M3680 – Lukas 10:27. Gradasi Orang Dekat

I. ORANG DEKAT.
Gradasi = tingkatan2 orang yang sangat dekat, agak dekat, agak jauh, lebih jauh, sangat jauh dst.
Orang di dekat kita adalah suami atau istri (1+1=1) lalu orangtua, anak-anak, saudara2, keluarga, sahabat dll Luk 13:26; 18:29-30, Mat 19:29. Ada ikatan hak dan kewajiban diantaranya, yang diatur oleh banyak ayat2 lain dalam Alkitab, misalnya Ef 6:1-9, Luk 10:27 dll.
Orang-orang dekat itu bisa diringkas sbb:
1. Isi rumah kita Kis 16:31, Mat 5:15.
2. Isi panci (lingkungan) kita Mat 5:13,16, Ef 6:5-9 (hamba dan tuan) dll.
3. Tubuh Kristus 1Kor 12:12-27 (13,18).
 
II. MAKSUD ALLAH.
Tuhan menuntut kita untuk lebih mencintai orang dekat (di sebelah) kita lebih daripada orang yang jauh di sana.
Kadang2 kita tidak memperhatikan atau tidak mengerti kedekatan ini, sehingga ditipu iblis, jatuh dalam dosa dan rohaninya rusak.
Ada bapak memberikan beras dan uang belanja anak-anak dan istrinya kepada teman2nya yang datang, sehingga anak istrinya kekurangan tetapi teman2nya memuji dia sebagai orang baik. Bapak ini salah sebab tidak tahu peraturan gradasi orang dekat.Bapak yang bijak harus tahu berapa takaran gradasi orang dekatyang patut, untuk anak, istri, dan teman, apalagi teman yang kurang dikenal.
Ada suami yang memberi banyak kasih, perhatian dan pengorbanan untuk teman2 wanitanya sampai untuk istrinya sendiri habis, hampir2 tidak bersisa, sisa marah, jengkel, kecewa dan tidak suka. Suami ini salah, ia berdosa bahkan berzina! Mat 5:28.
 
III. KEBENARAN FIRMAN TUHAN TENTANG GRADASI ORANG DEKAT.
1. Orang isi rumah. Kis 16:31, Mat 5:15. Ini termasuk orang-orang yang sangat dekat. Orang beriman harus menjadi terang dan terangnya ini terutama dinikmati orang seisi rumah, lebih dari tetangga, apalagi untuk orang di luar kota. Tentu juga ada terang untuk orang lain, kemana saja kita pergi, tetapi yang betul terangnya lebih banyak  dinikmati orang-orang seisi rumah!
Selain memberi terang lebih banyak untuk orang-orang isi rumah, juga terangnya asli, tidak bisa pura2. Kalau seorang bersinar dengan kebaikan, kesabaran, lemah lembut dsb, maka di luar rumah, apalagi bagi yang jauh, ia bisa ber-pura2, tetapi di rumah, yang diberikan itu yang asli, tidak bisa di-buat2 atau pura2, ketahuan! Kalau seorang di rumah dikatakan baik, itu asli. Kalau baik di luar rumah, belum tentu asli, mungkin bisa campuran atau pura2. Sebab itu bersinarlah untuk orang seisi rumah, dengan sinar Kristus yang asli, pasti jadi berkat. Tentu kalau kita betul-betul bersinar dengan tabiat Kristus, dalam kesucian yang tulus dan penuh kasih, di luar tentu juga terasa. Kadang2 di luar manis dan sabar, tetapi di dalam rumah galak dan ganas, sebab yang diluar itu di-buat2.
Bersinarlah dengan betul bagi orang-orang seisi rumah, yang memang patut dicintai, cintailah sungguh-sungguh, juga untuk yang di luar dalam gradasi yang betul.
1.a. Satu tubuh Ef 5:23 suami istri itu bukannya sangat dekat tetapi menjadi satu tubuh sebagai kepala dan tubuh Mat 19:5-6. Sebab itu seharusnya suami cinta istri dan istri cinta suami sampai dalam hati dan angan2 dan MAK (diMana saja, dalam hal Apa saja dan Kapan saja). Juga cinta suami itu monopoli istri, cinta istri monopoli suami, tidak boleh ada orang ke-3 Ibr 13:4. Kalau kasih sebagai suami diberikan perempuan lain, itu adalah dosa zina dan sebaliknya juga tentang istri. Kalau suami tidak bisa cinta istri tetapi cinta perempuan lain itu dosa zina Mat 5:28, itu tidak boleh ada, harus dibuang dan bersih di hadapan Tuhan, sebab orang berzina tidak boleh masuk Surga Gal 5:19-21. Harus mau pikul salib, menyangkal diri maka kita bisa tetap tinggal dalam kesucian di hadapan Tuhan 1Pet 4:1 sehingga 1+1=1 Mat 19:4-5. Ini harus dimengerti baik-baik dan ditaati dengan sukacita; kalau mau pasti bisa sebab Roh Kudus selalu standby menolong (lebih-lebih yang setia beribadah, memegang masa teduh, 7 KPR) dan ini menjadi kesukaan yang besar bagi suami-istri. Bukan hanya suami atau istri yang cemburu, juga Tuhan, sebab itu adalah tipu daya iblis yang menariknya masuk kepada kedalaman Neraka. Justru kalau suami istri = 1 maka kerohaniannya, kekuatan, pengurapannya, penyertaan Tuhan akan sangat nyata sehingga kekuatannya bukannya lagi dua orang tetapi bisa seperti 5 sampai 10 orang atau lebih. Orang seperti ini hidupnya dan keluarganya akan menjadi sangat indah dan bahagia.
2. Isi panci Mat 5:13. Kita harus menggarami panci (mangkok) kita. Kalau garam itu asin maka isi pancinya tahu dan paham. Isi panci lain belum tentu tahu dan mengerti. Kalau garamnya tidak asin, orang-orang isi pancinya bisa mengerti dan tidak heran kalau orang ini di-injak-injak perkara2 kekafiran, penuh dosa, sebab isi pancinya tahu bahwa garam ini tidak asin. (Tidak mau menyangkal diri, tidak cinta dan tidak taat akan Firman Tuhan).
Orang-orang yang berhubungan dengan kita (hampir) setiap hari, (sering) bisa merasakan apakah kita asin atau tidak. Sebab itu bertobatlah sungguh-sungguh bahkan tumbuh dalam kesucian, hidup dipimpin Roh, maka orang-orang sekitar kita bisa dilawat Tuhan Mat 5:16, sebab merasakan asin kita (kasih, kebaikan, kejujuran, penyangkalan diri, ketulusan dst).
3. Tubuh Kristus.
3.a. Luk 15:4. Domba dan gembala. Domba taat dan menurut gembalanya Yoh 10:3-5.
Domba-domba tidak jalan-jalan keliling cari gembala-gembala lain, tetapi tetap ikut gembalanya sendiri, kecuali domba yang nakal yang harus dipukul oleh tongkat gembala. Domba-domba yang taat akan puas dan senang dengan gembalanya, tidak memikirkan coba-coba cari dan pergi keliling kepada gembala-gembala lain, yang membuat gembalanya kuatir dan susah sebab ia harus mencari dan mengejarnya supaya jangan dicuri oleh orang-orang lain yang mengingininya Gal 4:17, domba-domba yang normal itu tidak mau jalan-jalan dan coba-coba menuruti gembala yang lain, kecuali gembalanya gembala upahan, terpaksa domba-domba ini lapor Gembala Agung. Sebaliknya gembala-gembala atau pemimpin-pemimpin betul-betul memberi makan domba-domba Tuhan (Yoh 21:15-17) dan mempertanggungjawabkan jiwanya di hadapan Tuhan Ibr 13:17.
Gembala-gembala kenal dombanya dan domba-domba mengenal gembalanya Yoh 10:14. Kalau hilang, dengan kasih mencari domba yang hilang Luk 15:4. Gembala-gembala tidak mencari bulu, daging dan susunya, tetapi mati-matian merebut domba-domba itu dari serigala, beruang dan singa seperti Daud, yang menjadi contoh dari gembala yang baik. Merebut dari ajaran2 sesat, dari dosa dan dunia dan dari semua kaki tangan iblis dengan sungguh-sungguh dan habis-habisan.
Gembala-gembala upahan tidak peduli domba-dombanya diterkam srigala atau singa beruang, lebih baik menyelamatkan diri dan Tuhan tidak berkenan pada gembala-gembala seperti ini, yang hanya mencari untungnya dari domba-domba itu!
Seringkali domba-domba itu kena tipu daya iblis lewat orang-orang beriman lain, lewat dunia dan dosa, seringkali merasa bahwa ia sendiri yang tidak suka lagi pada gembalanya, tetapi sebetulnya itu karena kena tipu daya iblis. Gembala-gembala dengan tekun mendoakan dan merebutnya dari mulut srigala.
Inilah kedekatan antara domba dan gembala dan kedua pihak memelihara hubungan baik karena Kristus dengan kasih dan kesucianNya.
3.b. Orang-orang dalam satu Gereja bersekutu seperti tubuh Kristus 1Kor 12:12-27. Orang-orang dalam satu Gereja lebih dari orang luar. Seperti tangan dengan kaki, dengan mata, telinga dll satu tubuh Kristus. Sebab itu kedekatan dalam satu Gereja harus dipelihara baik-baik sesuai Firman Tuhan dan pimpinan Roh seperti yang ditulis dalam 1Kor 12:12-27 dll. Hubungan ini dekat sekali (satu tubuh Kristus) dan harus dipelihara baik-baik, dalam satu Gereja dan Gereja2 dalam satu denominasi dst sampai akhirnya dalam tubuh global yang akan datang. Kedekatan satu sama lain mulai dari keluarga, kelompok sel, Gereja dst, saling memperhatikan dan tolong menolong karena Kristus, dalam Roh. Tubuh Kristus jadi satu karena sama-sama penuh dengan Roh yang sama dalam satu Gereja, sebagai satu tubuh Kristus, seperti anggota2 satu tubuh Kristus. Sebab itu kita harus memelihara
kedekatan dengan sesama anggota tubuh Kristus, jangan bertentangan, jangan diadu iblis dan semua sama-sama tunduk pada pemimpin. Jangan dengan saudara saling bertentangan. Juga dengan pemimpin-pemimpin. Ini orang-orang yang dekat yang seharusnya dicintai (= ada pengampunan), jangan justru dimusuhi, apalagi bicara jelek satu sama lain. Musuh harus diampuni dan diberkati Mat 5:44-45, apalagi orang dekat yang memang harus dikasihi dalam kesucian. Jangan membalas musuh yang jahat Rom 12:19, tetapi tentu juga harus cerdik supaya jangan dimakan karena kebodohan, apalagi dengan orang dekat, ini bukan musuh tetapi saudara seiman dalam satu penggembalaan, sudah seharusnya saling mengampuni dan tolong menolong dengan pelayanan dalam Roh dan saling memberkati. Misalnya membantu transport (memberi tumpangan) ke Gereja, mendoakan, menolong dalam hal-hal sekuler (tetapi tetap dengan cerdik Mat 10:16) dsb.Meskipun tidak sedekat suami istri, tetapi kita juga menjadi satu dalam tubuh Kristus, kita wajib menolong orang yang lemah seperti tangan, kaki, badan, semua saling tolong menolong, jangan bertentangan. Kalau anggota tubuh saling bertentangan satu sama lain, tubuh itu akan rusak dan mati.
Ini yang diminta Tuhan dalam kedekatan dalam satu Gereja, supaya kita menjadi satu tubuh Kristus.
Jadi ada tiga macam kedekatan yaitu dalam isi rumah, isipanci (lingkungan) kita dan dalam tubuh Kristus dimana kita ditempatkan oleh Tuhan (1Kor 12:18).
Dan dengan orang yang lebih dekat sesuai dengan Firman Tuhan, itu ada ikatan, kewajiban dan kasih yang lebih besar dan kita harus taat akan Firman Tuhan.
Misalnya orangtua yang tidak cinta anaknya itu lebih besar dosanya daripada tidak mencintai tetangganya, apalagi dengan orang dari jauh yang tidak dikenal. Kalau suami tidak cinta istrinya atau istri tidak cinta suaminya (lalu benci) itu lebih besar dosanya daripada tidak cinta (dengan cinta Kristus) padatemannya di kantor dan orang yang ada di sebelahnya dalam bus. Bahkan suami yang cinta perempuan lain itu menjadi dosa perzinaan.
Sebaliknya kalau urut-urutan ini dibalik itu juga jadi salah.
Orang yang cinta anak tetangga tetapi tidak cinta anaknya sendiri itu salah. Mencintai anak tetangga itu baik tetapi anaknya sendiri harus dicintai lebih lagi (termasuk tanggungjawab yang lebih besar), sebab di dalamnya ada ikatan, kewajiban yang sudah sepatutnya dikasihi.
Sebaliknya kalau anak-anak tidak menghormati orangtua atau menghormati orang lain lebih dari orangtua, itu jahat. Sebab orangtua adalah pahlawan yang sudah nyata berjasa tetapi belum diberi tanda jasa atau penghargaan yang cukup. Anak yang tidak menghormati orangtuanya sendiri itu jahat dan kurang ajar, tidak rohani, buta, mata rohaninya tidak bisa melihat yang benar Ams 30:17, matanya dipatuk burung gagak (gambaran burung haram, tetapi jadi berkat bagi Elia, disini mematuk matanya) dan kalau belum buta, maka datang burung rajawali makan bola matanya. Ini orang yang buta dalam hal-hal jasmani (jadi rugi, celaka dan binasa) juga secara rohani, sekalipun termasuk orang besar di Gereja, punya kedudukan, tetapi mata rohaninya buta dan dengan sendirinya tindakannya ngawur dan mencelakakan dirinya sendiri dan orang-orang yang dipimpinnya. Sekalipun orangtua salah, anak tetap harus mengamupni dan menghormatinya apalagi kalau yang salah dan kurang ajar justru si anak.
Anak-anak itu seringkali tidak sadar, buta, ia merasa teman-temannya lebih baik dari orangtuanya dan dihargai, dihormati lebih. Ini seperti anak terhilang yang buta, mula-mula teman2nya begitu baik baginya, lebih dari orangtuanya, tetapi waktu uangnya habis, semua menghilang, sama sekali tidak menolong, bahkan makan makanan babi pun si anak murtad ini tidak bisa dan tidak ada yang menggubris. Untung ia bertobat.
Anak-anak yang tidak menghormati orangtuanya itu betul-betul celaka nasibnya seperti orang buta jasmani dan rohani, hilang semua yang baik daripadanya, tinggal celaka saja. Hidupnya akan keluar dari jalan yang benar dan dari rencana Allah yang indah, jadi celaka dipimpin iblis ke neraka.
 
Begitu juga seorang gembala wajib memberi makan domba-dombanya sendiri, lebih daripada domba-domba yang lain, sebab seharusnya setiap domba itu mempunyai gembalanya sendiri. Sebab itu wai bagi domba-domba yang tidak punya gembala Mrk 6:34. Putra manusia Yesus mempunyai lingkaran dalam yang menjadi tanggungjawabnya di hadapan BapaNya, yaitu 12 rasul2 Yoh 17:12. Selain itu Putra manusia Yesus terus melayani berkeliling ber-sama-sama murid2 ini, sesuai pimpinan Roh Kudus, sebab tugasnya bagi domba-domba Israel sampai sesudah kebangkitan, baru meluas diantara orang kafir Mat 10:5,6; 15:24.
Jadi ada urut-urutan dari orang dekat dan konsekwensinya dalam hidup se-hari2.
 
IV. CINTA TUHAN LEBIH DARI SEMUA ORANG DEKAT.
Semua orang dekat, jangan dimanja tetapi dengan cinta yang betul seperti cinta Allah. Bapa cinta Putra, tetawa waktu di salib, Putra manusiapenuh dengan dosa semua manusia yang ditanggungNya, hukuman Bapa tetap jatuh atas PutraNya sendiri. Juga kita harus cinta dan taat akan Tuhan lebih daripada cinta pada orang dekat. Ini juga peraturan dalam gradasi orang dekat.
1. Suami yang takut istri, tidak tegas, mencelakakan istrinya seperti sikap Ayub mula-mula kepada istrinya, tidak tegas atas kesalahan-kesalahan istrinya, akibatnya 10 anaknya menjadi korban. Tetapi sesudah itu Ayub tegas pada istrinya dan istrinya dipulihkan juga seluruh rumah tangga Ayub. Suami yang cinta istri lebih dari Tuhan (= lebih taat pada istri daripadataat akan Firman Tuhan) merusak seluruh rumah tangganya termasuk hidupnya sendiri dan turunannya seperti Abraham menuruti Sarah, Adam menuruti Hawa, Achab menuruti Izebel dll.
Juga istri yang yes man pada suaminya, sama-sama celaka seperti Naomi, istri Achan, istri Gehazi, istri Korah dkk dll, semua ikut binasa.
Jadi suami atau istri yang tahu kebenaran harus tegas melarang istri atau suaminya melaju dalam dosa Yak 4:17, rebut kembali Jd 23, supaya jangan seluruh keluarga dan turunannya, termasuk dirinya sendiri binasa.
2. Orangtua terhadap anak harus tegas, jangan seperti imam Eli yang mencintai anaknya lebih dari Tuhan. Akibatnya seluruh bait Allah dan kerajaan menjadi kacau dan korbannya banyak, 30.000 orang (1Sam 4:10) mati sebab dosa imam Eli. Kalau imam Eli tegas, korbannya akan lebih sedikit atau mungkin tidak timbul dalam zamannya, juga mungkin putra-putranya bertobat, paling tidak, tidak menjadi sumber onar dan kutuk untuk Israel.
Orangtua jangan menuruti anak, lebih-lebih dalam usia tua dan anak-anak sudah dewasa dan jadi besar. Jangan takut tidak dipelihara sehingga mati, Tuhan sanggup memelihara. Berapa banyak orangtua dihalang-halangi bahkan dilarang ibadah dan pelayanan oleh anak-anaknya dan orangtuanya ini (lebih-lebih ibu janda) taat sebab takut tidak “dipelihara” anak dan menantunya. Jangan berikan semua perusahaan dan hartanya pada anak dan menantu yang belum terbukti 20 tahun (atau sekitar itu) dan pegang kuat-kuat Firman Tuhan dan taat sampai mati Pil 1:21.
Orangtua yang bisa pensiun, mengapa tidak hidup penuh untuk Tuhan, pasti jadi berkat bagi semua orang di dekatnya (isi rumah, panci, tubuh Kristus) bahkan dalam tubuh
Kristus yang lebih besar (global) dan pahalanya besar, sebab hidup untuk Tuhan dan dengan tegas menguasai semua orang dekatnya, sehingga semua orang dekat ini juga keberkatan.
3. Juga pada orang-orang isi rumah lainnya, isi panci dan dalam tubuh Kristus, terus dipimpin Roh. Jangan tegas menuruti daging, itu mengacaukan dan merusak semuanya, tetapi tegas menurut Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus. Tahu yang salah jangan diam, itu tanggungjawab kita sampai mati, bukan sampai tua, rebut yang salah Jud 23. Jangan sabar atau diam seperti imam Eli.
Kalau kita tidak mau bertindak dari akar2nya, dari permulaan dosa, maka dosa akan masuk dalam rumah tangga, panci dan Gereja kita sehingga umat Tuhan menjadi jarahan dan rampasan, kacau balau, iblis bebas bekerja dan banyak korban yang binasa seperti dalam Yes 42:22-25.
 
KESIMPULAN.
Allah memberi peraturan tentang gradasi (tingkatan2) kedekatan orang-orang beriman yaitu isi rumah, isi panci dan tubuh Krisus lokal, dan ada ikatan kewajiban satu sama lain atau gradasi kedekatan. Kalau ini dibalik akan menjadi kacau dan jadi dosa. Misalnya orang yang tidak kenal dicintai dan mau berkorban, tetapi orang dekat tidak dicintai (bahkan jengkel atau benci), itu bukan kehendak Tuhan. Tidak boleh ada benci, semua dicintai tetapi ada gradasi kedekatan dan kewajiban.
Orang yang jabatannya lebih besar seperti Rasul itu punya beban yang lebih besar dan hubungan yang lebih luas, bahkan dalam Gereja global (yang akan terbentuk) akan ada hubungan global (internasional).
 
Nyanyian:
1. Bersinarlah kau di rumah,
tempat yang engkau diami.
Agar orang sekeliling sambut Tuhanmu
karna memandang sinarmu.
 
2. Garamilah lingkunganmu.
Tempat yang engkau diami.
Agar orang sekeliling sambut Tuhanmu
Karna terasa asinmu.
 
3. Jadilah berkat di dalam tubuh Keristus bersama
Agar orang sekeliling sambut Tuhanmu
Karna men’rima berkatmu.