pemberitahuan dan perintah malaikat, Maria taat, sekalipun itu sakit dan celaka, maka jadilah hal2 yang heran, besar dan mulia Luk 1:38. Juga Yusuf suaminya hidup luar biasa sebab mau mematikan daging dan taat dipimpin Roh. Mat 1:18-25.

Kadang2 kita tidak mengerti, bingung, jangan kecil hati, ber-tanya2lah akan Tuhan seperti Daud, sebab itu ia tidak pernah mengambil jalan yang salah / kalah 1Taw 16:11.

Kadang2 kita tetap belum mengerti, jangan kuatir, asal tetap berjalan dengan Tuhan dengan erat melekat 1Kor 6:17, Yoh 15;5) maka kita bisa berjalan dengan iman 2Kor 5:17 untuk mentaati pimpinan Roh (sekalipun belum mengerti) dan hasilnya akan luar biasa.

Kadang2 kita tidak bisa mengerti, sebab pikiran Allah itu terlalu besar Yes 55:8-9 dan memang kita harus selalu belajar berjalan dengan iman (bukan selalu dengan pengertian) supaya iman kita jadi besar dan sempurna. (Misalnya Abraham disuruh mengorbankan Ishak, itu terlalu besar baginya tetapi ia tetap taat dengan iman). Juga belajar menunggu waktunya Tuhan, sabar, menjadi robotnya Allah.

Tuhan akan memimpin dan menyatakan apa yang harus kita jawab atau lakukantepat pada waktunya. Bahkan seperti Yusuf, Daniel, Daud, Ester dll biasanya mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi heran, dengan pimpinan Roh, mereka seperti tahu yang akan datang dan memilih yang paling baik. Salah pilih bisa celaka, sebab itu bergantunglah selalu pada pimpinan Roh Kudus. Latih terus sampai mahir dipimpin Roh, dengan sejahtera, dalam kesucian, sesuai Firman Tuhan dan terus bekerjasama dalam tubuh Kristus (saling menasehati, mendoakan dan melayani dalam Roh, lebih2 antara suami istri dan orang2 yang dekat di sebelah masing2. Pelihara persekutuan dalam Roh, bukan persekutuan manusiawi tetapi persekutuan tubuh Kristus). Belajar bisa saling menasehati dan memanfaatkan persekutuan tubuh Kristus dengan betul Im 26:8 hasilnya akan luar biasa, Tuhan Yesus pun perlu bantuan dari murid2Nya Mat 26:38,40.

KESIMPULAN.

Salah pilih jalan yang betul bisa berakibat fatal (mati) dalam dunia yang makin jahat, bahkan salah pilih ticket saja bisa fatal. Sebab itu kita harus terus berjalan dalam Roh, jangan sebaliknya berjalan dalam daging. Yang penting lekat dengan Tuhan. Kepekaan mendengar suara Roh tergantung dari hidup yang berkenan pada Tuhan, bukan dari tehnik mendengar. Kalau kita diberitahu langsung atau tidak langsung (dengan taat akan pimpinanNya) tentang hari2 yang akan datang dan taat, maka kita bisa terus memilih yang betul dalam hal jasmani dan rohani sehingga terus berkemenangan dengan Tuhan, sehingga bisa masuk dalam masa2 yang indah dalam penamatan Allah. Orang yang berjalan sendiri pada akhir zaman ini akan menjadi mangsa iblis dan korban tsunami dosa sehingga binasa atau berbalik menjadi pasukan Antikris dan binasa kekal.

Jangan jadi Elimelech atau Yosafat yang sudah mulai dengan sangat indah tetapi batal, tidak jadi apa2 sebab salah pilih.

Jangan plin plan, setengah hati, tetapi sepenuhnya jadi milik Tuhan, dan bisa merebut jarahan dari iblis, bukan dijarah oleh iblis.

Nyanyian:

Aku pilih jalan yang s’lamat,

pilih jalan dari Allah.

S’rahkan diri di atas Mezbah.

Jalan sempit tapi indah.