M3723 – Nikah Yang Betul Itu Bahagia

NIKAH YANG BETUL ITU BAHAGIA.
KID 8:6.
1. Taruhlah aku seperti meterai di atas hatiMu,
2. seperti meterai diatas lenganmu,
3. karena cinta itu kuat seperti maut,
4. cemburu itu kejam seperti kubur, baranya adalah bara (nyala) api, yang bernyala paling dahsyat. (KJI)
I. PENDAHULUAN.
Dalam buku ini ada dua tokoh penting yaitu Salomo dan Sulamit. Sulamit hanya ada dalam Kid 6:13.
Ada beberapa pendapat tentang Sulamit yaitu:
A. Sulamit itu sama dengan Sunamite, seorang perempuan dari Sunem, mereka mengatakan itulahAbisaj perempuan Sunem yang amat elok *. Abisaj yang diberikan orang-orang pada Daud sebagai istrinya pada masa tuanya 1Raj 1:1-4. Jadi ia adalah Istri resmi Daud. Sebab itu waktu Adonia, anak Daud minta Abisaj menjadi istrinya, itu berarti mau mengawini istri bapaknya dan itu dosa, sebab itu Adonia langsung dibunuh oleh Salomo pada hari itu juga 1Raj 2:21-25.
*) The zendervan Bible Dictionary, illustrated Dictionary of the Bible (Habert Lockyer, dll).
Kalau Salomo sudah membunuh Saudara tirinya karena hendak mengawini istri bapaknya, sekarang ia sendiri berbuat seperti itu, apakah itu mungkin? Kalau dilihat dari pribadi Salomo yang sudah sangat rusak, maka masih mungkin ia berubah dan mempunyai pikiran daging yang keji seperti itu.
Ini pikiran bejat, mungkin juga Salomo sebejat ini, sebab tidak ada orang punya istri dan gundik 1000 seperti Salomo kalau tidak bejat maximal.
Tetapi pendapat ini (Salomo mengambil Abisaj) tidak ada buktinya dan pasti ini tidak benar.
Lebih tepat:
B. Sulamit adalah perempuan dalam ilham yang diberi Tuhan pada Salomo, sebab:
1. Tidak mungkin perkara yangbejat seperti ini (kalau itu Abisaj) dijadikan Firman Tuhan oleh Tuhan!
2. Ini juga tidak mungkin terjadi pada waktu masih bujang, sebab pernikahan pertama itu pasti jadi berita besar, apalagi Daud sudah bersumpah bahwa Salomo akan menggantikannya di atas tahta. 1Raj 1:13.
3. Tidak pernah ada laporan ia menikah dengan Sulamit, dimanapu dalam Alkitab.
4. Sesudah bertobat, Salomo dapat ilham ini. Kalau Salomo tidak bertobat, Tuhan tidak akan bersekutu dengan dia, tidak mungkin ia menulis buku Kidung Agung sebagai Firman Tuhan.
Jadi Sulamit itu lain dari Abisaj, orang ini hanya oknum dalam penglihatan atau ilham saja, seperti Kaabah Yehezkiel hanya dalam penglihatan, tidak ada yang sesungguhnya.
5. Sekalipun bertobat, Salomo tidak mungkin punya pengalaman ini. Kalau Salomo bertobat lalu mau hidup suci dalam pernikahan monogami, maka semua istri dan gundiknya harus diceraikan semua, harus betul-betul bertobat, baru bisa menikmati suatu pernikahan monogami yang manis dan suci. Ini juga tidak mungkin, sebab hampir seluruh hidup Salomo sudah bejat, untuk bertobat total sangat sulit, apalagi dipulihkan dalam pernikahan monogami. Secara rohani Salomo ini seperti orang stroke, terlentang di atas ranjang, sudah tidak berdaya, hanya pikirannya yang bertobat dan Tuhan bicara dalam pikirannya saja!Sekalipun Salomo bertobat sungguh-sungguh dan smua istrinya dibuang, masa bujang ( lajangnya ) sudah hilang, sudah lewat. Cerita dalam Kidung Agung ini adalah permulaan pertunangan sampai masuk dalam pernikahan yang kudus. Tidak mungkin Salomo mempunyai pengalaman seperti yang tertulis disini.
Sebab itu lebih tepat Sulamit (yang hitam manis ini Kid 1:5) itu hanya dalam visoen atau dalam ilham saja, untuk menolongmemulihkan Salomo yang sudah terlalu rusak.
6. Nikah yang berkenan pada Tuhan, pasti diberkati dengan anak-anak. Kalau ini pernikahan yang betul, indah, manis, diberkati Tuhan, pasti juga ada anak-anak yang diberkati Tuhan. Ternyata semua ini tidak ada, sebab ini hanya dalam ilham.
7. Salomo. Ia mempunyai 1000 perempuan pilihan orang pintar, maka sekalipun Sulamit cantik, ini perempuan tidak banyakharganya bagi Salomo yang sudah sangat rusak ini, mungkin harganya hanya 1/1000 atau 1/100.
Yang betul: Kidung Agung  adalah Firman Tuhan, sekalipun yang dipakai untuk menulis adalah Salomo, tetapi kita melihat dari segi Allah, Dia yang menetapkan buku Kidung Agung ini sebagai Firman Tuhan (kita menerima dengan yakin tentang kanonisasi Alkitab termasuk Kidung Agung), sebab itu kita bisa menyimpulkan dua hal yaitu:
a. Kemurahan Allah itu luar biasa, sehingga orang sebejat Salomo (apalagi asalnya begitu heran diberkati Tuhan dan begitu bijak) masih bisa bertobat dan diampuni (2Sam 7:15) dan menulis dua buku yang masuk Kanonisasi Alkitab (artinya hal ini diyakini orang beriman bahwa Kidung Agung ini adalah Firman Tuhan) yaitu Amsal dan Kidung Agung. Kemurahan Allah itu bukan main. Tidak banyak orang yang sangat bejat bisa atau mau kembali pada Tuhan. Juga sesudah bertobat tidak ada lagi cerita tentang pemerintahan dan hidup Salomo yang diceritakan dalam Alkitab.
b. Pelajaran hidup nikah yang betul sudah dibuktikan di atas bahwa adegan-adegan Sulamit dan Salomo ini  hanya suatu ilham Tuhan untuk menjadi pelajaran bagi Salomo, tentang bagaimana indah dan mulianya persekutuan nikah monogami yang sudah diinjak-injak oleh Salomo.  Kidung Agung ini adalah Firman Tuhan yang begitu indah untuk mencelikkan mata Salomo yang sudah begitu bejat, dan juga untuk umat Tuhan. (yang kemungkinan besar hanya terjadi dalam ilham saja, seperti Kaabah Yehezkiel itu hanya dalam penglihatan dariYehezkiel, tidak ada yang riel). Tetapi karena  ini adalah Firman Tuhan, pasti juga menjadi pelajaran yang paling baik bagi kita.
Sebab itu kita akan mempelajari beberap ayat di dalamnya sekarang.
II. TARUHLAH AKU (seperti meterai di atas hatimu).
AKU.
Siapakah aku disini?
1. Kalau dilihat tentang cinta yang begitu kuat dan cemburuan yang dahsyat, tetapibetul, maka Salomo ini adalah gambaran dari Putra Manusia Yesus dengan Sulamit yaitu GerejaNya yang sudah ditunangkan dengan Kristus, siap menjadi mempelainya.
2Kor 11:2
Karena saya cemburu kepadamu dengan cemburuan ilahi, karena saya telah mempertunangkan kamu dengan seorang laki-laki supaya saya dapat menghadapkan kamu sebagai seorang perawan kudus (calon mempelai) kepada Kristus. (KJI)
Ef 5:32
Rahasia ini besar, tetapi saya berbicara tentang Kristus dan gereja. (KJI)
Salomo disini menggambarkan Kristus dan Sulamit menggambarkan gereja atau umat Tuhan sebagai calon mempelai wanita. Jadi ayat ini menceritakan tentang hubungan Kristus dengan mempelaiNya yaitu Gereja, tubuh Kristus.
2. Ayat ini juga berarti untuk suami dan istri (sebagai hukum dan pelajaran dari Tuhan) sebab memang seharusnya suami istri itupenuh cinta dan kadang-kadang juga ada cemburu. Jadi ayat ini menceritakan tentang hubungan suami-istri yang benar yang juga digambarkan sebagai hubungan Tuhan Yesus dengan GerejaNya.
Kita akan melihat kebenaran Firman Tuhan ini dalam 2 macam hubungan ini berulang-ulang dan timbal balik.
Manusia itu terikat dalam tubuh daging yang condong pada dosa (kita masih menunggu tebus tubuh Rom 8:23, lihat buku tentang “Tubuh nyawa roh dan tebus tubuh” oleh Pdt. Jusuf B.S).
III. SEPERTI METERAI DI ATAS HATIMU.
Salomo minta supaya Sulamit menaruh Salomo seperti Meterai di atas hatinya, atau dengan kata lain supaya Sulamit memeteraikan Salomo di atas hatinya.
A. ANTARA SUAMI ISTRI.
Hendaklah si istri ditaruh seperti meterai di atas hati si suami atau dengan kata laindimeteraikan dalam hati si suami. Dimeteraikan berarti sah! Suami sudah milik istri, istri sudah milik suami.   Jadi tidak boleh ada orang lain lagi yang dipasang dihati si suami. Begitu juga dihati istri, tidak boleh ada orang lain di pasang di hatinya ! Selalu ada banyak orang lain yang beredar-edar di sekitar kita (sampai dalam hati!), tetapi kita harus punya sikap dan pendirian yang kokoh untuk memeteraikan hanya gambar suami atau istri kita sendiri di atas hati masing-masing.
Jangan ada orang ketiga, itu berarti merusakkan meterainya ; menajiskan dan merusakkan hidup nikahnya.
Ibr 13:4
Hendaklah pernikahan itu dihormati dalam segala hal, dan tempat tidur jangan dicemarkan, sebab orang-orang cabul dan orang-orang berzina akan dihakimi Allah. (KJI)
Mengapa tidak boleh ada orang lain di atas hatinya?
Sebab suami itu monopoli istri, tidak boleh dimiliki bersama-sama orang lain.
Ams 5:17
Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain. (TB)
1Kor 7:4
istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan suami, dan demikian pula suami tidak berkuasa atas dirinya sendiri, melainkan istri. (KJI)
Begitu juga sebaliknya istri adalah monopoli suami.
Kalau memiliki atau dimiliki orang lain (sekalipun hanya di dalam hati) itu berarti:
1. Berzina.
Mat 5:28
Tetapi Aku berkata kepadamu bahwa siapa saja yang memandang seorang perempuan dan bernafsu kepadanya, sudahlah berzina dengan dia di dalam hatinya. (KJI)
2. Tidak setia. Tuhan Yesus tetap setia sekalipun Gereja atau orang beriman tidak setia 2Tim 2:13. Tidak pernah Tuhan Yesus tidak setia.
Juga suami istri orang beriman harus demikian; kalau andai kata yang satu tidak setia, yang lain seharusnya tetap setia, (kalau ia membalas dan juga menjadi tidak setia, keduanya berdosa, sama-sama tidak setia dan itu merusakkan meterai ini dan jatuh dalam tangan setan yang bengis.
3. Suatu pengkhianatan.
Mal 2:14-16
14 Maka katamu lagi: Mengapa itu? Yaitu sebab Tuhan itulah saksi antara engkau dengan binimu pada masa mudamu, kepadanya engkau sudah khianat, yaitu kepada dia, yang sobatmu, dan isteri perjanjianmu.
15 Maka bukankah yang satu itu sudah berbuat demikian, pada masa tubuhnya lagi kuat? Tetapi apakah dituntut oleh yang satu itu? Yaitu satu benih dari pada Allah! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat kepada bini masa mudamu.
16 Karena bencilah Aku akan talak, demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel, dan akan memberi malu kepada bini yang sopan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat! (TL)
Selalu ada saja penggoda yang datang sebagai  ujian, apalagi kalau Wah 22:11 sudah genap sepenuhnya, akan ada sangat banyak kesempatan dan godaan untuk berzina, tidak setia dan pengkhianatan di dalam dunia.
Dalam pengolahan (Allah ingin menumbuhkan kita makin indah dan makin mulia dalam segala segi hidup sampaiseperti Kristus), dan dalam pengolahan ini akan selalu datang ujian dalam segala segi hidup kita, termasuk tantangankesucian hidup nikah (tetapi jangan kita sendiri mencari godaan, baik gambar-gambar atau orangnya, atau sengaja memberi kesempatan,itu berarti sudah ada keinginan zina dalam hati, mau atau sudah berzina dalam hati dan dalam perbuatan Mat 5:28).
Orang yang mau hidup suci justru dari dirinya sendiri berusaha menjauh dirinya dari dosa dan dari segala macam kemungkinan berdosa.
Ams 22:3.
Orang bijaksana itu serta dilihatnya jahat, maka disembunyikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga lalu kena. (TL)
Kadang-kadang kita berhubungan dengan orang yang kelihatannya lebih baik ( rupanya, sikapnya atau kelakuannya ) dari istri atau suami kita sendiri dalam satu atau beberapa hal, tetapi kita sebagai orang yang sudah merdeka dari dosa dan berkemauanbebas, dituntut kesetiaannya terhadap istri atau suami <MI>kita masing-masing, jangan berkhianat!. Kita harus lulus dalam setiap ujian artinya tidak sampai timbul dosa sekalipun dalam pikiran; harus tetap suci. Kalau timbul dosa (sekalipun baru dalam hati/ pikiran) itu berarti sudah jatuh dan iblis sudah atau segera akan masuk dalam hati dan hidupnya Ef 4:27. Mulai berdosa berarti membuka pintu untuk iblis, mempersilakan atau memberi kesempatan bagi setan untuk masuk dalam hati! Tuhan Allah sendiri itu setia pada kita sebagai suami kepadamempelaiNya, Tuhan ingin kita suami dan istri seperti Dia, tetap setia.
DIMETERAIKAN.
Apa artinya dimeteraikan? Itu berarti sudah disahkan oleh Allah seperti yang tersebut dalam
Mat 19:5-6
5 Dan berkata: Sebab itu hendaklah seorang laki-laki meninggalkan bapa dan ibunya dan melekat dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (1+1=1).
6 Sebab itu mereka bukannya lagi dua (1+1=2)melainkan satu daging (1+1=1). Oleh karena itu, apa yang telah disatukan Allah jangan diceraikan oleh manusia.” (KJI)
Disahkan Allah berarti sudah disatukan ( 1 + 1 = 1 ), tidak boleh diceraikan oleh manusia. Sebab Allah tidak menghendaki perceraian.
Jadi kalau sudah nikah, itu otomatis sudah dimeteraikan oleh hukum-hukum Allah (sekalipun tidak diberkati di gereja, asalkan pemuda dan pemudi itu sudah mau menikah menjadi suami istri (disetujui, direstui orangtua, sebab orangtua itu wajar kalau dihormati anak-anak). Sekalipun caranya salah kalau sudah nikah, sudah menjadi satu. 1Kor 6:16 apalagi kalau ditambahi dengan pengesahan dan pemberkatan oleh hambaNya di Gereja, makin kuat, maka itu berarti sudah sah dan tidak boleh ada “istri” atau “suami” yang lain.
Juga dengan pencatatan di catatan sipil, itu pengakuan resmi secara manusiawi, tidak boleh ingkar atau bohong.
Sesudah menikah, tidak boleh bercerai (suami itukepala dan istri itu tubuh Ef 5:23-24). Perceraian berarti seperti memotong kepala dari tubuhnya, itu berarti mati rohani.
Bisa hidup kembali? Selama masih hidup masih bisa minta ampun, tetapi meskipun diampuni, ini tetap cacat!.
Suami istri itu lekat menjadi satu dan perlekatan ini sangat kuat sehingga 1+1 bukan = 2, tetapi = 1. Misalnya 2 lembar kertas di lem kuat-kuat menjadi 1, kalau dipaksakan untuk diceraikan, bisa, tetapi banyak robek-robek, cacat. Kalau di lem lagi dengan kertas lain, lalu dipaksakan untuk dilepas lagi, maka kertas ini menjadi robekan-robekan yang kecil dan praktis tidak bisa dipakai lagi,sebab sudah menjadi potongan-potongan kecil yang tidak karuan. Memang orang yang berdosa itu merusakkan banyak perkara yang baik.
Pkh 9:18
Baiklah hikmat dari pada segala alat peperangan, tetapi seorang orang berdosa itu dapat membinasakan banyak perkara yang baik. (TL)
Jangan bercerai, itu bukan kehendak Allah (lihat buku Cerai oleh Pdt. Jusuf B.S ).
Pemeliharaan hidup nikah itu dimulai dalam hati. Sesudah dimeteraikan oleh Allah  hatinya, Allah ingin kita taat, yaitu dengan kesadaran dan  kehendak kita sendiri memeteraikan istri atau suami kita di dalam hati kita dan di lengan kita. Untuk selanjutnya, jangan meterai ini dirusakkan!
Kalau mau benar dan diperkenan oleh Allah, kesucian dan kemurnian itu harus dipelihara mulai dari dalam hati. Hati harus suci dan dimeteraikan, dijauhkan dari orang ke-3, dari orang lain.Jangan ada orang yang dikagumi atau dicintai sebagai istri atau suami, itu merobek meterai dari Tuhan. Kalau kagum sebagai presiden, sebagai guru yang baik, sebagai polisi dll, masih mungkin, tetapi jangan kagum sebagai suami atau kagum sebagai istri, itu berkhianat, meskipun baru dalam hati.
Pada saat seorang tidak setia, berkhianat pada istri atau suaminya, Tuhan melihat langsung mulai dari saat pertama kali itu terjadi (dst), dan orang itu seperti merusakmeterai di hatinya, sebab itu Tuhan tidak berkenan kepadanya, itu dosa perzinaan Mat 5:28.
Di dalam dunia, tidak setia, berzina atau khianat, ini bukan perkara besar atau penting, sebab ternyata makin banyak orang yang kawin cerai berulang-ulang, sudah menjadi mode. Tetapi itu keji, tidak setia, berkhianat, berzina dan tidak berkenan pada Tuhan, sebab tidak menurut hukum Allah. Orang yang sudah menikah itu sudah diemeteraikan, sudah menjadi satu.
Jaga dan peliharalah meterai di hatimu, itu kehendak Tuhan!
B. ANTARA KRISTUS DAN JEMAAT.
Ef 5:32
Rahasia ini besar, tetapi saya berbicara tentang Kristus dan gereja. (KJI)
Jangan lupa ini bukan hanya antara suami istri tetapi juga antara Kristus dan kita sebagai jemaat dan calon mempelaiNya. Tuhan tidak ingin kita tidak setia.
Kita ini milik Tuhan..
1Kor 6:19-20
19 Tidakkah kamu mengetahui bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu terima dari Allah, dan kamu bukan milikmu sendiri?
20 Karena  kamu telah dibeli dengan suatu harga. Oleh karena itu permuliakanlah Allah di dalam tubuhmu dan dalam roh-mu, yang adalah milik Allah. (KJI)
Kita sudah ditunangkan dengan Kristus.
2Kor 11:2
Karena saya cemburu kepadamu dengan cemburuan ilahi, karena saya telah mempertunangkan kamu dengan seorang laki-laki supaya saya dapat menghadapkan kamu sebagai seorang perawan kudus kepada Kristus. (calon mempelai Kristus) (KJI)
Jangan ada ilah yang lain, jangan ada sesuatu yang lain yang dicintai lebih dari Kristus (juga ilah atau berhala yang lain).
Kel 20:3
Jangan padamu ada ilah lain di hadapan hadirat-Ku. (TL)
Tuhan milik kita.
Sesudah lahir baru, kita disahkan dengan tanda air, darah dan Roh, untuk menjadi imam-imam 1Pet 2:9, maka Tuhan menjadi bagian pusaka atau milik imam-imam dan orang Lewi Ul 10:9, Yus 13:33. Juga sebagai suami istri, istri milik suami dan suami milik istri, sehingga Tuhan juga milik kita.
Meterai yang ada dalam hati kita adalah Meterai ROH KUDUS.
Kita dimeteraikan dengan baptisan Roh Kudus Ef 4:30 dan itu sebagai tanda bahwa kita adalah milik Tuhan dan Tuhan milik kita. Rom 8:9.
Ef 4:30
Dan jangan mendukakan Roh Kudus Allah, yang oleh-Nya kamu sudah dimeteraikan sampai hari penebusan. (Ef 1:13) (KJI)
Jangan sampai merusak meterai yang ada dalam hati, jangan cinta “orang lain” yaitu dunia dengan isinya seperti Kristus. Jangan menyembah atau mencintai mammon, ini bisa diukur kalaudibandingkan dengan cinta kita pada FirmanNya dan menggembalakan domba-dombaNya.
Yoh 21:15
Kemudian, sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon, putra Yunus, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada orang-orang ini?” Jawab Petrus kepada-Nya, “Ya, Tuhan, Engkau tahu bahwa saya mengasihi-Mu.” Ia berkata kepada Petrus, “Berilah makan anak-anak domba-Ku.” (KJI) (16-17)
Yoh 14:21
Barangsiapa yang memiliki perintah-perintah-Ku dan memeliharanya, maka orang itu mengasihi Aku, dan dia yang mengasihi Aku akan dikasihi Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihinya dan menyatakan diri-Ku kepada-nya.” (KJI)
Yoh 14:23
Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan memelihara firman-Ku, dan Bapa-Ku akan mengasihinya, dan kami akan datang kepadanya, dan kami akan membuat kediaman kami bersama-sama dengan dia.  (KJI)
Ini adalah tanda kasih kita kepada Tuhanyaitu kalau kita mengasihi Firman Tuhan, seperti Daud Maz 1:1-3 dan menggembalakan domba-domba Tuhan.
Berapa banyak orang berzina dengan dunia ini.
Yak 4:4
Para penzina Tidakkah kamu mengetahui bahwa persahabatan dengan dunia ini adalah permusuhan dengan Allah? Karena itu siapa saja yang hendak menjadi sahabat dunia ini, ia adalah musuh Allah. (KJI)
Kagumlah akan Firman Tuhan dan Roh Kudus dan Bapa dan cintai Mereka, Sang Pencipta. Jangan kagum atau cinta pada ciptaanNya yang lain, tetapi berpadalah danpakailah dunia ini (dengan segala isinya) seperti orang yang tidak memakai.
1Kor 7:31
Dan orang-orang yang memakai dunia ini pakailah seperti orang yang tidak memakai. Karena keadaan dunia ini akan berlalu. (KJI)
Jangan bercintakan isi dunia ini sehingga janji-janji Firman Tuhan jadi bantut (tidak berbuah)dalam hidupnya. Mat 13:22.
Berapa banyak yang berzina dengan mammon, dengan macam-macam kesukaan dunia dan kedagingan, itu berzina, itu merusakkan meterai hati dan lengan,
mendukacitakan Roh Ef 4:30,
melawan Roh Kis 7:51, lama-lama
memadamkan Roh 1Tes 5:19 dan akhirnya
menghojat Roh Mat 12:31, tiada ampuni lagi! ini mengusir Roh Allah dari dalam hatinya.
IV. SEPERTI METERAI DIATAS LENGANMU
A. DIANTARA SUAMI-ISTRI.
Hati untuk merasa dan lengan untuk memegang atau memeluk yaitu untuk pegang-pegang dan peluk istri atau suami sendiri.
Kid 2:6
Hendaklah tangannya kiri menggalang kepalaku dan tangannya kanan memeluk aku. (TL)
Kid 8:3
Hendaklah kiranya tangannya kiri menyangga kepalaku, dan tangannya kanan memeluk aku. (TL)
1Kor 7:1-2
Sekarang tentang hal-hal yang telah kamu tuliskan kepada saya, adalah baik bagi seorang laki-laki untuk tidak menjamah seorang perempuan.
2 Akan tetapi dari sebab dosa-dosa sexa, hendaklah setiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan setiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri. (KJI)
Dari sebab zina jangan memegang-megang atau memeluk perempuan lain.
Memegang karena bersalaman, menolong seorang perempuan yang jatuh dan maksud-maksud baik itu tidak apa-apa, tetapi kalau pegang-pegang dari sebab zina atau keinginan zina itu dilarang! Kalau di dalam hati meterainya longgar atau mulai robek sebab ingin akan orang ke-3, itu menjadi dosa, Tuhan tahu dan tidak berkenan dan karena itu dilarang pegang-pegang dan meraba-raba. Jangan ada suami yang pegang-pegang atau memeluk perempuan lain, itu berzina dalam perbuatan
(meterai hati rusak = zina dalam hati.
Meterai lengan rusak = zina dalam perbuatan).
Juga istri yang pegang-pegang atau memeluk laki-laki lain, itu berzina Yeh 16:32b; Juga sebaliknya kalau si istri di-pegang-pegang dan dipeluk laki-laki lain. Hanya boleh diantara suami istri sendiri  sebab tubuh suami milik istri dan tubuh istri milik suami sendiri (monopoli).
1Kor 7:4
istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan suami, dan demikian pula suami tidak berkuasa atas dirinya sendiri, melainkan istri. (KJI)
Jadi lengan ini juga harus dimeteraikan, artinya jangan berdosa. Jangan pegang-pegang (apalagi memeluk dalam ribaannya orang yang bukan istri atau suaminya Kej 16:5.  Kadang-kadang itu terjadi sembunyi-sembunyi, tetapi Tuhan selalu tahu. Ini merusak meterai lengannya. Ini dosa dalam perbuatan (merusak meterai lengan) dan ini adalah dosa yang sudah lebih lanjut dari pada merusak meterai dalam hati.
Kadang-kadang sudah rusak keduanya (meterai hati dan lengan), masih bisa berhasa lidah, masih bisa melayani, masih dianggap suci dan mulia oleh orang-orang yang tidak tahu, tetapi itu keji di hadapan Tuhan.
Kita harus memelihara meterai di hati (dari perzinaan hati) dan di lengan (dari perzinaan dalam perbuatan). Kalau dirusak, pasti pada waktunya akan datang hukumannya, sebab hukumannya sudah mendung di atasnya tetapi belum jatuh. (memang ada selang waktu antara perbuatan dan hukumannya, sebabTuhan itu sabar, lambat menghukum, Pkh 8:11 sebab ia mengharapkan orang itu bertobat, oleh karenaitu Ia masih memberi waktu untuk bertobat). “Hakim” (jaksa membawa tuduhan, hakim membawa vonis) sudah berdiri di muka pintu dengan vonis di tanganNya, sebab vonis sudah langsung keluar pada waktu ia berbuat dosa (sebab Tuhan tahu denganlengkap dan adil).
Yak 5:9
Saudara-saudara, jangan bersungut-sungut satu terhadap yang lain, supaya kamu jangan dihukum; Lihatlah (pada waktu seorang bersungut-sungut atau berbuat dosa lainnya) Hakim sudah berdiri di depan pintu. (KJI)
Hukuman sudah mendung di atasnya, tinggal tunggu tanggalnya, celaka sekali, kalau sudah sampai waktunya ia belum bertobat, maka hukuman itu akanjatuh kepadanya.
Ada seorang suami berzina terus. Mula-mula tidak ketahuan. Sesudah ketahuan jadi ribut sekali. Tetapi ia cukup pintar sehingga semua bisa diredam. Tetapi kalau keluar kota atau keluar negeri, ia selalu limpah menikmati dosa-dosanya. Satu kali ia sakit hepatitis akibat hubungan kelamin. Waktu hampir mati ia bertobat sungguh-sungguh, ia berjanji kalau sembuh ia kembali ikut pelayanan, tetapi kesempatannya sudah habis! Ia mati! Sebab sungguh-sungguh bertobat, ia pasti diampuni, dan masuk Surga. Tetapi Hakim  sudah siap mengetuk palu. Sebab bertobat sungguh-sungguh dosanya diampuni, tetapi kematian tetap datang.
Beberapa kali hal seperti ini terjadi. Discount diberikan, tetapi tidak penuh sesuai dengan segala faktor-faktor pertobatannya.Jangan bertobat sesudah ditangkap basah, (ini berarti tidak sungguh-sungguh bertobat, sebab kalau kita tertangkap, kemungkinan besar ia belum mau bertobat! Kalau sesudah ditangkap basah, ia bertobat, itu bukan sepenuhnya dari dirinya sendiri, kemungkinan besar orang ini kumat = mengulangi perbuatannya kalau ada kesempatan atau tergoda). Kalau dari dirinya sendiri ia mau bertobat, maka meskipun tidak ada orang tahu, tidak tertangkap basah, ia langsung bertobat, pasti hukumannya mendapat discount lebih banyak. Segera perbaiki kalau ada meterai yang robek, tentu harus dibereskan dengan pemiliknya yaitu dengan istrinya (bertobat sungguh-sungguh dan minta ampun) 1Kor 7:4. Apalagi kalau sudah berbuat (“meterai lengannya” robek) meskipun tidak ada orang tahu, harus segera dibereskan, baik di antara suami istri dan dengan Tuhan, kadang-kadang perlu diantara orang banyak, kalau perbuatannya merugikan atau diketahui orang banyak.
Paling baik, jangan sampai beruat dosa, sebab setiap dosa itu merusakkan banyak hal-hal yang baik, lebih-lebih hal-hal rohani. Pkh 9:18.
B. DIANTARA TUHAN DAN GEREJA.
Juga secara rohani dalam hubungan kita dengan Tuhan sebagai calon-calon mempelai Kristus. Kita juga harus memelihara meterai hati dan meterai lengan di hadapan Tuhan.
Orang yang berkenan pada Tuhan itu meterainya utuh, baik yang di lengan juga yang di hati. Hubungannya dengan Tuhan tetap dimeteraikan dengan b aik, disaksikan oleh Roh Kudus.
Hati tetap suci, termeterai, milik Tuhan, tidak dimiliki dengan yang lain, tetapi tetap milik Tuhan Yesus saja, monopoli!
Pil 1:21
Karena bagi saya hidup itu Kristus dan mati itu untung. (KJI)
Hidup kita ini milik Tuhan, bukan milik hedonism, mammon atau milik berhala-berhala lain, juga bukan milik kita sendiri lagi.
Gal 2:20
Saya sudah disalibkan dengan Kristus; sekarang bukan saya lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam saya, dan hidup yang sekarang saya hidup di dalam daging ini, saya hidup oleh iman dari Putra Allah, yang mengasihi saya dan yang sudah menyerahkan diri-Nya untuk saya. (KJI)
Ada satu cara untuk memelihara kesucian hati kita, supaya tidak ada dosa di dalamnya Ams 4:23.
Cara yang sistematis untuk memeriksa dan membersihkan hati kita serta menjaganya supaya tetap suci yaitu:
1. Cabut, bukan potong. Pernakah kita mendengar ada seorang tukang potong rambut? Semua pasti pernah mendengar. Tetapi adakah seorang pernah mendengar seorang tukang cabut rambut?
Mungkin tidak pernah, sebab memang tidak pernah ada! Untuk rambut kita perlu tukang potong rambut, bukan tukang cambut rambut. Tetapi untuk dosa kita perlu tukang cabut dosa, bukan tukang potong dosa. Apa bedanya? Tukang potong rambut, hanya memotong, kadang-kadang sampai gundul, dipotong habis, tetapi beberapa hari lagi muncul lagi. Tetapi kalau dicabut, itu lain dari hanya memotong. Tidak ada orang mau dicabuti rambut kepalanya, sakit sekali dan bisa infeksi dan pingsan. Tidak ada orang cabut rambut. Kalau tanaman-tanaman di kebundicabut habis, masih mungkin dan akibatnya tidak ada tanaman lagi, tidak bisa tumbuh lagi sebab sudah dicabut, habis!
Begitu seharusnya dengan dosa, harus dicabutsampai ke akar-akarnya. Untuk dosa, kita harusmencabutnya sampai habis tetapi untuk rambut kita hanya memotongnya saja, beberapa hari lagi sudah tumbuh lagi!
2. Pencabutan semua dosa itu harus lengkap. Cabut semua dosa sampai akar-akarnya, harus dibereskan, uang orang dikembalikan, salah diakui dsb, harus ada pemberesan, bahkan dalam diri kita sendiri harus dibersihkan sampai dalam hati dan pikiran.
Hidup ini tidak boleh dinajiskan di mana saja, dalam hal apa saja dan kapan saja (MAK), sampai dalam hati, pikiran dan angan-angan, DSS baik dahulu, sekarang dan yang akan datang sampai selama-lamanya (PPF = Past tense Present tense, Future), sampai dalam cita-cita dan angan-angan kita Gal 5:24.
3. Selalu lekat dengan Tuhan. Yoh 15:5. Ini berarti dapat 7 KPR (7 Kebutuhan Pokok Rohani)* setiap hari!
*) footnote:
Lihat buku tentang 7 KPR (isinya tentang hidup Kristen yang normal) oleh Pdt. Jusuf BS.
Lengan ini jangan menjamah yang najis.
2Kor 6:17
Sebab itu keluarlah dari antara mereka dan bercerailah kamu, kata Tuhan. Jangan menyentuh barang yang najis dan Aku akan menerima kamu. (KJI)
Kol 2:21-22
21 yaitu jangan jamah, jangan kecap, jangan pegang,
22 karena semuanya akan binasa karena dipakai sesuai dengan perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia? (KJI)
Kita harus disucikan bahkan dipisahkan dari dosa dan kenajisan dunia ini, sekalipun itu bagian dari keluarga. Misalnya kebencian keluarga (termasuk kebencian rasial), tipu daya keluarga, dosa keluarga (seperti dosa Achan) kesombongan keluarga atau kelompok, dsb jangan ikut serta, minta hikmat dan kuasa Tuhan untuk melepaskan semuanya dari ikatan dosa tsb.
Pada waktu seorang murid minta izin pulang menguburkan bapaknya yang mati Tuhan menjawab:
Mat 8:21-22
21 Seorang lain dari murid-murid-Nya berkata kepada-Nya: “Tuhan izinkanlah saya lebih dahulu pergi dan menguburkan bapa saya.”
22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku, dan biarlah orang mati menguburkan orangnya yang mati (yang mati adalah bapaknya).” (KJI)
Kita harus bisa membedakan antara yang najis dan suci.
Yez 22:26
Segala imamnyapun menggagahi taurat-Ku, dan menajiskan segala benda-Ku yang suci; tiada dibedakannya antara haram dengan halal, dan tiada diketahuinya bedanya antara yang najis dengan yang tahir, tambahan pula dikatupkannya matanya akan segala sabat-Ku, dan Akupun dihinakan di tengah-tengah mereka itu! (TL) (44:23) Im 11:41-47; 20:25.
Jangan ikut campur dengan perkara-perkara yang najis di sekitar kita.
Yes 33:15
Orang yang melakukan kebajikan dan yang mengatakan barang yang benar; yang menolak laba keji dari pada aniaya itu, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan lekat padanya barang suap; yang menampukkan (menutup)telinganya asal jangan didengarnya utang darah, dan yang mengatupkan matanya, biar jangan dilihatnya barang jahat. (TL)
Juga jangan ikut dalam percakapan yang keji dan sia-sia itu bisa menular dan membuat dosa, merusakkan meterai Roh Kudus. Kita harus menyalahkannya Ef 5:11, menggaraminya Mat 5:13, tetapi jangan kita diracuni.
Banyak orang tidak sadar bahwa percakapan yang dosa (ngrasani, gosip, fitnah, provokasi, merangsang, membakar, informasi-informasi cabul, benci, mewah, dll, itu semua bisa menular dan akibatnya dahsyat bisa merusak dan mematikan rohani; sangat berbahaya lebih hebat dari wabah ebola yang ditakuti seluruh dunia, garami, jangan diracuni. Seringkali dalam ngobrol orang suka mendengar berita-berita yang lezat (suka fitnah, berita-berita jelek dari orang lain sebab benci atau iri, dll) tentang orang-orang tertentu, apalagi orangnya populer. Jangan sampai ketularan dosanya dan mati rohani! Lari daripadanya Ams 22:3.
2Tim 2:16-17
16 Tetapi hindarilah obrolan yang keji dan sia-sia karena mereka akan menambahi kefasikan saja.
17 Dan perkataan mereka akan menjalar seperti kanker di antara mereka adalah Himenius dan Piletus. (KJI)
Kita sudah dimeteraikan sebagai milik Tuhan, kita harus memelihara kesucian kita di dalam hati dan di dalam perbuatan!
V. KARENA CINTA ITU KUAT SEPERTI MAUT.
Apa artinya ?
MAUT itu kalau sudah memegang seseorang, maka orang itu tidak bisa lepas lagi. Lihatlah semua orang yang satu kali sudah dipegang maut, mereka tidak ada yang kembali lagi.
Ay 7:9-10
Seperti awan yang lenyap dan melayang-layang, demikian turunlah manusia ke dalam alam barzakh dan tiada ia naik pula dari dalamnya.
10 Tiada ia balik kembali kepada rumahnya, dan tempat kedudukannyapun tiada mengenal akan dia pula. (TL)
Maut itu kuat sekali, sekalipun ahli bedah atau dokter terkenal, apoteker atau orang berkuasa, kaya dll kalau sudah dipegang, jangan harap bisa terlepas lagiuntuk selamanya. Maut itu kuat sekali.
A. Kasih suami-istri.
Kasih yang betul, itu mau terikat tetapi juga mengikat, itu kasih yang betul.
Kasih suami-istri itu mengikat satu sama lain.
Mat 19:5-6
5 Dan berkata: Sebab itu hendaklah seorang laki-laki meninggalkan bapa dan ibunya dan melekat dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
6 Sebab itu mereka bukannya lagi dua melainkan satu daging. Oleh karena itu, apa yang telah disatukan Allah jangan diceraikan oleh manusia.” (KJI)
Istri terikat pada suami dan suami terikat pada istri. Orang yang dengan tulus menikah dengan kasih itu mau diikat dan mengikat, ada meterainya di hati dan di lengannya. Kalau ada suami tidak mau terikat, pada istri, mau bebas, mau pulang atau tidak sesukanya, itu pasti bukan kasih, tetapi berzina. Semua kasih suami istri ada ikatan, bahkan kuat seperti maut.
Aca cerita dari zaman perang tentang kasih ibu. Orang mendapatkan bayi masih hidup menyusu pada ibunya, mereka jatuh dan ibunya merangkul si anak. Ibunya kena tembakan di kepala dan tubuhnya, mati berlumuran darah tetapi anaknya selamat, masih dalam pelukannya, waktu ditemukan masih menyusu. Bayinya tidak mengerti kalau ibu yang mendekapnya itu sudah mati.Mengapa ibu ini mau terikat pada anaknya, mengapa ia tidak lari sembunyi sendiri? sebab cinta mengikatnya! Mengapa ia harus melindungi dan mendekap anaknya supaya jangan kena tembak? Sebab ada ikatan karena cinta!
Mengapa suami kerja keras untuk keluarga (kadang-kadang istri juga kerja) dan begitu terikat pada istri dan anak-anaknya? Sebab ada ikatan cinta, suami istri terikat satu sama lain. Sebab cinta, mau diikat dan mengikat.
Kasih itu:
MDDM
Mau Diikat Dan Mengikat
Kadang-kadang yang satu mulai mau serong, langsung timbul cemburunya, sebab ia diikat dan mengikat, dansebab suami adalah milik pribadi, monopoli, jadi cemburu (tetapi jangan cemburuan daging).
Ayub sangat memelihara kesucian nikahnya, (meskipun dalam Wasiat Lama, ini salah satu orang yang sangat indah, mungkin juga pada akhirnya ia menjadi sempurna sehingga bangkit waktu Putra manusia Yesus mati Mat 27:52). Sekalipun istrinya jelek, penuh kekurangan, mengharapkan matinya dan habis itu ia bebas dll, tetapi Ayub tetap mengikatkan dirinya pada istrinya (orang yang kesucian nikahnya dipelihara, kasihnya akan tetap penuh, bisa setia dan mau diikat dan mengikatkan dirinya pada istri dan keluarganya, sebab orang yang suci hatinya, Roh Kudus akan mudah dan bebas bekerja di dalam hatinya). Ayub bisa saja ganti-ganti atau tambahan istri seperti Salomo (itu sudah adat orang kaya atau orang besar waktu itu), tetapi sekalipun istrinya sangat jelek dan mengecewakan, ia bisa mengampuni dan mengikatkan dirinya kuat-kuat pada istrinya. Waktu Ayub diberkati Tuhan, ia tetap mengikatkan dirinya dengan mesra pada istrinya yang melahirkan lagi 10 anak. Jadi ia tidak membuang atau mengganti istri, tetapi mengikatkan dirinya terus dan setia sampai akhir sekalipun si istri tidak setia dan tidak baik!
Orang yang mau memeteraikan istrinya dalam hatinya, ia mau mengikatkan dirinya kepada orang yang dikasihinya, dan ia jugaberusaha untuk bisa memegang orang yang dikasihinya itu erat-erat, bahkan dengan cemburuannya, ia tidak mau melepaskan kekasihnya itu sampai kapanpun, sampai mati.
Tentang cemburu manusiawi dan ilahi, (lihat bag. VI tentang cemburu itu kejam).
Kasih itu mengikat kekasihnya, ia tidak mau melepaskan kekasihnya. Bagaimanapun juga kekasihnya dipegang kuat-kuat sampai mati. Itulah cinta yang kuatnya seperti maut. Inilah kasih yang mau diikat dan mengikat.
B. JUGA DALAM GEREJA, DALAM TUBUH KRISTUS.
Roh Kudus mempersekutukan kita, kita semua satu sama lain diikat dengan kasih (termasuk mengampuni) dan sama-sama hidup dalam kesucian 1Yoh 1:7. Sebab itu ada ikatan batin oleh kasih Kristus (yang dibina oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus).
Kalau seorang anggota mulai tertarik, apalagi pada ajaran-ajaran yang salah dan ditarik dengan kuat, timbul cemburu dari Roh Kudus (cemburu manusia bisa campur dosa!). Ini disebabkan karena ada Roh Kudus yang memberi kasih Kristus dalam tubuh Kristus, ada ikatan yang kuat.
Ada orang mau jadi anggota tubuh Kristus, tetapi tidak mau terikat dan mengikat; ini disebabkan karena belum ada kasih. Kalau ada kasih Kristus, akan mau mengikatkan diri dan mengikat. Dalam segala hal kalau ada kasih, kasih itu mau diikat dan mengikat (= MDDM), sebab kasih itu adalah ikatan yang kuat seperti maut. Ini keadaan dalam tubuh Kristus yang betul, yang diikat dengan kasih dan kesucian ilahi.
MDDM = Setia sampai mati.
Kasih itu MDDM (Mau Diikat Dan Mengikatkan) dirinya pada yang dikasihinya, (kalau perlu juga dengan cemburuannya)memegang kekasihnya erat-erat sampai mati. Ini kasih yang betul yang harus ada diantara suami istri (sama sekali bukan seperti Salomo yang hanya penuh dengan nafsu dan kebejatan sampai umurnya makin tua dan hampir mati).
Jangan seperti istri Ayub, suaminya belum mati, baru setengah mati sudah disuruh mati, ini dosa perzinaan, tidak setia dan khianat.
Ada seorang istri, suaminya sedang bergumul dengan kanker, belum mati-mati, tetapi istrinya sudah membuat hubungan gelap untuk reservenya, ini khianat, berzina dan tidak setia.
Kalau sudah mati, masih mungkin menikah lagi Rom 7:2 (meterai itu lepas waktu mati). Tetapi kalau masih hidup, itu dosa perzinaan, sekalipun rencana atau reserve itu hanya dalam pikiran. Jangan punya pikiran khianat, selagi ada suami, Tuhan tahu dan dicatat olehTuhan lengkap dengan segala penuaiannya!).
Sebaliknya ada seorang istri yang berusaha habis-habisan (dengan menjahit sampai larut malam untuk mendapatkan uang untuk bisa membeli obat dan makanan yang kuat-kuat untuk suaminya untuk mengikatnya kuat-kuat, untuk mempertahankan suaminya yang mau mati, jangan sampai mati).Tetapi akhirnya suaminya mati, istri ini sangat sedih katanya, mengapa engkau meninggalkan saya, saya masih kuat untuk mencari uang lagi untuk obat dan makananmu.
Begitu juga masih ada suami yang punya kasih kepada istrinya (seharusnya semua orang-orang beriman demikian, yaitu dengan pertolongan Tuhan memelihara meterai hati dan tangannya supaya tidak sampai robek) dan kasih itu setia sampai mati, dan kuat seperti maut.
Salah satu sebab, mengapa Ayub jadi begitu indah, adalah sebab ia mempunyai istri yang jelek dan tidak bertobat, yang suka menghojat dan bersungut-sungut, tetapi Ayub tetap setia, cinta dan mendidiknya (baru intensif mendidiknya sesudah anaknya mati). Istri Ayub ini menjadi pengolahan bagi Ayub; setiap kali ia menghadapi problem dengan istrinya, setiap kali ia lulus! (Artinya tidak sampai bereaksi dosa, tidak jengkel dan benci atau marah, tetapi tetap sejahtera sebab mau mengampuni dan setia pada istrinya, tidak pernah berpikir mau ganti istri Ay 31:1. Dan terbukti bahwa Ayub tetap cinta dan setia dengan istrinya sampai turun temurun generasi yang ke-4 Ay 42:16). Setiap kali ia lulus, ia meningkat, akhirnya ia menjadi indah sekali dan istrinya bertobat baik-baik.
Ada sebuah cerita tentang istilah yang mengerikan yaitu “bekas” istri atau “bekas” suaminya (sumber dari internet).
BEKAS ISTRI? / BEKAS SUAMI (ini adalah istilah yang sangat keji di hadapan Tuhan.
Tentang seorang yang menjadi pilihan hidup kita: Ada orang yang berkata ada bekas istri atau bekas suami.
Tapi tidak ada bekas anak dan bekas orangtua.
Mungkin cerita berikut ini dapat merubah pandangan tersebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat.
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta satu orang maju ke depan papan tulis.
Dosen: “Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda”
Lalu Mahasiswa tersebut menulis 10 nama.
Ada saudara, orang tua, anak, Istri, teman kerja dan yang lainnya.
 
Dosen: “Sekarang, silahkan pilih 7 orang diantaranya yang anda inginkan untuk dapat hidup bersamanya”
Lalu Mahasiswa itu mencoret 3 nama.
Dosen: “Coret 2 nama lagi” tinggal 5 nama
Dosen: “Coret lagi 2 nama”
Maka tersisalah 3 nama lagi, yaitu nama orangtua, istri dan anaknya.
Suasana kelas hening mereka mengira permainan sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba-tiba  Dosen berkata: “Silahkan coret 1 nama lagi”
Mahasiswa itupun perlahan mengambil pilihan yang amat sulit, lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: “Silahkan coret 1 nama lagi!”
Hati sang Mahasiswa menjadi bingung.
Kemudian ia mengangkat  kapur dan dengan lambat mencoret nama anaknya, dan Mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang, sang Dosen bertanya kepada Mahasiswanya tadi.
“Kau tidak memilih orang tua yang membesarkanmu?
Tidak juga memilih anak yang dari darah dagingmu?
Sedang istri itu bisa dicari lagi?
Semua orang di dalam kelas terpana menunggu jawaban dari mahasiswa itu.
Lalu sang Mahasiswa itu berkata: Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya.
Sedangkan anak jika sudah dewasa, ia akan menikah lalu pergi meninggalkan saya juga.
Sedangkan yang benar-benar menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang menganugrahkan.
Sedangkan ISTRI, sayalah yang memilihnya atas izin NYA. Yang dipersatukan ALLAH jangan di CERAI kan.
KASIH KRISTUS pada umatNya itu tetap sampai hari Tuhan, lalu Ia membawanya masuk dalam Surga dan kasihNya terus sampai kekal.
Pil 1:6
Sebab saya yakin akan hal ini, bahwa Ia, yang sudah memulai di dalam kamu suatu pekerjaan yang baik, akan menyelesaikannya sampai pada hari Yesus Kristus. (KJI)
Kasih Kristus itu sempurna, tetapi kasih umatNya itu belum sempurna, banyak yang kurang, cacat, habis atau berubah jadi benci sebab cinta pada dunia atau bermacam-macam umpan iblis.
Tetapi kalau orang yang dicintainya itu berkhianat, mencintai yang lain dan tetap tidak mau bertobat, maka api cemburuan dari Tuhan itu kena kepadanya untuk menariknya dari yang lain itu, supaya jangan iabinasa. Kalau orang itu bertobat, maka selamatlah ia. Kalau ia tidak bertobat, ia akan dibawa iblis masuk dalam Neraka (hanya ada dua pihak yaitu Allah dan iblis, orang yang lari dari Allah, jatuh dalam tangan iblis).Begitu juga kasih suami istri ituseharusnya penuh seperti kasih Kristus, tetapi sebagian ada yang kurang, cacat, habis, bahkan ada yang berbalik jadi benci.Semua ini harus diperbaiki dan ditumbuhkan sampai kasihnya dipulihkan, bahkan ditumbuhkan kembali sebisa-bisanya. Pelajaran ini penting, diberikan Tuhan bagi kita sebagai umat Tuhan, supaya bisa:
1. Sebagai suami istri seharusnya kita dapat terus meningkatkan kasihnya sampai penuh seperti Kristus. Ini penting untuk memelihara hidup nikah dan rumah tangga yang bahagia secara jasmani dan rohani, dan bisa terus bersambung dalam bahagia yang kekal di Surga. Dengan memelihara meterai hati dan lengan dan dengan pertolongan Roh Kudus dan Firman Tuhan dalam persekutuan tubuh Kristus, maka hidup nikah dan keluarga orang-orang beriman bisa aman, bahagia dan terus bertumbuh sampai kepada kesempurnaan rencana Allah.
2. Dengan memelihara meterai hati dan lengan, maka suami-suami bersama-sama Tuhan bisa begitu mencintai istrinya, meskipun istrinya mula-mula penuh kekurangan dan kelemahan dan tidak baik seperti istri Ayub. Mengapa Ayub bisa melakukannya?  Sebab Ayub mempunyai meterai ini.
Ay 31:1
Bahwa aku sudah berjanji dengan mataku, supaya jangan kupandang anak dara; (TL)
Saya membuat perjanjian dengan mataku. Mengapa saya sampai memikirkan seorang gadis? (KJI)
Apa isi perjanjian Ayub dengan matanya? Jangan melihat seorang gadis sampai terpikir-pikir akan dia. Ia tidak mau melihat dengan cara begini. Ayub menyangkali dirinya, mematikan keinginan matanya. (Dalam zaman Ayub adalah biasa, bahkan sudah menjadi adat kalau orang kaya banyak istri dan selirnya, Ayub bisa, tetapi tidak mau!).
1Yoh 2:16
Karena semua yang ada di dalam dunia, yaitu nafsu daging, dan nafsu mata, dan keangkuhan hidup, itu bukanlah dari Bapa, melainkan dari dunia. (KJI)
Ia masih melihat biasa, tetapi tidak melihat dengan nafsu mata sehingga terpikir-pikir akan gadis itu, itu dosa. Heran, Ayub bisa mengerti.
Mat 5:28
Tetapi Aku berkata kepadamu bahwa siapa saja yang memandang seorang perempuan dan bernafsu kepadanya, sudahlah berzina dengan dia di dalam hatinya. (KJI)
Mengapa ada orang mau mematikan keinginan atau nafsu matanya dari melihat seorang gadis dan tidak mau bernafsu dengan dia? Sebab orang itu menaruh istrinya termeterai dalam hati dan lengannya. Ini sebabnya maka Ayub mau menyangkali keinginan atau nafsu matanya, sebab ada meterai hati dan lengan di dalamnya.Inilah sebabnya mengapa Ayub bisa mencintai dan mengolah istri yang jelek menjadi istri yang manis sehingga nikah serta keluarganya menjadi gilang gemilang dan bahagia, bahkan berlanjut sampai kekal. Demikian juga sebaliknya, istri dengan pertolongan Tuhan, bisa mengasihi suami yang mula-mula penuh kekurangan dan kelemahan, sehingga hidup nikah mereka menjadi begitu indah dan bahagia!
3. Dalam mencari jodoh, harus sama-sama di dalam terang, sama-sama cinta Tuhan. Sebab tanpa Kristus, tidak mungkin bisa hidup suci, tidak mungkin ada meterai di hati dan lengan; kalau toh ada, cepat robek dan rusak. Sebab itu Tuhan menghendaki umatNya menikah dengan orang yang sama-sama dalam terang, sama-sama hidup dalam tabiat yang baru, itu salah satu tanda jodoh dari Tuhan. 2Kor 6:14-15. Tanpa Kristus, tanpa lahir baru, tidak mungkin hidup bebas, merdeka dari dosa dan memelihara meterai hati dan lengan Yoh 8:36. Jangan sengaja mencari istri atau suami yang tidak bertobat, atau menerima begitu saja, kalau mau tetap di jalan sempit, tidak akan tahan,  akibatnya akan mendapat banyak susah!4. Pertumbuhan kasih suami-istri.
Banyak orang memakai kasih mula-mula sebagai patokan dariukuran puncak tertinggi, sebab sesudah itu dianggap wajar kalau kasihnya terus turun; itu tafsiran yang salah.
Wah 2:4
Tetapi ada pada-Ku sesuatu yang berlawanan dengan engkau, sebab engkau sudah meninggalkan cinta pertamamu. (KJI)
Grafik kasih mula2 (hal 6 yang lalu).
Meterai + -> kasih naik
Dosa + -> kasih turun.
Justru kasih mula-mula itu adalah patokan dari ukuran terendah dari kasih suami istri, sebab kita harusterus meningkat dari kasih mula-mula (kasih pertama), terus naik sampai puncak tertinggi yaitu seperti kasih Kristus. Kalau seorang berdosa, meterainya robek atau rusak,maka kasihnya bocor, bisa-bisa sampai habis sehingga nikah dan rumah tangganya rusak dancacat (sebab kalau tidak ada kasih, segala macam dosa muncul dan susah diampuni sehingga tumbuh tidak karuan). Orang seperti ini harus bertobat; bertobat dari dosa perzinaan, tidak setia,khianat, itu semua tidak berkenan kepada Tuhan; Sesudah sungguh-sungguh bertobat, baru semua bisa dipulihkan.
Dalam pemulihan target pertama adalah pulih sampai kasih mula-mula, ini target pemulihan. Tetapi sesudah itu diharapkan kasih mereka bisa naik kembali dan terus meningkat setinggi-tingginya sampai kasih yang seperti Kristus! Ini target yang betul, seperti Kristus.
BAGAIMANA BISA BERTUMBUH DALAM KASIH.
Kalau tidak pernah cacat, tentu lebih mudah. Meskipun demikian, kalau yang cacat, sungguh-sungguh bertobat, maka dengan pertolongan Firman Tuhan dan Roh Kudus, serta tubuh Kristus, masih ada harapan untuk bisa meningkat terus dalam kasih!
Allah itu kasih, dan Dialah sumber kasih bagi kita, kalau:
1. Kita mau tumbuh dalam cinta (mau menyangkal diri, mengampuni, membuang semua dosa dst), maka Roh Kudus sanggup menolong orang yang sungguh-sungguh mau.
2. Kalau kita taat akan Firman Tuhan, maka kasih Kristus akan terus bertambah-tambah dalam hati kita sehingga  kasihnya bertumbuh terus sampai seperti Kristus.
1Yoh 2:5
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah disempurnakan. Dengan demikianlah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia. (KJI)
3. Kita harus selalu penuh dengan Roh Kudus, Roh Kudus mengisi hati kita dengan kasih Allah.
Rom 5:5
Dan pengharapan itu tidak mempermalukan, sebab kasih Allah sudah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang sudah diberikan kepada kita. (KJI)
4. Kasih itu akan terus bertumbuh dengan 7 KPR (= 7 Kebutuhan Pokok Rohani),dan kalau sudah penuh kita menjadi sempurna seperti Kristusitulah ukuran kesempurnaan yang betul. Yang percaya dan mengerti akan rindu untuk terus meningkat karena kasih itu manis, memuaskan, sebab kasih itu lebih indah dari segala-galanya. 1Kor 13:13.
MENGUKUR KASIH KRISTUS DALAM KITA.
Kalau  kasih Kristus bertambah-tambah dalam hatinya, itu akan meningkatkan:
1. kasih suami istri (termasuk keluarga),
2. kasih pada orang lain (Luk 10:27), istimewa kalau ada kasih Kristus, akan ada gairah dan rasa terbeban untuk menyelamatkan orang lain.
Semua ini mencerminkan kasih kita kepada Allah, sebab kalau kita mengasihi Allah yang tidak tampak, itu bisa dilihat dari kasih kita kepada orang-orang yang kelihatan di sekitar kita termasuk mencintai musuh!
1Yoh 4:11
Kekasih, jika Allah sedemikian mengasihi kita, kita juga patut mengasihi satu sama lain. (KJI)
1Yoh 4:20
Jika seseorang berkata: “Saya mengasihi Allah”, dan membenci saudaranya, ia adalah pembohong, karena ia yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, bagaimana ia dapat mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. (KJI)
Banyak orang seringkali melupakan ukuran pertumbuhan rohani yang utama yaitu kasih 1Kor 13:13, sebab Allah itu suci tetapi Allah itu juga kasih. Kalau kasih kita tumbuh, baik kasih suami istri, dan kasihkepada orang-orang di dekat kita (baik di dalam tubuh Kristus dan di luar (orang dunia), juga kepada musuh, itulah ukuran kasih kita pada Allah 1Yoh 4:20 dan inilah hasil ukuran pertumbuhan rohani kita, sebab itu hendaklah kita terus tumbuh dalam kasih Kristus.
Rohani naik : Kasih meningkat.
Rohani merosot : benci meningkat.
Orang yang merosot rohaninya itu tampak dari kebencian yang terus meningkat dalam dirinya, baik diantara suami istri, juga kepada orang serumah, se-gereja bahkan mudah muncul kepada siapa saja, kepada semua orang di sekitarnya. Ada saja alasannya untuk membenci (iblis itukreatif dalam dosa, yaitu dengan menunjukkan kekurangan, kesalahan, kejahatan dari setiap orang, sehingga timbul benci, ini lawannya dari Pil 2:3) sehingga kebenciannya makin bertumbuh. Kalau kebenciannya bertambah-tambah kepada makin banyak orang dan kasihnya berkurang-kurang (kecuali kasih dengan maksud dan rekayasa kedagingan, ini tidak masuk hitungan, ini kasih barter, karena mengharap mendapat sesuatu) itu berarti rohaninya terus merosot dan iblis makin kuat menguasai hidupnya, makin seperti iblis! Jangan menghakimi orang dari ukuran kasihnya yang merosot atau meningkat (sebab biasanya kita tidak tahu yang sebenarnya), tetapi yang perlu adalah mengukur kasih kita sendiri dan apakah ada kebencian terhadapseseorang.
Kasih Kristus dan kebencian tidak bisa campur.
Kalau seorang mempunyai kasih Kristus, dalam hatinya, maka tidak ada benci, sebab keduanya tidak bisa campur. Kalau kasih bisa campur dengan kebencian, itu bukan kasih Kristus, tetapi kasih manusiawi atau “kasih karena ada maksud”. Pada orang-orang yang bisa menguntungkannya, ia penuh kasih, tetapi pada orang yang tidak mendatangkan untung, tidak bisa diharapkan dapat apa-apa, apalagi pada orang-orang yang merugikan, kebencian itu tumbuh dengan cepat dan subur! Pada orang ini cinta, pada orang itu benci, campur dalam satu orang, ini kasih manusiawi!
VI. CEMBURU ITU KEJAM SEPERTI KUBUR.
Allah itu cemburu.
Nah 1:2
Bahwa Tuhan itu Allah yang cemburuan dan pembalas; Tuhan itu pembalas yang hebat dengan kehangatan murka-Nya! Tuhan itu pembalas bagi segala musuh-Nya dan dikekalkan-Nya murka-Nya akan segala seteru-Nya. (TL)
Cemburuan manusia itu seringkali keluar dari batasnya.
(seperti membalas orang yang salah, kalau manusia yang melakukannya, biasanya selalu melebihi batas sehingga jadi berdosa, emosi, benci dll. Sebab itu Tuhan berkata supaya jangan kita yang membalas, pasti akan melebihi batas, berlebih-lebih,tetapi kalau Tuhan yang membelas, Ia tidak pernah melebihi batas atau berlebih-lebih, selalu benar dan adil Rom 12:19).
Begitu juga tentang cemburu, biasanya dengan mudah orang yang cemburuan itu melebihi batas, sehingga jadi jahat dan timbul bermacam-macam dosa. Sebab itu kalau suami atau istri cemburu ia boleh menasehati ataumengingatkan, istri atau suaminya, tetapi jangan bertindak sendiri lebih lanjut, pasti lebih baik menahan cemburuan itu dan menyerahkannya pada Tuhan di dalam doa, sebab Tuhan yang tahu dengan betul (bukan cemburu buta) dan tahu bagaimana menegur, mempertobatkan atau menghajar yang bersalah dengan tepat.
 
Cemburuan manusia itu biasanya <MI>selalu ber-lebih2, atau cemburu buta, sehingga seringkali lebih banyak merusak daripada memperbaiki hidup nikahnya. Kadang-kadang karena cemburu timbul kebencian dan dendam yang sangat jahat, sebab iblis masuk dan merusakkan hidup nikahnya bahkan sampai membunuh. Sebab itu serahkanlah segala cemburuan kepada Tuhan, jangan bereaksi dosa, tetap hidup suci. Kalau kita menyerahkannya kepada Tuhan, maka Ia akan mengatasinya dengan bijak dan tepat, sebab Ia adalah Tuhan yang maha tahu yang bisa menolong danmemperbaiki hidup nikahnya. Jangan digarap sendiri, supaya jangan sampai hidup nikahnya justru rusak, tetapi Tuhan sanggup memperbaiki dan memulihkan kembali, asal mau percaya dan taat.
Mengapa Allah cemburu?
Sebab:
1.  Allah itu kasih dan kasihNya sudah terbukti. Yoh 3:16.
2. Kasih Allah (dengan cemburuanNya) itu menyelamatkan!
Apakah ini bukan karena Allah egois hendak mengambil kasih kita? Tidak! Allah tidak egois. Dia tidak membutuhkan apa-apa, semua dilakukannyakarena cinta! Seperti orangtua minta anaknya taat untuk nasehat yang baik, bukan sebab egois, tetapi sebab cinta, supaya anaknya jadi baik, senang, terus meningkat. Cemburuan ilahi itu justru untuk menyelamatkan, bukan karena egois.
Kasih Allah itu kasih yang betul, itu mengutamakan kepentingan dari orang yang dicintaiNya yaitu manusia.
Kalau Allah tidak merebut manusia dengan kasih dan cemburuanNya, maka manusia ditarik dan direbutiblis dengan kasih palsunya supaya iblis dapat menjerat dan membinasakan manusia, lebih-lebih orang percaya. Pemberian kasih iblis yaitu kasih pura-pura adalah umpan untuk membinasakan manusia (iblis itu pembunuh Yoh 8:44). Iblis, bapak pembohong itu dengan tipu dayanya hendak meyakinkan manusia bahwa ia akan berhasilmerebut tahta Allah lalu ia dan semua yang mengikut dia akan menjadi bahagia kekal. Ini adalah pemberontakan iblis melawan kebenaran, sebab ia hendak meninggikan diri di atas Allah, tetapi dengan demikian ia menarik hukuman ke atas dirinya sendiri dalam Tasik api kekal. Iblis berhasil menipu Hawa, yaitu ia berhasil meyakinkan Hawa bahwa kalau Hawa menurut iblis, ia akan lebih bahagia; tetapi kenyataan yang sesungguhnya adalah ia harus keluar dari Eden dan Hawa sangat menderita untuk selanjutnya, pahituntuk seterusnya! (Banyak orang masih percaya dusta iblis seperti Hawa, yaitu mereka yakin kalau berani atau bisa berdosa dengan bebas, maka mereka akan lebih bahagia daripada hidup suci).
Mengapa Allah cemburu kepada umatNya?
Sebab:
1. Orang yang sudah percaya itu sudah selamat, bukan diharapkan selamat tetapi pasti selamat kecuali undur. Orang percaya sudah menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12) dan satu kali akan kembali ke rumah Allah Bapa yaitu Surga.
Orang yang tidak percaya kepada Tuhan memang sudah dihukumkan Yoh 3:18. Kalau seorang sesudah diselamatkan Allah (dengan korban Putra Allah di Golgota), cinta dunia dan iblis, maka orang beriman yang sudah selamat itu akan kehilangan keselamatannya.
2. Karena kasih dan cemburu. Ia tidak mau kehilangan orang-orang yang sudah ditebusNya dalam Surga. Sebab itu Allah dengan cemburu merebut manusia kembali dari tipu daya dan kebinasaan iblis!
3. Orang cinta dunia dan segala dari iblis itu perzinaan rohani
Yak 4:4. Tetapi sebab Allah itukasih, Ia tidak ingin manusia ditipu dan dibinasakan iblis untuk kekal. Dan sebab kasih, Allah itu berusaha untuk menyelamatkan putra-putraNya. Jadi orang yang tidak mau dicintai Allah, sebab orang itu mencintai iblis dan bersama-sama iblis memberontak melawan Allahyang benar, maka hal itu membangkitkan cemburuan ilahi dan kalau gagal, karena orangnya tidak mau kembali pada Tuhan, maka hal itu menarik penghukuman yang dahsyat dari iblis ke atas orang itu, juga ia diseret masuk ke dalam tempat hukuman iblis yang kekal.
Mat 25:41
Kemudian Ia pun berkata kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala malaikat-Nya. (KJI)
Ini keadaan yang dahsyat, hukuman kekal.
Orang cinta Allah = musuh iblis.
Orang cinta iblis = musuh Allah.
MENGAPA CEMBURU ITU KEJAM?
Hanya ada dua tempat dalam kekekalan, yaitu Surga dan Neraka yang dahsyat. tidak ada yang netral. Orang yang cinta Allah akan jadi musuh iblis dan kalau seorang tidak mau mencintai Allah maka ia akan mencintai iblis dan barang-barangnya (dunia, kesukaan dosa, mammon dsb) dan bersama-sama iblis (dirasuk iblis) membenci dan memusuhi Allah. Tetapi Allah yang maha benar itu pasti 100%menang atas iblis. Juga orang-orang yang cinta dan setia kepada Allah akan jadi pemenang dengan Tuhan di dalam Surga mulia yang kekal Wah 21:3; 22:5. Orang yang mencintai Allah tidak kena cemburuan Allah, tetapi orang beriman yang sudah selamat, sudah cinta Tuhan lalu berubah mencintai iblis, ia membangkitkan cemburuan Allah. Dan kalau sampai mati tidak mau bertobat, tetap mencintai iblis dan melawan Allah, ia kena hukuman untuk iblis yang dicintainya, sama-sama menderita dalam tempat hukuman iblis Mat 25:41. Jadi cemburu itu kejam sebab orang yang cinta dunia dan iblis akan kena hukuman yang dahsyatseperti untuk iblis.
Orang yang tidak mau dipegang cinta Allah akan dipegang oleh cinta iblis dan cemburuan Allah akan berlaku atasnya, kalau ia tidak mau bertobat, maka ia akan celaka seperti iblis.
Wai cemburuan ilahi itu kejam seperti hukuman Allahkepada iblis.
KEJAM SEPERTI KUBUR.
Apa artinya?
KUBUR = alam baka, Sheol, tempat roh-roh yang kekal. Hukuman yang diterima orang yang mencemburukan Tuhan dan tidak mau bertobat (Ul 32:16, 1Raj 14:22) adalah hukumannya iblis, sebab cinta iblis berarti benci Allah, itulah seperti hukuman bagi iblis yang kekal selama-lamanya.
Orang yang tidak mau bertobat dari mencintai illah yang lain, tetap keras hati, diserahkan pada iblis untuk dihajar sampai mati supaya bertobat dan kalau bertobat, ia selamat kembali.
1Kor 5:5
menyerahkan orang semacam itu kepada iblis untuk dibinasakan dagingnya, agar rohnya dapat diselamatkan pada hari Tuhan Yesus. (KJI)
(Biasanya ini hanya untuk orang yang kalau disiksa mau kembali bertobat, kalau tidak mau bertobat, sia-sia menyiksanya). Allah tahu lebih dahulu siapa yang akan bertobat atau tidak. Sebab itu ada orang yang berdosa begitu keji, tetapi tidak lagi mau bertobat dandibiarkan Tuhan sampai mati “enak terus” Maz 73:4, sebab habis itu hukuman kekal sudah menunggu dia.
BARANYA ADALAH BARA (NYALA) API, YANG BERNYALA PALING DAHSYAT*.
(*L,B: dari Tuhan, dalam KJ tidak ada tambahan ini),
Nyala api yang manakah ini? Nyala api yang paling dahsyat! Inilah nyala api neraka yang tidak bisa dipadamkan lagi.
Mat 3:12
Penampi-Nya ada di tangan-Nya dan Ia akan membersihkan lantai pengirikan-Nya, lalu mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan dibakar dengan api yang tidak terpadamkan.” (KJI) (Mrk 9:43,44,48, Luk 3:17).
Ini luar biasa, sebab hanya ada Surga atau Neraka dan di dunia kita harus memilih salah satu, kasihNya atau cemburuanNya.
Orang yang tidak mau memilih, apa katanya besok-besok, ikut-ikutan saja, plin plan, tidak peduli, tidak mau pusing, iaakan hanyut dalam arus dosa dunia yang mengalir terus sampai neraka kekal.
Tidak ada yang netral, harus memilih.
Juga orang yang menurut kehendaknya sendiri, yaitu cinta dirinya sendiri, menurut kehendaknya sendiri, itulah kehendakdaging, sekalipun ia berkata ia netral, ia juga sudah kena tipu iblis! Ia tidak netral tetapi ada di pihak iblis. Semua orang beriman yang undur dan mencintai dunia dan iblis ini, ia kembali menjadi orang berdosa, dan orang berdosa itu dikuasai dan dimiliki oleh iblis, sama-sama berakhir dalam Neraka dan Tasik api kekal!
KESIMPULAN.
Suami istri yang tidak setia satu sama lain dan kepada Tuhan (meskipun sudah percaya Tuhan Yesus), berarti melawan Firman Tuhan; kalau sampai mati tidak bertobat akan celaka kekal. Sebab itu kita harus memelihara kasih dan kesucian nikah kita sungguh-sungguh, dengan menjaga dan memelihara meterai hati dan lengan, sehingga kasihnya bisa tumbuh dengan cepat dan tepat. Kalau meterai hati dan lengan dipelihara, maka hidup nikah dan keluarganya akan bahagia di dunia sampai kekal. Bahkan dengan memelihara meterai hati dan lengan, istri atau suami yang mula-mula menjengkelkan, tidak menyenangkan seperti istri Ayub, bisa dicintai makin dalam (seperti Kristus mencintai jemaatNya) dan hidup nikah akan berubah menjadi indah, manis sebab kasihnya terpelihara dan terus tumbuh!
Kasih suami istri adalah gambaran kasih Kristus dengan jemaat dan hal ini menjadi ukuran yangsangat penting Ef 5:32-33. Sebab itu orang yang tidak memelihara hidup nikahnya (mengasihi orang yang seharusnya dicintai) mustahil mengasihi Allah 1Yoh 4:20. Juga yang tidak mau mengasihi orang-orang sekitarnya, termasuk musuhnya.Jangan sampai ada alasan untuk dicemburukan (meskipun cemburuan manusia itu biasanya keluar batas, sebab itu serahkan pada Tuhan) sebab Tuhan menghendaki kita tumbuh (atau pulih bagi yang jatuh) dalam kasih supaya jadi sempurna, seperti Kristus,baik dalam kasih suami istri dan pada orang di sebelah kita (di dalam dan di luar persekutuan tubuh Kristus). Istimewa terimalah kasih Allah yang terindah, kasihi Dia, ini ukuran pertumbuhan rohani dan tingkat kemuliaan yang kekal. Jangan membangkitkan cemburuanNya. Hanya ada dua pilihan kasih Allah atau kasih palsu iblis, jadi musuh iblis atau musuh Allah. Segala yang indah, senang dan kekal ada dalam kasih Allah.
 
Nyanyian: Tabernakel Glori no 632.
Kita  satu dalam kasih
Kita satu dalam kasih
Roh kita bersama dengan  Roh Tuhan
Kita  satu dalam kasih