M3730 – Amsal 24:15-18. Mengintai Orang Benar (19 Oktober 2014)

AMS 24:15. JANGAN MENGINTAI RUMAH ORANG BENAR.
Ams 24:15
Hai orang fasik, janganlah mengintai rumah orang benar; jangan menghancurkan (menjarah, M) tempat istirahatnya. (KJI)
Orang yang mengintai itu orang fasik, jelek, jahat dan keji; Tuhan tidak berkenan. Sebab itu jangan membiasakan untuk memeriksa, selidiki, cari data-data, mengintai rumah orang lain, apalagi rumah orang benar.
Tidak boleh mengintai rumah orang benar; yang boleh dan lebih baik adalah mengintai (memeriksa baik-baik) rumahnya sendiri, ini yang betul; tetapi yang mengintai rumah orang lain, apalagi rumah orang benar itu orang yang fasik. Yang benar adalah memeriksa baik-baik dan mengatur rumahnya sendiri, dan rumah anak-anaknya (jasmani dan rohani), sebab itu menjadi tanggungjawabnya dan itu dilakukan dengan kasih.
Mengintai untuk apa? Dapat info, data-data atau cari2 berita.
Berita untuk apa?
1. Untuk maksud baik. Biasanya orang-orang dengan maksud baik, tidak mau mengintai rumah orang lain, kecuali bapak2 yang memikirkan kebaikan dan pertumbuhan anak2 jasmani dan rohaninya dan dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan. Misalnya memberi nasehat tentang cara dan kebiasaan hidup yang sehat jasmani dan rohani dan bagaimana bisa menang dan terus bertumbuh dsb tanpa warta berita tetapi dengan kasih dan dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan.
Ada contoh secara jasmani, ada ibu datang di rumah anaknya yang baru nikah. Ia menyelidiki rumah anaknya ini habis2an dan mencatat data-datanya. Apa yang diperbuatnya? Ia pergi belanja dan melengkapi semua isi rumah anaknya, sampai koset juga dibelikan. Apa saja yang tidak ada, dibelikannya semuanya, luar biasa.
2. Maksud jahat. Orang fasik seringkali mengintai untuk mendapatkan data-data karena iri, benci, cari untung moreel, materiel, adalah karena tabiat yang jahat, suka warta berita (gosip) bahkan fitnah dll dan ini sangat berbahaya sebab ini melawan Allah, Dia tidak berkenan (ayat 18) dan orang ini di hadapan Tuhan adalah orang fasik (dengan segala akibatnya).
Masih banyak orang beriman yang bertabiat lama dan jelek seperti ini, suka bertamu untuk mengintai.
1Tim 5:13
Dan mereka juga belajar menjadi penganggur, bertandang dari rumah ke rumah dan bukan saja menganggur, tetapi juga membawa mulut dan mengganggu orang, menga-takan hal-hal yang tidak patut dikatakan. (KJI)
Orang-orang seperti ini suka bertamu dan suka membawa mulut, mengganggu orang, mengatakan barang yang tidak patut dikatakan (suka bercerita di mana2, lebih-lebihdiantara golongannya sendiri, ceritanya lebih sedap dengan banyak bumbu2nya, sehingga orang yang mendengarnya, suka menelannya mentah2 tanpa disaring, apalagi kalau ditambahi bumbu2 “pedas” yaitu tambahan2karena iri, sombong, benci, cari sakit hati, untung dll. Kalau ada bumbu2 pedas ini, biasanya orang yang sangat bersemangat untuk menceritakannya (juga yang mendengar jadi bergairah), bahkan kalau perlu jauh2 ia mau datang khusus untuk bercerita dan ceritanya tidak akan bisa dilupakan. Lebih-lebih yang suka “kulak werto”, import export berita2.
Tanpa hati jahat, orang yang suka warta berita, ini bisa menimbulkan banyak kerugian, apalagi dengan sengaja karena hati yang jahat, itu bisa merusak dan menghancurkan ketenangan rumah orang-orang lain dan dirinya sendiri pada akhirnya. (Tetapi orang yang rohani, sekalipun difitnah tetap lulus, tidak terpancing untuk berdosa dan tetap sejahtera di dalam Tuhan Pil 4:4,7). Kalau ada dosa seperti dendam, benci, iri dll, maka setan juga akan bekerja di dalam hatinya (ini sering, bahkan rutin).  Setan itu menumpulkan perasaan hatinya bahkan sampai mati perasaan hatinya dan akal sehatnya hilangsehingga tidak segan, tidak malu, tidak takut, tidakmerasa bersalah seperti Yudas mencium Putra manusia Yesus tanpa ragu2, padahal maksudnya berkhianat menyerahkanNya.
Orang yang mau hidup suci berkenan pada Tuhan dan dipimpin Roh, tidak akan melakukan pengintaian ini. Kalau toh iatahu:
1. Data-data yang baik, berhasil, diberkati, ia ikut bersyukur dan memuji Tuhan.
2. Kalau yang didengar atau yang dilihat itu data-data yang jelek dari saudara2 seiman, maka orang-orang yang dipimpin Roh itu jadi terbeban untuk menolong dan berbuat baik  tanpa warta berita.
Yak 4:17
Karena itu, jika orang tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, itu menjadi dosalah baginya. (KJI)
Ams 25:9
Bisa tahu atau mendapat data-data itu bukan kebetulan, lebih-lebih kalau melihat yang jelek, dosa, kejahatan dll. Ia akan sangat sedih dan jadi terbeban untuk menggarami atau meneranginya dalam pimpinan Roh Kudus, apalagi kalau itu domba2 Tuhan yang ditanggungnya, atau saudara2 seiman dalam Gerejanya. Roh Kudus akan memberi pimpinan untuk memberi nasehat.
Kol 3:16a
Biarlah perkataan Kristus tinggal di dalam kamu dengan limpahnya dengan segala hikmat (KJI)
Yes 56:9
Marilah, hai segala margasatwa di padang dan segala binatang yang di hutan, datanglah makan! (TL)
Ia tidak akan tinggal diam Ef 5:11, tetapi menyalahkan dan menasehatinya.
Gal 6:1
Saudara-saudara, jika seorang didapati di dalam suatu kesalahan, maka hendaklah kamu yang ada di dalam Roh memulihkan orang yang demikian di dalam roh yang lemah-lembut sambil memperhatikan dirimu sendiri supaya kamu juga jangan terkena pencobaan. (KJI)
Tidak tutup mulut bagi orang tsb, tetapi berusaha untuk merebutnya dari dalam dosa dan api kebinasaan.
Jd 23
dan selamatkanlah yang lainnya dengan takut, sentakkanlah mereka keluar dari api; dengan membenci akan pakaiannya yang cemar oleh daging. (KJI)
 
Yak 5:19-20
19 Saudara-saudara, jika seorang di antara kamu tersesat dari kebenaran, dan seorang menobatkan dia,
20 biarlah ia mengetahui, bahwa barangsiapa yang menobatkan seorang berdosa berbalik dari kesesatan jalannya akan menyelamatkan satu jiwa dari kematian, dan akan menutupi dosa yang amat banyak. (KJI)
Cara2 yang berhasil adalah dengan hati cinta, dimulai dan diteruskan dengan doa dan dipimpin Roh. Tentu ia tidak “warta berita”, ia tetaptutup mulut kecuali disampaikan pada pimpinan (gembala) apalagi kalau ia sendiri belum berhasil menolongnya. Seperti Yusuf memberitahu bapaknya tentang dosa2 saudaranya dan Yusuf dapat pahala yang besar.
Pemimpin2 atau gembala2yang bertanggungjawab tentu tahu menjaga rahasia pelayanan (Ams 25:9) untuk menolong domba2 Tuhan. (Kalau orang yang tertolong sendiri yang bersaksi, mengakui segala salahnya dan bagaimana Tuhan sudah menolongnya, itu biasanya menjadi berkat bagi yang mendengarkan, istimewa yang problemnya sama). Tetapi kita yang tahu, jangan memberitakannya, kalau toh memberi contoh kasus dalam kesaksian atau khotbah, samarkan identitasnya supaya tidak jadi bumerang bagi yang sudah ditolongnya.
AMS 24:16. ORANG BENAR JATUH, BANGUN KEMBALI.
Ams 24:16
Karena jikalau orang benar jatuh tujuh kali, ia bangkit kembali. Tetapi orang fasik akan tersandung ke dalam malapetaka. (KJI)
Apa yang dimaksud dengan ayat ini? Orang benar (jatuh) dan orang fasik tersandung.
Kalau orang itu benar tidak akan jatuh sampai 7 kali. Ini adalah pandangan dari luar seperti Ayub yang “jatuh” atau celaka, tetapi sebetulnya itu ujian bagi Ayub. Memang ujian itu sangat sakit seperti orang jatuh. Orang-orang benar akan ber-ulang2 kali mengalami ujian bahkan sampai 7 kali (= sampai sempurna) dan setiap kali bangun kembali, selama berjalan dengan Tuhan, sebab dengan Tuhan pasti menang, lulus dan meningkat lagi satu tingkatan. Dan akhirnya lewat banyak ujian, bahkan sampai 7 kali, sampai sempurna ujiannya (jumlah dan tingkat kesukarannya sempurna). Kalau lulus sampai ke akhir, bisa sempurna! Ini indah, luar biasa, sebab bisa terus diuji (dan ujiannya akan terus meningkat sampai sempurna), maka kalau lulus, ia juga menjadi sempurna.
Tetapi wai bagi orang fasik, yang penuh dengan dosa dan selalu berdosa (keras hati), maka ia
akan terjerumus dan terperosok dalam celaka dan malapetaka bahkan sampai dalam celaka kekal.
Sebab itu jangan takut ujian dan celaka yang berat karena ujian. Hadapi baik-baik sampai lulus, meskipunmakin banyak ujiannya, makin berat dan tinggi tingkat ujiannya, kalau lulus akan terus dan akhirnya menjadi sempurna seperti Kristus.
Jangan kecil hati dengan banyaknya ujian, tetapi bersukacitalah Yak 1:2,12. Sebab sesudah lulus kita akan mendapat mahkota, apalagi kalau sampai sempurna.
AMS 24:17-18. SIKAP TERHADAP MUSUH.
Ams 24:17-18
17. Jangan bersukacita ketika musuhmu jatuh dan janganlah hatimu bergembira pada waktu ia tersandung.
18. Supaya jangan Tuhan melihatnya dan itu tidak memperkenankanNya, maka Ia akan membalikkan murkaNya dari padanya, (kepada mu, TB)
Ini diberikan Tuhan sebagai perbandingan antara orang benar dan musuh dalam dua hal yaitu ayat 16+17.  Kalau musuh jatuh dan tersandung, maka daging akan bersukacita. Tetapi ini jahat di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan yang mula2 melihat dan menghukum orang jahat itu, sekarang berbalik, lalu justru menjatuhkan hukumanNya pada orang-orang yang bergembira dan bersukacita karena kejatuhan musuh2nya ini.
Mengapa begitu? Sebab Tuhan ingin kita menjadi berkat juga bagi musuh2 kita Mat 5:44, jangan membalas Rom 12:19, tetapi tetap hati2
(cerdik Mat 10:16) supaya jangan kita dirugikan. Amsal adalah kebenaran2 Firman Tuhan dalam Wasiat Lama tetapi bersambung, terus masuk sampai dalam Wasiat Baru seperti Mat 5:43,44. (Sama seperti orang-orang Wasiat Lama poligami tetapi Yusuf, Ayub dll punya tingkat kesucian monogami yang tinggi seperti dalam Wasiat Baru, sebab memang monogami itu kebenaran yang asli dan betul.Mal 2:15-16, Mat 19:8. Demikian juga terhadap musuh dan semua orang,Allah itu kasih, Ia mengasihi semua orang Yoh 3:16).
Tuhan menunjukkan perbandingan ini supaya jangankita berbuat salah. Musuh saja harus diperlakukan dengan kasih, apalagi orang benar yang tidak salah, yang berkenan pada Tuhan, jangan sampai kita mengintai dan merusakkan rumahnya dengan berita2 pengintaian atau hasil kulakan yang belum tentu betul.
Sebaliknya kalau kita hidup benar tetapi diintai dan diwartaberitakan oleh orang-orang fasik, jangan takut, sebab semua itu tidak kebetulan, ini menjadi pengolahan dan ujian supaya rohani kita tumbuh (1Kor 10:13) dan Tuhan pasti memelihara kita dengan teliti.
Ul 32:10
Maka telah didapati-Nya akan dia pada padang tandus, dalam gurun yang ada pengaum-aum; lalu dikeliling-Nya akan dia, ditilik-Nya akan dia, dipeliharakan-Nya seperti akan biji mata-Nya. (TL)
Orang yang mengganggu orang benar itu seperti mengganggu biji mata Tuhan, dahsyat!
Zak 2:8
Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam (setelah sudah disuruhkan-Nya aku dengan kemuliaan kepada segala bangsa yang dahulu menjarahi akan dikau): Bahwasanya barangsiapa yang mengusik kamu, ia itu mengusik biji mata-Ku! (TL)
Orang benar itu bisa berarti setiap orang beriman, bahkan yang baru percaya, kanak2 Mat 18:6, apalagi pemimpin2 dan hamba2 Tuhan, tetapi jangan membalas sendiri, serahkan pada Tuhan, bagian kita mengampuni dan mengasihi orang-orang jahat ini, tetapi tetap cerdik dipimpin Roh.Jangan membalas, serahkan kepada Tuhan tetapi tetap cerdik dalam pimpinan Roh Kudus. Mat 10:16.Jadi Firman Tuhan ini untuk kedua pihak, orang benar yang diganggu dan orang fasik yang mengganggu, mengintai dan merusakkan rumah orang benar, masing2 akan mendapat akibatnya.
Jangan mengganggu, mengintai apalagi merusakkan rumah orang benar, itu orang fasik di hadapan Allah, sebab:
1. Melawan orang benar itu berarti melawan Allah, bermusuhan dengan Allah, berani? Dan juga orang seperti ini adalah sekutu iblis, itu dahsyat.
1Kor 10:22
Atau kita bangkitkankah cemburuan Tuhan? Adakah kita lebih kuat dari pada Dia. (KJI)
Allah itu adil dan selaludi pihak orang benar 1Pet 3:12.
2. Akibatnya betul2 dahsyat, sebab musuh saja harus diampuni dan diberkati, apalagi orang benar, kalau dijahati, hukumannya lebih besar dan pasti kena pada waktunya (kecuali bertobat, bisa dapat discount).
3. Iblis juga bekerja di dalam orang-orang yang hidup dalam dosa. Dan kalau iblis yang bekerja maka ia akan memusuhi orang benar dan suka mengganggunya.
Seperti sikap orang Israel terhadap Elia, Elisa, mereka memusuhinya dengan begitu jahat dan jelek padahal sudah jelas Tuhan menyertai mereka dengan tanda2 dan mujizatNya sebagai nabi2Nya. Misalnya raja, para kapten dan tentaranya, mereka semua melawan Elia begitu berani dan tidak menghormati hamba2 Tuhan ini. Akhirnya mereka mati sebabmelawan Elia berarti melawan Allah yang mengutusnya 2Raj 1:9. Sesudah mati kedua kapten dengan 100 tentaranya, baru yang ketiga minta belas kasihan sebab sadar; padahal tentara2 Saul tidak mau menangkap dan membunuh Imam2 di Nob sekalipun diperintahkan oleh Saul 1Sam 22:17. Mengapa mereka begitu jahat? Sebab hidup dalam dosa, menyembah berhala, sehingga setan masuk dan bekerja dalam hati orang-orang Israel ini sampai mereka berani melawan Allah dan hamba2Nya.
Juga terhadap Elisa di Bethel. Orang-orang Bethel pada mulanya tahu bahwa berhala itu sangat jahat dan keji di hadapan Allah (pada waktu mereka baru pecah dari Yehuda, Yerusalem dan bait Allah, mereka tahu jelas), tetapi  mereka diam saja waktu berhala lembu emas dipasang di Bethel. 1Raj 12:29. Diam berarti setuju Ef 5:11, Yak 4:17, Yes 56:9 dan kasus itu sangat melawan Firman Tuhan. Orang Filistin saja menolak malapetaka dibawa masuk dalam negerinya 1Sam 5:10. Tetapi orang Israel setuju berhala atau malapetaka dipasang di negerinya.
Mengapa Elisa mengutuki anak2 yang menghina dan me-ngata2inya botak? 2Raj 2:23-25. Apakah Elisa  terlalu jahat? Tidak, karena ini dari Tuhan atau diizinkan Tuhan sebab langsung Tuhan sendiri yangmengadakan dua beruang yang membunuh 42 anak2 tsb. Kalau Tuhan tidak setuju, tidak akan terjadi apa2. Orang-orang Israel begitu rusak apalagi waktu Elisa, sebab keras hati dalam dosa dan menyembah berhala, membuat iblis bebas bekerja di dalam mereka, sehingga merekabenci pada Tuhan, tidak peduli, tidak suka dan keras hati pada Tuhan. Mereka sudah biasa bicara jelek tentang Elisa sehingga anak-anaknya juga ikut berani dan ikut meniru me-ngata2i Elisa.
Kalau orangtua menghormati Elisa kasus ini tidak mungkin terjadi, sebab kalau orangtua hormat, pasti anak-anaknya juga meniru, tidak berani menghina Elisa dan Tuhan juga tidak menyediakan (langsung) dua beruang Kalau orangtua memarahi anak2 mereka waktu menghina Elisa, Tuhan akan mengampuninya, seperti istri Ayub yang dimarahi Ayub (sebab menghojat Tuhan), sebab itu belum dihukum Tuhan.
Tetapi orangtuanya sendiri menghina dan berbuat jahat pada hamba2Nyadan mengintai orang-orang benar, lalu anak2 ikut serta sehingga dihukum Tuhan, sehingga sudah terlalu jahat sehingga dihukum Tuhan.
Yang sering dilupakan dan tidak disadari adalah:1. Mengintai itu berarti jadi orang fasik. Masih banyak orang beriman suka ikut serta mengintai dan menjarah data-data orang benar, sehingga ikut merusakkan ketenanganrumah orang benar dengan kata2 mulutnya, apalagi kalau dibumbui dan jadi fitnah.
2. Tidak mengerti hubungan antara dosa2 ini (mengintai orang benar) dengan hukumannya. Dikira celaka yang dialami itu biasa2 saja. Semua orang bisa sehat, celaka, bangkrut, kacau, rugi bahkan mati dan semua itu dianggap suatu penderitaan yang tidak ada hubungan dengan mengintai orang benar dan menggosipnya. Bahkan akibat yang lebih dahsyat adalah mati dan masuk penghukuman neraka kekal!
Banyak yang menganggap itu mati biasa atau kecelakaan, padahal semua itu ada sebabnya, timbulnya celaka itu bukan kebetulan.
Ay 5:6
Sesungguhnya jahat itu tiada terbit dari dalam lebu duli, dan sengsarapun tiada tumbuh dari dalam tanah. (Mat 10:30)
Semua itu ada sebabnya, karena tidak ada kebetulan bagi umat Tuhan, sekalipun sudah berdosa Yer 15:2.
Kadang2 timbul penyakit yang ganas atau malapetaka yang dahsyat sebagai hukumannya, tetapi semua dianggap biasa, tidak ada hubungannya dengan hukuman Allah, karena sudah berdosa melawan Allah.
Ini menjadi celaka, sebab tidak bisa melihat hubungannya antara mengintai orang benar dan me-ngata2i hamba2 Tuhan, denganmalapetaka atau celaka yang dialami sebagai akibatnya.Memang orang beriman itu belum sempurna, termasuk pemimpin2, apalagi anak2 pemimpin itu seringkali jadi sasaran iblis (sebab anak2 itu belum sekuat orangtuanya)seperti anak2 nabi Samuel 1Sam 8:1-5 (padahal Samuel sendiri sudah melihat anak2 Eli yang begitu jelek yaitu Hofni dan Pinehas sehingga imam Eli yang cukup baik, ikut dapat bagian dari hukuman yang jatuh atas anak-anaknya. Memang anak2 Samuel tidak sejahat Hofni Pinehas dan orang-orang Israel terus terang merembuknya dengan Samuel, sehingga tidak sampai menimbulkan masalah lebih lanjut.
Karena kita belum sempurna, sehingga masih mungkin ada tercampur dengan beberapa kesalahan. Sebab itu kalau kita sadar ada yang salah, jangan tinggi hati (tidak mau mengakui), jangan keras hati, paling baik dan paling untung kalau orang beriman yang jatuh dalam dosa segera mengakui semuanya dan bertobat. Orang yang mengakui salahnya itu menderita paling sedikit daripada mereka yang sombong, jemawa, keras hati, tidak mau merendahkan diri dan bertobat, pasti lebih celaka, bisa2 mati dan terhilang jiwanya! Seperti Korah dkk, 10 pengintai, Saul dll. Tetapi kapten ke-3 yang disuruh raja Ahazia putra Achab, mau merendahkan diri kepada Elia dan ia diselamatkan 2Raj 1:13-14. Kapten yang sombong melawan Elisa, ia melihat nubuat Allah digenapkan, tetapi ia mati di-injak2 rakyat jelata 2Raj 7:2,17. Allah itu murah untuk orang yang mau bertobat (sekalipun kepada putra terhilang yang sangat kurang ajar dan jahat, tetapi bertobat) tetapi keras bagi orang yang tidak mau bertobat Rom 11:22. Orang-orang beriman yang jahat, keras hati dan melawan akan makin lama makin banyak dan kita akan menghadapinya, tetapi kita tidak perlu kecil hati.
Lebih-lebih di akhir zaman ini akan timbul orang-orang beriman yang sangat berbeda satu sama lain, yaitu ada pemimpin2 yang sangat baik, tertib tetapi ada juga yang sangat keji dan hina seperti raja Yehuda dan raja2 Israel. Dan anggota2nya mengikutinya kecuali yang mengerti dan tidak mau jadi jahat.
Bersedia dan tumbuhlah sekarang sehingga punya pengertian Firman Tuhan yang terus bertambah dan pendirian yang betul 2Pet 3:18, Mat 7:24-28, supaya jangan hanyut jadi orang fasik yang dipakai iblis untuk mengintai dan merusakkan rumah orang benar.
Kepada musuhpun Tuhan tidak suka kalau kita bersukacita akan kejatuhannya apalagi mengintai orang benar. Kalau orang dunia suka mengintai, cari2 berita dan data lalu menyeret dan menindaknya, atau sekedar untuk warta berita, gosip (seringkali karena ini nama Tuhan dihojat Rom 2:24) tetapi kita orang-orang beriman jangan bodoh, jangan ikut cara2 orang dunia. Jangan suka atau pernah mengintai seperti orang dunia!
Kalau ada orang beriman yang jatuh, apalagi sudah menjadi berita dan tertawaan umum, jangan kita ikut serta di dalamnya. Berhala sebaliknya kita harus berbelas kasihan dan menolongnya, doakan dan minta pimpinan Roh Kudus Yak 4:17, Jd 23.
HUKUMAN DAHSYAT KARENA MENGINTAI ORANG BENAR.
Ams 24:18. Supaya jangan Tuhan melihatnya dan itu tidak memperkenankanNya, maka Ia akan membalikkan murkaNya dari padanya, (kepada mu, TB)
Masih banyak orang beriman bahkan hamba2Nya yang tidak sadar ikut serta di dalamnya. Tugas kita untuk menolong, bukan bersukacita melihat kejatuhannya, apalagi kalau tidak suka, jengkel, benci dan bersaing lalu ikut dalam mengintai, menjarah berita2 kejatuhannya lalu ikut memberitakan dengan sukacita; orang seperti ini akan sama2 kena hukuman Tuhan ke atasnya (ayat 18).
Kalau ada orang beriman yang jatuh, biasanya yang hidup tanpa Kristus, hidup cara duniawi, jangan kita ikut memberitakan apalagi dengan sukacita, itu melawan kehendak Allah.
2Sam 1:20
Jangan diwartakan hal itu di Gat, jangan dikabarkan hal itu pada lorong-lorong Askelon, asal jangan anak-anak perempuan orang Filistin itu bersuka-sukaan dan jangan anak-anak perempuan orang kulup itu bertari-tari dengan sukacita hatinya!
Kadang2 ini dilakukan kepada pemimpin2 di dalam Gereja sendiri atau Gereja orang lain. Jangan menjadi orang fasik, menjadi kaki tangan iblis. Apalagi belum tahu benar atau tidak, padahal sudah penuh dengan bumbu2 fitnah, maka di dalam orang beriman yang fasik ini, iblis akan bekerja dengan leluasa, sehingga bukan kabar kesukaan kerajaan Allah yang masyur tetapi kabar2 kejelekan saudara2 seiman dan pemimpinnya. Apalagi kalau berita itufitnah terhadap orang benar, itu menjamah biji mata Tuhan. Akibatnya, hukumannya dahsyat! Ada yang sakit, ada yang bangkrut, ada yang mengalami sama seperti fitnahnya, ada yang linglung, bahkan mati. Jangan berani mengintai orang benar, bahkan umat Tuhan yang jatuh. Tetapi awas, sekalipun jatuh, masih mungkin bertobat dan itu diharapkan Tuhan, misalnya Simson yang bertobat akibatnya 3.000 orang dalam 1 hari mati karena Simson yang sudah jatuh (tetapi diam2 sudah bertobat kembali!). Tuhan menghendaki kita menolong yang jatuh, bukan mengintai.
Semua yang melawan Elia, Elisa binasa dengan dahsyat, bahkan akhirnya seluruh Israel binasa dalam tangan musuh. Juga 10 pengintai yang berbicara jahat dibinasakan Tuhan dengan bala/ hukuman yang dahsyat. Bil 14:37. Banyak orang-orang Israel yang celaka dan binasa karena hukuman Tuhan, termasuk Korah dkk yang ditelan bumi hidup2an Bil 16:31-34.
250 orang yang tidak mau kalah dalam menyembah Tuhan dengan cara yang cocok dengan kehendak dan perasaannya sendiri, mereka mati dibakar api dari Surga Bil 16:35. Belum lagi 14.700 orang yang membela 10 pengintai mati kena bala Bil 16:48-49. Semua yang me-ngata2i orang-orang benar, itu betul2 celaka dengan dahsyat. Macam-macam bala dan malapetaka menimpa mereka.
Seharusnya kalau kita melihat saudara2 kita yangjatuh dalam dosa dan malapetaka, bahkan juga pemimpin2nya, baik dari antara kita sendiri atau dari Gereja yang lain, jangan ikut mewartaberitakan kesaksian (kemenangan) iblis di mana2, apalagi ikut serta mengintai  dan menjarah banyak berita2 untuk makin disebarkan (seperti cara2 orang dunia), itu jadi dosa dan tidak memperkenankan Allah.
Kita seharusnya berdoa syafaat bagi saudara2 yang gugur dalam Gereja kita atau Gereja lainnya.
Sebaliknya, kita juga tidak perlu takut difitnah, sebab Tuhan maha tahu, tahu dengan tepat siapa yang berdiri benar di hadapan Allah dan yang melawan Allah. Pada waktunya semua itu akan dinyatakan dengan hukumannya. Orang yang hidup benar di hadapan Tuhan seperti Yes 33:15 Tuhan tahu dan pasti Tuhan membela danmemelihara orang benar dan Roh Kudus akan memimpinnya.
Kalau kita hidup benar, jangan takut dihina, difitnah, dikacaukan, asal kita tidak terpancing untuk berdosa dan tetap mengampuni dan memberkati, pasti Tuhan akan menyertai orang yang benar, pastiuntung bahkan sangat mulia.
KESIMPULAN.
Akhir zaman sudah dinubuatkan dalam Firman Tuhan (diberitahu lebih dahulu, bukan ditentukan, kecuali rencana Allah) bahwa dosa dan kesucian akan sama2 meningkat Wah 22:11, sebab itu:
1. Orang jahat makin banyak di luar dan di dalam Gereja. Beberapa orang jahat ini dipakai iblis untuk mengacau Gereja (sebab dipimpin setan dan dagingnya) tetapi jangan kita terpancing untuk berkelahi sehingga sama2 jatuh dalam dosa, tetapi tetap suci, mengampuni, dan cerdik dipimpin Roh.
2. Orang suci makin suci itu tidak otomatis, tetapi kita harus berusaha dengan segenap hati Luk 13:24 dengan menyangkal diri di jalan sempit dan meningkat semua perkara2 rohani Kol 3:1. Jangan lupa 7 Kebutuhan Pokok Rohani (lihat bukunya).
3. Akan makin banyak orang mengintai orang benar, di dalam dan di luar Gereja, bersedialah supaya lulus dalam ujian2 yang makin lama makin berat tetapi dengan Tuhan pasti menang Pil 4:13, sebab Tuhan memberi perlengkapan yang selalu lebih dari cukup. Kalau lulus kita mengalami rencana Allah yang makin indah dari hari2 yang lalu, makin indah sampai puncak2 rencana Allah.
4. Jaga lidah, jangan jadi kutuk, tetapi jadi berkat Ams 18:21. Lidah itu kalau menfitnah bisa jadi pedang seperti “pedang Dowej” Maz 52:1-7, 1Sam 22:9,18. Kalau lidah dipimpin Roh dalam kesucian dan penyangkalan diri, bisa jadi berkat Kol 4:6. Jangan (ikut) bicara sembarangan, nanti makan buahnya Ams 18:20, dan celakalah nasibnya Maz 34:13-14.
5. Hidup benar, berkenan pada Allah di akhir zaman ini makin berat tetapi menghasilkan hidup yang makin indah, mulia dan ajaib, termasuk segala fasilitas limpah meskipun di dalam dunia mencari fasilitas2 hidup itu makin sulit dan sangat susah.
Jangan kuatir, asal lekat dengan Allah, Tuhan sanggup memberi kelimpahan dalam masa sulit 1Kor 6:17, Mat 6:33. Belajar makin mahir pikul salib Gal 6:14.