M3736 – Titus 3:5 Pembaruan Oleh Roh Kudus

TITUS 3:5. PEMBARUAN OLEH ROH KUDUS.
I. GARIS BESAR PERJALANAN HIDUP ORANG BERIMAN.
Orang yang percaya, lahir baru dengan betul, maka ia akan mengalami :
1. Jadi orang baru. 2Kor 5:17, Kol 1:13.
2. Mati lepas dari dosa Rom 6:1-2, bebas dari semua ikatan dosa dengan pertolongan Tuhan.
“Pabrik dosa” yaitu tubuh daging ini terus dimatikan sehingga tidak lagi memproduksi dosa Rom 6:6.
3. Tabiat lama diganti baru, seperti Kristus, makin lama makin penuh.
4. Terus lekat pada Pokok anggur yang benar yaitu Tuhan Yesus Yoh 15:5 dan terpelihara rohaninya dengan 7 KPR, sehingga bisa taat berjalan dalam Roh Rom 8:14, termasuk juga:
4.1. Pikul salib dalam kesucian di jalan sempit.
4.2. Berdoa dalam Roh dan kebenaran,
4.3. Persekutuan tubuh Kristus,
4.4. Pelayanan dalam Roh.
4.5. Tumbuh dengan Firman Tuhan.
4.6. Ibadah dengan tekun, semua
4.7. Dalam pimpinan Roh sesuai Firman Tuhan.
5. Diisi dengan kasih, percaya dan harap. 1Kor 13:13.
6. Terus tumbuh dan berbuah.
7. Mengalami rencana Allah yang mulia dalam dirinya, bersama keluarga dan Gereja sehingga ikut serta dalam rencana Allah global.
Tujuan terakhir menjadi sempurna seperti Kristus atau tumbuh setinggi-tingginya.
Ini skema hidup orang beriman dari Pintu Gerbang sampai Tabut, sampai masuk dalam hidup kekal dengan kemuliaan ilahi yang setinggi-tingginya.
II. RENCANA ALLAH.
Allah punya rencana yang indah untuk setiap orang yang lahir baru dan Allah tidak membedakan orang Rom 2:4. Dia membuat rencana yang indah untuk semua orang 1Kor 12:6, Ef 2:10. Kalau bisa semua putra2 Allah diolah jadi seperti Kristus. Ef 4:13, Yer 29:11. Ini kerinduan Tuhan. Ini dari pihak Allah. Tetapi ini sepenuhnya tergantung dari kita, sebab dari pihak Allah semua beres dan Allah adil, Ia akan menolong semua orang yang mau sampaisempurna seperti Kristus. Inilah golongan mempelai Kristus yang digambarkan seperti Yerusalem Baru. Wah 21:29 (tetapi masih ada banyak orang dalam tingkatan-tingkatan di bawahnya). Ini tergantung dari kita sepenuhnya, kalau kita mau, sungguh-sungguh mau, Roh Kudus sanggup mendidik, mengubahkan, menolong kita sampai jadi seperti Kristus. Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa, Dia sanggup, tidak ada yang mustahil bagiNya, asal kita betul-betul mau, termasuk mau menyangkal diri dan taat penuh, kalau bisa seperti robot taat penuh pada pimpinan Roh Kudus dan pimpinan Roh Kudus itu selalu sesuai dengan Firman Tuhan.
Untuk ini kita harus mau hidup suci atau disucikan sehingga semua sanga diceraikan, maka timbullah bejana2 yang indah-indah Ams 25:4 yaitu menjadi sesuai dengan rencana Allah yang indah-indah. 2Tim 2:20-21.
Kalau dosa dibersihkan, daging dimatikan (pabrik dosa tutup) dan mau terus dipimpin Roh seperti robot yang taat penuh dan hatinya cinta Tuhan seperti kekasih Rom 8:35, maka ada harapan bahwaia bisa diolah terus sampai sempurna.
Tetapi kalau sanga dibiarkan, ber-sungut2 dan melawan Firman Tuhan dan Roh Kudus terus menerus, maka ia tidak jadi apa2, terus jatuh bangun dalam dosa, bisa-bisa keselamatannya hilang sebab dosa itu menguasainya dan tumbuh terus makin meningkat bisa sampai sempurna dan rohaninya rusak. Sebab itu sangat penting untuk terus memelihara kondisi rohani tetap suci, menjadi kekasih Kristus (penuh cinta) dan terus taat melakukan semua kehendak Tuhan  seperti robot!
Kalau toh tidak sampai puncak, di bawahnya, itu jugasudah sangat mulia, tetapi Tuhan berharap semua mau diolah sampai puncak. Tingkatan yang paling rendah, asal masih selamat seperti orang lolos dari api 1Kor 3:15, ini tingkatan yang kritis, sebagian mati dalam dosa, mudah hilang keselamatannya. Makin tinggi tingkatnya, makin stabil keselamatannya.
Jadi semua tergantung dari kita, ingat Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa, sanggup mengolah dan mau, asal kita mau terus mematikan daging, dan taat dipimpin Roh melakukan kehendakNya, tidak melawan atau memberontak. Kalau kita mengalami rencana Allah itu amat indah, seperti:
1. Yusuf. Ia mengalami banyak pengolahan yang sakit, banyak penderitaan, tetapi sebab mau, ia akhirnya jadi begitu mulia di hadapan Allah dan manusia, mungkin ia jadi sempurna dan ikut bangkit waktu Putra manusia Yesus mati.
2. Daud juga mengalami banyak pengolahan tetapi ia pernah jatuh dua kali, cukup dalam yaitu waktu berzina dengan Betsyeba dan menghitung umat Tuhan (ini dilarang dalam Wasiat Lama). Setiap dosa itu merusakkan banyak perkara yang baik Pkh 9:18 sehingga rencana Allah merosot dalam hidupnya, bukan lagi kelas I tetapi kelas II, III dst tergantung dari dosa dan pertobatannya. Daud sungguh-sungguh bertobat, penuh Roh Kudus sehingga ia masih bisa mengalami banyak pemulihan. 3. Ayub juga taat sangat indah sampai ia bolehmengalami ujian tingkat tinggi, yaitu bangkrut total, 10 anak (semua) mati, tubuhnya sakit berat, istrinya mau meninggalkannya dan teman2nya menyalahkannya dst. Mungkin juga Ayub mencapai kesempurnaan.
4. Paulus mengenal seorang yang naik sampai Surga tingkat III. Beberapa orang memperkirakan mungkin itu ia sendiri 2Kor 12:2. Sebab penyerahannya habis2an sampai mati syahid dan ia hidup penuh untuk Tuhan sehingga dunia sudah mati baginya dan dia mati bagi dunia Gal 6:14, 1Kor 9:27.
III. PENGOLAHAN.
Pengolahan ini tidak terjadi satu kali lompat atau dalam 1 hari atau 1 tahun, tetapi perlu waktu! Ingat :
1. Putra manusia Yesus sendiri (ini contoh yang ideal) perlu waktu pengolahan 30 tahun baru boleh mulai keluar pelayanan penuh, padahal waktu berumur 12 tahun sudah luar biasa. Dalam seminar mendadak, murid2Nya adalah Imam2 dan orang-orang Parisi, ahli2 Taurat dan Ia dapat melayaninya, menjawabnya selama 3 hari, ini suatu prestasi yang sangat luar biasa. Tetapi Ia belum diizinkan keluar dalam pelayanan sebagai pemimpin (sebelumnya tentu sudah melayani seperti waktu berumur 12 tahun, tetapi bukan sebagai pemimpin). Ia akhirnya sempurna hanya dalam umur + 33,5 tahun.
2. Yusuf berumur 30 tahun baru lepas dari “sekolahnya” dan naik di istana. Semua waktu danriwayatnya diatur Tuhan Pkh 3:1,11. Padahal waktu masih remaja/ kanak-anak sudah sangat indah sampai diberi baju warna2 oleh bapaknya dan diberi mimpi oleh Tuhan. Jangan ambisi untuk jadi pemimpin dan masyur (ini adalah keinginan yang salah, kejatuhan), apalagi sebelum 30 tahun. Kalau sudah sampai waktunya, Tuhan sanggup mengangkat kita dan siapa bisa meng-halang2i? Yang penting bukan cari kepujian (Rom 2:29), tetapi kerja dengan tekun menurut pimpinan Roh Kudus.
3. Daud, Yohanes Pembaptis dll juga pada usia 30 tahun baru jadi pemimpin dan dipakai Tuhan dengan indah. Musa sesudah 80 tahun. Yang penting jangan ingin jadi besar Rom 12:16, Yer 45:5 itu sudah jatuh, sebab itu ingin mengambil kepujian Tuhan Yes 42:8, Kita bukan apa2, Tuhan yang patut dipuji Luk 17:10,kita hanya bejana tanah liat; yang mulia, yang berharga dan berhak atas segala kepujian itu hanyalah Allah yang ada di dalam kita 2Kor 4:7, 1Yoh 4:4.
IV. PEMBARUAN TERUS MENERUS. Tit 3:5.
Ini lain dari jatuh bangun dalam dosa, jatuh lalu diperbarui lagi, bukan! Bukan berdosa minta ampun lalu bertobat lalu disucikan lagi. Kemudian jatuh lagi, bertobat lagi, bangun lagi, bukan begini. Kalau jatuh bangunterlalu sering, terus menerus, itu seperti Kristen babi dan anjing 2Pet 2:22.
Beberapa orang menafsirkan jatuh dan tergeletak itu jatuh dalam dosa. Maz 37:23-24. Sebetulnya ini bukan jatuh dalam dosa tetapi gagal dan tergeletak seperti :
1. Yusuf seperti orang gagal dan tergeletak ber-kali2, begitu menyedihkan sampai kurang lebih 13 tahun (17 tahun sampai 30 tahun). Kemudian Tuhan mengangkatnya.
2. Ayub tergeletak sangat mengerikan sampai teman2nya menuduhnya berdosa, tetapi sebetulnya ia tidak berdosa, tetapi hidupnya seperti gagal sampai ia tergeletak dan kemudian Tuhan mengangkatnya kembali.
7 Kali jatuh berarti sempurna gagal Ams 24:16, bukan sempurna dalam kejatuhan seperti Saul, bisa tidak bangun lagi.
Rencana Allah ini bukan untuk orang yang jatuh dalam dosa, sebab:
a. Ini untuk orang yang berkenan pada Tuhan. Maz 37:23, bukan orang yang berdosa atau Kristen babi dan anjing.
b. Rencana Allah adalah suatu hidup yang suci, bukan hidup dalam dosa!
3. Daud jatuh tergeletak waktu dirampas tahtanya, dirusakkan istrinya oleh Absalom dan dikejar mau dibunuh dengan kekuatan yang besar (juga waktu hendak dibunuh oleh Saul), tetapi Tuhan membangunkannya kembali.
4. Abraham seperti tergeletak (tidak bisa apa2 sama sekali) waktu istrinya diambil raja Mesir. Tetapi meskipun tergeletak, Tuhan membangunkannya kembali.
5. Petrus dalam penjara hampir mati, bangun kembali.
6. Paulus ber-kali2 hampir mati, ia tergeletak tetapi dibangunkan kembali.
Kalau bukan karena dosa, jangan kuatir, sebab ini pengolahan yang kadang2 dahsyat, sampai jatuh tergeletak, jangan takut, Tuhan yang akan mengangkatnya kembali, bahkan lebih dari semula.
Kalau jatuh dalam dosa, maka timbul kerusakan2 Pkh 9:18 dan rencana Allah jadi merosot, rusak sehingga meskipun bertobat kembali, rencana Allah bisa rusak, semua yang indah-indah bisa lenyap seperti Salomo (hampir binasa) atau Simson dll.
Jadi jatuh dalam dosa itu bukan rencana Allah, tetapi kalau jatuh tergeletak bukan karena dosa itu bisa rencana Allah dan ia akan bangkit lebih indah dan lebih tinggi. Dengan kata lain; jatuh tergeletak dalam Ruangan Suci (pengolahan) bukan karena jatuh tergeletak dalam dosa (di Halaman atau Luar Halaman).
Kalau seorang jatuh dalam dosa, Tuhan tetap ingin ia bertobat kembali, sebab Tuhan tidak ingin jiwanya binasa, misalnya anak terhilang (2Pet 3:9), tetapi jatuh dalam dosa bukan rencana dan kehendak Allah. Dan Dia menyediakan fasilitas cukup untuk bisa hidup suci tanpa jatuh dalam dosa selama kita tinggal di dalam Dia. (Anak terhilang dipulihkan, tetapi mulai dari awal, nol kembali, hak2nya sudah hilang).
V. PEMBARUAN ITU ADALAH PENINGKATAN.
1. Apa yang betul tetapi masih kurang, ditambahkan misalnya kesabaran, penyerahan, kesetiaan, sejahtera, sukacita, ketekunan, doa, dll.
2. Tabiat yang baru. Segala segi hidup kita, istimewa tabiat, dicocokkan dengan Firman Tuhan. Ayam sekalipun diajar terus, susah untuk terbang dan gagal terus, tetapi anak burung kalau diajari terbang, makin lama makin mahir lalu bisa terbang dengan baik. Kita sudah lahir baru, tabiat baru sudah ada waktu lahir baru, latih terus pasti bisa hidup dalam tabiat baru, sehingga makin lama makin seperti Kristus.
3. Belajar hal-hal baru dari Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus dan dari kasus-kasus yang baru yang dihadapi,kadang2 aneh (sebab belum pernah mengalami) atau kasus seperti yang lama tetapi lebih dahsyat. Jangan berkecil hati atau putus asa, hadapi baik-baik yaitu jangan bereaksi dosa dan minta pimpinan Roh Kudus dan taat. Bagi Tuhan tidak ada hal-hal yang mustahil dan pada akhir zaman makin lama makin banyak hal-hal baru yang dahsyat, jangan takut Allah sudah tahu lebih dahulu dan dengan Tuhan kita pasti bisa menang dan itu diperlukan supaya kita terus meningkat! Jangan lupa ini harus disertai dengan pembukaan2 baru dari Firman Tuhan bagi masing2 orang yang ingin terus diperbarui (ditingkatkan), (baik pembukaan baru relatif dan absolut) juga makin mahir berjalan dalam Roh (termasuk berdoa dalam Roh dan kebenaran), pikul salib, bersekutu, bersaksi, pelayanan dst sebab tanpa ini, sulit untuk bisa menghadapi hal-hal baru dan ujian-ujian yang lebih tinggi.
Tuhan akan mengajarkan orang yang mau tumbuh dalam kesucian hal-hal yang baru; lebih baik kita belajar dari Firman Tuhan dan pimpinan Roh, kadang2 kita harus langsung menghadapi hal-hal atau kasus-kasus baru yang sulit, tetapi Roh Kudus akan mengingatkan kita ayat2 Firman Tuhan dengan pengertian baru yang sesuai problem yang kita hadapi Yoh 14:26. Kalau kita mengerti kebenaran-kebenaran Firman Tuhan yang diberikan Roh Kudus dan mau taat, maka dalam pencobaan2 atau ujian-ujian baru ini kita akan menang dan meningkat. Hampir selalu ada pencobaan2 baru dan serangan2 baru dari iblis, apalagi di akhir zaman. Tetapi Roh Kudus sudah tahu semuanya dan itutidak akan lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13 dan Ia tahu jalan lepasnya, asal kita taat, pasti menang; tetapi kita tetap harus belajar Firman Tuhan lebih banyak, sebab ini hal baru, dan harus makin taat pada Roh (dan orang-orang yang dipakai Tuhan).
VI. JANGAN MENURUT KEHENDAK SENDIRI.
Seringkali sesudah jadi dewasa, indah, maju, masih ada yang tidak mau taat penuh, bahkan semaunya sendiri (menurut kehendak sendiri) apalagi kalau tidak setuju atau tidak suka. Bahkan masih bisa bantahan, melawan dan berontak dan tidak mau menurut nasehat atau perintah yang diberikan. Kita bukan hanya harus taat pada Tuhan tetapi juga pada orang lain,selama itu adalah kehendak Tuhan atau tidak bertentangan dengan Firman Tuhan.
Kepada siapa kita harus taat?
1. Di rumah: orangtua, mertua, suami. Ef 6:1-4.
2. Di luar rumah: pada guru, kepala, pimpinan Ef 6:5-8, pemerintah Rom 13:1 dll orang yang harus ditaati.
3. Di Gereja: pada pemimpin2. Ibr 13:17.
4. Kepada siapa saja kalau orang itu membawa perintah Allah, cocok dengan Firman Tuhan dan kita yakin itu dari Tuhan. Misalnya suami harus taat pada istri kalau itu dari Tuhan, misalnya Abraham disuruh istrinya. Sekalipun itu orang bawahan kita tetapi kalau itu betul dan kita yakin itu dari Tuhan, harus taat. Misalnya Daud taat pada Yoab 2Sam 19:5-6. dsb.
Belajar punya hati yang taat pada Tuhan dan jangan melawan pada pemimpin2 yang seharusnya kita taati, lebih-lebih kalau kita yakin nasehat, perintah, kata2nya betul apalagi kalau kita yakin itu dari Tuhan. Belajar rendah hati dan mau taat, jangan keras hati, apalagi kalau sudah yakin itu betul, lebih baik menjilat ludahnya kembali kalau itu kehendak Tuhan, mengakui kesalahannya dan memperbaiki. Orang yang melawan suara Tuhan itu melawan Tuhan. Kita harus mau dipecahkan karena Kristus, karena kebenaran Allah Mat 21:44. Mau menjatuhkan diri pada batu Kristus, karena Kristus, kita mau dipecahkan, bukan kalau ditimpa(kalau dipaksa, dipukul sampai pecah) baru menyerah tetapi dari diri kita sendiri mau menyangkal diri untuk taat, maumemecahkan kedagingan untuk taat bukan keras hati, melawan, berontak, semaunya sendiri! Kita harus taat pada kebenaran Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus (misalnya setia pada keluarga sendiri, pada Gereja sendiri)..
Dengan demikian kita bisa tumbuh terus makin indah, makin ditingkatkan, belajar perkara-perkara dan hal-hal baru dari Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus.
KESIMPULAN.
Sesudah lahir baru kita bisa hidup suci dan kalau kita mau tetap suci dan taat dipimpin Roh, kita akan tumbuh dalam pengalaman2 baru dan mengalami rencana Allah yang indah-indah. Memang semua ini ada waktu dan ujian (salib)nya, tetapi kalau lulus, rencana Allah akan jadi dalam hidup kita. Yang penting kita harus memeliharahubungan kita tetap erat dengan Tuhan seperti kekasih dan taat seperti robot, maka semua pencobaan2 itu akan berubah jadi kebaikan bagi kita, yaitu kitamenang, tumbuh dan bisa ber-buah2. Rom 8:28. Ingat untuk selalu taat dipimpin Roh, harus mau pecahkan daging ini supaya bisa taat (Mat 21:44). Tuhan akan menyusun suatu hidup yang indah dari hidup yang maudipecahkan dalam tangan Roh Kudus ini, termasuk kita mendapat rezeki jiwa2 (orang pintar dan pengalaman tetapi tidak dapat rezeki itu sia2). Begitu orang yang tumbuh dengan betul dipimpin Roh pasti dapat rezeki atau ber-buah2 jiwa2 (yang kita layani dan kita menangkan), sebab itu mahkotanya besar dan kekal 1Tes 2:19. Tumbuh makin seperti Kristus, makin sempurna dan makin ber-buah2 sekalipun dalam sikon yang jahat (dari orang luar dan dari orang dalam), tetapi tetap menjadi berkat, garam, terang dan nama Tuhan dipermuliakan.
Nyanyian:
Tuhan menetapkan langkah-langkah orang,
yang hidupnya berkenan kepadaNya.