M3846 – Rom 8:28 Semua Menjadi Kebaikan Bagi Kita

PENDAHULUAN

Luar biasa, apa saja jadi kebaikan, keuntungan bagi kita. Tuhan janjikan semua, apa saja bisa jadi kebaikan bagi kita. Sudahkan kita mengalaminya. Berapa prosen? Kalau ada kerugian, gangguan pekerjaan, celaka, sakit, kepahitan dll, apakah kita sudah melihat penggenapan janji Allah ini dalam hidup kita se-hari2, sebab semuanya menjadi kebaikan bagi kita? Ini dijanjikan Tuhan, Dia tidak pernah berdusta dan pasti digenapi kapan saja, dalam hal apa saja dan dimana saja.

Beberapa orang Kristen tidak merasa penggenapan ayat ini dalam hidupnya. Mengapa?

Sebab semua janji Allah itu ada syarat2nya. Kalau kita tidak memenuhi syaratnya, kita tidak akan mengalaminya. Semua ada syaratnya, tidak ada yang otomatis.

Kalau otomatis itu berarti manusia itu mesin, semua masuk Surga, semua diselamatkan. Manusia bukan mesin atau robot. Harus mengambil keputusan untuk dirinya sendiri Luk 12:57. Tidak ada yang otomatis selamat, meskipun Tuhan cinta seluruh dunia, tidak semua masuk Surga, semua ada syaratnya. Harus percaya dan kalau percaya, harus meninggalkan hidup lama yang gelap. Problemnya bagi manusia adalah orang tidak bisa pindah dari gelap ke terang. Tetapi yang percaya langsung bisa sebab Tuhan memberi kemampuan kepada yang percaya, sebab Ia sudah menebus manusia. Kita harus mengambil keputusan untuk mau lalu bertindak meninggalkan kegelapan menuju terang Kol 1:13. Harus taat. Semua janji Allah itu ajaib tetapi ada syaratnya. Kalau sudah percaya, pasti bisa, Tuhan yang beri kemampuan, sebab Tuhan tidak tanya apa kamu bisa, tetapi apa kamu mau. Orang yang percaya akan mau dan akan sanggup menerima semua janji Allah yang heran dan ajaib ini.

Tidak semua orang Kristen masuk Surga, tidak semua orang yang berseru Tuhan2 akan masuk Surga, dst Mat 7:21-23. Semua ada syaratnya. Percayalah dan terima janji Allah yaitu pengampunan dan kelepasan dosa, maka kita akan beroleh selamat dari Tuhan.

JANJI ALLAH

Maka kita mengetahui bahwa segala sesuatu, yang baik dan yang jahat, dalam hal keuangan, rumah tangga, pelayanan, pekerjaan,kedudukan dan apa saja, semua bisa diubah menjadi kebaikan, tidak ada batas bagi Allah.

Mengapa bisa begitu? sebab:

1.1. Kita anak2 Allah.

1.2. Tidak ada yang kebetulan bagi anak2 Allah. Tuhan mengijinkan untuk menjadi baik (Kalau ada dosa, celaka ini jadi hajaran. Kalau taat dengan baik, semua ini akan berubah jadi kebaikan dst.)

Bekerja ber-sama2.

Terjadi banyak problem, peristiwa atau sikon tertentu, dan kasus dengan orang2 dalam atau orang luar, yang Tuhan ijinkan masuk dan membuat perkara dalam hidup kita, atau terjadi persistiwa2, celaka dan bencana2 tertentu. Timbul banyak perkara seperti Yusuf, Daud, Daniel dsb. Tetapi semua bekerja sama dalam ijin dan kehendak Allah.

Untuk kebaikan.

Meskipun fakta jelek dan ancaman bahaya atau lainnya, semua berubah jadi kebaikan dan keuntungan bagi anak2 Allah ini. Tetapi ini tidak otomatis, ada syarat2 yang harus kita penuhi dan taati. Semua bisa jadi baik. Kebaikan yang bagaimana? Menurut dunia: Untung itu dapat uang, lolos, lepas, selamat dsb. Tetapi kebaikan menurut Allah itu berarti kebaikan yang diteruskan di Surga, bukan hanya di dunia. Sebab tanpa surga semua keuntungan itu kosong dan sia2 Mat 16:26. Kalau sudah dapat surga, pasti jasmani juga menyusul Mat 6:33.4. Bagi mereka yang mengasihi Allah.

Cinta manusia kepada Allah itu berbeda2 tergantung umur rohaninya, sebagai bayi atau sudah dewasa. Lebih cinta lebih indah Tuhan bekerja di dalam problem2 kita.Kalau kita jadi kekasih Allah, pasti semua akan jadi baik sekalipun menderita seperti Musa, Yusuf,  Daud, Daniel dll. Memang rohani itu diukur dari cinta ilahi yang kita miliki.

Yaitu bagi mereka yang dipanggil sesuai dengan tujuanNya. KJI

Ini orang2 yang dipanggil oleh Allah dan hidupnya sesuai dengan tujuan dari Allah, bukan menurut tujuannya sendiri (sebab menuruti tujuan sendiri itu bisa membatalkan janji Allah yang indah ini). Tujuan Allah itu selalu harus sampai masuk Surga, tujuan manusia sukses di dunia. Untuk apa jadi orang sukses dan kaya raya di dunia tetapi masuk neraka. Meskipun jadi pengemis miskin, cacat tetapi masuk Surga, apalagi jadi setingkat dengan Abraham seperti Lazarus itu ber-milyard2 kali lebih indah daripada menjadi orang kaya tetapi masuk Neraka Luk 16.

Dengan 5 hal ini, kita bisa merubah apa saja yang terjadi pada kita dalam pimpinan dan kuasa Allah, menjadi kebaikan. Kita akan lihat satu per satu sebagai berikut:

 

MAKA KITA MENGETAHUI BAHWA SEGALA SESUATU.

Beberapa banyak suku bangsa bisa mengubah binatang apa saja jadi makanannya, luar biasa. Tentu kita harus tahu caranya. Begitu juga segala peristiwa dan sikon jahat yang terjadi (perang, gunung meletus, sakit, krisis ekonomi, ancaman dll, terlalu banyak macam2 kejahatan dan celaka bisa terjadi di dunia ini), kita bisa mengubah semua ini dengan janji Allah dalam ayat ini menjadi kebaikan bagi kita, luar biasa!

Begitu hebat, segala sesuatu, apa saja yang terjadi pada kita, termasuk celaka yang terbesarpun bisa kita ubah tetapi harus ber-sama2 Allah menjadi kebaikan.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

  1. Kita ini anak Allah. Yoh 1:12, pasti Bapa kita akan memberi yang terbaik bagi anak2Nya, tergantung dari keadaan masing2. Bapa maha baik; tidak mungkin minta roti, (nafkah) diberi batu (tidak ada yang dimakan dan mati) dst Luk 11:11-13. Asal kita tetap jadi anak Allah (hidup benar), tidak jadi anak iblis (hidup dalam dosa) 1Yoh 3:10 dan mau taat, pasti semua akan jadi baik bagi anak2 Allah.
  2. Tidak ada kebetulan bagi anak2 Allah Mat 10:30, Yer 15:2. Tuhan mengizinkan semua terjadi untuk pengolahan supaya kita tumbuh dan ber-buah2. Kalau semua diberi begitu saja, tinggal terima, tidak ada pengolahan, bisa salah pakai dan celaka. Jangan berdosa, itu membuat Bapa menghajar anak yang berdosa ini Ibr 12:6. Kalau kita tetap hidup benar kalau lulus dalam problem itu kita bisa naik kelas, tabiat makin tumbuh seperti Kristus, tumbuh makin dewasa. Ini maksud Tuhan.3. Tuhan maha kuasa Ay 42:2, tidak ada yang mustahil bagiNya dan bagi kita yang percaya Mrk 9:23. Kalau kita mau menggenapi syarat2nya dan taat, pasti ayat ini jadi genap, nyata, terasa dalam hidup ini seperti yang dijanjikan Allah. Jadi untuk segala perkara bisa jadi kebaikan kalau kita mau memenuhi syarat2Nya, tidak otomatis.

BEKERJA BER-SAMA2.

Banyak peristiwa, kasus2 yang terjadi. Kita tidak perlu kuatir sekalipun kasus yang tidak enak, berbahaya dan merugikan. Tentu  bukan kasus2 karena kebodohan dan dosa2 kita, itu tidak sesuai dengan syarat2 ayat ini yaitu bagi mereka yang mengaihi Allah. Misalnya orang2 Yehuda sepakat untuk membunuh Paulus, ini dosa, pasti tidak jadi kebaikan baginya Kis 23:12-24. Bagi Paulus yang cinta Tuhan, semua ini terjadi menjadi kebaikan baginya. Seringkali perkara2 yang dahsyat itu terjadi se-olah2 akan merugikan atau membinasakan, tetapi orang2 yang cinta Tuhan tidak perlu kuatir asal menggenapi syarat2nya, maka semua akan bekerja ber-sama2 menjadi kebaikan. Jangan takut, sebab memang banyak macam orang dan sikon, peristiwa2 (yang baik dan yang jelek) akan ber-sama2 digodok oleh Tuhan menjadi kebaikan bagi kita, tetapi kita harus tetap benar dan taat menurut pimpinan Tuhan dalam menghadapi dan menanganinya. Luar biasa.

Berapa lama ini bekerjasama? Ada yang cepat, ada yang lama. Se-olah2 semua berjalan seperti biasa, tetapi sebenarnya ada “sutradara” di belakang semua ini yang ikut mengatur semuanya menjadi kebaikan bagi anak2 Allah yang cinta Allah. Jusuf mengalami ber-macam2 peristiwa selama kurang lebih 13 tahun sampai ia masuk istana Firaun. Ditambah lagi 9 tahun baru jelas tujuan dari “drama” yang dibuat “sutradara” ini yaitu untuk membuat pengolahan dan pembentukan sesuai dengan mimpi Yusuf yang berasal dari Tuhan. Daud diolah dan dibentuk dalam kurang lebih 13 tahun menggenapi pengurapan dan nubuatan oleh nabi Samuel.

Ada yang hanya dalam beberapa jam atau hari, jangan kuatir, yang penting pada waktu segala sesuatu ini bekerja ber-sama2, jangan kita “menyabot” dengan dosa dan kehendak sendiri sehingga batal atau hanya setengah jalan seperti Simson sebab berzina.

Rencana Allah bagian II batal sebab Saul takut akan musuhnya lalu bertindak menurut kehendaknya sendiri 1Sam 13:13-14. Apalagi sesudah itu ia melawan perintah Allah dengan menghidupi Agag raja Amalek dan binatang2 yang tambun. Musa batal masuk Kanaan sebab kesalahan di air Meriba! Ul 32:50-51.

Rehabeam kehilangan 10 bagian dari kerajaannya, sisa 2 bagian saja (Yehuda dan Benyamin) sebab keputusan dan tindakan yang salah 1Raj 12:15 Rehabeam memang tidak sungguh2 ikut atau cinta Tuhan, banyak kerusakan yang dialaminya.

Jadi sebetulnya Tuhan sudah punya rencana yang indah untuk setiap anak2 Allah sejak lahir baru Ef 2:10, Yer 29:11, 1Kor 12:6 dan kita tidak perlu kuatir atas segala perkara yang kita alami, asal kita tetap cinta Tuhan dan berjalan sesuai dengan tujuan atau rencana Allah.

Kalau ada kelemahan atau kekurangan kecil yang segera diperbaiki seperti Elia (yang minta mati sebab takut dan lemah) tetapi sesudah Tuhan menjamahnya, ia segera memperbaikinya, ia masih mengalami rencana yang penuh dari Tuhan dan menjadi sempurna. Tetapi jangan dengan sengaja berbuat dosa apalagi melawan Tuhan, maka rencana Tuhan jadi batal sebagian atau seluruhnya. Seperti Saul, Simson dsb. Jadi kita harus selalu taat akan pimpinan Tuhan (dipimpin Roh) di dalam kesucian, maka Tuhan akan menyelesaikan semua yang lain.

III. UNTUK KEBAIKAN.

Manusia sudah puas kalau baik di dunia (misalnya sehat, selamat, kebaikan, untung) tetapi itu belum baik di hadapan Tuhan kalau tidak bersambung di Surga, bahkan sia2 Mat 16:26. Sebab itu kita harus tetap benar (suci) dan taat melakukan kehendak Tuhan sehingga ber-buah2, jadi berkat dan terus tumbuh rohaninya, setia sampai ke akhir baru ini bisa bersambung masuk Surga dan menerima tingkat2 kemuliaan yang tinggi sesuai dengan ukuran rohani terakhir di dunia. Jangan salah membayangkan kebaikan yang dimaksud Tuhan, sebab cara hidup, usahanya lain untuk kebaikan dalam dunia saja dan yang bersambung dalam Surga. Mat 6:33. Orang yang melihat betul2 kebaikan yang kekal, rela kehilangan hal2 yang fana atau menderita karena Kristus, asal dapat yang kekal; bahkan sampai rela mati asal yang baik itu betul2 dapat Ibr 11:35-37.

BAGI MEREKA YANG MENGASIHI ALLAH.

Janji ini khusus untuk yang cinta Allah. Cinta umat Tuhan itu berbeda dan ber-tingkat2 seperti cinta bayi dan orang dewasa pada orangtuanya itu bertumbuh terus. Tentu yanglebih cinta, ia akan lebih berani korban lebih banyak dan hasilnya lebih indah, sebab itu masing2 mengalami sesuai dengan kasihnya. Orang yang cinta Tuhan itu memegang mentaati FirmanNya Yoh 14:21,23,15. Jadi sampai dimana kita taat akan Firman Allah sampai disitu kasih dan kuasa Allah dinyatakan dalam kita 1Yoh 2:5, Kel 20:6 dan kita tetap dalam kasihNya Yoh 15:10.

Kita bisa melihat pertumbuhan kasih kita dalam skema Kemah Suci dari Pintu Gerbang sampai Tabut, dan Tuhan juga akan menyatakan kuasa, kemuliaan, kemurahanNya sesuai dengan ukuran kasih kita kepadaNya. Orang yang cinta Tuhan itu :

  1. Berani menderita karena Dia.
  2. Cinta Firman Tuhan dan taat.
  3. Tekun bersekutu dalam doa dalam Roh dan hidup benar.
  4. Cinta akan orang2 di sekitarnya, ini berarti bisa mengampuninya Luk 10:27. Apalagi dengan orang2 di dalam tubuh Kristus, termasuk suami/ istrinya, tentu juga anak2, orangtua, seisi rumahnya. Ini sangat penting sebab ukuran rohani kita itu diukur dari kasihnya 1Kor 13:1-3, 4-14. Ini yang membuat ayat ini digenapi dalam segala problem, kasus, peristiwa apa saja yang kita alami, semua jadi kebaikan bagi yang cinta Allah.

YAITU BAGI MEREKA YANG DIPANGGIL SESUAI DENGAN TUJUANNYA.

Kita dipanggil dan sebagian dipilih Mat 22:14; 20:16, Luk 6:13, sebab itu usahakan masuk dalam pilihan Allah 2Pet 1:10, Wah 17:14. Siapa yang dipilih? Mereka yang mau menyerah dan taat melakukan kehendak Allah, bukan kehendaknya sendiri sesuai dengan tujuan Allah.

Apa artinya? Mau menyerahkan hidup ini dalam tanganNya, bukan menurut kehendak kita sendiri, kita mau kehendak Allah jadi kehendak kita Gal 2:20. Musa mau lari dari panggilan Tuhan, tetapi akhirnya ia mau menyerah dan taat melakukan kehendakNya (bukan sambil jalan ikut arus), tetapi taat dari dirinya sendiri, dengan keputusan sendiri, sekalipun dengan penyangkalan diri, dengan pengorbananKudus dengan aktif melakukan kehendak Tuhan sesuai dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh maka kita ikut “memasak” semua peristiwa2 dan kasus2 yang kita hadapi, yang dikendalikan dan diatur menurut kehendak Tuhan. Maka kehendak Tuhan yang terbaik akan jadi untuk kita.

KESIMPULAN.

Jadi janji ini bukan untuk semua orang beriman. Kalau ia hidup dalam dosa, bertindak dengan bodoh, semua yang terjadi padanya bisa jadi celaka bahkan kalau tidak bertobat, bisa sampai Neraka. Ayat ini tidak terjadi otomatis tetapi kalau kita mau memenuhi syarat2nya. Syarat2nya adalah cinta Tuhan.

Maka semua akhirnya akan jadi kebaikan bagi kita sesuai rencana Allah, seperti Yusuf, Daud, Abraham, Daniel, Rasul2 dan Gereja akhir zaman yang akan jadi sempurna dalam kemuliaan Allah,.

Nyanyian:

Hidupku bukannya aku lagi.