M3810 – Matius 25:21,23,26. Hamba Yang Setiawan.

JUMLAHNYA BERKURANG.

Hamba yang baik itu hamba yang setiawan, yang akan dibawa masuk dalam kesukaan Tuannya sendiri, bukan kesukaan para hamba; dan masing2 akan mendapat kemuliaan yang kekal sesuai dengan tingkatan rohaninya saat terakhir di dunia.

Tetapi hamba yang tidak setia itu disebut hamba yang jahat dan malas, dibuang ke dalam kegelapan yang di luar, tempat tangisan dan kertak gigi, tempat celaka!

Orang setia makin habis di dunia Maz 12:2. Juga suami atau istri yang setia. Juga dalam Gereja, anggota bahkan pelayan Tuhan yang setia juga banyak berkurang dalam jalan lebar, dalam jalan sempit masih banyak.

KEPADA SIAPA KITA SETIA?

Kita harus setia kepada Allah dan kepada semua yang akan masuk dalam Surga yaitu orang2 yang kita terikat kepadanya (orangtua, anak, saudara, lebih2 suami istri) dan orang2 beriman di dalam Gerejanya. Kepada orang2 yang akan masuk di Neraka, kita tetap memelihara hubungan yang baik, tetapi tidak ikut ke Neraka, justru menariknya (kembali) ke Surga.

Setia kepada Allah itu seharusnya tidak sulit, sebab Allah tetap setia kepada kita sekalipun kita tidak setia 2Tim 2:13. Tetapi setia kepada manusia itu tidak mudah, istimewa yang berubah setia kepada dunia dan masukjalan lebar. Kita belajar tetap setia seperti Allah kepada orang2 yang tidak setia kepadaNya. Misalnya bapa terhadap putra yang terhilang, Ia tetap setia dan mengasihinya, dan waktu putra itu bertobat, hubungan itu kembali terpelihara. Andaikata putra itu tidak kembali, anak itu mati di negeri orang dan hubungannya tetap putus, bahkan untuk kekal.

Kita akan membahas setia kepada Allah lalu kepada manusia.

 

III. APAKAH SETIA ITU.

  1. Dalam senang.
  2. Dalam susah.
  3. Memelihara hubungan baik.
  4. Setia dengan tulus.

 

  1. Setia waktu senang. Ini tidak sulit, sebab hampir semua orang bisa setia waktu senang, sebab ini menguntungkan, baik dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam pelayanan dst. Ada beberapa pengecualian seperti suami atau istri yang dalam keadaan baik dan limpah, jadi tidak setia sebab ter-gila2 pada orang ke-3 atau karena dosa lain (misalnya occultisme, sebab iblis yang bekerja di belakangnya itu sangat kejam dan tidak setia).
  2. Setia waktu susah. Ini jauh lebih sulit, tetapi orang yang setia itu akan tetap setia sekalipun dalam kesusahan Wah 2:10. Orang2 yang tidak setia dalam kesukaran akan mudah dan cepat memutuskan hubungan dengan Tuihan, padahal Tuhan tidak pernah salah. Sebab itu mengerti atau tidak mengerti dan apalagi kalau kita salah, kita harus tetap setia dan memperbaiki kesalahan2 itu sehingga hubungan baik itu terpelihara.

Musa adalah orang yang setia meskipun karena Tuhan ia mengalami begitu banyak kesusahan yang dahsyat Ibr 3:5.

Juga Timotius adalah orang yang setia dalam pelayanan kepada Paulus Pil 2:22. Apalagi Tuhan Yesus, sebagai Allah Ia setiawan, juga sebagai Tuhan di atas segala tuan, Dia adalah setiawan. Sebab itu kita juga harus menjadi orang yang setia istimewa kepada Tuhan dan kepada siapapun setia seperti yang tertulis dalam Alkitab yaitu seperti Kristus.

  1. Memelihara hubungan baik. Petrus adalah orang yang setia kepada Putra manusia Yesus dan karena kesetiaannya ia justru mengharapkan bisa melepaskan Gurunya dari aniaya dan penderitaanNya Mat 16:22,23.

Tetapi apa yang didapat oleh Petrus? Dia dihardik sebagai iblis. Tentu Petrus terkejut dan pasti sedih. Tetapi heran Petrus tidak pergi dari Putra manusia Yesus sekalipun waktu itu ia tidak mengerti mengapa. Ia hanya tahu bahwa Dialah Kristus atau Mesias, Putra Allah yang hidup Mat 16:16. Pernyataan ini baru saja dikatakannya. Ia tidak mengerti mengapa ia diperlakukan demikian, padahal menurut dia sendiri, ia tidak berbuat salah. Tetapi meskipun tidak mengerti Petrus tidak pergi, tidak tersinggung, tidak menuruti perasaan hatinya yang mungkin kecewa (sebab dicintai, ditolong, diharapkan kebaikanNya, tetapi dimusuhi dan diusir!). Ia tetap memelihara kesetiaanNya, hubungan baik dengan Dia, sekalipun waktu itu semuanya terasa tidak enak.

Jangan dengan mudah memutuskan hubungan, akan banyak salah dan rugi atau celakanya, apalagi kalau hanya karena menuruti perasaan hati. Untung Petrus tidak mogok, tersinggung lalu lari pergi meninggalkanNya. Ia akan rugi besar sampai kekal.

Dengan Tuhan, apapun yang terjadi, mengerti atau tidak, meskipun se-olah2 dibiarkan dan “dibuang”, jangan kecewa, Tuhan tidak pernah salah Ay 34:12 tetap memelihara hubungan baik dan setia kepada Tuhan. Juga Sadrakh, Mesakh, dan Abednego mempunyai pendirian yang betul seperti ini, mereka tetap setia sampai mati. Dan 3:18. Jangan menyalahkan Tuhan, tetapi cari salahnya pada kita sendiri.

Juga pada orang2 beriman, saudara2 di dalam Tuhan dan keluarga, apalagi kalau kita tahu orang itu benar dan disertai Tuhan. Sebagai manusia, masih mungkin dia yang salah, tetapi tetap pelihara hubungan baik sambil terus berdoa minta pimpinan Roh Kudus. Tentu kita tidak mau diajak untuk hal2 yang dosa atau bertentangan dengan Firman Tuhan, tetapi meskipun perasaan hati tidak enak, tetap setia.

Kalau kita merasa tidak salah, ampuni dan terus berdoa, lebih2 dalam Roh dan tetap hidup benar, jangan bereaksi dosa, sambil terus tinggal dalam pimpinan Tuhan. Jusuf diperlakukan sangat tidak manusiawi, apalagi sebagai saudara kandung. Tetapi Yusuf belajar terus memelihara hubungan baik dan mengampuni. Tentu kita harus ekstra hati2 supaya tidak jadi korban karena kejahatan “saudara2” atau “orang2 di dekat kita”. Kalau kita hidup benar dan tinggal dalam pimpinan Roh Kudus, Dia sanggup melepaskan kita, seperti Daud yang tetap setia sekalipun Saul terlalu amat jahat kepadanya (sebab iri). Saul menombaknya dua kali dengan keras dan tepat! 1Sam 18:10-11. Tuhan melepaskan Daud, Dia sanggup, sebab mati hidup bukan ditentukan setan atau Saul tetapi oleh Tuhan. Istimewa kalau orang yang jahat diisi dengan roh setan maka perasaan hatinya jadi rusak atau terbalik dan berani berbuat yang sangat keji, ber-lebih2. Sebab itu Daud lari. Daud tetap setia pada Saul, Ia tidak membalas dan membunuhnya, tetapi ia lari melepaskan dirinya, dan Tuhan menyertai Daud. Daud lulus dan lolos dan meningkat lebih tinggi dalam pencobaan ini. Tetap setia tetapi cerdik Mat 10:16 minta pimpinan Roh Kudus sehingga kita penuh dengan hikmat dan kuasa Allah dan selalu aman dalam perlindungan Tuhan.

  1. Setia dengan tulus di hadapan Tuhan. Kita bukan hanya setia dari luar, tetapi sampai dalam hati, tidak pura2, sebab Tuhan tahu sikap dan isi hati kita. Sebab itu, hati2 jangan sampai kita jatuh dalam dosa dari pencobaan yang kita hadapi. Orang yang hanya setia dari luar, akan mudah ber-sungut2 dan bicara jelek di belakang. Jangan mulut kita berbeda.

Kalau timbul dosa, maka itu celah atau pintu masuk bagi iblis dan keadaan akan menjadi kalut sehingga makin sulit dan mudah terpancing dalam dosa selanjutnya sehingga hilang pimpinan dan penyertaan Tuhan.

Kesetiaan Ayub. Mengapa istri Ayub tidak dihukum mati oleh Tuhan seperti anak2nya, padahal dialah yang mengajari anak2nya jadi jahat dan menghojat. Tuhan tidak pernah salah, Dia adil sebab:

  1. Tuhan tahu lebih dahulu bahwa istri Ayub akan bertobat, sebab itu kemurahan Tuhan masih diberikan. Tuhan tidak menentukan lebih dahulu tetapi tahu lebih dahulu. Rom 8:29. Juga Saulus yang jahat dan kejam pada umatNya, Tuhan memanggilnya lebih dahulu sejak dari rahim ibunya. Gal 1:15. Orang2 jahat di sekitar kita, mungkin ada yang bertobat dan menjadi “Paulus”. Kadang2 Tuhan juga memberitahu lebih dahulu seperti kepada Ananias Kis 9:13-16. Tetapi jangan keras hati karena berharap perkara2 besar dari Tuhan seperti Paulus, itu tipu daya setan, sebab kehendak Tuhan bagi orang yang keras hati untuk bertobat hari ini bukan hari2 yang akan datang. Ibr 3:15. Mungkin ada yang bertobat kemudian hari, tetapi seringkali kerusakan dan korban sudah berjatuhan lebih dahulu seperti istri Ayub yang bertobat di kemudian hari tetapi 10 anaknya sudah mati mengenaskan karena keras hatinya! Harga yang harus dibayar mahal sekali.
  2. Doa Ayub bagi istrinya. Kalau Ayub berdoa dan membuat sebuah Mezbah bagi setiap anaknya pasti juga bagi istrinya, sebab Ayub yang hidup dalam kesucian nikah (ini luar biasa untuk orang Wasiat Lama Ay 31:1)ternyata tetap cinta pada istrinya sekalipun istrinya jelek, istrinya tetap dicintai dalam hidup fase kedua sesudah ujiannya.

Ayub dalam kehancuran dan kepahitannya (10 anak mati dan hartanya habis) tidak tahu sama sekali bahwa ia akan bisa bangkit lagi dan mendapat lagi 10 anak dan harta dua kali ganda; Meskipun Ayub tidak tahu yang akan datang, ia tetap setia pada Tuhan dan pada istrinya (ia tidak ber-sungut2 dan tidak sampai berdosa kepada Tuhan Ay 1:22), Sebab itu Ayub lulus! Tentu Ayub sangat kagum akan kebaikan Tuhan, ia tidak mengira bisa bangun kembali bahkan dua kali lebih besardari yang lama. Ini semua karena Ayub setia kepada Tuhan sekalipun ia tidak tahu mengapa Tuhan bertindak demikian dan apa yang diperbuat sesudahnya. Ayub tetap setia kepada Allah dan pada istrinya yang mengecewakan. Andaikata Ayub hanya setia kepada Tuhan dan tidak kepada istrinya, dibiarkannya istrinya pergi, Tuhan masih memberkati, tetapi tingkatannya lebih rendahdan rencana Allah yang heran dan mulia itu merosot. Sekalipun punya istri yang mengecewakan, Tuhan izinkan istrinya tetap hidup menjadi sikat, untuk pengolahan Ayub. (Kalau Tuhan tidak setuju, Tuhan bisa membuang dia).

Belajar penuh pengampunan dan tetap setia, apalagi kalau kita sendiri yang salah, sudah seharusnya harus mau menanggung akibatnya dan bertobat sungguh2 sampai pulih se-bisa2nya.

Daud sekalipun diperlakukan sangat jahat oleh Saul, ia tidak menikam kembali dari muka atau dari belakang, sekalipun ada kesempatan; ia mengampuni dan Tuhan memberkati dengan indah dan limpah. Andaikata Daud, Ayub, Yusuf tidak setia pada orang2nya, mereka hanya bertindak “biasa” atau “secukupnya” pada orang2 jahat ini, maka berkat dan kemuliaannya kurang besar, banyak berkurang. Orang2 yang menjengkelkan dan jahat pada kita itu tidak kebetulan, itu ujian pribadi, kalau lulus (bisa mengampuni dan mengasihi musuh), maka kita meningkat lebih tinggi dan mengalami rencana Allah yang lebih mulia, yang sudah disediakan Allah di belakang “duri2” ini.

Misalnya Yusuf menerima saudara2nya tetapi acuh tak acuh, dibiarkannya saja, tidak terlalu banyak dibantu, saudara2nya tidak bisa protes, tetapi dengan demikain Yusuf sendiri yang rugi.

Mengapa? Sebab semua yang terjadi padanya itu tidak kebetulan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan saudara2nya berbuat demikian jahat pada Yusuf (atau istrinya pada Ayub), Tuhan bisa membuat jalan lain atau menghindarkan mereka bertemu, Tuhan sanggup. Tetapi Tuhan mengizinkannya, sebab Tuhan tahu lebih dahulu dan Tuhan melindungi hamba2Nya yang setia dan ini menjadi pengolahan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dan mulia.

 

RENCANA ALLAH BAGI ORANG YANG SETIA.

Rencana Allah bagi kita tidak terlepas dari ikatan atau hubungan kita dengan orang2 dalam hidup nikah, keluarga, Gereja, Sinode dan kelak dalam tubuh Kristus global. Orang yang tidak setia, memutuskan hubungan yang sudah diikatkanTuhan, maka rencana Allah dalam hidupnya akan merosot banyak atau batal.

Dalam nikah dan keluarga ada hubungan yang diikatkan Tuhan Mat 19:6. Kalau ini diceraikan itu melawan kehendak Allah. Sebab itu ikatan keluarga harus dipelihara seperti Ayub, kalau toh ada pihak yang tidak setia dan tidak bertobat, ia menanggung akibatnya. Tetapi kita wajib tetap setia (sesuai FirmanNya, yaitu jangan setia ikut berdosa ber-sama2 seperti Ananias dan Safira Kis 5:8,9). Rencana Allah akan batal kalau kita tidak setia dalam keluarga.

Dalam Gereja 1Kor 12:18. Masing2 kita sudah ditempatkan Allah dalam tubuh Kristus lokal (Gereja atau Sinode masing2) dan kita harus setia, kecuali ada perkara2 jahat yang tidak mau diperbaiki oleh pemimpin2nya, atau ada sebab2 lain dari Tuhan (dipindahkan Tuhan ke kota lain dsb). Kalau seorang tidak setia dalam Gerejanya, juga rencana Allah bantut dalam dirinya.

Ini tentu membuat banyak perubahan yang ruwet dalam Gereja Tuhan, sebab ada bagian yang hilang, tetapi Dia maha tahu, maha kuasa, Ia sanggup memelihara GerejaNya yang ditinggalkan oleh orang2 yang berkhianat seperti Yudas. Tuhan sanggup meneruskan rencana mula2 yang indah dalam Abraham sekalipun ditinggalkan oleh Lot yang tidak setia.

Tetapi orang yang tidak setia mengalami banyak kerusakan, sekalipun bertobat kembali; apalagi kalau undur sampai mati, akan binasa seperti Yudas dan Saul. Orang yang tetap setia seperti Ayub pada istrinya, Daud pada rajanya dan orang2 Israel yang setia pada suku bangsanya (tetap setia dalam rumah bapak2nya Bil 1:2,18 TL) ini menyebabkan rencana Allah yang indah2 nyata (tentu juga segi2 hidup lain harus berkenan pada Tuhan); Tetapi yang tidak setia, sekalipun bertobat, akan mengalami banyak kerusakan dalam hidupnya dan itu berlanjut sampai kekal dan ini sudah diperingatkan oleh Tuhan dalam FirmanNya.

 

ORANG YANG TIDAK SETIA ITU JAHAT DAN MALAS.

Ini disebutkan dalam Mat 25:21,23,26. Juga dalam Ams 13:17, lawannya orang yang setia adalah orang yang jahat. Mengapa hamba yang tidak setia ini disebut:

  1. Jahat. Hamba yang jahat itu dengan seenaknya berkata:
  2. Tuan seorang yang bengis, padahal tuannya ini begitu murah hati, mempercayakan talentanya pada hamba2nya yang sebetulnya tidak layak. (Dakes Bible, 1 talenta = $29.000 + 4 Milyard Rp).
  3. Menuai di tempat tuan tidak menabur, padahal ia sudah menabur dengan limpah, juga untuk hamba yang jahat ini
  4. Mengumpulkan di tempat tuan tidak menghambur. Justru pada hamba yang jahat ini tuannya sudah menghambur.

Begitulah orang yang tidak setia  itu tidak mengenal ampun, sulit bekerjasama sebab tidak bisa sehati,  mudah bicara jelek di belakang, bahkan ber-sungut2 dan menfitnah. Ini semua perkara2 yang jahat di hadapan Allah.

  1. Malas. Orang yang tidak setia itu juga malas, uang sekian banyak dibiarkan saja, tidak peduli, tidak memakai kesempatan yang ada padanya, di-sia2kan.

Kalau ia setia, ia bisa bekerjasama dan dengan tulus, sukacita bekerja melakukan talenta2 yang sudah Tuhan percayakan kepadanya, sehingga bisa ber-buah2 dan ia sendiri tumbuh. Talenta2 itu dikubur dalam tanah (tanah = hal yang fana, sia2). Semua talenta yang ada padanya hanya dipakai untuk perkara yang fana dan sia2, sehingga dosanya ber-tambah2, sebab itu tidak heran tuannya yang sangat baik dan penuh kemurahan ini yang juga adil,  membuangnya dalam Neraka kekal.Inilah orang yang tidak setia, mulutnya jadi jahat, perbuatannya melawan Tuhan, ia menuruti daging, semaunya sendiri. Kalau seorang hanya malas tidak menjalankan talentanya, ia bisa didenda besar, tetapi orang yang tidak setia itu bukan saja malas, tetapi juga jahat, dosanya limpah dan dibuang ke dalam Neraka. Sebab itu setialah sungguh2 dalam 4 segi itu, hidup akan menjadi indah di hadapan Tuhan sampai kekal.

KESIMPULAN.

Belajar setia sekalipun ada banyak tantangan2 dan kesukaran, tetap setia kepada Tuhan, menyangkal diri, ampuni dan kasihi orang yang tidak setia sambil terus dipimpin Roh dengan hikmat dan pimpinanNya. Tetap setia kepada Tuhan dan di dalam keluarga, Gereja dan Sinode kita. Jangan takut menghadapi banyak hal yang menantang. Minta pimpinan Tuhan dan terus taat dipimpin Roh, supaya kita tetap menjadi hamba2 Allah yang setia, begitu indah, kita akan mengalami rencana2 Allah yang heran dan indah seperti Ayub, Yusuf, Daud dll dan masuk dalam kesukaan Allah yang maha besar untuk kekal.

 

Nyanyian:

Setia2lah, setialah sampai mati.

Seperti Tuhan Yesus, setialah sampai mati.