M3845 – 2samuel 15:1-6,13. Absalom, Pencuri Hati.

RENCANA ABSALOM + AKHIRNYA.

Absalom adalah anak kandung Daud, seorang yang gagah, lihai, penampilannya menarik, bicaranya manis, baik, tetapi sesungguhnya ia hendak merampastahta Daud dan segalanya, bahkan kalau perlu dengan membunuh bapaknya. Ini isi hati Absalom. Kita tahu ini,sebab itu nyata terbukti dalam perbuatan berikutnya. Dan semua yang diperbuatnya itu sesungguhnya karena isi hatinya ini. Kalau kita lihat akhir hidupnya sangat tragis dan apakah ia bertobat pada akhirnya atau tidak, kita tidak tahu, sebab tidak ada tanda2 pertobatan, misalnya ia minta ampun kepada Tuhan dan kepada bapaknya, sampai akhirnya ia matiditikam 3 lembing oleh Yoab 2Sam 18:9-15. Mungkin Absalom masih tergantung selama 2-3 jam di pohon, Absalom bisa ber-seru2 pada Tuhan untuk minta ampun, tetapi rupanya ia melakukan hal yang lain yaituberusaha mencari jalan untuk melepaskan dirinya dan ber-teriak2 pada orang yang lewat, mungkin dengan janji2 hadiah yang besar (sebab ada orang2 yang lewat tahu keadaan Absalom dan lapor pada Yoab).

Coba Absalom bertobat pada Tuhan seperti Yunus, pasti Tuhan yang maha pemurah itu mengampuni dan menolongnya.

Orang2 yang dihukum mati oleh Tuhan tetapi masih ada beberapa jam atau hari sebelum mati, ada yang bertobat ada yang tidak! (Misalnya penjahat yang di salib Luk 23:39-43; nabi muda yang dinubuatkan oleh nabi tua yang palsu bahwa ia kena hukuman dan akan mati 1Raj 13:20-23, Korah dkk yang dinubuatkan Musa akan mati celaka Bil 16:26-31, masih ada waktu 1-2 jam tetapi mereka tidak mau bertobat. Achab sesudah kena panrah lalu lari pulang, masih bisa tahan hidup 1-2 jam atau lebih, padahal ia sudah bersiasat untuk lepas dari hukuman yang dinyatakan dalam nubuat Mikha, akhirnya kena, siasatnya gagal, tetapi ia masih punya waktu pendek. 1Raj 22:34-35.

Ada banyak contoh2 semacam ini. Dalam saat2 kesempatan terakhir, banyak dari mereka tidak bertobat dan binasa. Sebagian tidak kita ketahui. Seringkali kalau hatinya sudah keras, sekalipun tampak kematian sudah di muka matanya, tetap tidak mau bertobat dan mereka langsung ke Neraka waktu mati). Rupanya Absalom juga tidak bertobat, sebab kalau bertobat Tuhan pasti bisa memberi ampun dan jalan lepas. (Kalau Simson jelas minta ampun pada saat terakhir dan Tuhan mengampuni dengan memberinya tanda yaitu Roh Kudus datang satu kali lagi ke atasnya Hak 16:28-30. Tentu ini kita harapkan hal2 ini tidak terjadi untuk anggota Gereja, tetapi kita harus ber-jaga2 supaya tetap setia sampai mati dan tidak sampai undur.

Juga yang suka memberontak seperti Absalom atau terpengaruh oleh orang2 yang manis mulut dan pencuri hati seperti Absalom harus bertobat sungguh2, jangan sampai binasa.

Orang beriman yang setia tentu berharap makin tua tabiatnya makin berubah seperti Kristus, makin suci dan rohaninya TMSP (Terus Meningkat Sampai Puncak) sehingga saat mati atau pengangkatan ada dalam puncak tertinggi dan itu menjadi ukuran kemuliaannya untuk kekal di Surga!

Semua orang beriman mendapat kesempatan emas untuk hidup berkenan pada Tuhan, tetapi hanya sebagian memakai kesempatan itu dan jadi amat indah untuk kekal, tetapi sebagian me-nyia2kan kesempatan ini. Kalau toh ada yang jatuh, undur atau berontak seperti Absalom dan sepertiorang2 yang terpengaruh oleh Absalom, bertobatlah kembali supaya jangan binasa di Neraka untuk kekal. Mat 7:21-23. Orang2 yang hatinya dicuri oleh Absalom, ikut terbawa oleh mulut manis Absalom dan siasatnya sehingga bersekutu dan lekat dengan Absalom, nasibnya jadi celaka sekali. Semua yang ikut Absalom banyak yang binasa yaitu 20,000 orang  tewas oleh pedang dalam perang Absalom tetapi yang mati dalam hutan lebih banyak lagi, itu berarti bisa sampai 30,000 sehingga jumlah total 50,000 orang, suatu kekalahan yang amat besar. (Absalom bisa menggerakkan begitu banyak orang (be-ratus2 ribu orang) karena pintar mengambil hati dengan mulut yang manis, untuk mengalahkan Daud yang sudah lari ter-birit2 dengan sedikit orang saja. Mereka yakin akan menang, sebab mereka percaya akan mulut Absalom, tetapi ternyata banyak yang mati. Ini semua dari Tuhan! Sebab itu jangan sampai kita ditipu iblis dan daging sehingga hidup jadi sangat jelek seperti Absalomdan juga jangan sampai jadi korban tipu daya kelihaian orang2 yang seperti Absalom ini. Kita akan melihat dosa2 Absalom supaya jadi pelajaran 1Kor 10:11 sehingga kita tidak sampai tertipu iblis menjadi seperti Absalom atau menjadi orang2 yang kena tipu dayanya.

KESALAHAN2 ABSALOM.

SOMBONG, INGIN PUJI DAN HORMAT.

Heran, di tengah2 umat Tuhan yang sungguh2 dan yang rohani, masih banyak orang yang menjadi korban dosa kesombongan. Sombong adalah dosa Lucifer yang muncul bukan hanya di Gereja atau kumpulan orang2 rohani, tetapi bisa muncul di Surga di hadapan hadirat Allah Yes 14:12-17. Sebab itu kita harus hati2, sekalipun sudah rohani dan sudah dipakai Tuhan, masih bisa timbul dosa sombong bahkan orang yang paling kecil dan tidak berarti masih bisa menjadi sombong (rendah diri, sakit hati sebab dihina dan direndahkan, berontak dll tanda sombong dalam orang yang tidak berdaya melawan).

Akibatnya dahsyat sekali, direndahkan Mat 23:12 dan dilawan, diperangi Allah 1Pet 5:5(tentu Allah 100% menang mengalahkan dan menghancurkan siapa saja yang sombong) misalnya Nebukadnezar, Haman dll. Lambat atau cepat pasti hidup orang sombong menjadi sia2 sebab direndahkan dan dilawan Allah.

Orang yang sombong itu mudah tersinggung, tidak mau kalah, suka dipuji dan dihargai, kalau dihina dan direndahkan (biasanya semua orang hatinya sakit, misalnya seberat 10kg apalagi kalau tidak salah) tetapi orang2 sombong merasa jauh lebih sakit dan lebih berat (Misalnya 100 kg, bahkan bisa lebih lagi),tidak tahan, dan pasti ia melawan, bereaksi tersembunyi atau terang2an, atau bunuh diri seperti Achitofel yang tidak tahan padahal bunuh diriitu tidak boleh, langsung masuk Neraka 2Sam 17:23. Tanda2 sombong lain: Sangat sulit mengakui salah, mudah jadi iri, tidak bisa sportif mengakui kekurangannya dll. Biasanya orang sombong itu dosanya menjadi makin banyak (tidak mau mengakui dosanya lalu bohong), juga biasanya timbuliri, benci, dendam karena tidak dihargai, bahkan seringkali bertindak sangat kejam seperti Absalom dan Haman.

Kesombongan harus dilawan dan dibuang, itu membuat celaka yang dahsyat sebab dilawan Allah. Sebab itu kita perlu saling menasehati Pil 2:1, Kol 4:6 sebab orang lain biasanya 10 sampai 100 kali lebih peka melihat dosa2 kita daripada kita sendiri, lebih2 sombong (seperti gerajen dibandingkan balok Mat 7:3-5). Suami istri perlu saling menasehati dengan kasih dan terang Firman Tuhan. Jangan sampai kena dosa siiblis! Obatnya, lebih2 pencegahan adalah:

  1. Mau rendah hati, meskipun sakit waktu dihina, direndahkan atau tidak dihargai, mau pikul salib, menyangkal diri. Kalau mau, Tuhan pasti akan menolongnya sampai bisa.
  2. Sadar dan mengakui bahwa semua dari Tuhan 1Kor 4:7, sebab semua itu oleh anugerahNya, lebih2 dalam sukses dan kelimpahan 1Kor 15:10. (Kalau gagal, pasti ada sebabnya, tidak kebetulan).
  3. Takut akan Tuhan, yang akan merendahkan dan melawan orang yang sombong.

Ingat dalam dunia rata2 orang punya dosa sombong bahkan banyak yang limpah dan baru dihukum Tuhan kalau melebihi batas, tidak dihajar tetapi langsung dihukum. Tetapi anak2 Allah sama sekali tidak boleh sombong, sebab hanya sombong sedikit dalam hati itu sudah dosa dan dihajar Tuhan, tidak tunggu melebihi batas dan dihukum. Sebab itu jagalah hati ini jangan sampai sombong, pasti celaka bisa masuk Neraka.

 

KURANGAJAR PADA ORANGTUA.

Kata2 Absalom manis, tidak jelas kekurangajarannya, tetapi sangat melawan dan sangat kurang ajar, apalagi ia menaiki ranjang bapaknya di hadapan orang banyak, men-jelek2kan dan bahkan menyerang untuk membunuhnya (tetapi gagal, sebab ada Allah yang maha kuasa, Hakim yang adil).

Orang tua yang salah pada anaknya hukumannya biasa, gigi ganti gigi, tetapi anak yang bersalah pada orangtuanya hukumannya berlipat kali ganda, tetapi yang hormat dan cinta orangtua berkatnya melimpah. Mengapa demikian?  Allah itu adil, sebab biasanya cinta orangtua jauh dari cinta anak, orangtua yang melahirkan dan membesarkan anak, belum tentu anak bisa membalas orangtuanya bahkan semua dari si anak itu dari orangtuanya. (Kel 21:23-25,15,17, Im 20:9, Mat 15:4).

Ada banyak orangtua yang tidak berani, tidak tegas, tidak jelas mendidik anak2nya supaya hormat kepadanya (kalau bukan orangtua, siapa lagi yang harus mendidik anak?). Mulailah sejak dari lahir, dan didik mulai dari sikap dan kata2 si anak. Orang duniapun (zaman dahulu) mendidik anak2 bersikap dan ber-kata2 dengan baik, itu permulaan yang betul, sebab kata2 (lidah) itu kang, api dan kemudi hidup (Yak 3:2-5) apalagi orang beriman, didiklah dari Firman Tuhan, doa, nasehat dan hajaran serta contoh hidup yang benar (orangtua sendiri juga harus menjadi anak yang menghormati orangtuanya). Hampir semua orang tua yang normal, tidak menghendaki anak2nya celaka apalagi dihukum Tuhan, tetapi kalau tidak dihajar, jadi kurangajar, pasti kena hukuman Allah yang dahsyat. (Pakailah buku Menghormati Orang Tua sebagai pegangan dari Firman Tuhan).

ROH PEMBERONTAKAN. Ef 2:2. (Roh tidak taat itu roh pemberontak).

Kalau dosa makin meningkat, juga roh pemberontakan akan bekerja makin berani dan makin meluas dalam segala tingkatan dan golongan manusia. Anak2 dan murid2 sekolah makin banyak yang berontak. Terorism (dalam 20 tahun ini) adalah tanda dari roh pemberontakan yang mulai memuncak di seluruh dunia; Para ahli perang berkata tidak bisa dihapus hanya dengan senjata, tetapi sebab2nya itu harus dperangi. Iblis itu sumbernya pemberontak dari permulaannya. Orang beriman yang cinta Tuhan, dipimpin Roh tidak mau menuruti daging dan roh2 tidak taat (berontak). Belajar menyangkal diri, mematikan daging, hidup di atas Mezbah di jalan sempit sehingga bisa taat dan tunduk pada Firman Tuhan dan pada pemimpin2 dan peraturan Gereja. Untuk mengatur orang, juga dalam Gereja, harus ada peraturan2 yang baik sesuai dengan Firman Tuhan 1Kor 14:40, Kol 2:5. (Ada juga peraturan yang salah, melawan Firman Tuhan misalnya 1Kor 11:17). Baik peraturan kecil dan besar, belajar taat, juga pada pemimpin masing2, jangan suka melawan, terang2an atau diam2 atau sembunyi2 dengan siasat. Lebih baik minta keterangan dan kalau toh belum mengerti, tetap taat, kecuali pemimpin2 itu betul2 hidup dalam dosa dan melawan Firman Tuhan terang2an atau mengajar sesat. Biasanya Sinode Gereja yang normal tidak mau Gereja2nya jadi gua penyamun Mat 21:13 dan menetapkan peraturan2 penyamun dan pemimpin2nya seperti penyamun harta orang atau dosa2 lainnya. Orang2 dengan sendirinya akan keluar dari Gereja gua penyamun.

Semua orang beriman harus taat pada Firman Tuhan, pemimpin2nya (dan peraturan2 yang ditetapkan para pemimpin, yang sesuai dengan Firman Tuhan).

Dahulu semua adalah orang berdosa, hamba dosa yaitu hamba setan2 yaitu roh berontak ini Ef 2:1-3, itu normal untuk orang berdosa, tetapi sesudah lahir baru jangan hidup kembali dalam dosa. Gal 5:1, Ef 4:17,27, tetapi roh dan pikirannya diperbarui, jangan diperbudak oleh rohpemberontakan, bahkan jangan beri tempat pada roh2 setan yaitu roh2 pemberontak. Jangan suka berontak,sekalipun ada yang tidak cocok.

Yusuf, sekalipun melihat istrinya “berzina”, sangat sedih dan kecewa, tetapi tidak bereaksi dosa, tidak mengeluarkan duri dan tanduk Mat 1:18-19, sebab itu Tuhan berkenan dan bicara pada Yusuf lewat mimpi. Jangan kita sendiri yang membalas Rom 12:19, apalagi dalam perbedaan pendapat, tetap taat dan tunduk pada pemimpin. Jangan melawan meskipun sama2 merasa betul seperti Musa dan mayoritas orang Israel, bahkan mereka aklamasi melawan Musa, ternyata mereka yang salah tetapi mereka tidak mau bertobat dan akhirnya dihukum mati oleh Tuhan dengan sangat dahsyat, sesudah waktunya habis. Semua pemberontak2, tidak ada satu yang bisa masuk negeri Perjanjian Bil 14:22,33-34. Bagi Musa yang mengerti kebenaran dan bisa mendengar suara Tuhan itu pengolahan dan ujian, tetapi bagi Israel mereka termasuk pemberontak dan binasa satu per satu. Kalau tidak mengakui dan bertobat, kemanapun mereka pergi, hukuman itu terus mengejar dan jatuh ke atasnya. Tetapi yang bertobat dan yang tidak mau berontak justru diberkati Tuhan dan akan masuk dalam rencana Allah yang indah2, lebih2 di akhir zaman ini, ikut masuk dalam rencana Allah yang top dan terakhir sangat mulia dan besar.

Jangan terpengaruh oleh Absalom yang manis mulut dan motivator yang menyenangkan, sehingga bukan hanya Absalom yang mati, juga 50,000 orang (50,000 keluarga kehilangan orang2nya) dahsyat, bahkan bisa masuk Neraka, kalau sampai saat mati tidak mau bertobat. Jangan sehati atau setuju dengan mulut manis yang melawan Firman Tuhan, apalagi jelas2 mau membunuh bapaknya (pemimpin2nya) sendiri atau ikut dalam dosa2 lainnya (zina, kurangajar, melawan dll) serta mempengaruhi banyak orang lain, menularkan roh pemberontakannya.

III. MENGHADAPI ROH PEMBERONTAKAN.

Kita akan banyak menghadapinya di luar dan di dalam Gereja.

Di luar Gereja biasanya terang2an, sebagian mereka juga sembunyi2. Hadapi mereka ber-sama2 Tuhan, jangan sendiri2 melawan roh pemberontak itu berat. Hadapi dengan taat akan pimpinan Roh Tuhan. Jangan lupa kita harus selalu penuh dengan hikmat dan kuasa Allah. Juga dengan belas kasihan Mat 9:13, sebab orang2 ini seringkali tidak sadar kalau mereka diperbudak oleh roh2 pemberontak itu. Kalau ada kasih dan kuasa Allah, sebagian dari mereka akan bertobat.

Dalam segala segi hidup dunia sekuler makin banyak dan makin hebat roh pemberontakan bekerja, bahkan sekarang ini sudah mulai sampai puncak2nya. Tetapi jangan takut, tetap dalam pimpinan Roh.

Jangan bereaksi dosa tetapi cerdik Mat 10:16, mutlak perlu hikmat dan kuasa Allah yang makin limpah (berdoa dalam Roh dan kebenaran kalau perlu puasa Mat 17:21). Roh tidak taat = berontak akan bertambah dimana dalam ukuran yang dahsyat. Tetapi makin dahsyat perbuatan mereka, makin dahsyat hukuman Allah. Tetapi hukuman dimulai lebih dahulu dari rumah Allah 1Pet 4:17 baru kemudian dalam dunia 1Kor 11:32. Gereja akan masuk dalam zaman keemasan dan pekerjaan 3 Pribadi Allah makin limpah, jangan takut tetapi jangan bodoh dan berdosa apapun! 2Pet 1:10, Jd 24.

Di dalam Gereja. Hadapi seperti Daud yang penuh belas kasihan (pengampunan) sehingga semua rakyatpun ikut belas kasihan kepada Absalomkecuali Yoab, mungkin tidak (mau) dengar pesan2 Daud. Tetap dipimpin Roh (jangan ada dosa) tetapi pakai hikmat Allah yaitu selalu taat dalam pimpinan Roh. Memang pada waktu itu keadaan sangat mencekam sebab Absalom yang lihai dan sukses disertai oleh  Achitofel (yang diakui semua orang lihainya “seperti Allah” 2Sam 16:23) dan ratusan ribu orang mendukung Absalom yang terus sukses.

Begitu banyak orang ikut arus, ikut golongan yang salah. Orang2 ini dengan yakin mendukung Absalom, bahkan mati untuk Absalom itu baik, betul (begitu juga yang ikut Yerobeam, Achab, Korah, 10 pengintai, pemimpin2 zaman Nuh). Masing2 akan mendapat hukuman yang setimpal, langsung mati atau penghukuman2 lain sesuai dengan dosanya.

Pengaruh mulut manis Absalom yang bisa mencuri hati itu sangat kuat; sebab hatinya sudah kena, sudah yakin, mereka penuh kesetiaan dan loyalitas pada Absalom yang begitu keji dan sesat.

Jangan jadi mulut manis yang jahat seperti Absalom ini mencelakakan banyak orang; makin mahir motivator ini (bukan hamba Allah, sebab ini roh pemberontak) makin banyak orang kena dan jadi korban, binasa dalam hukuman Allah, seperti mulut Absalom, 10 pengintai, Korah, orang Parisi dan penyesat yang munafik lainnya. Justru kita harus jadi mulut yang menolong melepaskan orang2 dari celaka, seperti mulut Abigail, Gamaliel, Yoas Hak 6:29, Ruben Kej 37:22,29, dll. Semua dosa akan ada akibatnya, juga lidah Mat 12:34-36.

Daud tetap hidup benar dan penuh belas kasihan pada “musuhnya” untuk menobatkan dan menyelamatkannya.Tuhan tahu apa yang akan terjadi, sebab Absalom tidak mau bertobat, Ia menghentikan semua rencana jahat Absalom dan Achitofel dan membinasakan mereka. Allah sanggup mengubah segala rencana,  siasat dan serangan2nya. Tanpa Allah ikut campur, Absalom dan orang2 yang terpengaruh, akan berhasil membunuh bapaknya dengan kejam. Akhirnya Allah mengubah, sehingga mereka sendiri masuk dalam lubang dan binasa dengan dahsyat Maz 7:15-17. Orang yang bodoh sehingga ikut Absalom yang manis mulut si pencuri hati, itu binasa karena kebodohannya juga Ams 10:20b. Sebab itu jangan berdosa, berbuat jahat, juga janganbodoh, belajar Firman Tuhan dan taat dipimpin Roh supaya jangan hidup ini menjadi sia2 dan binasa. Buang segala dosa dalam hati, juga sombong dan jaga mulut ini supaya mulut kita jadi berkat, mengasinkan panci kita, jangan meracuni sampai semua binasa seperti orang2 jahat ini (Absalom dll). Sebaliknya jangan sampai ada orang lain meracuni kita, juga orang2 di dalam Gereja sendiri. Takutlah akan Allah dan taat akan Firman Tuhan, jangan bodoh jadi korban mulut manis “Absalom” si pencuri hati. Setialah dan taat kepada Tuhan dan kepada pimpinan yang hidup benar, dalam persektuuan tubuh Kristus yang betul dan ber-buah2 jiwa2 (termasuk orang jahat yang bertobat) dan tumbuh dalam rencana Allah yang indah dan mulia.