M3692 – Roma 6:5-6. Seperti Kristus Dalam Kematian dan KebangkitanNya

I. PENGHARAPAN KARENA KEBANGKITAN KRISTUS. EFESUS 1:18-22.
18. supaya kita celik, mengerti apa yang bisa kita harapkan dalam panggilanNya, dan warisan orang-orang suci yang sangat mulia.
19. Kuasa kebangkitanNya sangat besar bagi yang percaya.
20. Seperti waktu membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukanNya di kanan Allah Bapa di Surga.
21. Lebih dari semua pemerintah, kuasa, kekuatan, kerajaan dan nama siapapun, dalam zaman ini dan zaman yang akan datang.
22. Semua sudah ditaklukkan di bawah kakiNya dalam segala perkara dan Ia menjadi kepala Gereja.
Jadi, kita yang mau dipanggil oleh Tuhan menjadi orang percaya, oleh kebangkitanNya kita mempunyai pengharapan yang besar untuk sekarang dan sampai kekal, yaitu kemuliaan yang sangat besar. Kuasa kebangkitanNya yang bekerja di dalam hati, itu lebih besar dari segala kuasa apapun yang ada.
Pengharapan jangka pendek dan panjang.
Kuasa kebangkitan Kristus itu luar biasa, yang bisamenghasilkan kemenangan yang besar dan warisan yang mulia untuk semua orang percaya sampai kekal. Pil 3:10. Ini menyebabkan timbulnya pengharapan yang besar untuk jangka pendek, yaitu untuk sekarang ini dan untuk jangka panjang yang akan datang sampai kekal.
Yang sekarang. Kuasa kebangkitan yang bekerja dalam Kristus itu juga diberikan pada kita sekarang dalam hidup ini untuk segala problem kita, rohani dan jasmani. Kuasanya ini sangat besar, lebih dari cukup untuk mengatasi segala kuasa, kekuatan dan kerajaan apapun atau siapapun. Tentu ini tergantung iman kita, sebab kita menerima sesuai dengan iman kita Mat 8:13 dan sesuai dengan pengertian Firman Tuhan yang kita miliki Mat 13:23. Orang yang tidak punya iman dan tidakmengerti apa-apa, juga tidak punya apa-apa, sebab iman didirikan atas Firman Tuhan yang kita percayai dan makin kita mengerti, makin kuat iman kita.
Dalam dunia ini kita menghadapi banyak problem, kesukaran dan malapetaka, tetapi kuasaNya cukup bagi semua problem kita! Tetapi kuasa yang Tuhan berikan bagi orang percaya itu sebetulnya tidak terbatas, itu kuasa yang sudah membangkitkan Putra manusia Yesus.
Ini yang akan kita pelajari.
Yang akan datang. Orang-orang percaya tidak akan  mati dan habis, masih ada sambungannya. Semua kemenangan dan kuasa yang kita peroleh dari Tuhan itu terus bersambung dan akan mengubah tubuh kita dan membangkitkan yang sudah mati, menjadi tubuh kemuliaan yang heran. Rom 8:11.Kuasa yang membangkitkan tubuh Putra manusia Yesus, sekarang ada dalam kita.
Kuasa Allah yang disediakan cukup.
Tetapi sekarang yang menjadi masalah, bagaimana kita bisa mengambil dan melepaskan kuasa kebangkitanNya dalam hidup dan pelayanan kita sehari-hari, baik untuk semua yang kita hadapi sekarang, yang juga akan bersambung sampai kekal.
II. HIDUP SEPERTI KRISTUS.
Ini kuncinya yaitu kalau kita hidup seperti Kristus di dalam kematianNya, maka kita juga akan menjadi serupa dengan Kristus dalam kebangkitanNya, yaitu limpah dengan kuasa yang besar yaitu kuasa kebangkitanNya.
Tampaknya Putra manusia Yesus kalah besar sebab Ia terus menderita dari dalam rahim ibuNya sampai mati di Golgota, tetapi heran, justru dengan ini tampak kuasa yang besar, bekerja dalam hidup dan pelayananNya, bahkan meskipun mati, Ia bangkit dengan kuasa kebangkitan yang besar. Inilah pengharapan yang timbul dari kematian dan kebangkitanNya, yang sudah dijanjikan dalam Firman Tuhan, disediakan bagi kita yang percaya. Jadi ini kuncinya. Kita menjadi serupa dalam kematianNya maka kita juga akan menjadi serupa dengan kebangkitanNya, dengan kuasa kebangkitanNya yang amat besar Rom 6:4-5.
III. MATI DAN BANGKIT.
Jadi kita melihat dua hal, mati dan bangkit.
Mati adalah bagian kita dan bangkit adalah bagian Allah. Kita harus mau mati dari segala tabiat daging, itu bagian kita, mau sengsara sampai mati, maka kita akan bangkit dan itu adalah bagian Allah, bangkit dengan kemuliaan yang besar yaitu dengan kuasa kebangkitanNya.
Bagaimana kita mati seperti Kristus?
Daging itu bisa dikatakan sebagai pabrik dosa, dari sini semua dorongan, keinginan dosa muncul. Ini yang mendorong kita dengan kuat untuk melakukan kehendak daging yaitu dosa.
Justru daging ini yang harus dimatikan. Tahap2nya adalah sbb:
1. Dimatikan, dibuat tidak berdaya seperti mati meskipun belum mati betul = dikatargeokan. Rom 6:6.
2. Setiap kali dimatikan dan ditekan terus menerus, supaya tetap mati terus menerus Rom 8:36.
3. Akhirnya daging betul-betul mati dan tidak lagi bisa hidup kembali, mati buat selamanya 1Yoh 3:9. Ini orang yang lahir sempurna (= Tirai) dan dagingnya betul-betul mati, tidak bisa hidup kembali. Ini berarti pikul salib (mematikan daging) sudah sampai Golgota.
IV. PERUMPAMAAN.
Tabiat tubuh atau tabiat daging itu bisa diumpamakan seperti pabrik dosa; Kalau:
1. Diberi bahan baku,
2. Pabriknya jalan,
3. Akan produksi, yaitu dosa.
1. Pabrik ini kalau ditutup, tidak bekerja, tidak produksi dosa, ini dikatargeokan.
2. Pabrik yang ditutup bisa dibuka kembali, jalan lagi dan menghasilkan dosa lagi.
3. Kalau pabrik ini dihidupkan, apalagi disuply (dilazatkan) dengan banyak bahan mentah untuk produksi ia akan berproduksi kembali, bahkan dengan limpah.
4. Pabrik ini bisa dibuat berhenti dan mati, sehingga tidak bisa buka lagi, tidak bisa jalan lagi,dan tidak bisa berproduksi lagi yaitu dengan cara:
a. Dihancurkan, dirobohkan.
b. Di bom sampai hancur.
c. Dibakar habis sehingga tinggal puing2 yang hangus, maka untuk selamanya tidak bisa produksi lagi (ini sampai Tirai, Golgota).
Arti rohani yang ada dari perumpamaan ini:
1. Kalau daging disalibkan, dimatikan, disangkali, tidak dituruti, kita hanya menurut Roh dan Firman Tuhan Rom 8:13, Gal 5:16-17, maka pabrik daging ini tutup, berhenti produksi, tidak lagi timbul dosa. Orang beriman harus mau pikul salib terus menerus, setiap hari seumur hidup. Luk 9:23, supaya daging ini dimatikan, tidak menghasilkan dosa lagi. Dengan demikian daging tersiksa, disangkali, dimatikan, tidak dituruti, menderita dalam daging sampai seperti mati (katargeo Rom 6:6), maka kita berhenti berbuat dosa 1Pet 4:1.
2. Sekalipun sudah lahir baru dan hidup suci, tetapi kalau berhenti pikul salib, berhenti menyangkal diri, lalu menuruti daging, daging bisa kembali berbuat dosa, ini kejatuhan orang-orang suci.
Orang suci masih bisa berbuat dosa kalau berhenti pikul salib dan menuruti daging. Sebab itu kita harus terus menerus pikul salib, terus menerus menyangkal diri dan mematikan daging, terus menerus hidup di atas Mezbah, supaya pabrik dosa ini tutup, tidak lagi (memproduksi) menghasilkan dosa! Rom 12:1. Tidak sulit, tidak berat kalau mau Mat 11:30.
Jadi, pikul salib bukan hanya satu kali, tetapi terus menerus, setiap saat, setiap hari sampai ke akhir.
3. Kalau seorang melazatkan keinginan tabiat daging, ini seperti mensuply atau memberi bahan baku untuk produksi pabrik dosa ini Rom 13:14. Dengan kata-kata yang merangsang dan me-manas2i, maka keinginan dosa benci, iri, dendam, zina, sombong dll akan dirangsang, sehingga makin me-nyala2 dan menghasilkan makin banyak dosa. Ini pabrik yang disuply terus dengan “bahan2 baku” untuk berdosa.
Uang (sebagai tuan, bukan sebagai hamba) bisa jadi bahan baku untuk dosa tuhan perut, untuk zina dll, mendorong orang berbuat macam-macam dosa. (Banyak uang banyak dosa bagi orang berdosa).
Tontonan2 pornografi, kemewahan, peristiwa2 yang menimbulkan kebencian dll, ini semua bisamerangsang dan membuat pabrik dosa ini menghasilkan makin banyak dosa dan kekejian. Percakapan dosa, pergaulan, pekerjaan dalam gelap dll itu bisa jadi bahan baku untuk produksi dosa.Sebab itu jangan merangsang (mensuply) pabrik dosa ini terus menerus, sehingga menghasilkan banyak dosa. Jangan beri bahan mentah untuk berbuat dosa, hentikan. Ams 22:3. Kalau lihat yang jahat, yang merangsang, yang mendorong hal-hal dosa, tinggalkan, buang, jauhi supaya tidak memacu pabrik dosa ini berproduksi. Semua dosa bisa dipacu dengan salah satu cara melazatkannya. Jangan melazatkan dosa (= beri bahan baku) tetapi mematikan daging (pabrik ditutup) dengan cara menyangkali, tidak dituruti.
4. Pabrik ini hancur sama sekali, di Tirai. Ini tujuan orang-orang percaya.Sebab itu harus terus menerus dimatikan seperti yang dilakukan Paulus Rom 8:36, maka kita bisa terus hidup dalam kemenangan dan akhirnya pabrik dosa ini betul-betul mati seperti Henokh dan Elia sehingga mereka menjadi sempurna dalam kesucian, tidak lagi bisa produksi dosa, sebab pabriknya bukan hanya tutup, tetapi hancur sama sekali.
Dalam Minggu ke-70 Daniel ada pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa (hujan Akhir) pembukaan Firman Tuhan Mat 10:26-27, pelayanan orang sempurna, hukum yang keras 2Kor 10:6, pelayanan jabatan dll, itu semua seperti bom yang menghancurkan pabrik dosa ini, bahkan dibakar habis, sehingga banyak pabrik dosa hancur, timbul banyak orang sempurna sampai jumlahnya genap (Wah 14:1, 144.000).
Demikianlah kita harus mengalahkan dan menutup pabrik dosa ini sampai akhirnya hancur total, seperti orang pikul salib sampai ke Golgota, seperti Kristus.
IV. CARA MEMATIKAN DAGING TERUS MENERUS.
1. Tujuh Kebutuhan Pokok Rohani (KPR) harus dikerjakan baik-baik, seperti carang lekat dengan baik dalam pokok, maka kita mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, selalu ada hikmat dan kuasa sehingga daging dapat dimatikan terus menerus, pabrik dosa itu tutup terus. Semua nasehat dari Firman Tuhan ditaati, sehingga tidak ada dosa yang dilazatkan dan bisa terus hidup dalam kesucian dan kemenangan. Ingat berdoa terus dll. KPR terus menerus dan terus menerus dipimpin Roh hidup dalam kesucian sehingga pabrik tutup terus, ini bisa menuju pada kematian mutlak dari daging.
Mematikan daging terus menerus adalah ciri hidup Putra manusia Yesus, sehingga tidak ada dosa yang diperbuatNya sekalipun Ia hidup dijamahkan oleh segala kelemahan manusiawi/ dagingseperti kita Ibr 4:15. Begitu kalau kita mau menggenapi bagian kita (itu juga dengan pertolongan Allah (lebih-lebih 7 KPR), tetapi kita harus mau ambil keputusan untuk setia pikul salib yaitu mau menderita karena Kristus) maka kita akan sanggup melakukan bagian kita dengan pertolongan dari Allah.
V. KUASA KEBANGKITANNYA.
Kalau kita sudah mematikan daging terus menerus, (ini juga dengan bantuan dari Tuhan dalam FirmanNya, dipimpin Roh, saling menasehati dan menguatkan), maka kita bisa menggenapi bagian kita, mematikan daging.
Kalau kita memenuhi bagian kita, Allah tidak pernah lalai untuk memenuhi bagianNya. Terimalah dengan iman. Bertindak dengan iman sesuai dengan janji2Nya yang ada di dalam Firman Tuhan, maka kita akan mengalami kuasa kebangkitanNya yang sangat besar itu. Jangan ragu-ragu, bertindak dengan iman, untuk segala keperluan kita sekarang, bahkan sampai yang akan datang.
A. Jangan memakai kekuatan sendiri.
Putra manusia Yesus waktu berumur 12 tahun sudah hebat, Ia bisa mengajar Imam-imam dan orang Parisi di bait Allah sampai 3 hari 3 malam dan mereka tetap mau mendengarkannya. Putra manusia Yesus dalam u mur 12 tahun sudah hebat dan kuat. Tetapi Ia tidak memakai kekuatanNy sendiri. Ia taat pada pimpinan Roh Kudus.
Tuhan beri kuasa besar, tetapi jangan dipakai menurut kehendak sendiri nanti jadi dosa seperti Yohanes dan Yakobus, yang dengan kuasa Allah yang besar mau membunuh orang Samaria, hanya karena mereka tidak mau meenrima Gurunya. Luk 9:54-55 KJI. Pabrik dosa dibuka kembali dan direktur pabrik dosa ini iblis masuk dan bekerja. Mereka tidak sadar, tetapi Tuhan Yesus tahu, roh setan ada dalam mereka. Jangan pakai kekuatan atau akal sendiri, nanti ditipu setan dan daging akan beracara lagi dan timbul dosa. Bersandar pada Tuhan, minta pimpinan Roh Kudus.
Jangan memakai cara atau kekuatan kita sendiri. Pakailah kuasa kebangkitan Allah yang sangat besar itu, dengan cara yang betul seperti Kristus, yaitu dipimpin Roh.
Bergantung kepada Tuhan seperti orang yang lemah dan tidak berdaya 2Kor 12:9-10; 13:4, meskipun secara manusiawi kita mempunyai kekuatan yang besar (kaya, berkedudukan, kuasa, pintar, punya pengalaman,kesempatan dll). Seperti Paulus yang bisa ber-megah2 untuk keadaan lahirnya Pil 3:4-5, Kis 22:3, tetapi ia mengerti bahwa semua kelebihan lahiriah atau kekuatannya itu sia2. Dengan mudah iblis akan mengalahkannya sehingga jatuh dalam dosa. Iblis lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih kuat, lebih berkuasa dari manusia yang manapun. Tetapi kalau ia bersandar Tuhan, dengan kuasa Tuhan ia menjadi kuat. Pada waktu ia merasa lemah (sebab ia sadar dan tahu bahwa semua kekuatan manusiawi yang dimilikinya itu sia2), lalu sepenuhnya bersandar Tuhan, justru dengan cara ini ia menjadi sangat kuat, dengan kuasa kebangkitan Allah. 2Kor 12:10. Ia mengerti baik-baik rahasia ini dan sebab itu juga ia tetap tinggal rendah hati dan terus tinggal dalam kuasa kebangkitan Allah, karena sadar bahwa ia hanya bejana tanah liat yang tidak berharga (semua kekuatan manusiawi itu sia2), tetapi Roh Tuhan yang mulia itu ada di dalamnya, ini yang luar biasa! 2Kor 4:7. Ini hidup yang indah, luar biasa, puas dan sukacita sampai kekal.
B. Harap Tuhan seperti Kristus, yaitu hidup dipimpin Roh untuk menghadapi semua tantangan, yaitu Roh itu berarti kita harus menunggu Tuhan, sebab kita tidak memakai kuasa atau kekuatan kita sendiri, kita bergantung penuh kepadaNya. Ini termasuk:
1. Ber-tanya2 dan tunggu cara Tuhan. 1Taw 16:11. Misalnya Musa waktu menghadapi jalan buntu di laut Kolsom, ia menunggu Tuhan. Waktu Tuhan menunjukkan caranya, baru ia bertindak dengantaat yaitu mengangkat tongkatnya ke arah laut dan terus menunggu Tuhan yang mengirim angin Timur untuk memisahkan air laut itu  sampai timbul kemenangan yang luar biasa. Kel 14:21.
Daud. Ia tidak sejahtera dengan cara-cara raja Saul. Ia minta pimpinan Tuhan dan Tuhan memimpinnya dengan lima batu dari tepi sungai, sebab itu Daud menang besar.
Gideon taat dengan cara Tuhan, ia menyuruh pulang 31.700 orang sehingga tinggal hanya 300 orang untuk berperang dengan nafiri dan obor dalam kuali.
Tetapi dengan cara Tuhan ini menghasilkan kemenangan yang besar.
Semuanya menang dengan cara-cara ilahi. Tunggulah pimpinan dan cara Tuhan. Berdoa dan hidup terus dalam kesucian dengan terus mematikan daging,sehingga kita tahu cara Tuhan lalu melakukannya dengan taat dalam pimpinan Roh Kudus.
2. Taat menunggu waktunya Tuhan. Daud sudah dilantik menjadi raja, tetapi ia menunggu begitu lama sehingga Saul sempat mau membunuhnya sampai 10 kali. Pertolongan Tuhan tidak datang sampai ia lari keluar negeri, tetapi ia disuruh Tuhan kembali dan ia taat. Juga Yusuf menunggu Tuhan begitu lama dalam penderitaan yang berat sampai kurang lebih 13 tahun, baru ia tertolong dan masih menunggu 9 tahun lagi, baru mimpinya jadi.
3. Jangan lupa kita menunggu tetap dalam kesucian, bukan dengan ber-sungut2, tetap mematikan daging dalam segala seginya. Tetap dalam kesucian sekalipun Tuhan tidak menolong kita, kita tetap percaya dan berharap pada Tuhan seperti Ay 13:15, daging terus dimatikan, sehingga tidak timbul reaksi daging yang menghasilkanber-macam-macam dosa.
Jangan seperti Saul yang ber-seru2 minta tolong Tuhan tetapi tetap keras hati dalam dosa,ada reserve menuruti daging, apalagi kalau Tuhan tidak tolong”. Waktu Tuhan diam, Saul berpaling pada iblis di Endor sehingga ia binasa.
Tetaplah setia sampai mati sekalipun Tuhan “tidak menolong” seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego Dan 3:18. Matikan segala dosa, keinginan dan kemungkinan untuk berdosa lagi Gal 5:24. Bagaimanapun juga jangan kita bereaksi dosa, pabrik dosa tetap dimatikan terus menerus, tetap dalam kematian, maka kita akan mengalami kuasa kebangkitan yang besar. Kalau daging dimatikan terus menerus, lama2 pada akhirnyaada kemungkinan sampai di Golgota yaitu mati betul, daging tidak mungkin bisa bekerja lagi, tidak bisa berdosa lagi 1Yoh 3:9, menjadi sempurna seperti Kristus.
KESIMPULAN.
Putra manusia bangkit dengan kuasa kebangkitan yang amat besar, dan kuasa kebangkitan itu (kuasa Allah) tidak berubah dan diberikan bagi orang yang percaya untuk sekarang dan terus menerus sampai yang akan datang dalam kekekalan. Asal kita mau mati ber-sama2 Kristus, hidup dengan kuasa kebangkitan Kristus. Terus pikul salib (mematikan daging) harus dengan tujuan untuk  sampai ke Golgota (pabrik dosa tutup untuk selamanya), maka kuasa kebangkitanNya akan bekerja di dalam hidup kita. Jangan pikul salib tanpa arah, nanti berhenti dan daging hidup kembali lalu menghasilkan dosa. Jangan lupa bagian kita adalah pikul salib, (mau mematikan daging yaitu pabrik dosa ini) terus menerus ke arah Golgota, ini yang aman dan betul, maka bagian Tuhan membangkitkan kita dengan kuasa kebangkitanNya yang besar dan mulia, sehingga kita terus berkemenangan, suatu hidup yang indah dan berarti.
 
Nyanyian:
Aku pilih jalan yang slamat,
pilih jalan pada Allah.