M3679 – Matius 13:52. Ahli Taurat Mengeluarkan yang Baru dan yang Lama

KEMUDIAN BERKATALAH IA KEPADA MEREKA.
Ini adalah kata-kata Tuhan Yesus untuk ahli Taurat yang mau bertobat dan dididik menjadi murid dan kemudian diutus oleh Tuhan Mat 23:34. Kalau sudah jadi murid yang baik, dididik dari kerajaan Surga, lalu bisa diutus seperti Paulus, indah. Ini juga menjadi pelajaran untuk kita.
KARENA ITU SETIAP AHLI TAURAT YANG (MENJADI MURID) MENERIMA PELAJARAN TENTANG KERAJAAN SURGA.
KJ: is instructed = dididik.
Terj.Lama, Darby, NIV dll = Menjadi murid.
 
AHLI TAURAT.
Adalah orang-orang yang mengerti dan pintar mengajar Taurat dengan betul sehingga Tuhan Yesus berkata, boleh mendengar ajarannya tetapi jangan meniru perbuatannya, sebab mereka hanya pintar mengajar tetapi tidak melakukannya Mat 23:2-3. Karena tidak melakukannya atau melanggar, maka mereka berbuat banyak dosa dengan sengaja, sebab sudah tahu bahkan bisa mengajar. Sebab itu mereka jadi munafik dan ditegur sebab banyak dosa-dosanya yang banyak disembunyikan. Orang yang mengerti Firman Tuhan, tidak langsung bisa melakukannya sebab ia harus mengambil keputusan untuk mau mematikan daging yang iasa tidak setuju untuk taat akan Firman Tuhan. Memang murid Tuhan Yesus harus mau menyangkal diri dan pikul salib, supaya bisa taat menjadi murid-murid Tuhan Yesus. Seringkali kelemahan orang tidak melakukan Firman Tuhan seperti Petrus. Ia cinta Tuhan dan mau taat, tetapi sebab takut dan lemah (ia tidur, tidak berdoa di Getsemani dengan Tuhan), maka ia menyangkal Tuhan. Tetapi Petrus menangis sesudah itu sebab hatinya tidak begitu, ia cinta Tuhan Yesus. Ini karena kelemahan. Tetapi kalau seorang karena kelemahan melanggar Firman Tuhan terus menerus, lama-lama menjadi biasa, lama-lama jadi keras hati, dan kalau sudah mengerti Firman Tuhan dan tetap keras hati melanggar, itu berarti dengan sengaa terus menerus, lama-lama jadi munafik.
Dari luar ahli Taurat ini masih dihargai sebagai pemimpin-pemimpin terhormat, sebab itu ditegur Tuhan sebagai munafik sampai 7x dalam Mat 23. Lebih berbahaya lagi, kalau orang-orang ini tidak bertobat maka mereka akan ditolak dari kerajaan Surga dan masuk Neraka Mat 7:23.
Kita harus hati-hati sebab kadang-kadang dengan tidak terasa atau tidak sadar, kita juga bisa menjadi seperti orang-orang ini. Seperti Herodes Mrk 6:20, suka mendengar tetapi tidak mau taat. Juga raja Salomo, seorang raja yang terhormat dan mengerti banyak kebenaran Firman Tuhan, tetapi pelan-pelan ia menjadi rusak seperti ahli Taurat ini. Mula-mula karenakelemahan daging, lama-lama jadi keras hati dan munafik.
Ada orang berpikir lebih baik tidak mengerti apa-apa sehingga tidak dituntut banyak Luk 12:48. Tentu ini pikiran yang sangat dungu seperti orang yang tidak mau sekolah supaya tidak bisa diberi tanggungjawab banyak, cukup menjadi tukang sapu jalan. Yang salah bukan karena banyak mengerti, tetapi karena tidak mau bertobat!
Kalau sungguh-sungguh mau bertobat, taat akan Firman Tuhan, maka akan bisa akan bisa lebih banyak mengerti, pasti untung lebih banyak, bisa berbuah lebih banyak, dan menjadi makin mulia Mat 13:23. Orang yang mau hidup benar, taat akan Firman Tuhan, makin lama beribadah pasti akan mengerti kebenaran Firman Tuhan makin banyak seperti ahli taurat. Dan kalau mau taat, pasti bisa menjadi murid kerajaan Surga, yaitu murid Tuhan Yesus dan makin lain makin berubah seperti Kristus.
 
MENJADI MURID KERAJAAN SURGA.
Ada Ahli Taurat yang mau menjadi murid kerajaan Surga. Yang lain belum menjadi murid Surga! Lalu mereka menjadi murid siapa? tidak ada pilihan lain, yang tidak menjadi murid kerajaan Surgaadalah murid kerajaan neraka! (Netral? Tidak bisa! Kalau bukan pihak Tuhan, orang itu pasti dikuasai iblis 1Yoh 3:10, Mat 13:38, semua orang dosa, diperbudak iblis).Dan memang betul, Ahli Taurat ini munafik, hanya bisa mengajar tetapi tidak berbuat dan masuk Neraka, betul-betul murid kerajaan Neraka! Atau murid iblis. Suatu keadaan yang celaka!
Betulkah demikian? Ya! Sebab itu Tuhan Yesus menegur mereka dengan “7 Wai” yang dahsyat. Kalau bukan murid Surga tentu murid Neraka!
Mereka ini duduk di kursi Musa dan dengan bangga mengakui dirinya murid-murid Musa tetapi ternyata tidak taat dan masuk Neraka Yoh 9:28. Sebab itu tidak cukup hanya menjadi murid Musa atau murid di satu Gereja, meskipun ini perlu (kita harus setia menjadi murid di Gereja tsb, ini baik sebab ada gembala tertentu yang bertanggungjawab Luk 15:3, Ibr 13:17. Ini yang Alkitabiah. Ini seperti setiap orang Israel itu punya pemimpin-pemimpin tertentu di atasnya, dan kalau di urut ke atas, sampai termasuk salah satu suku bangsa Israel.
Begitu juga setiap sel atau bagian terkecil dalam tubuh ini ada yang memelihara dengan tetap, yaitu ada pembuluh darah dan syaraf yang tertentu dll semua ada bagian2nya dan pemimpin-pemimpinnya.Begitu juga orang beriman harus tetap setia dalam Gerejanya supaya bisa dididik menjadi murid yang melakukan Firman Tuhan). Tidak cukup menjadi murid Musa sebab kita harus taat akan apa yang sudah kita mengerti Pil 3:16, maka baru kita jugamenjadi murid kerajaan Surga dan satu kali kelak diterima dalam kerajaan Surga.
Jadi ahli Taurat yang melakukan Firman Tuhan itu menjadi murid Surga tetapi yang tidak melakukannya menjadi munafik dan murid Neraka!
Murid kerajaan Surga itu:
1. Punya kerajaan Surga, dan harus terus hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan yang dipegangnya Mat 6:33. Setiap orang percaya dan taat, hidup benar sudah punya kerajaan Surga, roh kita sudah duduk dalam kerajaan Surga (dalam roh) Ef 2:6, menjadi anak2 Allah Yoh 1:12; 3:16. Ini yang menjadi prioritas kita, selalu mencari perkara-perkara dari Atas Kol 3:1-2 dan tetap mempertahankan Surga, jangan sampai lepas yaitu dengan tetap hidup benar, hidup suci di hadapan Tuhan dan setia sampai mati. (Kalau toh ada dosa, segera dibereskan Yak 4:7-8, sehingga kembali hidup benar, tetap dalam kerajaan Surga. Orang yang percaya Tuhan Yesus itu seperti masuk dalam Pintu Gerbang dan Kemah Suci itu adalah bayangan kerajaan Surga Ibr 8:5. Jadi orang percaya itu sudah masuk dalam kerajaan Surga). Jadi sesudah percaya kita sudah selamat (punya kerajaan Surga!) dan kita harus memelihara keselamatan kita sampai ke akhir Pil 2:12.
Firman Tuhan mendidik kita untuk tetap menjadi murid kerajaan Surga.
 
MURID.
Mengikut Tuhan Yesus itu berarti menjadi murid-muridNya dan akhirnya kita menjadi sama seperti Guru kita yaitu seperti Tuhan Yesus 1Kor 11:1.
Murid itu harus menyangkal diri, setiap hari pikul salib supaya daging terus dimatikan sehingga kita bisa taat akan Firman Tuhan Luk 9:23, menurut cara hidup Tuhan Yesus yang ada dalam FirmanNya.
Murid harus mau menyangkal diri, hidup di jalan sempit Mat 7:13-14 dan taat melakukan Firman Tuhan setiap hari.
Menjadi murid berarti hidup baru seperti Kristus dan itu suatu hidup yang indah dan penuh sukacita. Memang Salib itu sakit bagi daging, tetapi mereka yang mau taat, mau hidup suci, mau memegang keselamatannya (Surga) pasti bisa dan akanbersukacita, sebab untuk yang mau, salib itu ringan dan senang Mat 11:28-30.
Menjadi murid berarti harus sekolah. Kita sekolah waktu bersekutu dan belajar Firman Tuhan di Gereja dan juga di rumah. Sebagai murid harus rajin dan tekun belajar tentang kerajaan Surga, bahkan kita belajar terus sampai akhirnya menjadi sempurna seperti Kristus.
Caranya? Dengan taat akan Firman Tuhan maka Firman Tuhan menjadi daging menjadi cara hidup kita sehingga dengan demikian kita terus bertumbuh Wah 10:10.
Belajar Firman Tuhan ada dua tahap, yaitu:
1. Mengerti dan
2. melakukan.
 
1. Mengerti Firman Tuhan tidak sama seperti pelajaran sekolah. Sebab pelajaran2 rohani ini tidak bisa dimengerti orang yang tidak percaya, bahkan menjadi kebodohan seperti perumpamaan saja 1Kor 2:14. Juga orang yang sudah percaya tetapi tidak mau bertobat, tidak mau melakukan apa yang sudah dimengerti, maka Roh Kudus tahu, sebab itu matanya dibiarkan buta sehingga melihat tetapi tidak mengerti.
 
Mat 13:15
Karena hati orang ini telah menjadi tumpul dan telinganya keras untuk mendengar dan mereka mengatupkan matanya, supaya kapan pun mereka jangan melihat dengan mata mereka dan mendengar dengan telinga mereka, dan mengerti dengan hati mereka dan bertobat, maka Aku akan menyembuhkan mereka. (KJI)
 
Baru kalau orang itu mau bertobat, mau taat, maka Tuhan akan membukakan telinga dan matanya Ams 20:12.
Jadi orang yang mau bertobat, mau hidup suci, bisa mengerti Mat 13:11, dan percaya akan janji-janji Allah yang sekarang dan yang akan datang dan mendapatkannya. Tetapi yang tinggal di luar (di Halaman, tidak bertobat) hanya mengerti sebagai perumpamaan Mrk 4:11, tidak percaya dan tidak mendapat janji-janji Allah. Jadi mengerti Firman Tuhan itu tidak tergantung dari orang itu, tetapi diberikan Allah sebagai karunia Mat 13:11. Baik orang yang sederhana, tidak terpelajar seperti Petrus Kis 4:13 bisa mengerti bahkan bisa mengajar dengan baik, sampai sekali khotbah 3000 orang Yahudi (yang dahulunya melawan menyalibkan Putra manusia Yesus) bisa menyesal dan bertobat dan dibaptiskan. Juga orang yang terpelajar seperti Paulus bisa mengerti sebab mendapat Wahyu atau karunia dari Tuhan Gal 1:11-12.
Ada seorang hamba Tuhan bekas tukang sepeda, kalau menyampaikan Firman Tuhan banyak orang dipuaskan dan dikenyangkan. Ada seorang insinyur Komputer menjadi hamba Tuhan, juga banyak orang diberkati. Baik tukang sepeda, baik insinyur, karena mereka bertobat sungguh-sungguh, Tuhan memberi karunia mengerti dan bisa mengerti dengan baik, bahkan bisa menyelidiki Firman Tuhan dan mengajarkannya. Tetapi orang yang tidak bertobat, tidak mau taat, sekalipun seorang yang terpelajar, tidak bisa mengerti, bahkan menganggap Firman Tuhan hanya suatu kebodohan. Misalnya salib bagi mereka itu suatu kebodohan, ada kesempatan tidak mau senang-senang, justru mematikan daging, tetapi bagi orang yang percaya, salib itu kuasa Allah 1Kor 1:18.
2. Melakukan. Ini bagian yang pahit. Bagian pertama, yaitu mengerti itu manis, sebab ada banyak janji yang indah2 dan menyenangkan, apalagi ikut pengangkatan dan masuk Surga, belum lagi berkat dan penyertaan Tuhan di dunia, sangat indah. Tetapi waktu mentaatinya, daging merasa sakit, pahit dan kalau seorang menuruti daging, maka ia tidak akan bisa taat. Tetapi kalau mau menyangkal diri (murid harus begini) maka ia bisa taat dan itu senang dan tidak berat. Mat 11:28-30.
Menjadi murid harus tekun belajar dan taat yaitu dengan salib, sehingga Firman menjadi daging, dengan demikian rohaninya tumbuh, makin lama makin seperti Gurunya yaitu Tuhan Yesus.
Di seluruh dunia, diantara segala bangsa, dimana saja orang yang mau taat akan Firman Tuhan, mereka berubah menjadi indah seperti Kristus semua yang mau taat bisa, di seluruh dunia dan tampak orang-orang yang seperti Kristus di mana-mana di seluruh dunia.
 
ADALAH SEPERTI SEORANG TUAN RUMAH YANG MENGELUARKAN DARI HARTA BENDANYA BARANG YANG BARU DAN YANG LAMA.
 
TUAN RUMAH.
Masing2 kita adalah tuan rumah atas diri kita sendiri, sebab kita harus mengambil keputusan untuk nasib kita sendiri, bukan orang lain Luk 12:57.
 
DARI HARTA BENDANYA.
Semua yang ada pada kita adalah milik kita atau dalam tanggungjawab kita, baik keluarga, waktu, uang, kemampuan, perbuatan, hati, pikiran dan apa saja yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, itu adalah tanggungjawab kita 1Kor 4:7.
Kalau kita salah pakai, akibatnya harus kita tanggung sendiri, tetapi orang yang bijak akan memakai semua miliknya sedemikian rupa sehingga memperkenankan Tuhan, baik dengan waktu, kesempatan, kemampuan, hartanya dsb Kol 1:10.
Kalau hidup ini dipakai untuk berbuat dosa, maka akibatnya adalah celaka dan kematian kekal Rom 6:23. Kalau kita hidup dan memakai semua yang ada pada kita untuk memperkenankan Tuhan (yaitu mentaati Firman Tuhan), maka kita akan beruntung di dunia ini sampai kekal dalam Surga.
Tuan rumah yang sudah bertobat, hidup baru dan menjadi murid kerajaan Surga itu melakukan hal sbb:
 
MENGELUARKAN BARANG YANG BARU DAN YANG LAMA.
Apakah ini? Keluar dari perbendaharaan hatinya yaitu:
A. Ini adalah kebenaran Firman Tuhan dari Wasiat Lama dan Wasiat Baru, yang sudah dimilikinya, sudah dimengerti dan dilakukan sehingga menjadi daging. Memang jumlahnya idak sama dalam setiap orang, ada yang punya sedikit ada yang banyak.
Wasiat Lama dan Wasiat Baru berbeda, etapi kalau selubung Wasiat Lama dibuka (2Kor 4:13,14) maka isinya sama dengan Wasiat Baru. Kita memerlukan semuanya, dan ini saling melengkapi.
Firman Tuhan itu kuncinya untuk segala problem dan kebutuhan hidup kita. Kita harus mengerti seluruh kebenaran Firman Tuhan Kis 20:20,27 untuk diri kita sendiri dan juga untuk orang lain, bisa menjadi berkat bagi semua yang mau menerimanya. Sebab Firman Tuhan ini kunci hidup bagi semua orang beriman. Kita bisa menolong orang lain (jadi berkat) dengan doa dan kebenaran2 Firman Tuhan yang kita miliki.
Orang yang mengerti Firman Tuhan dan melakukannya dengan pertolongan Roh Kudus akan mengalami apa-apa yang dijanjikan dalam Firman Tuhan itu. Baik dalam hidup nikah, keluarga, pekerjaan, kesehatan, sekolah, pergaulan, pelayanan dan apa saja, sebab Firman Tuhan bisa menolong seluruh segi hidup kita, menjadi jawaban dari setiap problem kita.
Jadi barang yang lama dan baru yang menjadi harta benda ahli Taurat adalah pengertian tentang kebenaran Firman Tuhan dalam Wasiat Lama dan Wasiat Baru yang dimiliki oleh murid-murid kerajaan Surga, baik bagi faedahnya sendiri juga bisa menjadi berkat dan faedah bagi orang lain yang mau dilayaninya.
 
B. Arti lain dari harta benda ini yang terdiri dari barang yang lama dan yang baru, adalah istimewa yang bisa dibawa sampai kekal yaitu segala perbuatan kita, baikperbuatan hidup lama dan perbuatan hidup baru, semua ini akan mengikuti kita sampai kekal. Semua perbuatan orang-orang beriman, ini dicatat dan diperhitungkan untuk kekal dalam Pengadilan Kristus Rom 2:16 (orang dosa diadili dalam Tahta Putih yang Besar Wah 20:11). Efek atau pengaruh perbuatan kita itu sampai kekal Wah 22:12. Sebab itu jangan kita berbuat atau hidup sembarangan. Tetapi orang-orang beriman itusangat untung, sebab perbuatan yang jelek, dosa, jahat, bisa dihapus (selagi kita masih hidup dan mau bertobat)sekalipun seringkali tetap ada akibatnya (Maz 99:8). Kalau semua yang jahat sudah hilang, tinggal yang baik, yang mengikut kita untukse-lama-lamanya Wah 14:13.
Sekalipun perbuatan yang berkenan pada Tuhan itu tidak diketahui orang, Tuhan tetap tahu dan itu tetap dihitung oleh Tuhan dan tetap ada pahalanya. Tetapi kalau ada perbuatan kita yang baik, lalu kita umumkan atau diberitahukan kepada orang-orang lain supaya kita dipuji dan dihargai, maka perbuatan itu tidak ada upahnya, nol, hilang Mat 6:1-2. Hal ini harus kita ingat baik2.
Kalau orang tahu meskipun kita tidak mengumumkan, dan kita dipuji, tetapi kalau kita bisa menolak segala kepujian itu dengan keyakinan yang betul, maka perbuatan yang baik itu tetap ada pahalanya dan mengikut kita sampai kekal. Keyakinan apa yang bisa menolak pujian itu? Yaitu kita yakin, semua yang baik yang kita perbuat, itu adalah dari Tuhan, dengan pertolongan Tuhan, sebab tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa yang baik istimewa dalam hal-hal rohani. Misalnya kita bisa hidup suci, taat, setia dsb, bisa melayani, bisa mendoakan dengan karunia2 Roh, dll, itu semua karena Tuhan Zak 4:6. Betul ada andil kita, tetapi hanya kecil, kemampuan kita (itu juga dari Tuhan) hanya seperti palu, gergaji dll, kalau Tuhan tidak menggerakkan, tidak ada hasilnya Yes 10:15. Semua yang ada pada kita itu dari Tuhan. 1Kor 4:7.Orang yang tidak bisa mengerti dan tidak bisa yakin tentang hal ini akan mudah menjadi sombong seperti Nebukadnezar, Absalom dll. Orang sombong suka dipuji, kalau dipuji, akan makin membuatnya sombong.
Dan hilang pahalanya serta direndahkan. Sebab itu Tuhan berkata, kalau tangan kanan memberi, tangan kiri jangan tahu. Mat 6:3.
Lalu apa artinya mengeluarkan barang yang lama dan baru? Ahli Taurat yang menjadi murid kerajaan Surga, yang harus suka memeriksa diri, seperti Daud.
 
Maz 139:23-24
23 Selidiklah akan daku, ya Allah, ketahuilah akan hatiku; ujilah akan daku dan ketahuilah akan segala kepikiranku,
24 dan lihatlah kiranya kalau padaku suatu jalan celaka; dan pimpin apalah akan daku pada jalan ke akhirat. (TL)
Caranya? Yaitu denganmengeluarkan semua barang-barang yang lama dan yang baru. Kita harus memeriksa setiap perbuatan kita, apakah itu termasuk hidup lama atau hidup baru. Dengan pertolongan Roh Kudus dan Firman Tuhan, kita akan lebih mudah mengenali dan menanganinya. Pada waktu kita berdoa, lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran, seringkali Roh Kudus mengingatkan, semua yang sudah dan yang akan kita lakukan. Tetapi maksudnya kalau ada dosa harus dibereskan. Begitu juga kalau kita belajar Firman Tuhan dalam masa teduh atau di Gereja atau dalam kesempatan yang lain, seringkali Roh Kudus mengingatkan kita segala sesuatu yang sudah kita perbuat, supaya bisa dicocokkan dengan Firman Tuhan.
 
BARANG LAMA.
Baik kata-kata, keputusan, tindakan, rencana, hoby,perbuatan dan apa saja yang kita buat, kalau itu termasuk hidup lama, kedagingan, bahkan perbuatan2 dosa, harus kita bereskan.
Jangan menunda untuk bertobat dan membereskan akibat2 dosa itu, sebab lain kali belum tentu ada kesempatan dan hati bisa jadi keras. Ibr 3:15. Kalau sudah dibereskan dan kita minta ampun, perbuatan2 dosa itu lenyap dari buku Hayat, tidak diperhitungkan lagi dalam pengadilan Kristus. Untung besar. Kalau sampai mati tidak dibereskan, maka perbuatan dosa itu jadi permanent, jadi celaka, bahkan dosa2 yang belum dibereskan bisa menarik orangnya yang berbuat itu sampai masuk Neraka! (Dan satu kali masuk Neraka, tidak bisa keluar lagi).
Keinginan dan rencana dosa juga harus segera dibumi hanguskan, dibuang! Tabiat yang lama harus ditinggalkan Kol 3:9-10. Tabiat lama yang masih ada harus dimatikan, dikubur, jangan dipakai lagi! Di dalam menghadapi problem atau persoalan, kita bisa melihat tabiat yang mana yang muncul, seperti jengkel, marah, benci, iri, pikiran zina, tamak, tersinggung dll, itu adalah tabiat lama yang harus dibuang, tidak boleh dituruti. Juga hoby, mode, kebiasaan, lebih-lebih yang berupa ikatan2 dosa, semua yang dari tabiat lama harus dimatikan dan dikuburkan supaya tidak hidup kembali!
Orang yang banyak berdoa dan memegang masa teduhnya, akan lebih mudah mendisplaykan barang-barang lama ini di hadapan Tuhan, (apalagi kalau ia suka berdoa dalam Roh) Roh Kudus akan menolong mengingatkannya semua hal-hal dosa dan yang lama, sehingga orang yang mau hidup berkenan pada Tuhan akan lebih mudah mematikan semuanya.
Jangan sampai ada barang lama yang tertinggal, basmi semua!
 
BARANG BARU.
Kalau kita lupa, Tuhan tetap mempunyai catatannya dan tetapada pahalanya. Semua ketaatan sehingga menghasilkan perbuatan2 yang memperkenankan Tuhan itu indah dan juga mendongkrak tingkatan rohani kita. Misalnya kalau kita tambah rendah hati, tambah mahir pikul salib, makin cinta Firman Tuhan dan doa dsb, semua ini menumbuhkan tingkatan rohani kita sehingga kita makin mulia dalam kekekalan.
Kita perlu mengenal perbedaan hidup kita yang lama dan yang baru, supaya kita jangan terperosok kembali pada yang lama. Dan yang baru harus terus ditumbuhkan, misalnya sifat2 baru, pengurapan, kasih, iman,  pengharapan dll, itu harus terus ditingkatkan. Kalau seorang anak duduk 2 tahun di kelas 3, itu hidup sia-sia, buang waktu, biaya, umur dsb. Begitu juga dengan hidup rohani, jangan hidup sia-sia, jangan macet, terus tinggal di tingkat itu saja, tidak bertumbuh! Teruslah Meningkat Sampai Puncak. Setiap problem,  tugas, beban pelayanan dan semua segi hidup menjadi kesempatan untuk berbuat yang lebih baik lagi, sehingga terus meningkat, lebih-lebih kalau kita penuh dan dipimpin Roh serta tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan.
Sebab itu semua milik kita yang lama dan baru harus dikeluarkan semua, terus dikaji, diperiksa, dinilai, jangan disimpan atau dibiarkan begitu saja,tetapi diperiksa dalam hadirat Tuhan, maka kita bisa membuang setiap yang lama dan menambah dengan yang baru sehingga hidup ini bisa Terus Meningkat Sampai Puncak (TMSP).
 
KESIMPULAN.
Perhatikan:
1. Mengerti Firman Tuhan lebih banyak lebih untung dan harus dilakukan. Jangan lupa 7 KPR (Kebutuhan Pokok Rohani) itu membuat kita lebih mudah mengerti dan taat akan Firman Tuhan.
2. Jadilah murid kerajaan Surga, bukan muridNeraka. Surga harus menjadi prioritas utama dan dicari lebih dari perkara-perkara dunia yang fana.
3. Jangan kita disibukkan oleh perkara-perkara yang fana (juga kesibukan rohani) sehingga lupa akan segala perbuatan kita, tidak dinilai dan tidak diperhatikan. Kalau banyak berdoa dan belajar Firman Tuhan, punya masa teduh, maka semua barang lama yang masih ada akan terus diingatkan Roh Kudus dan yang baru yang baik perlu terus ditingkatkan.
4. Yang lama lenyap, yang baru terbit dan terus ber-tambah2 dan TMSP 2Kor 5:17.
 
Nyanyian:
Aku berubah, sungguh ku berubah.
Waktu ku s’rahkan hatiku.