M3651 – Imamat 23:23-25 Harui Raya Nafiri

IMAMAT 23:23-25. HARI RAYA NAFIRI.

Ada 7 hari raya atau pesta orang Israel yang dibagi dalam tiga kelompok yaitu hari raya:
– Paskah,
– Pentakosta dan
– Pondok Daun. Semuanya terdiri dari 7 hari raya atau pesta yang ber-beda2.
PESTA-PESTA ini adalah kebenaran harfiah untuk Wasiat Lama, bagi kita ini adalah bayangan (Ibr 10:1) kiasan, bukan arti yang sesungguhnya. Kalau sudah disingkapkan di dalam Kristus 2Kor 3:14, barulah tampak arti yang betul bagi kita orang Wasiat Baru dan harus cocok dengan artiyang sama dalam Wasiat Baru. (Lihat lebih lanjut dalam buku tafsiran Wasiat Lama dan Wasiat Baru oleh Pdt. Jusuf BS).
Sebab itu jangan kita merayakan hari2 raya ini secara jasmani, nanti jadi dosa dan jerat, atau batu sontohan. Ini sama halnya denganmisalnya berdoa dengan dupa, potong domba, menghukum cara Wasiat Lama (gigi ganti gigi dll Mat 5), sebab itu juga ada dalam Wasiat Lama. Gambar atau maket masih boleh tetapi jangan dikeramatkan atau jadi jimat, nanti keluar dari keselamatan dan anugerah Kristus Gal 5:4.
Peringatan yang akan datang.
Tuhan menyuruh orang Israel membuat hari raya itu sesuatu yang sangat ajaib, sebab itu memperingati hal2 yang sudah lalu tetapi itu juga memperingatitentang peristiwa2 yang akan datang yang belum terjadi danmerupakan arti nubuatan dari hari2 raya ini.
Jadi waktu Israel berpesta, itu juga menjadi nubuatan tentang pesta2 yang akan datang, luar biasa.
Manusia di dunia hanya bisa membuat pesta peringatan yang sudah terjadi dan sudah lewat, misalnya HUT kemerdekaan, hari pertolongan dsb. Dan nubuatan dari pesta2 itu benar2 digenapkan. Empat hari raya sudah digenapkan dan tiga akan digenapkan dengan tepat dan ajaib seperti 4 pestayang sudah digenapkan.
Yang sudah digenapkan:
1. Im 23:4-5. Paskah.
Wasiat Lama: Memperingati kelepasan Israel dari Mesir.
Wasiat Baru: Pesta rohani sebab dosanya diampui oleh korban Anak domba Allah yang mati di salib untuk menebus dosa manusia Yoh 1:29, Yoh 19:30.
2. Im 23:6-8. Hari raya Fatir.
Wasiat Lama: Pesta makan roti tanpa ragi.
Wasiat Baru: Pesta, sukacita sebab bisa hidup bebas dari dosa (= ragi). Yoh 8:36.
3. Im 23:9-14. Hari raya buah sulung.
Wasiat Lama: Pesta karena buah sulung yang matang, tanda panen besar akan datang.
Wasiat Baru: Tuhan Yesus adalah buah sulung kebangkitan dan kita yang percaya juga akan bangkit 1Kor 15:23.
4. Im 23:15-22. Hari raya Pentakosta.
Wasiat Lama: Pesta panen.
Wasiat Baru: Gereja berpesta dan bersukacita sebab Roh Kudus dicurahkan dan terjadi panen rohani Kis 2:4.
Yang akan digenapkan:
5. Im 23:23-25. Hari raya Nafiri.
Wasiat Lama: Israel bersukacita pada hari ini (Sabat), meskipun mereka tidak banyak mengerti.
Wasiat Baru: Ini pengangkatan, semua selesai kita masuk dalam suasana baru yaitu pindah ke Surga. 1Tes 4:16-17.
6. Im 23:26-32. Hari raya Grafirat = Penebusan.
Wasiat Lama: Semua dosa umat Israel ditebus, hubungan dengan Allah pulih kembali.
Wasiat Baru: Penebusan total dari manusia luar dan manusia dalam. Sejak pengangkatan sampai hari terakhir kerajaan Antikris, semua yang percaya Tuhan Yesus mengalami penebusan total.
7. Im 23:33-44. Hari raya Pondok daun.
Wasiat Lama: Israel berpesta memperingati keadaan mereka waktu tinggal dalam pondok atau kemah sesudah keluar dari Mesir sampai masuk Kanaan.
Wasiat Baru: Sukacita dan damai dalam Kerajaan 1000 tahun. Wah 20:4. Ini masa terakhir sebelum “Kanaan yang kekal”, yaitu Surga Bumi Baru.
Luar biasa, kita masih akan mengalami tiga penggenapan Allah yang luar biasa yang paling besar sebagai penggenapan rencana Allah menebus manusia. Kita harus mengerti hal ini baik2 supaya kita tahu mana yang baik dan memilih bagian yang mulia, jangan sampai kita jatuh dalam dosa atau ditipu oleh ajaran2 yang salah (setengah benar) dan sesat sehingga tidak mengalami pesta2 indah yang kekal yang sudah disediakan Allah bagi kita, supaya jangan sampai tidak masuk Surga Mat 7:23; 25:13. Sebab tidak semua orang Kristen akan masuk Surga. Orang2 Kristen ini sudah tahu, mempunyaikesempatan yang limpah tetapi tidak masuk Surga, itu celaka yang terbesar.
Yang menentukan orang2 yang percaya Tuhan Yesus, masuk Surga atau tidak adalah kita sendiri, bukan Allah. Kita tidak diciptakan sebagai mesin tetapi sebagai manusia yang bisa memilih. Kalau kita yang sudah percaya mau sungguh2 tetap selamat dengan tulus, mulut dan hati sama, maka Allah setuju 100% (sebab itu kehendakNya 2Pet 3:9) dan Ia, Allah yang maha kuasa itu sanggup menolong kita sampai betul2 selamat sampai terangkatnya. Tuhan tidak bertanya apa kita sanggup, tetapi apakah kita mau. Kalau mau, Roh Kudus sudah siap menolong kita dan Dia sanggup menolong orang yang mau percaya dan mau taat, selamat sampai ke akhir, Dia maha kuasa, maha tahu, Dia sanggup Ibr 7:25.
HARI RAYA NAFIRI.
IM 23:23. TUHAN TERUS MENERUS BERFIRMAN KEPADA MUSA.
Firman Tuhan tidak pernah habis, terus turun pada Musa sapai akhir hidupnya, bahkan sesudah itu Ia lebih erat lagi berjalan dengan Tuhan, sebab itu pelayanan Musa menjadi indah, seringkali Musa disamakan seperti pelayanan Tuhan Yesus di dalam Perjanjian Lama, sebab ia limpah mendengar suara Tuhan dan mentaatinya. Begitu juga seharusnya kita, Putra2 Allah mempunyai pengalaman seperti ini setiap hari seumur hidup kita. Kalau setiap hari, setiap saat Tuhan berfirman pada kita, maka kita bisa terus menerus tahu kehendak Tuhan, dikuatkan dan selalu ada dalam jalan Tuhan sehingga mengalami rencana Allah yang terindah, akhirnya mengalami semua pesta2 yang akan datang ini dengan sukacita. Ini tidak sulit meskipun mendengar dan taat akan Firman Tuhan, itu tidak mudah, sebab  taat berarti harus mau menyangkal diri, mematikan daging, tetapi kalau sungguh2 mau dengan tulus, pasti bisa sebab Roh Kudus selalu siap menolong orang yang mau taat dalam kesucian. Semua orang yang hidupnya indah, mengalami rencana Allah, punya pengalaman seperti ini. Lebih tepat, lebih sering, dan kalau bisa terus menerus mendengar dan mentaati suara Roh, maka ia juga akan mengalami rencana Allah yang lebih tinggi bahkan sampai sempurna.
IM 23:24. SABAT, PERTEMUAN KUDUS, PADA HARI RAYA NAFIRI.
BERBICARALAH KEPADA BANGSA ISRAEL, KATAKAN:
Kalau Tuhan bicara kepada kita, kita mengerti kebenaranNya, jangan dinikmati sendiri, beritakan pada semua di dekat kita dengan gairah (kadang2 juga disuruh Tuhan pada orang jauh). Orang yang mau mem-bagi2 makanan Surgawi ini adalah hamba yang bijak di hadapan Allah dan setiawan. Mat 24:45.
Dalam kesempatan formil dan informil, bagi2kanlah semua kebenaran Allah yang sudah memerdekakan dan memberkati kita, bagi2kanlah pada semua orang di sebelah kita (menerangi dan menggarami mereka) sehingga mereka juga diselamatkan, dikenyangkan, dimerdekakan dan tumbuh serta dipermuliakan di hadapan Tuhan seperti kita. Pakailah setiap kesempatan yang Tuhan beri.
Jangan malas. Setiap kesempatan untuk menabur kebenaran Firman Tuhan jangan dibuang, sebab:
1. Ini perintah Tuhan supaya kita memberitakan Injil pada semua orang Mat 28:18.
2. Ini juga perintah Tuhan untuk mencintai semua orang di dekat kita Luk 10:27.
3. Kita harus menggarami dan menerangi orang2 di sekitar kita, dalam panci kita Mat 5:13-16. Dengan apa? Terutama dengan Injil, saksikan tentang Kristus, ini kabar baik. Bisa juga dengan apa saja yang bisa kita buat (perbuatan baik) kepada mereka, tetapi harus disertai atau terutama dengan berita injil, sebab hal2 duniawi itu fana, tetapi bisa menjadi alat untuk membuka hati, sehingga orang mau ditaburi dengan Firman Tuhan. (Tetapi untuk memulai, apa orang yang mau sungguh2 percaya, bisa dilihat lebih mudah dengan kesukaran dan aniaya. Ada orang hendak ke Gereja, ia diusir dari rumahnya, tetapi ia tetap setia, ini orang yang sungguh2 mau percaya. Tetapi kalau seorang diberi uang, baru datang berbakti, kita masih ragu2 apakah orang ini sungguh2 atau tidak).
Pakai setiap kesempatan baik2, sebab setiap kesempatan yang diberikan pada kita itu dicatat Tuhan, dan berapa yang tidak kita pakai, Tuhan tahu. Mungkin dari 100 kesempatan hanya 10 yang kita pakai 10/100 dan semua itu diperhitungkan Tuhan, apakah kita menjadi hamba yang baik, rajin, malas atau jahatMat 25:25-26. (kita semua adalah  budak2 milik Allah 1Kor 6:19), kita wajib melakukan kehendak Tuhan. Kita hanya menabur, Tuhan yang menumbuhkan 1Kor 3:6-9. Hamba2 Allah yang malas melakukan pelayanannya itu terlaknat.
Yer 48:10
Lakantlah orang yang melakukan pekerjaan Tuhan dengan malas! Laknatlah orang yang menahankan pedangnya dari pada darah! (TL)
Jangan malas melakukan kehendak Allah yang memberitakan kabar baik. Musuh kita adalah iblis Ef 6:12. Ber-sama2 dengan Tuhan kita harus mengalahkan iblis merampas jarahannya yaitu orang2 yang diperbudak olehnya, dan membawanya ke Surga. Kalau kita menginjili seorang dan ia selamat, itu berarti menolongnya terlepas dari Neraka dan pindah ke Surga. Ini berarti menyelamatkan dia, apalagi orang2 di dalam “panci” kita, itu bagian atau tugas kita untuk menggaraminya sampai berubah menjadi asin (percaya Tuhan Yesus) sehingga selamat masuk Surga. Baik isi rumah kita, orang2 yang belum kenal Tuhan dalam rumah kita, atau di dekat kita, beritahukan tentang Tuhan Yesus Juru selamat!Jangan menjadi hamba2 yang malas dan jahat!Mengapa hamba2 ini disebut jahat? Sebab ia bisa menyelamatkan orang dari Neraka, tetapi tidak mau melakukannya, bisa menolong orang untuk selamat tetapi tidak melakukannya, itu jahat!
Yak 4:17
Karena itu, jika orang tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, itu menjadi dosalah baginya. (KJI)
Jangan menjadi hamba yang malas dan sebab itu jahat! Hamba yang bijak dan setia itu rajin melakukan pelayanannya, memakai setiap kesempatan yang didapatnya baik2. Mungkin 90/100 atau 80/100. Tetapi hamba yang malas, sebab itu jahat di hadapan Tuhan, sebab ia diberi kesempatan 100 mungkin hanya 1 yang dipakai (1/100) atau hanya 2 (2/100) yang 98 dibiarkan binasa dalam tangan iblis. Padahal kalau ia mau menabur (misalnya pada 90 orang dari antara 100 kesempatan, jadi 90/100) maka nanti Tuhan sendiri yang akan menumbuhkannya.Berapa angka kita? Paling baik tentunya 100/100, paling tidak 90/100 atau berapa..?
Bagian kita menabur dan menyiram, Tuhan yang menumbuhkan. 1Kor 3:5-8. Jangan berhenti menabur, pakai setiap kesempatan baik2 dan percayalah bahwa Firman Tuhan yang kita beritakan itu tidak akan kembali dengan sia2 Yes 55:11. Keluarlah sebagai kelompok 2 orang Luk 10:1 supaya bisa diatur ber-sama2 lebih baik, atau dengan membuat satu kelompok, sehingga ada yang mengatur dan membimbing. Yang penting, jangan malas, jangan menjadi jahat, sebab kita bisa menyelamatkan orang tetapi tidak mau. Apalagi orang2 di dekat kita. Jangan berdalih seperti Kain aku-kah penunggu adikku? Kej 4:9. Jangan berhenti, tabur pada setiap kesempatan.
Tuhan yang menumbuhkan dan Tuhan yang akan menumbuhkan dan memberi hasil yang luar biasa.
Yang menaburi Naaman adalah seorang budak perempuan kecil, tetapi oleh pelayanan ini Naaman sembuh dan pulang dengan sukacita.
Pasti Naaman berterimakasih pada budak perempuan ini. Mungkin iadimerdekakan dan dikembalikan ke Israel. Kalau Naaman kembali mengantarkannya ke Israel, pasti suatu nostalgia yang indah, apalagi melihat sungai Yordan, disitu kustanya dicuci sampai habis. Mungkin juga budak perempuan ini diangkat menjadi anak atau sesuatu yang lain. Ini suatu hasil yang luar biasa. Belum lagi hasilnya di Surga! Semua yang menabur dengan tulus (tidak komersiel 2Kor 2:17), maka Tuhan akan memberi pahala dari Surga dan macam2 kejutan di dunia 1Kor 2:9 dll. Pasti ada pahalanya. Tetapi kita tidak mengejar bayaran atau pahala di dunia Mat 10:8 namun Tuhan akan memberkatinya. Kalau ada hal2 yang indahdari Tuhan tentu kita senang, tetapi tujuan kita adalah untuk menyenangkan Tuhan dan melakukan tugas kita sebaik mungkin. Pasti ada hasil yang indah. (Kalau seorang menjadi makelar rumah memberitahu tentang data2 sebuah rumah yang akan dijual dan kalaujadi, pasti ada hasilnya; tetapi inijarang, tidak semua orang mau dan bisa. Ada suatu kejadian, ada orang memberi minum seorang yang mau mati di padang gurun, lalu ia hidup. Orang ini sangat berterimakasih dan ia memberi hadiah yangbesar sekali sebab orang yang ditolong itu ternyata seorang yangsangat kaya. Tetapi ini hanya satu kemungkinan yang sangat jarang, kita tidak mengharapkan kemungkinan2 yang jarang seperti ini. Tetapi kalau menabur, kitakita mempunyai banyak kesempatan, lebih2 Tuhan memberi kesempatan2 seperti ini, kita bisa melakukannya setiap saat, ada begitu banyak kesempatan di sekitar kita.
Tabur terus Firman Tuhan, baik kepada yang belum percaya (penginjilan) dan juga yang sudah percaya (saling menguatkan, menggarami). Sambil berdoa kita menyuburkan tanah hatinya, supaya ada hasil-hasil yang heran 1Kor 2:9. Pasti Tuhan akan memberi pahala kekal di Surga dan di bumi. Kerjakanlah. Orang yang menjadi makelar belum tentu dapat 1 kesempatan dalam 1 bulan, tetapi kalau menabur, kita bisa melakukannya setiap hari. Kerjakanlah, tabur terus, tingkatkan angka penaburan kita setinggi mungkin 50/100, 70/100, 90/100 dst,maka pasti Tuhan akan memberkati kita. Kita ini hamba-hamba miliknya kita wajib melakukan kehendakNya.Lakukan kehendak Allah dan memperkenankan Dia, maka kita akan tumbuh dalam anugerah dan kemurahanNya.
Tabur setiap ada kesempatan. Ingat Tuhan hitung semua kesempatan yang sudah diberikan pada masing2 kita!
PESTA.
Peringatan-peringatan di dunia itu biasanya dilakukan berdasar peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, tetapi pesta-pesta ini diperingati berdasar peristiwa2yang akan datang, luar biasa dan ajaibWah 1:3. Kalau kita hidup dengan Allah, kita bisa membuat peringatan dari peristiwa2 yang akan datang. Allah kita tahu yang akan datang dengan tepat, sebab Dia Allah dari kekal sampai kekal dan maha tahu, maha kuasa dst dan pasti nubuatannya jadi 100%. Kalau kita tahu peristiwa2 yang akan datang dengan jelas, maka di dalam Tuhan, kita bisa memilih dan menentukan hal2 yang baik dan mulia dihari2 yang akan datang di Surga dan di bumi, sebab itu kehendak Tuhan, menyediakan yang terbaik bagi umatNya, dan itu akan selalu berhasil asal kita terus disertai Tuhan.
Ini suatu kesukaan, pesta, meskipun Israel tidak banyak mengerti, tetapi mereka ikut bergembira, sebab hari ini juga dijadikan hari Sabat, sekalipun bukan hari ke-7. Ini juga adalahnubuatan untuk pesta yang penggenapannya satu kali akan kita alami se-penuh2nya Ibr 11:40, yaitu dalam pesta kawin Anak domba, selama 3,5 tahun.
Pesta ini dimulai dengan pengangkatan yaitu naik ke udara dan masuk dalam pertemuan terbesar dari seluruh orang2 yang selamat, orang2 dari segala zaman, mulai dariAdam. Ini hari pertama kita berkumpul di Surga. Dengan mendadak kita berubah dan pindah dari manusia yang lemah dan penuh derita, tiba2 menjadi seperti Kristus, mulia, kekal di Surga 1Yoh 3:2-3 (nyanyian: O betapa heran pada hari yang pertama di Surga).
Wah 19:9
Lalu ia berkata kepada saya: Tuliskanlah: Berbahagialah orang-orang yang dipanggil kepada perjamuan malam pernikahan Anak Domba itu. Dan ia berkata kepada saya: Inilah perkataan-perkataan yang sesungguhnya dari Allah. (KJI)
Ini yang kita rindukan. Ini yang menjadi tujuan kita hidup di dunia, yaitu sungguh2 bersedia supaya bisa ikut dalam pesta besar yang akan diteruskan sampai kekal
DALAM BULAN KETUJUH, PADA HARI YANG PERTAMA BULAN ITU.
7 = sempurna. Semua menjadi sempurna (tetapi tingkat kemuliaan kita di Surga itu tetap seperti apa yang kita capai di dunia, pada saat terakhir). Kita mengalami penebusan tubuh, sehingga tubuh kita menjadi sempurna seperti tubuh Kristus sesudah bangkit, tidak bisa sakit, tua atau mati, tidak bisa berdosa dan tidak bisa keluar lagi dari Surga, luar biasa, sempurna. Hanya bisa senang, bergairah, puas, sukacita, tidak ada susah atau air mata. Semua perkara yang pahit dan celaka, susah dan penderitaan sudah berakhir,  lalu mulailah kekekalan dalam Surga yang indah.
Jadi yang menjadi sempurna adalah:
1. Tubuh dan sikon kita untuk kekal.
2. Golongan lain yaitu yang betul2 tingkatnya menjadi sempurna seperti Henokh dan Elia; jumlahnya akan digenapkan yaitu 144.000 orang. Betul2 hari raya Nafiri ini akan digenapi.
HENDAKLAH KAMU MENGADAKAN SUATU SABAT.
Meskipun bukan hari ke-7, hari ini tetap dibuat seperti hari Sabat, itu berarti berhenti dari semua pekerjaannya. Inilah perhentian bagi orang suci, berhenti dari segala peperangan dan pergumulanuntuk se-lama2nya. Wah 14:13. Perhentian dalam Surga itu untuk kekal, tidak akan keluar lagi, hanya bersukacita dan bergembira, bergemar dengan Allah sambil menyembah dan melakukan proyek-proyekNya.
Kita melihat perbedaan perhentian di dunia Ibr 4:10-11 dan perhentian di Surga Wah 14:13.
Perhentian di dunia, sekalipun ada banyak susah, penderitaan pergumulan dan aniaya, karena ada Kristus dalam hatinya, mereka tetap sejahtera dan sukacita, misalnya Kis 16:25; 12:5 dll. Tetapi perhentian di Surga, sejak pengangkatan adalah perhentian yang sempurna, tidak ada penderitaan dan celaka lagi.
SUATU PERINGATAN DARI TIUPAN NAFIRI.
Yang meniup nafiri di dunia adalah imam2 orang Israel, didengar dengan telinga jasmani.
Nafiri yang akan dibunyikan pada hari pengangkatan adalah nafiri yang ditiup dengan sukacita yang besar, secara ilahi dan ber-sama2, Sebab seluruh rencana Allah bagi Gereja sudah selesai. Sebab itu mereka ber-sama2 meneriakkan suara Komando untuk mengakhiri rencana Allah dengan pengangkatan. Ini dilakukan oleh Bapa (Wah 1:10; 4:1, 1Kor 15:52 sangkakala terakhir oleh Allah Bapa ini untuk orang beriman, terakhir di dengar di dunia, tetapi sangkakala hukuman dunia ini, 7 Sangkakala, hukuman yang dijatuhkan Roh Kudus itu belum selesai) oleh Putra (Yoh 5:28,29) danRoh Kudus (Rom 8:11, 1Tes 4:16) luar biasa.
Suara komando ini membangkitkan orang mati dan orang yang hidup berubah dalam tubuh kemuliaan. Tetapi suara komando ini tidak bisa didengar dengan telinga biasa, melainkan harus dengan telinga rohani Mrk 4:23. Ini telinga yang sudah bisa mendengar suara Allah!
Kita harus menjaga supaya bisa tetap peka mendengar suara Allah, sehingga se-waktu2 suara komando itu diberikan, kita mendengar, berubah dan ikut dalam pengangkatan.
Bagaimana menjaga kepekaan akan suara Roh? Belajar terus taat akan setiap suara dan pimpinan Roh. Kepekaan itu bukan soal tehnik mendengar tetapi taat melakukan apa yang sudah kita dengar. Kalau tidak taat, itu menjadi dosa dan kepekaan itu makin lama akan makin menurun, bisa menurun drastis dan tidak lagi bisa mendengar sama sekali meskipun dahulu bisa, sebab dosa tidak taat. Seperti Saul tidak lagi bisa mendengar, sebab kekerasan hatinya sehingga Tuhan tidak mau ber-kata2 lagi kepadanya dengan cara apapun, maka Saul tidak lagi bisa mendengar suara Roh. 1Sam 28:6.
Menunggu Tuhan itu bukan menunggu dengan nganggur sampai datang suara Komando itu, tetapi kita harus taat melakukan setiap kehendak dan perintah Roh, bahkan makin sibuk sebab ada target yang harus dicapai dan terus berdoa baik2 dengan perlengkapan 7 KPR yang dobel. Jangan sampai tertinggal, sebab pengangkatan hanya terjadi satu kali, tidak ada ulangan!
Mereka yang bisa mendengar suara Allah akan berubah tubuhnya, sebab mengalami tebus tubuh.
Mereka yang mati dalam Kristus akan bangkit dan mengalami tebus tubuh lebih dahulu, lalu kita yang masih hidup akan berubah dalam sekejab 1Kor 15:51,52, kita mengalami seperti Henokh dan Elia, naik dalam tubuh kemuliaan yang heran Pil 3:21 ke dalam Surga, bertemu dengan Tuhan Yesus.
SUATU PERHIMPUNAN YANG SUCI.
Tidak lagi bisa berdosa, berarti tidak ada sakit dan air mata (juga di dunia kalau kita  mau hidup suci, Tuhan akan selalu siap mau menolong, maka hidup kita juga bisa bebas dari susah dan penyakit apalagi dari kepahitan dosa, bebas!
Suci itu indah, sejak di dunia itu sudah menghasilkan sukacita dan bahagia yang asli dan betul seperti di Surga Yoh 4:14.  Sebaliknya, hidup di dalam dosa, apalagi terikat pekerjaan setan, akan mengakibatkan hidup yang sebaliknya, pahit, gelisah, celaka dan makin lama makin dahsyat. Jadi orang yang hidup dalam dosa itu akan menderita seperti Neraka, kalau toh senang itu hanya sesaat Ibr 11:25, Ams 14:12-13. Sebab kesukaan dosa yang sesaatitu umpan setan atau neraka. Dengan umpan sukacita ini, setan mendapat banyak mangsa yaitu orang2 yang seperti Lot (orang2 Halaman, orang benar yang gugur 2Pet 2:8)dan seisi Sodom.
Jadi orang yang hidup (dan tumbuh) dalam kesucian, akan mengalami pesta pertama selama 3,5 tahun di Surga, lalu 1000 tahun dalam kerajaan damai di bumi yang dipulihkan, lalu untuk kekal, dalam Surga Bumi Baru, begitu indah dan mulia untuk abadi.
Bedanya hidup suci:
a. Di dunia, itu adalah kemenangan dari peperangan melawan daging, dunia dan iblis (sebab itu harus selalu berjalan dalam Roh, pasti bisa menang terus Zak 4:6, Rom 8:31).
b. Di Surga, tidak lagi ada peperangan, sudah selesai, tetapi dengan kesucian kita terus menyembah, beribadah dan  melakukan proyek2 Allah yang indah dan mulia.
Sukacita, di dunia itu saldo (dikurangi dengan segala penderitaan dan sengsara salib) Yoh 16:22, tetapi di Surga itu neto, tidak dikurangi apa2. Orang yang suci dalam 6 dimensi (dalam hal apa saja, di mana saja, kapan saja, dahulu, sekarang dan dalam angan2 yang akan datang), peperangannya itu ringan dan cepat dan Saldo sukacitanya besar, misalnya 70, 80% tetapi yang ada keinginan dosa dan (sembarangan) tidak sungguh bersukacita memikul salib; pergumulannya sangat berat, hampir2 tidak tahan, sukacitanya tinggal sedikit, mungkin hanya 10, bahkan hanya 1 atau 2.
Di dunia kesucian orang2 beriman masih bisa berubah, sebab itu berusahalah supaya tetap suci dan terus meningkat sampai ke akhir, sebab keadaan pada saat terakhir, itu dihitung oleh Tuhan untuk pahala dan mahkota kekal.
IM 23:25. JANGANLAH KAMU MELAKUKAN PEKERJAAN BUDAK.
Kita tidak lagi berada dalam perbudakan tetapi merdeka dalam kesukaan Surgawi yang kekal. Tidak ada lagi perbudakan disini. Kita sudah merdeka sejak di dunia (yang masih diperbudak dosa pada saat terakhir tidak masuk Surga). Kita ikut memerintah dengan Kristus dalam proyek yang indah dan keberkatan, bukan proyek terkutuk yang dirasakan oleh manusia sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan terkutuk Kej 3:17-19.
Masih ada ibadah dan proyek2 kesukaan dari Allah kita, tetapi bukan lagi sebagai pekerjaan dan beban seperti pekerjaan budak, tetapi kita melakukan proyek2 yang heran, tanpa kutuk, perbudakan karena dosa, tetapi mirip seperti orang yang bermain di tempat rekreasi, biasanya harus dengan membayar tetap mau, sebab senang. Begitu juga oleh proyek2 Allah yang indah dan heran ini kita tidak tertekan atau terbeban, tetapi sangan menginginkan dan bergembira dengan Kristus, ber-sama2 melakukan proyek2 Allah. Dan dalam proyek2 di Surga tidak ada lelah, gagal, batal, pelanggaran, jatuh, berdosa dll tetapi selalu berhasil, sukses, sukacita, indah2 dan pilihannya tidak terhingga, sangat indah untuk kekal.
TETAPI HENDAKLAH ENGKAU MEMPERSEMBAHKAN SUATU KORBAN BAKARAN KEPADA TUHAN.
Mengapa masih ada korban? Sebab Israel masih di bumi. Di Surga kita mengalami penggenapan dari korban Kristus di Golgota. Di bumi kita ikut tersalib ber-sama2 Kristus, kita juga ikut jadi korban karena kebenaran, karena Kristus. Gal 2:9. Tetapi sekarang di Surga, kita menerima mahkotanya. Ini sama dengan salib. Di dunia namanya korban, tetapi di Surga namanya mahkota, beda nama dan keadaan tetapi keduanya ini sebetulnya sama, sinonim!Sebab salib di dunia akan diganti mahkota di Surga Rom 8:17-19. Betapa indah dan senangnya.
Semua salib diganti mahkota untuk se-lama2nya. (nyanyi: Nanti satu kali salib digantikan mahkota).
Semua yang kita derita karena Kristus, karena kebenaran, bukan karena dosa, menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga. Rom 8:17-19, 2Kor 4:17-18.
Memang salib itu adalah ukuran kemuliaan kita. Sebab itu orang yang mengerti dan percaya, waktu menderita karena kebenaran justru bersukacita, tidak mengeluh Kis 5:41; 12:5; 16:25, Mat 5:10-12, bahkan mereka tidak lari dari ancaman dan maut karena Kristus Ibr 11:35 (apalagi maut itu dikuasai Allah, kalau belum waktunya tidak akan mati seperti Paulus karam kapal, digigit ular berbisa, dirajam dll).
Sebab itu kalau kita harus menderita meskipun kita tidak salah, jangan ber-sungut2 tetapi bersyukur, maka Roh kemuliaan akan turun atas kita sekarang 1Pet 4:14 juga dalam hari2 yang akan datang sampai kekal. Tetapi orang yang menolak salib itu rugi, sebab:
1. Meskipun tidak pernah korban atau menderita karena Kristus, tetapi ia akan tetap mengalami sengsara dankorban karena sebab2 yang lain (misalnya karena kerja, bekerja di sekolah, tekun karena perkara2 yang fana dll), tetapi untuk ini mereka tidak mendapat pahala kekal, sebagian mungkin dapat upah di dunia tetapi hanya sebentar dan sesudah mati, semuanya tidak ada harganya lagi.
2. Di Surga gundul, sebab tidak mau pikul salib Luk 9:23, 1Kor 3:15.
3. Tanpa salib, tidak bisa tumbuh Luk 9:23dan seringkali jatuh dalam dosa, sebab orang yang tidak mau menderita sengsara dalam daging, tidak bisa berhenti berdosa 1Pet 4:1. Terus kembali atau diperhambakan dosa dan akibatnya batal,tidak masuk Surga.  Tetapi kalau kita mau salib, sengsara, menderita karena Tuhan, kita punya kuasa Allah 1Kor 1:18 sehingga bisa hidup suci, tumbuh dan ber-buah2, jugadalam segala pekerjaan dan usaha yang lain, selalu ditolong Tuhan sehingga senang dan sukses Maz 1:3.
Jangan takut salib, jangan ber-sungut2 meskipun pikul salib di dunia itu sakit, tetapi kita bisa hidup dalam sejahtera Ibr 4:10-11, dan mengalami perhentian di dalam Kristus. Jangan tolak salib, itu indah. Justru anugerah Tuhan itu bukan hanya selamat tetapi juga bisa menderita karena Dia, ini anugerah yang betul, sebab salib akan menjadi kemuliaan kita sampai kekal. Pil 1:29. Dan ini memang jadi ciri2 manusia baru (sesudah percaya Tuhan Yesus dan selamat), suka pikul salib, hidup dalam kesucian di jalan sempit sehingga bisa ber-buah2 dan tumbuh terus, sebab dalam sengsara salib kita justru tumbuh dan ber-buah2 Ibr 2:10.
KESIMPULAN.
Kita bisa bersukacita merayakan hari2 kesukaan yang akan datang, inilah cara hidup bahagia dan sukacita orang yang percaya, sebab ia percaya untuk hal2 yang lalu dan yang akan datang. Sekalipun belum melihat, belum kelihatan, kita percaya seperti sudah kita terima Mrk 11:24, Yoh 20:29. Ini cara hidup bahagia orang2 beriman, sudah membuat peringatan, hari raya, pesta dari hal2 yang akan datang. Kita merayakan kemenangan dan kemuliaan kita mulai sekarang.
Sebab itu pilih yang baik, terus bersukacita dalam jalan sempit dalam berat salib dan bergairah untuk tumbuh dan berbuah, hari perhentian itu akan datang, mulia, sukacita untuk kekal.
Nyanyian:
Ada pertemuan di udara,
pertemuan yang manis.