M3734 – Mengapa Yudas Berkhianat?

MENGAPA YUDAS BERKHIANAT?
Mat 26:14-16
14 Kemudian seorang dari antara kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, pergi kepada imam-imam kepala itu,
15 serta berkata: “Apakah yang hendak kamu berikan kepadaku, jikalau aku menyerahkan Dia kepadamu?” Maka  mereka itu pun menetapkana baginya tiga puluh keping perak.
16 Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk mengkhianati Dia. (KJI)
I. PENYEBABNYA.
Jelas dikatakan disini karena uang. Sebab cinta akan uang maka Yudas berkhianat. Biasanya orang-orang yang berkhianat itu ada sebab2 lain lagi, misalnya karena sakit hati, karena dirugikan dsb, tetapi Putra manusia Yesus tidak pernah bersalah pada Yudas, tidak pernah merugikan, sehingga sesudah pengkhianatan ini sukses, Yudas sadar dan mengembalikan uang ini, dilemparnya ke bait Allah lalu ia menggantung diri sebab merasa bersalah, mengkhianati Orang yang tidak bersalah. Mat 27:3-5 (10).
Ingat, uang adalah kunci hidup manusia di dunia ini, ada uang ada (hampir) segala perkara, sebab itu semua orang mengejar uang, termasuk orang Kristen yang bodoh, yang tidak mengerti, yang tidak sungguh2 dll, sebab orang-orang seperti ini tidak punya iman. Sebaliknya untuk orang beriman, iman itu kunci dari segala perkara. Semua janji-janji Allah yang lengkap dan limpah bisa kita peroleh dengan iman Mat 8:13. Dengan iman tidak ada yang mustahil bagi orang-orang percaya. Mrk 9:23. Sebab itu kita harus memiliki iman untuk segala segi hidup. Misalnya iman untuk hidup suci, untuk hidupberkemenangan dll perkara rohani dan jasmani sesuai dengan janji-janji Firman Tuhan. Iman tumbuh dari Firman Tuhan Rom 10:17 dalam pengurapan Roh Kudus 2Kor 3:6. Miliki iman yang bertumbuh terus untuk segala segi hidup kita. Tekunlah dalam mencintai Firman Tuhan dan tekun berdoa dalam Roh dan hidup benar, terus dipimpin Roh, maka Firman Tuhan yang dicintai itu menjadi benih2 iman yang bertumbuh dalam pengurapan Roh Kudus.
II. PENTINGNYA KASUS YUDAS, sebab:
1. Yudas adalah betul-betul anti Kristus yang pertama dan prinsipnya ini akan diulangi dengan limpah pada akhir zaman.
1Yoh 2:19
Mereka sudah keluar dari antara kita, tetapi mereka itu bukan dari kita; Karena jika mereka itu dari kita, niscaya mereka tetap tinggal dengan kita, tetapi mereka telah keluar, supaya menjadi nyata bahwa mereka semuanya bukan dari kita. (KJI)
Kita belajar baik2 (mengapa mammon menguasai rasul ini, yang sebetulnya seorang rohani) supaya jangan masuk dalam tipu daya dan jerat setan yang licin dan lihay untuk menarik sebanyak mungkin orang beriman ke pihaknya. Tanpa Firman Tuhan dan Roh Kudus (ingat ligabis) orang-orang beriman akan mudah kena jeratnya, bisa terseret dalam golongan iblis dan itu berarti menjadi musuh Allah, pasti binasa! (Kecuali masih sempat bertobat!).
2. Antikris adalah orang beriman yang keluar dari antara kita 1Yoh 2:19, tepat seperti Yudas, bahkan Yudas keluar dari meja Perjamuan Suci.  Mat 26:21-25, Yoh 13:27,30. Umat Tuhan yang terpengaruh atau cinta uang akan mudah terseret dalam jerat dan siasat iblis ini, lebih2 pada akhir zaman, baik menjadi Antikrisnya maupun pengikut2 Antikris yang begitu banyak (sebab banyak yang cinta uang); sebagian orang yang cinta uang akan mati dalam dosa. Mengapa? Karena cinta uang itu menimbulkan banyak dosa yang dahsyat dan tindakan2 berbahaya (sudah mata gelap), akibatnya banyak yang mati atau tertinggal waktu pengangkatan.
3. Mammon akan menguasai hampir semua orang, juga orang yang tidak melawan atau membuang “cinta uang” dibiarkan saja dalam hati, pikiran dan rencana2nya; ini orang yang mendua, yang plin plan. Orang beriman yang taat dipimpin Roh, sesuai dengan Firman Tuhan, tidak akan dikuasai mammon.
Mat 6:24
Tidak seorang pun dapat melayani dua tuan, karena yang seorang akan dibencinya dan yang lain dicintainya atau ia akan berpegang kepada seorang dan menghinakan yang lain. Engkau tidak dapat melayani Allah dan mammon. (KJI)
Ini membuat orang-orang lebih mudah terdorong berbuat segala macam dosa sebab cinta uang itu akarnya segala macam jenis dosa.
1Tim 6:9-10
9 Tetapi mereka yang ingin menjadi kaya jatuh ke dalam pencobaan dan jerat dan ke dalam banyak nafsu-nafsu yang bodoh dan mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam kehancuran dan kebinasaan.
10 Karena cinta uang adalah akar segala jenis kejahatan; sebab beberapa orang yang menginginkannya sudah tersesat dari iman sehingga menikamkan banyak dukacita ke dalam dirinya sendiri. (KJI)
Orang-orang yang terus berbuat dosa ini akan dengan mudah ikut hanyut dalam arus dosa yang meningkat makin cepat pada akhir zaman seperti tsunami, menjadi pengkhianat2 rohani seperti Yudas. Orang-orang ini akan bertumbuh terusdalam dosa yang makin meningkat sampai akhirnya menjadi sempurna. Ini membuat banyak kejatuhan dalam umat Tuhan.
1Tim 4:1
Tetapi Roh itu berkata dengan jelas bahwa pada hari-hari terakhir, beberapa orang gugur dari iman, karena berpaling kepada roh yang menyesatkan dan ajaran setan-setan (KJI)
Tetapi banyak orang beriman tidak merasa jatuh sebab mereka “hanya pindah Gereja”, yaitu ke Gereja jalan lebar.
Ingat dalam Minggu ke-70 Daniel, 4 Gereja berada di jalan lebar, 3 di jalan sempit. Juga seperti orang Israel ikut Yerobeam dan raja2 berikut, pindah ke Gereja Yerobeamyang lebih besar dan megah tetapi sesat, menyembah Baal dan lembu emas, melawan peraturan Imamat dari Tuhan, tetapi begitu meriah, menarik dan mengagumkan, sebab dicampur sukacita manusiawi dan daging 1Kor 10:7, padahal ibadahnya sangat melawan Tuhan. Yosafatpun kagum dan bersekutu dengan Gereja Israel 1Raj 22:4 sehingga Gereja Yehuda juga keracunan dan mengalami banyak kerusakan dan Tuhan sangat marah pada Yosafat. 2Taw 19:2.
4. Semua orang yang cinta uang akan mudah dikuasai roh mammon yaitu meterai Antikris (cap Antikris, lihat buku tentang “Antikris”, oleh Pdt. Jusuf BS). Orang-orang seperti ini juga tertinggal waktu Tuhan Yesus datang dan dibinasakan dalam perang Harmagedon dan akhirnya masuk Tasik api yang kekal. Sebab itu jangan cinta uang, dan lekatlah pada Tuhan seperti carang pada Pokok 1Yoh 15:5, supaya bisa hati-hati, supaya jangan mudah terseret dalam jalan lebar dan tertinggal atau masuk golongan Antikris seperti Yudas.
Hati-hati mencari nafkah atau uang, jangan dengan cinta uang, jangan mammon jadi tuan tetapi perlakukan mammon dengan kuasa Allah sebagai hamba yang taat, bukan sebagai tuan yang ditaati! Harta itu hanya pinjaman yang satu kali harus dikembalikan. Uang dan segala yang fana (Ayb 1:21) adalah perkara-perkara yang fana, fasilitas sementara, jangan sampai jadi tujuan hidup.
1Kor 7:31
Dan orang-orang yang memakai dunia ini pakailah seperti orang yang tidak memakai. Karena keadaan dunia ini akan berlalu. (KJI)
Ada orang yang mengalami kebakaran sampai habis, putus asa dan bunuh diri sebab uang itulah tujuan hidupnya.
Kalau perlu lepaskan. Kalau tidak dapat jangan putus asa atau susah menuruti perasaan hati orang yang terikat dan cinta uang.
III. TIPU DAYA MAMMON.
Setan menggunakan segala cara untuk membuat orang mencintai uang, sebab ini bisa membuat orang-orang rohani dan hamba-hamba Tuhan jadi bejat, sekalipunrasul bisa menjadi pengkhianat. Sebab itu kita harus ber-jaga2. Kita harus memperhatikan bahwa:
1. Miskin dan kaya.
Beberapa orang mengira kalau sudah kaya tidak akan kena lagi roh mammon, sebab sudah punya uang banyak, tetapi ternyata orang kaya justru makin cinta uang, makin diikat roh mammon, tidak bisa tahan menjadi miskin, sebab itu takut jadi miskin, sehingga makin kikir dan tamak dan makin terikat oleh ancaman mammon bahkan sampai dirasuk roh mammon sebelum zaman Antikris. Hati-hati.
Juga orang miskin bisa cinta mammon dan menyembah pada berhala mammon, bahkan berani menjual diri, menjual kesucian, karunia-karunianya, jabatan bahkan menjual Tuhannya untuk mendapat mammon.
2. Kemewahan.
Kemewahan adalah kepuasan perasaan hati yang ditera dengan keyakinan, bahwa kalau mewah itu senang dan bahagia, padahal ini tipu daya iblis. Misalnya arloji Rp. 50.000 dan Rp 50 juta, itu sama2 bisa berfungsi baik. Orang yang rohani, bisa berpada, kalau tidak punya uang, ia bisa memakai arloji 50.000 dengan puas dan sukacita tanpa rasa minder atau sedih. Kalau punya uang lebih, ia bisa memakai yang lebih mahal tetapi tetap dalam batas2 yang seimbang untuk semua keperluan lainnya.
Sebaliknya orang mewah merasa melarat dan celaka kalau tidak bisa memakai arloji yang mahal, bahkan kalau perlu hutang atau korupsi, segala cara dihalalkan, asal perasaan hatinya (yang salah) ini bisa puas.
Contoh lain misalnya mobil, rumah, pakaian, peralatan dll yang mewah.
Kita perlu membedakan antara fungsionil (dibutuhkan, kadang-kadang ini juga mahal misalnya listrik, LCD dll) dan kewewahan (bukan kebutuhan, tetapi untuk memuaskan perasaan hati yang terikat kemewahan).
Orang yang suka atau terikat pada kemewahan dengan sendirinya cinta uang, sebab tanpa uang tidak ada kemewahan.
Beberapa orang berpikir kalau sudah kaya tidak perlu lagi berpada sebab uangnya cukup sehingga ber-mewah2 itu tidak termasuk dosa. Memang mewah itu relatif, orang yang punya berkat lebih banyak tidak salah memakai barang yang lebih mahal, tetapi masing2 kita harus memberi pertanggungjawaban untuk semua yang kita terima dari Tuhan.
Mat 25:19
19 Sesudah waktu yang lama, tuan hamba-hamba itu datang untuk mengadakan perhitungan dengan mereka. (KJI)
Orang yang rohani dan mengerti kebenaran Allah, itu bisa berpada artinya bisa berkelimpahan, bisa berkekurangan.
Pil 4:11-12
11 Bukannya saya berkata mengenai kekurangan, karena saya telah belajar di dalam keadaan apapun, berpada dengan apa yang ada.
12 Saya tahu bagaimana berkekurangan, dan saya tahu bagaimana berkelimpahan. Di mana saja dan di dalam segala hal saya telah terlatih, baik dalam kenyang maupun dalam lapar, baik dalam berkelimpahan maupun dalam menderita kekurangan. (KJI)
Kita harus bisa berpada dalam kelimpahan atau kekurangan, ini berarti:
1. Tidak bereaksi (atau terpancing) untuk berdosa< baik dalam kelimpahan atau kekurangan>
2. Bisa tetap sejahtera dan bersukacita dalam semua keadaan.
3. Tetap taat dan berkenan pada Tuhan (tidak ber-sungut2 atau sesukanya sendiri) tetapi selalu bisa berpada, bisa puas dengankelimpahan atau kekurangannya.
Dalam persekutuan, pelayanan, pekerjaan dll seringkali kita dibawa pada keadaan yang berkelimpahan atau berkekurangan dan orang yang tidak bisa berpada tidak senang akan lari atau ber-sungut2 dan terpancing atau terperosok dalam dosa atau sebaliknya bertindak semaunya sendiri seperti Nebukadnezar, Bersyazar dll.
Sebab itu sekalipun kaya atau miskin, kita harus bisa berpada yaitu puas dengan apa yang ada pada waktu itu dan tidak bereaksi dosa (kalau berdosa berarti masuk jerat iblis, iblis bekerja dan menerusi), tetapi tetap berkenan pada Tuhan. Ini penting untuk memelihara persekutuan tubuh Kristus, tetap manis dalam segala keadaan, limpah atau kekurangan.
Biasanya dalam pelayanan, persekutuan atau acara-acara umat Tuhan, diambil tingkat rata-rata, (misalnya dalam pelayanan, camping, seminar dsb) kecuali ada sebab2 yang tidak bisa dihindarkan. Kalau ada, kita boleh bersukacita dengan hotel bintang 5, tetapi kalau tidak ada, dengan asrama sederhanapun kita bisa menerimanya dengan tidak ber-sungut2, tanpa komentar semaunya sendiri, dll sehingga tidak sampaiterpancing dalam dosa yaitu kata2 atau tindakan yang salah.
Jangan sampai merusak pelayanan atau persekutuan umat Tuhan hanya karena kekurangan atau kelimpahan. Sebab itu perasaan hati kita harus dicocokkan dengan Firman Tuhan, bukan dengan mode atau trend duniawi.
3. Hedonism. Suka dan terus cari senang, baik dari jalan-jalan, tontonan-tontonan, acara-acara, hoby dll. Firman Tuhan berkata: Orang sepertiini hidup seperti mati, celaka; ia sangat menderita kalau tidak ada kesukaan yang diharapkan dan itu sering tejadi1Tim 5:6. Untuk mengetahui lebih jelas, apakah ada hedonism yang mengikat, lihatlah apa ada kesukaan akan perkara-perkara dari Atas atau 7 KPR. Anggur lama dan anggur baru biasanya tidak bisa campur Luk 5:39.
Daud bisa menyanyi dan bersukacita di kandang kambing domba, tetapi juga dalam istana. Mengapa ia bisa berpada? Sebab ia suka perkara-perkara dari Atas, kesukaannya itulah Firman Tuhan yang menjadi isi hatinya siang malam Maz 1:2;  119:50,97,127 dll. Ada sukacita dalam persekutuan di dalam Tuhan Maz 119:63, sukacita dalam beribadah Maz 122:1, sukacita bersekutu dalam Roh Maz 51:13 dsb. Kecintaan akan Tuhan (Firman Tuhan, doa, dipimpin Roh dsb) adalah tanda ia tidak terikat anggur lama termasuk hedonism ini Luk 5:39. Sebab orang yang cinta anggur lama, tidak bisa cinta anggur baru yaitu perkara dari Surga.
4. Terikat pada dunia ini sehingga tidak bisa memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31, artinya tidak bisa berpada 1Tim 6:8. Kalau tidak bisa puas dengan apa yang sudah dimiliki seperti Yudas maka cinta akan uang akan subur tumbuh di dalam dirinya, dan terus mencari kesempatan sehingga akhirnya jadi pengkhianat sampai mati dan masuk Neraka.
5. Tidak bisa menyangkal diri. Orang ini tidak bisa mematikan segala keinginan daging, termasuk cinta uang dan semua perkara-perkara daging dan duniawi. Segala dosa lain sedikit banyak mendorong orang untuk cinta akan uang, sebab uang itu bensinnya dari semua dosa. Kita harus mengerti dan bisa menyangkal diri dari segala percintaan dunia ini Mat 6:21, sebab dimana hartamu disitu hatimu. Mat 6:22. Kalau cinta uang akhirnya bisa jadi pengkhianat seperti Yudas. Karena cinta uang, orang itu bisa atau beranimerugikan materi atau morel dari Gereja, pemimpin-pemimpin, saudara-saudara seiman bahkan meninggalkan Gereja karena ingin dapat uang lebih banyak, ini seperti Yudas. Kita boleh cari dan dapat uang lebih banyak, asal dengan cara halal dan tidak mengorbankan rohani termasuk ibadah, kesucian, masa teduh, pelayanan dll yang sudah ada, bahkan untuk hal-hal rohani itu kita selalu mencari jalan dan kesempatan untuk ber-tambah2 dalam menghadapi akhir zaman yang pasti makin dahsyat.
IV. TUJUAN HIDUP.
1. Bukan jadi kaya di dunia, tetapi di Surga.
Mat 6:19-20
19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di mana gegat dan karat membinasakannya, dan pencuri menerobos dan mencurinya,
20 melainkan kumpulkanlah bagimu harta di sorga, di mana tidak ada gegat atau pun karat membinasakannya, dan pencuri tidak menerobos dan mencuri. (KJI)
Ingin jadi kaya ini berartisudah kena tipu daya setan, sebab orang seperti ini akan cinta uang dan muncul segala jenis kejahatan 1Tim 6:9-10. Orang Kristen boleh jadikaya tetapi jangan cinta uang, sebab itu membinasakannya untuk kekal, karena orang kaya yang bercintakan uang itu sangat sulit atau tidak bisa masuk Surga.
Mat 19:23
Kemudian berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa sukarlah bagi orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (KJI)
Orang yang tujuannya jadi kaya di dunia itu betul-betul celaka menurut Tuhan dan Tuhan tahu dan Ia tidak pernah salah Luk 12:16-21.
Orang Kristen yang bodoh masih terang2an ingin jadi kaya, tetapi yang mengerti tidak mengatakan demikian, tetapi kalau dalam hati masihada cinta uang, mammon akan menguasainya dan  membuatnya keluar dari jalan yang betul.
Orang yang tujuannya menjadi kaya, ingin kaya, itu sudah terikat, sehingga waktu, hati, korban dan hidupnya habis untuk mengejar uang.
Orang yang bisa berpada tidak cinta uang, tujuannya tidak harus jadi kayu (kalau bisa kaya boleh tetapi tidak harus); Orang seperti ini tidak akan merasa rugi kalau ia memberi waktu, hati, pengorbanan dan hidupnya bagi Tuhan.
Orang yang ingin kaya itu sudah keluar ril sedikit atau banyak, itu jenis hidupnyasama dengan Yudas, tinggal, tunggu tanggal mainnya lalu undur atau khianat seperti Yudas. Ingin kaya itu seperti telur burung, berkhianat ala Yudas itu seperti burungnya!
2. Hidup untuk Kristus dan mati jadi untung. Pil 1:21. Kalau kita bisa menyangkal diri, mengerti kebenaran Firman Tuhan dan mau dipimpin Roh, kita akan mengerti bahwa tujuan hidup seperti ini adalah yang terbaik dan pasti untung. Allah tidak anti kaya, kaya bukan dosa asal tidak cinta uang. Cinta uang itu yang dosa dan akarnya segala dosa dan keselamatan akan hilang, dan akhirnya akan menjadi pengkhianat seperti Yudas.
Tuhan suka memberi kelimpahan rohani (limpah dengan pengurapan, Firman Tuhan, kasih, sukacita, karunia2, hikmat,  kuasa Allah dst) dan kelimpahan jasmani (kaya, Maz 1:3, Yus 1:8 dll) sehingga kita bisa menjadi berkat, bisa berbuat lebih banyak untuk beribadah, tumbuh dan melayani Tuhan, Tuhan sanggup dan mau membuat kita kaya, asalkan punya kemampuan untuk menanggung beban uang. Kalau diberi uang jadi jauh dari Tuhan, limpah dengan dosa kesombongan, tidak mau tunduk, se-wenang2 dan keduniawian sehingga binasa, tentu kalau Tuhan baik dan cinta, Ia akan lebih baikmembuat hidup seperti Lazarus daripada menjadi orang kaya, sebab untuk kekal Lazarus jauh lebih untung dan lebihindah Luk 16:25. Tetapi kalau kita:
1. Mampu menanggung harta, dan tidak timbul dosa atau ikatan2.
2. Punya tujuan hidup yang betul (Pil 1:21) untuk kemuliaan nama Tuhan, maka Tuhan akan melimpahkan berkatnya sesuai dengan kemampuannya untuk menanggung, menerima dan membelanjakan uangnya.
Salomo minta hikmat untuk bisa hidup bagi Tuhan dan umatNya, ia  tidak minta atau menuntut umur, harta atau sukses, 1Raj 3:11,13, maka Tuhan memberi Salomo uang begitu limpah sehingga dari kapal2nya saja setiap tahun ia mendapat 666 talenta emas (= 33,3 ton emas) 1Raj 10:14. (Tetapi sayang, karena Salomo tergelincir dalam hedonisme dan perzinaan, uangnya membuat kejatuhannya makin parah sampai hancur total).
Kita boleh berusaha mencari nafkah, uang (bahkan harus bekerja 2Tes 3:10) tetapi jangan dengan cinta uang, jangan dengan ingin kaya; apa tandanya? Bisa berpada, bisa rugi atau kehilangan uang tetapi tidak ber-sungut2 atau marah2, tidak berontak dan undur, tetap bisa beri waktu, hati, korban dan hidup untuk Tuhan dengan sukacita, maka Tuhan bisa memberi fasilitas yang fana dengan limpah. Ini berkat Tuhan, bukan berkat mammon dari iblis. Kita harus bisa membedakan berkat dari Tuhan (dengan jujur, dalam terang, sesuai Firman Tuhan karena mencari kerajaan Allah lebih dahulu) dari berkat kekuatan sendiri atau berkat dari iblis (yang tidak peduli jujur atau benar).
Jangan hidup untuk perkara-perkara yang fana; orang seperti ini biasanya dosa2nya makin limpah sebab ikatan perkara-perkara fana dan terus mengejarnya; rohaninya rusak dan akhirnya jiwanya binasa. Tetapi kalau kita hidup bagi Tuhan dengan betul, semua fasilitas yang fana akan ditambahkan dengan limpah dan rohani tumbuh dengan subur dalam rencana Allah yang indah.
V. PERASAAN HATI ORANG KAYA DAN ORANG MISKIN.
Perasaan hati.
Dalam ibadah dan hidup se-hari2, termasuk semua yang kita lakukan, biasanya pengaruh perasaan hati itu besar. Biasanya perasaan hati itu ditera oleh:
1. Norma2 duniawi, dalam masyarakat, mode, kemewahan, hedonisme dll.
2. Daging yang condong pada dosa, cinta uang.
3. Tradisi, misalnya orang-orang yang turun temurun berkata jangan kumpulkan pakaian itu gombal tetapi kumpulkan emas, itu tidak hilang nilainya.
4. Agama. Lebih2 Kristus oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus.
Perasaan hati bisa menjadi halangan besar dalam hidup menurut Firman Tuhan, sebab itu membuat hati tidak ada sejahtera, salib menjadi berat dan meng-halang2i atau merem semua tindakan atau pikiran kita untuk taat akan Firman Tuhan. Untuk menghapus atau membalik perasaan hati yang sudah ditera oleh keyakinan dalam pikiran kita, itu tidak mudah bahkan sangat sulit. Misalnya doa harus dengan musik lengkap baru bisa doa dengan betul. Ini karena pengaruh arus orang banyak dan Gereja2 yang mewah. Kalau ada tidak salah, yang jadi problem adalah kalau tidak ada musik, perasaan hatinya tidak enak, tidak bisa berdoa, itu merugikan. Kita harus bisa dalam keadaan mewah, juga dalam keadaan kekurangan, tetap berdoa dengan baik, sebab doa yang betul itu dalam Roh dan hidup benar. Ayat ini (Yoh 4:23) yang harus menera perasaan hati kita supaya perasaan hatinya betul!
Misalnya Abraham yang mula2 merasa kata2 Sarah jahat, tetapi karena Tuhan mengatakan pada Abraham bahwa kata2 Sara betul, langsung Abraham taat dan ia memutarbalikkan perasaan hatinya dan bertindak taat akan Firman Tuhan.
Kej 18:10-14
10 Maka katanya: Bahwa tak dapat tiada Aku akan kembali kepadamu tahun yang datang ini pada masa begini, maka sesungguhnya Sarah, isterimu, telah beranak laki-laki. Maka terdengarlah kata itu kepada Sarah di belakang pintu kemah, yaitu tempat ia berdiri.
11 Maka Ibrahim dan Sarahpun sudah tua dan jauh sangat umurnya dan pada Sarahpun telah putus adat jalan perempuan;
12 sebab itu tertawalah Sarah, katanya dalam hatinya: Bolehkah ada bagiku birahi lagi kemudian dari pada sudah tua aku dan suamikupun sudah tua adanya?
13 Maka firman Tuhan kepada Ibrahim: Apa sebab maka Sarah itu tertawa, katanya: Bolehkah aku beranak lagi setelah sudah tua aku?
14 Adakah barang sesuatu yang mustahil kepada Tuhan? Maka pada masa yang tertentu Aku akan kembali kepadamu, tahun yang datang ini, maka Sarah telah beranak laki-laki. (TL)
Perasaan hati orang kaya dan miskin.
Orang kaya biasanya perasaan hatinya senang sebab yakin senang itu enak, untung, bahagia, bahkan jadi sombong. Ini bentuk perasaan hatinya seperti:
Luk 12:19-21
19 Dan saya akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, engkau mempunyai banyak milik terkumpul untuk bertahun-tahun, santai, makan, minum dan bersukacitalah.
20 Tetapi Allah berkata kepadanya: Bodoh, malam ini juga jiwamu akan dituntut daripadamu, maka semua yang telah kausediakan itu menjadi milik siapakah?
21 Demikianlah orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, dan tidak kaya di hadapan Allah.” (KJI)
Biasanya perasaan hati orang miskin ditera oleh keyakinan bahwa miskin itu tidak enak, celaka, sial, nasib jelek. Tetapi Firman Tuhan menera perasaan hati dengan tepat yaitu dengan:
Mat 16:26
Karena apakah gunanya bagi seseorang, jika ia memperoleh seluruh dunia ini tetapi kehilangan jiwanya atau apakah yang dapat diberikan seseorang sebagai ganti jiwanya? (KJI)
Sebab itu orang yang percaya Firman Tuhan perasaan hatinya tetap benar, bisa berpada waktu kaya atau miskin Pil 4:11-12.
Seringkali sesudah diberkati jadi kaya, ataunaik dalam jabatan tinggi, lalu perasaan hatinya berubah (karena kebodohannya) menjadi perasaan hati orang sombong karena jadi orang besar atau kaya.  Daud menjadi raja dan kaya tetapi sebab pengertian Firman Tuhan yang limpah, perasaan hatinya ditera oleh Firman Tuhan sehingga tidak berubah menjadi sombong. Tuhan menegur orang-orang yang baru atau sudah lama menjadi kaya supaya hidup dan perasaan hatinya dicocokkan dengan Firman Tuhan.
1Tim 6:17
Pesankanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini, supaya jangan mereka tinggi hati dan jangan harap pada kekayaan yang tidak tetap, melainkan kepada Allah yang hidup, yang memberikan segala sesuatu kepada kita dengan limpahnya untuk dinikmati. (KJI)
Contoh:
Pkh 3:11
Diberi kekekalan (KJ: dunia) dalam hatinya tidak bisa mengerti rencana Allah yang akan datang. Mengapa? Sebab tidak memikirkan yang kekal lebih dahulu. Kalau pikir yang kekal lebih dahulu, maka bisa mengerti juga rencana Allah untuk yang kekal dan yang fana. Mat 6:33 4*. Orangtua pikir rohani atau jasmani untuk anak-anaknya.
John Sung menjadi penginjil, orangtuanya gembala sidang tidak setuju, sebab hidup mereka sederhana. Seringkali orangtua hanya memikir jasmani lebih baik, rohani tidak terlalu dirindukan. Ada orangtua jual rumah dll untuk sekolah anak, tetapi waktu diberi buku2 rohani untuk anaknya tidak ada tanggapan. Kita harus berpikir yang kekal lebih dahulu.
Seringkali perasaan hati orang kaya dan orang miskin ini terpaku dengan keadaannya sehingga untuk mengerti dan taat akan Firman jadi sulit karena perasaan hatinya sudah dicocokkan dengan hal-hal fana yaitu dengan kaya dan miskin, misalnya:
1. Pilemon. Hambanya lari karena berbuat salah,mungkin mencuri, sebab Paulus mau membayar kerugian Pilemon yang dibuat oleh Onesimus.
Pilemon 1:18
Bila ia telah merugikanmu atau berutang sesuatu kepadamu, taruhkanlah ke atas tanggungan saya. (KJI)
Sebetulnya Pilemon bisa membunuh Onesimus yang sudah ditangkap dan dipenjarakan, tetapi Pilemon sebagai orang rohani tidak memikirkan hal ini. Dalam penjara Onesimus bertemu Paulus dan bertobat, lalu sungguh2 beribadah. Sekarang Paulus minta kepada Pilemon untuk menerima kembali Onesimus yang sudah percaya, menerimanyasebagai saudara seiman yang dikasihi.
Pilemon 1:16
Sekarang bukan sebagai hamba, tetapi lebih dari hamba, yaitu seorang saudara yang dikasihi, khususnya bagi saya, tetapi terlebih lagi bagimu, baik di dalam daging dan di dalam Tuhan. (KJI)
Ini permintaan yang sulit sebab untuk taat, Pilemon  harus memutarbalikkan sama sekali sikap serta perasaan hatinya, supaya bisa bersekutu dengan hambanya yang sudah berbuat jahat. Ini pasti tidak mudah bagi Pilemon untuk menerima Onesimus sebagai saudara yang dikasihi. Kalau ia tetapmenganggap dirinya sebagai orang kaya dan pemilik hamba ini , perubahan ini tidak mungkin terjadi. Tetapi kalau ia mau menganggap dirinya tidak punya apa2, semua yang ada padanya dari Tuhan, dia hanya bendahara, maka dengan pengertian dan pendirian seperti ini, perubahan itu akan lebih mudah. Tetapi kalau ia mau, maka dengan kuasa Roh Kudus ia bisa melakukannya. Membalik perasaan hati itu tidak mudah.
2. Orang kaya dan Lazarus. Orang kaya ini tidak mau bertobat, ia tidak peduli akan Tuhan, hidup dalam dosa, sampai akhirnya mati. Sesudah mati baru ia menyesal, tetapi terlambat, ia hanya minta tolong untuk saudara-saudaranya. Andaikata orang kaya itu bisa keluar dari Neraka ia akan menjadi anggota yang sungguh2 dari Gerejanya, dalam pelayanan mungkin ia menjadi anak buah Lazarus dalam Gereja (sebab Lazarus lebih rohani dari orang kaya, bahkan setingkat dengan Abraham), apakah orang kaya ini miskin? Pasti orang kaya ini mau asal masuk Surga. Tetapi kesempatan itu sudahtidak ada. (Tuhan tidak mau memberi kesempatan lagi pada orang kaya ini, sebab:
1. Kesempatannya sudah habis, Tuhan sudah menunggu sampai waktu batasnya.
2. Mati, kesempatan habis. Ibr 9:27.
3. Orang yang bertobat karena terjepit, waktu tidak terjepit, apalagi dalam zona nyaman akan berdosa lagi. Tetapi, kalau dalam zona nyaman orang itu mau percaya dan pikul salib untuk bisa taat, orang ini bisa tahan, terus pikul salib dan tetap bisa hidup sucisekalipun ditinggikan, tidak akan berdosa seperti Lucifer). Sebab itu jangan perasaan hati ini jadi penghalang untuk mentaati Firman Tuhan, istimewa tentang uang dan harta, Tuhan no 1, dan belajar terus bisa berpada seperti Pil 4:11-12.
3. Lazarus dan Onesimus. Andaikata orang kaya itu bertobat dan menjadi anggota dari Gereja yang sama, lalu Lazarus menjadi pemimpin dan orang kaya jadi anak buah, apa Lazarus tidak minder atau apakah ia akan memakai kesempatan ini menjadi sombong. Kalau dilihat dari tingkat rohaninya, Lazarus akan bisa mengubah perasaan hatinya seperti Abraham, ia akan bersukacita bisa bersekutu dengan orang kaya ini; begitu juga Onesimus dengan Pilemon, tidak minder tetapi tetap menghargai seperti yang dinasehatkan Tuhan bagi hamba-hamba yang menjadi saudara seiman dengan majikannya, juga dalam pekerjaannya tetap bersukacita dan taat akan perintahnya. Kol 3:22-24.
Sebab itu perasaan hati harus bisa diubahkan, dicocokkan. Jangan lupa, saling mengampuni kalau ada yang salah dan menghadapi orang-orang ini dengan hikmat pimpinan Roh.
Seringkali dalam persekutuan, orang ingin memakai cara-cara duniawi yaitu yang sejenis, muda dengan muda, tua dengan tua, yang sama2 kaya, sama2 pintar, suku bangsanya sama dll; minta sejenis sehingga persekutuan tubuh Kristus ter-pecah2, sebab perasaan hati dipuaskan atau disetel cara duniawi.  Kita harus belajar mengubah perasaan hati sesuai dengan Firman Tuhan, sehingga bisa bersukacita dalammenyangkal diri supaya kita bisa bersekutu karena Kristus. Dengan demikian kita bisa bersekutu dalam kesucian dan kasih bukan berdasar persekutuan sejenis dan ber-sama2 memikirkan kehendak Tuhan dan melayani dalam Roh sesuai dengan Firman Tuhan. Perasaan hati duniawi merugikan persekutuan tubuh Kristus, misalnya:
a. Kalau Pilemon tidak bisa taat pada Paulus, persekutuannya rusak.
b. Daud, Yonathan bisa mencocokkan perasaan hatinya dengan kehendak dan Firman Tuhan, sebab itu timbul persekutuan yang indah karena iman kepada Tuhan.
Yonathan dan Daud.
1Sam 18:1
Sekarang bukan sebagai hamba, tetapi lebih dari hamba, yaitu seorang saudara yang dikasihi, khususnya bagi saya, tetapi terlebih lagi bagimu, baik di dalam daging dan di dalam Tuhan. (TL)
Mereka harus mengubah perasaan hati yang umum untuk orang kaya dan orang miskin. Yonathan anak raja, kaya, berkedudukan, cukup dewasa / tua, komandan 1000 orang 1Sam 13:2 (waktu perang lebih banyak), Daud sebaliknya. Tetapi mereka bisa bersekutu dengan kasih yang murni, begitu kuat, sebab perasaan hatinya sudah ditera dengan Firman Tuhan.
Maz 119:63
Bahwa akulah taulan segala orang yang takut akan Dikau, dan kawan segala orang yang memeliharakan firman-Mu. (TL)
Mereka bisa bersekutu, bukan menurut perasaan hati yang duniawi, tetapi sebab sama2 cinta Tuhan dan FirmanNya sehingga perasaan hatinya dicocokkan dengan Firman Tuhan dan hasilnya meskipun ada perbedaan latar belakang yang besar, mereka bisa bersatu dengan manis tanpa kesukaran. Juga Gereja kita harus bisa seperti ini.
VI. TERPELIHARA DI DALAM TUHAN.
Memakai uang dengan betul sesuai Firman Tuhan untuk hal-hal pribadi itu tidak salah, asal semua disesuaikan dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh. Ingat kita harus mengakui semua dari Tuhan. 1Kor 4:7 dan menjadi bendahara yang baik, rohani dan jasmani. 1Kor 4:1-2, 1Pet 4:10. Kalau salah hendaklah segera diperbaiki. Beberapa nasehat Firman Tuhan:
1. Jangan takut jumlah yang di dalam tangan kita naik turun seperti Ayub (tetapi jangan karena kebodohan). Asal kita hidup berkenan pada Tuhan Kol 1:10, sebabTuhan akan dan sanggup menambahkan segala yang kita perlukan Mat 6:33 dengan fasilitas uang yang ada (dari Tuhan) atau dengan iman Mat 8:13. Orang yang percaya tidak takut meskipun menghadapi naik turun, sebab semua dari Tuhan (1Kor 4:7, Ay 1:21) dan Tuhan sanggup melengkapi segala kebutuhan kita.
2. Tetap rendah hati sebab semua dari Tuhan, jangan sombong karena punya banyak, jangan minder karena tidak punya apa2, sebab kita mempunyai Tuhan yang sanggup memberi semua yang diperlukan.
3. Jangan cinta uang, baik waktu kaya, atau waktu miskin. Belajar bisa berpada dalam segala keadaan Pil 4:11-12.
VII. KESIMPULAN.
Yudas punya uang yang sangat terbatas dan dia bendahara. Sebab ada cinta uang dalam hatinya, maka timbul segala macam dosa (bohong, curi, beberapa kali Yoh 12:6).
Sebab itu baik orang miskin atau kaya belajar berpada, hidup berkenan pada Tuhan sesuai Firman Tuhan, kita pasti terpelihara, apalagi dengan iman, tidak ada yang mustahil.
Pakai kesempatan dalam segala sikon (miskin, pas2an atau kaya) untuk hidup berkenan pada Tuhan, tumbuh dan ber-buah2. Jangan karena sikon lalu berbuat dosa sehingga jadi pengkhianat seperti Yudas. Orang yang bisa berpada akan bisa memakai segala sikon dalam pimpinan Roh Kudus untuk hidup berkenan pada Tuhan sehingga tumbuh dan ber-buah2 jiwa2 bagi Tuhan.
Nyanyian:
Apa padaku, kudapat dari Bapa…….
Berpada dengan segenap hati
Berkenan dalam semua sikon
ku tak cari duniawi, tapi hidup bagiNya
Sbab kupandang Yesus, kut’rus bersuka.