M3649 – Ulangan 27:12,13 ; 28:1,5 Menentukan Nasibnya Sendiri

MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI.

I. SULIT!
Banyak orang mendapat nasib yang buruk dan tidak bisa mengubahnya, apalagi kalau memang perbuatannya tercela dan melanggar hukum. Semua orang ingin mempunyai nasib yang baik, paling tidak, jangan menderita terlalu banyak.
Mengapa sulit menentukan nasib sendiri? Sebab:
1. Kita tidak tahu hari-hari yang akan datang. Yak 4:13,14. Kalau kita tahu hari-hari yang akan datang, maka lebih mudah memilih kesempatan untuk mendapat nasib yang lebih baik.
2. Kemampuan manusia terbatas. Mungkin seorang mempunyai kemampuan dalam uang, kedudukan, kuasa, kepintaran, kesehatan, dll, tetapi setiap orang tetap ada keterbatasan dalam hal2 tertentu.
3. Sikon bisa berubah drastis. Waktu hari ulang tahun orang bersukacita menyanyikan panjang umurnya, tetapi sebetulnya umurnya makin pendek, kesempatan makin habis dan lebih celaka lagi kita tidak tahu sisa berapa dan apa yang akan terjadi.
Bagaimana kita bisa menentukan nasib kita sendiri? Kita boleh menggantungkan cita2 kita setinggi bintang di langit, tetapi seringkali kenyataannya hati dan tangan tidak sama, hati hendak memeluk gunung, tetapi apa daya tangan tak sampai. Sebab itu banyak orang kalau nasibnya mujur berkata kejatuhan bulan, sesuatu yang sangat sulit, sehingga harus dicampur dengan sedikit smokel dan cara-cara yang haram baru bisa dapat bulan, kadang-kadang dapat akibatnya berbulan-bulan dalam penjara.
Banyak orang berusaha berpikir positif dan optimis, ini lebih baik daripada pesimistis dan terus putus asa, tetapi kalau “tangan tak sampai”, tetap sulit. Memang dalam dunia itu sulit menentukan nasib sendiri yang baik.
II. MANUSIA HARUS MEMILIH BUKAN DITENTUKAN.
Allah selalu memberi tawaran ganda sehingga manusia harus memilih.
Sesudah manusia memilih, baru Allah (yang sudah tahu lebih dahulu Rom 8:29 KJI), memilih dan menentukan yang terbaik untuk orang yang sudah memilih Kristus, bukan iblis Ef 1:4.
Iblis memang sering memberi tawaran tunggal, tetapi Allah tidak pernah seperti iblis, selalu memberi tawaran ganda. Mengapa? Sebab Allah selalu memberi nasib yang baik, tidak pernah memberi nasib buruk atau jahat pada anak-anak Allah Yer 29:11, tetapi itu selalu lewat tawaran ganda. Kalau kita mau
memilih nasib yang terbaik, maka Allah sangat bersukacita, sebab itu sesuai dengan kehendak dan kerinduannya.
Sebab itu Ia selalu siap menolong kita. Tetapi bagi semua orang, termasuk orang beriman selalu ada pilihan ganda, dari tawaran ganda  Allah. Allah sangat ingin kita beruntung, bahagia, bernasib baik, tetapi itu tidak diberi Allah otomatis, kita harus memilihnya dengan syarat-syarat tertentu.
Mengapa? Sebab Allah tidak menciptakan manusia seperti mesin, sehingga bisa diatur dan ditentukan Allah, sehingga kita hanya dapat yang terbaik, tidak! Kita bukan mesin tetapi kita diciptakan sebagai mahluk bebas untuk memilih dengan segala resiko dan syaratnya, dan Allah selalu standby penuh untuk menolong kita sampai berhasil mendapatkan yang baik yang sudah kita pilih. Dengan demikian kita diolah dari tidak tahu menjadi tahu lalu memilih yang baik dengan segala syarat dan pengorbanannya, sampai kita selesai diolah menjadi mahluk bebas yang mulia seperti Kristus, bukan mesin seperti Kristus, sebab itu kita harus selalu memilih dan Allah selalu memberi kesempatan, kemungkinan dan tawaran ganda (atau lebih) tetapi tidak pernah tanpa pilihan (Allah tidak pernah hanya memberi satu kemungkinan atau tawaran tunggal).
III. TAWARAN ALLAH SELALU GANDA, BUKAN TUNGGAL.
Dengan maksud untuk mengolah dari nol sampai sempurna, maka Tuhan memberi tawaran ganda dan bantuan kekuatan penuh, bahkan lebih dari cukup untuk yang memilih mau percaya pada Kristus.
Tawaran ganda:
Surga (yang mau percaya dan bergerak maju di jalan sempit) dan neraka (bagi yang tidak mau percaya, yang semaunya sendiri, hidup menurut daging dan bebas berjalan di jalan lebar).
Taat akan Firman Tuhan (berarti harus mematikan keinginan sendiri, daging) atau berontak akan Firman Tuhan sebab mau hidup sesuka hati sendiri (menuruti daging tanpa menyalibkan daging), sebab itu semua yang mau menjadi murid Tuhan Yesus harus pikul salib Luk 9:23.
Berkat diucapkan setengah Israel di Gerisim (kalau mau taat akan Firman Tuhan) atau kutuk (kalau tidak mau menyangkal diri, semaunya sendiri, sehingga melanggar Firman Tuhan) diucapkan setengah Israel di Ebal Ul 27:12-13.
Kemurahan atau kekerasan Rom 11:22.
– Pikul salib atau melazatkan daging.
– Cari perkara dari Atas atau dari bawah Kol 3:1-2.
– Perjamuan Suci itu berkat (bagi yang mau memeriksa diri dan dilayakkan) atau kutuk (bagi yang tidak peduli dan tidak membedakan meja Tuhan dengan meja setan) 1Kor 10:21; 11:28-29.
– Diterima di Surga atau ditolak Mat 7:21-23.
– Merdeka dari dosa atau diperbudak dan diikat oleh dosa.
– Selamat atau binasa, celik atau buta, lemah atau kuat, lekat atau putus dari Tuhan, panas atau dingin, pohon hayat atau pohon pengetahuan baik dan jahat dst.
Daftar ini bisa diteruskan makin panjang dan selalu Tuhan memberi tawaran ganda bukan tunggal.
Kita bisa memilih nasib yang terbaik, tetapi tidak semua percaya akan Firman Tuhan, tidak semua mau memilih yang terbaik menurut Tuhan tetapi sebagian besar memilih yang terbaik menurut dirinya sendiri, seperti Lot yang memilih untuk mendekat dan masuk Sodom padahal Abraham tidak mau dan sudah dua kali terbukti ia akan binasa di Sodom tetapi tetap berkeras hati mau tinggal di Sodom, tidak mau kembali pada Abraham yang tetap mencintainya.
Gehazi memilih berdusta untuk mendapat hadiah Naaman dan menjadi kusta menurut pilihannya dan tidak bertobat.
Yudas memilih jalannya sendiri tidak mau menurut jalan Kristus Kis 1:25.
Simson disuruh kawin baik-baik oleh orangtuanya, tetapi tidak mau, mau terus memilih membujang sehingga bebas menuruti hawa nafsunya akhirnya mati mengenaskan.
Ribkah tidak percaya pada nubuatan Firman Tuhan waktu anak-anaknya berada dalam rahimnya, berkeras hati memilih menurut siasat dan kehendaknya sendiri, akibatnya ia dipisahkan dari Yakub sampai mati.
Yosafat memilih menjadi sehati sejiwa dengan Achab 1Raj 22:4, tidak mau menurut jalan Allah yang sudah dikenalnya, ia hampir mati dan dimarahi Tuhan dengan keras 2Taw 19:2.
Salomo yang penuh hikmat tetapi bodoh itu sudah tahu tetapi tetap memilih menuruti nafsu percabulannya dan rohaninya gundul dst, dst. Semua ini karena memilih menurut kehendaknya sendiri, bukan menurut kehendak Allah. Selalu ada dua pilihan. Memang kita dihadapkan pada dua pilihan untuk menentukan nasib kita sendiri dan pilihan ini yang menentukan apakah kita mendapat nasib yang baik atau jahat. Orang yang salah pilih itu yakin pilihannya sendiri yanglebih baik, tetapi ternyata pahit bahkan sampai dalam Neraka.
IV. IBLIS SELALU MEMBERI PILIHAN TUNGGAL.
Ini lebih praktis dan enak. Tawaran iblis di dalam umat Tuhanselalu tunggal dan enak terus tetapi iblis itu pembohong dari mulanya Yoh 8:44. Hawa tertarik dan memilih tawaran iblis sehingga menangis sepanjang umur hidupnya.
Begitu juga ajaran sesat dan Injil yang lain (Gal 1:8) itu selalu lebih mudah dan enak, sebab ini tawaran tunggal tetapi dari Alkitab, dengan ayat2 yang sah, tetapi tafsiran ini dimanipulasi oleh iblis yang cocok untuk hati  orang yang suam, yang setengah hati.
Orang2 seperti ini lebih cocok dengan tafsiran2 tunggal, sebab selalu selamat, tanpa takut ada kemungkinan danpilihan lain. Ini menjadi peluang untuk orang yang masih simpan keinginan dosa jauh di dalam dasar hatinya. Sebab senang dan cinta (misalnya cinta uang, perzinaan, kepujian manusia dll) keinginan2 dosa itu dibiarkan tetap hidup dan terpelihara dalam hatinya, dan tafsiran2 ini memberi kesempatan, sehingga “tetap aman”. Ini ajaran dari tipu daya iblis.
Beberapa orang percaya bahwa kemurahan Allah itu kekal selama-lamanya tanpa ada kemungkinan lain, kemurahanNya tidak bisa hilangseperti Maz 136:1-16. Pelajaran ini membuat orang tidak perlu takut, sebab Tuhan memberi janji dan tawaran tunggal yang menyenangkan. Tafsiran ini bukan dari Tuhan tetapi dari iblis yang suka memberi tawaran Alkitabiah tetapi tunggal. Dengan tegas dijelaskan dalam Rom 11:22 bahwa kemurahan (Allah itu kasih) dan kekerasan Allah (Allah itu Hakim yang adil sebab itu tegas, keras) adalah dua pilihan yang harus dihadapi dan setiap orang harus memilihuntuk menentukan nasibnya. Kalau seorang tetap dalam kemurahan Tuhan sebab memenuhi syarat-syaratnya (taat akan Firman Tuhan) itu indah, ia akan terus dalam kemurahan Allah. Tetapi kalau ia jatuh dalam dosa (meskipun mula-mula hanya jatuh dosa/ keinginan-keinginan dosa dalam hati, tetapi itu sudah dosa (seperti Yudas, Gehazi, Simson, Nadab Abihu dll) dan keras hati, tidak mau bertobat, maka orang itu akan dipotong, dikerat dan kena kekerasan Allah yaitu hukuman yang kekal; ia tidak lagi dalam kemurahan.
Tuhan tidak memberi tawaran tunggal tetapi ganda! Iblis yang selalu memberi tafsiran tawaran tunggal untuk mendapat nasib yang baik; jangan percaya, dia penipu dan pembohong dan segala kroni-kroninya.
Tawaran tunggal dari iblis lainnya antara lain Rom 5:19,21. Tawaran tunggal ini berkata bahwa di dalam Kristus kita dibenarkan dan itu untuk seterusnya, tidak ada kemungkinan lainnya, seperti di dalam Adam semua jadi orang berdosa untuk seterusnya. Bahkan mereka memberi ilustrasi yang tepat untuk tafsiran tawaran tunggal ini yaitu tentang petinju yang mati untuk istri dan anak-anaknya. Ini umpan manis dari perangkap iblis untuk menjerat lebih banyak orang Kristen yang keras hati.
Kalau memang di dalam Kristus kita dibenarkan dan selamat untuk seterusnya maka Tuhan terlalu bodoh untuk menceritakan begitu banyak nasehat dan peringatan bahwa orang2 yang percaya Tuhan Yesus bisa celaka seperti Mat 7:21-23; 25:12, Pil 2:13, Gal 3:3-4 dst, seperti Saul, Yudas, Korah cs, Hofni Pinehas, Nadab Abihu dst. Semua ini bertentangan dengan tawaran tunggal ini. Tawaran tunggal iblis ini memang manis sebab memberi peluang untuk membiarkan keinginan dosa hidup dalam hati umat Tuhan. Apalagi memang manusia itu cenderung pada dosa dan gelap Yoh 3:19. Kesempatan, peluang, celah-celah ini sangat indah untuk orang yang masih tetap cinta dosa dan membiarkan keinginan-keinginan dosa ada dalam hatinya. Masih banyak orang yang tertipu setan, dan mencaritawaran tunggal ini yang cocok bagi orang-orang seperti ini. Lambat atau cepat iblis akan mengikatnya untuk masuk ke dalam neraka!
V. CARA MEMILIH DAN MENENTUKAN NASIB YANG BAIK.
Jangan lupa, ini tawaran Tuhan Yesus, tetapi di dunia hal ini sulit dan bahkan tidak mungkin bisa memilih nasib yang baik, apalagi untuk seterusnya sampai kekal. Nasib baik di dunia saja sangat sulit, bisa-bisa berakhir di penjara sebab terlalu ingin senang, lalu menghalalkan segala cara.
Tetapi heran Tuhan memberi tawaran untuk dapat nasib yang baik Mat 11:28-30, bahkan kita bisa memilih dan menentukan sendiri nasib yang baik bahkan sampai kekal Ay 34:4, Luk 12:57, Mat 6:33.
Ada banyak janji-janji Tuhan bertebaran di seluruh Alkitab.
Bagaimana caranya bisa menentukan nasibnya sendiri?
1. Percaya Tuhan Yesus dengan segenap hati, kuburkan hidup lama, hidup cara baru. Ini bukan sugesti, tetapi orang yang percaya Tuhan Yesus akan bisa mengalaminya, apalagi kalau sudah dibaptis dengan Roh, subsidi kuasa Allah makin besar Kis 1:8.
2. Mengerti dengan betul bahwa tawaran Allah itu ganda sebab itu harus tahu kebenaran Firman Tuhan yang betul lalu percaya akan Firman Tuhan dan memilih yang betul.
3. Cari yang kekal dahulu maka sebagai hasilnya juga mendapat nasib yang baik di dunia Mat 6:33. Jangan sebaliknya Mat 16:26. Sebetulnya Allah sudah membuatkan rencana nasib yang terbaik untuk setiap orang beriman Yer 29:11, Ef 2:10. Kalau orang dunia menunggu kejatuhan bulan, orang beriman atau anak-anak Allah tinggal pilih “bulan” (nasib baik) kelas I, kelas II, kelas III dst! Asalkan mengerti Firman Tuhan dan mau taat, Tuhan akan menolong, pasti bisa ber-buah2 Mat 13:23.
4. Berjalan terus atas ril, jalan Tuhan dengan betul lahir batin, sampai dalam hati dan angan2, pasti kita akan masuk berbagai-bagai stasiun yang indah dari Tuhan 1Kor 2:9. Hidup di ril Tuhan itu berarti dalam Ruangan Suci yaitu hidup suci seperti Kristus (6 dimensi) dan melakukan kehendak Allah dalam semua segi hidup kita Mat 7:21 (jangan takut, ini tidak berat dan tidak sulit 1Yoh 5:3. Sama seperti orang harus hidup sehat, itu bukan hukum yang berat, justru enak dan menyenangkan, begitu hidup sehat rohani menurut Firman Tuhan).
Menentukan nasib yang baik itu justru jadi kesukaan dan kerinduan Tuhan, jangan ragu2. Terus berjalan dengan Tuhan di rilnya Tuhan pasti nasibnya baik.
5. Berjaga-jaga, hati-hati, jangan tertipu tawaran iblis. Sebab itu kita harus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, dan harus bisa menjawab setiap jerat atau tawaran baru dari iblis.
VI. BAGAIMANA CARA MENGENALI DAN TERLEPAS DARI TIPU DAYA IBLIS?
1. Hidup dipimpin Roh, maka Roh Kudus akan menolong kita. Termasuk disini 7 KPR (kebutuhan pokok rohani) yang perlu dikonsumsi terus setiap hari. Kalau kita terus peka dipimpin Roh, pasti Roh Kudus akan mengingatkan dan menolong kita terlepas dari setiap jerat dan perangkap-perangkap iblis.
2. Saling menasehati dalam tubuh Kristus. Kalau diantara umat Tuhan ada nasehat, mau saling dinasehati itu sangat menolong dan menguntungkan Kol 3:16 dan Tuhan sangat senang Pil 2:1. Paulus sungguh-sungguh mengingatkan bahwa akan ada serigala-serigala masuk dalam sidang, bahkan dari antara anggota-anggota sidang sendiri ada yang akan bangkit memberi pelajaran salah dan menarik hati murid-murid yang lain dengan bermacam-macam umpan untuk ikut mereka Kis 20:29-30. Kalau orang tertipu uangnya paling banyak bangkrut tetapi masih hidup, tetapi kalau tertipu iblis dan tidak bertobat, tempatnya di neraka kekal dengan bapaknya yang dipilihnya.
VII. KALAU NASIBNYA MASIH PAHIT.
Allah tidak pernah salah, orang itu sendiri yang salah, sebab itu perlu periksa diri dan minta tolong nasehat dari pemimpin-pemimpin/ gembala-gembala dalam Gereja. Periksa mana yang kita pilih, apa sudah kena tipu iblis lewat hamba-hambanya?
* Kalau sudah salah pilih segera bertobat dari segala dosa dan keinginannya, buang semua sampai bersih! (Setiap Perjamuan Suci sudah harus bersih, kalau belum, bahaya 1Kor 11:30!). Lalu kembali dengan segera kepada Tuhan Yak 4:7-8. Jangan tunggu waktu atau kesempatannya habis. Jangan terlambat seperti penjahat yang di salib 1Kor 3:15 sebab orang-orang yang terakhir baru bertobat, itu penuh resiko, sebab tidak bisa dan tidak mau lagi masuk Surga Pkh 12:1 seperti penjahat yang lain, sekalipun temannya bertobat, dan keadaannya sudah krisis tinggal matinya, ia tetap tidak mau, tidak percaya dan tidak selamat untuk kekal.
KESIMPULAN.
Jangan tersesat, sebab Allah tidak pernah memberi tawaran tunggal, selalu ada pilihan supaya kita memilih dan tetap setia akan pilihan yang betul, sehingga bisa diolah dan tumbuh makin seperti Kristus.
Jangan lupa, di dalam Kristus kita bisa menentukan nasib kita sendiri!
Nyanyian:
Bait 1.
Jam berputar, tahun lenyap lalu
s’mua berubah kita tak tahu.
S’karang tertawa besok menangis,
ini hidup di dunia.
Bait II.
Pilih Yesus, nasibmu berubah,
Tuhan ingin kau selamat,
pilih salibNya dan tinggal setia,
jalan bahagia yang kekal.