M3735 – 2Tawarikh 36:11-21 Zedekia Plin Plan, Contoh Akhir Zaman

2TAWARIKH 36:11-21. ZEDEKIA PLIN PLAN, CONTOH AKHIR ZAMAN.
I. ZEDEKIA YANG PLIN PLAN.
Zedekia adalah raja Yehuda anak Yosia yang berkenan pada Tuhan (2Raj 22-23, 2Taw 34-35); tetapi Zedekia hidupnya jahat di hadapan Tuhan, tidak seperti bapaknya (2Taw 34:2; 36:11-12). Sebetulnya ia sudah mengerti tentang Firman Tuhan dan ikut ibadah bapaknya yang benar, tetapi Zedekia plin plan, mendua, suam, tidak punya pendirian hanyut dalam pengaruh penghulu2 yang jahat sehingga plin-plan.
Ia menolong melepaskan nabi Jeremia dari amukan penghulu2 Israel, ia minta nasehat dan mendapat suara Tuhan, luar biasa, tetapi tetap plin plan, tidak punya pendirian yang tegas. Kalau ia taat akan suara Tuhan lewat Yeremia, ia,  dan Yehuda akan selamat, tetapi sebab plin plan, ia tidak mengambil tindakan yang tegas dan semua jadi celaka!
Yer 37:15-21; 38:7-13. Dalam ayat-ayat ini Firman Tuhan untuk Zedekia sangat jelas, tetapi Zedekia plin plan sehingga jadi celaka berat!. Sudah dengar, sudah mengerti kalau itu Firman Tuhan dan pasti betul, tetapi Zedekia masih ragu-ragu sebab itu ia harus melihat keluarganya disembelih, yang perempuan dibawa pergi, matanya sendiri dicukil dan dalam keadaan sakit dirantai dan berjalan sampai Babil lalu mati disana; mudah2an dalam sengsara berat, ia bertobat, kalau tidak nasibnya diteruskan di Neraka. Ini keadaan yang akan berulang pada akhir zaman yang kritis, waktu itu dosa Yehuda sudah naik melebihi batas dan hukuman datang untuk umat Tuhan. Kedahsyatan akhir zaman itu seperti zaman Nuh dan Lot Luk 17:26-30. Jangan plin plan atau mendua, lekat dengan Tuhan supaya mengerti dan berani mengambil putusan yang betul dengan iman.
II. WAH 22:11. POLARISASI PADA AKHIR ZAMAN.
1. Zedekia menjadi contoh hidup dan celaka dahsyat di akhir zaman dari umat Tuhan yang plin plan, mendua, suam, tidak punya pendirian akan jadi celaka seperti Zedekia, kecuali bertobat.
2. Polarisasi Wah 22:11. Dosa dan kesucian, keduanya akan bertambah-tambah, yang jahat dan yang baik, bukan hanya satu, dan kita ada di bagian mana? Tidak bisa plin plan, harus punya pendirian, sebab orang yang plin plan akan hanyut menurut daging (jalan turun) tidak akan hanyut menurut jalan Roh (ini jalan naik untuk manusia). Sebab itu kita harus tahu dan mengerti tentang politik di akhir zaman ini dan terus menang dalam semua pencobaan sehingga bisa terus tumbuh dalam kesucian, jangan hanyut dalam tsunami dosa yang dahsyat. Yang tidak mengerti dan tidak bersedia, apalagi yang plin-plan, mendua (duniawi)tidak bisa mengambil keputusan, tidak akan mempunyai pendirian! Jadi yang plin plan dan yang tidak mengerti akan hanyut dengan dosa yang akan meningkat sangat tinggi dan deras seperti tsunami.
3. Tidak otomatis. Nubuatan Allah pasti akan digenapkan Wah 22:11. Kesucian dan dosa kenajisan akan meningkat sangat tinggi dan untuk hanyut dalam kesucian itu sulit, sebab harus mau menyangkal diri, mematikan daging dan dapat pertolongan Roh Kudus (mau taat dipimpin Roh, bukan menurut daging). Kalau mau percaya dan taat pikul salib, Hujan akhir bisa mendorong orang-orang ini untuk bisa ikut dalam peningkatan kesucian.
Jadi ikut dalam arus dosa yang dahsyat itu bisa otomatis, tetapi untuk ikut arus kesucian tidak bisa otomatis, harus tekun berusaha di dalam Roh. Luk 14:23-24.
4. Jumlah yang ikut meningkat dalam kesucian itu lebih sedikit dari jumlah yang hanyut dalam kesukaan dosa sesaat yang membuatnya makin najis. Jangan kecil hati atau putus asa sebab ikut meningkat dalam dosa bisa otomatis (jumlahnya lebih banyak, sebab cocok dengan selera daging) tetapi untuk ikut meningkat dalam kesuciantidak bisa otomatis sebab itu jumlahnya lebih sedikit. Ini jalan salib, jalan sempit, hidup di atas Mezbah, tetapi sengsara karena Kristus (bukan karena dosa) itu akan membuat kita tumbuh di dunia, dan meningkat dalam kemuliaan kekal di Surga sampai kekal Rom 8:17-18. Untuk bisa meningkat terus dalam kesucian, harus tekun dalam 7 KPR bahkan ini harus menjadi kesukaan. Kalau bisa menikmatinya maka kita bisa terus tekun, tumbuh dalam Roh Kudus (yang selalu siap untuk menolong orang yang memang mau, dan punya keputusan tegas Luk 12:57!
5. Siap di jalur yang betul
Akan terjadi polarisasi dalam Minggu ke tujuh puluh Daniel. Sekarang anggota dari semua Gereja masih campur baur, ada yang suci ada yang najis, ada yang di jalan sempit, ada yang di jalan lebar, tetapi makin lama akan makin terpisah (1Kor 11:19) sehingga makin homogen, makin sejenis, sebab yang dosa dan yang najis itu bedanya makin besar sehingga menjadi amatsangat bertentangan dan orang-orang tidak bisa bercampur lagi.
Dalam Minggu ke-70 Daniel, Hujan akhir (kegerakan Roh Kudus)sangat besar, juga semua fasilitas meningkat makin banyak, tetapi sebab perbedaan makin besar, sulit untuk bisa berada di dua tempat yang makin besar bedanya.
Karena perbedaan ini makin besar, maka orang sulit berada di keduanya, tetapi makin terpisah satu dari yang lain dalam kelompok jalan lebar dan jalan sempit, dalam kelompok Halaman, dan Ruangan Suci.
Orang yang bisa menikmati hidup dengan Kristus di dalam Ruangan Suci, 7 KPR ia berada di jalur yang betul, yang akan ikut dalam pengangkatan (bisa tekun dalam 7 KPR, apalagi bisa menikmati dengan sukacita, itu sulit bagi orang yang hidup di Halaman, apalagi kalau sekarang suka minum anggur lama, pasti tidak bisa tahan hidup dalam Ruang Suci dan tidak bisamenikmatinya, yaitu  ke-7 KPR Luk 5:39). Dahulu Lot bisa akrab dan sehati dengan Abraham, tetapi waktu Lot makin suka minum anggur Sodom (kesukaan Sodom Ul 31:31-32) ia makin jauh dari Abraham (yang juga makin meningkat bersekutu dengan Tuhan) sehingga lama2 tidak bisa cocok dan berpisah.
Sekalipun Lot sudah ditolong Abraham sampai dua kali (dari Maut) Lot tetapi tidak suka, tidak mau, tidak bisa cocok untuk bersekutu lagi dari Abraham sebab anggur Sodom Luk 5:39 sehingga mereka terus berpisah.
Kita harus sudah berada di jalur yang betul mulai sekarang. Kalau sekarang tidak di jalan sempit (jalur yang betul), lalu tinggal di jalan lebar, maka waktu Minggu ke-70 Daniel datang, sudah tidak bisa pindah jalur, tidak suka, tidak mau, tidak bisa, seperti Lot dan akhirnya celaka kekal. Kalau mau pikul salib, hidup dalam kesucian, Roh Kudus bisa bekerja dalam hati kita maka 7 KPR bisa jadi kesukaan dan kenikmatan, yaitu menikmati hidup dalam Ruangan Suci, ini berarti ada dalam jalur yang betul.
Kita harus ada di posisi atau jalur yang betul mulai sekarang Maz 1:2-3 dsb. Kalau suka menikmati anggur dunia, sekalipun dalam Hujan akhir, tetap tidak lagi mau, tidaksuka anggur baru, yaitu kesukaan dalam kesucian Ruangan Suci. Dan wai bagi orang ini, ia akan hanyut dalam arus tsunami dosa yang kuat dan dahsyat itu dan itu berarti binasa dalam golongan iblis.
III. EMPAT TINGKATAN ORANG-ORANG DALAM GEREJA.
Orang-orang dalam Gereja sekarang ada 4 macam golongan yaitu:
1. Luar Halaman Kristen tradisional, ikut2an
2. Halaman, inilah orang-orang yang sungguh-sungguh percaya Tuhan tetapi tetap tinggal di Halaman yaitu kanak2 rohani.
3. Ruangan Suci. Inilah orang-orang yang hidup dipimpin Roh dan ibadah dalam Roh, yaitu orang-orang yang bisa menikmati hidup dalam tingkat Ruangan Suci.
4. Ruangan Maha Suci. Ini tingkatan orang sempurna, Gereja anak sulung Ibr 12:23.
Jumlah orang-orang pada setiap tingkat, tentu makin tinggi makin sedikit sebab manusia itu condong pada dosa Yoh 3:19, dan seperti jalan turun dan naik, turun bisa otomatis tetapi naik tidak bisa otomatis, bahkan harus berusaha dan dengan pertolongan Roh Kudus.
IV. PERBEDAAN EMPAT TINGKATAN DALAM KEMAH SUCI.
A. Perbedaan dalam Wasiat Lama.
1. Di Luar Halaman. Disini tidak ada alat2 Kemah Suci, hanya melihat saja, istimewa Pintu Gerbang dan Perasaan Hatinya. Disini ada lebih banyak orang-orang kafir yang tidak percaya Tuhan dan mereka mendominasi semua kegiatan disana.
2. Halaman. Hanya orang Israel dan orang Lewi yang boleh masuk disini. Pokok yang terutama disini adalah pembasuhan  dan korban bakaran untuk pemberesan dosa. Semua alat2nya dari tembaga. Langitnya terbuka dan ramai sekali.
3. Ruangan Suci. Hanya imam2 yang boleh masuk, hening, bau asap dupa, semua serba emas dan tertutup. Kalau diteruskan masuk dalam
4. Ruangan Maha Suci dan hanya imam besar yang boleh masuk satu kali saja dalam 1 tahun dan di sini terletak Tabut di mana Allah bertahta.
B. Perbedaan dalam Wasiat Baru (arti rohaninya).
1. Orang Luar Halaman adalah orang-orang dunia dan orang Kristen duniawi atau tradisional yang belum lahir baru.
2. Orang halaman adalah gambaran dari Kristen kanak2, tidak tumbuh sebab tidak bertobat betul 1Pet 2:2, suka berkelahi, hidup menurut tabiat daging, tidak bisa pikul salib atau menyangkal diri 1Kor 3:2-4 dan hanya bisa minum susu yaitu Firman Tuhan tingkat permulaan, yang mudah2 saja, tentang pengampunan, sukacita, Allah itu baik, berkatnya limpah Ibr 5:12,13, tidak suka dan tidak bisa menerima makanan keras tentang pikul salib, menyangkal diri, mematikan daging, ketaatan, kesucian, hidup memperkenankan Tuhan dst.
3. Orang Ruangan Suci adalah orang yang dewasa rohaninya yang bisa berjalan dalam Roh seperti ligabis. Orang-orang ini bisa pikul salib, suka taat sekalipun harus mematikan daging, tidak lagi jatuh bangun dalam dosa, tetapi hidup dalam kesucian dan tekun dalam perkara-perkara dari Atas bahkan bisa menikmatinya (yaitu 7 KPR), inilah hidup dipimpin Roh Roh, dalam kesucian dan ini yang dituntut Tuhan untuk persiapan polarisasi di akhir zaman.
4. Orang Ruangan Maha Suci adalah orang-orang sempurna yang akan lengkap jumlahnya dalam Minggu ke-70 Daniel sebelum pengangkatan.
C. Bersedia di jalur yang betul. Tuhan menghendaki kita bersedia untuk menghadap Tuhan Ams 4:12 (baik secara bersama waktu pengangkatan, atau secara pribadi waktu kematian). Untuk bersedia dengan betul, kita harus tetap tinggal dalam jalur yang betul yaitu dalam Ruangan Suci.
Orang Halaman itu (jatuh bangun dalam dosa) keselamatannya rapuh, mudah hilang.Kalau ia jatuh lebih lanjut akan terhilang sebab merosot ke Luar Halaman.  Sekalipun sudah menyeru nama Tuhan, sudah dipakai Tuhan, tetapi kalau tetap hidup di Halaman, atau merosot ataujatuh lebih lanjut seperti dalam Polarisasi Wah 22:11, (keluar Halaman), keselamatannya hilang seperti Mat 7:21-23. Bahkan meskipun mula2 dalam Roh (Ruangan Suci) tetapi kemudian berakhir dalam daging (halaman) Gal 3:3-4 seperti Saulligabo, hidup dalam dosa atau merosot lebih lanjut akan ditolak Tuhan, sebab mati dalam dosa (tidak bertobat sampai mati), terhilang jiwanya Yez 33:13, Wah 21:27.
Orang yang hidup dalam Ruangan Suci itu seperti carang lekat pada Pokok Yoh 15:5. Orang-orang seperti ini biasanya bisa tetap hidup suci (Yoh 8:36, Rom 6:1-2). Ia akan tekun dan berkemenangan dalam ber-bagai2 pencobaan, sehingga tetap sejahtera dan sukacita, tetap dalam kesucian dan terus tumbuh, makin seperti Kristus. Juga orang-orang yang disertai Allah ini akan dipelihara Tuhan secara jasmani dan rohani dengan imannya. Ini hidup yang indah di dalam Tuhan, bisa terus tumbuh dan ber-buah2, hidup dalam Roh dan bentuk hidup seperti ini yang diharapkan Tuhan, yaitu ada di jalur yang betul.
V. PRINSIP PERBEDAAN HALAMAN DAN RUANGAN SUCI.
1. Ibadah orang Israel dalam “Gereja Yerobeam” (Halaman) dan orang-orang Yehuda dalam Gereja Yerusalem (Ruangan Suci) yang digembalakan oleh raja turunan Daud, yang biasanya jauh lebih baik daripada Israel yang rata2 sangat jahat. Perbedaan ini membuka kita lebih mudah mengerti perbedaan dari Gereja atau umat Tuhan yang hidup di Halaman dan Ruangan Suci, lebih2 dalam Polisasi akhir zaman. Wah 22:11.
2. Perbedaan 7 Gereja (Wah 2,3) yang adalah gambaran dari Gereja2 akhir zaman. Empat Gereja di jalan lebar (Sardis, Pergamus, Tiatira, Laodikea) dan Gereja2 jalan sempit (Filadelfia, Efesus, dan Smirna).
Perbedaan ini akan makin lama makin nyata seiring dengan derap polarisasi dari Wah 22:11.
3. Hidup dan ibadah Abrahamn dan Lot. Ini memberi pelajaran yang jelas, istimewa dalam proses Polarisasi akhir zaman, seperti Abraham dan Lot yang mula2 hidup bersama dengan rukun, akhirnya tidak bisa cocok lagi sehingga tercerai di Kanaan dan di Sodom, bahkan akhirnya tercerai untuk kekal dalam Surga dan Neraka. Lot yang mulai suka minum anggur Sodomn, akhirnya tidak lagi suka minum anggur Kanaan ber-sama2 Abraham, sekalipun sudah ditolong dengan menyambung nyawa (2x ditolong) tetapi Lot tetap tidak lagi bisa bersekutu dengan Abraham.
VI. PERBEDAAN PERSEKUTUAN HALAMAN DAN RUANGAN SUCI.
1. Persekutuan Halaman adalah seperti persekutuan 60 Tiang-tiang Pagar Halaman yang sebagian besar terdiri dari kayu. Inilah persekutuan Kristen tetapi dengan cara-cara manusiawi  seperti 60 tiang Pagar Halaman yang dibuat dari kayu tanpa disalut. Persekutuan menurut pola2 manusiawi, yang sangat mudah menjadi duniawi atau daging, tetapi tetap percaya Tuhan Yesus. Suasana tembaga, yaitu hidup dalam hukuman sebab selalu jatuh bangun dalam dosa, tidak mau pikul salib, sehingga dihajar Tuhan bolak balik, suatu cara hidup kanak2 yang tidak bertumbuh Ibr 5:11-14.
Tampak banyak bentuk2 hidup manusiawi dan banyak variasitabiat masing2, sebab semua kayunya tampak dengan jelas, yang penuh dengan kekurangan2 masing2,  sehingga seringkali terjadi pertengkaran seperti Gereja Korintus 1Kor 3:1-4 banyak ber-pihak2sehingga terjadi perpecahan.
2. Persekutuan Ruangan Suci adalah persekutuan dalam Roh. Semua kayu dibungkus emas, penuh dan dipimpin Roh, sehingga didapatkan persekutuan di dalam Roh 1Kor 12:12-13. Tidak lagi tampak atau terpengaruh oleh sifat manusiawi tetapi tabiat baru, tabiat ilahi (emas) sebab mereka hidup dipimpin Roh dalam kesucian dan kasih Kristus 1Yoh 1:7. Semua sama2 mau tunduk pada Firman Tuhan dan hukum Roh, sama2 dalam pimpinan dan pengurapan Roh Kudus serta bersekutu dan melayani ber-sama2 dalam Roh; Semua kita harus meningkat dalam tingkatan Ruangan Suci ini, sebab:
a. Ini cara bersedia yang betul menunggu kedatangan Tuhan.
b. Ini adalah jalur yang betul yang akan membawa kita dalam zaman keemasan Gereja yang istimewa.
c. Tidak lagi bersekutu menurut prinsip2 manusiawi tetapi menurut Roh sebab selalu hidup dipimpin Roh.
3. Perbedaan. Di Halaman ada komunitas menurut ciri2 dan tabiat manusiawi, dengan roh yang sama, roh daging; sehingga persekutuan mereka selalu cari orang-orang yang sama cara manusiawi, yaitu sama2 muda, sama2 terpelajar, sama2 terhormat dan kaya, tetapi dalam persekutuan Ruangan Suci bukan berdasar perbedaan manusiawi, tetapi karena sama2 penuh dan dipimpin Roh yaitu persekutuan tubuh Kristus, bersekutu karena Kristus, dipimpin Roh, dalam kesucian dan kasih. Halangan yang terbesar adalah perasaan hati orang-orang Halaman yang ditera (distel) menurut cara-cara manusiawi, sehingga terdapat kumpulan orang-orang dengan ciri atau warna seperti di dalam dunia yang juga didasarkan atas tabiat manusiawi. Perasaan hati orang-orang yang dipimpin Roh itu sudah diubahkan menurut Firman Tuhan, bukan menurut pikiran dan keadaan manusiawi; seperti Abraham, Pilemon dll sehingga bisa bersekutu dengan manis dalam Roh. Abraham dan Lot tidak bisa cocok, tetapi Daud dan Yonatan bisa bersekutu dengan manis, sebab perasaan hatinya sudah dicocokkan oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus, sehinggasama2 cinta Tuhan dan perkara-perkara dari Atas, sama2 berjalan dengan iman, percaya dan lekat pada Tuhan, sehingga bisa bersekutu dalam Roh meskipun latar belakangnya (kayunya beda2 tetapi emasnya sama) Daud dan jumlah mempunyai banyak perbedaan. Daud masih remaja, tetapi Yonathan sudah dewasa dan menjadi komandan 1000 pasukan khusus 1Sam 13:2. Daud orang biasa, Yonathan seorang pangeran raja, dst. Apalagi Saul dengan segenap kekuatannya hendak memecahkan persekutuan Yonathan dengan Daud. Persekutuan dalam Roh itu dipimpin Roh (emas dengan emas, tidak kelihatan kayu atau kemanusiannya), sehingga bisa bersekutu dari segala generasi, segala suku bangsa, tingkat hidup, kedudukan, kepintaran, latar belakang dll, bisa bersekutu dalam tubuh Kristus dengan kasih dan kesucian dalam pengurapan Roh Kudus (persekutuan Roh). Ini tanda2 khas dari perbedaan persekutuan Halaman dan persekutuan tubuh Kristus.
VII. IBADAH HALAMAN DAN IBADAH RUANGAN SUCI.
1. Jumlah orang-orangnya Gereja2 jalan lebar biasanya lebih banyak orangnya sebab memang jalan lebar lebih banyak orangnya daripada jalan sempit, karena hidup dan ibadah dijalan lebar lebih mudah, tanpa salib hanya belajar berkat saja, pengampunan terus menerus (hyper grace) pasti masuk Surga sekalipun terus menerus berdosa dan semua ini lebih cocok dengan tabiat daging (kayu2 dari Tiang2 Halaman dan suasana tembaga). Ibadah Gerejajalan sempit lebih berat untuk daging, lebih sedikit orangnya sebab harus pikul salib Luk 9:23, terus mematikan daging, naik di atas Mezbah Rom 12:1-2.
2. Ibadah duniawi dan kedagingan. Ibadah jalan lebar lebih cekatan mencocokkan ibadahnya dengan selera daging dan cara-cara duniawi, sambil bangkit bermain sehingga langsung menarik banyak orang-orang Israel. Bayangkan 10 suku bangsa Israel langsung berpindah ikut Yerobeam, padahal mereka tahu dengan jelas (bahkan sejak dari nenek moyangnya) bahwa ibadah yang betul itu di Yerusalem (dan mereka harus datang ke Yerusalem 1 tahun 3 kali Ul ???) menyembah Allah yang hidup yang maha kuasa. Sekarang mereka pindah menyembah lembu emas dan Baal dan semua cara-cara ibadahnya diganti total melawan hukum2 Allah, tetapi hampir seluruh orang Israel dari 10 suku itu langsung setuju dengan bulat hati, sebab cara-cara ibadah yang diciptakan Yerobeam itu praktis, menyenangkan dan cocok dengan selera dagingnya, bisa ber-main2 dalam daging.
1Kor 10:7
Juga jangan kamu menjadi penyembah berhala, seperti beberapa orang dari antara mereka; seperti yang telah tertulis: “Kaum ini duduk makan dan minum dan bangkit untuk bermain. (KJI)
(Bandingkan dengan Kel 32:25. Mereka menyembah berhala lembu emas dengan telanjang ber-main2 ber-sama2. KJI).
Sekalipun mereka tahu bahwa ibadah ini salah (yang betul hanya di Yerusalem), tetapi sebab cocok dengan selera daging, hampir semua orang Israel setia dalam ibadah Halaman di Israel.  Ibadah Ruangan Suci harus di dalam kesucian sesuai Firman Tuhan.
Perkara-perkara duniawi dan kedagingan tidak lagi ada di dalamnya. Semua lekat dengan Tuhan dan bersukacita menikmati 7 KPR yaitu hidup suci dipimpin Roh, terus menyangkal diri di jalan sempit. Menikmati Firman Tuhan, doa, ibadat dalam Roh dan persekutuan dalam Roh karena Kristus dalam kesucian dan pelayanan yang tulus dan berkenan pada Tuhan. (Abraham menikmati ibadah cara ini, Lot muak, sebab suka anggur Sodom).
3. Ibadah cara manusiawi atau cara ilahi.
Ibadah Halaman seperti di Israel diatur dengan syarat2 Yerobeam sesuai dengan pikiran manusiawi dan daging, juga dicocokkan dengan perkembangan zaman, tetapi ibadah dalam Ruangan Suci diatur menurut Firman Tuhan dalam kesucian.
Harus oleh imam2, orang yang penuh dan dipimpin Roh 1Pet 2:9, dalam Roh bukan dalam daging. Misalnya Harun, Nadab, Abihu mau mempersembahkan daripada yang betul, tetapi memakai api yang lain (menyembah Tuhan dengan api yang lain) langsung dibunuh oleh Tuhan Im 10:1-2. Harun yang melihat anaknya dibakar Tuhan sampai mati, langsung menangis dan menguraikan rambutnya dan me-robek2 bijinya, dilarang oleh Musa supaya jangan kena hukuman dan mati. Im 10:6.
250 orang mau menyembah Tuhan dengan pedupaan tembaga, langsung dibakar Tuhan dengan api sampai hangus dan mati Bil 16:35. Dll. Semua yang melayani Tuhan haruslah imam2. 1Pet 2:9, yaitu orang  yang sudah lahir baru dan penuh dengan Roh Kudus serta melayani dalam kesucian dan sesuai dengan Firman Tuhan. Kalau tidak, bisa jatuh dalam dosa dan mati rohani! Tetapi di Israel boleh oleh siapa saja, asal disetujui Yerobeam atau wakil2nya.
4. Ibadah cara lahir batin.
Ibadah Halaman lebih mementingkan cara-cara lahiryang tampak oleh mata, misalnya keindahan, dekorasi, lighting, kemewahan dan seni yang memuaskan perasaan hati orang itu sendiri tetapi tidak memuaskan Tuhan sebab tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
Kol 2:23
Hal-hal ini walaupun kelihatannya penuh hikmat di dalam ibadah buatan sendiri dan kerendahan hati yang pura-pura dan menyiksa diri, namun tidak berharga, hanya memuaskan daging. (KJI)
Musik yang profesional, dekorasi, nyanyian yang bagus didengar dengan macam-macam peralatan tehnology modern. Hal-hal ini relatif dan sebagian tidak salah, tetapi jangan menggantikan kesucian, doa, pengurapan Roh Kudus, kelimpahan Firman Tuhan dll perkara-perkara dari Atas yang indah di hadapan Tuhan. Juga kalau fungsionil (dibutuhkan, bukan keindahan) misalnya listrik, LCD dll, kalau bisa disediakan, pakailah baik2. Kadang2 meskipun tidak berkenan pada Tuhan, toh adapengurapan Roh Kudus dan tanda2 heran seperti Simson tetapi bercampur daging; Tuhan masih memberi mujizat2Nya karena kemurahan Tuhan, tetapi ada batasnya. Pada kali yang ke-4, Simson belum mau bertobat, Roh Kudus meninggalkannya, dan segala kuasa dan mujizatnya hilang, ia dianiaya orang Filistin dan tidak berdaya dan akhirnya ia mati.
Ibadah dalam Ruangan Suci sangat menekankan keindahan batin di hadapan Allah yaitu dalamkesucian dan sesuai dengan Firman Tuhan, dengan penyembahan dalam Roh dan hidup benar. Hidup benar di hadapan Allah itu bukan saja di Gereja tetapi MAK (juga di Mana saja, dalam hal apa saja dan kapan saja), sampai dalam hati dan pikirannya DSS (Dahulu, Sekarang, semua yang ada dalam hati dan pikirannya dan sampai se-lama2nya, termasuk dalam angan2 dan hari2 yang akan datang sampai mati). Ini seperti ligabis yang  selalu menyala yaitu selalu penuh dengan minyak (dipimpin Roh) juga di luar pelayanan, tetap ada minyak dalam tempat cadangannya, yaitu di mana saja, dalam hal apa saja, kapan saja, sampai dalampikiran yang dahulu sekarang dan sampai se-lama2nya.
5. Dengan atau tanpa uang. Ada lembu emas di Israel (berhala mammon, ada gairah, semangat ibadah dan pelayanan karena dapat uang) tetapi di Yehuda ada persalutan emas dalam bait Allah (hidup dalam kesucian, dipimpin Roh (bukan dipimpin mammon) di dalam hadirat Tuhan). Ibadah cara Halaman banyak berdasar uang, bayaran, ada uang, ada gairah yaitu gairah karena uang (ini “urapan” di Halaman) dan ada sukacita menurut perasaan daging dan duniawi. Tetapi dalam ibadah Ruangan Suci semua dilakukan karena Tuhan, bukan karena uang, bukan karena bayaran tetapi sebab ingin memperkenankan Tuhan, sekalipun dengan korban dan penderitaan, misalnya Kis 5:41; 16:25. Dan semua dilakukan dalam kesucian dan dipimpin Roh dan dengan tulus. Tuhan memelihara hamba2 dan umatNya, tetapi ibadah bukan karena uang; gairahnya me-nyala2 karena Roh Kudus yang membakar hatinya.
Rom 12:11
Jangan kendur dalam kerajinanmu, menyala-nyala di dalam roh, dan melayanin Tuhan. (KJI)
Tuhan akan tetap memelihara kebutuhan jasmani, tetapi tanpa percintaan uang.
6. Ibadah Halaman penuh dengan orang-orang profesional duniawi yang ahli dalam musik, nyanyian, pidato, ilmu jiwa, falsafah, dan macam-macam keahlian motivator manusiawi dan kedagingan menyenangkan telinga manusia. 2Tim 4:3-4. Ibadah Ruangan Suci bersandar pada Roh Kudus yaitu di dipimpin Roh Kudus dengan hikmat, kuasa, karunia-karunia dan buah Roh, pelayanan dalam Roh (1Kor 2:4) sesuai dengan Firman Tuhan. Semua didasarkan pada Firman Tuhan lebih daripada pikiran manusiawi. Sering dihinakan orang-orang Halaman sebab tidak profesional dan tidak ilmiah, tidak punya gelar dll. Tetapi ibadah Ruangan Suci didasarkan semuanya atas Firman Tuhan dan bersandar pada pimpinan Roh dalam kesucian, sebab ituhidup harus selalu berkenan pada Tuhan. Yang penting hidup penuh dan dipimpin Rohlebih daripada profesionalisme manusia.
7. Ibadah Halaman lebih banyak bermain dan entertainment (banyak tontonan2, lelucon, hadiah, uang, makan dll) sehingga banyak orang dengan perasaan hati duniawi dipuaskan. Tetapi dalam ibadah Ruangan Suci orang-orang dengan perasaan hati yang disetel cara duniawi, tidak akan krasan dan tidak dipuaskan, kecuali diberi roti Yoh 6:26, kalau diberi roti dari Surga, semua pergi, ber-sungut2, tidak puas Yoh 6:66 kecuali orang yang cinta Firman yang hidup seperti Petrus dll Yoh 6:67-69.
KESIMPULAN.
1. Jangan plin plan, ambil putusan tegas.
2.Masuk jalan sempit, hidup dan ibadah terus ditingkatkan sampai tingkat Ruangan Suci, jangan tinggal di Halaman, celaka.
3. Usaha, tahan untuk tumbuh seperti Kristus, ini tidak otomatis.
4. Dalam polarisasi makin suci, tidak hanyut dalam dosa.
5. Ikut dalam rencana Allah yang terakhir dan termulia.
Jangan takut nafkah, keamanan, kesehatan, perlindungan dll, tetapi cari dahulu kerajaan Surga dan kebenaranNya Mat 6:33, pasti terpelihara jasmani rohani. Bersedialah mulai sekarang di jalur yang betul, yaitu hidup dipimpin Roh seperti ligabis. Jangan kagum dan hanyut dalam ibadah Halaman yang meriah seperti Yosafat memuaskan hati sendiri dengan anggur Sodom seperti Lot, melainkan bersukacita dalam Roh, dalam perkara-perkara dari Atas Luk 10:21, Rom 14:17.
Orang yang bersedia seperti ini yang bisa tahan dan masuk dalam rencana Allah yang mulia dalam Gereja yang akan diangkat Tuhan.
Nyanyian:
– Berjagalah dan penuh Roh Kudus.
– Dengan tegas ambil keputusan,
kutinggalkan dunia.