Stand 2: Menumbuhkan Tabiat Baru


 

I. DASAR UNTUK PERTUMBUHAN TABIAT BARU

Yaitu hal hal minimum yang di perlukan setiap orang beriman untuk menumbuhkan hidupnya yang baru sampai menjadi seperti Kristus.

 Ada 5 hal :

1. Lahir baru
Hanya orang Kristen yang sudah lahir baru yang bisa hidup dan tumbuh dalam tabiat baru, sebab dengan kelahiran baru, ia menerima dan mempunyai benih tabiat baru yang ilahi.
Contoh : Telur burung. Dalam telur sudah ada burung yang lengkap, tinggal menumbuhkan, pasti ak-hirnya bisa menjadi burung yang terbang tinggi.
Begitu orang lahir baru bisa tumbuh menjadi seperti Kristus.
 
2. Mengerti.
Mengerti apa artinya lahir baru dan bagaimana kita bisa terus bertumbuh supaya menjadi sama seperti Kristus.
Kalau kita bisa mengerti dan melakukannya baik-baik, lebih-lebih kalau penuh dan dipimpin Roh, kita bisa tumbuh dan berbuah buah banyak sampai akhirnya bisa menjadi seperti Kristus, Mat.13:23.
Orang yang tidak mengerti isi Kitab Suci dan kuasa Allah bisa tumbuh keliru, apalagi karena pengaruh pergaulan yang salah dengan orang-orang dunia dan orang-orang Kristen yang duniawi, maka pertumbuhannya tidak seperti Kristus, Mrk.12:24.
 
3. Dengan iman.
Tinggalkan tabiat lama, pakai yang baru dengan iman. Tabiat lama dengan segala kelemahannya jangan menjadi patokan. Kalau dahulu hidup dalam dosa, terikat dosa, atau tabiat suka marah, iri, sombong, mulut yang jelek, tidak bisa mengampuni dll, lepaskan semua dengan iman pasti bisa.
Kol 3 :9 Jangan lagi kamu saling mendustai dll, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
 
4. Di perbaharui terus menerus.
Tabiat baru ini perlu di perbaharui terus menerus.
 Kol 3:10 dan telah mengenakan manusia baru  yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Sebab kita masih hidup dalam tubuh daging, yang terus menarik kita pada dosa (sebab orang luar belum ditebus, baru pada hari pengangkatan Rom.8:23) sebab itu  kita harus terus pikul salib, mematikan daging supaya tabiat baru dalam roh kita bisa tumbuh. Ini dikerjakan terus menerus, setiap kali diperbaiki sampai tabiat baru ini lebih nyata sehingga akhirnya menjadi seperti Kristus. Luk.9:23.
 
5.Tumbuh dalam pelayanan.
Sebab dalam pelayanan kita bertemu bermacam macam orang dan karakter, dalam pelayanan, sekalipun di rugikan atau disakiti, kita mengampuni, tetap melayani. Ini menjadi pengolahan terus menerus. Kalau setiap kali kita lulus (tidak bereaksi dosa) kita akan tumbuh.
 Ams 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Dan itu akan menumbuhkan tabiat baru kita. Begitu juga kita akan tumbuh karena melayani dalam kesucian dan dipimpin Roh. 2Tim.2:20-21.
 

II. TERUS TUMBUH DALAM HIDUP BARU

Ada hal hal yang melemahkan rohani kita dan ada yang menguatkan, tergantung mana yang  lebih kuat, itu yang mempengaruhi orang orang beriman.
A. Hal hal yang menarik manusia kepada dosa.
 1. Daging.
 Gal 5:16 Jadi, inilah yang saya katakan: Berjalanlah di dalam Roh, maka kamu tidak  akan menggenapkan nafsu daging. (KJI)
Hidup di dunia ini adalah suatu peperangan, peperangan terbesar manusia rohani adalah perang antara daging dan roh. Oleh sebab itu kita harus waspada, terus menerus mematikan kedagingan kita, maka tabiat baru itu bisa tumbuh.
Roma 6:6 Karena mengetahui hal ini, bahwa manusia lama kita sudah disalibkan bersama dengan Dia, supaya tubuh do-sa dibinasakan sehingga sejak itu kita tidak lagi melayani  dosa. (KJI)
Roma 8:13 Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh itu kamu mematikan perbuatan perbuatan tubuh, kamu akan hidup. (KJI)
 2. Hawa nafsu duniawi.
Dunia ini penuh dengan segala nafsu daging, nafsu mata dan keangkuhan hidup, kalau kita bisa mengalahkannya terus menerus, maka tabiat baru bisa tumbuh subur.
1Yoh 2:16 Karena semua yang ada di dalam dunia, yaitu nafsu daging, dan nafsu mata, dan keangkuhan hidup, itu bukanlah dari Bapa, melainkan dari dunia. (KJI)
Hal hal ini banyak menjerat orang sehingga jatuh dalam dosa dan kembali dalam tabiat lama, tabiat barunya tidak tumbuh.
3. Iblis.
Iblis itu seperti singa hendak menerkam orang yang lengah dengan segala tipu daya dan kuasa pengaruhnya. Kalahkan dengan kuasa Allah, tetap hidup suci, maka tabiat baru bisa tumbuh dengan baik.
1Pet 5:8 Pikirkanlah baik baik, dan berjaga-jagalah, sebab iblis seterumu itu singa yang mengaum-aum, berjalan keli-ling, mencari siapa yang dapat dilahapnya.(KJI)
 
B. Kekuatan untuk menang dan untuk tumbuh dalam tabiat baru.
Yang dapat membuat kita menang atas dosa dan tabiat lama adalah:
1. Kemauan.
Kita harus punya kemauan dan bisa mengambil keputusan yang tegas Luk 12 :57 untuk mematikan segala nafsu nafsu dunia dan keinginan daging dan hidup menurut tabiat yang baru. Pakai segenap kekuatan kita, jangan mau atau membiarkan diri kita dilazatkan dengan segala kelezatan dunia ini, Rom.14:13 sebab itu akan me-nguatkan hawa nafsu,   menguatkan tarikan daging kepada dosa.
Kita bukan robot, Tuhan hanya mau menolong kalau diri kita sendiri mau.Kalau kita sungguh sungguh mau hidup baru, meskipun kita kurang kuat, tetapi Tuhan yang maha kuasa sanggup menolong kita sehingga kita menjadi kuat dan bisa hidup baru.
2. Kuasa Roh Kudus.
Kekuatan kita terbatas, sebab itu selain kemauan kita harus minta kuasa Allah,  minta Roh Kudus membantu kita.
 Kis 1 :8 Tetapi kamu akan me-nerima kuasa  ketika Roh Kudus turun ke atas mu,dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku  baik di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujungbumi. “ (KJI)
Sebab dengan kuasa Allah lah kita bisa lepas dari hidup lama dan menumbuhkan hidup baru yaitu dengan berdoa terus menerus dalam Roh dan kebenaran
1Tes.5:17 Berdoalah tanpa berhenti.(KJI)
Orang yang tekun berdoa dengan betul, tabiat barunya akan lebih cepat nyata dan tumbuh dengan indah. Dan Ia akan sanggup dan kuat hidup baru seperti Kristus.
3. Firman Tuhan.
Kita perlu tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, 2Pet.3:18 lebih lebih dengan meningkatnya siasat, godaan, jerat-jerat dosa akhir zaman seperti jerat-jerat dosa dalam banyak alat-alat elektronik.
Lebih banyak kita mengerti FT, kita akan tahu lebih banyak faedah dan keindahannya dari orang yang taat dan yang tidak taat, dan a-kibatnya orang yang menuruti segala macam siasat dan godaan-godaan itu.
4. Persekutuan Tubuh Kristus.
Kita perlu bersekutu dengan orang orang beriman supaya bisa saling menasehati, saling mengingatkan, saling menguatkan, saling melayani dalam Roh, saling mendoakan sehingga bisa terus tumbuh dalam  tabiat baru.
Im 26:8 Lima orang dari antaramu (yang bisa bersekutu dengan baik) akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu (yang bisa bersekutu) akan mengejar sepuluhribu dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
Mempunyai persekutuan dengan orang beriman didalam RK, yang sama-sama mau hidup suci dan melakukan kehendak Tuhan, dalam Gereja yang baik,itu sangat menguatkan dan menumbuhkan tabiat baru.
Bersekutu dalam Roh, salahkan dan tolak yang salah, rebut kembali yang terhilang atau undur.
5. Iman.
Dengan iman kita pasti sanggup hidup cara baru dalam setiap segi hidup seperti Kristus. Mrk 9:23.
Jangan mudah menyerah, sekalipun andaikata lemah atau jatuh, segera bertobat dan berdiri kembali, berdoa minta kuasa Allah Menang dalam kesucian itu manis, kalah dan jatuh dalam dosa itu pahit & celaka.
Yak 4:7-8 Karena itu serahkan dirimu kepada Allah. Lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu. Dekatilah Allah, maka Ia akan mendekatimu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang orang berdosa dan sucikanlah hatimu, hai orang orang yang pikirannya mendua. (KJI)

III.  JANGAN TAMBAL TABIAT LAMA,

TETAPI GANTI SEMUA DENGAN

TABIAT BARU DAN TUMBUH Luk 5 :36

Kita tidak bisa memakai tabiat lama dan baru bersama-sama, buang semua yang lama, pakai semua yang baru.
Mengapa?  Sebab :
1. Hukum yang berlaku itu berbeda. Tabiat lama dari manusia lama ada dalam kuasa hukum dosa dan maut. Tabiat baru dari manusia baru (sesudah lahir baru) ada dalam kuasa yang lain yaitu dalam Hukum Roh kehidupan didalam Kristus Kol 1:13. Kalau seorang memakai tabiat lama, ia kembali dalam hukum dosa dan maut, sehingga tabiat baru tidak bisa muncul dan makin lama tabiat lama lebih nyata, kembali seperti hidup lama, dan itu berarti kembali dalam dosa sebab di kuasai hukum dosa dan maut.
2. Tabiat lama itu tabiat iblis. Tabiat lama dari manusia lama itu milik iblis, itu tabiat dosa, tabiat iblis. Tabiat baru dari manusia baru itu tabiat Allah. Tabiat baru tidak bisa cocok, tidak bisa di campur de-ngan tabiat lama, Iblis mau saja di campur tapi Allah tidak mau (Yoh 8:44).
3. Tabiat lama  bercampur dosa, sekalipun “baik”,  selalu ada maksud maksud dan siasat dosa yang tersembunyi, sebab tabiat lama itu kotor, pabrik dosa. Misalnya sabar tabiat lama, biasanya bercampur dosa, ada dendam atau tidak se-nang; tetapi sabar tabiat baru tidak bercampur dosa, sabar dan suci, dsb.
4. Gelap dan terang itu tidak bisa bercampur. 2Kor 6:14 sebab itu buang tabiat lama ganti dengan yang baru.
Contoh: Gadis lemah lembut, sopan, rendah hati, baik, ternyata menggelapkan uang di kantor. Ini tabiat lama.
Seorang pegawai kantor teladan, ternyata di rumah kejam pada istrinya.
Dengan istri baik manis, lemah lembut ternyata diam diam memelihara perempuan lain.
Ini semua tabiat lama yang baik, tetapi biasanya selalu bercampur dengan dosa, sekalipun kadang-kadang belum tampak, masih disimpan dalam hatinya.Tabiat baru tidak bisa campur dengan perkara perkara dosa atau gelap. Manusia baru di hadapan Tuhan tidak akan diam diam berbuat hal hal yang jahat, Tuhan tahu semua dan menguatkan anak-anak Allah yang mau hidup suci, serta memberkatinya.
5. Kita harus bisa membedakan manusia tabiat lama dan manusia tabiat baru, supaya menuruti hanya tabiat baru dan menyangkali tabiat lama. Tentu kita harus lekat pada Tuhan supaya mendapat kekuatan yang cukup (bahkan limpah) dari Tuhan untuk bisa hidup dalam hidup yang baru yang sesuai dengan Firman Tuhan.
 

IV.  PERTUMBUHAN TABIAT BARU SAMPAI

UKURAN PENUH YAITU SEPERTI KRISTUS

Untuk menumbuhkan tabiat baru.
1. Perlu waktu.
Contoh : Musa yang mula mula galak jadi lemah lembut bahkan paling lembut di dunia      Bil 12:3 Yohanes semula begitu kasar sampai di sebut anak guruh setelah lahir baru, menjadi rasul kasih yang lemah lembut Luk 9:54
2. Kematangan setiap sifat baru tidak sama.
Contoh : Sudah tekun, jujur, tetapi tabiat de-ngan mulut masih kurang tumbuh.
Tabiat-tabiat yang belum matang, akan di olah Tuhan dengan mengijinkan macam-macam pencobaan menimpanya.
Hati-hati menghadapinya  jangan bereaksi dosa, Kita harus tahu kehendak Allah atau minta pimpinanNya dan mentaatinya, maka kita akan lulus sehingga bertambah matang dalam tabiat yang baru itu.
3. Pertumbuhan tabiat baru itu dalam kesucian
Meskipun belum matang tetapi tabiat baru tidak bercampur dosa
Contoh : Kurang rajin, tetapi tidak sampai dusta.
Kurang kasih, tetapi tidak ada kebencian, Semua tabiat baru yang masih kurang, apa lagi yang lemah,  semua harus dikuatkan dan terus ditumbuhkan.
 

V.  PERSAMAAN DAN PERBEDAAN TABIAT

DAN BUAH ROH

TABIAT  –>   Hasil pengolahan dari hidup kita
BUAH ROH –>  Diberi pada saat di butuhkan bagi orang yang hidup di pimpin ROH.          Gal 5 : 22-23.
Misalnya Rasul-rasul yang ketakutan, yang sedih, tidak berani dan kembali mencari ikan. Waktu penuh dengan Roh Kudus tiba-tiba berubah menjadi orang yang berani, sukacita sekalipun dalam aniaya, penuh kasih dll. Kadang ada orang dalam baptisan Roh, tahu-tahu tertawa bersukacita terus, padahal sebelumnya susah, putus asa atau pendiam. Ini adalah buah Roh!

VI. EVALUASI

1. Jangan tumbuh menjadi yang salah atau campuran, karna tidak mengerti isi alkitab dan kuasanya Mrk.12:24.Tabiat baru itu selalu suci, sesuai dengan FT, memuliakan nama Tuhan. Tabiat lama sebaliknya.
2.Kembali dalam tabiat lama, sebab roh kita sudah menjadi baru, tetapi (kurungan) tubuh daging belum, tetap penuh tabiat daging yang harus terus dimatikan, baru tabiat baru bisa tumbuh baik.
Sekalipun sudah lahir baru dan mulai dalam Roh tetapi kalau tidak menyalibkan daging, apalagi kalau daging di lezatkan, daging bisa menjadi kuat, roh menjadi lemah, bisa kembali dalam tabiat daging atau tabiat lama seperti Simson,  Judas.Gal.3:3-4.
3. Saling menasihati dalam persekutuan tubuh Kristus.
Ini sangat penting dan Tuhan suka kalau ada limpah nasehat dalam orang-orang beriman. Fil 2:1-2.
Di mulai dari suami istri, antara saudara saudara beriman yang ada hubungan erat dalam Kristus dan dalam persekutuan di gereja. Jangan segan-segan minta nasehat kepada:
–  Orang yang kenal kita, gembala masing-masing.
–    Orang-orang rohani , penuh dan di pimpin Roh.
–   Orang-orang yang mengerti tabiat baru.
Orang yang kenal kita biasanya lebih tahu kekurangan kita, dan perlu saling nasehat dan tegur. Jangan bersekutu dengan orang yang tidak bertobat, bisa di kuatkan dalam perkara-perkara dosa, seperti Amnon yang diberi nasehat oleh Jonadab untuk berzinah dan akibatnya ia mati dibunuh.
Contoh :
Josia, Tuhan pasti sudah mencegah-nya dengan macam-macam nasehat, Ia tidak mengindahkannya, juga kata-kata Nekho yang yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido dan mati 2Taw 35 : 22.
Justru nasihat yang sesuai FT mencegahkan kita dari dosa, supaya tetap dalam jalan Allah, sehingga lepas dari segala celaka dan kerusakan rohani, juga rencana Allah dalam hidup kita tidak sampai batal tetapi jadi dengan indah.
Pemimpin pemimpin perlu sering memberi nasihat, tetapi juga bisa menerima nasihat seperti Daud
 

VII. TUJUAN AKHIR

Tujuan akhir dari bertumbuh dalam tabiat baru adalah menjadi seperti Kristus dalam segala segi hidupnya, Orang seperti Kristus akan menjadi berkat , menerangi dan menggarami orang orang di sekitarnya, sehingga dapat menyelamatkan orang orang yang berdosa dan ia sendiri berbahagia serta menerima pahalanya yang kekal di Surga dalam tingkatan-tingkatan kemuliaan yang heran.
Ini tidak sulit, asal sudah percaya (sudah ada benih ilahi) dan dengan tulus sungguh sungguh mau, Roh Kudus yaitu Allah yang maha kuasa dan maha tahu sanggup menolong kita berhasil tumbuh  sampai sempurna seperti Kristus, dalam lingkungan persekutuan tubuh Kristus. []

I. DASAR UNTUK

PERTUMBUHAN

TABIAT BARU.

 

Yaitu hal hal minimum yang di perlukan setiap orang beriman untuk menumbuhkan hidupnya yang baru sampai menjadi seperti Kristus.

 

Ada 5 hal :

1. Lahir baru

Hanya orang Kristen yang sudah lahir baru yang bisa hidup dan tumbuh dalam tabiat baru, sebab dengan kelahiran baru, ia menerima dan mempunyai benih tabiat baru yang ilahi.

Contoh : Telur burung. Dalam telur sudah ada burung yang lengkap, tinggal menumbuhkan, pasti ak-hirnya bisa menjadi burung yang terbang tinggi.

 

Begitu orang lahir baru bisa tumbuh menjadi seperti Kristus.

 

2. Mengerti.

Mengerti apa artinya lahir baru dan bagaimana kita bisa terus bertumbuh supaya menjadi sama seperti Kristus.

Kalau kita bisa mengerti dan melakukannya baik-baik, lebih-lebih kalau penuh dan dipimpin Roh, kita bisa tumbuh dan berbuah buah banyak sampai akhirnya bisa menjadi seperti Kristus, Mat.13:23.

Orang yang tidak mengerti isi Kitab Suci dan kuasa Allah bisa tumbuh keliru, apalagi karena pengaruh pergaulan yang salah dengan orang-orang dunia dan orang-orang Kristen yang duniawi, maka pertumbuhannya tidak seperti Kristus, Mrk.12:24.

 

3. Dengan iman.

Tinggalkan tabiat lama, pakai yang baru dengan iman. Tabiat lama de-ngan segala kelemahannya jangan menjadi patokan. Kalau dahulu hidup dalam dosa, terikat dosa, atau tabiat suka marah, iri, sombong, mulut yang jelek, tidak bisa mengampuni dll, lepaskan semua dengan iman pasti bisa.

 

Kol 3 :9 Jangan lagi kamu saling mendustai dll, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

 

4. Di perbaharui terus menerus.

Tabiat baru ini perlu di perbaharui terus menerus.

 

Kol 3:10 dan telah mengenakan manusia baru  yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

 

Sebab kita masih hidup dalam tubuh daging, yang terus menarik kita pada dosa (sebab orang luar belum ditebus, baru pada hari pengangkatan Rom.8:23) sebab itu  kita harus terus pikul salib, mematikan daging supaya tabiat baru dalam roh kita bisa tumbuh. Ini dikerjakan terus menerus, setiap kali diperbaiki sampai tabiat baru ini lebih nyata sehingga akhirnya menjadi seperti Kristus. Luk.9:23.

 

5.Tumbuh dalam pelayanan.

Sebab dalam pelayanan kita bertemu bermacam macam orang dan karakter, dalam pelayanan, sekalipun di rugikan atau disakiti, kita mengampuni, tetap melayani. Ini menjadi pengolahan terus menerus. Kalau setiap kali kita lulus (tidak bereaksi dosa) kita akan tumbuh.

 

Ams 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

 

Dan itu akan menumbuhkan tabiat baru kita. Begitu juga kita akan tumbuh karena melayani dalam kesucian dan dipimpin Roh. 2Tim.2:20-21.

 

 

II. TERUS TUMBUH DALAM HIDUP BARU

           

Ada hal hal yang melemahkan rohani kita dan ada yang menguatkan, tergantung mana yang  lebih kuat, itu yang mempengaruhi orang orang beriman.

 

A. Hal hal yang menarik manusia kepada dosa.

 

1. Daging.

 

Gal 5:16 Jadi, inilah yang saya katakan: Berjalanlah di dalam Roh, maka kamu tidak  akan menggenapkan nafsu daging. (KJI)

 

Hidup di dunia ini adalah suatu pepe-rangan, peperangan terbesar manusia rohani adalah perang antara daging dan roh. Oleh sebab itu kita harus waspada, terus menerus mematikan kedagingan kita, maka tabiat baru itu bisa tumbuh.

Roma 6:6 Karena mengetahui hal ini, bahwa manusia lama kita sudah disalibkan bersama dengan Dia, supaya tubuh do-sa dibinasakan sehingga sejak itu kita tidak lagi melayani  dosa. (KJI)

 

Roma 8:13 Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh itu kamu mematikan perbuatan perbuatan tubuh, kamu akan hidup. (KJI)

 

2. Hawa nafsu duniawi.

Dunia ini penuh dengan segala nafsu daging, nafsu mata dan keangkuhan hidup, kalau kita bisa mengalahkannya terus menerus, maka tabiat baru bisa tumbuh subur.

 

1Yoh 2:16 Karena semua yang ada di dalam dunia, yaitu nafsu daging, dan nafsu mata, dan keangkuhan hidup, itu bukanlah dari Bapa, melainkan dari dunia. (KJI)

 

Hal hal ini banyak menjerat orang sehingga jatuh dalam dosa dan kembali dalam tabiat lama, tabiat barunya tidak tumbuh.

3. Iblis.

Iblis itu seperti singa hendak menerkam orang yang lengah dengan segala tipu daya dan kuasa penga-ruhnya. Kalahkan dengan kuasa Allah, tetap hidup suci, maka tabiat baru bisa tumbuh dengan baik.

 

1Pet 5:8 Pikirkanlah baik baik, dan berjaga-jagalah, sebab iblis seterumu itu singa yang mengaum-aum, berjalan keli-ling, mencari siapa yang dapat dilahapnya.(KJI)

 

B. Kekuatan untuk menang dan untuk tumbuh dalam tabiat baru.

Yang dapat membuat kita menang atas dosa dan tabiat lama adalah:

 

1. Kemauan.

Kita harus punya kemauan dan bisa mengambil keputusan yang tegas Luk 12 :57 untuk mematikan segala nafsu nafsu dunia dan keinginan daging dan hidup menurut tabiat yang baru. Pakai segenap kekuatan kita, jangan mau atau membiarkan diri kita dila-zatkan dengan segala kelezatan dunia ini, Rom.14:13 sebab itu akan me-nguatkan hawa nafsu,   menguatkan tarikan daging kepada dosa.

Kita bukan robot, Tuhan hanya mau menolong kalau diri kita sendiri mau.Kalau kita sungguh sungguh mau hidup baru, meskipun kita kurang kuat, tetapi Tuhan yang maha kuasa sanggup menolong kita sehingga kita menjadi kuat dan bisa hidup baru.

 

2. Kuasa Roh Kudus.

Kekuatan kita terbatas, sebab itu selain kemauan kita harus minta kuasa Allah,  minta Roh Kudus membantu kita.

 

Kis 1 :8 Tetapi kamu akan me-nerima kuasa  ketika Roh Kudus turun ke atas mu,dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku  baik di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujungbumi. “ (KJI)

 

Sebab dengan kuasa Allah lah kita bisa lepas dari hidup lama dan me-numbuhkan hidup baru yaitu dengan berdoa terus menerus dalam Roh dan kebenaran

 

1Tes.5:17 Berdoalah tanpa berhenti.(KJI)

 

Orang yang tekun berdoa dengan betul, tabiat barunya akan lebih cepat nyata dan tumbuh dengan indah. Dan Ia akan sanggup dan kuat hidup baru seperti Kristus.

 

3. Firman Tuhan.

Kita perlu tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, 2Pet.3:18 lebih lebih dengan meningkatnya siasat, godaan, jerat-jerat dosa akhir zaman seperti jerat-jerat dosa dalam banyak alat-alat elektronik.

Lebih banyak kita mengerti FT, kita akan tahu lebih banyak faedah dan keindahannya dari orang yang taat dan yang tidak taat, dan a-kibatnya orang yang menuruti segala macam siasat dan godaan-godaan itu.

 

4. Persekutuan Tubuh Kristus.

Kita perlu bersekutu dengan orang orang beriman supaya bisa saling menasehati, saling mengingatkan, saling menguatkan, saling melayani dalam Roh, saling mendoakan sehingga bisa terus tumbuh dalam  tabiat baru. 

 

Im 26:8 Lima orang dari antaramu (yang bisa bersekutu dengan baik) akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu (yang bisa bersekutu) akan mengejar sepuluhribu dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

 

Mempunyai persekutuan dengan orang beriman didalam RK, yang sama-sama mau hidup suci dan me-lakukan kehendak Tuhan, dalam Ge-reja yang baik,itu sangat menguatkan dan menumbuhkan tabiat baru.

Bersekutu dalam Roh, salahkan dan tolak yang salah, rebut kembali yang terhilang atau undur.

5. Iman.

Dengan iman kita pasti sanggup hidup cara baru dalam setiap segi hidup seperti Kristus. Mrk 9:23.

Jangan mudah menyerah, sekalipun andaikata lemah atau jatuh, segera bertobat dan berdiri kembali, berdoa minta kuasa Allah Menang dalam kesucian itu manis, kalah dan jatuh dalam dosa itu pahit & celaka.

 

Yak 4:7-8 Karena itu serahkan dirimu kepada Allah. Lawanlah iblis, maka ia akan lari daripa-damu. Dekatilah Allah, maka Ia akan mendekatimu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang orang berdosa dan sucikanlah hatimu, hai orang orang yang pikirannya mendua. (KJI)

III.  JANGAN TAMBAL TABIAT LAMA, TETAPI GANTI SEMUA

DENGAN TABIAT BARU DAN TUMBUH.

Luk 5 :36

 

Kita tidak bisa memakai tabiat lama dan baru bersama-sama, buang semua yang lama, pakai semua yang baru.Mengapa? Sebab :

1. Hukum yang berlaku itu berbeda. Tabiat lama dari manusia lama ada dalam kuasa hukum dosa dan maut. Tabiat baru dari manusia baru (sesudah lahir baru) ada dalam kuasa yang lain yaitu dalam Hukum Roh kehidupan didalam Kristus Kol 1:13. Kalau seorang memakai tabiat lama, ia kembali dalam hukum dosa dan maut, sehingga tabiat baru tidak bisa muncul dan makin lama tabiat lama lebih nyata, kembali seperti hidup lama, dan itu berarti kembali dalam dosa sebab di kuasai hukum dosa dan maut.

 

2. Tabiat lama itu tabiat iblis. Tabiat lama dari manusia lama itu milik iblis, itu tabiat dosa, tabiat iblis. Tabiat baru dari manusia baru itu tabiat Allah. Tabiat baru tidak bisa cocok, tidak bisa di campur de-ngan tabiat lama, Iblis mau saja di campur tapi Allah tidak mau (Yoh 8:44).

3. Tabiat lama  bercampur dosa, sekalipun “baik”,  selalu ada maksud maksud dan siasat dosa yang tersembunyi, sebab tabiat lama itu kotor, pabrik dosa. Misalnya sabar tabiat lama, biasanya bercampur dosa, ada dendam atau tidak se-nang; tetapi sabar tabiat baru tidak bercampur dosa, sabar dan suci, dsb.

4. Gelap dan terang itu tidak bisa bercampur. 2Kor 6:14 sebab itu buang tabiat lama ganti dengan yang baru.

 

Contoh: Gadis lemah lembut, sopan, rendah hati, baik, ternyata menggelapkan uang di kantor. Ini tabiat lama.

Seorang pegawai kantor teladan, ternyata di rumah kejam pada istrinya.

Dengan istri baik manis, lemah lembut ternyata diam diam memelihara perempuan lain.

Ini semua tabiat lama yang baik, tetapi biasanya selalu bercampur dengan dosa, sekalipun kadang-kadang belum tampak, masih disimpan dalam hatinya.Tabiat baru tidak bisa campur dengan perkara perkara dosa atau gelap. Manusia baru di hadapan Tuhan tidak akan diam diam berbuat hal hal yang jahat, Tuhan tahu semua dan menguatkan anak-anak Allah yang mau hidup suci, serta memberkatinya.

5. Kita harus bisa membedakan manusia tabiat lama dan manusia tabiat baru, supaya menuruti hanya tabiat baru dan menyangkali tabiat lama. Tentu kita harus lekat pada Tuhan supaya mendapat kekuatan yang cukup (bahkan limpah) dari Tuhan untuk bisa hidup dalam hidup yang baru yang sesuai dengan Firman Tuhan.

 

 

IV.  PERTUMBUHAN TABIAT BARU SAMPAI UKURAN PENUH YAITU SEPERTI KRISTUS

Untuk menumbuhkan tabiat baru.

1. Perlu waktu.

Contoh :

Musa yg mula mula galak jadi lemah lembut bahkan paling lembut di dunia Bil 12:3

Yohanes semula begitu kasar sampai di sebut anak guruh setelah lahir baru, menjadi rasul kasih yang lemah lembut Luk 9:54

2. Kematangan setiap sifat baru tidak sama.

Contoh :

Sudah tekun, jujur, tetapi tabiat de-ngan mulut masih kurang tumbuh.

Tabiat-tabiat yang belum matang, akan di olah Tuhan dengan mengijinkan macam-macam pencobaan me-nimpanya.

 

Hati-hati menghadapinya  jangan bereaksi dosa, Kita harus tahu kehendak Allah atau minta pimpinanNya dan mentaatinya, maka kita akan lulus sehingga bertambah matang dalam tabiat yang baru itu.

3. Pertumbuhan tabiat baru itu dalam kesucian

Meskipun belum matang tetapi tabiat baru tidak bercampur dosa

Contoh :

Kurang rajin, tetapi tidak sampai dusta.

Kurang kasih, tetapi tidak ada kebencian, Semua tabiat baru yang masih kurang, apa lagi yang lemah,  semua harus dikuatkan dan terus ditumbuhkan.

 

V.  PERSAMAAN DAN PERBEDAAN TABIAT DAN BUAH ROH

TABIAT à  Hasil pengolahan dari

                     hidup kita

BUAH ROH à Diberi pada saat di

                          butuhkan bagi orang

                          yg hidup di pimpin

                          ROH. Gal 5 : 22-23.

Misalnya Rasul-rasul yang ketakutan, yang sedih, tidak berani dan kembali mencari ikan. Waktu penuh dengan Roh Kudus tiba-tiba berubah menjadi orang yang berani, sukacita sekalipun dalam aniaya, penuh kasih dll. Kadang ada orang dalam baptisan Roh, tahu-tahu tertawa bersukacita terus, padahal sebelumnya susah, putus asa atau pendiam. Ini adalah buah Roh!

 

 

VI. EVALUASI.

 

1. Jangan tumbuh menjadi yang salah atau campuran, karna tidak mengerti isi alkitab dan kuasanya Mrk.12:24.Tabiat baru itu selalu suci, sesuai dengan FT, memuliakan nama Tuhan. Tabiat lama sebaliknya.

 

2.Kembali dalam tabiat lama, sebab roh kita sudah menjadi baru, tetapi (kurungan) tubuh daging belum, tetap penuh tabiat daging yang harus terus dimatikan, baru tabiat baru bisa tumbuh baik.

Sekalipun sudah lahir baru dan mulai dalam Roh tetapi kalau tidak menyalibkan daging, apalagi kalau daging di lezatkan, daging bisa menjadi kuat, roh menjadi lemah, bisa kembali dalam tabiat daging atau tabiat lama seperti Simson,  Judas.Gal.3:3-4.

 

3. Saling menasihati dalam persekutuan tubuh Kristus.

Ini sangat penting dan Tuhan suka kalau ada limpah nasehat dalam orang-orang beriman. Fil 2:1-2.

Di mulai dari suami istri, antara saudara saudara beriman yang ada hubungan erat dalam Kristus dan dalam persekutuan di gereja. Jangan segan-segan minta nasehat kepada:

  Orang yang kenal kita, gembala masing-masing.

    Orang-orang rohani , penuh dan di pimpin Roh.

   Orang-orang yang mengerti tabiat baru.

 

Orang yang kenal kita biasanya lebih tahu kekurangan kita, dan perlu saling nasehat dan tegur. Jangan bersekutu dengan orang yang tidak bertobat, bisa di kuatkan dalam perkara-perkara dosa, seperti Amnon yang diberi nasehat oleh Jonadab untuk berzinah dan akibatnya ia mati dibunuh.

 

Contoh :

Josia, Tuhan pasti sudah mencegah-nya dengan macam-macam nasehat, Ia tidak mengindahkannya, juga kata-kata Nekho yang yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido dan mati 2Taw 35 : 22.

Justru nasihat yang sesuai FT mencegahkan kita dari dosa, supaya tetap dalam jalan Allah, sehingga lepas dari segala celaka dan kerusakan rohani, juga rencana Allah dalam hidup kita tidak sampai batal tetapi jadi dengan indah.

Pemimpin pemimpin perlu sering memberi nasihat, tetapi juga bisa menerima nasihat seperti Daud

 

 

VII. TUJUAN AKHIR

 

Tujuan akhir dari bertumbuh dalam tabiat baru adalah menjadi seperti Kristus dalam segala segi hidupnya, Orang seperti Kristus akan menjadi berkat , menerangi dan menggarami orang orang di sekitarnya, sehingga dapat menyelamatkan orang orang yang berdosa dan ia sendiri berbahagia serta menerima pahalanya yang kekal di Surga dalam tingkatan-tingkatan kemuliaan yang heran.

 

Ini tidak sulit, asal sudah percaya (sudah ada benih ilahi) dan dengan tulus sungguh sungguh mau, Roh Kudus yaitu Allah yang maha kuasa dan maha tahu sanggup menolong kita berhasil tumbuh  sampai sempurna seperti Kristus, dalam lingkungan persekutuan tubuh Kristus. []