M3703 – 1Korintus 13:11. Mengukur Pertumbuhan Rohani

1Kor 3:1-2; 11:1; 14:20, Ef 4:13, Ibr 5:14; 6:1.
I. APA YANG DIUKUR.
Pertumbuhan rohani dalam waktu tertentu.
A. Pertumbuhan rohani yang diukur adalah:
1. Tingkat rohani.
a. Sampai dimana kita sudah seperti Kristus. Ini menjadi ukuran kemuliaan kita sampai kekal dalam Surga Bumi Baru yang akan datang.
b. Buah-buah yang kita hasilkan yang sesuai dengan Firman Tuhan, itu menjadi pahala kita untuk kekal. Perbuatan yang tidak sesuai, tidak tulus, karena ingin puji (Mat 6:1-2) dll itu tidak dihitung.
2. Yang fana + kekal.
a. Yang fana. Pintar, kaya, sukses duniawi dll itu hanya di dunia, tidak dibawa sampai kekal, tidak dihitung Tuhan.
b. Yang kekal. Bagaimana hidup kita di hadapan Tuhan, sampai dimana cocok dengan Firman Tuhan, berkenan kepada Tuhan, dengan kata lain seberapa seperti Kristus dan ini dibawa sampai kekal. Semua yang fana itu sia-sia, tetapi yang kekal itu akan bersama kita terus di Surga, sebab itu utamakan yang kekal Mat 16:26.
3. Keadaan rohani kita.
a. Dari luar. Misalnya kesetiaan beribadah, kesaksian hidup, buah-buah pelayanan dan semua perbuatan yang tampak.
b. Dari dalam. Bagaimana keadaan hati kita atau roh kita. Suci atau najis, tulus, setia, gairah. Apakah di hadapan Tuhan kita beres dari luar dan dalam seperti Ay 1:1,8, Mat 3:17; 17:5.
Kita harus membedakan sekolah dan hasil atau nilainya. Ratusan anak dari sekolah yang sama, nilainya ber-beda2, tergantung masing2 murid.
B. Dalam waktu tertentu.
1. Selama hidup. selama hidup kita yang kurang lebih 70-80 tahun Maz 90:10. Dalam Minggu ke-70 Daniel, hanya dalam waktu 3,5 tahun (sangat pendek, seperti masa pelayanan Putra manusia Yesus) banyak orang tumbuh menjadi seperti Kristus = sempurna, sebab sikon dan fasilitas yang diberikan Bapa, Putra dan Roh Kudus. Patokan yang dipakai adalah saat hidup terakhir dari  masing2. Sebab itu jangan sampai terakhir tambah jelek, tetapi Terus Meningkat Sampai Puncak.
2. Jangan buang waktu Ef 5:16.
2.a. Waktu yang perlu, harus diadakan untuk sekolah, bekerja, istirahat, keluarga dll dengan jumlah waktu yang patut.
2.b. Waktu yang bisa dihemat. Kesempatan hidup itu kesempatan emas untuk tumbuh. Jangan buang waktu yang sia-sia (ber-lebih2) untuk olahraga (1Tim 4:8) untuk makan minum (Pil 3:19) untuk tamasya, hoby (1Tim 5:6) untuk nganggur, ngobrol sia-sia dll. Justru kita harus beli waktu (tebus waktu) supaya bisa tumbuh lebih banyak dalam hal-hal yang kekal. Buang semua yang tidak dan yang kurang perlu.
3. Waktu untuk hal-hal yang fana dan yang kekal. Usahakanlah untuk menebus waktu yaitu mengurangi waktu yang fana supaya bisa dipakai untuk yang kekal, sehingga ada banyak waktu untuk hal-hal yang dari Atas, yang kekal Kol 1:1-3, istimewa untuk limpah dengan Firman Tuhan seperti Daud Maz 1:2. Ini membuat hidup kita menjadi indah di hadapan Allah, baik di dunia dan terutama untuk kekal.
II. UKURAN ROHANI DALAM GARIS BESARNYA.
a. Luar Halaman, ini adalah orang-orang dosa yang belum lahir baru atau yang sudah undur (pernah percaya) dan semua orang-orang ini tidak selamat.
b. Halaman. Ini tempat pertumbuhan pertama sesudah percaya, sebagai bayi-bayi atau kanak-kanak rohani yang seharusnya tumbuh terus sesudah lahir baru (= Pintu Gerbang -> Pintu Kemah). Tetapi kadang-kadang tidak tumbuh, jatuh bangun dalam dosa dan macet pertumbuhannya, tetap  bayi/ kanak-kanak. Kalau terus macet, bisa undur kembali dan terhilang. Diharapkan semua yang lahir baru, bisa tumbuh terus sehingga menjadi orang suci yang dewasa.
c. Ruangan Suci. Ini tingkat rohani yang tumbuh dari kanak-kanak jadi dewasa, penuh dan dipimpin Roh. Bisa terus tinggal dalam kesucian dan tumbuh terus, makin matang, makin seperti Kristus supaya akhirnya bisa tumbuh sampai sempurna.
d. Ruangan Maha Suci. Ini tingkat sempurna seperti Kristus, tetapi Kristus tetap kepalanya.
Ini ukuran-ukuran yang paling sederhana, paling mudah dipakai untuk mengukur rohani dalam ukuran Surgawi/ kekekalan. Setiap tingkat masih bisa dibagi lagi dalam banyak ukuran yang lebih teliti.
III. MENGAPA PERLU DIUKUR ?
1. Menentukan nasib yang kekal.
Apa yang kita capai di dunia sampai saat terakhir, itu kita bawa sampai kekal Wah 14:13. Penilaian dari luar, antara orang kaya dan pengemis Lazarus, yang lebih mulia adalah orang kaya, tetapi ternyata orang kaya itu masuk neraka dan Lazarus masuk Surga dalam tingkat seperti Abraham, luar biasa Luk 16:22-25. Ukuran dari luar di dunia biasanya lain dengan dalam alam baka, bahkan bisa terbalik. Kalau kita tidak bisa mengukur, sesudah masuk Neraka, tidak bisa berubah untuk kekal. Kalau bisa mengukur menurut Firman Tuhan, sewaktu hidup kita bisa berusaha untuk meningkat. Sebab itu taat akan Firman Tuhan dengan betul, jangan sampai mengubahkanNya Mat 5:19, misalnya seperti pelajaran Nikolai (Wah 2:6,15) yang membuat orang yakin sedikit-sedikit perubahan tidak apa-apa, misalnya Mrk 7:7-8, orang-orang Parisi mengurangi MOT (= Menghormati Orang Tua). Mereka menganggap dosa kecil tidak apa-apa, aborsi dll, ini membuatnya jadi paling kecil di Surga (= diperbatasan) dan ini berbahaya, mudah keluar batas dan binasa seperti orang kaya ini. Sebab itu hidup ini harus dicocokkan dengan Firman Tuhan, diukur dengan betul, jangan tahu-tahu ditolak seperti Mat 7:21-23.
2. Menentukan tingkat2 kemuliaan kekal. Penjahat yang bertobat tingkatnya rendah di Firdaus saja Luk 23:43, tetapi Paulus pakai mahkota di Yerusalem baru atau Surga baru 2Tim 4:8. Kalau keliru, terlalu rendah, maka di alam berzakh tidak bisa diperbaiki lagi.
3. Tidak berubah. Sebab itu jangan diabaikan. Pilihan yang paling jelek seperti Lazarus di dunia tetapi mulia di Surga. Jangan sedih dengan sikon apapun di dunia, asal indah di Surga.
4. Terus Meningkat Sampai Puncak. Kalau sudah mati, atau Tuhan datang, tidak bisa naik lagi, sebab itu ngototlah seperti keledai Isachar Kej 49:15 pasti tidak menyesal dan pasti tidak rugi. Se-kali2 jangan undur, itu celaka besar Gal 3:3-4. Jangan tukar kemuliaan yang kekal dengan kesukaan dosa, dunia, daging sesaat Ibr 11:25. Jangan lupa salib itu sakit untuk manusia tetapi kemuliaan di hadapan Allah sampai kekal. Tetapi waktu di dunia masih bisa ber-ubah2! Mat 5:8-11, Rom 8:17-18, 1Pet 4:14.
5. Jangan salah pilih. Komposisi hidup kita sudah berapa persen untuk yang kekal dan berapa persen untuk yang fana. Berusahalah supaya hati kita lebih banyak (atau sampai penuh) untuk yang kekal meskipun waktu kita terpaksa belum bisa penuh untuk yang kekal, tetapi full timer seharusnya bisa mendapat lebih banyak dan jangan lupa semuanya harus sesuai dengan Firman Tuhan (semua yang kita perbuat untuk Tuhan, yang tidak tulus, yang ingin puji, yang dengan per-sungut2an dan siasat, itu tidak dihitung Tuhan!
IV. UKUR DAN TUMBUHLAH.
Memang mengukur rohani ini tidak semudah mengukur kekayaan dan kepintaran, juga bisa naik turun selama kita hidup.
Setiap tahun, atau pada hari-hari tertentu, coba pikirlah (lebih2 minta tolong Roh Kudus) utnuk menilai apakah ukuran rohani kita lebih tinggi dari yang lalu.
Dalam hal apa saja yang bisa kita ukur dengan mudah? Kita bisa mengukur dari luar dan dari dalam. Lebih banyak kita mengerti Firman Tuhan dan dipimpin Roh, mendengar suaraNya, lebih mudah kita mengukur diri kita.
1. Dalam kesucian.
Waktu mengambil Perjamuan Suci apakah kita mengalami kesukaran atau pergumulan sebab ada dosa? Dalam pelayanan, dalam hidup sehari-hari bisakah kita tetap suci, tidak terpancing atau bereaksi dosa. Bagaimana kalau kita menghadapi orang-orang yang jahat, sombong, iri, pura2 dll, juga yang baik. Bisakah kita mengampunidan menjadi berkat?
2. Salib. Sudahkah kita bisa memikul salib dengan sukacita dan menjadi kemegahan kita seperti Paulus Gal 6:14. Bisakah kita menikmati salib seperti Petrus dan Yohanes Kis 5:41 ?
3. Kasih. Adakah kasih kita ber-tambah2 ? ; terhadap suami-istri, keluarga, orang dekat dan musuh2 kita?
Kasih itu kekal 1Kor 13:13. Kalau kita mengasihi Allah, itu diukur dengan berapa banyak kita mengasihi saudara2 kita dan orang-orang di dekat kita Luk 10:27, 1Yoh 4:20. Adakah kebencian dalam hati? Kalau ada bisakah kita segera membuangnya? Seringkali Tuhan mengizinkan orang yang membencikan masuk dalam riwayat hidup kita untuk mengukur kasih kita dan kemampuan kita mengampuni dan mengasihi musuh.
4. Apakah pengertian Firman Tuhan yang kita miliki itumeningkat? 2Pet 3:18 dan apakah itu nyata dalam perbuatan dan pelayanan kita? Orang yang “di dalam” (Ruangan Suci) Mrk 4:11 akan diberi karunia mengerti rahasia Firman Tuhan dan itu akan terus ber-tambah2 Mat 13:11,12 kalau kita terus taat, sampai dimana kita mengerti sampai disitu kita harus taatPil 3:16.
5. Bagaimana jam doa kita? Sudahkah kita penuh dan dipimpin Roh seperti Kristus, Mat 4:1, Gal 5:16-17. Bisakah kita berdoa senantiasa? Dimana-mana ? 1Tes 5:17. Kalau kita berdoa, apakah kita bisa menikmati dan mendapat faedah dari doa yang betul yaitu dalam Roh dan hidup benar.
6. Berapa banyak buah-buah pelayanan kita? Berapa jumlah orang yang kita Injili, menangkan dan kuatkan? Orang yang dewasa bisa produktif, kanak-kanak seringkali belum bisa berkarya. Adakah kita terbeban (mengasihi) orang-orang dalam keluarga atau “panci” kita? Kis 16:31, Luk 10:27.
7. Bagaimana tabiat kita? Kadang-kadang ini sulit untuk dinilai, lebih mudah orang dekat kita memberi penilaian. Sudahkah kita bertanya nilai kita dalam tabiat? Dalam banyak doa dan Firman Tuhan kita juga bisa menilai, tetapi orang dekat atau tubuh Kristus itu sangat penting untuk saling menasehati, ini sangat efektif dan dibutuhkan kalau kita mau berubah dan dinasehati. Tabiat yang jelek bagaimanapun bisa berubah! Musa yang nekad, berangasan bisa menjadi sangat lembut Bil 12:3. Saul yang jahat menjadi Paulus yang baik, dari musuh menjadi sahabat. Banyak tabiat jahat itu menurun dan menular, tetapi kalau mau, pasti bisa berubah! Ukuran kita seperti Kristus.
8. Bagaimana kesaksian hidup kita? Adakah orang-orang bersyukur pada Tuhan karena kesaksian hidup kita seperti Paulus Gal 1:24. Bagaimana ibadah, pelayanan kita, sudahkah itu menjadi berkat bagi orang-orang dalam rumah dan di luar rumah? Adakah hidup kita itu takut akan Allah? Dimana saja, kapan saja, dan dalam hal apa saja (MAK) ?
9. Sudahkah kita hidup dipimpin Roh atau dipimpin daging? Kalau kita dipimpin Roh akan keluar kuasa, karunia2, buah Roh yang membuat kita jadi garam dan berkat bagi keluarga dan “panci” kita.
10. Dan lain-lain.
V. BAGAIMANA IBADAH DAN PELAYANAN KITA.
Ibadah termasuk 7 KPR itu seperti sekolah. Kalau kita kerjakan baik-baik itu akan menumbuhkan rohani kita dengan baik.
Ada ibadah kanak-kanak, ada ibadah yang dewasa.
Beberapa perbedaan penting menunjukkan juga tingkat rohani kita kanak-kanak atau dewasa.
Ibadah Israel seperti kanak-kanak atau munafik, ibadah Yehuda benar. Misalnya Achab ibadahnya itu justru lebih menarik, jumlah orangnya lebih banyak, meriah, mewah, banyak acara-acara yang menyenangkan dan mereka puas sebab memakai ukuran perasaan hatinya sendiri, bukan kebenaran Firman Tuhan. Acara-acaranya tidak kalah dengan dunia, begitu menarik dan memuaskan perasaan hatinya sehingga Yosafat sendiri kagum, tertarik dan melekat. Kalau Tuhan tidak membiarkan maut memisahkannya, Yosafat sudah terjerat. Karena Yosafat kagum, maka anak2nya ikut tersesat dan tidak tertolong, binasa semua.
Achab tampak begitu megah dan sukacita dalam ibadahnya tetapi penuh dosa yang keji2 dan penuh perkara2 yang sesat di dalamnya Yes  1:2,5,10-16, sebab mewah, meriah, Yosafat pun ikut terpengaruh dan sesat ber-sama2 dan Yehuda yang dipimpinnya juga berantakan. Sebetulnya ibadah Yehuda sudah cukup baik dan dewasa, tetapi sebab ikut2 dengan ibadah Israel (Achab) yang kanak-kanak dan palsu,  akhirnya ketularan dan ikut rusak.
Banyak hal-hal hiburan lebih menarik untuk kanak-kanak rohani, seperti musik dan nyanyian, sebab ukurannya adalah perasaan hati, dan kalau perasaan hatinyasenang, itu cukup; Firman Tuhan yang diberikan apa saja tidak menjadi ukurannya.
Dalam Wasiat Baru Tuhan Yesus hanya menyanyi satu kali (Mat 26:30, Mrk 14:26) dan tidak pernah menyuruh menyanyi satu kalipun. Justru hidupNya hanya penuh dengan pelayanan Firman Tuhan yang menjadi kebiasaanNya Mrk 10:1 dan ini yang menjadi ukurannya, selain itu juga menyembuhkan, mengusir setan dan menjawab macam2 problem dan jerat.
Nyanyian itu perlu, tetapi yang terutama dalam ibadah selain menyanyi adalah Firman Tuhan dan doa.
Ibadah orang yang dewasa rohaninya itu diukur dengan Firman Tuhan dan doa, bukan dengan perasaan hati yang dipuaskan oleh acara-acara lain. Kita harus hidup dengan iman akan Firman Tuhan bukan dengan perasaan hati seperti Achab, puas perasaan hatinya dengan cara ibadahnya 1Raj 22:8,18. Justru dengan nabi-nabi Tuhan seperti Mika dan Elia, ia tidak cocok, tidak sejahtera, tidak puas, ini tanda ibadah yang salah, tidak didasarkan Firman Tuhan. Perasaan hati yang tidak cocok dengan Firman Tuhan harus dicocokkan, dipaksakan dengan menyangkal diri supaya cocok dengan Firman Tuhan seperti Abraham Kej 20:12.
Perasaan hati bisa menyesatkan, lebih2 dalam nyanyian dan musik seperti dalam Kel 32:18-19,25 mereka bebas menuruti perasaan hatinya (KJI: telanjang). Apalagi dengan tari2an, Herodespun puas, tetapi akhirnya membunuh kebenaran (Yohanes Pembaptis). Memang kanak-kanak rohani lebih suka ibadah yang memuaskan hati, tidak tergantung dari Firman Tuhan, tetapi orang-orang yang lebih dewasa lebih suka ibadah dan perasaan hatinya didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan yang makin dalam. Bahkan dipuaskan bukan dengan manna biasa (yang jadi busuk dalam 1 hari), tetapi dipuaskan dengan manna imam-imam yang bisa tahan lebih dari 1 minggu (akhirnya dengan manna yang tersembunyi Wah 2;17). Sekalipun tidak enak mula2, tetapi kalau dicocokkan dengan Firman Tuhan, maka hidup kita akan berubah menjadi berkenan pada Tuhan, contoh; seperti Firman Tuhan dari Yohanes Pembaptis pada orang-orang untuk bertobat sesuai dengan Firman Tuhan Mat 3:6-11. Nabi-nabi dan pengkhotbah palsu selalu memberitakan yang menyenangkan perasaan hatinya seperti Zedekia untuk Achab 1Raj 22:11. Kanak-kanak rohani dan orang yang jahat, selalu suka acara-acara entertainmentdalam bentuk ibadah (hiburan, nyanyian, musik, tari2an dan kebebasan lainnya) yang menyenangkan perasaan hatinya tetapi orang-orang dewasa suka Firman Tuhan yang benar dan mencocokkan diri dengan kebenaran Firman Tuhan, supaya berkenan pada Tuhan, dan juga suka menyanyi, tetapi bukan untuk menyenangkan perasaan hatinya, tetapi untuk menyembah Tuhan.
VI. TABIAT BISA BERUBAH SEPERTI KRISTUS.
VII. KESIMPULAN.
Kita harus tahu:
1. Apa yang diukur, yaitu hidup rohani, bagian-bagian yang kekal.
2. Mengapa perlu diukur, supaya jangan me-nyia2kan kesempatan ini untuk tumbuh dalam ukuran yang kekal di hadapan Tuhan.
3. Mengukur dan menumbuhkan seluruh segi2 hidup kita. Yang salah dibuang, diganti yang baru sekalipun perasaan hatinya tidak enak, tetapi yang penting bagaimana kita berkenan pada Tuhan, bagaimana ukuran rohani kita di hadapan Tuhan.
4. Bagaimana ibadah dan pelayanan kita, apa bisa menumbuhkan atau justru menyesatkan, hanya puas untuk perasaan hati dalam hidup lama, atau betul2 bisa tumbuh? Sebab satu kali kelak semua akan merasakan akibatnya dari kesempatan hidup di dunia ini.
Selama hidup tabiat kita bisa berubah dan tumbuh, tingkat rohani kita bisa terus bertumbuh dengan hasil untuk kekal. Sukalah memeriksa diri dan tumbuhlah terus, tebus waktu sebab waktu kita terbatas, tumbuhlah sampai kita menjadi seperti Kristus. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini, percaya dan tumbuhlah.
Nyanyian:
– O Tuhan saya ingin sperti Engkau.
– Seperti Yesus 2x itu saja kuminta.