M3648 – 1 Yohanes 1:7 Persekutuan Tubuh Kristus atau Keakraban.

1YOHANES 1:7. PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS, ATAU KEAKRABAN.

I. ISTILAH.
Dalam dunia istilah relationship (hubungan) sangat terkenal apalagi yang akrab dan punya arti tersendiri dalam dunia. Kata ini tidak ada dalam Alkitab TL, TB, KJ (relationship, intimate).
Relationship cara dunia dan cara Tuhan tidak sama.
Dari luar tampak sama, sehingga banyak orang Kristen juga memakai cara dunia ini apalagi kalau hasilnya lebih baik dan lebih menyenangkan. Memang nampaknya berhasil tetapi dengan relationship cara dunia ini, iblis juga akan berhasil menanam andilnya, yang menjadi bom waktu dosadari iblis yang tertanam di antara orang-orang beriman;pada satu kali bom waktu (siasat iblis ini) akan meledak dan semua hasil relationship cara dunia diantara orang-orang beriman ini akan habis.
Apa bedanya?
Hubungan Daud dan Yonathan sangat akrab tetapi bukan dalam arti duniawi, melainkan dalam arti rohani, rohnya sama, sama-sama percaya akan Tuhan.
Yang dipakai dalam Alkitab adalah persekutuan tubuh Kristus. Yoh 17:23, Kis 2:42; 5:12, 1Kor 1:9; 10:16, 2Kor 13:13 (6:14), Gal 2:9, Pil 1:5; 2:1; 3:10, Pilemon 1:6, 1Yoh 1:3; 6:17 (TL, TB, KJI) atau persaudaraan Mat 12:50, Rom 8:29.
Dalam bahasa masih ada hubungan arti dalam kata-kata ini, tetapi kita membatasi dengan kata-kata dalam Alkitab saja.
II. DEFINISI.
Kita bisa bersekutu dengan 3 golongan yaitu dengan:
1. Tuhan.
2. Umat Tuhan.
3. Orang luar.
Dalam terang Kemah Suci diantara orang-orang beriman, ada dua macam persekutuan umat Tuhan, yaitu:
1. Persekutuan Halaman adalah persekutuan antara orang-orang beriman tingkat Halaman. Ini mirip seperti relationship dalam dunia tetapi tetap berbeda, sebab tujuannya, bukan profit, politik, dll tetapi hal-hal yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Ini persekutuan diantara semua orang yang mengakui nama Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Allahnya, juru selamat dunia. Dalam persekutuan ini ada banyak campuran dengan hal-hal duniawi, kedagingan dan dosa.
Halaman adalah gambaran dari Kristen duniawi, kanak-anak dan orang-orang yang jatuh bangun dalam dosa, belum bisa mengalami kemerdekaan penuh dari dosa seperti yang dijanjikan Tuhan Yoh 8:36, Gal 5:1, Rom 6:1-2.
2. Persekutuan Ruangan Suci ini adalah ukuran yang normal untukpersekutuan tubuh Kristus yaitu di dalam kesucian, dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan.
1Kor 12:12
Karena sebagaimana tubuh itu satu tetapi mempunyai banyak anggota dan segala anggota tubuh itu, meskipun banyak semuanya menjadi satu tubuh demikian juga Kristus. (KJI)
Ini orang-orang yang mau dan bersukacita memikul salib, tetap hidup dalam kesucian dan terus dipimpin Roh melakukan kehendakNya.
Gereja Tuhan terdiri dari dua macam persekutuan ini, sebab belum semua orang beriman bisa meningkat sampai Ruangan Suci.
Orang percaya ituseharusnya segera, secepatnya naik, masuk dalam Ruangan Suci dan memulai persekutuan tubuh Kristus di dalam Roh. Ini adalah beban pemimpin dan gembala untuk meningkatkan orang-orang Halaman ke Ruangan Suci dan orang Ruangan Suci supaya terus meningkat sampai bisa masuk Ruangan Maha Suci.
Persekutuan orang Kristen yang betul seharusnya adalah persekutuan tubuh Kristus dalam Ruangan Suci dan terus meningkat.
Ini seharusnya menjadi persekutuan yang normal bagi orang-orang beriman yang sudah lahir baru dan tetap hidup dalam kesucian dipimpin Roh. Tetapi tetap masih ada persekutuan Halaman untuk menolong orang-orang beriman yang kanak-anak dan duniawi, tetapi dengan cara-cara dan peraturan Firman Tuhan yang betul.
Tetapi karena jumlah orang-orang Halaman cukup banyak (tergantung dari Gereja masing-masing), maka jumlahnya bisa setengah atau lebih dari seluruh umat Tuhan. Sebab itu seringkali yang tampak dari luar, kesan dari persekutuan dalam Gereja itu seperti persekutuan Halaman, padahal ini hanya tempat transit, orang beriman harus selekasnya masuk dalam Ruangan Suci dan tumbuh lebih lanjut sampai menjadi seperti Kristus.
III. CARA BERSEKUTU ORANG BERIMAN ITU ADALAH:
1Yoh 1:7
Tetapi jika kita berjalan di dalam terang, sebagaimana Ia juga ada di dalam terang, maka kita bersekutu satu sama lain, dan darah Yesus Kristus, PutraNya, menyucikan kita dari segala dosa. (KJI)
Kalau kita berjalan dalam terang (dalam kesucian, benar, tidak ada dusta atau siasat, kebencian atu dosa-dosa lain), maka kita bisabersekutu seorang dengan seorang. Inilah persekutuan orang beriman, persekutuan dalam terang, bukan campuran gelap dengan terang,  dalam kesucian di hadapan Allah dan dengan kasih. Dalam persekutuan kasih, berarti minimum adapengampunan (kasih itu mengampuni). Sebab kita yang bersekutu ini belum sempurna dan masihmungkin bisa jatuh dalam dosa (meskipun itu bukan kehendak Tuhan dan itu merugikan dan menyakiti hati saudara-saudara seiman yang lain). Sebab itu dalam persekutuan tubuh Kristus yang di dalam terang harus ada pengampunan; kalau tidak ada pengampunan, persekutuan akan cepat pecah dan hancur. Harus ada pengampunan untuk menolong orang-orang yang jatuh dalam dosa ini, sebab tujuan persekutuandalam terang itu bukan untuk membinasakan saudara-saudara yang jatuh dalam dosa tetapi untuk menyelamatkannya. Luk 9:56. Tuhan tidak ingin seorangpun binasa, sebab itu kita perlu berbelas kasihan Mat 9:13 untuk saling tolong menolong, melepaskan saudara-saudara kita yang jatuh dalam dosa, supaya mereka diselamatkan, tetapi jangan kita ketularan dosanya.
Jadi dalam persekutuan rohani:
1. Terang dan gelap tidak boleh bersekutu. Ini jelas dan tegas, tidak boleh dilanggar.
2. Dengan orang-orang gelap kita berhubungan sebgai terang dan garam, menerangi dan menggarami mereka.
Apa arti dan maksudnya menjadi garam dan terang? Mat 5:13-16.
a. Jangan setuju dengan dosanya tetapi menyalahkannya Ef 5:11 bahkan kalau perlu ditempelak 1Tim 5:20 dll supaya dia mendapat terang, bisa disucikan (bertobat) dan diselamatkan dan kita tidak ketularan.
b. Jangan sampai diracuni dosanya tetapi menggarami dia supaya bertobat dan masuk dalam persekutuan tubuh Kristus.
Semua tetap dilakukan dengan kasih tetapi tegas terhadap dosanya, jangan ragu-ragu sebab itu kehendak Allah bagi putra-putranya, juga tegas terhadap dosa.
c. Doakan supaya selekasnya orang itu bisa bertobat dan datang kepada Tuhan, masuk dalam persekutuan tubuh Kristus. Doakan terus dalam Roh dan hidup benar sambil menggarami dan meneranginya.
Kita yang tahu berbuat baik harus melakukannya supaya jangan sampai menjadi dosa Yak 4:17.
IV. PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS TIDAK BOLEH MEMAKAI CARA-CARA RELATIONSHIP DUNIA.
Orang-orang beriman yang menyamakan persekutuan orang-orang beriman dengan relationship dunia, akan merusakkan hidup rohaninya.Bahkan juga diantara hamba-hamba Tuhan,  diberlakukan hubungan relationship seperti orang dunia. Sudah tahu hidupnya dalam dosa, penuh dengan kedagingan dan keinginannya, tetapi mereka tetap bersekutu dengan manis secara ilahi, padahal mereka jelas hidup dalam dosa, itu salah. Akibatnya Gereja Tuhan menjadi rusak, racun2 dosa, daging dan duniawi merebak diantara orang beriman dengan mudah.
Orang Kristen justru ketularan dosa-dosa duniawi (bahkan yang hebat) dan ini terjadi bukan di dalam dunia tetapi dalam persekutuan Gerejawi. Ini yang akan menjadi bom waktu yang akan meledak dan menghancurkan pekerjaan Tuhan dan Gereja2. Kita tidak boleh tinggal diam, sebab dosa yang dibiarkan akan terus tumbuh makin besar Yak 4:17. Kita harus tetap menyalahkan dan menolong merebutnya keluar dari dosa dan kebinasaannya Jd 23.
Sebab itu jangan prinsip-prinsip relationship duniawi dibawa masuk dalam Gereja. Kita tetap harus memakai cara-cara bergaul, persekutuancara rohani menurut Firman Tuhan.
Memang relationship duniawi seringkali lebih akrab, sebab tidak mengusik hal-hal dosa yang bisa membuat persekutuan jadi tidak enak, tidak luwes, kaku, bahkan pecah. Masing-masing hanya mengurus dirinya sendiri dan tidak mengganggu orang di sebelahnya atau sudaranya, tetapi ini dosa di hadapan Tuhan, yaitu Yak 4:17 dan Yer 3:17,18, apalagi kalau itu domba2 yang ada dalam beban tanggungan kita. Domba yang hilang, meskipun 1, harus dicari supaya jangan sampai binasa!
Tuhan Yesus mau bersekutu dengan siapapun, termasuk dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa lainnya tetapi Ia tetap menunjukkan salahnya supaya bertobat, seperti Yohanes Pembaptis. Mat 3:9-10. Begitu Tuhan Yesus  berhubungan dengan semua orang untuk memenangkan jiwanya, yaitu dengan sikap yang tegas terhadap dosanya, misalnya dengan perempuan Samaria Yoh 8:11, 5:14. Dengan Petrus Mat 16:23. Dengan Yohanes, Yakubus Luk 9:54-55. Juga dengan orang Yahudi dan orang Parisi Mat 23. Tuhan Yesus tidak peduli orang kecil atau besar, Ia menjadi pelita di mana2 saja.
 
V. BENTUK PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.
1. 1Yoh 1:7. Dalam terang dan kasih Kristus, minimum ada pengampunan.
2. Ef 4:3. Persekutuan Roh, dalam Roh Kudus, dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah.
3. Ef 4:13, Rom 12:5. Setiap orang percaya adalah anggota tubuh Kristus dan satu beranggotakan yang lain. Ada persekutuan dengan Kristus sebagai kepala, selalu tunduk pada Kristus yaitu pada FirmanNya dalam pimpinan Roh Kudus dan kepada pemimpin2 yang diangkat Tuhan Ibr 13:17.
4. Kita menjadi saudara-saudara seiman, anak-anak dari Bapa dan Tuhan Yesus menjadi Putra sulung Rom 8:29. Kita bersaudara di dalam Allah Mat 12:50.
5. 1Kor 1:9, 1Yoh 1:3k. Kita masuk dalam persekutuan Putra Allah, persekutuan ilahi yang indah dan mulia.
Sebab itu persekutuan ini
1. Dalam terang 1Yoh 1:7.
2. Dalam nama Tuhan Yesus Mat 18:20. Semua dilakukan dalam nama Tuhan Yesus berarti sesuai dengan Firman Tuhan.
3. Dalam takut akan Allah Maz 119:63.
4. Dalam pelayanan Pil 1:5.
5. Dalam kebutuhan pokok2 rohani Kis 2:42.
 
VI. PERBEDAAN KEAKRABAN (ATAU RELATIONSHIP) DAN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.
Relationship dunia hanya memikirkan hubungan yang baik dan manis, tidak peduli latar belakangnya. Apalagi kalau ada keuntungan-keuntungan politik, uang, kerjasama dll. Misalnya relationship dalam bank dijaga baik-baik sebab ada profit. (Bahkan ada jabatan relationship manager).Nasabah yang terikat relationship yang baik tidak mudah pindah bank lain sekalipun di sana ia bisa mendapat keuntungan lebih banyak. Sebab itu orang-orang sangat kagum akan hasil relationship yang baik. Ini relationship dalam dunia.
Sebaliknya relationship atau persekutuan menurut Firman Tuhan  tampaknya lebih kaku, tidak luwes sebab persekutuan berdasar Firman Tuhan dibangun berdasarkan siapa orangnya, latar belakangnya dan isi hatinya, lebih-lebih kalau didasarkan atas perintah Tuhan bahwa
terang dan gelap tidak boleh dan tidak bisa bersekutu. Ini tidak disukai relationship duniawi.
Ada beberapa perbedaan pokok yang perlu kita kenali supaya persekutuan kita dalam tubuh Kristus makin dimurnikan dan dicocokkan dengan kehendak Tuhan dalam Firman Nya.
1. Hubungan.
Dalam relationship, hubungan baik atau akrab, itu yang menjadi tujuan utamasehingga didapatkan banyak hasil yang diharapkan dan bisa dinikmati.
Dalam persekutuan (yaitu dalam tubuh Kristus)yang paling penting adalah sebab dari persekutuan yaitu: Kristus dan sebagai akibatnya adalah hubungan yang timbul diantara orang-orang yang hidup dalam kesucian di dalam Kristus. Sebab itu dalam relationship sangat penting tutur kata yang halus supaya jangan menyinggung perasaan hati, sekalipun orang itu tidak baik, jahat, salah, tetap pelihara relationship asal bisa dapat keuntungan besr, misalnya dari nasabah, tetapi Tuhan Yesus tidak, sering Tuhan Yesus bicara terus terang, seolah-olah tidak peduli tutur kata yang halus misalnya dalam Mrk 7:6, Mat 23. Dengan terang-terang di hadapan mereka waktu bertemu pertama kali (orang-orang Parisi dari Yerusalem yang khusus datang menemui Tuhan Yesus di daerah Galilea Mrk 7:1), Tuhan mengatakan kamu orang munafik. Ini tidak mungkin dikatakan dalam relationship, tetapi Tuhan Yesus memberi contoh yang keras!
2. Siapa orang-orangnya.
Dalam relationship yang diutamakan adalah adanya hubungan baik, akrab, tidak peduli siapa saja orang-orang yang membuat jaringan relationship mereka, asal terwujud relationship yang manis, maka mereka mengharapkan banyak keuntungan (profit) dari hubungan ini.
Di dalam persekutuan tubuh Kristus siapa orangnya itu sangat penting, bahkan lebih penting dari hubungannya.
Alkitab membagi orang dalam dunia dalam dua golongan yaitu anak-anak Allah dan anak-anak iblis 1Yoh 3:10, orang yang
percaya dan yang tidak percaya. Orang-orang di jalan lebar dan di jalan sempit Mat 7:13-14. Orang Kristen yang panas atau dingin, bahkan banyak yang suam. Dalam relationship, mereka tidak peduli golongan orang-orangnya, yang penting ada keakraban, tentang orangnya apakah suci atau dosa, gandum atau lalang dll mereka tidak atau kurang peduli, asal bisa akrab, mereka puas danmereka harap akan ada banyak faedah-faedah yang manis. Misalnya dalam bank, perusahaan, family dll.
Dalam tubuh Kristus ini sangat penting, sebab persekutuan tubuh Kristus itu hanya bisa didalam terang, diantara orang-orang yang hidup dalam kesucian, atau dengan orang Kristen kanak-anak (ini dalam persekutuan Halaman). Memang tingkat Halaman lebih rendah dari tingkat Ruangan Suci. Penting dan harus dibedakan dalam Gereja, hubungan dengan orang-orang dengan atau tanpa Kristus.
Dalam Gereja kita bersekutu hanya karena Kristus, bukan karena hal-hal yang fana. Karena sama-sama percaya dan cinta Tuhan, takut akan Tuhan Maz 119:63.
3. Persekutuan roh. Dalam relationship bisa diterima segala macam roh, iblis tidak membatasi, baik roh duniawi, Roh Kudus dll semua diterima, memang sangat luwes, dan makin akrab; iblis (dan orang-orangnya) tidak membeda-bedakan.
Tetapi dalam persekutuan tubuh Kristus, persekutuan dalam Roh Kudus ini sangat penting, sebab persekutuan tubuh Kristus itu persekutuan dalam Roh Ef 4:3, dengan Roh yang sama yaitu Roh Kudus 2Kor 12:18. Paulus menegur orang-orang Korintus yang luwes seperti orang dunia, sebab mereka mau menerima roh yang mana asal mulutnya mengakui Tuhan 2Kor 10:4. Ini ditegur dengan sangat oleh Paulus, sebab mereka menerima roh yang lain (tentu yang lain itu dari dunia dan iblis) sebab orang-orang seperti ini terkutuk Gal 1:6 oleh karena membawa injil yang berlainan!
Yohanes Pembaptis memakai patokan bahwa orang yang ke atasnya Roh Kudus turun, itulah orang-orang yang dari Allah, yang bisa diterima dan bisa bersekutu ber-sama-sama dalam Tuhan.
Dalam relationship dunia itu tidak dipedulikan, terlalu sulit dan kalau diusut, bisa membuat relationship bisa tidak mendatangkan faedah dan tidak akrab.
4. Pikiran manusiawi dan pikiran Kristus.
Dalam relationship duniawi dipakai pikiran manusiawi, yang menjadi otak pemikir dari relationship supaya akrab.
Semua akal, falsafah-falsafah manusiawi bahkan cara-cara ilmu jiwa yang baik, semua dipakai asal bisa menjadi akrab, dan sesudah itu dicarikan ayat-ayat yang mirip atau yang cocok untuk memberi warna Kristen. Banyak ayat-ayat dipaksakan sehingga janggal, lebih-lebih yang dipimpin Roh akan merasakan tidak sesuai dengan kebenaran ilahi, sebab Roh Kudus selalu mengajarkan kebenaran Firman Tuhan 1Yoh 2:20,27, sehingga bisa mengerti kebenaran ilahi Yoh 16:13, 1Kor 2:10. Mengapa begitu? Sebab yang penting, pokoknya, bisa akrab, segala jalan seringkali dihalalkan dan sesudah itu semua jalan keakraban ini di “meteraikan” dengan ayat-ayat Alkitab. Dengan demikian banyak cara-cara duniawi (yang dianggap netral) dibawa masuk dan menjadi inti keakraban.
Dalam persekutuan tubuh Kristus kita memakai pikiran Kristus bukan yang lain, yaitu terus mencari kehendak dan kebenaran ilahi lalu mencocokkan, dengan tiada perkecualian, supaya semua cara-cara persekutuan kita disucikan dan dicocokkan dengan kebenaran Firman Tuhan. Roh Kudus akan membawa kita pada segala kebenaran, istimewa tentang persekutuan tubuh Kristus dan semua, tanpa kecuali harus dicocokkan dengan Firman Tuhan. Dan ini yang berkenan pada Tuhan.
5. Terang dan gelap.
Relationship tidak peduli (atau kurang mengutamakan) hidup dalam terang. Sekalipun ada sedikit cara-cara duniawi atau dosa, dibiarkan (karena hanya sedikit dan tidak menonjol, apalagi kalau itu sudah menjadi mode orang-orang Kristen di mana-mana) maka mereka mencampuri sedikit-sedikit dengan halus, dengan sopan, pokoknya ada keakraban dan relationship yang manis.
Persekutuan tubuh Kristus menolak semua dosa dan cara hidup dalam gelap, sebab persekutuan tubuh Kristus harus dalam terang (1Yoh 1:7) tidak mau bersekutu dengan gelap 2Kor 4:14-17.
2Kor 6:14
Jangan kamu terkena kuk yang tidak seimbang bersama dengan orang yang tidak beriman, karena persekutuan apakah yang ada di antara kebenaran dengan kejahatan? Dan persekutuan apakah yang ada di antara terang dengan gelap? (KJI)
Ini tidak bisa dipakai dalam dunia sebab bisa menimbulkan kerugian yang besar dan fatal. Tetapi di dalam Tuhan, Tuhan yang sanggup mengatasi kerugian-kerugian yang bisa timbul karena “kekakuan” Firman Tuhan ini.
Dalam persekutuan tubuh Kristus, kita harus terus membersihkan semua hal-hal gelap (dosa, duniawi, kedagingan atau cara-cara manusiawi yang melawan Firman Tuhan). Ini perbedaan yang jelas sekali antara persekutuan tubuh Kristus dan relationship duniawi, tetapi sering tidak diperhatikan, sebab tidak mengerti. Apalagi kalau sudah timbul keakraban yang manis, orang seringkali lupa (lebih-lebih tanpa pertolongan Roh Kudus yang biasanya selalu mengingatkan) akan semua hal-hal yang dosa dan duniawi yang ada dalam relationship atau persekutuan ini, seharusnya tidak boleh ada adalah persekutuan tubuh Kristus, sebab satu kali dosa-dosa itu kalau sudah tumbuh, akan meledak dalam perbuatan-perbuatan yang dahsyat.
6. Siapa yang bekerja di tengah-tengahnya.
Dalam relationship, Tuhan seringkali masih bekerja, seperti dalam 4 Gereja yang melawan Firman Tuhan, Tuhan masih melawatnya, meskipun hanya terbatas, sebab kasih dan kemurahanNya. Sebab itu halini membuat orang-orang bodoh dan orang-orang yang matanya buta oleh segala keduniawian dan kedagingan, makin sulit bahkan tidak bisa membedakan mana yang betul dan sesuai dengan Firman Tuhan dan mana yang merupakan jerat iblis.
Dalam persekutuan tubuh Kristus yang betul, ada persekutuan dan keakraban yang manis seperti yang ditulis dalam Maz 133:1-3 begitu juga yang dialami oleh banyak orang-orang suci, termasuk Tuhan Yesus dan murid-muridnya dan orang-orang suci dalam Alkitab. Orang yang hidup dalam kesucian dapat menikmati persekutuan tubuh Kristus yang penuh dengan hadirat dan kesukaan Surgawi.
Seringkali keakraban dalam relationship dan persekutuan tubuh Kristus tidak bisa dibedakan orang banyak, lebih-lebihyang hidup di Halaman. Sebab itu kebanyakan Kristen Halaman memakai cara-cara relationship ini, sebab hasilnya manis, seolah-olah cocok dengan Firman Tuhan, tetapi sebetulnya ada “bom waktu” di dalamnya, yaitu dosa-dosa dan pekerjaan iblis dalam relationship yang dibiarkan sedikit-sedikit (lama-lama limpah) dosa,  keduniawian dan kedagingan di dalamnya.
Kapan keduanya ini nyata benar bedanya? Kalau ada perang, maka kalau ada dosa, sekalipun pikiran manusiawi di dalamnya kuat dan hebat, mereka akan dikalahkan peperangan dalam pencobaan dan godaan. (Seperti orang Israel kalah lawan Ai, sebab ada dosa di tengah-tengah mereka). Kadang-kadang sekalipun kalah, orang Halaman masih juga tidak tahu, apalagi yang sudah limpah dengan anggur lama. Lebih banyak disisipkan hal-hal duniawi dan kedagingan, itu makin sedap bagi mereka, tetapi ini yang menyebabkan kejatuhan terjadi banyak sekali. Lebih-lebih pada akhir zaman, dimana dosa dan kejahatan melimpah, maka mereka akan bergelimpangan dalam kejatuhan dan dosa, (tetapi mereka tetap tinggal dalam Gereja dan tidak merasakannya seperti 4 Gereja jalan lebar dalam Wah 2-3, bahkan Antikris akan timbul dan duduk dalam Gereja 2Tes 2:4). Kejatuhan dan kehancuran iman ini betul-betul terjadi, bom waktu iblis itu meledak dan menghancurkan semuanya, tetapi masih saja banyak orang yang tidak menurut dan tidak bertobat, tetap dalam dosa-dosanya sampai mereka tertinggal baru sadar.
Tetapi dalam persekutuan tubuh Kristus, ada Kristus yang hidup dan bekerja di tengah-tengahnya. Pada waktu pencobaan perang, godaan dan macam-macam malapetaka datang mereka tetap tinggal teguh dan hidup berkemenangan. Dalam setengah Minggu ke-70 Daniel yaitu masa hukuman rumah Allah 1Pet 4:17, juga seperti yang dinubuatkan dalam Yer 9:6-7, pada waktu itu akan nyata antara relationship duniawi dan persekutuan tubuh Kristus. Orang yang bersekutu dengan betul, sehingga Kristus ada di dalamnya, akan tetap bisa bertahan, tetap hidup dalam kesucian bahkan terus meningkat dan makin tumbuh seperti Kristus dan pada waktu pengangkatan, tiba-tiba mereka hilang, ikut dalam kemuliaan Surgawi yang kekal.
Ini orang-orang yang hidup berkemenangan bahkan lebih dari pemenang, sebab Kristus ada di tengah-tengahnya. Tetapi orang-orang yang mempunyai relationship duniawi, ini salah, meskipun manis, akan jatuh dan tertinggal, sebab mereka mengandalkan kekuatan dan usahanya sendiri, bahkan diantaranya banyak pemimpin-pemimpin gugur dan tertinggal.
7. Akrab dan persekutuan tubuh Kristus. Orang Halaman hanya menikmati keakraban dan tidak mempedulikan yang lain. Orang-orang ini akan terseret dengan mudah oleh tokoh yang hidup dalam dosa dan akhirnya binasa.
Tetapi orang-orang Ruangan Suci, mereka yang penuh dan dipimpin Roh memilih kemanisan persekutuan tubuh Kristus dalam hadirat Tuhan, meskipun ini jalan sempit dan banyak penderitaan salib Rom 8:17-18, tetapi itu semua mulia untuk kekal.
Jadi perbedaan relationship duniawi dan persekutuan tubuh Kristusmakin lama akan makin jelas, istimewa bagi orang-orang yang hidup dalam kesucian dipimpin Roh. Sebab memang terang dan gelap, jalan sempit dan jalan lebar itu sangat berbeda, tetapi orang-orang Halaman tidak mengenal perbedaan ini. Orang-orang yang dipimpin Roh Tuhan mengenalnya baik-baik dan menyucikan diri.
Jangan suam, jatuh bangun dalam dosa, tetapi bertobat sungguh-sungguh sampai dalam pikiran dan angan-angan, supaya bisa dipimpin Roh terus dalam jalan sempit, jalan salib untuk tumbuh dalam rencana Allah yang jauh lebih manis, lebih indah, lebih puas dan mulia sampai kekal.
VII. KEINDAHAN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.
Dasar dari persekutuan rohani yaitu persekutuan tubuh Kristus adalah kesucian dan kasih dan jangan lupa untuk saling mendoakan satu sama lain, apalagi para pemimpin, harus mendoakan domba-domba Tuhan yang dibebankan atasnya dengan kasih dan pimpinan Roh Kudus. Dengan terus mendoakan dan berbuat sesuai dengan Firman Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus, makakita akan mendapat persekutuan yang lebih manis dan lebih indah, bahkan lebih indah dari relationship duniawi, asalkan kita sungguh2 bersekutu sebagai persekutuan tubuh Kristus. Salah satu keindahan persekutuan tubuh Kristus disebut dalamMaz 133:1-3. Hasilnya jauh lebih indah dari relationship dunia, sebab Tuhan bekerja di tengah-tengahnya, dalam terang dan kasih, bukan dalam persekutuan campuran gelap dan terang, tetapi dalam terang saja. Keindahan dari persekutuan tubuh Kristus yang betul adalah karena Tuhan sendiri tinggal dan bekerja di dalamnya. Sebab itu kita mempertahankan persekutuan dalam terang saja dan menolong saudara-saudara kita yang jatuh/ hidup dalam gelap, melepaskan mereka supaya bisa bersama-sama bersekutu dalam terang.
Kalau tentara Yusak perang dan Achan hidup dalam dosa, maka seluruh tentara kalah, sebab ada yang hidup dalam gelap. Begitulah kalau dalam Gereja atau tubuh Kristus  melakukan relationship duniawi, itu seperti menyimpan bom waktu, dan pada waktu perang dengan “Ai”, maka tahu-tahu kalah dan jatuh banyak korban (bom waktu iblis meledak). Tetapi kalau Tuhan ada di tengah-tengah kita, hasilnya indah seperti peperangan Daud, Yosafat di Beracha, Musa dan Israel melawan orang Amalek dll, hasilnya sangat indah.Sebab itu relationship dunia tidak boleh dijalankan di dalam Gereja, dalam tubuh Kristus. Kita harus dipersatukan dalam persekutuan tubuh Kristus dalam kesucian dan kasih maka Tuhan Yesus sendiri yang akanbekerja menjadi hidup dan keindahan persekutuan kita.
VIII. HUBUNGAN DENGAN ORANG DUNIA.
Prinsipnya harus bercerai dengan orang dosa, 2Kor 6:14-178, Yes 52:11 sebab terang dan gelap tidak bisa bersekutu. Memang suci berarti dipisahkan dari dosa Kel 33:16 dan orang-orang berdosa. Kita masih berhubungan dengan orang-orang dunia untuk hal-hal netral dan sekuler (hubungan sosial Luk 14:8, 1Kor 10:27 dll, tetapi jangan ikut dalam dosa-dosanya). Mengapa Allah tidak memisahkan kita secara mutlak dari orang-orang berdosa? Sebab Allah mempunyai maksud untuk menyelamatkan mereka lewat kesaksian kita. Sebab itu kita harus bersikap sebagai garam dan terang bagi mereka Mat 5:13, Pil 2:15, Ams 3:11-20 (22). Kita berhubungan dengan baik, sopan, ramah (bukan dengan dosa, misalnya dengan benci, marah dll, justru dengan belas kasihan Luk 10:27, Mat 9:13), tetapi dengan pendirian yang teguh dan dipimpin Roh. Minta pimpinan Roh yaitu dengan hikmat dan kuasaNya.
Jadi tetap ada pemisahan, meskipun dari luar seolah-olah tetap ada hubungan. Pemisahan ini bisa betul dan menjadi berkat kalau kita punya pengertian, pendirian dan hidup dalam kesucian dipimpin Roh. Pemisahan ini akan jadi nyata dan akhirnya terpisah jauh dalam kesucian dan dosa, lalu dalam pengangkatan (terangkat dan tertinggal) akhirnya dalam Surga Bumi Baru dan Tasik api berpisah untuk kekal. Jangan hanya pikirkan akrab yang salah tetapi pikirkantujuan Surga yang kekal, bukan neraka dan Tasik api.
IX. AKIBAT PERSEKUTUAN CAMPURAN.
Pada akhir zaman toleransi (bisa menerima baik-baik) segala perkara-perkara jalan lebar makin nyata. Kalau Gereja tidak menahan diri, maka semua kesukaan dan tradisi jalan lebar masuk dalam Gereja, maka Gereja akan berubah menjadi Gereja jalan lebar, karena meniru relationship dunia yang sudah banyak jadi mode orang Kristen.
Akibatnya:
1. Ikut arus Kel 23:2. Semua mode, falsafah, jalan pikiran, tradisi, budaya dosa, rekreasi dan cara hidup jalan lebar akan masuk dalam pikirannya, dan hidup dalam perbuatannya. Untuk mencegahnya kita harus selalu hidup benar dipimpin Roh dan menyalahkan yang salah dengan kuasa Roh Kudus (keberanian dari Tuhan).
2. Rohnya berubah. Lot mula-mula adalah orang benar, tetapi kemudian jadi orang Sodom 2Pet 2:8 sehingga berbuat perkara-perkara keji seperti orang Sodom. Juga Saul yang mula-mula penuh Roh Allah kemudian penuh dengan roh setan dan berbuat dosa dalam roh sehingga dosanya jadi matang, tidak lagi mau bertobat. Roh Kudus sangat kuat bahkan maha kuasa, tetapi kalau “Saul” memilih dosa dan membiarkannya (tidak mau sungguh-sungguh bertobat), maka lama-lama Roh Kudus meninggalkannya dan roh setan masuk dan jadi gelap sekali. Memang Abraham yang masih mengasihi Lot, tidak lagi bisa bersekutu dengan Lot. Lot tidak bisa krasan dan akrab dalam lingkungan Abraham, tidak cocok sebab rohnya sudah berubah dan akhirnya binasa. Orang yang tidak bisa cocok dengan orang-orang benar, itu berbahaya, bisa binasa seperti Lot. Sekalipun dihajar Tuhan habis-habisan, tidak mau bertobat kembali. Sebab itu jangan hanya pikir akrab dan cocok dengan cara hidup duniawi, tetapi bertobat sungguh-sungguh, terus pikul salib dan mau dipimpin Roh, sebab ini berarti kemuliaan yang kekal atau kebinasaan yang dahsyat untuk kekal. Jangan kecewa melihat Lot tidak bisa bersekutu dengan kita asalkan kita tetap hidup dalam kesucian dipimpin Roh.
Jangan hanya memikirkan hubungan baik dan akrab, tetapi salahkan yang salah bahkan ditempelak supaya bertobat dan selamat. Tit 1:9,13; 2:15, 1Tim 5:20.
3. Sikap yang betul supaya tidak jadi campuran.
3.1. Ef 5:11. Salahkan yang dosa dan kalau perlu ditempelak sambil terus mendoakan 1Tim 5:20.
3.2. Bertindak, menjauhkan diri dari semua dosa-dosanya dengan tegas 2Tes 3:1, 1Kor 5:9-12. Tuhan mengajarkan untuk bertindak dengan tegas Mat 18:17 sambil kita tetap dipimpin Roh, memperhatikan hidup kita sendiri supaya jangan ditipu dan dijerat iblis Gal 6:1.
3.3. Jangan kecil hati atau kecewa melihat orang-orang berpisah dari kita Kis 5:13; 19:9, sebab memang dosa dan kesucian tidak bisa bersekutu dengan akrab. 2Kor 6:14-17. Akan terjadi pemisahan 1Kor 11:19 tetapi jangan tergolong yang salah. Orang yang memilih keakraban cara duniawi akan terseret dalam dosa dan binasa.
X. PERLUKAH ADA PERJANJIAN DALAM PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS?
Untuk membangun persekutuan tubuh Kristus, perlukah orang-orang beriman membuat janji (tambahan) supaya bisa masuk (atau terikat) dalam persekutuan tubuh Kristus? Tidak!
Dalam dunia banyak orang membuat perjanjian persahabatan (ada dalam suatu geng, perkumpulan dll). Ada yang menandatangani perjanjian dengan darah dari ujung jari yang digigitnya, ada yang dengan menyembelih seekor kambing atau domba, ada yang dengan saling menukarkan bayinya dll. Ada macam-macam cara yang tampaknya serius dan sungguh-sungguh untuk mengikat suatu relationship yang kuat.
Tetapi orang beriman tidak perlu membuat perjanjian tambahan. Misalnya untuk menjadi anggota Gereja harus ada janji tambahan atau disumpah khusus. Tidak perlu sebab:
1. Kita sudah dipersatukan oleh perjanjian darah Anak domba Allah, sehingga semua kita menjadi anak-anak Allah dan dengan demikian kita bersaudara satu sama lain. Bahkan juga dengan orang beriman dari Gereja-gereja lain, apalagi yang dipimpin Roh, meskipun kandangnya lain, tetapi sama-sama dari Allah Bapa, sama-sama anggota tubuh Kristus global.
2. Setiap orang percaya itu anggota tubuh Kristus dan satu beranggotakan yang lain Rom 12:3, 1Kor 12:27, Ef 4:25. Jangan membuat perjanjian lain sebab:
a. Itu menghina perjanjian yang sudah dibuat oleh darah Yesus di atas salib. Kita sudah diikat dengan perjanjian oleh salib dan darah Yesus 1Kor 10:16; 11:25, Ef 2:13. Semua menjadi anak-anak Allah Yoh 1:12 dan dengan demikian kita bersaudara satu sama lain sebagai anak-anak Allah.
b. Kita diikat satu sama lain juga oleh Firman Tuhan, itu ukuran perjanjian yang betul.
c. Semua janji-janji tambahan yang dibuat manusia, sekalipun tampaknya keren, serius, semuanya tidak akan lebih baik daripada perjanjian yang sudah dibuat Allah dalam Firman Tuhan bahkan seringkali janji-janji tambahan ini bisa menjadi jerat.
Dalam janji-janji manusia seringkali ada side efect yang merugikan lebih-lebih dari sudut ilahi. Hukum-janji dan janji-janji Allah itu yang paling sempurna. Sebab itu tidak perlu dan tidak baikmemakai perjanjian tambahan lainnya, tetapi cukup denganperjanjian darah Yesus dan Firman Tuhan.
d. Ada bermacam-macam hubungan khusus, tetapi itu semua sudah ada peraturannya, misalnya: Suami istri, keluarga, hamba majikan, pelayanan, dll.
XI. KECENDERUNGAN ORANG-ORANG BERIMAN.
1. Kita harus bisa mengenali baik-baik perbedaan keakraban ataurelationship duniawi dan persekutuan tubuh Kristus sehingga kita bisa memiliki pendirian yang betul, sikap dan tindakan yang tepat dalam membangun tubuh Kristus, bukan dengan cara-cara dunia atau membangun relationship duniawi tetapi membangun persekutuan tubuh Kristus yang betul, yang sesuai dengan kehendak Tuhan yaitu cocok dengan Firman Tuhan.
Jangan tinggal di Halaman tetapi terus meningkat sampai dalam Ruangan Suci, hidup dipimpin Roh dalam kesucian di jalan sempit. Orang-orang yang tidak bertobat sungguh-sungguh, yang setengah-setengah dan suam akan sangat tertarik dengan prinsip akrab yang manis cara duniawi, tetapi dengan demikian mereka makin limpah dengan dosa yang banyak diserap oleh Gereja-gereja jalan lebar, sebab disana ada keakraban yang limpah dalam hal-hal duniawi dan itu diperhitungkan resmi dan bukan dosa, tidak mengganggu masuk Surga. Tetapi orang-orang yang dipimpin Roh mengerti dan tahu bahwa semua itu tipu daya iblis dan kita tetap menolaknya.
3. Orang-orang yang setengah hati atau jatuh bangun dalam dosa akan tidak cocok dengan Gereja Abraham tetapi cocok sekali dengan Gereja Sodom, sebab itu orang-orang beriman seperti “Lot” bisa bergaul akrab di Sodom tetapi makin lama makin terpisah dari Abraham sampai binasa; makin lama makin penuh dengan dosa dan keduniawian yang menjadi resmi dalam Gerejanya, tetapi jahat dan keji di hadapan Tuhan.
Empat Gereja jalan lebar itu meresmikan segala perkara-perkara duniawi dan kedagingan, termasuk relationship dunia yang sudah diadaptasi oleh Gereja jalan lebar sehingga menjadi resmi bagian dari Gereja.
Ini seperti penyembahan mammon dan roh-roh setan lainnya dalam Pergamus (seperti penyembahan mammon dan baal Astoret dll berhala di Israel). Juga perzinaan dan occultisme dalam Gereja Tiatira. Cara hidup suam dengan segala keduniawian yang limpah dalam Gereja Laodikea dan macam-macam perkara yang mati dan busuk ada dalam Gereja Sardis yang mati; mereka busuk dan kotor seperti bangkai di hadapan Tuhan.
4. Persekutuan tubuh Kristus kalau dicampur dengan perkara-perkara duniawi/ jalan lebar akan rusak dan pahit, tetapi kalau bersekutu dalam terang (ini kehendak Tuhan) akan indah dan kuat, sebab Kristus hidup dalamnya. Relationship duniawi dalam Gereja akan tetap resmi dalam Gereja jalan lebar tetapi gelap, makin penuh dengan dosa dan jauh dari Tuhan, tiba-tiba tertinggal dan menyesal celaka.
5. Jangan tergiur dengan macam-macam relationship yang akrab dan manis dari jalan lebar. Jangan sampai terkagum-kagum seperti Lot akan kesukaan Sodom. Orang seperti Lot tidak bisa akrab lagi dalam Gereja jalan sempit, tidak cocok dan tidakbisa bersekutu dengan Abraham, tetapi lari makin jauh dalam dosa yang makin keji, bahkan dalam dosa-dosa yang orang duniapun tidak sampai melakukannya 1Kor 5:1 sebab dosa terus meningkat, menjadi dalam roh setan dan roh mammon yang keji, akhirnya menjadi sempurna dalam dosa, sudah tidak bisa dan tidak mau bertobat lagi.
6. Hubungan dengan orang dunia itu tidak dilarang sebab kita hidup di tengah-tengahnya, tetapi jadilah garam dan terang bagi mereka, jangan ikut dalam dosa-dosa dan kemanisan relationship dunia,yang makin limpah dengan dosa-dosa akhir zaman, tetapi tetap dalam kesucian dan kesukaan jalan sempit. Tetap keluar dari semua yang gelap, sekalipun itu dilegaliser dan diresmikan oleh beberapa Gereja dan orang Kristen. Kita tidak boleh menjamah, apalagi menikmatinya, keselamatan jiwa bisa hilang.
Jangan ikut dalam kebiasaan, tradisi dan rekreasi umat Tuhan yang bengkok dan terbalik Kis 2:40, Pil 2:15, 2Kor 6:17. Tentu kita harus bersikap baik, sopan, jujur dll yang betul terhadap semua orang, istimewa kepada orang dunia dan Kristen duniawi, supaya jangan jadi batu sontohan, tetapi tetap tegas menyalahkan segala dosa-dosanya Ef 5:11 dan merebut mereka dari kebinasaannya dengan kuasa dan hikmat Roh Kudus
Tambahan I.
Dalam Relationship dunia yang dipentingkn adalah persekutuan yang manis tidak peduli ada kesukaan duniawi atau daging, asal akrab dan senang. Memang senang dan nikmat untuk orang yang perasaan hatinya sudah dibius atau dimatikan (dengan janji-janji ajaran Firman Tuhan yang salah, yang mengizinkannya).
Tetapi mereka hanya mengalami keindahan dari manusiawi, hasil usahanya sendiri. Lebih-lebih kalau ada dosa dan kejahatan di tengah-tengahnya, Tuhan tidak bisa bekerja di tengah-tengah mereka. Satu kali mereka akan masuk dalam dosa terang-terangan melawan dan menolak Tuhan dan menyembah iblis danTetapi persekutuan tubuh Kristus yang betul itu dalam terang dan kasih Kristus dan disertai Tuhan terus menerus. Sebab itu Tuhanlah yang menjadi pusat kemenangan, keindahan dan kesukaan mereka dan mereka akan menjadi kuat dan mengalami kemenangan tanpa batas. Kalau Tuhan ada di tengah-tengahnya, menyertainya, kuasa, kemenangan, kesukaan, pertumbuhan dan berkat2 Tuhan akan limpah sesuai dengan rencana kesempurnaanNya. Tetapi tidak boleh ada yang gelap, semua harus dalam terang,lebih-lebih dalam Minggu ke-70 Daniel, hukum dalam Gereja jadi sangat keras, tetapi fasilitas rohani menjadi sangat limpah, sehingga Gereja yang hidup dalam persekutuan tubuh Kristus yang betul akan tumbuh dengan mudah dan cepat dalam zaman keemasan Gereja,sesuai dengan rencana penamatan ilahi.
Tambahan II:
Dalam relationship duniawi sikap harus dijaga baik-baik dan hati-hati jangan sampai menyalahkan orang lain, bahkan menyanjung sekalipun itu jelek, sebab dengan cara ini bisa memelihara relationship yang baik dengan semua orang. Misalnya mereka bersikap luwes dengan memberi nama yang baik untuk hal-hal jelek, sehingga tidak tersinggung tetapi bisa akrab dengan manis.Misalnya tempat pelacuran atau persundalan sekarang disebut lokasi WTS atau PSK, bahkan ada nama lain lagi yang lebih baik yaitu wanita harapan. Tetapi Alkitab menunjukkan terus namanya adalah pelacur atau sundal. Untuk menjaga relationship yang baikselalu dipakai nama-nama yang baik bahkan indah, tetapi Allah terus terang, dalam terang supaya tampak bedanya.
Pada waktu Yusuf diajak berzina oleh istri Potifar, ia berkata, mana boleh saya melakukan dosa yang begitu besar kepada Tuhan dan tuanku. Tetapi bagi istri Potifar, ini perkara biasa dan kecil bahkan hanya satu variasi. Begitu banyak orang mengganggap perkara-perkara dosa itu perkara kecil dan biasa boleh ada boleh tidak. Tidak mau tidak apa-apa, kalau mau juga tidak apa-apa, asal tidak ber-lebih-lebih. Tetapi di hadapan Tuhan dosa itu bukan perkara kecil, tetapi perkara keji yang besar. Sekalipun orangnya marah dsb, tetapi umat Tuhantetap bicara dengan terus terang. Itulah persekutuan tubuh Kristus dalam terang sesuai Firman Tuhan. Tetapi dalam relationship diusahakan memakai kata-kata dan sapaan yang paling empuk, supaya ada relationship yang baik dan keakraban yang menyenangkan, itu cara dunia.
2. Tidak mudah untuk bisa mengerti dan membedakan, sebab ini tergantung dari mata yang celik dan tingkat rohani kita, apakah kita di luar (Halaman) atau di dalam (Ruangan Suci), sebab karunia mengerti dari Tuhan diberkan untuk orang yang di dalam. Orang-orang Kristen Halaman akan lebih cenderung untuk bersekutu dengan keakraban atau relationship secara dunia seperti Lot; meskipun dengan akal ia tahu bahwa om-nya (Abraham)lebih senang tinggal di Kanaan yang sepi, lebih cocok dengan tubuh Kristus daripada limpah dengansukacita di Sodom Gomora.
Jadi orang-orang Halaman lebih cenderung kepada akrab dan relationship cara dunia yang indah meriah menyenangkan tetapi orang-orang Ruangan Suci suka pada persekutuan tubuh Kristus, sebab itu yang benar, dan asli dan kekal. Seperti keledai Isachar sebelum celik ia tidak suka akan pelayanan dan tujuan hidupnya, sebab itu ia lebih senang nganggur dan mogok dari perkara-perkara yang kekal.
XII. KESIMPULAN.
Ada suatu cerita transmigrasi. Ada dua kelompok orang-orang transmigran yang mempunyai falsafah dan kesukaan yang berbeda. Ada satu kelompok lebih suka hidup bebas, nganggur ber-malas-malasan dan terus bersukacita, makan minum, begadang, main judi dll. Kadang-kadang mereka pergi mencuri hasil sawah orang lain, merampok dan cara-cara lain mengumpulkan harta dengan cepat tanpa bekerja dan bisa terus bersukacita. Jadi mereka bebas bersukacita dan jalan-jalan sambil mencari objek pencurian dan perampokan berikutnya.
Tetapi kelompok yang lain bekerja keras setiap hari di sawahnya, sampai kulitnya, hangus, hitam semua. Mereka dapat penghasilan mula-mula sangat sedikit, sehingga harus betul-betul berpada,tetapi lama-lama meningkat terus sesuai dengan perkembangan sawahnya. Ttahun berganti tahun, orang-orang makin tua dan aus oleh pekerjaan keras dan hidup tidak tentu, kadang-kadang sederhana, kadang-kadang limpah, tetapi mereka bersukacita sebab sudah bekerja keras dan berhasil membuka tanah ladang yang dibagikan pada mereka. Sukacitanya bukan pengangguran atau pesta pora hasil pencurian di ladang lain atau perempokan tetapi sukacita sebab mereka sudah bekerja keras dan hidup tidak sia-sia.
Sesudah bertahun-tahun akhirnya kelompok yang hidup tidak betul ditangkap polisi dan dihukum penjara seumur hidupnya tetapi yang bekerja keras diberi penghargaan karena hasil-hasil indah yang dicapainya.
Begitu di hadapan Allah, sukacita dari asal akrab itu bercampur dengan banyak dosa dan duniawi, nganggur dalam perkara-perkara rohani. Semua ini tidak berkenan pada Tuhan.
Tetapi mereka yang bekerja keras, pikul salib tetapi bersukacita sebab bisa pikul salib, mendapat kesempatan melakukan kehendak Tuhan. Sukacita dari persekutuan tubuh Kristus itu berasal dari bergumul dengan daging, berperang dengan setan, dan taat akan Firman Tuhan, sehingga hidup berkenan pada Tuhan, sehingga mereka bisa bersekutu dalam terang dan kasih Kristus. Ini bukan hidup berlazat-lazat dalam daging dan kesukaan duniawi, tetapi justru dengan ini ada sungai air hidup mengalir dalam hatinya Yoh 4:13 yang makin lama makin deras Yez 47 dan bersambung ke Surga. Kesukaan persekutuan tubuh Kristus adalah kesukaan salib dan Tuhan Yesus sendiri hidup dan berkarya di tengah-tengahnya. Sukacita relationship dan keakraban duniawi adalah sukacita dari sukacita hidup bebas di jalan lebar dengan bebas-bebas dalam sedikit atau banyak dosa. Jangan sukacita karena keakraban yang salah, tetapi sukacita sebab keakraban tubuh Kristus yang betul seperti Maz 133:1-3, dalam kelimpahan pengurapan dan kesukaan Roh Kudus.