M3733 – Lukas 11-19 Tahu Berterimakasih (Kepada Tuhan dan Manusia)

Luk 17:11-19
11 Dan ketika Ia naik ke Yerusalem, Ia pergi melalui pertengahan Samaria dan Galilea.
12 Dan ketika Ia masuk ke suatu desa, sepuluh orang kusta menemui Dia, yang berdiri dari jauh,
13 dan mereka mengangkat suaranya serta berkata: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14 Dan ketika Ia nampak mereka, Ia berkata: “Pergilah, tunjukkan dirimu kepada imam-imam.” Maka terjadilah, ketika mereka berjalan, mereka pun tahirlah.
15 Lalu seorang dari antara mereka, ketika ia melihat bahwa ia telah disembuhkan, kembalilah ia dan memuliakan Allah dengan suara yang keras.
16 Dan ia tersungkur di kaki-Nya, mengucap syukur kepada-Nya. Maka orang itu adalah seorang Samaria.
17 Lalu Yesus menjawab dan berkata: “Bukankah ada sepuluh orang yang ditahirkan? Tetapi di mana yang sembilan itu?
18 Tidak ada seorang pun yang didapati kembali untuk memuliakan Allah, kecuali orang asing ini”
19 Dan Ia berkata kepada-Nya: “Bangun dan pergilah, imanmu telah menyembuhkan engkau.” (KJI)
I. DEFINISI.
Tahu berterimakasih adalah:
1. Ingat pertolongan atau pemberian orang lain (lebih-lebih yang dengan tulus) baik jasmani atau rohani.
2. Berusaha untuk membalas lahir batin dengan sepantasnya dan dengan doa (lalu bisa membalas denganmemberi hal-hal rohani, selain hal-hal jasmani, adalah bentuk terimakasih yang terbaik, sebab yang rohani itu kekal).
Jual beli barang atau jasa dibayar dengan uang, tetapi biasanya ada sedikit atau banyak sikap yang baik atau menolong (kecuali yang bersiasat) sehingga ada rasa terimakasih sedikit atau banyak baik dari pembeli atau penjual. Meskipun pembeli itu raja (kata orang dunia), bersikaplah yang baik sehingga nama Tuhan dipermuliakan, tidak dihinakan.
II. 10 PERSEN TAHU BERTERIMAKASIH.
Dari antara 10 penderita kusta itu hanya 1 orang yang tahu berterimakasih. Memang banyak orang tidak tahu berterimakasih; dalam kasus ini ada 90% dari orang-orang yang sudah tidak ada harapan sama sekali (sebab penyakit kusta itu dibawa sampai mati, tidak ada harapan, jarang yang disembuhkan kecuali Miryam, Naaman dll), mereka tidak tahu berterimakasih. Mengapa mereka tidak tahu berterimakasih? Sebab:
1. Memakai tabiat lama yang tidak tahu berterimakasih. Orang Kristen seharusnya memakai tabiat yang baru (2Kor 5:17) tetapi seringkali karena tidak mengerti atau tidak percaya, tetap memakai tabiat yang lama.
2. Tidak dididik oleh orangtuanya. Orang duniapun ada yang dididik baik2, sehingga bisa dan tahu berterimakasih, bahkan ada orang jahat yang (dalam beberapa kasus) tahu dan sangat berterimakasih. (Ingat sekalipun mereka terdidik baik, tetapi tanpa Tuhan Yesus, dosa2nya belum terhapus, juga ikatan2 dosa sehingga tetap tidak selamat tanpa Tuhan Yesus Yoh 14:6).
3. Tidak mengerti dari Firman Tuhan, faedah berterimakasih dan akibatnya kalau tidak tahu berterimakasih. (Lihat VI).
4. Tidak dipimpin Roh, tetapi menurut daging; sebab itu banyak orang yang hidup menurut daging,tidak tahu berterimakasih.
5. Hati yang jahat, sudah tahu tetapi tidak peduli, tidak mau berterimakasih.
6. Matanya buta atau dibutakan iblis Hos 2:7, 2Kor 4:4 shingga tidak mau berterimakasih.
7. Dan lain2, misalnya lupa, tidak sempat,  karena sikon, tidak ada hubungan lagi, tercerai, perang, dll sehingga tidak bisa dan tidak tahu berterimakasih.
Tampaknya seperti ada tingkatan2  tahu berterimakasih, ada yang sambil lalu, ada yang tahu berterimakasih atau yang sangat berterimakasih.
III. MENGAPA ORANG BERIMAN HARUS BERTERIMAKASIH.
1. Ini kehendak Tuhan, bukan sebaliknya, tidak tahu berterimakasih adalah dosa.
2Tim 3:1-2
1. Ketahuilah juga bahwa pada hari-hari terakhir akan terjadi masa yang sukar.
2. Karena orang-orang akan mencintai dirinya sendiri, mencintai uang, membesarkan diri, sombong, menghujat, tidak taat kepada orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak kudus, (KJI) (Luk 17:17,18, Yoh 10:32, Luk 6:35).
2. Tuhan adalah Sumber berkat, dari semua pemberian yang baik Yak 1:17, 1Kor 4:7 dan orang-orang yang menolong dan berbuat baik itu adalah saluranNya. Patut kita berterimakasih kepada Sumber dan salurannya. Sumbernya tidak berubah, tetapi Tuhan bisa memakai saluran yang lain, sebab itu kita berterimakasih pada keduanya, tetapi hanya berharap pada Tuhan, bukan pada manusia.
3. Ukurannya. Musuh harus diampuni Mat 5:44, jangan bereaksi dosa (terpancing untuk berdosa oleh kejahatannya) tetapi tetap cerdik atau bijaksana  dalam pimpinan Roh Rom 8:14 supaya tidak dirugikan lagi oleh musuh yang tidak bertobat. Kalau ini ukuran (dan kehendak Tuhan) apalagi kepada orang yang mencintai atau berbuat baik menolong kita, sudah sepatutnya kita kembali mencintainya; tahu berterimakasih kepadanya; kalau kita tidak berterimakasih kepadanya, kita lebih jahat dari orang jahat atau orang berdosa Mat 5:46. Jadi kalau kita cinta orangtua, (mereka adalah saluran tetap untuk anak2nya dengan kasih yang tulus Rom 3:23) dan berterimakasih kepadanya, itu belum apa2, itu baru membalas cintanya,itu sudah seharusnya, orang dosa dan orang jahat, juga berbuat demikian. Kita harus lebih dari mereka. Sebab itu kalau seorang tidak tahu berterimakasih itu jahat, tidak patut, berhutang budi pada orang-orang yang menolong/ memeliharanya.
Apalagi kalau membalas baik dengan jahat, itu amat jahat seperti Saul yang mengakui sendiri bahwa ia membalas kebaikan Daud dengan kejahatan 1Sam 24:17 (sekalipun Daud jauh lebih muda daripada Saul, Yonathan anak Saul lebih tua dari Daud, Yonathan sudah bisa jadi komandan tentara, Daud masih remaja). Jangan melihat umur, kedudukan dll. Kalau seorang berbuat baik, menolong, sudah patut kepadanya kita tahu berterimakasih, bukan tidak membalas apa2 (tidak tahu berterimakasih) apalagi membalas jahat (atau kurangajar pada orangtua) dan bahkan membunuhnya seperti iblis, Yudas dan Saul. (Lihat skema tingkatan berterimakasih).
4. Tidak tahu berterimakasih itu berhutang, seharusnya kita membalas se-bisa2nya untuk segala pertolongan atau kebaikan yang sudah kita terima baik kepada Tuhan dan kepada orang-orang yang dipakai Tuhan.
(kecuali mereka menolong dengan bersiasat, misalnya memberi minum, diantarkan tetap ada maksud jahat dll, hati2, minta pimpinan Tuhan).
IV. BERTERIMAKASIH KEPADA SIAPA?
1. Kepada Tuhan Ef 5:20, dari Dia datang segala perkara yang ada pada kita, bahkan masih adabanyak hal yang belum kita sadari. (Kadang2 waktu tua, baru sadar bahwa bisa bergerak dengan bebas, sehat dll itu berkat dari Tuhan. Masih ada banyak yang seringkali belum disadari).
Tuhan itu sumber dari segala yang sudah kita terima 1Kor 4:7 (juga orang dunia menerima dari Dia Mat 5:45.
Kepada Tuhan kita tidak pernah bisa membalas kasihNya dengan penuh, sebab itu patut kita mengasihi dan memperkenankan Allah dalam segala perkara; bahkan orang yang tahu berterimakasih kepada Tuhan dalam segala perkara (Ef 4:20) ia akan makin diberkati Tuhan, lebih-lebihuntuk segala perbuatan kasih dan ketaatannya, bahkan terus menerus sampai kekal di Surga Wah 14:13.
2. Kepada orangtua yang memberi tanpa perhitungan, dengan tetap terus menerus menolong, bahkan sampai mereka mati,dengan cinta baik jasmani dan rohani Pertolongan dari orangtua itu rutin, tidak pernah berhenti, dengan cinta yang tulus. Sekalipun suami istri anak nakal, masih diampuni dan dipelihara, bahkan anak terhilang masih didoakan dan ditunggu pulang untuk ditolong! Kalau anak2 tidak tahu berterimakasih apalagi membalas jahat itu sangat keji dan menarik hukuman Allah atas seluruh hidupnya! Termasuk mertua sebab suami istri = 1; mertua harus dianggap seperti orangtua dan sebaliknya.
Kepada orangtua kita perlu bersyukur dengan segenap hati (tidak kurangajar, sebab begitu banyak anak2 kecil dan anak besar kurang ajar pada orangtuanya) dan dengan perbuatan, dengan uang yang kita miliki dll (meskipun orangtua masih bisa berbuat salah, ampuni, seperti kitapun sejak lahir terus diampuni oleh orangtua). Juga kepada mertua. Jangan segan atau takut pada suami/ istri sehingga tidak berani melangkah untuk berterimakasih pada orangtua yang adalah mertua istri/ suaminya, tetapi sekarang juga orangtuanya. Tentu dengan bijaksana, dengan minta hikmat, pimpinan Roh Kudus dan berdoa supaya semua dilakukan dengan sejahtera bukan dengan keributan. (Suami dan istri i tu = 1, Mat 19:5-6. Sebab itu mertua harus dicintai seperti orangtua dan sebaliknya orangtua juga patut mencintai menantu seperti anak sendiri, tentu dengan banyak berdoa supaya menantunya tidak curiga).
3. Orang-orang yang sudah menolong kita secara rohani, mulai dari gembala, pemimpin, ketua, pembimbing dan orang-orang yang sudahmenyelamatkan kita dll, berterimakasihlah dan doakan mereka 1Tim 5:17. Jangan sesudah beberapa tahun, sesudah rohani kita tumbuh, lalu bersikap jelek, gosip atau menfitnah orang-orang yang pernah atau sedang menjadi berkat bagi kita secara rohani Yes 1:2-3.
4. Pada semua orang lain yang sudah pernah menolong dan membantu, kita patut tahu berterimakasih dengan sepantasnya. Juga kepada badan2 yang sudah menolong kita. Misalnya Gereja, sekolah, panti, negara. dll. Misalnya murid2 jangan me-ngata2i guru, meskipun guru di sekolah juga bisa ada salahnya (ia juga manusia, apalagi kalau belum mati lepas dari dosa Rom 6:2, bahkan pemimpin2 rohanipun masih bisa keliru) juga para pejabat atau siapa saja yang sudah menolong kita. Memang ada penjabat yang terbukti berbuat kejahatan, tidak salah menyebutkannya, baik pemimpin jasmani dan pemimpin2 rohani yang sesat, tetapi jangan menghukum, melainkan doakanlah dengan kasih tolong, rebut Jd 23, sebab Tuhan tidak ingin seorangpun binasa, anak terhilang yang sangat kurang ajarpun diharapkan bertobat dan sesudah itudiselamatkan kembali. Yang menghukum sudah ada yaitu Tuhan dan badan2 yang berwenang. Rom 13:3-4.
V. KESEMPATAN TERBATAS.
Pkh 9:10
Segala sesuatu yang didapat oleh tanganmu akan dibuat, hendaklah kauperbuat dengan sekuat kuasamu, karena tiadalah barang pekerjaan atau kira-kira atau pengetahuan atau hikmat di dalam kubur, yang kautuju itu. (TL)
Kesempatan kita hanya waktu hidup. Sesudah mati kita tidak bisa menggunakan uang, harta, kemampuan, talenta dan apa saja yang kita miliki, sebab itu hanya pinjaman sementara.
Ay 1:21
katanya: Bahwa dengan telanjangku juga sudah aku keluar dari dalam rahim ibuku, dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Bahwa Tuhan yang sudah mengaruniakan dia, Tuhan juga mengambil dia pula, segala puji bagi nama Tuhan! (TL) (1Tim 6:7)
Belajar berterimakasih pada orang-orang tsb selama masih hidup. Misalnya pada orangtua jangan ditunggu mati baru berterimakasih dengan membelikan peti mati atau membuat nisan kuburannya, itu hanya menjaga nama baiknya sendiri, tetapi yang mati tidak merasakannya, apalagi kalau selagi hidup dikurangajari si anak. Pakai setiap kesempatan yang masih ada.
Juga kepada Tuhan meskipun Tuhan tidak bisa mati. Ia kekal, tetapi perbuatan yang kita lakukan selagi di dunia dan sesudah mati (di Surga) meskipun sama, nilainya berbeda!
Perbuatan yang berkenan pada Tuhan selagi hidup di dunia ini, harganya sangat mahal dan tinggi, yaitu ada pahalanya dan kenaikan tingkat (bahkan bisa sampai sempurna). Kalau sudah mati tidak lagi ada pahalanya; orang dalam Nerakapun bisa bersyukur dan bicara baik2 pada Tuhan seperti Luk 16:28,24, tetapi tidak ada pahalanya. Sebab itu pada waktu mati atau Tuhan datang, itu berarti kesempatan kita habis!
VI. MEMBALAS JAHAT.
Ada beberapa orang Kristen yang tidak tahu berterimakasih kepada Tuhan bahkan berbuat perkara2 jahat melawan Tuhan Mat 21:33,41. Orang yang tidak tahu berterimakasih itu termasuk dosa akhir zaman 2Tim 3:1-2.
Perbedaan dosa yang satu dengan dosa yang lain tidak banyak, sebab sama2 satu golongan dan sama2 dalam kerajaan iblis, dalam pimpinan setan. Sebab itu orang yang tidak tahu berterimakasih itu dengan mudah bisa berubah menjadi seperti YYYS) Yosia, Yudas, Yesyurun dan Saul) dan iblis yang membalas yang baik dengan jahat. Saul sudah melakukan hal itu kepada Daud, imam2 di Nob dll.
1Sam 24:18
Serta titahnya kepada Daud: Bahwa engkau benar dari padaku, karena engkau sudah membuat baik akan daku, tetapi aku sudah membuat jahat akan dikau. (TL)
1Sam 22:17-18
17 Lalu titah baginda kepada segala biduandanya yang berdiri sertanya: Baliklah kamu; bunuhlah segala imam Tuhan itu, sebab mereka itu juga sefakat dengan Daud, dan sebab diketahuinya akan hal larinya, maka tiada diberinya tahu aku. Tetapi engganlah segala hamba baginda itu mengangkat tangannya akan menyerbu kepada segala imam Tuhan itu.
18 Lalu titah baginda kepada Dowej: Baliklah engkau dan serbulah akan segala imam itu! Maka baliklah Dowej, orang Edom itu, diserbunya akan segala imam itu, dibunuhnya pada hari itu juga delapan puluh lima orang laki-laki, yang berpakaikan jubah putih. (TL)
Juga Yudas yang sudah dipilih dan diberkati oleh Putra manusia Yesus, membalasnya dengan mengkhianati bahkan dengan membunuhNya.
Ini sama seperti iblis. Orang-orang yang taat melakukan kehendak iblis seperti Yudas, sesudah ia taat dan berhasil melakukan kehendak iblis, lalu ia dipojokkan oleh iblis dengan menuduhnya sebagai pengkhianat, jahat pada gurunya yang tidak bersalah, terussehingga akhirnya ia membunuh dirinya sendiri.  Sesudah bunuh diri, Yudas dan Saul langsung masuk Neraka, sehingga tidak ada kesempatan untuk bertobat kembali dituduh. Memang itulah rencana iblis untuk mendapatkan lebih banyak orang di neraka dan menumbuhkannya sampai sempurna dalam dosa (lihat tentang Neraka) sehingga iblis punya pasukan yang besar untuk melawan Allah. Semua orang yang berhubungan dengan occultisme itu biasanya mudah bunuh diri bahkan anak2 dan orang-orang yang membaca buku2 occultisme (yang banyak beredar) juga mengajarkan syarat2 dan mantera2 yang betul sehingga ikut kesurupan). Orang-orang beriman yang terjerat dalam occultisme, lalu berdosa lagi, dibuat tertuduh sampaimembunuh dirinya sendiri. Orang yang tidak mengerti akan mudah kena jerat iblis 2Kor 2:11.
Sebab itu umat Tuhan perlu belajar sampai mengerti dari Firman Tuhan, tentang tahu berterima kasih, sehingga tidak sampai terjerat seperti Yudas, Saul dll. Orang yang mengerti tentang terimakasih harus melakukannya, sebab tahutetapi tidak mau berterimakasih, itu akan mudah berubah jadi khianat, yaitu membalas yang baik dengan jahat sehingga Allah menjadi musuhnya sehingga berkatnya akan habis bahkan ditambah hukuman untuk kejahatannya.
Ams 17:13
Barangsiapa yang membalas baik dengan jahat, maka jahatpun tiada akan bercerai dari pada rumahnya. (TL)
Jangan seperti Yesyurun itu sangat jahat.
Ul 32:15
Tetapi serta gemuklah Yesyurun maka menyepaklah ia! (Bahwasanya engkau telah menjadi gemuk dan besar dan tambun belaka!) lalu ditinggalkannya Allah, yang telah menjadikan dia, dan dipermainkannya gunung batu selamatnya. (TL)
Dari lahir dipelihara baik2 dengan kasih sayang, supaya tumbuh terus jadi besar, bahkan dengan banyak pengorbanan, tetapi waktu besar, kurang ajar dan menyepak orangtuanya. Juga seperti raja Yoas yang membunuh Zakaria anak Imam Yoyada yang sudah menyelamatkan Yoas dan merajakannya. Bacalah seluruh pasal tentang sikap dan perbuatan Yoas yang sama sekali tidak tahu berterimakasih dan sangat jahat, membalas air susu dengan air tuba 9racun, membunuhnya). 2Taw 24:(21-22).
Kalau kita mau hidup benar, tidak akan sampai jadi jahat seperti ini, sebab kalau kita tidak mau terpancing untukberdosa sampai dalam hati, mau mengampuni orang yang bersalah pada kita, apalagi pada orang yang menolong dan berbuat baik kepada kita, pasti tidak sampai berbuat jahat. Tetapi orang yang undur dari Tuhan, hidup dalam dosa bisa bahkan mudah beruat dosa apapun akan mudah dijerat iblis sehingga emosi, benci, iri dll, sebab buta mata rohaninya sehingga bisa membalas yang baik dengan yang jahat seperti Yesyurun, Yudas, Yoas, Saul dll.
VII. JANGAN BERHARAP TERIMAKASIH.
Kalau kita ditolong, kita harus berterimakasih, tetapi kalau kita menolong jangan berharap terimakasih dari orang-orang yang kita tolong.
Dalam mendidik anak2 atau anak2 rohani kita harus mengajarkan berterimakasih; orangtua tidak salah mengajar anak2 tahu hormat dan berterimakasih pada mereka sendiri, supaya Tuhan memberkati dan anak2 tidak menjadi orang-orang yang tidak tahu berterimakasih.
Juga diantara saudara2 seiman, kita harus saling menasehati untuk tahu berterimakasih. Tetapi kalau orang yang kita tolong tidak tahu berterimakasih. Bagaimana?
Apalagi kalau orang-orang yang kita tolong, justru menjahati kita seperti yang dialami Daud, Zakaria dll apakah yang harus kita perbuat? Kita harus menyangkal diri, mematikan daging supaya kita bisa:
1. Mengampuni dan memintakan berkat bagi mereka.
Mat 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutukimu, berbuatlah baik kepada mereka yang membencimu, dan doakan mereka yang memperlakukan kamu dengan salah dan menganiaya kamu. (KJI)
2. Jangan harap terima dari mereka, sebab kita berbuat karena Tuhan dan Tuhan sendiri yang akan memberkati kita.
3. Jangan membalas, matikan daging yang tidak terima, mau sakit hati, benci, kecewa dll. Sebab:
3.1. Kalau kita benci dan membalas mereka, kita menjadi orang berdosa, anak2 iblis bukan anak2 Allah.
3.2. Jangan harap terimakasih dari mereka;
Sebab semua yang kita perbuat itu karena Tuhan, di hadapan Tuhan (dengan tulus)dan Tuhan sendiri yang akan membalas segala kebaikan kita.
Memang tidak mudah sebab harus menyangkal diri, tetapi kalau kitamenderita karena kebenaran, maka kita akan mendapat kemuliaan Tuhan yang kekal. Rom 8:17.
Juga dalam pelayanan, jangan cari terimakasih, sebab kita dapat berkat dan pahala dari Tuhan.
Seorang perempuan Sunami berbuat baik denganmenyediakan tempat bagi Elisa dan Gehazi dalam perjalanannya tanpa mengharapkan apa2, ia melakukannya dengan tulus; Elisa memintakan berkat Tuhan baginya dan Tuhan memberkati dengan anak yang di-harap2kan perempuan Sunami ini. 2Raj 4:16-17. Musa melayani bangsa Israel yang keras kepala, jahat, melawan, tidak tahu berterimakasih bahkan ber-kali2 mau membunuhnya, tetapi Musa tidak terpancing untuk berdosa (kecuali di air Meriba Ul 32:51). Musa tidak mengharapkan terimakasih dari mereka, ia tidak dendam atau benci bahkan mau mati untuk menggantikan hukuman semua orang Israel Kel 32:32. Musa lulus, sebab itu Musa jadi “sempurna”.
Ini salah satu ujian yang pasti dialami oleh semua orang-orang beriman, apalagi yang suka melayani, ada banyak orang (90% ?) dari antara orang-orang yang dilayani yang tidak tahu berterimakasih, bahkan membalas jahat. Kita harus lulus ujian ini seperti Musa, dan pasti hasilnya sangat indah! Menjadi berkat jasmani dan rohani bagi kita.
VIII. BERKAT TUHAN PADA ORANG YANG TAHU BERSYUKUR. Ef 5:20.
Tuhan itu sumber se-gala2nya bagi kita. Kalau kita tahu bersyukur kepadaNya dalam segala perkara, dengan hati, sikap dan perbuatan, maka ucapan syukur itu menjadi “uang muka” yang memastikan berkat yang akan datang.
Sikap tahu berterimakasih seperti ini, membuat kita bisa tetap hidup benar, tulus dan tetap melakukan kehendak Tuhan, sehingga kita bisa terus berjalan dalam ril Tuhan dan akhirnya rencana Allah yang akan datang, yang indah2 akan jadi bagi kita, sangat indah dan mulia!
Orang yang tidak tahu bersyukur, akan mudah ber-sungut2, menyalahkan Allah, berontak dan itu menghentikan semua berkat Tuhan yang akan datang sehingga hidupnya jadi kering, kosong dan celaka.
Juga segala rencana Allah yang akan datang, yang indah2 bagi kita akan batal, berkat Tuhan dihentikan!
Berterimakasih pada orang harus disertai bersyukur pada Tuhan. Sebab Tuhan itu sumbernya segala pertolongan kita. Di belakang semua pertolongan yang kita terima itu ada Tuhan yang mengerjakan atau menggerakkan semuanya. Jangan berterimakasih lalu berharap ditolong dan dibantu lagi oleh orang itu,akan mudah kecewa sebab harap pada manusia. Yer 17:5.Haraplah pada Tuhan dan selain berterimakasih, doakan orang yang sudah menolong kita, supaya Tuhan memberkatinya jasmani dan rohani; Tetapi harap kepadaTuhan saja, dan bersyukur terus kepada Tuhan, maka Tuhan yang Sumber berkat kita itu akan memberkati kita lagi, baik lewat saluran yang sama atau lewat saluran yang lain.
Misalnya pemberi itu adalah saluran berkat penjual (sebab itu orang dunia berkata “pembeli adalah raja, senangkan hatinya, turuti saja”). Orang beriman lain sebab betul kita berterimakasih pada saluran (pembeli) dan sumbernya (Tuhan), tetapi kita tetap berharap pada Tuhan. Kalau pembeli mengajak bicara atau berbuat yang jelek melawan Firman Tuhan jangan disetujui, jangan dituruti. Jangan takut ia tidak membeli lagi, sebab kita harap pada Tuhan. tuhan bisa memberkati kita lewat saluran yang lain, sebab Tuhan adalah sumber, pembeli hanya salah satu salurannya.
Ada seorang menutup tokok di hari Rabu sebab hendak hadir dalam kebaktian Pelajaran Alkitab di Gereja seperti biasanya. Saat itu jam 5 sore. Tiba2 ada langganan dari luar pulau datang. Biasanya ia membeli puluhan juta rupiah. Ia memaksa minta beli barang (biasanya sampai 1 jam lebih). Penjual minta maaf sebab sudah terlambat. Waktu pulang, iblis berkata: “Kamu bodoh, hilang omset puluhan juta rupiah, PA bisa setiap minggu dan telat toh tidak dimarahi”. Tetapi ia bersyukur pada Tuhan sekalipun daging protes. Besok pagi2 waktu ke toko iblis me-ngata2inya lagi. Tetapi waktu ia tiba di tokok, heran, langganan kemarin menunggu di muka pintu. Ia bertanya, mengapa engkau tidak pergi ke toko lain yang banyak di sekitarnya, seperti yang dikatakan kemarin. Ia senyum2 saja dan penjual juga tersenyum lalu melayani pembeliannya. Ternyata Tuhan masih memakai saluran yang sama, tetapi kalau perlu bisa pakai saluran yang lain.
IX. KASUS YANG SULIT.
Daud mengalami kesukaran menghadapi Yoab yang banyak berjasa untuk kerajaan Israel dan bagi dirinya sendiri. Ia orang kuat dalam Israel tetapi Yoab berbuat kejahatan yaitu membunuh Abner panglima perang Israel dengan siasat dan dan di luar peperangan 2Sam 3:27. Ini dosa besar, hukumannya mati. (Juga dengan siasat ia membunuh Amasia sebab cemburu. Panglima perang Yehuda 2Sam 20:10).
Daud waktu itu belum menjadi raja seluruh Israel, baru saja dijadikan raja Yehuda saja. Juga Yoab adalah keponakan Daud sendiri. Daud belum sanggupmenghukumnya. Daud mengalami kasus yang sulit. Di satu pihak Daud berterimakasih dan hutang budi pada Yoab yang setia, loyal dan menjadi pertolongan yang besar, tetapi di pihak lain Yoab bersalah besar dan hukumannya harus mati. Daud mengerti berterimakasih tetapi ia juga harus adil dan benar. Untung Daud tahu bahwa di belakang semua kemenangannya itu ada Tuhan, bukan se-mata2 oleh Yoab atau Daud sendiri, tetapi Daudpun menghargai jasa2nya. Sebab itu meskipun belum menghukum, tetapi Daud tidak membenarkan apa yang salah, ia tidak bisa membela Yoab ia tetap menyalahkan Yoab 2Sam 3:38-39. Ia menyerahkan pada Tuhan. Yoab tahu ia tidak dibenarkan oleh Daud dan akhirnya waktu Salomo ia dihukum mati. dan menunggu Tuhan.
Orang yang berbuat baik jangan dikombinasi dengan kejahatan dan keras kepala seperti Yoab yang tidak mau bertobat (bahkan sesudah membunuh Abner, Yoab membunuh lagi Amazia dengan tipu daya). Jangan menyetujui atau membela kesalahannya itu berarti melawan Allah. Tetapi kalau sendiripun jangan berbuat demikian, sudah berbuat hal-hal yang baik tetapi kemudian berbuat dosa dan menyembunyikan dosa dan kejahatan di belakang jasa2 kita. Seringkali orang-orang lain sulit menyalahkan, sebab melihat kebaikan apalagi kalau hutang budi kepadanya seperti Daud kepada Yoab. Tetapi Tuhan itu adil.
Contoh: Saul yang mula2 hidup di dalam Roh, baik, benar dan taat begitu bagus, tetapi kemudian iri, cemburu dan keras hati dalam dosa Gal 3:3-4. Ia masih berdiri teguh, sebab mengandalkan riwayat hidup yang baik yang sudah lalu Tuhan tetap mengasihi Saul supaya bertobat, sebab itu Tuhan memberi kesempatan panjang untuk bertobat, tetapi sebab tidak bertobat, ia ditinggalkan Tuhan dan dibinasakan iblis.
Kita harus tahu berterimakasih tetapi jangan membenarkan yang salah, melainkan tetap berdiri benar di hadapan Allahdan jangan lupa terus mendoakan orang-orang yang seperti Yoab supaya bertobat. Seringkali juga dalam pelayanan ada orang-orang seperti Yoab, tolong dan doakan orang-orang ini, tetapi jangan membenarkan salahnya, doakan, nasehati, rebut dan harapkan bertobat tetapi tetap menyalahkannya. Kalau bertobat, selama masih hidup, Tuhan akan mengampuni. Memang sulit menghadapi orang-orang seperti Yoab, tetapi Tuhan selalu punya jalan.
Yoab akhirnya dihukum oleh Salomo karena kejahatannya dan tidak mau bertobat, tetapi Daud tetap menghargai jasanya, meskipun jadi sia-sia sebab kejahatannya. Begitu juga Saul yang tidak mau bertobat. Doakan orang-orang yang berdosa dan keras hati supaya jangan jadi Yoab.
KESIMPULAN.
Kita harus tahu berterimakasih dengan hati yang tulus sambil terus bersyukur pada Tuhan yang ada di balik semua kebaikan yang kita terima. Tuhan adalah sumbernya dan manusia hanya saluran2Nya. Sumbernya tetap itu kekal, tetapi salurannya bisa berubah, sebab itu bersyukur pada salurannya istimewa kepada Tuhan, tetapi berharap pada Tuhan saja bukan kepada manusia sekalipun ia baik.
Berterimakasih pada orang-orang yang jadi saluran untuk kita tetapi tetap harap Tuhan dan bersyukur senantiasa dalam segala perkara pada Tuhan.
Nyanyian: Maz 119:11