M3859 – Filipi 4:19. Tuhan Sanggup Memberkati.

EF 3:20.

  1. Dia sanggup melakukan. Jangan ragu2. Dia Allah yang maha kuasa, maha tahu dan cinta kita.
  2. Melakukan dengan sangat limpahnya, berarti tidak sedikit2, tetapi dengan ber-lebih2.
  3. Melebihi semua yang kita minta atau pikirkan. Kalau kita perlu dan minta dua, Ia bisa memberi 4 atau 5, bahkan lebih, tanpa batas.
  4. Sesuai dengan kuasaNya. Kuasa Allah itu tidak terbatas, sangat besar, sebab Ia maha kuasa.
  5. KuasaNya yang bekerja di dalam kita, ini terbatas, sebab sekalipun Ia maha kuasa, tetapi yang bekerja di dalam kita itu tergantung dari banyak hal, antara lain:
  • Siapa kita. Kalau kita berkenan kepada Dia, maka Ia bisa melimpahkan banyak kuasa. Allah itu adil, sebab itu betul2 tergantung dari kita, antara lain apa kita berdiri benar di hadapan Tuhan? Kalau benar, Tuhan tidak membedakan orang. Benar itu berarti dalam segala perkara, di mana saja dan dalam hal apa saja, kita harus berdiri benar dan dahulu, sekarang dan sampai yang akan datang, se-lama2nya.
  • Tergantung dari iman kita, kita menerima sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Sebab itu kalau iman kita makin besar, makin banyak yang bisa kita terima. Firman Tuhan itu sumber iman kita.
  • Doa kita. Luk 24:49. Jangan berhenti berdoa 1Tes 5:17. Berdoa terus menerus dalam Roh dan kebenaran, maka kuasa Tuhan akan makin limpah bekerja di dalam kita. Kita juga bisa dan perlu berdoa ber-sama2, misalnya untuk nafkah dan menghadapi kesukaran2nya, seluruh keluarga berdoa ber-sama2 dengan sehati, maka Tuhan akan mendengarnya Mat 18:19-20.

PRINSIP2 KEUANGAN.

  1. Allah itu sanggup. Ia sanggup menolong kita, jangan ragu2, percayalah. Dia sangat besar, sebab itu hampiri Allah dengan betul, dengan menyucikan hati kita Yak 4:7-8.
  2. Kita adalah anak2Nya dari permulaan percaya Yoh 1:12. Kalau anak minta, apalagi dengan sungguh2, pasti Dia dengar. Luk 11:9-13. Kalau Allah memberi puteraNya untuk keselamatan kita, apalagi hanya perkara2 dunia yang fana, Dia sanggup memberikannya. Rom 8:32. Sebab itu jangan ragu2, datanglah kepada Bapa yang baik, Allah yang maha kuasa.
  3. Tuhan janji akan memelihara kita, jangan kuatir, Dia mau dan sanggup memelihara kita Mat 6:25-33. Semua janji2 ini masih berlaku, jangan ragu2. Minta dengan segenap hati. Masih ada banyak ayat2 lain yang menjanjikan pemeliharaanNya yang heran bagi kita putra2 Allah.
  4. Mendahulukan hal2 rohani. Mat 6:33. Usahakanlah hal2 rohani lebih dahulu, yaitu:
  5. Ibadah dan pelayanan, jangan lupa beribadah dengan segenap hati dan setia, lebih2 dalam pelayanan. Semua belajar ikut pelayanan. Minta bagian dalam pelayanan yang sesuai bagi masing2 kita. Sebab Tuhan tidak ingin bagian tubuh yang manapun lumpuh atau mati, tetapi semua bisa bergerak melakukan tugasnya masing2 sebagai anggota tubuh Kristus.
  6. Hidup dalam kesucian di hadapan Allah. Jangan karena perlu uang atau pekerjaan, lalu melakukan dosa, menghalalkan segala cara, itu berarti uang atau nafkah nomer 1, itu salah. Nomer 1 Tuhan lebih dahulu.
  7. Lakukan kehendak Allah Mat 7:21. Baik dalam keluarga (sebagai Bapak-ibu, suami- istri, anak-orangtua dll) dalam pekerjaan (sebagai pegawai, majikan, teman sekerja dll) dalam pergaulan (jangan bergaul dengan yang jahat, tetapi lebih baik menyalahkan dan menggaraminya dalam pimpinan Roh Kudus Ef 5:1, 1Kor 5:9-11) dalam Gereja, sebagai anggota tubuh Kristus, satu beranggotakan yang lain, tolong menolong dan menguatkan satu sama lain) dalam dunia ini, sebagai garam dan terang dunia Mat 5:13-16 dan dalam semua segi hidup lainnya, selalu melakukan kehendak Bapa.
  8. Mengerti bedanya fasilitas dan tujuan Yoh 6:27. Yang dihitung bekerja adalah melakukan kehendak Allah Mat 7:21. Sebab itu jangan jadi pengangguran. Kita bukan penonton. Setiap orang yang sudah percaya itu jadi anak2 Allah (Yoh 1:12) dan kita menjadi anggota tubuh Kristus dalam Gereja kita masing2 1Kor 12:18 kita harus mengerjakan bagian kita dengan sungguh2 dan terbeban. Paling sedikit jadi garam dan terang dunia Mat 5:13-16. Belas kasihanlah (Mat 9:13) untuk menyelamatkan orang2 di sekitar kita dengan kesaksian dan perbuatan kita.

Ini bukan berarti kita tidak bekerja, untuk nafkah, kita wajib bekerja 2Tes 3:10. Tetapi yang kekal, yang akan mengikut kita se-lama2nya adalah apa yang kita perbuat bagi Tuhan, yaitu perkara2 yang kekal Wah 14:13. Maka Tuhan akan memelihara hamba2Nya itu berarti ada cukup untuk yang dimakan dan dipakai.

Orang yang tidak bekerja apa2 untuk kerajaan Surga, itu hidup sia2, ia hanya kaya di dunia tetapi tidak punya apa2 dalam Surga Luk 12:20-21. Sebab itu kita harus bijaksana membagi waktu untuk keduanya.

Berapa banyak waktu untuk pekerjaan yang kekal dan yang fana?

Biasanya yang alamiah itu kita perlu untuk tidur, makan, istirahat, mandi dll pekerjaan dalam keluarga paling sedikit 10 jam (tidur minimum 6-7 jam) lalu untuk bekerja atau sekolah 9-10 jam. Sebab itu masih wajar kalau untuk hal2 rohani dan pelayanan kita hanya memakai sisa waktu yang kurang lebih hanya 4 jam. Patokan minimum 10% setiap hari (2,4 jam), berarti 1 minggu kurang lebih 17 jam, sebagai batas minimum masih wajar. (Orang2 yang dipanggil full time memakai seluruh waktu dan hidupnya untuk Tuhan kira2 14 jam sehari untuk Tuhan). Ini hanya patokan terendah. Beberapa orang yang cinta Tuhan, berusaha menebus waktu lebih banyak Ef 5:16 sehingga punya waktu lebih banyak untuk yang kekal. Ini salah satu prinsip hidup untuk dipelihara Tuhan.

  1. Hidup benar, jangan bertuhankan mammon. Mat 6:24. Masing2 mendapatkan sesuai dengan keadaan rohani dan jasmaninya masing2 dan kita harus berpada, itu lawannya dari bercintakan uang atau berhala mammon. Seringkali kita mulai dengan yang sedikit dan berkat Tuhan meningkat sesuai dengan kemampuan kita menerima uang dari Tuhan Ams 30:8 (tidak sampai berdosa dengan berkat Tuhan, itu batas kemampuan masing2 untuk menerima berkat Tuhan). Sekalipun kemampuan jasmani kurang (kurang pintar, kurang pendidikan, kurang modal dsb, tetapi kalau ia bisa menerima diberkati Tuhan dengan betul (tidak jadi dosa, tetapi rohani makin meningkat), Tuhan sanggup melimpahkan berkatNya seperti Yusuf yang menjadi paling kaya di Mesir di bawah Firaun. Kalau dalam menerima berkat Tuhan (bukan berkat iblis) seorang ber-sungut2 (atau berbuat dosa yang lain, misalnya sombong, duniawi, berzina, bertuhankan perut dsb) itu berarti sudah sampai batas kemampuannya. Sebab itu jangan bertuhankan mammon, bersyukur dan tetap dalam kesucian hidup memperkenankan Tuhan.
  2. Berkat Tuhan, bukan berkat iblis.

Dalam dunia orang2 juga mengejar uang dengan segala cara. Iblis juga menjanjikan berkat besar seperti yang ditawarkan pada Putra manusia Yesus dalam Mat 4:8. Kita harus membedakan uang dari Tuhan atau dari iblis (dari luar sama2 kaya, tetapi asalnya dan akibatnya berbeda), sebab itu jangan menghalalkan segala cara! Orang dunia banyak yang kaya bahkan lebih dari orang beriman sebab itu dari kekuatan sendiri dan dari iblis. Lebih baik miskin seperti Lazarus daripada kaya masuk neraka seperti orang kaya itu. Ingat kaya tetapi limpah dengan dosa, itu beban berat yang menindas hati, sehingga dalam sukses hati tetap merana, apalagi kalau mulai harus menanggung akibatnya di dunia, belum lagi akibatnya dalam Neraka. Kalau kita memenuhi syarat dan tahu menggunakan uang dengan betul, Tuhan sanggup memberi bahkan tanpa batas seperti pada Yusuf (yang dipakai Tuhan untuk melahirkan bangsa Israel di Mesir, dan Yusuf sungguh2 mengerjakannya). Berkat Tuhan itu membuat kita masuk Surga dan mulia atau kaya di Surga, sebab bisa memakai uang (dll fasilitas yang fana) sesuai dengan kehendak Tuhan, itu menabung dalam Surga. Mat 6:19-20.

III. LANGKAH2 UNTUK MENERIMA BERKAT TUHAN.

III.A. LANGKAH2 ROHANI.

  1. Doa. Ini adalah senjata yang paling dahsyat untuk segala hal, juga untuk kesukaran keuangan. Sebab doa orang benar itu besar kuasanya Yak 5:16. Doa ini membuat hubungan dengan Allah dan hasilnya kita lekat dengan Tuhan, berjalan dan bekerja ber-sama2 dengan Tuhan dan Tuhan tidak pernah gagal, selalu sukses! Tetapi jangan berdoa seperti orang Parisi yang hanya di luar dan tidak didengar dan tidak diberkati Tuhan Luk 18:9-14. Ini doa yang sia2, tidak didengar Tuhan Yes 1:12-15, bahkan jadi kebencian. Ams 15:8.

Bagaimana doa yang betul? Dalam Roh dan kebenaran. Yoh 4:23-24. Ini doa dalam Ruangan Suci. Terus dengan bahasa lidah 1Kor 14:14 dan non stop se-bisa2nya. 1Tes 5:17 dan dengan hidup benar, bukan dengan dosa (misalnya: hutang tidak dibayar, ambil milik orang lain atau uang dengan alasan yang tepat sehingga orangnya tidak berdaya, ini adalah penipuan yang lihai, tidak jujur; atau dengan maksud untuk perkara2 dosa, keinginan yang salah, cinta uang dll). Kita harus hidup benar di hadapan Tuhan, baru doa itu ada artinya, lalu permintaan kita juga harus benar. 1Yoh 5:14; 3:22. Terus tekun berdoa dalam Roh dan hidup benar, kalau perlu ditambah dengan puasa, Mat 7:21 istimewa kalau menghadapi saingan atau musuh dengan kuasa gelap, dengan tipu daya dan backing duniawi yang hebat. Jangan lupa, jangan bereaksi dosa misalnya benci, dendam, sakit hati dll, sebab dengan demikian doa kita cacat sebab ada dosa dan sia2. Orang jahat itu akan dibalas Tuhan Rom 12:19. Tugas kita mengampuni tetapi cerdik dan minta pimpinan Tuhan supaya jangan menjadi korbannya, tetapi jangan benci kepadanya. Doakan supaya ia diampuni, diselamatkan dan diberkati. Kalau ia tidak bertobat, Allah akan membalas dan menghukumnya, meskipun biasanya lambat, tetapi tergantung kasus kita! Jangan berhenti berdoa.

  1. Dipimpin Roh. Caranya juga dengan doa dalam Roh dan kebenaran; disini ditekankan ber-tanya2 akan Tuhan 1Taw 16:11. Minta jawaban dan pimpinan Tuhan, itu kadang2 butuh waktu, harus menunggu. Hal ini sekaligus menjadi pengolahan untuk kita.

Tunggu Dia menjawab (selama itu tetap dalam kesucian, bukan dalam dosa, jangan bereaksi dosa!). Menunggu Tuhan dengan betul itu luar biasa, sebab orang yang lebih rohani bisa menunggu lebih lama dan menunggu lebih lama berarti ada kuasa dan hasil yang lebih besar. Allah tidak mengecewakan orang yang benar dan berharap kepadaNya Rom 10:11.

  1. Bersyukur. Ef 5:20. Kuasa mengucap syukur itu besar kalau dalam kesucian, sebab percaya bahwa Tuhan pasti akan menolongnya. Mat 8:13.

Kita mengucap terimakasih lebih dahulu, sebelum Tuhan tolong sebab yakin Tuhan pasti tolong. Tentu syarat2 yang lain juga harus diperhatikan. Sebab melanggar satu saja sudah bisa batal Yak 2:10. Tetapi kalau kita tulus dan sungguh2, Tuhan tetap akan menolong, memperbaiki kesalahan orang yang mau bertobat. Menunggu Tuhan sambil terus bersyukur itu besar kuasanya.

Selain bersyukur, kita tetap hidup dalam kesucian, tetap ibadah dan pelayanan, sambil terus berdoa.

  1. Tabur menuai 2Kor 9:6-9. Ini juga cara rohani yang penting. Tetapi jangan karena tamak atau ingin kaya lalu menabur banyak Ams 28:20,22. Ingin kaya itu = berhala mammon Kol 3:5, penaburannya itu keji dan menjijikkanTuhan, sebab ini penyembahan berhala, tetapimemakai cara2 dari Tuhan untuk terima berkat dari Tuhan dan itu menjadi berhalanya.

Menabur yang betul itu berarti, berilah semua yang patut kita beri dengan sukacita. Baik perpuluhan itu patokan minimum kita sebagai penaburan Mal 3:9-10. Menolong orang2 yang patut kita tolong,  bermurah hati, membalas orangtua, dll semua yang wajib kita bayarkan atau berikan, berilah dengan sukacita, jangan dengan ber-sungut2 atau terpaksa, sebab dengan demikian Tuhan berkenan dan kita akan menuai. Jangan menabur cara orang tamak, tabur banyak2 seperti main judi, harap dapat untung besar, itu tidak berkenan pada Tuhan.

  1. Semua prinsip2 rohani yang sudah diterangkan, terus dilakukan (bukan hanya 1 kali).

III.B. LANGKAH2 JASMANI.

  1. Rajin, jangan malas. Orang malas tidak dapat hasil Ams 24:30-34. Belajar kepada semut Ams 6:6. Juga kalau bekerja pada orang, jangan hanya rajin kalau dilihat, sebab yang mengangkat kita lebih tinggi adalah Tuhan yang melihat kemalasan2 yang disembunyikan.
  2. Jujur. Jangan menghalalkan segala jalan, yaitukalau tidak ketahuan dianggap halal, itu tetap dosa.

Jangan menipu dengan halus. Orang yang dirugikan akan kecewa dan lapor pada Tuhan, Tuhan tahu dan Dia Hakim yang adil, yang akan membalas, bahkan iblis juga menuntut untuk menjatuhkan umat Tuhan yang bersiasat halus atau terang2an.

  1. Cerdik. Mat 10:16. Dalam dunia yang jahat, tanpa pimpinan Roh Kudus seringkali kita kalah cerdik, apalagi orang2 jahat diilhami oleh iblis. Sebab itu tekun berdoa dan minta hikmat dari Tuhan, tetapi jangan lupa, tetap dalam kesucian, jangan bereaksi dosa! Juga dalam bekerjasama baik dengan orang dunia (dalam batas2 tertentu masih bisa) apalagi dengan saudara2 seiman. Sebaiknya dengan perjanjian tertulis dan lebih baik lagi ada saksi2, kerjasama dengan tulus, jujur dan takut akan Tuhan.
  2. Saling menasehati dengan tulus karena Tuhan. Kalau seorang bekerja sebagai konsultan, lebih baik terus terang menunjukkan biayanya. Dengan kasih yang tulus kita perlu saling menasehati dan lakukanlah karena Tuhan, maka kalau orang itu keberkatan, Tuhan juga akan menambahkan berkat kita. Ini sebaliknya dari mengakali dengan curang. Tuhan akan mencatat semua yang kita lakukan, kalau karena Tuhan pasti tidak sia2, ada pahalanya dari Tuhan bahkan sampai kekal. Tentu yang ditolong juga tahu berterimakasih dengan tulus, bahkan mau menolong orang lain juga dengan tulus karena Tuhan.

MENGHADAPI KESUKARAN2 KEUANGAN.

Pakai semua cara2 tersebut dalam pimpinan Roh, jangan lupa, tetaplah dalam kesucian, supaya bisa terus dipimpin Roh, sebab itu yang paling ampuh. Gereja Tuhan, termasuk anggota2nya tidak akan bangkrut, bahkan makin limpah di akhir zaman yang sulit ini, tetapi tujuan kita bukan mengumpulkan uang di dunia, tetapi ingin memperkenankan Tuhan dan Tuhan akan melengkapi segala fasilitas yang kita perlukan.

Suka memeriksa diri Maz 139:23-24 itu Laboratorium yang penting dalam penyakit uang, sebab kita makin mengerti sebabnya, karena dosa atau ujian (seperti Ayub) dan Tuhan akan memimpin kita. Hadapi dengan Tuhan, dengan doa dalam Roh dan kebenaran, dipimpin Roh, pasti ada jalan keluar dan berkat Tuhan, bersyukur, percaya dan tetap berjalan dengan Tuhan.

Nyanyian:

– Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

– Tiada yang mustahil, bila kau sandar Tuhan.

Tiada yang mustahil, bila sesuai FirmanNya.

Dengar suaraNya kepadamu,

percaya dan taat selalu.