M3787 – Pemuridan, Jadi Pemimpin Persekutuan Sel (1 Kor 11:1)

I. ADA PEMURIDAN?
Dalam zaman ini terlalu sedikit. Banyak orang tidak mengerti, sebab itu dengan sadar atau tidak, tidak mau menjadi murid dan tidak mau memuridkan orang lain, padahal ini perintah Tuhan Mat 28:19. Seringkali memenangkan jiwa hanya berhenti sampai menjadi anggota Gereja tetapi belum tumbuh terus sebagai murid Kristus yang betul.
Inilah “pemuridan” yang terjadi dalam hari2 ini. Jauh dari cukup!
Sebetulnya ini mirip dengan penggembalaan. Orang yang datang ke Gereja harus digembalakan Yoh 21:15-17. Tetapi penerapan pengertian penggembalaan ini seringkali juga tidak tepat, sebab kalau orang itu setia beribadah setiap minggu, lalu itu dianggap cukup dan memuaskan. Padahal rencana Tuhan bukan hanya ke Gereja tetapi terus tumbuh sampai menjadi seperti Kristus. Ini setengah dari pemuridan, sebab ada lagi setengah yang lain yaitu memenangkan jiwa2 baru dan memuridkan mereka seperti kita sendiri 1Kor 11:1!).Terlalu sedikit orang yang dengan sadar dan mengerti berusaha memuridkan orang lain seperti kita sambil kita sendiri terus tumbuh meniru Kristus sampai ukuran yang penuh dari Kristus. Ef 4:13.
Jadi pemuridan zaman sekarang itu kabur dan apa yang dibuat seringkali hanya memenangkan jiwa sampai jadi anggota Gereja, belum sampai terjadi pemuridan, yaitu dimuridkan dan memuridkan.
II. MENGAPA PEMRUIDAN ZAMAN SEKARANG MASIH KURANG?
1. Pengertian yang kabur. Ada pepatah dunia yang banyak dipegang orang Kristen dengan tidak sadar, yaitu: Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah ini berarti anak itu sifat tabiatnya hampir sama dengan orangtua. Ini memang terjadi dalam dunia, diantara orang2 lama (orang berdosa). Sebab tabiat lama itu se-olah2 otomatis turun ke anaknya. Memang ini betul untuk orang lama, dimana tabiat lama dari orangtuanya turun pada anak2nya. Ini mudah, sebab orang mudah (suka) mengambil alih tabiat lama, tidak sulit. (ini seperti jalan yang menurun, mudah, tidak perlu ekstra tenaga). Tetapi kalau meniru tabiat baru itu sulit, seperti jalan yang mendaki, sebab perlu menyangkal diri, mematikan daging dan mau setia untuk digembalakan (dimuridkan).
Tetapi orang yang sudah lahir baru, pasti bisa menumbuhkan tabiat baru, sebab dalam dirinya sudah ada benih Kristus, yaitu tabiat baru! Jadi “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, ini sebetulnya juga pemuridan otomatis yang ada dalam dunia, tetapi ini pemuridan dari orang lama, dari iblis. Sebab untuk hidup dalam tabiat lama seperti orangtuanya itu bisa terjadi otomatis, sebab sudah ada benihnya yaitu benih tabiat lama.
Tetapi untuk otomatis jadi tabiat baru, jadi rohani dan indah seperti orangtuanya yang sudah hidup baru, itu sulit, sebab tidak bisa otomatis, harus menyangkal diri. mematikan daging dan harus dengan sadar, dengan pengertian, dengan usaha dan dengan pimpinan dan pertolonganRoh Kudus, dengan hikmat dan kuasa Roh dan Firman Tuhan.
Jadi pepatah ini hanya untuk manusia lama, menjadi seperti orang lama bapaknya. Tetapi anak bapak yang rohani tidak otomatis jadi rohani, harus dimuridkan, baru bisa jadi rohani. (Anak bapak duniawi, bisa otomatis jadi duniawi, tanpa dididik, cukup melihat saja sudah jadi, sebab benih dosa, benih hidup lama sudah ada dalam diri si anak dan daging tidak melawan tabiat baru ini, justru mendukung dan mendorong!).2. Orang yang lahir baru, menjadi murid, lalu memuridkan orang lain, inilah pemuridan yang betul! Orang yang mau menjadi murid itu berarti orang yang sudah hidup baru dan mau pikul salib, menyangkal diri, ikut, taat akan hukum2 Tuhan Yesus setiap hari, hidup meniru Kristus Luk 9:23. Ini murid Tuhan, dan baru ia bisa memuridkan orang lain.
Dengan singkat menjadi murid dan memuridkan! Kalau ini sudah terjadi, baru bisa terjadi pemuridan. Tanpa kita sendiri jadi murid, mana bisa memuridkan orang lain! Murid yang memuridkan!
III. PEMIMPIN PERSEKUTUAN SEL.
Kalau Pemimpin PS sudah menjadi murid baru ia bisa memuridkan orang lain dan disini juga termasuk menjadikan muridnya itu juga pemimpin PS seperti dirinya sendiri. Jadi pemimpin PS haruslah seorang murid Kristus yang mau tumbuh terus sampai seperti Kristus dan sekaligus jugamemuridkan orang lain! Jadi semua pemimpin PS harus memuridkan anggotanya supaya jadi murid dan mendidiknya supaya juga menjadi pemimpin PS, memenangkan jiwa2 baru untuk menjadi satu sel lagi, seperti sel yang membelah. Ini kehendak Tuhan, bahkan diperintahkan oleh Tuhan Mat 28:19.
Pemimpin PS yang dimuridkan itu tingkatnya dalam Ruangan Suci, sebab yang di Halaman itu kanak2 atau terus jatuh bangun dalam dosa. Orang2 Halaman (sekalipun punya jabatan dalam Gereja) tidak bisa jadi seperti Kristus, sebab tidak mau dimuridkan. Orang yang mau dimuridkan itu betul2 harus bertobat dan tetap hidup baru dan terus mau tumbuh menjadi seperti Kristus, itu tingkatan Ruangan Suci dan ia juga memuridkan orang lain.
IV. PEMURIDAN DAN PENGGEMBALAAN.
Keduanya itu berhubungan erat, hampir sama, tetapi dilihat dari segi dan tujuan yang berbeda.
Penggembalaan. Orang yang cinta Tuhan itu bersedia, mau menggembalakan domba2 Tuhan Yoh 21:15-17. Tentu perlu dipelihara suatu ikatan yang erat dan kuat antara gembala dan domba. Anggota2 Gereja yang tidak mau mengikatkan diri dengan setia, tidak akan mendapatkan faedah dari penggembalaan ini, sebab domba2 yang berkeliaran ke mana2, si gembala tidak bisa menggembalakannya bahkan bisa dimakan serigala. Gembala yang baik itu berani mengorbankan dirinya untuk domba2nya Yoh 10:11-13.
Pemuridan harus mendidik muridnya supaya bisa bertumbuh menjadi seperti dia sendiri dalam batas waktu tertentu 1Kor 11:1. Tentu juga harus dipelihara hubungan, guru murid yang baik dan setia.
Jadi penggembalaan perlu memelihara sampai domba2 itu ber-biak2 terus dan pemuridan mendidik supaya tumbuh menjadi seperti dia.
Keduanya diperlukan, saling mengisi dan prinsipnya hampir sama.
V. MURID.
Mengapa semua yang ikut Tuhan Yesus harus menjadi murid2Nya? Sebab adalah kehendak Tuhan supaya sesudah percaya kita tumbuh menjadi seperti Dia, yaitu dengan menjadi muridNya.
1Kor 11:1
Tirulah saya sama seperti sayapun meniru Kristus. (KJI) (= 1111)
Yoh 13:15
Sebab Aku sudah memberikan kepadamu suatu teladan, supaya kamu berbuat sama seperti yang sudah Kuperbuat kepadamu. (KJI)
Sampai dimana kita berubah seperti Kristus, ini menjadi ukurankemuliaan, kesukaan yang abadi yang mengikuti kita sampai kekal Wah 22:12; 14:13.
Murid tidak bisa lepas dari gurunya, harus ada hubungan yang baik.
1. Harus ada murid yang tertentu, dan harus ada guru yang tertentu juga. Kalau tidak ada guru, atau tidak ada murid, tidak ada pemuridan.
2. Harus ada kesadaran untuk mau menjadi murid Kristus Luk 9:23 dan mau dibimbing (dididik, diajar) oleh murid lain yang lebih matang, sebagai gurunya). 3. Murid berarti belajar terus dari gurunya dan berubahmakin lama makin seperti gurunya dan semuanya seperti Kristus. 4. Taat melakukan apa yang diperintahkan gurunya Ibr 13:17, yaitu:
a. Supaya menjadi murid yang baik, yang terus berubah menjadi seperti gurunya dan
b. memuridkan orang lain lagi.
VI. ORANG YANG TIDAK MAU MENJADI MURID.
Itu biasanya ada sebabnya yaitu:
1. Kebodohan, tidak mengerti dan orang yang tidak mengerti akan tersesat dan binasa Mrk 12:24, Hos 4:6.
2. Terikat atau hidup dalam dosa, tidak mau bertobat, sebab itu tidak mau menjadi murid Kristus. Orang ini tertipu, merasa lebih senang dan lebih untung jadi murid atau anak2 iblis (seperti Hawa yang tertipu ular).
Sebab itu orang yang tidak mau hidup sebagai murid Kristus tidak akan tinggal netral, tetapi cepat atau lambat akan terjerat oleh iblis, tertipu sehingga menjadi murid iblis, menuruti daging dan hawa nafsunya, mencintai dunia dan isinya dan menolak menurut Roh, menolak menurut Firman Tuhan dan akan makin hanyut dalam dosa dan pada waktu pengangkatan akan tertinggal. Inilah murid2 iblis dan anak2nya.
3. Hanya ada dua teladan yaitu Kristus atau iblis. Tidak semua orang mau hidup sebagai murid Tuhan, yaitu tumbuh makin seperti Kristus dan memuridkan orang lain.
Orang yang menolak menjadi murid dari Kristus, biasanya sudah atau akan menjadi murid orang lain, yaitu menjadi anak2 iblis, lama2 undur, jadi seperti iblis 1Yoh 3:10.
Sebab itu perlu dijelaskan dan dinasehati untuk tumbuh sebagai murid yang kemudian memuridkan:
3.1. Murid yang dia sendiri terus dimuridkan dan memuridkan.
3.2. Diharapkan murid yang dimuridkan dalam waktu 1 tahun sudah bisa memuridkan orang lain.
Ini harus terus dikerjakan, angkatan demi angkatan sampai Tuhan Yesus datang.
Memang hubungan selanjutnya dari murid dengan “gurunya” akan per-lahan2 berubah sebagai persekutuan tubuh Kristus, masing2 kita jadi anggotanya dan Tuhan Yesus jadi kepalanya. Sesudah menjadi dewasa rohani, pertumbuhan rohani dan pelayanan bisa berbeda dalam segala hal.
Barnabas membimbing Paulus, tetapi sesudah sama2 dewasa, Paulus dipakai Tuhan lebih banyak dan tumbuh lebih cepat. Jangan bertanya siapalebih besar, sebab orang yang merasa dirinya lebih besar, sombong akan direndahkan. Ingat Yoh 3:30, Mat 18:1, Mrk 9:34.
VII. SIAPA YANG TELAH MENJADI GURUMU.
2Tim 3:14
Tetapi hendaklah engkau ini tetap di dalam segala perkara yang telah engkau pelajari, dan yang telah engkau yakin, dengan mengingatkan siapa yang telah menjadi gurumu; (TL)
Jarang ada orang yang mengakui dirinya sebagai guru.
Yang dimaksud dengan guru dalam Alkitab adalah:
1. Ef 4:11. Jabatan guru yang mengajarkan kebenarang Firman Tuhan. Hanya ada beberapa guru.
2. Guru dari murid2 ini. Hanya sedikit orang yang berani mengatakan bahwa dia adalah guru dari murid2, lebih banyak mengatakannya secara tidak langsung. Misalnya rasul2 adalah guru dari murid2 Kis 14:21,22,28. Juga dalam ayat2 lain Kis 1:15; 6:2; 9:38. Paulus memuridkan Timotius Kis 16:1. Paulus ingatkan supaya Timotius ingat siapa gurunya 2Tim 3:14, juga yang lain Kis 18:23,27; 19:9; 20:1; 21:4.
Sebaliknya guru2 palsu ada banyak, 2Pet 2:1. Ada banyak guru2 tetapi sedikit bapak 1Kor 4:15.
3. Guru perkara2 yang baik, ini hanya temporer untuk satu hal saja. Tit 2:3.
Mengapa tidak banyak orang yang mau mengakui dirinya sebagai guru? Sebab:
1. Sebab tidak mengerti tentang murid dan pemuridan dan tidak ikut dalam pemuridan.
2. Masih belum sempurna. Sebab tahu bahwa ia belum sempurna, tidak seperti Tuhan Yesus, sebab itu tidak banyak yang mau menyebut dirinya guru. Tetapi semua tahu dan yakin bahwa Kristus adalah Guru yang sempurna, Guru Agung.
3. Seperti Kristus. Semua yang sungguh2 ingin menjadi seperti Kristus, itu Guru Agung kita. Meskipun ada gembala dan pembimbing atau guru yang mendidik kita, tetapi tujuan semuanya adalah menjadi seperti Kristus, itu tujuan akhir semua murid.
Lalu siapa yang harus menjadi guru dalam pemuridan ini? Semua orang yang sudah lahir baru dan menjadi murid.
1. Kita harus menjadi murid Kristus, tetapi kita juga harus membimbing orang lain menjadi seperti kita, seperti kita juga meniru Kristus. Yang jadi patokan yang tidak ada salahnya adalah Kristus.
2. Semua orang beriman wajib memenangkan jiwa, lalu atau memuridkan orang2 lain membimbing, menggurui mereka supaya tumbuh sampai menjadi seperti dia sendiri 1Kor 11:1, menjadi murid yang dewasa yang kemudian memuridkan orang lain lagi.3. Semua orang yang cinta Tuhan mau menjadi gembala, yaitu memberi makan domba2 Tuhan; memberi makan itu adalah dengan pengertian Firman Tuhan dan ini adalah pekerjaan atau pelayanan sebagai guru yang memuridkan, jadi ini juga termasuk pemuridan Yoh 21:15-17.
Semua kita harus mau terbeban dan cinta orang2 dekat kita. Luk 10:27 dan menolongnya yaitu memuridkan.
Justru dalam memuridkan orang lain, kita sendiri menjadi murid yang terus bertumbuh sampai menjadi seperti Kristus.
VIII. MURID YANG MEMURIDKAN.
KESAKSIAN HIDUP SEBAGAI MURID.
1. Kita sendiri harus menjadi murid yang betul sehingga bisa menjadi contoh yang betul. Kita harus sering2 memeriksa diri dan terus belajar dan diajar supaya bisa terus bertumbuh yaitu dengan:
a. Hidup benar, jangan sampai jatuh dalam dosa yaitu dengan terus menang atas semua pencobaan yang datang, (sebab hidup ini suatu pergumulan atau peperangan seumur hidup Ay 7:1) sampai mati atau ikut pengangkatan.
b. Hidup kita menjadi contoh untuk 7 KPR, yaitu :
b.1. Bisa hidup suci dipimpin Roh.
b.2. Mau dan sukacita pikul salib.
b.3. Berdoa dengan sukacita menyembah Tuhan terus menerus Yoh 4:24, 1Tes 5:17,10.
b.4. Tekun belajar Firman Tuhan.
b.5. Bisa bersekutu dengan manis, dengan semua saudara seiman (saling mengampuni dengan tulus dan benar) dan bisa bekerjasama karena Tuhan.
b.6. Bisa tekun beribadah dengan sukacita.
b.7. Bisa bersaksi dengan kemampuan seadanya tetapi terutama dengan hikmat kuasa Allah 1Kor 2:4. Tidak harus bisa berkhotbah tetapi mau menunjukkan jalannya untuk ke Surga, seperti menunjukkan, “di situ harga gula lebih murah”
2. Tumbuh sesuai Firman Tuhan. Patokan ukuran kita adalah hidup seperti Kristus, atau orang2 yang hidupnyaseperti Kristus juga bisa menjadi contoh yang baik. Perubahan tabiat yang seperti Kristus itu salah satu tanda penting dari pertumbuhan.Hal2 netral yang berbeda karena tradisi (kebiasaan) atau budaya tidak perlu diajarkan misalnya makan nasi atau kentang, pakai sarung atau celana panjang, dll; juga tentang tingkat hidup, kita harus berpada sesuai dengan keadaan masing2 (tetapi saling mengasihi 1Yoh 1:7, Ibr 7:7), tentang pakaian semua boleh asal sopan dan model dan gambarnya tidak melawan Firman Tuhan dll. Tetapi rendah hati, tidak tersinggung, selalu bicara benar, menjadi berkat, tidak bereaksi dosa dll yang sesuai Firman Tuhan, kita perlu mentaatinyadan mengajarkannya.
IX. CARA2 PRAKTIS UNTUK PEMURIDAN.
1. Tentukan siapakah murid kita, satu atau dua orang tertentu. Kalau tidak ada murid pasti tidak ada pemuridan. Gembala (guru) dan murid harus orang tertentu dan tetap, tidak berubah. Murid itu ada di dalam:
a. Rumah kita (Kis 16:31).
b. Dalam Gereja.
c. Di sekitar kita.
a. Anak2 sudah seharusnya menjadi murid kita. Orangtua yang sudah percaya Tuhan Yesus wajib memuridkan anak2nya. Juga orang2 lain dalam rumah yang belum percaya Tuhan dan yang belum menjadi murid!
b. Dalam Gereja. Secara resmi kita harus mengatur penggembalaan dan pemuridan, misalnya dalam Sekolah Minggu, setiap guru dijadikan guru pembimbing dari beberapa murid2 Sekolah Minggu yang tertentu, dan ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita untuk menggembalakan dan memuridkannya. Dalam Persekutuan Sel, jumlah jiwa terdapat harus dibagi diantara semua pengurus sel, sehingga semua anggap ada yang bertanggungjawab untuk penggembalaan dan pemuridannya. Ini menjadi murid2 kita. Juga dalam semua seksi atau bagian2 Gereja harus dilakukan pemuridan ini, misalnya dalam paduan suara, dalam seksi2 pelayanan dsb. Bahkan juga jiwa2 yang belum tergembalakan, banyak anggota lama dan baru, perlu digembalakan dan dimuridkan.
c. Di sekitar kita, di mana saja; kita harus menjadi saksi Kristus, untuk mengasihi orang2 di dekat kita Luk 10:27 supaya mereka bisa diselamatkan dan sesudah itu dimuridkan.
2. Jumlah murid yang dimuridkan.
Pemuridan tidak bisa terlalu banyak orang, lebih baik satu atau dua orang saja, sebab ini perlu banyak waktu, perhatian dan doa.
3. Perlu hubungan erat dan dekat.
Perlu ada kontak setiap minggu, baik di Gereja atau beberapa kali di rumah. Sebab itu hendaknya sejenis, jangan berlawanan jenis, apalagi dengan yang muda2. Tentu harus ada hubungan yang tulus, suci dan dengan kasih Kristus, jangan ada maksud2 yang tidak tulus.
Juga bersekutu dengan cerdik Mat 10:16 (yaitu dengan hikmat dan kuasa Allah), sebab kita memuridkan orang2 yang seringkali masih ada duri atau racunnya; Bahkan dengan saudara2 seiman juga bisa dirugikan! Tetapi kita tetap memuridkan orang itu dengan tulus, dengan hikmat dan kuasa Allah dan dengan mengampuni yang salah.
Hubungan ini harus erat sebagai saudara2 seiman tetapi tetap dengan tulus, suci dan dengan hikmat Roh dan kasih Kristus.
4. Terus dididik, diberi kebenaran2 Firman Tuhan. Kalau di Gereja ada banyak pengajar (seperti kebaktian minggu, pelajaran Alkitab, doa, kursus2 Alkitab dll0, itu membantu kita memuridkan dia supaya makin cepat tumbuh dan menjadi dewasa rohani, sehingga bisa melakukan kehendak Allah sampai ber-buah2 dengan limpah.
5. Perlu waktu, perhatian dan doa. Pemuridan ini bukan satu kali atau satu hari saja, tetapi perlu bersahabat menurut Firman Tuhan(bersekutu) dalam waktu agak lama, sampai jadi dewasa rohani maka selanjutnya murid baru ini bisa memuridkan orang lain lagi, tetapi tetap ada hubungan dengan mereka, sebab target kita ber-sama2 adalah tumbuh terus sampai seperti Kristus. Sebaiknya jangan tugas pelayanan dalam Gereja terlalu banyak merangkap, misalnya maksimal 2 bidang saja. Pemuridan pada satu atau beberapa orang ini adalah seperti 1 pelayanan tersendiri yang membutuhkan banyak waktu, perhatian dan doa. Bahkan ada anggota2 tubuh Kristus yang belum ikut pelayanan dalam Gereja, tetapi sudah punya pelayanan pemuridan sendiri, ini baik, tetapi supaya berjalan dengan baik, perlu dimonitor dan perlu bekerjasama dalam persekutuan sel.
6. Sabar dalam pimpinan Roh, bukan sabar dengan kekuatan sendiri. Sabar tetap harus maju terus! Perlu waktu banyak untuk memberi perhatian cukup (jangan acuh tak acuh, tetapi dengan kasih Kristus) untuk segala problem dan pergumulan jasmani rohaninya. Jangan ter-buru2 pindah dari satu orang ke orang lain,
7. Selalu dibawa dalam doa (dalam Roh dan kebenaran) sehingga Roh Kudus terus memimpin kita dengan hikmat, karunia2 dan buah Roh dan kuasa Allah! Sebab:
a. Kita hanya bisa menabur tetapi Tuhan yang menumbuhkan Mrk 4:27, 1Kor 3:6.
b. seringkali kita harus membantu murid kita untuk ikut berperang dengan iblis, Ef 6:12. yang selalu ikut campur dan mempengaruhi, lebih2 orang yang keras hati dan keras kepala (justru ini perlu dimuridkan).
8. Dan lain-lain.
Beri contoh hidup yang betul, yang sesuai dengan Firman Tuhan. Jawab semua pertanyaan dan kebingungannya 1Pet 3:15. Jangan lupa kita sendiri harus terus tumbuh, bisa terus menikmati 7 Kebutuhan Pokok Rohani, dst.
X. DARI DOMBA2 DITUNTUT:
1. Lahir baru.
2. Mau digembalakan dan dimuridkan.
3. Mau pikul salib supaya bisa taat akan gurunya dan akan kebenaran2 Firman Tuhan. Ibr 13:17, jangan berontak, jadi seperti Kristus, Luk 9:23.
4. Setia dalam senang atau susah.
XI. KESIMPULAN.
Semua orang harus jadi murid Kristus. Luk 9:23 dan memuridkan orang lain, Mat 28:19.
Jadi semua kita harus menggembalakan domba2 yang lebih muda dari kita atau orang2 berdosa yang ditobatkan, perlu dibimbing sampai dewasa. Jadi guru itu:
1. Karena cinta domba2 dan memberi makan.
2. Untuk membimbing sampai menjadi dewasa rohani.
3. Menjadi pemimpin2 yaitu gembala2 dari orang2 tertentu.
5. Kita bisa menjadi :
a. Guru penuh, yaitu memuridkan yang baru bertobat supaya tumbuh jadi dewasa rohani seperti kita dan seperti Kristus atau
b. Saling menasehati dan menguatkan saudara kita, supaya sama2 tumbuh menjadi seperti Kristus, sebab itu sahabatnya.
Dalam hal ini kita tidak perlu menjadi diri kita sebagai guru, tetapi berusaha (saling) menumbuhkan supaya makin serupa dengan Kristus.
Banyak orang beriman tidak mau, mengerjakan pemuridan sebab:
1. Tidak mengerti, bahwa ini harus, Mat 28:19.
2. Merasa belum sempurna dan tidak layak menjadi guru.
3. Tidak merasa mempunyai murid.
Seharusnya:
Semua menjadi murid yang memuridkan orang lain. Semua yang cinta Tuhan, menggembalakan domba2 Tuhan dan memuridkan, Yoh 21:15-17.