M3731 – 2 Korintus 13:13 Berkat Trinitas Yang Bertambah-tambah

TRINITAS
Tiga pribadi Allah yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus itu bersatu sehingga menjadi satu, 1+1+1=1 bukan 3. Mereka begitu menyatu sehingga tidak terpisahkan, semua sama2 Allah, tetapi satu. Kadang2 ditulis pekerjaan Bapa sendiri, kadang Putra atau Roh Kudus, tetapi semua bekerjasama dengan sangat harmonis, denganpengertian, cara hidup dan tindakan yang sama sebab Mereka betul-betul sehati dalam hal apa saja. Juga ber-sama2 terus dalam memberi segala perkara yang dibutuhkan orang beriman dalam pertumbuhan rohani orang beriman dan dalam hal-hal jasmani.
Ada banyak karunia2 yang diberikan bagi manusia, tetapi Rohnya sama, ada berbagai2 jabatan yang kita peroleh tetapi Tuhannya sama, juga ada berbagai2 perbuatan ajaib bagi setiap umat Tuhan tetapi oleh Allah yang sama yang melakukan semuanya di dalam semua orang 1Kor 12:4-6.
Begitu juga berkat yang diberikan pada kita yaitu:
1. Anugrah Tuhan Yesus Kristus
2. Kasih Allah Bapa dan
3. Persekutuan Roh Kudus.
Diberikan pada kita setiap kali, terus menerus, terus bertambah2 sampai kita menjadi sama  seperti Dia.
Sama seperti orang membangun rumah ditambahi satu bata dan satu bata terus menerus sampai akhirnya terbangun satu rumah yang besar yangindah dan sempurna. Sebab itu setiap kali kita menerima berkat dari Bapa, Putra dan Roh Kudus, biar berkatNya itu terus bertambah2 sampai puncaknya yaitu menjadi seperti Dia (jangan lupa, kita juga harus menggenapi andil atau bagian kita!).
Contoh yang lain: bayi yang lahir setiap kali sehat tidak sakit, setiap hari tumbuh dan setiap hari tambah pengertian sehingga makin tumbuh, makin besar sampai seperti orang tuanya, sebab setiap hari  selalu ada yang ditambahkan.
Begitu pula telur sampai jadi burung, setiap hari terus ditambahi sesuatu kepadanya, sampai akhirnya telur menjadi burung yang dewasa. Begitu juga kita bergantung dari Allah (Bapa, Putra dan Roh Kudus) yang setiap hari mulai dari percaya terus ditambahi sampai akhirnya menjadi sempurna seperti Kristus, menjadi allah2 Yoh 10:35. Kalau kita mengerti hal ini, maka setiap kali kita mendapat berkat yang diberikan hamba Tuhan,  berkat yang lengkap itu menumbuhkan kita dalam rencana Allah sampai akhirnya menjadi sempurna seperti Kristus. Ini tergantung dari Allah dan kita, bukan hanya dengan Allah dan tidak mungkin hanya dari kita.
Bagian Allah, Mereka tidak pernah lupa menyediakan dan menambahkan semua untuk kebutuhan dan pertumbuhan kita.
Bagian kita juga harus terus menerus dipenuhi, yaitu dengan tinggal dalam jalan Allah dan taat melakukan kehendakNya, maka rencana Allah akan jadi dalam hidup kita, sangat indah, kita menjadi mulia seperti Dia.
I. ANUGRAH TUHAN YESUS KRISTUS
Kita selamat oleh anugrah Allah Ef 2:8, itu bukan hasil perbuatan atau kebaikan kita tetapi se-mata2 anugerah atau pemberian cuma2 dari Tuhan. Allah menawarkan pada semua orang Yoh 3:16 dan siapa mau percaya kepada Tuhan Yesus, hatinya ditarik oleh Bapa Yoh 6:44 dan Roh kudus yang bekerja dalam hatinya. Yoh 3:5.
Kita melihat dua bagian dari anugrah Tuhan Pil 1:29 yaitu percaya beroleh selamat dan menderita sengsara karena Dia.
1. Percaya.
Percaya itu harus tumbuh terus sampai jadi percaya yang sempurna.
Murid2 minta supaya imannya ditambahi Luk 17:5. Iman orang-orang Tesalonika terus bertumbuh 2Tim 1:3. Iman setiap orang tidak sama, itu tergantung dari kita dan Allah. Dari Allah semua beres, tidak ada yang berubah, tidak ada yang ingkar janji, Firmannya pasti digenapkan. Tetapi dari pihak kita harus ada usaha untuk tumbuh dalam iman. Sebab itu besarnya iman setiap orang tidak sama, tergantung dari masing-masing. Bagaimana kita berusaha supaya iman kita tumbuh? Dari iman yang kecil Mat 8:26 KJI sampai iman yang besar Mat 8:10 bahkan sampai iman yang sempurna Yak 2:22.
Iman itu kebutuhan mutlak. Tanpa iman kita tidak bisa memperkenankan Allah Ibr 11:6. Kalau punya iman, maka kita bisa mengambil segala janji Allah yang tidak terbatas ini Mat 8:13. Sebab itu kalau  kita bisa percaya, maka tidak ada yang mustahil bagi kita, ini kalau imannya sudah sempurnya Mar 9:23. Luar biasa.
Sering kali orang beriman kurangbisa melihat betapa besar harga iman itu. Kita bisa mengumpamakannya dengan uang dalam dunia. Kalau seorang punya uang banyak ia jadi bebas melakukan banyak (segala) perkara. Lebih banyak uang lebih bebas berbuat apa saja. (Ini contohyang tidak sempurna sebab biarpun punya semua uang tetapi masih terbatas, tetapi orang sudah bisa membayangkan begitu banyak faedah dan keuntungan atau kebebasan yang bisa dimilikinya). Kalau punya iman penuh, sempurna, kita betul-betul bebas dalam arti ilahi, yaitu sesuai Firman Tuhan. (misalnya Petrus percaya, ia tidak takut tetapi masih bisa ditangkap, dipenjara dan mau dibunuh, tetapi dengan Tuhan ia terlepas, bisa bebas dalam kehendak dan rencana Allah, sebab semua kesukaran itu untuk mengolah kita. Nanti di Surga tidak ada lagi kesukaran. Begitu indah kalau kita bisa percaya pada Tuhan.
Dari mana datangnya iman? Dari Firman Tuhan Rom 10:10 dan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita 2Kor 3:6, sehingga huruf-huruf Firman Tuhan itu jadi hidup dan menjadi iman. Kalau kita mau percaya dan taat akan Firman Tuhan, maka Roh Kudus akan terus menumbuhkan iman kita, dengan anugrah Tuhan.  Setiap berkat anugrah Tuhan yang kita dapat, membuat iman kita makin tumbuh.
2. Mahir pikul salib, menderita sengsara karena Dia.
Putra Manusia Yesus itu mahir pikul salib Yes 53:3. Dalam banyak sengsara, Ia sama sekali tidak mengeluh seperti domba bisu Yes 53:7. Kita juga harus tumbuh dalam kemahiran pikul salib. Ini tidak mudah sebab itu sakit untuk daging. Dengan anugrah Tuhan yang ditambahkan kita bisa makin tekun menderita sengsara karena Dia.
Kemampuan pikul salib ini penting, sebab rohani bisa makin meningkat; kita harus belajar bisa menanggung salib atau penderitaan yang makin besar, maka kita bisa menerima jabatan dan talenta yang lebih besar. Misalnya Yusuf untuk bisa mengampuni kejahatan saudara-saudaranya, waktu di rumah itu tidak terlalu berat, sebab kejahatan saudara-saudaranya padanya terbatas dan ada bapaknya. Tetapi waktu di luar rumah kejahatan saudara-saudaranya makin kejam ia hampir dibunuh mati. Juga waktu jadi hamba, ia bisa dianiaya sampai mati dan tidak ada yang peduli, apalagi kalau ia berontak dan melawan. Yusuf sudah mengalami semua ini. Juga di rumah Potifar untuk bisa hidup suci dari godaan istri Potifar, ia harus menyangkal diri dalam hal yang lain lagi, yaitu dari nafsu2 sex. dst. Waktu saudara-saudaranya datang kepadanya dan menyembah dia, ia bisa dengan bebas melampiaskan benci, dendam dan nafsunya. Untuk mengampuni dalam keadaan yang sangat berkuasa itu jauh lebih berat dari pada waktu jadi budak, tetapi Yusuf tekun menyangkal diri, sehingga justru ia bisa mencintai saudara2 yang jahat kepadanya, sebab itu Tuhan mengangkat Yusuf sangat tinggi, apalagi nanti di surga. (Mungkin Yusuf ikut bangkit waktu Tuhan Yesus mati Mat 27:52). Kalau kita makin kuat menyangkal diri, menderita sengsara karena Dia, kita juga akan dipermuliakan seperti Kristus Rom 8:17,18.
Setiap kali pemberkatan kita menerima tambahan kekuatan untuk bisa memikul salib yang lebih berat dan itu berarti kemuliaan yang lebih besar. Betapa indah berkat Tuhan itu, belum lagi berkat2 lainnya.
 
II. KASIH ALLAH BAPA
Kita beroleh kasih Allah dalam hati kita, dicurahkan oleh Roh Kudus Rom 5:5. Kita terima kasih Allah dengan limpah bahkan penuh,tetapi untuk memberi kasih pada orang lain itu sulit. Menerima mudah, memberi kasih itu sulit. Sampai di mana kita bisa mengasihi orang lain itu adalah ukuran rohani kita.
Ukuran kasih itu bisa kita ukur dari kasih kita kepada:
1. Kasih. Orang yang patut kita kasihani. Ini seperti orang dunia juga punya kasih seperti ini Mat 5:43, 46, 47.
2. Kasih pada orang yang tidak kita kenal, pada orang-orang sekitar kita Luk 10:27. Tidak ada kena mengena tetapi karena Kristus kita mengasihi mereka. Juga pada setiap saudara seiman 1Yoh 4:20.
3. Kasih kepada musuh. Ini tingkat yang tertinggiyaitu bisa mengampuni dan mengasihi musuh, Mat 5:44. Ini kasih yang penuh. Tuhan Yesus mengasihi kita selagi kita bermusuhan kepadanNya. Rom 5:8; Ef 2:4-5. Ini kasih yang terbesar, Allah mengasihi orang berdosa yang melawan Dia bahkan menyerahkan PutraNya sampai mati untuk orang-orang yang melawan Dia.
Sebab itu kita harus belajar tumbuh dalam kasih Kristus, jangan tetap dalam kasih yang kecil seperti orang-orang Parisi dan orang dunia. Kalau kasih kita tumbuh, kita bisa lebih mudah, lebih bebas mengampuni orang yang bersalah pada kita. Mengampuni itu rugi tetapi karena kasih kita mau menanggungnya. Kalau ada benci itu berarti tidak ada kasih. Kasih adalah tanda dari Allah, sebab Allah itu kasih 1Yoh 4:8, tetapi iblis itu benci dan sampai puncaknya yaitu pembunuh Yoh 10:10.
Kalau kasih kita tumbuh terus maka akhirnya kita menjadi seperti Bapa Mat 5:(43-) 48. Dengan berkat kasih Allah Bapa yang kita terima makin limpah, kita bisa memberi kasih makin limpah, makin banyak sampai seperti Dia. Tumbuhlah terus dalam kasih Allah.
Ujian2 kita akan makin meningkat, tandanya dari orang-orang yang datang lewat dalam riwayat hidup kita. Orang-orang yang tidak baik, orang yang tidak suka bahkan membenci kita, itu jadi pengolahan untuk menumbuhkan kasih Allah di dalam kita  (kasih manusiawi tidak bisa sampai pada musuh, hanya sampai pada orang-orang yang cinta kita dan yang kita cintai misalnya keluarga, saudara, anak dll. Tetapi kasih Allah itu bisa sampai pada musuh dan itu dengan tulus). Kita diisi terus setiap kali dengan kasih Bapa, dan dengan menyangkal diri kita bisa mem-bagi2kan kasih itu kepada orang-orang sekitar kita.
Kasih itu ditandai dengan pengorbanan 1Yoh 3:17,18. Kita bagi2kan apa yang Tuhan berikan pada kita pada yang lain. Makin lama makin banyak, baik hal-hal jasmani dan rohani. Kalau kita mengerti dan yakin, bahwa semua yang ada pada kita itu kita terima dari Dia, maka kita akan makin mudah memberi kasih pada orang lain 1Kor 4:7, Mat 10:8.
Pada waktu Gereja sampai dalam kesempurnaannya, maka orang-orang memiliki hartanya ber-sama2 seperti dalam Hujan awal Kis 2:44-45. Masih ada kesalahan2 pada waktu Hujan-awalseperti yang diperbuat Ananias dan Safira Kis 5 dan keadaan ini tidak lama, lekas surut kembali. Tetapi pada akhir zaman waktu orang-orang tahu kedatangan Tuhan kembali, waktu kasih dalam Gereja yang sempurna meningkat, hal ini terjadi lagi. Ini dilakukan dengan memberi lebih banyak, bukan menuntut lebih banyak dan ada hukum yang keras 2Kor 10:6 seperti pada waktu Ananias, baru hal itu bisa terjadi supaya tidak banyak menimbulkan korban (orang-orang yang tidak jujur, yang mengambil keuntungan dari keadaan ini dihukum mati di tempat seperti Ananias).
Setiap kali kita harus memeriksa kasih kita, apalagi kalau terhadap orang-orang yang sepatutnya dikasihi, kalautidak lagi ada kasih itu berarti merosot, bukan tumbuh. Kasih dalam suami istri itu seharusnya tidakmerosot tetapi tumbuh, juga dalam keluarga. Ini salah satu tanda yang peka tentang tingkat rohani kita (kasih jadi ukurannya). Kalau seorang tidak bisa mengasihi istri/ suaminya sendiri, biarpun penuh kelemahan dan kekurangan seperti istri Ayub (yang sangat menjengkelkan) itu berarti orang itu tidak rohani. Ayub adalah seorang yang rohani, diberi rekomendasi oleh Tuhan dan itu ternyata dalam nikah, rumah tangga dan hidupnya se-hari2 ada kasih Allah yang limpah.
 
III. PERSEKUTUAN ROH KUDUS.
Apakah kita mempunyai persekutuan dalam Roh Ef 4:3. Tentu kita sendiri harus punya persekutuan yang baik dan betul dengan Roh Kudus. Ada persekutuan pribadi dengan Roh yaitu penuh dan dipimpin Roh. Bukan kita yang memimpin, tetapi kita dipimpin Roh. Bukan dipimpin daging, hawa nafsu atau kehendak kita sendiri Rom 8:14, Gal 5:16,17. Ini adalah dasar dari rohani yang sehat dan tumbuh dan dasar dari persekutuan dalam Roh. Kalau seorang tidak mau dan tidak bisa dipimpin Roh, maka ia hidup dalam kedagingan, dipimpin daging dan hawa nafsunya. Ia akan jalan menurut daging dan limpah dengan dosa, suatu kebencian bagiAllah.
Kunci cara hidup Putra manusia adalah hidup dipimpin Roh Mat 4:1, Luk 4:1,18. Sebab itu hidup Putra manusia itu luar biasa, penuh dengan hikmat dan kuasa Allah seperti Allah sendiri yang bekerja, sebab dipimpin Roh.Persekutuan Roh itulah persekutuan dari orang-orang yang dipimpin Roh seperti Papan2 dalam Kemah Suci. Papan itu dari kayu tetapi seluruhnya disalut emas (= ilahi, Allah).
Tanda2 orang yang dipimpin Roh itu adalah tanda2 hidup dalam Ruangan Suci yaitu dalam kesucian, di jalan sempit, kesucian disini berarti kesucian di hadapan Allah, bukan di hadapan manusia yang bisa dipalsu. Kesucian Allah itu MAK, DSS (Di mana saja, dalam hal apa saja, kapan saja, dahulu, sekarang dan sampai selamanya dalam angan2 dan masa depan). Orang seperti ini, yang dipimpin Roh akan menikmati ibadah tingkat  Ruangan Suci (bukan tingkat Halaman yang penuh dengan permainan dan sensasi duniawi, cara2 duniawi; orang yang rohaninya tidak tumbuh, istimewa sebab sombong, ingin puji, penghargaan, selalu mau tampil paling depan dan dosa2 lainnya tidak bisa tahan. Sebab itu perlu digembalakan,ditolong, dibantu dengan kasih Kristus dan kuasa Allah supaya tumbuh). Juga tekun dengan kesukaan dalam Firman Tuhan, doa dan penyembahan (bukan dengan cara2 sendiri menurut selera dan kehendak sendiri seperti 250 orang yang menyembah Tuhan dengan pedupaan tembaga, akhirnya mati Bil 16:35, menurut cara2 Halaman bukan cara Ruangan Suci).
Juga dalam pelayanan dan persekutuan dipimpin Roh, akan ada karunia2 dan buah Roh nyata dalam hidupnya, sebab hidupnya bukan dia lagi tetapi Kristus, hidup dipimpin Roh, se-olah2 Kristus yang hidup di dalamnya Gal 2:20. Ini ciri-ciri orang yang hidup dipimpin Roh, untuk bisa masuk dalam persekutuan Roh.
Persekutuan dalam Roh itu indah, bukan keinginan daging yang dipegang tetapi kehendak Allah, keinginan Roh. Kalau ada persekutuan Roh, maka mereka semua bergantung dari Roh dan selalu minta pimpinan Roh, maka buah-buahnya adalah pekerjaan Roh Kudus jadi nyata yaitu buah-buah dan karunia2 Roh juga jabatan dan pekerjaan Allah Bapa yang menghasilkan hidup yang indah dan mulia sesuai rencana Allah. Dalam persekutuan Roh, Tuhan ada di tengah2nya dan ini berarti dosa dibersihkan dalam setiap orang, sebab orang yang dipimpin Roh itu dipimpin dalam kesucian, di jalan sempit, sesuai dengan Firman Tuhan. Kalau dipimpin Roh tetapi tidak sesuai dengan Firman Tuhan, atau hidup menurut hawa nafsu itu tidak betul, bukan dipimpin Roh, tetapi dipimpin hawa nafsunya, dipimpin daging.
Dalam persekutuan Roh, kekuatan kita akan meningkat dengan cepat Im 26:8. Tidak mudah membuat persekutuan Roh, lebih mudah membuat persekutuan duniawi yang sesuai umur, sesuai tingkat kedudukan, kekayaan, suku bangsa, tradisi dll, persekutuan Roh harus dengan penyangkalan diri dan penuh dengan kuasa dan hikmat Roh. Masing-masing haurs berjalan dalam Roh. Misalnya Paulus minta Pilemon bersekutu dengan Onesimus, hambanya yang lari dari rumah karena satu dosa. Ini persekutuan dalam Roh (mungkin mencuri atau lainnya) dan ditangkap masuk penjara, lalu bertobat, jadi “anak rohani Paulus”. (Kalau Pilemontidak percaya Tuhan mungkin Onesimus sudah dibunuh). Sekalipun ada perbedaan yang amat besar. Pilemon harus belajar mengampuni dan bisa bersekutu kembali dengan Onesimus, hambanya yang jahat, curang, dipenjarakan.
Ada buah Roh keluar dari orang-orang yang dipimpin Roh yaitu kasih ilahi, sehingga musuh, penjahat dan hamba pribadi bisa jadi saudara seiman. Ini luar biasa. Pasti juga adakarunia2, buah Roh yang lain, dan tanda2 dan pekerjaan Roh akan nyata dalam persekutuan Roh.
 
KESIMPULAN.
Setiap berbakti kita menerima berkat kasih Bapa, anugerah Tuhan Yesus  dan persekutuan Roh supaya apa yang sudah ada dalam kita terus bisa ber-tambah2 (yang tidak ada jadi ada). Ingat, dari Allah semua sudah diberikan dengan limpah, tidak di-tahan2. Sekarang tergantung dari kita. Kalau kita mengerti tentang berkat Allah dalam tiga bagian ini dan hidup benar dipimpin Roh, maka kita akan terus ber-tambah2 dan tumbuh dalam Tuhan dengan segala kelimpahan jasmani dan rohani dan bisa terus tumbuh sampai sempurna. Terimalah berkat Allah Bapa, kasih Tuhan Yesus dan persekutuan Roh Kudus.
 
Nyanyian:
S’karang Tuhan kami minta
Turunkanlah berkatMu.