M3650 – 1 Yohanes 2:1 ; Lukas 10:27 Hubungan Dalam Doa (Syafaat)

MENDOAKAN SEMUA ORANG DEKAT.

I. DEFINISI.
1. Kita adalah rumah doa.
Mat 21:13
Lalu Ia berkata kepada mereka: Telah tertulis: RumahKu akan disebut rumah doa, tetapi kamu telah menjadikannya gua penyamun. (KJI)
Kalau rumah roti ada kelimpahan roti tetapi kalau rumah doa ada kelimpahan doa, tetapi banyak doa untuk apa? Untuk meniru Kristus.
2. Mengasihi semua orang dekat.
Luk 10:27c
..dan tetanggamu seperti dirimu sendiri. (KJI)
Tetangga = orang dekat.
Orang dekat, berarti orang di dekat kita; ke mana saja kita pergi ke seluruh dunia, selalu orang di dekat kita, itulah orang-orang dekat kita, apalagi selain dekat, ada hubungan dengan kita. Kalau ia tetap tinggal di desa yang kecil dan terpencil, maka orang dekatnya juga hanya sedikit, yaitu di sekitarnya.
Allah mengasihi semua orang di seluruh dunia, segala generasi, tetapi kita wajib mengasihi bukan seluruh dunia, tetapi orang-orang yang ada di dekat kita masing-masing, istimewa memang orang-orang yang seharusnya menjadi orang-orang seiman.
3. Berdoa syafaat.
Dan jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang Juru syafaat pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, Yang Benar itu. (KJI)
Tuhan Yesus karena kasih mendoakan (syafaat) umat Tuhan di mana2, supaya mereka tidak sampai binasa tetapi mendapat kesempatan untuk menang Kel 17:11. Musa berdoa syafaat supaya Israel yang lemah bisa menang melawan musuhnya. Juga kita karena kasih Kristus harus mendoakan orang-orang di dalam kita, supaya selamat dan tertolong.
Kesimpulan: Setiap umat Tuhan itu seharusnya menjadi rumah doa limpah doa untuk mendoakan setiap orang di dekatnya karena kasih akan mereka sehingga mereka diselamatkan, tertolong, diberkati dan tumbuh.
Bagaimana kita menerapkan hal ini dalam hidup kita, yaitu mendoakan semua orang dekat?
III. APA YANG MEMBUAT KITA MAU MENDOAKAN ORANG-ORANG DEKAT KITA?
1. Karena kasih Kristus. Memang ini diperintahkan Firman Tuhan dalam Luk 10:27, sebab Allah itu kasih 1Yoh 4:8 dan anak-anak Allah seharusnya juga ada kasih.
2. Hubungan yang suci, bersih dengan orang tersebut. Kalau ada yang tidak beres, harus dibereskan dahulu Mat 5:23-26. Kalau hubungan suci, bersih, baik, maka kita mudah dengan spontan mendoakan orang-orang itu, lebih2 kalau ia di dalam problem dan membutuhkan pertolongan Tuhan.
3. Kita ini rumah doa, sehingga limpah dengan doa Mat 21:13. Setiap orang Kristen yang sakit rohaninya seharusnya bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran Yoh 4:23-24 dengan limpah 1Tes 5:17.
4. Tuhan Yesus adalah Pendoa syafaat terus menerus. 1Yoh 2:1, sebab itu kita juga meniru dia.
IV. APA YANG KITA DOAKAN?
Prinsipnya kita mendoakan orang dekat kita sehingga ia makin keberkatan jasmani dan rohani.
Sekalipun orang yang menjahati kita kalau kita tidak bereaksi dosa, tidak ada benci, dendam atau iri pasti kita bisa menjadi berkat.
Berkatilah mereka yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk. (KJI)
Bahkan kita bisa ikut menanggung bebannya, susah atau senang Rom 12:15. Tetapi hal ini terhalang kalau ada dosa, misalnya benci atau hidup yang tidak mau taat akan Firman tuhan. Jadi doa kit itu untuk memberkati orang-orang yang kita doakan.
Ada dua orang yang didoakan yaitu 001 (manusia lama) dan orang beriman (manusia baru), orang dosa didoakan bisa untuk segala keperluannya tetapi semua itu untuk mengarah pada keselamatannya!
Mendoakan manusia baru untuk pertumbuhannya sehingga ber-buah2 dan akhirnya menjadi sempurna = Kristus. Tetapi kalau manusia baru itu hidup dalam dosa, apalagi keras hati, maka sikap kita adalah seperti Kristus, yaitu untuk menyelamatkannya, kalau perlu ditegur Yes 56:10, bukan seperti imam Elia 1Sam 3:13, merebutnya dari dalam api Jd 23, tetapi bukan dengan benci atau iri tetapi dengan kasih Kristus, itu tulus. Benci atau cinta yang salah pada orang beriman yang berdosa itu bukan kehendak Tuhan. Doakan untuk pertobatannya dan kdang2 Tuhan memimpin kita dalam hubungan dengan orang dekat itu untuk hal-hal yang keras, menyentaknya tetapi jangan dengan dosa!
Kadang-kadang bagian yang keras ini tidak disampaikan, sebab rasanya seolah-olah bukan cinta, tetapi ini sama pentingnya, jangan tertinggal. Misalnya sikap Tuhan Yesus pada Petrus, Yohanes, Yakobus, orang Parisi, Yohanes pembaptis terhadap Herodes, Natan terhadap Daud, Zakaria terhadap Yoas dll. Ini sama pentingnya dengan berkat dan kata-kata yang manis, asal ada cinta, bukan benci.
Orang yang ada kasih Kristus bisa mendoakan musuhnya dan memberkatinya.
43. Kamu sudah mendengar apa yang sudah dikatakan: Engkau harus mengasihi orang di sebelahmu dan bencilah musuhmu.
44. Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutukimu, berbuatlah baik kepada mereka yang membencimu, dan doakan mereka yang memperlakukan kamu dengan salah dan menganiaya kamu. (KJI)
Ampuni dan mintakan berkat, tetapi jangan membalas, sebab itu urusan Tuhan.
Kekasih, janganlah kamu membalas sendiri tetapi berilah tempat pada murka Allah; sebab telah tertulis: Pembalasan adalah bagianKu. Akulah yang akan membalas, kata Tuhan. (KJI)
Kita boleh minta hikmat Tuhan (dan biasanya Roh Kudus sudah memimpin kita untuk bertindak cerdik dan hati-hati pada orang yang jahat, yang tidak bertobat, supaya jangan kita kena makan atau jadi korban orang jahat karena kebodohan kita Mat 10:16). Kalau orang jahat itu tidak bertobat, Tuhan akan mengurus orang itu sendiri dengan adil. Kita cukup mengampuni mengharapkan orang itu mau bertobat dan diselamatkan dan minta pimpinan Tuhan untuk mengambil sikap dan tindakan menghadapinya. Allah itu adalah Bapa yang baik bagi orang yang mau-mau bertobat, seperti terhadap anak terhilang yang sangat jahat dan kurang ajar tetapi akhirnya bertobat, tetapi Allah itu juga Hakim yang adil dan tegas untuk orang-orang yang tidak mau bertobat, yang terus berkeras hati. Kalau waktunya sudah habis, maka hukuman Hakim yang adil itu akan dijatuhkan di atasnya. Pkh 8:11. Jadi kita mintakan berkat untuk orang yang berdosa dan orang beriman, yang hidup benar atau yang berkeras hati dalam dosa, mengharapkannya semuanya untuk bertobat tetapi kita tidak membalas, namun harus tetap dipimpin Roh, supaya jangan kita dimakan orang-orang jahat di dekat kita karena kebodohon dan kelalaian kita.
II. HUBUNGAN DENGAN SESAMA.
Dalam dunia mengenal hubungan lahir batin, kadang-kadang lahir dan batinnya sama (tulus), kadang-kadang berbeda atau bertentangan, lahirnya biasa-biasa, tetapi batinnya sangat benci (pura-pura) Seringkali hal itu (hubungan batin) bisa disembunyikan dalam hati, sehingga orang tidak tahu tetapi lama-lama akan kelihatan juga sebab apa yang ada dalam hati itu akanmengalir keluar lewat kata-kata Mat 12:34 atau dalamperbuatan Yak 1:15.
Dengan ilmu jiwa orang belajar mengenal keadaan batin (jiwanya) sehingga bisa lebih tepat me-ngira-ngira isi batinnya. (ilmu jiwa adalah kumpulan hikmat manusiawi dari zaman-zaman yang lalu, tentang isi jiwa orang lain. Tetapi jangan lupa mereka hanya mengenal tentang orang lain, mereka tidak bis menyelidiki atau mengerti tentang orang baru, itu kebodohan bagi mereka 1Kor 2:14. Batin atau isi hati itu memang itu banyak dikenal orang dan seringkali diabaikan korban manusia, mereka manusia lama memperhitungkan apa yang tampak dan mengecilkan hubungan batin yang tidak tampak.Bahkan ada banyak dosa-dosa bisa disembunyikan (untuk sementara) di dalam batin (hati) dan ini membuat orang menjadi munafik. (Luk 12:1, Mat 23).
Untuk orang beriman, dalam hubungan lahir batin harus tulus. Selain itu harus diperhatikan supaya hubungan batin yang ada, jangan dibiarkan dalam diri kita sendiri tetapi doakan, bawa semua dalam doa kepada Tuhan, seolah-olah dilaporkan, diberitahukan dan didaftarkan di hadapan Tuhan, sehingga hubungan kita dengan orang-orang itu resmi di hadapan Tuhan, sebab sudah terdaftar, sehingga mudah digarap dalam terang Allah, bersama-sama Allah. Meskipun tidak diberitahukan kepada Tuhan, Ia sudah tahu, tetapi orang yang memberitahukan pada Tuhan itu mempunyai maksud yang baik, dibawa dalam terang, supaya segala perhubungan dengan semua orang dekat dikerjakan di dalam terang. Yoh 3:20-21
20. Karena setiap orang yang melakukan kejahatan, membenci terang itu, dan lagi Ia tidak mau datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya itu jangan kelihatan.
21. Tetapi barangsiapa yang mengerjakan kebenaran, datang kepada terang itu, supaya nyata bahwa perbuatan-perbuatannya itu dikerjakannya di dalam Allah. (KJI)
Kalau kita menggarap hubungan ini dengan Allah, pasti hasilnya akan lebih baik secara rohani. Sebab itu untuk setiap hubungan dengan siapa saja, selalu daftarkan di hadapan Allah dengan menyebut namanya di hadapan Tuhan dan keterangan-keterangan penting yang kita ketahui, beritahukan pada Allah dengan segala yang diperbuat dan direncanakan dalam hubungan kita dengan dia. Paling tidak kita bisa memohonkan berkat baginya, istimewa bagi rohaninya. Orang jahat dan musuhpun kita berkati, apalagi orang-orang dekat kita. Mat 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutukimu, berbuatlah baik kepada mereka yang membencimu, dan doakan mereka yang memperlakukan kamu dengan salah dan menganiaya kamu. (KJI)
V. KEUNTUNGAN HUBUNGAN YANG TERDAFTAR.
Dengan mendoakan orang-orang dekat ini, kita seolah-seolah memberitahu atau mendaftarkan mereka kepada Tuhan dengan resmi dan keuntungannya adalah:
1. Hubungan dengan orang yang didoakan diperiksa Tuhan. Biasanya kalau ada hati benci atau tidak suka, sulit mendoakan orang tersebut dengan spontan. Kalau dalam hubungan ini tidak ada ganjelan apa-apa, dan ada kasih sesuai kehendak Allah (Luk 10:27), maka mudah mendoakannya dengan spontan. Justru kalau kita membawa atau melaporkan hubungan ini dalam doa kepada Tuhan, maka Tuhan akan memeriksanya dan tentu Dia ingin kita disucikan. Ini menjadi lebih jelas kalau kita tidak melaporkan hubungan ini kepada Tuhan dalam doa.Roh Kudus akan selalu ikut campur menolong dan menyucikan kita. Misalnya kalau ada benci, (hubungan yang terlarang), hal-hal yang merugikan atau dosa-dosa apapun akan diingatkan Tuhan pada kita supaya kita membereskannya satu per satu sampai habis.
Kalau kita punya maksud baik, mau dibersihkan, maka dengan Tuhan kita bisa membereskannya sampai bersih. Baik salah kita pada orang itu (ini harus dibereskan, minta maaf) atau salah orang itu kepada kita (kita harus mengampuninya sekalipun ia belum mengakui dan minta maaf). Dengan mendoakan orang itu (kalau ada dosa, mula-mula sulit, harus dipaksakan) tetapi kalau kita datang dengan jujur dan mau taat, itu seperti datang kepada terang, sehingga semua nampak dan biasa dibereskan Yoh 3:21.2. Jadi berkat dalam doa. Kalau kita mendengar apa-apa yang tidak baik dari saudara-saudarakita, baik dalam hal jasmanikita (berita penyakit, rugi, kecelakaan, kejatuhan dan macam-macam kesulitan) atau dalam hal rohani, maka kita sudah jadi berkat bagi orang itu dihadapan Tuhan, dalam dunia roh dan kita, juga diberkati Tuhan.
Jadi jangan hanya pasif, yaitu mendengar dan tahu, tetapi kita bisa aktif mendoakannya, memohonkan berkat danpertolongan Tuhan. Kalau kita tidak tahu apa-apa tentang dia, ya kita hanya menyebut namanya dan mohonkan berkat Tuhan atasnya. Kecuali Roh Kudus memberi beban pada kita tentang orang itu, rasanya ada sesuatu, maka kita mendoakannya, lebih-lebih dengan bahasa Roh, maka Roh Kudus yang tahu keadaannya dengan tepat, akan menaikkan doa yang sesuai dengan kebutuhan orang itu Rom 8:26,27.
Doakanlah setiap kali kita ingat atau mendengar apa-apa tentang dia, maka itu menjadi rejeki kita dari Tuhan dan kita juga mendapat upah dari Tuhan seperti Abraham Kej 12:2, Kis 20:35.
Dengan demikian semua orang yang kita dengar halnya atau yang kita ingat atau yang diingatkan Tuhan, itu adalah rezeki kita untuk didoa syafaatkan kepada Tuhan. Ini seperti pekerjaan Kristus di sebelah kanan Allah yang terus berdoa syafaat bagi semua umat Tuhan 1Yoh 2:1 (kita hanya mampu untuk orang-orang dekat kita, orang-orang dalam “panci” kita). Kalau Tuhan Yesus mendoakan semua orang beriman diseluruh dunia dan dari segala generasi, kita hanya mampu mendoakan semua orang (beriman) yang ada disekitar kita dalam hari-hari ini saja, selagi kita hidup. Tetapi dengan ini, itu sudah bisa mendatangkan faedah dan berkat yang nyata bagi orang-orang yang kita doakan tergantung kasusnya. Meskipun doa kita  pendek tetapi kalau dengan tulus dan sungguh-sungguh, apalagi  dengan doa dalam Roh dan kebenaran, pasti ada faedah dan berkatnya.
Dengan melakukan ini setiap hari kita mendapat rezeki dan punya pelayanan seperti Kristus, yaitu terus berdoa syafaat bagi semua orang-orang atau saudara-saudara yang kita dengar dan ingat (atau diingatkan Roh Kudus), biasakan melakukan hal ini, jangan lupa. Segera kita mendengar, segera kita berdoa syafaat, maka semua orang di sekitar kita menjadi rezeki kita dan orang itu juga tertolong oleh doa syafaat kita, tetapi tidak perlu kita beritahukan untuk doakan, sebab mereka tidak minta doa, kita lakukan karena kasih Allah Luk 10:27, seperti Tuhan Yesus 1Yoh 2:1.
Waktu Abraham mendengar tentang malapetaka yang akan menimpa Lot (sebab Tuhan menceritakannya lebih dahulu) langsung Abraham berdoa, mohon kelepasan bagi Lot. Juga kita harus memakai setiap kesempatan atau rezeki yang datang pada kita, jangan malas, lakukan dengan tulus dan cinta.
3. Mendengarkan perintah Tuhan untuk orang itu.
Kalau kita menyebut nama satu saudara atau menunjukkan orang itu dalam hati kepada Tuhan, kalau ada pesan-pesan tertentu, seringkali kita bisa mendengar lebih jelas. Mungkin orang itu dalam kejatuhan, kelemahan, atau sedang menjahati atu sedang punya rencana jahat, maka kita bisa mendoakannya sesuai dengan Firman Tuhan. Misalnya kalau suami istri berkelahi, kita mohonkan pertolongan Tuhan untuk penyuciannya supaya kasihnya tumbuh kembali; atau problem-problem lain, kita doakan sesuai dengan kehendak Allah yang kita ketahui dari Firman Tuhan. Mungkin juga kita disuruh mengampuni atau mendoakan untuk kesembuhannya atau berdoa syafaat lainnya.
Juga kalau sikap kita sendiri tidak betul terhadap orang itu, waktu kita menyebut namanya, maka kesalahan-kesalahan kita akan tampak lebih jelas dan lebih kuat Roh Kudus mendorong kit untuk pemberesannya.
Dengan demikian kalau hubungan kita dengan orang-orang itu didaftarkan pada Tuhan dalam doa dengan menyebut namanya, maka akan ada penyelidikan, pemeriksaan, penyucian dan pemberesan, juga bisa menjadi rezeki kita. Dengan banyak berdoa syafaat untuk setiap orang yang berhubungan kita (keluarga, pelayanan, kasus-kasus dll) maka hubungan kita disucikan dan kita dapat limpah rezeki dan diberkati Tuhan, indah! Belajar hidup seperti Kristus, di kanan Allah Bapa dengan terus mendoakan setiap nama yang datang pada kita dengan tulus dan dengan kasih meskipun hanya sebentar-sebentar (kalau perlu kita bisa mendoakannya lebih lama).
4. Bertanya-tanya Tuhan tentang halnya.
Kadang2 kita tidak mengerti, apa yang harus kita perbuat terhadap orang atau anak atau domba-domba Tuhan ini. Kita sebut namanya dan menanyakannya kepada Tuhan yang tahu dengan tepat apa yang terbaik yang harus kita lakukan dalam hubungannya dengan dia.
Juga kalau ada sesuatu yang akan terjadi pada orang itu atau apa yang akan dibuat kepada kita, maka Tuhan yang sudah tahu lebih dahulu bisa menyatakannya kepada kita seperti tentang Lot pada Abraham, seperti tentang orang-orang Israel yang menyembah berhala kepada Musa, tentang Lazarus yang akan mati kepada Putra manusia Yesus dll. Tetapi kadang-kadang kita sama sekali tidak tahu apa-apa tentang orang tersebut, seperti Elisa tidak tahu apa-apa tentang perempuan Sunami yang datang kepadanya.
Jadi kita akan mendapat berita dari Allah lebih banyak tentang orang-orang itu, waktu kita menyebutkan namanya di hadapan Tuhan. Sebab itu lebih cepat dan lebih banyak nama-nama yang kita bawa naik ke hadapan Tuhan dalam doa syafaat kita, hubungan kita akan terkontrol oleh Tuhan dan kita bisa mendoakan mereka semua, menjadi rezeki kita sehingga kita akan menjadi lebih indah di hadapan Tuhan dan akan lebih berbuah-buah
IV. HUBUNGAN2 KHUSUS.
Lebih banyak orang yang menyakiti hati kita, membuat jengkel atau kita terikat dan terbeban akanlebih banyak orang-orang ini, maka lebih banyak kita menyebutkan mereka di hadapan Tuhan. Jangan hanya sedih menangisinya atau jadi jengkel, tetapi doakan semuanya kepada Tuhan sekaligus check up sikap kita sendiri terhadap mereka semua.
1. ORANGTUA – ANAK-ANAK. Biasanya ada ikatan batin dan kasih yang kuat. Jangan berhenti sampai disini, terus doakan setiap kali, lebih-lebih dalam kasus-kasus yang terjadi seperti kenakalan, problem di sekolah, dalam pergaulan atau keadaan rohaninya dll. Mungkin kita harus menegur karena perbuatannya yang jelek, jangan lupa juga minta pimpinan Tuhan dan mendoakannya sehingga tindakan kita tepat sebab ada doa syafaat baginya.
Baik antara suami istri atau orang tua terhadap anaknya dan anak terhadap orang tua dan saudara-saudaranya, bahkan dengan seisi rumah dan keluarganya. Dalam hubungan keluarga sehari-hari, biasanya ada banyak hal yang terjadi, yang betul dan salah, benar dan dosa, maka dengan mendoakannya dihadapan Tuhan (lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran) kita bisa terus dipimpin Roh dan hadirat Tuhan dan kuasa Tuhan akan nyata. Kita dibersihkan dari semua angan-angan, pikiran, sikap dan perbuatan yang salah dan diganti dengan pimpinan dari Roh Kudus dalam kasih, menjadi jauh lebih indah dan hadirat Tuhan turun dalam diri kita dan keluarga kita.
Mereka yang serumah tetapi belum percaya, juga kita doakan supaya percaya, supaya Tuhan jamah setiap hari (bahkan setiap kali diingatkan Tuhan apa lagi kalau ada suatu kasus dengan dia) doakan di hadapan Allah, maka hubungan kita diperiksa oleh Tuhan (sehingga di hadapan Tuhan, kita tidak bersalah kepadanya) dan tindakan (kata-kata, sikap, perbuatan kita benar terhadap mereka) dan Tuhan ikut meneguhkannya, sebab kita taat melakukan perintah Tuhan terhadap orang itu. Begitu pula untuk pertumbuhan rohaninya, untuk pelayanannya, pergaulannya kita terus membawanya kepada Tuhan dalam setiap peristiwa yang terjadi. Mungkin hanya dengan kata: “tolong Tuhan”, lalu berbahasa lidah dan Roh Kudus yang akan menyempurnakan doa kita kepada Tuhan Rom 8:26-27. Juga setiap kali ada pikiran yang jelek atau jahat datang (dari daging atau oleh panah berapi si setan Ef 6:16 dengan Tuhan kita bisa mudah menang dan membuangnya dan tetap berpikir suci sehingga Tuhan selalu beserta.
2. UNTUK MENANGKAN JIWA
Ini adalah tugas kita, mengasihi orang-orang di sekitar kita Luk 10:27 sampai mereka diterangi, diasinkan dan dimenangkan bagi Tuhan, diselamatkan. Ini mulai dikerjakan  dengan doa. Terus doakan setiap kali kita bertemu atau diingatkan atau ada problem. Terus didoakan dan minta pimpinan Tuhan untuk berkata atau berbuat apa bagi saudara tersebut. Mungkin kita mempunyai satu daftar yang terus kita doakan atau daftar yang kita ingat terus, apalagi orang-orang yang belum percaya yang kita temui setiap hari dan ada hubungan dengan orang itu (hubungan pekerjaan, dagang, sekolah, dll). Kalau kita mau melakukannya dengan sungguh2 dan tulus Roh Kudus akan menolong mengingatkan dan memimpin kita terus menerus. Banyak orang sulit memenangkan jiwa sebab tidak memakai doa, tidak mendoakannya terus menerus sebelum dan sesudahnya. (Kalau kita bertemu dengan orang itu hanya sesaat di kapal terbang, tentu kita hanya bisa berdoa dalam hati waktu itu saja, tetapi Roh Kudus akan memimpin kita dengan tepat). Hasilnya akan indah sebab bukan kita yang menjamah hatinya, kita hanya melakukan bagian kita pada saat-saat itu dengan kata-kata atau sikap menurut pimpinan Roh, tetapi Roh Kudus yang menjamah hatinya.
3,SEBAGAI PEMIMPIN-PEMIMPIN (KECIL ATAU BESAR)
Kalau ada daftar yang resmi (misalnya di Sekolah Minggu, Kelompok sel, dll), maka kita bisa mendoakan setiap hari nama-nama itu, sambil menggembalakan (memberi nasehat yang perlu, petunjuk, membimbing, menunjukkkan kehendak Tuhan,menegur, dll) supaya orang-orang yang dibebankan Tuhan atas kita bisa berjalan benar dan tumbuh, berbuah2 jiwa dan diberkati Tuhan dalam segala segi hidupnya, rohani dan jasmani. Kadang-kadang kita melihat sikap atau perbuatannya yang aneh, sebelum bertanya, berdoalah dahulu kepada Tuhan. Berdoalah dengan  sungguh-sungguh, tulus dan berharap penuh kepada Tuhan, maka kita akan dipimpin Roh dengan tepat dan hasilnya kita akan bisa menanganinya dengan baik dalam pimpinan Roh Kudus.
Tentu data-data yang penting harus kita baca atau selidiki, misalnya dalam penggembalaan, absensi, keadaan rohaninya, problem-problemnya dan laporan-laporan lainnya juga keadaan jasmaninya, semua kita bawa dalam doa dan menunggu pimpinan Roh Kudus.
4. HUBUNGAN DENGAN SAUDARA SEIMAN
Mereka yang ada di dekat (sebelah kita formil atau informil) doakan semua, mintakan pertolongan dan berkat Tuhan, lebih-lebih kalau ada sesuatu yang mereka hadapi. Dengan demikian kita memulai, membangun dan meneguhkan persekutuan tubuh Kristus dalam doa dan itu memegang peranan yang sangat penting. Juga serangan-serangan Iblis dalam hubungan ini sering kali sudah kelihatan lebih jelas pada waktu kita mendoakan orang-orang ini, sekarang siasat dan tipu daya Iblis bisa diketahuidan dikalahkan. Sebaliknya sikap dan perbuatan yang baik, saling nasehat, menolong, menguatkan akan lebih nyata dalam persektuan kita.
5. HUBUNGAN DENGAN SEMUA ORANG LAINNYA.
Juga “daftarkan” pada Tuhan dan minta pimpinan Roh. Mungkin ada orang-orang yang berbuat baik pada kita, doakan mereka supaya Tuhan yang membalas dan memberkatinya. Juga orang-orang yang nampaknya punya rencana jahat atas kita, doakan mereka supaya mereka takut dan Tuhan memberi kita sikap yang betul (mengampuni tetapi tetap cerdik supaya tidak jadi korban orang-orang jahat ini, dan juga supaya orang-orang ini bisa bertobat.
Dengan menyebut namanya atau menunjukkan dalam hati kepada Tuhn, hubungan itu terdaftar dan Tuhan akan memberi pimpinan bagi kita, apa yang harus kita buat, lebih-lebih dalam hubungan yang genting, jangan hanya berpikir dengan akal kita tetapi doakan kepada Tuhan. Mungkin di sekolah, guru-guru, teman sekelas dll. Dalam tempat pekerjaan, pemimpin-pemimpin, direktur, teman-teman sekerja dll.
Kalau kita mengerti Firman Tuhan lebih banyak, kita akan lebih mahir dipimpin Roh dan mendengar suaranya, maka hubungan dengan siapa saja yang sudah kita daftarkan akan lebih tepat dan sikap, kata-kata dan perbuatan kita akan lebih baik, bisa jadi terang dan garam dunia.
KESIMPULAN
Kita harus belajar berdoa syfaat untuk semua orang di sekitar kita seperti Tuhan Yesus, dengan kasih seperti Bapa dalam pimpinan Roh Kudus.
Orang dunia sebagian berusaha dengan guna-guna dan kuasa gelap untuk bisa menyetir bahkan menguasai orang lain dengan maksud-maksud pribadi dan kadang-kadang jahat, tetapi orang beriman yang disertai Tuhan akan luput dari padanya.
Kita berhubungan dengan siapa saja, kita bawa dalam doa, maka hubungan kita akan disertai Tuhan dan Roh kudus sanggup meluruskan, mengamankan atau memberkati hubungan kita.
1. Hubungan lahir batin akan jadi baik sesuai dengan Firman Tuhan sebab hubungan kita dengan semua orang yang kita doakan akan di cek up oleh Tuhan supaya tetap benar dan disertai Tuhan.
2. Semua orang-orang yang kita doakan akan jadi rezeki kita dan hubungan kita jadi baik dalam persekutuan Tubuh Kristus dan jadi garam dan terang kepada orang luar.
3. Kita bisa menangkan jiwa lebih banyak dengan kuasa doa sebab semua dilakukan dengan banyak doa, lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran.
4. Semua ibadah, pelayanan, dan hubungan dalam dunia sekuler kalau kita doakan, Allah akan ikut campur dan memberkatinya serta mengolah sesuai dengan rencana Allah yang adil, dan meggenapi janji-janjiNya.
5. Dengan mendoakan semua orang di sekitar kita, juga orang yang memusuhi kita, kita aman dalam perlindungan dan pimpinan Tuhan meskipun dunia makin jahat dan kacau, Iblis merajalela tetapi kuasa doa orang benar itu besar kuasnya Yak 5:16.
Nyanyian:
Bait I.
Berdoa selalu dalam Roh kebenaran.
Tiap hari hiduplah sebagai rumah doa.
Hasilnya indahlah jalan dengan Allah
Manis mulia tumbuh sempurna.
Koor:
Berdoa senantiasa, berdoa tak henti.
Indah bercakap dengan Tuhan.
Ujian bertambah kasihNya melimpah.
Berdoa2 s’nantiasa.
Bait II.
Berdoa selalu dalam Roh kebenaran.
Jangan b’renti doa jadi gua penyamun.
Hasilnya pahitlah pekerjaan setan.
Jangan b’renti doa s’lamanya.