M3691 – Lukas 9:23, Filipi 1:29. Salib Kristus

I. DEFINISI SALIB.
Salib adalah alat hukuman yang mematikan pada zaman dahulu. (Ada lagi alat hukuman maut lainya seperti guilotine, tiang gantungan, kursi listrik dll.
Arti rohaninya:
Tuhan Yesus sudah selesai pikul salib sampai mati, kita juga harus pikul slaib, belum selesai Gal 2:20. Pikul salib berarti mengalami hukuman sampai mati yaitu mematikan daging. Mau menderita karena kebenaran, karena Kristus, bukan karena dosa atau kesalahan sendiri, sampai daging mati dan tidak lagi ada reaksi daging. 1Pet 2:20-21, Pil 1:29. (Menderita karena dosa itu hajaran, akibat atau hukuman, bukan salib).
Mau pikul salib itu berarti mau mematikan kehendak sendiri yaitu daging (= pabrik dosa) sehingga pabrik dosa dimatikan, tidak produksi (timbul) dosa dari diri kita sendiri. Misalnya dihina, daging mau marah, balas, benci, dendam dll. Tetapi kita matikan keinginan daging, kita tidak bereaksi dosa tetapi kita mengampuni.
Kita lihat-lihat, daging timbul iri, ingin cabul, puji, tamak dll, tetapi daging dimatikan, sehingga tidak timbul dosa, tetapi tetap suci. Kita dirugikan, daging dimatikan, maka  tidak timbul marah, membalas, benci, tamak dll.
Jadi maksud dari pikul salib adalah mematikan daging (pabrik dosa ini) supaya tidak timbul dosa, tetap hidup suci. Jadi orang yang mau pikul salib karena Kristus, orang itu mau mengampuni, mengalah, tidak membalas, tidak timbul nafsu-nafsu daging dan dosa-dosa lainnya; tetapi dalam menghadapi orang-orang yang tidak mau bertobat, kitajuga harus cerdik, dengan hikmat Tuhan dalam pimpinan Roh sesuai dengan Firman Tuhan, supaya jangan menderita karena kebodohan itu bukan salib tetapi bodoh!
II. BERBAGAI SEGI SALIB KRISTUS.
1. Wajib bagi orang beriman Luk 9:23.
2. Bagian kita untuk mematikan daging dan bagian Allah membangkitkan roh kita. Rom 6:4.
3. Putra manusia Yesus. Mahir atau biasa dengan sengsara Yes 53:5. Ada yang masih belum mahir, penuh dengan pergumulan yang berat bahkan ada yang ber-sungut2, tetapi yang mahir bisa bersukacita Mat 5:11,12, Kis 5:41.
4. Salib itu kuasa Allah bagi kita yang mau memikulnya dengan sukacita 1Kor 1:18.
5. Dengan penyerahan dan sukarela seperti Ishak mau dikorbankan Kej 22:9.
6. Pikul salib itu baik, bahkan sejak muda Nud 3:27.
7. Salib itu ringan dan senang rasanya Mat 11:30.
8. Mau pikul salib, kita akan berhenti dari berbuat dosa 1Pet 4:1.
9. Bisa berjalan dalam Roh Rom 8:13-14, Gal 5:16-17.
10. Orang yang pikul salib, Roh kemuliaan akan turun kepadanya 1Pet 4:14.
11. Menderita sengsara karena Kristus itu ukuran kemuliaan kita untuk kekal Rom 8:17-18.
12. Suatu bau harum, pelayanan yang berkenan pada Tuhan Rom 12:1 (seperti korban atas Mezbah).
13. Ini suatu pengolahan, bisa menumbuhkan rohani kita, baik tabiat baru bisa tumbuh, juga pengolahan untuk setiap segi hidup Ibr 2:10.
14. Ini jalan yang betul, sama dengan jalan sempit Mat 7:13-14.
15. Kita disalibkan bersama-sama dengan Kristus Gal 2:20.
16. Salib berhenti waktu menjadi sempurna (sampai di Tirai) atau mati di dalam Tuhan Wah 14:13.
III. SALIB ITU BUKAN HANYA SEKALI PADA PERMULAAN.
Mezbah Korban Bakaran adalah bayangan dari salib Kristus dan itu bukan saja di mezbah, tetapi darah dari Mezbah ini diteruskan pada kolam, Pelita, Meja Roti Pertunjkan, Mezbah Dupa dan Tabut. Jadi Mezbah ini dipikul terus setiap hari sampai sempurna (Tabut). Juga bara api Mezbah itu dipakai untuk membakar Dupa di Mezbah Dupa.  Jadi salib itu bukan hanya satu kali pada permulaan tetapi diteruskan sampai ke akhir.
Ada orang berkata, Tuhan Yesus sudah pikul salib bagi kita, kita tidak perlu lagi pikul salib, sudah lengkap dan selesai. Ini tidak betul, sebab kita harus terus pikul salib bersama-sama Kristus Gal 2:20 sampai ke akhir.
Di Mezbah kita mulai mematikan daging (dikatargeokan Rom 6:6) terus sampai di Tirai, disini daging betul2 dimatikan dan orang itu menjadi sempurna seperti Henokh, Elia, mengalami tebus tubuh. Sesudah ini tidak lagi ada pergumulan antara daging dan roh, semua sudah selesai waktu masuk di Surga atau menjadi sempurna.
IV. DALAM PIKUL SALIB ADA PERGUMULAN ANTARA DAGING DAN ROH.
Pikul salib dengan betul berarti, mau mengalami sengsara karena Kristus, itu cukup berat, timbul pergumulan mau atau tidak, pergumulan roh (mau) dan daging (tidak mau).Mematikan daging (meskipun kita tidak suka, kita tetap taat, sekalipun sakit, rugi, tidak enak dsb, sehingga kita tidak bereaksi dosa) sehingga kita bisa dipimpin Roh untuk melakukan kehendak Allah; yaitu tetap suci, setia, taat dll. Kalau daging tidak dimatikan, dituruti, maka kita tidak bisa menurut Roh, sebab daging dan roh itu bertentangan Gal 5:16-17. Jadi setiap kali kita pikul salib, (menderita karena kebenaran) itu sakit bagi daging, ada pergumulan. Ini cukup berat. Tetapi Tuhan tidak mencobai kita lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13. Sebab itu asal mau pikul salib, kita akan sanggup meskipun sakit.
Putra manusia Yesus sendiri tetap mengalami pergumulan dalam pikul salib, bahkan sampai terakhir, sampai mati, Ia tetap taat Pil 2:8. Di Getsemani pergumulanNya begitu berat sehingga peluhnya menetes seperti darah Luk 22;43-44. Ada seorang malaikat yang datang menguatkan Dia (itu Roh Kudus) bahkan Putra manusia Yesus karena beratnya pergumulan minta kalau boleh cawan sengsara itu dilalukan Mat 26:39; Tetapi tidak diluluskan Bapa, dan Putra manusia Yesus tetap taat dengan segenap hati, Yoh 18:11.
Jadi pikul salib itu terus ada pergumulan sampai mati, sampaipengangkatan atau menjadi sempurna.
Dalam “Injil yang lain” Gal 1:6-7 mereka berkata tidak perlu bergumul, tidak perlu pikul salib, tetapi hidup dengan bebas, bersukacita saja; Kalau toh ada dosa, jangan tertuduh, Tuhan Yesus sudah menyelesaikan bagi kita, kita memakai kebenaran Kristus, bukan kebenaran kita sendiri, tidak perlu bergumul, sudah bebas. Ini pelajaran yang keliru.
 
Kalau semua memakai kebenaran Kristus, tidak ada yang ditolak dari Surga. Kenyataannya tidak semua orang percaya masuk Surga Mat 7:21,23. Sebab yang diukur, bukan kebenaran Kristus, tetapi kebenarannya sendiri, sebab masing-masig dihakimi sesuai dengan perbuatannya sendiri2, bukan dengan kebenaran Kristus! Sebab seharusnya, semua orang percaya dengan pertolongan Tuhan sudah merdeka dari dosa Yoh 8:36. Jadi orang suci, bahkan ada yang jadi orang sempurna dari dirinya sendiri (dengan pertolongan Tuhan), bukan dengan kebenaran Kristus.
Selama kita hidup, kita tetap harus pikul salib, harus menyangkal diri, tetap ada pergumulan.
Apa maksudnya? Supaya meskipun ada penderitaan, jangan terpancing menuruti kehendak sendiri sehinggaberdosa, tetapi tetap hidup dalam kesucian, tetap mengampuni, tetap mengalah, jangan berdosa tetapi juga jangan bodoh, minta pimpinan dan kekuatan dari Roh Kudus.
Kalau kita berdosa itu berarti menuruti daging, tidak mau mematikan  (menyalibkan) daging. Kalau sudah berdosa, biasanya hati tertuduh oleh Roh Kudus sebab kitamenuruti daging, supaya kita berhenti berdosa, bertobat dan mematikan daging sebagaimana kehendak Tuhan. Kita harus mau menderita karena Tuhan. (Bedakan dengan tuduhan dari iblis Wah 12:10). Kita mendapat anugerah  Tuhan bukan saja untuk percaya sehingga selamat tetapi juga menderita sengsara (salib) karena Dia Pil 1:29.
Kalau kita mau mematikan daging (tidak menuruti daging yaitu pabrik dosa ini) itu berarti kita menang, tidak jatuh dalam dosa,
karena tidak menuruti daging, sehingga kita tidak berdosa.Kemenangan kita tidak bisa lepas dari salib, yaitu mau menderita karena kebenaran sehingga salib menjadi kuasa Allah bagi kita. 1Kor 1:18.Roh Kudus bisa bekerja di dalam kita sehingga kuasaNya limpah dalam kita.Kalau kita mau “mati”, Tuhan membangkitkan kita Rom 6:4. Kita baru bangkit kalau mau “mati”, kita mengalami kemenangan karena kuasa kebangkitanNya Pil 3:10. Karena mau “mati” dari daging, mau menderita sengsara karena Dia baru kita bangkit dengan kuasa Allah. Kalau kita berdosa (menuruti daging) misalnya ber-sungut2 waktumenderita sengsara karena Kristus, itu berarti jatuh dalam dosa, sebab tidak mau mematikan reaksi daging yang hendak ber-sungut2, dan kalah, jatuh dalam dosa, dikalahkan iblis sebab tidak mau menderita sengsara untuk menyangkali persungutannya, tetapi justru menuruti daging.
V. BERAT SALIB BISA DISETEL.
Ini bisa dibuat ringan atau berat, tergantung dari orang-orang percaya, yaitu:
1. Kalau kita mau menderita karena Kristus, maka Roh Kudus bekerja dalam kita, kita menjadi kuat,maka salib menjadi ringan dan senang Mat 11:28, bisa bersukacita Kis 5:41.
2. Kalau kita mengerti faedah salib, sebab hasilnya sangat besar dan mulia Rom 8:17-18, maka kita akan rela menderita karena Tuhan dan bisa bersukacita sehingga salib menjadi lebih ringan. Lebih banyak kita mengerti kebenaran Firman Tuhan, salib menjadi lebih ringan.
3. Percaya bahwa Allah baik dan tidak ada yang kebetulan, semua diizinkan untuk menjadi faedah bagi kita Rom 8:28, maka kita akan kuat dan bisa menanggung sengsara salib itu. Ayub percaya bahwa Allah baik, sekalipun banyak sengsara (bukan karena salahnya), ia kuat, tetapi istrinya tidak tahan dan menghojat.
4. Orang yang cinta dunia dan isinya, salib menjadi sangat berat dan tidak terpikul. Bagi Lot, tidak boleh pergi ke Sodom itu larangan yang terlalu berat tetapi bagi Abraham ringan saja dan Abraham memang tidak pernah mau masuk Sodom seperti Lot.
5. Bisa melihat tujuan yang kekal, bisa melihat yang tidak kelihatan, salib menjadi ringan Ibr 12:2; 11:27. Musa menderita banyak sengsara sampai akhir hidupnya, tetapi ia bisa tahan sebab bisa melihat yang tidak kelihatan. Kemuliaan yang akan kita terima jauh lebih besar, tidak sebanding dengan penderitaan kita sekarang. Rom 8:18.
Dengan ringkas dosa dan keinginannya serta kebodohan membuat daging menjadi kuat dan salib jadi sangat berat sampai tidak terpukul. Tetapi kalau kita mautaat, mau menyerah dan mengerti kebenaran Firman Tuhan, apalagi penuh dan dipimpin Roh (banyak berdoa dengan betul) maka mematikan daging (salib) menjadi ringan, senang dan kuasa Allah jadi nyata. Seperti Paulus mau menderita masuk penjara Pilipi, maka kuasa Allah turun ke atasnya Kis 16:25.
VI. MUSUH SALIB.
Di dunia kita masih merasakan pergumulan daging dan roh sebab menanggung sengsara karena Kristus, tetapi sesudah masuk Surga semua lenyap. Orang-orang yang memegang “Injil yang lain”, sesudah percaya Tuhan Yesus,sudah yakin tidak perlu lagi pikul salib, tidak perlu lagibergumul, sudah bebas, itu salah dan akan jatuh dalam dosa dan jerat iblis.
Inilah orang-orang beriman yang tidak lagi mau pikul salib (mematikan daging), tidak lagi mau bergumul, hidup dengan bebas Pil 3:18-19. Ini sangat berbahaya seperti yang diajarkan orang-orang yang mengajarkan Injil yang lain. Sebab kalau tidak mau pikul salib (jadi seteru salib) tidak mau mematikan pabrik dosa (daging)maka daging akan hidup, terus memproduksi dosa (apalagi dunia penuh dengan segala macam perkara yang melazatkan daging, menguatkan hawa nafsu, maka keinginan daging jadi kuat sehingga produksi dosa ber-tambah2 Rom 13:14), lalu timbul macam2 dosa kedagingan dan duniawi. Biasanya orang-orang yang percaya injil yang lain, dari luar masih tampak tidak berdosa dan rohani, tetapi pikirannya sudah bebas menuruti daging, juga dalam tempat-tempat sembunyi. Akhirnya waktu sudah tidak tahan, maka akan nyata segala perbuatan2dosa yang melawan Firman Tuhan. Apalagi kalau arus dosa kuat Wah 22:11 orang-orang yang sudah limpah dosa dalam pikiran dan tempat sembunyi akan ikut hanyut dalam arus dosa dan dipisahkan dalam pemurnian Tuhan Mal 3:2,3, 1Kor 11:19. Jangan sampai tertipu oleh injil yang lain, kita tetap harus pikul salib, mematikan daging dan hidup dipimpin Roh. Lekatlah selalu dalam pokok yang benar. 1Kor 6:17, Yoh 15:5, limpah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani sehingga kita dapat kekuatan untuk mematikan daging (pabrik dosa ini) dan taat melakukan Firman Tuhan dan setia sampai ke akhir.
Musuh salib (tidak mau salib, tidak mau mematikan daging pabrik dosa ini), tetapi justru hidup menurut daging dan hawa nafsunya (sebab tidak dimatikan).
Orang beriman di dunia masih hidup dalam tubuh daging yang belum ditebus (kita menunggu tebus tubuh Rom 8:23). Kalau daging (pabrik dosa ini)dibiarkan, nanti keluar segala dosa kedagingan yang jahat seperti anak terhilang yang tidak bisa kerja, tetapi ber-foya2, bebas bersukacita, sebab tidak mau mematikan dagingnya.
Dosa itu dengan sendirinya akan tumbuh terus, apalagi kalau didorong dan dirangsang.
Anak terhilang ini hanya bisa makan enak, hidup senang2 menurut daging semaunya sendiri, tidak bisa bekerja. Ia tidak puas Yoh 4:13, Ams 14:12-13. Ia ingin lebih senang, butuh uang lebih banyak; darimana dapat uang, hanya dari bapak, apalagi warisannya. Tetapi bapaknya tidak mati2, akhirnya ia memaksa minta bagiannya, mungkin ia mengancam juga. Sebab menjadi musuh salib (tidak mau mematikan daging), maka dosanya ber-lipat2 kali ganda dalam segala perkara.
Juga anak-anak Ayub yang hanya bersenang-senang menuruti daging, apalagi dibela ibunya yang cinta secara daging. Sebab banyak uang, banyak bisa menuruti daging, musuh salib (tidak mau mematikan daging, pabrik dosa ini), dosanya jadi berlipat kali ganda sampai kena hukumanTuhan. Tuhan tidak pernah menjatuhkan hukuman dengan salah, pasti dosa-dosanya melewati batas dan upah dosa adalah maut.
Juga injil yang lain, mereka menafsirkan bahwa cukup Tuhan Yesus yang pikul salib, mereka yakin tidak perlu pikul salib, sehingga daging tumbuh dengan cepat. Permulaannya hanya beda ajaran sedikit, hampir-hampir tidak berbeda, mungkin hanya 1%, yang lainnya masih sama, tetapi kalau tidak mau pikul salib, maka daging akan tumbuh dengan subur, dosa makin meningkat dan pengajarannya dibengkokkan menurut daging sampai akhirnya jadi sesat sama sekali, tenggelam dalam dosa, dan akhirnya binasa. Ini hasilnya kalau jadi musuh salib.
VII. IMAM-IMAM DAN RAJA-RAJA. Wah 1:6, 1Pet 2:9.
Dalam Wasiat Lama hanya sedikit yang menjadi raja dan imam dan itu selalu orang-orang yang berbeda. Tetapi sekarang, sesudah ditebus Tuhan Yesus, kita dilahirkan baru menjadi imam-imam dan raja-raja di hadapan Tuhan. Imam-imam ini mempersembahkan korban di Mezbah dan raja-raja memerintah dengan kuasa. Mezbah,
yaitu pikul salib, jadi korban karena Kristus dan jadi raja-raja, dengan kuasa Allah memerintah daging, dunia dan iblis dengan kemenangan dari Tuhan Rom 8:37. Ini bersama-sama.
Kita tidak bisa mengalahkan dan memerintahkan dosa, dunia dan iblis kalau tidak mau pikul salib (mematikan daging, pabrik dosa ini), justru bisa diperbudak olehnya 1Yoh 2:16-17.
Hidup sebagai imam-imam dan raja-raja itu indah, seperti Kristus, dalam kesucian dan kemenangan, tidak berdosa, melakukan kehendak Tuhan dan mengalami rencana Allah yang indah dan mulia.
VIII. KEINDAHAN SALIB KRISTUS.
1. Ditebus.
Oleh salibNya kita ditebus dan dengan salib Kristus (= kuasa Allah!) kita bisa diolah sampai sangat mulia, menjadi seperti Kristus.
2. Dengan salib tabiat lama dimatikan, tabiat baru tumbuh. Rom 6:1-2,6. Tanpa salib (mematikan daging), tabiat lama (tabiat dosa) hidup bahkan merajalela dan tabiat baru terjepit, tidak bisa tumbuh. Inilah bentuk hidup dari musuh salib, tabiat lama tumbuh terus, dalam pikiran, dalam tempat sembunyi sampai akhirnya dalam perbuatan yang terang2an, lebih-lebih dalam akhir zaman.
Tetapi kalau mau pikul salib terus, tabiat lama terus menerus dimatikan, tabiat baru tumbuh makin lama makin nyata seperti Kristus, ini amat indah.
3. Kalau daging mati, kita sanggup melakukan kehendak Allah yaitu:
a. Tetap hidup dalam kesucian.
b. Sengsara salib itu menghasilkan kuasa Allah yang membuat pertumbuhan dan hidup yang ber-buah2, bahkan bisa sampai sempurna.
c. Mengalami rencana Allah yangindah, termasuk perkara2 besar dalam Tuhan Maz 60:12.
Rencana Allah yang indah jadi seperti Yusuf, Daud, sebab mau taat melakukan kehendak Allah. Sengsara salib yang kita derita di dunia itu, satu kali di Surga akan berubah menjadi kemuliaan yang kekal Rom 8:17,18.
d. Orang yang melakukan kehendak Allah itu akan masuk dalam kerajaan Surga Mat 7:21.
4. Hidup bahagia di dunia sampai kekal Yoh 4:14. Kalau daging dimatikan, sekalipun menderita akan terasa tetap bahagia Mat 5;10-12. Bahkan dalam penjarapun masih bahagia, lalu justru kuasa Allah turun dengan ajaib dan Paulus dan Silas dibebaskan. Kis 16:25.
Setan berkata salib itu menyiksa, tetapi sebenarnyajustru sebaliknya, kalau daging sudah dimatikan, maka sengsara, aniaya, kesukaran yang bagaimanapun tidak bisa memadamkan sukacita ilahi yang mengalir dalam hati orang-orang suci yang melakukan kehendak Bapa. Jangan mau ditipu oleh iblis, akan jadi pahit, celaka dan binasa.
Sebab itu jaga sungai air hidup ini, dengan mematikan daging, sungai ini bertambah dalam dan menghasilkan banyak hal-hal yang indah seperti dalam Yer 47.
Semua perkara2 rohani itu tumbuh di jalan salib, sukacita, kuasa, tabiat baru,  karunia2, jabatan, buah2 dan kasih yang makin dalam, itu tumbuh dengan subur dan cepat dalam jalan salib.
Orang yang percaya pada iblis akan tumbuh menuruti daging, dunia dan iblis, akhirnya masuk Neraka, tetapi orang yang percaya pada Firman Tuhan, mau pikul salib, daging atau pabrik dosa dimatikan sehingga bisa hidup dalam kesucian dan inilah kunci bahagia dan kesukaan Surga.
5. Kita menang dengan salib Kristus. Ini seni kemenangan dalam Kristus yaitu dengan salib Kristus yang menjadi kuasa Allah bagi kita untuk menang 1Kor 1:18. Kita lemah dan mati di salib bersama-sama Dia supaya kita jadi kuat dalam Kristus 2Kor 13:4. Jadi dalam segala problem, kita ini sadar, kita lemah; Sekalipun kita pintar secara dunia, kaya, berkedudukan dll perkara2 besar dari dunia, semua ini bisa dikalahkan iblis. Seringkali orang kaya itu makin kaya makin banyak dosanya (dikalahkan setan), pintar lalu menjadi sombong (ini jatuh dalam dosa), berkedudukan, sering salah pakai kedudukannya dst semuayang punya perkara2 besar duniawi ini dijatuhkan iblis dalam macam2 dosa. Makin hebat dalam dunia makin banyak kejatuhannya. Kita tidak memakai kekuatan daging kita (garang, berani, melawan, berontak, bicara kasar, mengancam dll) sebab itu semua hanya kelemahan, sebab itu kita memikul salib, mematikan kekuatan daging kita sendiri, lalu menunggu Tuhan bekerja. Kita dengar dan taat pimpinanNya dengan iman dan disitu kuasa Allah bekerja.
Jadi kita mati dari kekuatan daging kita sendiri dan bereaksi menurut pimpinan dan kehendak Allah. Ini menghasilkan kuasa dan kemenangan yang besar. Jadi sebab lemah (kita tahu kita jauh lebih lemah dari setan, apalagi dari Tuhan, sebab itu sia2 bereaksi menurut daging sekalipun kita bisa bicara dengan kuasa, uang, bukti dll). Sebab itu kita tidak bereaksi dari diri kita sendiri, melainkan taat menurut pimpinan Allah dan ini akan menjadi kemenangan yang besar. Inilah Gal 2:20 mati dari hidup atau daging kita sendiri, tetapi hidup menurut Kristus sehingga menang dengan Kristus.
Paulus bisa ber-megah2 secara daging, tetapi ia tahu itu sia2, hanya kelemahan di hadapan setan, apalagi di hadapan Tuhan Pil 3:4-5 (meskipun ia murid Gamaliel), tetapi Paulus berharap dan bersandar pada Tuhan juga pada salib Kristus, itu menjadi kekuatan dan kemenangannya gal 6:14. Ini yang menjadi kemegahan Paulus, bukan kebesaran dan perkara2 besar duniawi, tetapi salib Kristus.
KESIMPULAN.
Salib biasanya dikenal hanya sebagai alat sengsara dan kematian. Banyak orang lupa bahwa ini justru alat kemenangan yang heran dan membuat sukacita dan kepuasan kita makin mendalam dan indah sampai kekal.
Justru yang mau mati dari kehendak dagingnya sendiri karena Kristus akan hidup dalam kemenangan, bahkan dengan kelimpahan rohani dan jasmani, tetapi yang mencari hidup menuruti daging, dengan kuat sendiri akan “mati”, kehilangan semua kesempatan hidup yang indah dari Tuhan Mat 10:39. Sebab itu jangan takut atau susah dengan sengsara salib, tetapi bersukacitalah dengan kesukaan dan kemenangan salib yang besar dan kelimpahan rohani dan jasmani, sesuai dengan kemampuan masing-masig.
Ada orang rohani tetapi kemampuan jasmani, misalnya dalam uang kecil, sehingga sedikit lebih banyak uang sudah timbul dosa. Contoh yang ekstrem adalah Lazarus Luk 16:19-22. Orang rohani setingkat dengan Abraham kalau dalam keadaan miskin, kalau kaya rohaninya akan banyak merosot sehingga kalau masuk Surga mungkin jadi orang gundul 1Kor 3:15, sebab itu Tuhan membiarkannya miskin untuk sesaat sehingga jadi mulia di Surga (setingkat dengan Abraham) untuk kekal. Itu lebih baik daripada jadi kaya di dunia, tetapi miskin di Surga, jangan juga setan ke Neraka untuk kekal, seperti orang kaya di sebelahnya, kaya di dunia, tetapi masuk Neraka. Juga dalam segi2 hidup yang lain Tuhan sanggup memberi semua kelimpahan, tetapi hanya efektif (hanya kita terima) sesuai dengan kemampuan kita.
Enak mana, kaya di dunia tetapi miskin di Surga atau masuk Surga, atau miskin di dunia tetapi kaya dan mulia di Surga.
Orang hanya melihat yang di dunia dan Tuhan memberi sesuai dengan kemampuannya dalam hubungan dengan kekayaan dan kemuliaan di Surga.
Nyanyian:
– Angkat salibmu dengan s’nang.
– Salib hentar aku trus.