M3784 – Matius 15:32 Makanan

Pelajaran PASS-3
BAB 3. MAKANAN.
Tanpa makan tidak bisa hidup, tetapi salah makan atau makan berlebih-lebih juga ada akibatnya, bisa jadi penyakit dan akhir segala penyakit adalah mati.
Dalam memelihara kesehatan, makanan memegang peran penting.
A. SIKAP MAKAN YANG BETUL.
Ukuran yang betul untuk kita adalah Firman tuhan, yaitu:
1. Mutlak perlu.
Mat 15:32
Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Aku kasihan kepada orang banyak ini sebab sudah tiga hari ini mereka tetap dengan Aku dan tidak mempunyai apa pun untuk dimakan. Dan Aku tidak mau menyuruh mereka pergi berpuasa supaya jangan mereka pingsan di jalan.” (KJI)
Orang banyak yang ikut Tuhan Yesussudah 3 hari tidak makan (cukup), kalau mereka pulang dengan lapar, mereka bisa pingsan di jalan kata Tuhan Yesus. Ia bisa saja membuat mujizat “segar atau kenyang di jalan”, tetapi Ia tidak melakukannya, tetapi Iamemberi mereka makan roti. Jadi peran makanan untuk hidup itu penting. Untuk hidup kita harus makan, itu wajar.
Dalam keadaan biasa. Kita bisa makan dengan cara bekerja 2Tes 3:10 supaya mendapat nafkah dan bisa membeli makanan.
Kadang-kadang dalam keadaan darurat atau terpaksa orang-orang yang berharap pada Tuhan, yang diutus Tuhan, baginya Tuhan membuat mujizat, misalnya untuk makan minum Elia di sungai Kerit dan di rumah janda Sarfat. Israel di padang gurun selama 40 tahun juga dipelihara Tuhan dengan makan manna dst. Sebab itu biarpun orang rohani, kita semua harus memberi perhatian secukupnya, untuk makanan kita sehari-hari.
2. Berpada, puas dengan apa yang ada.
1Tim 6:8
Sedang ada pada kita makanan dan pakaian, biarlah kita berpada dengan itu. (KJI) (Luk 10:8)
Kalau keuangan atau keadaan tidak mengizinkan, kita harus puas dengan apa yang ada dan pandai-pandai mengatur makanan kita sebab makanan murah seperti tahu tempe, bukannya tidak ada gizinya! Tentu kalau nafkah kurang atau terganggu, kita harus memeriksa diri dan bertanya Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah salah. Yang sering mengacaukan keadaan kita (apalagi kalau keuangan pas-pasan) adalah karena suka makan, tidak bisa berpada. Dalam segala keadaan kita harus bisa berpada sesuai dengan Firman Tuhan, ini penting untuk mengatur pola makan kita tetap sehat.
3. Menguasai keinginan makan.
Ams 23:2
Kenakanlah mata pisau pada lehermu, jikalau kiranya engkau seorang yang suka makan. (TL)
Suka makan berarti apa saja yang bisa dimakan, langsung dimakan, seringkali meskipun sudah kenyang, masih terus makan lagi. Suka makan bukan dosa, bahkan ini sehat, justru orang yang tidak suka makan, apalagi terus menerus, itu berarti ada yang sakit. Tetapi jangan suka makan ini dibiarkan tanpa batas, itu menjadi tidak sehat, tetapi nafsu makan yang besar ini tetap harus dibatasi dan dikuasai.
Orang yang suka makan itu, bukan saja makan terus, tetapi meskipun itu dosa atau mengakibatkan dosa, tetap dimakan terus, tidak bisa menyangkal diri. Sebab itu kita harus bisa menguasai keinginan makan atau suka makan ini.
4. Jangan memberhalakan perut.
Pil 3:19
Yang kesudahannya adalah kehancuran, yang ilahnya adalah perutnya, yang kemuliaannya adalah perkara-perkara yang memalukan, yang memikirkan hal-hal duniawi saja. (KJI)
Makan enak bukan dosa asal benar. Juga kalau bisamembuat atau membeli makanan yang enak itu cerdik, bukan dosa, tetapi jangan bertuhankan perut. Apa bedanya dengan suka makan? Suka makan itu apa saja dimakan, bahkan sambil berjalan, bekerja dan pada saat-saat yang tidak patutpun masih makan, tidak bisa menguasai nafsu makannya.
Berhala makanan berarti terikat dengan makanan-makanan yang enak atau makanan-makanan tertentu yang disukainya. Jangan sebab diperbudak oleh makanan, lalu tidak beribadah, tidak berdoa puasa, tidak memegang masa teduh, tidak menurut suara Roh dsb, sehingga timbul banyak dosa gara-gara makanan. Kadang-kadang karena ingin makan lalu jadi iri, tersinggungmarah, benci, dendam, dan dosa-dosa lain, gara-gara makan.
5. Disucikan oleh Firman Tuhan.
1Tim 4:5a
Karena sekaliannya itu dikuduskan oleh firman Allah (KJI)
Apa artinya?
Ini berarti cara mendapat, mengolah, mengambil makanan itu dllnya sehingga sampai pada kita, itu tidak dilakukan bertentangan dengan Firman Tuhan, tidak sampai jadi dosa. Misalnya dengan iri, ingin, rakus, mengambil jatah orang lain, atau dengan hutang, bohong,membuang kesucian, ibadah, merugikan rohani, dll, lebih baik tidak makan daripada makan dengan dosa, atau melawan Firman Tuhan. Pakailah segala perkara dalam dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31, dengan kata lain kalau itu menyebabkan dosa, jangan dipakai, jangan dimakan. Jangan gara-gara makanan kita menjadi dosa dan melanggar Firman Tuhan, tetapi semua cocok dandisucikan oleh Firman Tuhan, tidak ada dosa. Ishak hidup berkenan pada Tuhan dan sukamengalah, maka Tuhan memberkatinya sehingga ia mendapat limpah makanan Kej 26:12-14.
6. Disucikan oleh doa.
1Tim 4:5
karena sekaliannya dikuduskan oleh Firman Tuhan dan doa. (KJI)
Biasanya orang beriman itu berdoa dalam Roh Jd 20 dan terus menerus 1Tes 5:17. Juga sebelum makan kita berdoa dahulu, sehingga bahaya tenungan, kotoran-kotoran (yang tidak disengaja)racun dll yang mungkin ada dihindarkan Tuhan Mrk 16:17. Tentu kalau sudah tahu lebih dahulu, jangan dimakan, supaya jangan mencobai Tuhan Mat 4:7. Jangan takut hal-hal occultisme dalam barang-barang makanan yang dijual untuk semua orangsecara umum (di pasar dll) 1Kor 10;25.
7. Jangan takut atau pantang makanan dengan alasan rohani, sebab semua makanan patut diterima dengan syukur.
1Tim 4:3-4
3 Dengan melarang orang menikah dan pantang berbagai jenis makanan, yang telah diciptakan Allah, supaya diterima dengan syukur oleh orang-orang yang percaya dan yang mengenal kebenaran.
4 Karena setiap ciptaan Allah itu baik dan satu pun tidak patut ditolak, jika sekalian itu diterima dengan syukur. (KJI)
Semua makanan yang masuk lewat mulut keluar ke jamban tidak mengotori hati Mat 15:17 (yang menajiskan itulah yang keluar dari mulut Mat 15:18-20).
Tidak ada makanan yang sudah disucikan oleh Firman tuhan dan doa, yang harus dipantangkan atau ditakuti, kecuali karena sakit, ada yang tidak cocok dengan tubuh dan keadaan-keadaan orang yang sakit ini. Semua makanan yang patut boleh dimakan menurut cara yang sehat, kita tidak perlu kuatir, sekalipun ada macam-macam larangan.
8. Makan dengan iman. Rom 14:23.
Rom 14:23
Tetapi orang yang ragu-ragu, itu terhukum jika ia makan, sebab ia makan tidak dengan iman, sebab apa saja yang tanpa iman adalah dosa. (KJI)
Kalau ragu-ragu, ditegahkan suara Roh, tidak yakin, jangan dimakan; belajar peka mendengar suara Roh. Dalam hal-hal yang tidak kita ketahui, tidak sengaja, tidak mampu dll, kita makan dengan iman, Tuhan akan menolongnya tetapi jangan sudah tahu atau sengaja makan yang berbahaya, itu mencobai Allah, itu dosa dan bisa celaka. Mat 4:7.
Mat 4:7
Yesus berkata kepadanya: “Juga telah tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” (KJI)
Juga kalau menghadapi mutu yang rendah, tidak biasa dengan makanan itu dsb, kalau toh tidak ada pilihan lain dan harus makan, berdoa dan makan dengan iman.
Luk 10:8
Ke kota manapun yang kamu masuki dan mereka menerimamu, makanlah apa yang dihidangkan di hadapanmu. (KJI)
9. Bisa bersyukur waktu makan.
1Tim 4:4
Karena setiap ciptaan Allah itu baik dan satu pun tidak patut ditolak, jika sekalian itu diterima dengan syukur. (KJI)
Pada waktu kita makan, kita bisa spontan bersyukur untuk makanan yang bisa kita makan, sebab semua makanan itu sudah disucikan oleh Firman Tuhan dan doa. Ini juga adalah salah satu tanda cara makan yang sehat dari umat Tuhan.
10. Jangan jadi dosa akhir zaman.
Luk 17:26-28
26 Dan seperti yang terjadi pada zaman Nuh, demikian juga akan terjadi pada hari-hari Putra manusia.
27 Mereka makan, mereka mabuk, mereka kawin, mereka dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera dan air bah datang membinasakan mereka semua.
28 Demikian juga seperti yang terjadi pada hari-hari Lot; mereka makan, mereka minum, mereka membeli, mereka menjual, mereka menanam, mereka membangun; (KJI)
Sebab suka, ingin makan dan memberhalakannya, maka seringkali gara-garamakan yang tidak bisa ditahan, terus makan, terus menuruti daging, lalu timbul ber-macam-macam dosa seperti iri, benci, berkelahi, cinta uang dan segala macam dosa lainnya. Ini berhala makanan, bertuhankan perut yang terus mengikat, sehingga dosanya terus bertambah-tambah makin banyak menjadi dosa yang limpah karena makanan, dan, menjadi golongan dosa akhir zaman.
B. MAKANAN DALAM WASIAT LAMA DAN WASIAT BARU.
Kita melihat perubahan pola makan dalam sejarah manusia sbb:
I. Sebelum kejatuhan.
Kej 1:29-31
29 Lagi firman Allah: Bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan kamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji-biji di atas seluruh muka bumi dan segala pohon yang berbuah dengan berbiji itu akan makananmu,
30 tetapi akan segala binatang liar yang di bumi dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi, yang ada nyawa hidup dalamnya, maka Aku mengaruniakan segala tumbuh-tumbuhan yang hijau akan makanannya; maka jadilah demikian.
31 Maka dilihat Allah akan tiap-tiap sesuatu yang dijadikan-Nya itu, sesungguhnya amat baiklah adanya. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang keenam. (TL)
Pada waktu ini, semua binatang makan rumput, manusia makan buah-buahan, tidak ada yang makan binatang (sembelihan). Mereka semua sehat.
II. Sesudah kejatuhan, akibat dosa, bumi berubah, binatang berubah.
Kej 9:3
Maka segala binatang yang bergerak, yaitu yang hidup, itu akan menjadi makananmu; sekalian itu telah kuberikan kepadamu, demikianpun segala tumbuh-tumbuhan yang hijau. (TL)
Binatang-binatang ada yang tetap makan rumput, ada yang makan binatang lain, berubah menjadi binatang-binatang buas seperti singa, ular dll. Tentu susunan dan fungsi pencernaannya (dari mulut sampai anus) bahkan seluruh tubuh berubah.
Begitu juga manusia berubah, manusia mulai makan daging sehingga Habil beternak domba. Juga Tuhan sendiri harus menyembelih domba dan memberikan kulitnya untuk pakaian Adam dan Hawa. Mulai ada binatang yang dibunuh.
Dosa mengubah segala-galanya dari manusia, jasmani dan rohani, bahkan sampai genetikanya berubah turun temurun. Perubahan akibat dosa ini adalah perubahan total sampai genetikanya. Baik binatang, baik manusia dan itu diteruskan turun temurun, sebab itusapi, singa dll yang berubah, tetap berubah sampai turun temurun. Perubahan itu dahsyat dan permanent, misalnya singa yang biasanya makan rumput, tiba-tiba berubah menjadi makan daging, dantidak mungkin lagi makan rumput, karena seluruh saluran pencernaan dan tubuhnya berubah dengan seketika sampaisecara genetis turun temurun. Betapa dahsyat akibat dosa dalam dunia dan dalam semua mahluk hidup.
Bumi dan isinya terkutuk karena dosa.
Juga demikian dengan manusia, manusia berubah total lahir batin. Sebab kalau manusia sesudah berdosa bisa makan daging, seluruh tubuh istimewa saluran pencernaan itu berubah total! Harus ada enzym untuk daging untuk bisa mencernakkannya. Bahkan untuk makan telurpun cara dan sistemnya lain daripada makan buah-buahan.
Dosa dan kutuknya itu dahsyat, akibatnya sampai turun temurun sampai dalam genetikanya, manusia kena seluruhnya, lahir batin. Lihatlah salah satu kutuk dosa adalah kutuk Babil. Apa akibat-akibatnya? Ini membuat manusia berubah dari satu bangsa menjadi segala bangsa dan itu mengubah seluruh sistem hidup manusia mulai dari genetikanya. Misalnya Warna kulit, rambut, mata, hidung, mulut, bentuk tengkorak dst.
Begitulah manusia, jasmani dan rohaninya berubah waktu jatuh dalam dosa; Jadi selain jasmani, manusia batiniah atau rohnya juga berubah, diceraikan dari Allah (mati secara rohani Ef 2:1) dan berubah, dikuasai daging, sebab sekarang ke atasnya berlaku hukum dosa dan hukum maut yang menyeretnya sampai dalam neraka kekal. Rom 7,8.
 
skema hal 4 bawah
 
Sebaliknya, lahir baru itu luar biasa, sebaliknya dari kutuk dosa, bahkan mematahkan kutuk dosa, luar biasa. Oleh penebusan Tuhan Yesus Kristus, kita menjadi baru, berubah dari anak iblis jadi anak Allah, 1Yoh 3:10, ini perubahan yang sangat luar biasa.
Anak Iblis ————> Anak Allah
lahir baru
Kalau seekor anak singa berubah jadi anak domba (ini hanya lahiriahnya berubah sebab binatang tidak mempunyai roh) ini sudah sangat ajaib dan tidak mungkin untuk pikiran manusiawi.
berubah
Singa ———-> domba
Tidak ada manusia atau siapapun yang bisa membuat perubahan ini, hanya Allah. Apalagi perubahan manusia, ini perubahan manusia lahiriah (mirip seperti binatang) dan perubahan manusia batiniah, rohnya (ini tidak ada pada binatang). Ini hasil penebusan Tuhan Yesus yang mengakibatkan perubahan dahsyat yang menghasilkan keselamatan. Sebab itu tidak ada keselamatan di kolong langit ini kecuali oleh Allah lewat pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Kis 4:12.
Dengan pengorbanan Tuhan Yesus, Ia menebus manusia dan penebusannya itu luar biasa; Semua akibat dari dosa dan kutuknya dihapuskan oleh penebusan Tuhan Yesus sehingga terjadi kelahiran kembali, sampai dalam perubahan genetika tubuh dan batin dalam roh manusia! Suatu perubahan yang sangat besar yang tidak bisa dimengerti dan disadari oleh pikiran manusia!
Sebab itu jangan berdosa lagi, karena akibatnya sangat dahsyat sampai di Neraka!
Dosa itu merusak banyak perkara.
Pkh 9:18
Baiklah hikmat dari pada segala alat peperangan, tetapi seorang orang berdosa itu dapat membinasakan banyak perkara yang baik.
II.a. Waktu air bah Nuh.
Meskipun ini hanya sebentar, + 1 tahun, tetapi ini penting, sebab disini terjadi perubahan yang mendasar. Binatang-binatang yang masuk bahtera Nuh itu berubah total sebab semua kembali makan rumput, dantabiat buas hilang mmenjadi jinak, seolah-olah mereka masuk dalam kerajaan 1000 tahun, dipulihkan semuanya. Perubahan terjadi, sampai mereka kembali makan rumput, itu perubahan yang mendasar, sebab mereka berubah itu sampai +1 tahun. Baru sesudah keluar dari bahtera, mereka kemudian kembali berubahdalam dosa dan kena akibatnya lagi (kapan? Waktu kutuk Babil?).
II.B. Begitu juga waktu Daniel masuk dalam gua singa, juga timbul perubahan yang ajaib meskipun hanya semalam. Sebab singa-singa itu tidak lagi lapar melihat Daniel dan tabiatnya berubah seperti kucing yang jinak. Memang Allah itu maha kuasa! Tiada yang mustahil bagiNya Luk 1:37, juga bagi orang yang bisa percaya, Mrk 9:23.
III. Sesudah penebusan Kristus. Kalau kita sudah mengerti akibat dosa yang begitu dahsyat, begitu juga kita bisa mengerti akibat penebusan Kristus; itu lebih heran, lebih ajaib yang meliputi manusia lahir dan batin dan berlangsung terus sampai kekal; kecuali orang itu berbalik kembali pada dosa, sebab manusia adalah mahluk bebas yang bisa dan harus memilih untuk nasibnya Luk 12:57, yaitu mau percaya pada Tuhan Yesus Kristus dan setia sampai mati Yoh 3:16, Pil 2:8. Di dalam Wasiat Lama, penebusan dengan darah binatang hanya mengerjakan sedikit saja sebagai voorschot (uang muka).
Tetapi dalam Wasiat Baru terjadi penebusan yang penuh dengan darah yang mulia yaitu dari Anak domba Allah Yoh 1:29, 1Pet 1:18. Disini terjadi perubahan total yang mengenai tubuh dan rohnya, kita berubah sama sekali.
Oleh penebusan darah Yesus, kita berubah total, tetapi bertahap yaitu penebusan roh dahulu, dan penebusan tubuh sebagian (misalnya tentang makan daging, timbulnya bangsa-bangsa) baru kemudian penebusan tubuh total terjadi pada hari pengangkatan yaitu hari kedatangan Tuhan Yesus II.
Jadi tubuh juga mengalami akibatnya meskipun hanya sedikit demi sedikit sesuai dengan iman dan pengertian tentang perjanjian-perjanjian Allah Mat 13:23 (sebab perubahan tubuh total itu baru terjadi sesudah tebus tubuh pada hari pengangkatan). Lebih banyak kita mengerti dan percaya, lebih banyak perubahan dan buah-buah yang kita dapatkan Mat 13:23, bisa 30x, 60x bahkan 100x yaitu sempurna).
Jadi sekarang tubuh kita juga mengalami perubahan sesuai janji-janji Firman Tuhan dan sesuai dengan iman kita. Sebab itu akibatnya juga tidak sama pada setiap orang, tergantung imannya.
Perubahan dalam rohnya (manusia batiniah) itu luar biasa, menjadi baru seperti Kristus, kita menjadi anak-anak Allah Yoh 1:12. Hal ini tidak kita bicarakan lebih lanjut disini, tetapi perubahan dalam tubuh lahiriahnya, ini kita pelajari disini,istimewa dalam hubungannya dengan makanan dan keadaan sehat sembuh manusia.
Apakah perubahan itu?
Semua larangan makanan dalam Wasiat Lama mengalami perubahan dalam Wasiat Baru, antara lain:
III.a. Makanan yang dilarang dalam Wasiat Lama dihapuskan. Sekarang makanan larangan itu boleh dimakan dalam Wasiat Baru, sebab artinya bagi kita (sesudah dibuka selubungnya 2Kor 3:14, lihat catatan khotbah no M3783) sekarang ini berarti larangan dalam arti rohani. Misalnya dalam Wasiat Lama orang tidak boleh makan babi, kepiting, udang, belalang (Yohanes Pembaptis makan belalang) cicak dll (Im 11) sekarang boleh!
Petrus disuruh menyembelihnya dan makan sampai tiga kali, sebab dalam penebusan Kristus terjadi perubahan mendasar.
Kis 10:10-15
10 Kemudian ia menjadi lapar sekali dan ingin makan. Tetapi ketika mereka menyiapkannya, ia jatuh terlelap.
11 Dan melihat langit terbuka, dan suatu benda seperti lembaran yang besar, diikat pada keempat sudutnya, diturunkan sampai ke bumi.
12 Di dalamnya ada segala macam binatang di bumi yang berkaki empat, binatang buas, binatang melata, dan burung-burung di udara.
13 Dan datanglah suatu suara kepadanya, katanya: “Bangunlah Petrus! Sembelih dan makanlah!”
14 Tetapi Petrus berkata: “Bukan begitu ya Tuhan, sebab saya belum pernah makan sesuatu yang haram ataupun najis.”
15 Dan suara itu berkata lagi kepadanya untuk kedua kalinya: “Apa yang telah dihalalkan Allah, janganlah kamu katakan haram.” (KJI)
Apa yang sudah dihalalkan oleh Allah jangan diharamkan oleh manusia. Ini juga berlaku dalam arti rohani dan jasmani. Dalam arti rohani, larangan dengan orang kafir dihapus dan Kornelius masuk iman, permulaan orang kafir masuk iman. Arti harfiahnya berarti sekarang kita boleh makan binatang-binatang haram itu dantidak berdosa, bahkan bisa dimakan dengan bersyukur.
Boleh makan babi, udang dll. Sekarang tidak ada lagi larangan-larangan seperti Wasiat Lama. (Dalam dunia ini sudah dikerjakan. Mereka berkata, semua yang berkaki 4 kecuali meja bisa dimakan!). Sekarang itu makanan kitatidak lagi diatur dengan Taurat, tidak lagi ada pantangan-pantangan (kecuali sakit), tetapi kita harus makan dengan cara-cara yang sudah kita pelajari di atas dalam bagian “A”, yaitu dengan sikap makan yang betul menurut Firman Tuhan. Misalnya dengan berpada, makan baik-baik, tidak bertuhankan perut, jangan dikuasai nafsu makan, disucikan oleh Firman dan doa, makan dengan iman supaya jangan menjadi dosa apalagi jatuh dalam dosa akhir zaman. Kalau ini kita kerjakan sungguh-sungguh, maka babi, kepiting, trasi, kerupuk udang dll tidak akan merusak kesehatan kita (tetapi tetap harusberpada, tidak bertuhankan perut, disucikan, tidak makan berlebih-lebih, tidak memberhalakannya dst). Ternyata orang yang makan babi, anjing, kepiting masih bisa berumur panjang misalnya di Asia yang makan babi, udang dll) apalagi untuk orang yang bisa percaya, ia akan sehat dan sembuh.
Yang penting, semua makanan itu disucikan oleh Firman Tuhan dan doa, ini lebih penting daripada menjadi vegetarian dll. Sebab itu iman Kristen tidak mengharuskan menjadi vegetarian (hanya makan tumbuh-tumbuhan, buah) atau makan seperti dalam Wasiat Lama, tetapi menurut ukuran-ukuran Firman Tuhan yang ada dalam Wasiat Baru.
Beberapa orang hanya makan sayur dan buah-buah merasa lebih sehat, teruskan saja.
Secara pribadi boleh jadi vegetarian, tetapi bukan karna najis atau dosa, bukan karena Firman Tuhan! (Pada waktu penebusan Tuhan Yesus, kita keluar dari Wasiat Lama menjadi Wasiat Baru, kurang makanan juga dihapus, tidak lagi ada yang najis karena makanan. (Mrk 7:18), biasanya dalam tubuh juga terjadi perubahan untuk bisa mencerna makanan Wasiat Baru (seperti dari “sapi” jadi “singa”, sebab kalau sistem pencernaan dll tidak berubah, tidak mungkin binatang yang makan rumput bisa berubah makan daging!). Di Eden dan sesudah pengangkatan, kembali tidak makan daging lagi, juga tubuh berubah total dalam penebusan tubuh.
III.b. Tidak menjadi najis rohani.
Kis 11:9
Tetapi suara di langit itu menjawab saya untuk kedua kalinya: Apa yang dihalalkan Allah, janganlah kamu sebut haram. (KJI)
Kalau dalam Wasiat Lama seorang makan makanan yang haram, ia menjadi najis, menjadi dosa, dan harus disucikan. Misalnya kalau seorang najis ini berani masuk bait Allah apalagi menjamah perkara-perkara yang suci, ia bisa dihukum berat.
Tetapi dalam Wasiat Baru, orang yang makan barang haram (menurut Wasiat Lama), misalnya babi, udang dll, tidak berdosa, tidak najis, tetapi kalau ia makan dengan sikap yang salah, baru itu merugikannya, sebabcaranya tidak sesuai Firman Tuhan, tidak sehat.
Sama seperti makan yang lain, misalnya durianpun jangan satu keranjang, bisa mabuk dan celaka. Juga minum anggur, kopi dll jangan terikat, jangan jadi berhala itu bisa celaka.
III.c. Dalam Wasiat Baru kita mendapat jaminan kesehatan rangkap 3 (Bab I) yaitu tetap sehat (3Yoh 2). Sembuh oleh bilur Tuhan Yesus 1Pet 2:24 (baru ada dalam Wasiat Baru) dan mati hidup tetap dalam tangan Tuhan.
IV. Sesudah pengangkatan.
Tubuh kita sudah ditebus penuh, tidak lagi bisa lemah, sakit, cacat, menua atau mati. Juga dalam makan kita menjadi sempurna, sebab hidup tidak lagi tergantung dari makan, sekalipun tidak makan,tidak bisa lemah, sakit atau mati. Tidak lagi harus makan supaya hidup, tanpa makanpun tetap hidup kekal.
Dalam tubuh kemuliaan di Surga Bumi Baru masih bisa makan untuk kesukaan, tidak ada tuhan perut, tidak mungkin timbul dosa dalam hal makan, tidak lagi makan binatang, dll. Cara makan dalam Surga Bumi Baru itu sempurna, lebih indah dan lebih nikmat dari di Eden, tidak lagi makan binatang, tidak ada binatang yang disembelih. Tidak lagi ada pola makan yang sehat atau larangan, tidak lagi bisa berdosa, tetapi sempurna dalam kesukaan Surgawi untuk kekal.
Jadi, kita orang-orang Wasiat Baru yang sudah ditebus darah Yesus, tidak perlu lagi takut akan larangan-larangan dalam Wasiat Lama (boleh makan babi, udang dll), tetapi perlu memelihara kesehatan kita baik-baik dengan sikap makanyang baik sesuai Firman Tuhan (10 macam itu hal…) yang disucikan oleh Firman Tuhan dan doa sehingga tidak menjadi penyakit, juga tidak menjadidosa akhir zaman seperti yang akan banyak terjadi di akhir zaman ini. Jangan kuatir, asal kita menurut Firman Tuhan, makan saja dengan iman, dengan betul bukan dengan bertuhankan perut, makaTuhan bisa memelihara kesehatan kita dan menyembuhkan kalau sakit dan memelihara mati hidup kita, supaya kita bisa memakai jatah umur kita baik-baik dan efektif untuk Terus Meningkat Sampai Puncak bahkan sampai sempurna.
C. GRADASI MAKANAN.
-3 tidak makan = mati.
-2 sangat kurang makan.
-1 kurang makan.
0 sekedar menyambung hidup.
+1 makan (cukup) untuk hidup.
+2 makan untuk dinikmati.
+3 hidup untuk makan, bertuhankan perut, berlebih-lebih.
Rakus = segala dimakan, perlu dibatasi Ams 23:3.
Bertuhankan perut = cari yang disukainya dan terikat (berhala perut) Pil 3:19.
Yang sehat adalah +1 dan +2.
Jadi kita makan untuk hidup dan hidup untuk Tuhan (Pil 1:21), bukan hidup untuk makan, untuk menuruti keinginan daging saja.
D. MAKANAN SEHAT JASMANI.
You are what you eat. Kalau makanannya salah, tidak sehat akan menanggung akibatnya. Makanan yang sehat itu:
I. Hygienis (bersih). Makanan yang kotor bisa mengandung zat-zat yang merugikan, racun dan kuman-kuman penyakit. Kebersihan tangan dan mulut, alat makan dan alat-alat dapur, juga dapurnya dll, itu semua harus diusahakan. Makan dari dapur (dibuat) sendiri, biasanya lebih sehat daripada beli di luar, sebab akan dimakan sendiri, lebih-lebih kalau cukup mengerti tentang (membuat) makanan sehat. Tetapi orang berjualan biasanya hanya dibatasi untung rugi, bukan kebersihan, apalagi kalau tidak kelihatan dan mentalnya jelek. Memang ada yang betul-betul hygienis (misalnya makanan di kapal terbang), ada yang kotor apalagi hasil rumahan di negara yang terkebelakang.
II. Jumlah.
Jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit, tetapi sesuai dengan kebutuhan menurut umur dan keadaannya.
Ukuran yang tepat untuk orang sakit, kanak-kanak yang harus bertumbuh dan pekerja keras itu tidak sama, itu disesuaikan dengan keadaan masing-masing.
Biasanya kalau nikmat Ams 25:27 atau bertuhankan perut, orang cenderung makan berlebih-lebih. Kita tetap harus menguasai perut dan menyalibkan daging!
III. Gizi.
Sering berubah menurut pengetahuan yang terbaru. Dahulu 4 sehat 5 sempurna itu pedoman yang terbaik, sekarang sudah tertinggal,sebab ada patokan yang lebih teliti dan lebih baik. Susu dahulu menentukan yang “sempurna”, sekarang orang takut akan susu dan semua produk dari susu, dengan macam-macam alasan antara lain cholesterol, kanker payudara dll. Tetapi pendapat manusia (ilmu) itu biasanya terus berubah dan berkembang.
Gizi yang baik tergantung dari:
a. Mutu setiap bahan, bisa baik, cukup, jelek atau bisa dibanding-bandingkan, misalnya beras merah lebih baik dari beras putih, tetapi rasanya kalah; roti kasar (gandum) lebih baik daripada roti halus. Barang-barang yang alami, biasanya lebih baik daripada yang diolah dengan panas tinggi seperti gorengan dll atau yang diproses dengan cara-cara tehnologi tinggi atau cara-cara kimia. Dalam proses itu zat-zat yang biasa, bisa berubah menjadi racun atau menjadi zat-zat yang berbahaya misalnya akrilamida, korsvet dll sekalipun biasanya lebih enak! (Itu untuk diolah).
b. Komposisi dari bermacam-macam zat yang harus dimakan, misalnya karbohidrat (zat tepung), protein, lemak, air, vitamin, mineral, sayur, buah dll. Perlu komposisi yang lengkap dan juga jumlah masing-masing harus cukup; jangan kurang vitamin, mineral, protein dll. Biasanya kalau makanannya banyak variasinya maka komposisinya biasanya mudah dilengkapi.
IV. Nikmat.
Makan dengan nikmat itu belum dosa, asal tetap berpada, bisa menguasai perut, tidak bertuhankan perut.
Nikmat itu bisa sehat, bisa racun (seperti vetsin, lemak terlalu banyak dll).
Orang yang hanya terus mencari nikmat, bisa terus makan makanan yang tidak sehat dan merugikan kesehatannya.
V. Aman.
Ini berarti bebas:
1. Racun.
2. Penyakit.
3. Zat-zat yang menyebabkan kanker.
4. Merusak organ-organ tertentu, misalnya gigi, tulang,paru-paru (minum rokok), racun untuk hati, ginjal, syaraf dll.
Racun itu macam-macam, bisa:
1. Yang banyak beredar, misalnya formalin, borax, dalamgorengan, sea food, rhodamin, methylen yellow, pemanis (aspartam), akrilamida, sucrose, barang-barang plastik yang dipanasi dll, (tergantung penyelidiknya, juga tahunnya dll).
2. Makanan biasa bisa menjadi racun karena organ-organ tubuh sakit misalnya garam, gula, daging dll. Pada orang sehat, semua ampasnya dibuang lewat ginjal, hati, paru-paru, kulit dll, sehingga tidak jadi problem, tetapi bagi orang yang organnya sakit, ini menjadi racun.
3. Racun-racun. Jangan lupa hidup dalam doa dalam Roh dan hidup benar, juga berdoa sebelum makan. Ingat Mrk 16:16-17. Tuhan bisa memelihara dan menunjukkan. Kalau tahu sebelumnya, jangan dimakan.
VI. Pantang makan.
1. Bagi orang sakit. Ini wajar. Orang yang sakit tenggorokan jangan makan pedas, gorengan dan yang rasanya tajam menggelitik. Pada Diabetes Militus, makan karbohidrat harus dibatasi dll.
2. Orang sehat.
– Jangan makan berlebih-lebih, jangan terlalu kenyang.
– makan malam tidak terlalu banyak, sarapan pagi harus cukup.
– Makanan yang tidak sehat harus dikurangi. Misalnya kopi jangan terikat, tulang bisa keropos, hutang tidur dan cholesterol bisa naik, atau kalau perlu, pantang sama sekali. Misalnya: garam, gula, pedas, lemah jenuh, makanan yang diproses berat dll perlu dikurangi. Tetapi untuk orang sehat yang makan dengan betul (sesuai Firman Tuhan) tidak perlu pantangan, sebab kita sudah ditebus tetapi jangan bertuhankan perut, ingat 10 macam sikap makan yang baik menurut Firman Tuhan.
VII. Cara makan.
– dikunyah baik-baik.
– jangan sambil tidur kecuali sakit.
– pada jam yang tepat.
– teratur.
VIII. Naluri makan.
Binatang lebih kuat nalurinya, tetapi otaknya jauh lebih kurang dari manusia. Beberapa yang unik:
1. Naluri. Dengan nalurinya binatang-binatang bisa memilih makanan yang cocok dan sehat (ngidam). Kadang-kadang manusia yang sehat juga punya naluri (ngidam)untuk memilih makanan, buah, Sayur dll, tetapi biasanya kalah dengan keinginan makan enak.
2. Binatang-binatang. Kalau apa yang biasanya dimakan, tetapi kemudian tidak dimakan, biasanya ada sesuatu yang tidak baik, itu juga bisa jadi peringatan bagi kita. Misalnya lalat tidak suka ikan yang amis dll, (mungkin karena mengandung formalin, pestisida {disemprot} atau racun-racun lain), ini bisa menjadi petunjuk bagi kita untuk juga jangan memakannya. Anjing menolak makanan yang biasanya dilahap, coba perhatikan, mungkin ada zat-zat racun di dalamnya, mungkin lebih baik kita juga menirunya.
IX. Suplemen.
Harus dibedakan antara advertensi, pengetahuan dan pimpinan Roh atau Firman Tuhan. Apa yang dikatakan aAdvertensi, biasanya tidak semuanya bisa dipercaya sebab itu batasi, tanyakan pada yang ahli, sebab bisa merusak kesehatan dan dompet.
KESIMPULAN.
Pola makan orang yang berkenan pada Tuhan itu sesuai Firman Tuhan, tidak perlu takut, makan saja dengan iman, tetapi tetap dalam batas-batas Firman Tuhan, disucikan oleh Firman dan doa.