M3700 – Roma 12:4-6. Keindahan Kerjasama dalam Tubuh Kristus

I. KERJASAMA DALAM TUBUH KRISTUS.
Gereja adalah tubuh Kristus (lokal dan kelak ada persekutuan tubuh Kristus global), semuanya menjadi  satu, seperti Kristus, Bapa dan Roh Kudus Yoh 17:23, 1Yoh 5:7.
Dalam tubuh Kristus (lokal), semua anggota adalah anggota dari tubuh Kristus, satu beranggotakan yang lain dan bekerjasama dari fungsi yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan bersama yaitu untuk kepujian dan kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kemuliaan nama siapapun yang lain, hanya untuk nama Tuhan.
Setiap anggota wajib selalu ikut ambil bagian dalammelakukan pekerjaan bersama, masing-masing punya andil dalam melakukan tugasnya masing-masing. Jangan acuh tak acuh tetapi semua ikut terbeban. Misalnya orangtua menikahkan anaknya, lalu anak yang lebih kecil pada hari itu ia pergi jalan-jalan ke luar kota sehingga ia tidak hadir. Bagaimana perasaan hati bapak dan ibunya? Tentu mereka sedih.
Dalam pelayanan bersama, setiap anggota tubuh Kristus ikut terbeban, paling tidak ikut berdoa (puasa) untuk mendukung semua pelayanan.
II. SEMUA TERBEBAN.
Bagaimana kita bisa ikut terbeban? Kalau ada hati cinta, mau dan suka terbeban, lebih-lebih kalau penuh Roh Kudus, Roh Kudus memberi gairah dalam hati sehingga mau terbeban Yoh 2:17, mau korban secara jasmani dan rohani untuk ikut mensukseskan pelayanan bersama bagi kemuliaan nama Tuhan.
Kalau mau, ada banyak pekerjaan atau beban yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing, paling tidak semua umat Tuhan bisa berdoa (puasa) untuk ikut mendukung pekerjaan Tuhan yang rutin dan yang khusus. Baik yang ditunjuk (misalnya panitia, pelayan Tuhan tertentu) maupun yang tidak ditunjuk, tetapi dengan sukarela mau ikut melayani dalam bagian-bagian yang bisa dikerjakan. Seringkali kita perlu menawarkan diri, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Paling baik dan normal kalau seluruh sidang Tuhan semuanya bisa ikut bersama-sama, melayani Tuhan dengan kemampuan masing-masing yang berbeda. Seperti tubuh, tidak ada satupun anggota tubuh yang tidak berfungsi, sekalipun hanya kuku atau bulu-bulu dalam hidung, atau satu sel dimanapun, semua mempunyai tugasnya masing-masing dalam tubuh.
Semua pelayanan harus memenuhi syarat minimum yaitu:
1. Sudah hidup baru, baptisan air dan baptisan Roh (sebisa-bisanya).
2. Tetap hidup baru dalam kesucian, tidak ada ikatan dosa.
3. Mau melayani sesuai Firman Tuhan dalam tubuh Kristus. Sebab semua yang sudah lahir baru dan tergabung dalam tubuh Kristus itu pasti punya andil dalam pertumbuhan tubuh Kristus. Setiap pemimpin sel harus membimbing supaya setiap anggota bisa ikut dalam kerjasama pelayanan tubuh Krsitus (yang rutin dan khusus). Pemimpin persekutuan sel dan anggota-anggotanya semua harus berusaha membuat hubungan baik untuk bisa memulai kerjasama ini. Yang ingin masuk Surga dalam kemuliaan yang setinggi-tingginya harus memperhatikan hal “kecil” ini yang punya akibat yang “besar” dan kekal.
III. PERSATUAN, KESATUAN, TUBUH KRISTUS.
Kita bersatu untuk bertindak sebagai suatu kesatuan. Ukuran kita adalah Firman Tuhan yaitu sebagai persekutuan tubuh Kristus dari orang-orang yang sudah lahir baru, masing-masing menjadi anggota tubuh Kristus, ikut menanggung, terbeban dengan pekerjaan Bapa Surgawi. Persekutuan tubuh Kristus dalam segala-galanya harus didasarkan atas Firman Tuhan, sebab ini yang berkenan kepada Tuhan. Kol 1:10, yaitu berdasar 1Yoh 1:7
1. Dalam kesucian, dengan tulus, bukan untuk maksud-maksud pribadi atau tersembunyi, tetapi karena cinta Tuhan untuk menyenangkan dan memperkenankan Tuhan.
2. Dengan kasih Kristus yaitu dengan saling mengampuni. Ini ditulis bukan untuk memberi kesempatan bisa berbuat dosa tetapi sebab kita belum sempurna, kalau toh terjadi kesalahan, kita harus saling menasehati, menertibkan, sesuai Firman Tuhan dan saling mengampuni. Biasanya dalam kerjasama orang-orang beriman, karena belum sempurna ada kemungkinan timbul kesalahan Ams 14:4, tetapi jangan putus asa, Tuhan bisa memakai kelompok atau team yang belum sempurna. Kita tidak boleh bekerja dengan sengaja berdosa atau ngawur. Kalau ada,  ini harus disalahkan Ef 5:11 dan didisiplinkan dengan nasehat, dengan hikmat dan kuasa Allah, supaya kita bersama-sama bisa tumbuh dalam pelayanan, dengan menyucikan diri dari yang salah 2Tim 2:21.
IV. TUBUH KRISTUS YANG BELUM SEMPURNA.
Dalam kerjasama ini, setiap orang mempunyai hal-hal yang baik dan yang jelek dalam persentasi yang berbeda, dan kita harus bisamelihat hal-hal yang baik dari teman sekerja kita Pil 2:3. Tentu kita juga harus melihat kenyataannya bahwa ada yang jelek, tetapi bukan untuk menuduh, merendahkan, dan melemahkannya Rom 14:1; 15:1, tetapi untuk menolong mengangkatnya keluar dari kesalahannya itu Luk 9:56. (Orang yang tidak rohani memakai ini sebagai kesempatan untuk merendahkannya). Jangan ketularan racun atau penyakitnya tetapi menggarami atau menolong dan memberkatinya. Ini juga dikerjakan di rumah secara jasmani dengan bimbingan kasih bapak ibu. Dalam tubuh Kristus, kita lakukan dengan kasih ilahi dalam terang Firman Tuhan.
Team Daud itu penuh dengan kekurangan bahkan berisi orang-orang jahat 1Sam 30:22, tetapi dengan team yang penuh cacat cela ini Daud meraih kemenangan yang besar2 karena pertolongan Tuhan yang terus menyertainya, sebab Daud sendiri penuh dengan Firman Tuhan, doa dan berjalan dengan Tuhan senantiasa. Memang ada beberapa yang tetap keras hati tidak mau bertobat seperti 10 pengintai dan Korah dkk dalam pimpinan Musa, tetapi Musa tetap tertib dan memakai pimpinan Tuhan sebagai pegangan utama dan satu2nya. Sebab itu meskipun “tubuh Kristus” yang dipimpinnya begitu rusak dan jahat, Musa tetap bisa mengarahkannya pada negeri Perjanjian. Begitu banyak problem yang dihadapi Musa, sebab itu ia banyak diolah sampai menjadi sempurna. Bangsa Israel adalah bangsa yang jelek tetapi sekolah yang terbaik bagi Musa sampai ia menjadi sempurna, luar biasa! Misalnya ia bisa mencintai bangsa yang jahat yang ber-kali-kali hendak merajamnya tetapi Musa mau mengorbankan keselamatannya sendiri untuk bangsa yang tidak tahu berterimakasih ini Kel 32:9-14; 25-38.
Jangan lupa, tidak ada team atau tubuh Kristus di dunia yang sempurna tanpa salah. Ada yang rusak, bejat seperti orang-orang yang dipimpin Musa, Daud, juga team dari Putra manusia Yesus sendiri seringkali penuh kekurangan bahkan Yudas mengkhianati Gurunya “sampai mati”. Memang salib yang dipikul Musa, Daud, Putra manusia Yesus itu berat, tetapi selama kita berjalan dalam Roh, maka bukan kita yang mendisiplinkan tubuh Kristus, tetapi Tuhan sendiri. Kalau yang memimpin itu tidak kuat, tidak bersandar pada Tuhan, Ia bisa terpancing untuk naik pitam, marah, benci dan mengusirnya. Mereka dipimpin Tuhan, disertai dengan tanda2 dan kuasa, kalau tidak, semua pemimpin-pemimpin ini akan mudah menjadi marah, benci, sakit hati dan menyalahgunakan kedudukan dan kuasanya untuk membinasakan mereka (seperti yang dibuat banyak pemimpin-pemimpin dalam dunia yang sedikit banyak menyalahgunakan kuasanya untuk mendisiplinkan orang-orangnya dengan murka, benci, dendam yang tidak bisa dikuasainya, sebab mereka tidak punya kuasa Allah, hanya punya kuasa manusiawi).
Sebab itu baik dalam team kecil atau besar, dalam rumah tangga atau dalam pelayanan, kita harus belajar memenangkan jiwa2 (3 angka kedatangan Tuhan *) sehingga kita tumbuh dalam kesucian dan ketaatan menjadi makin seperti Kristus. Jangan lupa, lebih jahat dan lebih keras kepala team yang kita pimpin, kalau kita mau berjalan dengan Tuhan, tidak menyenangkan mereka tetapi tetap menyenangkan Tuhan, maka lebih banyak pencobaan dan salib yang kita alami, tetapi pertumbuhan rohani kita akan lebih cepat dan lebih tinggi seperti pemimpin-pemimpin ini. Kesempatan seperti ini hanya ada di dunia, tidak ada di Surga. Jangan men-cari2 team yang jelek seperti di atas, tetapi kalau toh kita menghadapinya, itu tidak kebetulan, sebab Tuhan menguasai semuanya dan Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13. Jangan lari, tetapi berharap dan bergantung penuh dari Tuhan, yaitu hidup dipimpin Roh.
V. MENDOAKAN ORANG LAIN.
Dalam menghadapi pelayanan atau penggembalaan, selain perlu tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, hidup dalam kesucian dipimpin Roh senantiasa dll 7 KPR, tetapi tekanan utama perlu dipusatkan pada bisa mendoakan orang lain seperti Efapras Kol 4:12.
Kalau kita mendoakan orang atau suatu problem, berarti kita menarik Tuhan turun ikut dalam problem kita, atau dalam hubungan dengan orang lain. Kalau Tuhan ikut serta, pasti berhasil asal kita mau terus taat dipimpinNya. Kalau dalam problem sehari-hari, kita membawa orang kuat ikut masuk dalam problem kita, bisa berhasil, apalagi membawa Tuhan yang maha kuasa dalam problem kita, seharusnya pasti berhasil.
Kalau kita mendoakan anak, istri/ suami kita lambat atau cepat, pasti akan ada perubahan Kis 16:25; memang masih tergantung dari ketaatan kita, tetapi kalau kita taat akan pimpinan Roh pada waktu mendoakan orang-orang itu, maka hasilnya pasti jauh lebih baik bahkan sampai menang penuh. Sebab itu orang beriman yang suka berdoa terus menerus dengan betul,pasti hidupnya lebih indah, penuh kemenangan. Sebab itu Tuhan berkata berdoalah non stop 1Tes 5:17, baik dalam kamar doa, baik senantiasa di mana saja dan hubungan dengan Tuhan jangan sampai putus, “Handphonenya” jangan dimatikan, biar terus menyala 1Tes 5:10, selalu ada hubungan dengan Tuhan dalam Roh dan kebenaran.
Untuk siapa dan untuk apa saja kita berdoa?
1. Untuk diri kita sendiri, untuk segala problem dan kesukaran yang kita hadapi, terus minta tolong Tuhan ikut serta dan memimpin kita; tentu kita sendiri harus mau diatur dalam kesucian dengan taat.
2. Untuk orang dekat kita, untuk suami-istri, anak2 dan seisi rumah kita. Ini memang tanggungjawab kita. Tidak ada rumah tangga yang tidak ada problem, serahkan semua kepada Tuhan, biar Tuhan ikut serta memimpin kita.
3. Orang-orang yang menjadi beban kita, untuk orang-orang sekitar kita Luk 10:27. Doakan mereka, baik untuk hal-hal yang kita ketahui, apalagi yang menjadi problemnya, doakan supaya Tuhan tolong. Juga doakan untuk hal-hal yang tidak kita ketahui, doakan dalam Roh dan kebenaran Rom 8:26-27. Roh Kudus akan menolong kita mendoakan mereka kepada Tuhan. Doakan terus, sehingga orang-orang yang belum kenal Tuhan jadi selamat dan orang yang sudah mengenal Tuhan bisa tumbuh sampai sempurna, lengkap untuk segala problem dan pertumbuhannya. Kalau kita tidak tahu apa2, kita doakan dalam Roh dan kebenaran, maka Roh Kudus yang tahu lengkap dan tepat, bisa menaikkan doa bagi mereka pada Allah Bapa.
4. Untuk pelayanan2 dalam Gereja, (proyek atau pekerjaan jasmani sudah termasuk no 3). Misalnya ada KKR, seminar, baptisan air dll, kita ikut mendoakan. Kita harus ikut terbeban dengan rumah bapa2 kita, yaitu Gereja kita. Beberapa orang tidak peduli, acuh tak acuh itu seperti orangtua menikahkan anaknya, lalu salah satu anaknya mau jalan-jalan ke luar kota pada hari itu. Sekalipun tidak ada pekerjaan khusus, mungkin karena masih muda, tetapi kalau pada hari itu ia ke luar kota, pasti orangtuanya sangat sedih dan sakit hatinya oleh tindakan anak yang tidak peduli ini. Paling sedikit ia harus selalu ada di rumah dan siap untuk segala tugas serabutan yang pasti akan selalu ada pada saat kerepotan itu.
Anggota tubuh Kristus yang betul dan baik, pasti akan ikut terbeban dengan setiap pekerjaan dalam rumah bapa atau GerejaNya. Orang yang tidak peduli, tidak mau terbeban, itu tidak melakukan kehendak Bapa, tidak tahu tanggungjawab dan tidak berkenan pada Tuhan sebab tidak mau melakukan kehendak Bapa Mat 7:21. Biar kita ikut terbeban dengan sukacita, jangan tidak peduli, tetapi sama2 menanggung beban untuk pekerjaan Bapa kita. Kadang2 ada yang ikut melayani, tetapi tidak terbeban; seperti 100 orang mengangkat balok kayu yang besar dan berat. Ada yang ikut mengangkat tetapi tidak keluar tenaga, tangannya hanya menempel saja, apalagi kalau menyabot, itu lebih jahat lagi. Kalau satu orang mau mengeluarkan tenaga 30 kg saja, maka 100 orang akan bisa mengangkat 30 x 100 = 3 ton. Hasilnya besar.
Tetapi anggota2 tidak terbeban untuk kemajuan pekerjaan Tuhan, hanya jadi tamu atau penonton. Kita perlu ikut serta melayani, dan terbeban dalam semua pelayanan bersama, paling tidak ada bagian-bagian pelayanan yang dilakukannya dengan rasa terbeban. Kalau semua anggota tubuh Kristus mau terbeban dan membela pekerjaan Tuhan, pasti akan ada buah2nya.
5. Orang-orang yang menjahati dan merugikan kita. Ini juga perlu didoakan, jangan dihadapi sendiri, tetapi bersama-sama dengan Tuhan. Doakan mereka juga sambil mengampuni dan mintakan berkat bagi orang-orang jahat ini (kalau kita sendiri yang salah, kita harus membuat pemberesan lebih dahulu, kalau tidak, doa kita jadi sia-sia Mat 5:23-26. Kalau ada dosa, Tuhan tidak mau diajak masuk dalam problem kita, sebab Tuhan tidak bisa berada di pihak yang jahat. Biasanya Roh Kudus akan selalu mengingatkan supaya kita membereskan dan bertobat dari dosa-dosa kita).
Doakan + memberkati orang-orang yang jahat ini jangan membalas sendiri, tetapi kalau kita memberkati dan orang itu tetap tidak mau bertobat, apalagi tetap mau menjahati kita, ia menimbun bara api di atas kepalanya sendiri dan pada waktunya pasti akan terbakar dan celaka Rom 12:19-20. Orang yang tidak bertobat, sesudah diberi waktu, tetap melawan orang benar, ia melawan Allah dan akan kena hukumannya.
Berjuang.
Dalam doa kita juga berjuang untuk:
1. Doa syafaat, mintakan pertolongan dan kemurahan Tuhan berlaku atas orang-orang ini.
2. Mendoakan orang-orang yang jahat, ini suatu perjuangan, sebab daging ingin membalas, tetapi itu menjadi dosa. Kita harus bergumul dengan daging, supaya tidak keluar doa dendam tetapi doa berkat.
Pikiran yang salah harus dikalahkan. Tidak mudah memintakan berkat untuk musuh, itu suatu pergumulan dan perjuangan. Tetapi kalau kita mau Roh Kudus akan sanggup menolong kita. Jangan ragu2. Doakan terus dan biasanya Tuhan juga memberi pimpinan supaya kita tidak dicelakakan oleh orang-orang yang tidak mau bertobat ini. Mat 10:16. Dengan minta dan taat akan pimpinan Roh kita dapat kecerdikan dari Tuhan yang tepat. Segala pikiran yang salah harus diperangi. Semua keinginan daging untuk jadi sombong, tamak, ingin yang salah dll juga harus dimatikan.
Cara doa.
Kita mendoakan orang-orang seberapa banyak yang Tuhan bebankan atas kita. Kita juga mendoakan Gereja kita, meskipun kita tidak tahu problem masing-masing, kita doakan dalam garis besarnya untuk semua dan secara pribadi untuk setiap orang yang kita kenal atau menjadi beban kita, juga yang kita tahu problemnya.
Cara2 praktis. Kita bisa langsung mendoakannya (dalam hati) waktu kita ingat atau menghadapi orangnya. Yang penting bukan cara berdoa atau lamanya, tetapi langsung doakan dengan segenap hati problemnya. Misalnya waktu dengar anak2 yang berkelahi, usir iblis, doakan supaya Tuhan jamah mereka dan minta pimpinan Tuhan apa yang harus kita perbuat dan katakan bagi anak2 kita atau orang-orang yang kita hadapi, atau orang sakit, susah, dalam problem, sedang pelayanan dll, itu akan menolong mereka, lebih-lebih kalau kita berdoa dalam Roh dan kebenaran.
Juga dalam jam2 doa ada banyak nama dan problem yang bisa kita doakan, istimewa bagi Gereja kita. Kalau kita berdoa sungguh2, maka Tuhan akan ikut serta asal kita tetap hidup suci, tidak bereaksi dosa dan taat dipimpin Roh.
Berdoalah senantiasa tanpa stop 1Tes 5:17 dalam Roh dan kebenaran dan terus berjuang sehingga menang dalam doa, istimewa dalam hubungan yang kritis dengan seseorang, sehingga waktu bertemu kita sudah bebas, tidak ada dosa dan tidak sampai jatuh dalam dosa.
KESIMPULAN.
Semua anggota tubuh Kristus yang ingin memelihara keselamatan jiwanya (tetap masuk Surga) bahkan tumbuh terus dalam kemuliaan Allah (yang kekal), harus ikut serta aktif dalam tubuh Kristus, baik berdoa (puasa) untuk Gereja dan orang-orang lain, bersaksi, melayani di Gereja, setia dalam ibadah dan bersekutu dengan baik, memberi persembahan dengan sukarela,ikut serta dalam pelayanan rutin dan khusus dan apa saja yang bisa kita buat untuk, karena dan oleh Kristus Rom 11:36, maka kita justru tumbuh dalam pelayanan yang tulus dan sungguh2 dan ber-buah2 2Tim 2:20-21.
Nyanyian:
Ada banyak kerja buat Tuhan Yesus,
ada banyak kerja kalau mau,
bawa orang dosa pada Tuhan Yesus.
Yang mati di salib buat kita.