M3759 – 1Tes 1:1, 2Tes 1:1 Persekutuan Paulus, Silwanus dan Timotius

SURAT DAN GEREJA TESALONIKA.

Sengsara dan aniaya itu justru menguatkan Gereja yang menjadi subur dan berkembang. Sebab itu Tuhan menegur orang yang mencari Tuhan hanya karena roti Yoh 6:26. Kalau orang ke Gereja hanya karena roti, bantuan dan hal-hal yang fana, atau ke Gereja hanya mencari berkat2 saja, mereka tidak punya kekuatan. Tetapi Gereja yang bisa bertahan dalam banyak sengsara dan aniaya seperti Tesalonika ini, itu berarti lulus dalam aniaya dan mereka jadi kuat menghadapi kesukaran2 dan pencobaan yang berat2 yang akan datang. Sebab itu jangan takut menghadapi banyak aniaya dan kesukaran2, tetap lekat dengan Tuhan dan terus taat akan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus, sehingga selalu lulus, tidak sampai gagal atau jatuh dalam dosa Rom 12:21, maka rohani kita akan makin kuat dan tumbuh dengan pondasi yang kuat dalam Firman Tuhan.
I. PENDAHULUAN.
Surat Tesalonika ditulis oleh Paulus, kira2 antara tahun 49-51 (Thompson Bible).
Didirikan Paulus dalam perjalanan penginjilan II (Kis 17:1-9),  dengan banyak kesukaran dan aniaya tetapi banyak orang-orang (Yahudi dan Yunani) dimenangkan, sehingga jadilah Gereja Tesalonika ini. Tetapi justru sengsara yang mereka alami itu membuat Gereja Tesalonika jadi setia dan ber-buah2 1Tes 1:6-7. f1
Timotius diutus Paulus untuk pergi menguatkan Gereja Tesalonika dan sesudah pulang, ia memberi kabar pada Paulus, lalu Paulus menulis Surat ini dan ternyata itu adalah Firman Tuhan, juga bagi kita semua. Belajarlah setiap kali “bernubuat” lebih banyak dalam ber-kata2 yaitu mengatakan kata2 dari Allah. Ini akan jadi berkat bagi semua yang mendengar, dan ini diperintahkan Tuhan
1Kor 14:1-3
1. Kejarlah kasih dan rindukanlah karunia-karunia Roh, tetapi terlebih lagi supaya kamu bernubuat.
2. Karena orang yang berkata-kata dalam bahasa lidah, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah, karena tidak seorang pun mengerti, melainkan di dalam Roh ia mengatakan rahasia-rahasia.
3 Tetapi orang yang bernubuat itu berkata-kata kepada manusia untuk meneguhkan, menasehati dan menghibur. (KJI)
Berusahalah untuk terus penuh dan dipimpin roh, supaya dalam setiap ber-kata2 kita tidak
ber-kata2 dengan kata2 kita sendiri tetapi dengan kata2 dari Allah.
Yoh 8:26
Banyak hal yang harus Aku katakan dan hakimi mengenai kamu, tetapi Ia yang mengutus Aku adalah benar; dan Aku berkata kepada dunia ini apa yang Aku dengar dari Dia.” (KJI)
Hidup dalam kesucian, penuh dan dipimpin Roh, sehingga dalam setiap ber-kata2, kita dipimpin roh mengatakan kata2 dari Tuhan, sehingga menjadi jawaban, peneguhan dan penghiburan bagi orang-orang yang mendengar kata2 kita, menjadi berkat bagi mereka sebab diasinkan dengan garam, dipimpin oleh Roh Kudus.
Kol 4:6
Hendaknya perkataanmu selalu dengan anugerah, dibumbui dengan garam, supaya kamu tahu bagaimana seharusnya kamu menjawab setiap orang. (KJI)
Ini seperti Paulus, sebab ternyata nasehatnya itu adalah Firman Tuhan. Limpahlah dengan  berkat Allah, yaitu seminim mungkin kata2 sendiri dan kata2 dari Tuhan semaksimal mungkin.
II. POKOK UTAMA.
Pokok utama dari Surat ini adalah pengharapan akan kedatangan Kristus. Banyak nasehat untuk hidup berkenan pada Tuhan dalam kesucian supaya siap menghadapi hari kedatangan Tuhan. Sebab itu dalam Surat ini ada banyak ayat2 dan pokok2 yang dengan jelas diterangkan tentang kedatangan Tuhan, yang tidak ada dalam buku2 yang lain, misalnya tentang orang mati (1Tes 4:13-14) peristiwa pengangkatan (1Tes 4:15-17) bersedia menunggu pengangkatan (1Tes 5:1-11) dan kesempurnaan tubuh jiwa roh (1Tes 5:23).
PAULUS, SILWANUS, TIMOTIUS.
I. PERSAUDARAAN, PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.
Menurut Unger’s dll; Silwanus adalah Silas 1Pet 5:12 teman Paulus dalam perjalanan penginjilan di Asia kecil dan Yunani Kis 15:22,27,34,40; 16:19,25,29; 17:4,10. Silas adalah pemimpin diantara saudara2 dalam Kis 15:22.
Ketiga hamba Tuhan ini bersekutu dengan baik dan banyak bekerjasama. Ber-ulang2 sesudah waktu yang panjang; mereka masih tetap bekerjasama dengan manis(2Kor 1:19, 1Tes 1:1; 2Tes 1:1).
Ada banyak ayat2 tentang bersaudara dalam Kristus, juga persekutuan, sebab kita bersekutu dalam Roh, dalam Kristus, dalam tubuh Kristus. Yoh 17:23, Kis 2:42, 1Kor 1:9; 10:16, 2Kor 13:13, Gal 2:9, Pil 1:5; 2:1, 1Yoh 1:3,6.
Ayat2 tentang bersaudara dalam Tuhan, banyak sekali, dan hanya beberapa tentang kawin atau persahabatan.
II. JANGAN MELAYANI SENDIRIAN.
Dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, jangan bekerja melayani sendirian tetapi paling sedikit dua orang Luk 10:1. Disini tiga orang. Makin banyak orang bisa bekerjasama dengan sehati, sejiwa, sepikir dalam kesucian dan kasih Kristus, itu lebih menguntungkan Mrk 3:25, 1Kor 1:10, Pil 2:1-3. Persekutuan atau kerjasama dengan banyak orang itu lebih sulit, sebab banyak gesekan dan masing2 mempunyai kehendak dan pikiran sendiri dan untuk menyatukan semuanya ini seringkali sangat sulit. Tetapi kalau semua mengerti Firman Tuhan dan mau mendasarkan seluruh hidup, ibadah dan pelayanannya pada Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus, untuk hormat dan kemuliaan Allah, maka orang banyak ini bisa bersatu meskipun ada banyak perbedaan2 pendapat pribadi dan banyak pergesekan satu sama lain. Kalau bisa bersatu di dalam Kristus, hasilnya akan sangat besar Im 26:8.
Sebab itu mencicillah untuk bisa bersekutu dan bekerjasama dengan lebih banyak orang, lebih2 dalam Gereja sendiri, sebab kita bisa mengenal lebih dekat, lebih dalam dan berusaha bisa bersekutu dengan betul sesuai Firman Tuhan.
Keuntungan bersekutu ber-sama2 dengan betul adalah:
Pkh 4:12. Dua orang lebih sulit dikalahkan daripada satu orang, lebih2 di dalam  Kristus (tali yang ketiga) akan menjadi kuat sekali. Ini bukan saja untuk suami istri tetapi juga untuk orang-orang beriman yang bisa bersekutu ber-sama2, apalagi dalam pelayanan.
Pkh 4:11. Saling memberi gairah, semangat dari api Roh Kudus. Rom 12:11.
Pkh 4:10. Kalau seorang jatuh, ada yang menolong untuk mengangkatnya kembali. Kalau sendirian, jatuh, tidak ada yang menolongnya, bisa2 diseret iblis sampai dosa-dosa yang lebih dahsyattidak ada orang yang tahu (seharusnya gembalanyamencari orang itu dan menolongnya).
Pkh 4:9. Bisa bersukacita bersama untuk hasil2 yang dicapai di dalam Tuhan.
III. HUBUNGAN ANTARA ORANG-ORANG BERIMAN.
Kita adalah:
1. Anak-anak Bapa Surgawi Yoh 1:12.
Bapa kita sama, sebab itu kita bersaudara di dalam Kristus. Mat 12:50, Mrk 3:35, 1Pet 2:17. Kristus mula2 adalah Putra tunggal, lalu Ia mati menebus dosa kita dan sesudah bangkit Yoh 12:24 menjadi Putra sulung dan orang-orang yang percaya, yang ditebusNya, menjadi putra2 Allah juga Yoh 1:12 yaitusaudara2Nya Rom 8:29. Sebab itu sebagai orang-orang yang bersaudara sudah sepatutnya kita bisa bersekutu dan bekerjasama di dalam Tuhan, dan memelihara persaudaraan dengan manis, sebab Bapa kita adalah sama, satu dan tidak pernah berubah.
2. Anggota tubuh Kristus, satu beranggotakan yang lain dan Kristus menjadi kepala tubuh Kristus.
Rom 12:5
demikian juga kita yang banyak ini adalah satu tubuh dalam Kristus, dan masing-masing adalah anggota seorang dari yang lainnya. (KJI) (1Kor 12:27, Ef 4:25).
Patutlah kita mempunyai dan memelihara hubungan yang selalu baik dengan Tuhan (kepala dari semuanya) Ef 4:16 dan dengan sesama anggota. Kita saling membutuhkan satu sama lain seperti mata dengan telinga dengan tangan dst (kita tidak bisa hidup sendirian), bahkan dengan anggota yang paling lemahpun, kita saling membutuhkan dan saling mengisi 1Kor 12:20-27 supaya jangan ada perceraian di dalam tubuh Kristus, apalagi dalam satu Gereja, satu sel, kita perlu memelihara persekutuan kita dan membinanya dalam perjalanan kita ke Surga,untuk beribadah dan melayani ber-sama2. Juga kita harus berdiri di atas ajaran yang sama sehingga bisa sehati, sejiwa dan sepikir sehingga persekutuan kita kokoh. Mrk 3:25, 1Kor 1:10.
3. Pasukan rohani melawan iblis di bawah satu komando pemimpin, yang adalah gembalanya, untuk mengalahkan iblis. Tuhan adalah pemimpin tertinggi. 1Pet 5:4. Pelayanan kita itu peperangan dengan iblis, bukan dengan manusia Ef 6:12, sebab itu harus kompak bersatu, dan disiplin, tidak bertentangan atau tercerai berai sehingga terus berkemenangan iblis danbisa memenangkan jiwa2 bagi Tuhan.
4. Warga negara Surga Pil 3:20, sama2 orang tebusan Allah 1Kor 6:18-19, sama2 kekasih Allah Ef 5:1, Kol 3:12, kita perlu bersekutu dengan baik Jangan menyendiri itu tidak baik, tetapi bersekutu dan bersatu sehingga boleh saling memperhatikan, tolong menolong dan bekerjasama dan maju dan menang ber-sama2.
IV. SIKAP ORANG BERIMAN.
1. Memelihara persekutuan  (persaudaraan) jangan sampai putus. Kadang2 ada orang berkata, bahwa mereka tidak lagi bersatu, tidak lagi ada hubungan satu sama lain, sesudah orangtuanya mati, tetapi Bapa kita di Surga tidak pernah mati, bahkan satu kali kita akan duduk bersama di Surga. Sebab itu jagalah dan pelihara persaudaraan kita di dalam Kristus (baik tua muda, pintar bodoh, kaya miskin, atau dariberbagai suku bangsa dan dari ber-bagai2 latar belakang). Orang yang tidak bisa duduk bersama di dunia, tidak akan bisa duduk bersama di Surga, lebih2 yang tidak mau memelihara persatuan dalam Tuhan. Bahkan kita harus belajar duduk bersama dengan manis dengan penuh pengampunan (70x7x Mat 18:22), dengan kesucian dan pengurapan Roh Kudus seperti Maz 133:1-3.
2. Tetap perlu disiplin, jangan hanya bersekutu tanpa kesucian; jangan berdosa satu sama lain dan kepada Tuhan.
Setiap perbuatan dosa dari siapapun (dari pemimpin atau anggota) akan menimbulkan kekacauan dan perpecahan, sebab dimana ada dosa, disitu ada setan dan ia selalu memecahbelah. Sebab itu meskipun ada banyak pengampunan diantara umat Tuhan, tetapi tetap perlu ketertiban bahkan dengan tegas.
Di Surga ada disiplin yang sangat ketat Yes 26:10. Kalau ada malaikat yang berdosa langsung dibuang, tiada ampun baginya sebab ia mendapat banyak dan dituntut banyak Luk 12:48. Malaikat sesudah diciptakan langsung masuk dantinggal di Surga dan menikmatinya, bukan di Neraka; Mereka sudah melihat Allah, Surga Neraka, mengerti baik2 perbedaan Surga Neraka dan mengerti semuanya, sebab itu kalau masih berdosa, langsung dihukum 2Pet 2:4.
Di dunia, dalam Gereja ada pengampunan tetapi tetap ada pendisiplinan supaya Gereja tetap dalam kesucian. Persekutuan orang beriman itu lain dari perkumpulan dunia yaitu persekutuan dalam kesucian, tidak boleh ada dosa. Kalau toh ada dosa, harus dibuang dan dibersihkan, orang yang berdosa harus bertobat dan yang lain menolongnya. (Misalnya bersekutu dengan manis tetapi sama2 benci pada musuhnya, atau sama2 berzina, sama2 tamak, dan menipu. Persekutuan dalam dunia itu di dalam dosa sehingga Tuhan selalu beserta dan iblis tidak bisa masuk dan merusak. Disiplin itu dengan nasehat, teguran, tindakan kecil dan besar tetapi tetap sesuai Firman Tuhan yaitu dalam kesucian Gal 6:1, dengan tulus dan dengan kasih merebutnya Yud 23; bukan dengan benci, sombong, iri atau dosa lainnya.
3. Belajar mengenal lebih dan bersekutu dengan lebih banyak saudara (dicicil supaya bisa bersekutu dengan lebih banyak saudara2 di dalam Tuhan)baik dalam kelompok sel sendiri dan kelompok2 lain terutama dalam Gereja sendiri (juga antar Gereja, dalam sekolah, pekerjaan). Kita harus bisa bersekutu dengan saudara2 dari Gereja sendiri.
Kalau kita berada di tengah saudara2 seiman dalam Gereja, itu bukan kebetulan, Tuhan yang sudah menempatkan kita di tengah2nya 1Kor 12:18. Kita harus belajar bersekutu dengan betul. Kalau setiap minggu kita beribadah ber-sama2 bahkan beberapa kali setiap minggu melayani ber-sama2, tetapi tidak kenal, tidak peduli satu sama lain, tidak mau bersekutu itu salah! Belajar bersekutu dengan manis dengan tulus (dalam kesucian) dan dengan kasih Kristus dalam pimpinan Roh Kudus. Orang yang tidak bisa bersekutu, selalu prasangka atau berkelahir terus, itu berarti bahwa hubungannya dengan Tuhan juga tidak beres! 1Yoh 4:20.
Belajar bersekutu dengan saling memperhatikan, tolong menolong sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan lupa juga harus punya pendirian yang teguh dalam Firman Tuhan dan pimpinan Roh. Juga cerdik seperti ular, tulus seperti merpati Mat 10:16 dan limpah dengan kasih Kristus. Kita belajar bersekutu dengan semua orang dalam Gereja kita, tetapi tetap harus punya pendirian. Kita harus bisa menggarami (jadi berkat) tetapi jangan sampai diracuni. Jangan sampai terpengaruh oleh cara hidup dan ajaran2 yang lain dan yang sesat.Jangan sampai dirugikan secara jasmani (kena tipu, bujuk dll) dan secara rohani, jangan dipengaruhi fitnah, godaan, ajakan2 berdosa atauajaran dan pikiran yang salah. Jangan mau dihutangi Rom 13:18, tetapi bantulah dengan tulus, iklas semampunya. Seringkali orang berhutang menyebabkan perpecahan dalam Gereja. Kalau mau hutang itu mudah berjanji apa saja, sampai hal-hal yang tidak mungkin, tetapi waktu datang saat melunasi jadi jahat dan kasar, semua tabiat lama bisa muncul kembali sehingga jadi perpecahan yang pahit. Sebab itu jangan sampai berhutang, tetapi saling mengasihi dengan tulus dan cerdik.Jangan bersekutu dengan yang jahat, jangan diam, tetapi salahkan dia Ef 5:11. Percaya, setia dan taat pada pemimpin (gembala) sendiri Ibr 13:17, jangan ikut orang lain Yoh 10:4-5.
 
V. HAL-HAL YANG MEMECAH PERSAUDARAAN TUBUH KRISTUS.
1. Dosa. Segala macam dosa akan memecahkan persaudaraan di dalam Kristus, sebab kita bersekutu dalam kasih Kristus dan dalam terang, yaitu kesucian. Baik dosa dari anggota atau pemimpin, semua bisa memecahkan persaudaraan dan persekutuan tubuh Kristus. Dosa sombong, iri, tamak, dusta, pura2, fitnah dll, semua memecahkan persaudaraan di dalam Kristus. Sebab itu hiduplah dalam kesucian.
Masih ada saudara palsu dalam Gereja zaman sekarang Gal 2:4, 2Kor 11:26. (Dalam Minggu ke-70 Daniel, mereka dihukum keras 2Kor 10:6). Orang yang tidak bertobat, terus berdosa itu  perlu diperhatikan khusus, supaya bisa dilepaskan dari dosa-dosanya. Sebab itu selain mengampuni, kita juga harus punya pengertian, pendirian dan pimpinan Roh Kudus dan dengan kasih Kristus mendisiplinkan saudara2 yang berdosa atau keras hati inisupaya bertobat. Kadang2 mereka tetap keras hati, tidak mau bertobat dan kemduian pergi meninggalkan kita, apa boleh buat. Kis 19:9. Doakan saja. Kadang2 mereka yang kemudian karena bertobat, sadar dan ingat bahwa kita hidup dan bersekutu dengan benar sesuai Firman Tuhan, mereka kembali bersekutu dengan kita. Kita bisa menerimanya sebab tidak benci atau dendam, tetapi tetap mengampuni, meskipun tetapi disiplin dan hidup benar di hadapan Tuhan.
2. Tiada ampun. Sekalipun saudara yang benar dan baik, ada kalanya mereka berdosa,  dan perlu pengampunan. (Misalnya Daudpun bisa berdosa). Limpah pengampunan tetapi tetap ada disiplin supaya  tetap benar. Perlu pengertian Firman Tuhan yang bertumbuh dalam pimpinan Roh Kudus, supaya kita bisa menggarami (memberkati) mereka tetapi tidak sampai diracuni.
3. Tidak tumbuh. Keras hati dalam dosa dan terikat, kanak-anak rohani dan duniawi, tetap dalam tabiat lama dll sehingga tidak tumbuh. Orang seperti ini seringkali tidak bisa bersekutu dengan kelompok lain, hanya dengan kelompoknya sendiri yang sama2 kanak-anak; ini perlu digembalakan baik2 supaya dilepaskan dari segala dosanya dan tumbuh dalam kesucian dan tabiatnya berubah jadi tabiat baru dengan kasih Kristus. Kita tidak membuang orang berdosa, tetapi melayaninya dengan hikmat dan kuasa Allah supaya bertobat, kecuali mereka terus keras hati dalam dosa atau pengajaran yang salah Kis 19:9 sehingga terpaksa terjadi pemisahan, biasanya ini menyakitkan hati, lebih2 kalau sudah ada hubungan yang erat.
VI. HAL-HAL YANG MEMPERERAT PERSATUAN TUBUH KRISTUS.
1. Terikat pada Kristus. Ef 4:15-16. Kristus adalah kepala tubuh Kristus dan se-gala2nya, Kristus itu Allah! Semua terikat kepadaNya dan karena itu kita jugaterikat dan setia bersekutu dengan saudara2 kita, lebih2 yang dalam keluarga, sel dan Gerejanya sendiri. Orang yang mau terikat dengan Kristus, itu juga mengasihi saudara2nya 1Yoh 4:20. Orang yang membenci saudaranya itu juga putus hubungan dengan Tuhan, juga putus dari Surga! Tidak bisa bersekutu dengan saudara2 seiman lalu menyendiri, apalagi bermusuhan, itu berarti hubungannya dengan Tuhan tidak betul atau putus! Sebab itu orang yang mengasihi Kristus dan satu kali duduk di Surga dengan Kristus, itu juga bisa duduk dengan manis dengan saudara2 seiman, istimewa yang di dalam keluarga, kelompok sel dan Gereja yang sama! Kalau terus menyendiri, tidak bisa kumpul dan bersekutu dengan saudara2 yang lain, itu berarti hidupnya tidak betul, perlu ditolong oleh gembala2nya.
2. Kasih itu mengampuni dosa. 1Pet 4:8, dan kasih Kristus tidak akan membiarkan saudaranya hidup dalam dosa, ia akan menolong dengan cara halus atau keras Yak 4:17(merebut dari api, Jud 23. Kalau terpaksa, Paulus menyerahkan orang-orang yang tidak bisa dinasehati lagi pada iblis supaya bertobat sehingga bisa selamat 1Kor 5:5). Kita limpah dengan pengampunan Mat 18:22 tetapi juga dengan pendisiplinan.
3. Penuh dan dipimpin Roh, seringkali kesabaran dankemampuan kita terbatas, tetapi kalau kita penuh dan dipimpin Roh, kita masih bisa lebih sabar,mengampuni lagi dan bertindak dengan hikmat, dengan pimpinan Roh Kudus supaya bisa tetap jadi berkat (menggarami) tetapi tidak diracuni. Banyaklah berdoa dalam Roh dan hidup benar.
4. Hidup dalam terang. Kita harus tetap hidup benar. Jangan ada dosa dalam hati (tidak senang, tidak suka, benci, jengkel, sakit hati, iri, tamak, pikiran zina dll). Juga jangan mulut ini bersalah, sebab mudah bicara yang salah, menghina, meng-olok2, sombong dll. Jadi kadang2 kita sendiri yang bersalah, perlu mengakui salah, minta ampun dan bereskan. Kalau ada dosa yang dibiarkan atau tersembunyi, maka persatuan dalam Kristus akan terganjal bahkan bisa pecah.
5. Setia dalam persaudaraan. Bukan berarti seperti setia kawan orang dunia, ikut serta bahkan membenarkan kesalahannya. Samuel mencintai Saul dan setia sampai akhir, tetapi tetap tertib, ia tidak setuju dengan dosa-dosa Saul yang tidak mau dibuang, Saul tidak mau bertobat. Sebab itu Samuel tidak mau menemui Saul lagi sekalipun rindu dan cinta 1Sam 15:35.
VII. FAEDAH MEMELIHARA PERSAUDARAAN DALAM KRISTUS.
1. Tetap selamat. Orang yang tidak mau memelihara persaudaraan dalam Kristus, biasanya ada dosa misalnya tidak suka, jengkel, iri, benci dll dan kalau tidak mau bertobat, hilang keselamatannya 1Yoh 3:15, Wah 22;15. Kecuali kita yang dimusuhi, dibenci dan ditinggalkan, dan kita tidak jatuh dalam dosa Rom 12:21,maka orang-orang itu sendiri yang terhilang. Tetapi orang yang tidak mau dan tidak bisa duduk bersama dengan tulus dalam kesucian dan kasih di dunia (= mengampuni)juga tidak akan duduk di Surga, tetapi ter-banting2 di Neraka.
2. Saling membersihkan. Mat 7;1-5, Yak 4:17. Kalau ada kasih, pengertian, kerendahan hati dan pimpinan Roh Kudus, maka saling membersihkan tidak sulit, bahkan dibersihkan dengan kasarpun masih tahan seperti Daud “dibersihkan” oleh Yoab 2Sam 19:1-8, Petrus oleh Paulus Gal 2:14. Bagaimanapun juga kalau kita bersih, Tuhan beserta, hidup akan menjadi indah dan berkemenangan! Jangan lupa terus mencicil persekutuan dengan lebih banyak. Orang dalam keluarga, sel, Gereja kita sendiri lalu dengan Gereja lain dan tubuh Kristus global.
3. Tuhan beserta kalau bisa bersehati dengan betul. Mat 18:19-20. Kalau Tuhan beserta, doanya dijawab, hasilnya indah bahkan kekuatannya menjadi ber-lipat2 kali ganda Im 26:8 sampai 100 atau 1000 kali. Kekuatan yang besar ini sangat diperlukan untuk tumbuh dan maju, lebih2 di akhir zaman yang makin jahat dan penuh tantangan. Latihlah dan biasakan dalam bersekutu, bisa berdoa ber-sama2 dengan sehati menghadapi segala perkara.
Usahakan untuk mencicil membangun persekutuan persaudaraan dalam Kristus dengan sehati, sejiwa, sepikir dalam Kristus, lebih2 dalam Gereja sendiri. Ini harus diutamakan, sebab itu bersekutu dari dekat, setiap minggu bertemu, ibadah dan pelayanan bersama; Sebab itu kita bisa melihat kekurangan satu sama lain dan bisa saling menasehati dan menguatkan, berarti banyak pengampunan dan penyangkalan diri. Sebab itu perlu banyak berdoaminta hikmat dan kuasa Roh Kudus, maka kita bisa tumbuh dan ber-buah2 lebih banyak.  Kumpul orang banyak lebih sulit, sebab itu berarti lebih banyak kehendak sendiri2 danlebih banyak “gesekan”, tetapi kalau bisa bersekutu dalam kesucian, dalam terang dan kasih Kristus, rohani akan tumbuh lebih baik. Juga tabiat akan mengalami banyak pengolahan.
4. Bisa bersekutu dan bekerjasama.
Maka dalam ibadah dan pelayanan bisa  sama2 maju, tumbuh dan ber-buah2. Ini perlu untuk ber-sama2 bisa “melompat tembok akhir zaman” yang makin tinggi Maz 18:30, Wah 22:11. 5. Dan lain2.
KESIMPULAN.
Kalau kita tidak bisa bersekutu dengan saudara2 dalam Tuhan (bisa mengatasi semua gesekan dengan baik dan menang Rom 12:21) dalam keluarga, rumah, dalam sel dan dalam Gereja sendiri, jangan harap bisa bersekutu dengan orang lain dalam Gereja lain lalu pindah Gereja (kecuali Gerejanya sesat). Tuhan tidak membiarkan kita dicobai lebih dari kekuatan kita. Kalau di Gereja ini tidak bisa bersekutu dan jatuh dalam dosa, maka di Gereja itu juga tidak bisa bersekutu!
Orang yang selalu sendirian sebab tidak bisa dan tidak mau berusahamemelihara persekutuan akan susah tumbuh! Putra manusia Yesus yang heran masih membutuhkan Petrus, Yohanes, Yakobus dan murid2 lain yang penuh kekurangan, apalagi kita. Justru dengan bersekutu dengan betul 1Yoh 1:7 kita diolah danakan tumbuh bersama dan ber-buah2.
Untuk bisa bersekutu kita harus mau memeriksa diri dengan rendah hati, mau mengampuni, jujur, mau berubah kalau ada salah dan mengambil langkah2 untuk bersekutu dengan saudara2 di sebelah kita dalam pimpinan Roh Kudus. Bisa bersekutu dengan setia di dalam Kristus dan beribadah, melayani ber-sama2, ini salah satu kunci dari hidup yang sukacita, puas, keberkatan istimewa dalam hari-hari yang susah dan jahat yang makin gelap yang akan datang.
Hidup dalam dosa sehingga tidak bisa bersekutu itu memecah persaudaraan dalam Kristus, iblis masuk dan bekerja sehingga hidup jadi pahit dan gelap.
Bisa bersekutu dalam terang, Tuhan hadir dan suasana Surga turun.
 
Nyanyian: Maz 133:1.
O betapa indahnya, dan betapa eloknya.
Bila saudara seiman, hidup berkumpul bersama.