M3599 – 2Samuel 15:30,32A Pohon Zaitun di Bukit Zaitun (17Mar’13)

Download MP3 Khotbah: M3599

I. PENDAHULUAN

Pohon Zaitun terkenal karena minyaknya yang dipakai untuk menyalakan pelita (Keluaran 27:20, Imamat 24:2), istimewa dalam Kemah Suci, juga untuk minyak urapan suci. Keluaran 30:24.
Kayunya juga dipakai dalam bait Allah untuk membuat Kerub 1Raja 6:23,31-33. Juga dipakai untuk mengurapi Mikha 6:10.
Pohon Zaitun banyak didapat di bukit Zaitun di sebelah Timur Yerusalem 2 Samuel 15:30,32.
 

II. POHON ZAITUN WASIAT LAMA DAN WASIAT BARU

Dalam Zakharia 4:2 ada dua pohon Zaitun untuk satu pelita emas.
Dalam Wahyu 11:3-4 ada dua pohon Zaitun untuk dua pelita yang menggambarkan dua Saksi dalam zaman Antikris. Tentu dua pohon untuk satu pelita punya persediaan minyak yang lebih banyak, dan ini berarti:
1. Pengurapan dalam Wasiat Baru lebih banyak dan lebih nyata daripada dalam Wasiat Lama, sebab sesudah Golgota dosa manusia sudah ditebus habis, sehingga Roh Kudus bisa tinggal selamanya dalam orang tebusan Yohanes 14:16. Tetapi dalam Wasiat Lama, Roh Kudus hanya hinggap dan pergi, sebab dosa belum lenyap oleh darah binatang. Ibrani 10:4. Seperti pada Simson Hakim 14:6; 15:14. Sebab itu orang Wasiat Lama tidak bisa seindah orang Wasiat Baru Ibrani 11:40 karena pengurapannya jauh lebih sedikit Yohanes 7:39 meskipun ada 2-3 orang yang menjadi sempurna, tetapi dalam Wasiat Baru akan ada 144.000 orang sempurna seperti Kristus Yohanes 14:12, Wahyu 14:1. Keindahan pengurapan Roh Kudus dalam Wasiat Baru adalah bahasa lidah dan terjemahannya yang tidak ada dalam wasiat Lama dan kelimpahan pengurapannya seperti satu pelita dengan dua pohon Zaitun. Sebab itu pakailah bahasa lidah dengan limpah sepanjang hari, istimewa waktu berdoa sendirian dan bersama-sama (baca buku 31 faedah bahasa lidah). Dalam Wasiat Lama hanya imam-imam turunan Harun yang boleh masuk dalam Ruangan Suci, tetapi sekarang dalam Wasiat Baru, semua orang percaya yang sudah dibaptis Roh Kudus bisa masuk dan melayani dalam Roh Kudus dengan pelayanan yang luar biasa. Sebab itu hiduplah senantiasa dipimpin Roh, sehingga limpah dengan buah dan karunia-karunia Roh, dengan kuasa dan pimpinanNya, luar biasa! Roh Kudus bisa terus bekerja dalam kita, memimpin kita dalam rencana Allah yang indah-indah bahkan sampai sempurna. Putra manusia Yesus dipimpin Roh sehingga pelayananNya sangat indah, tepat seperti kehendak dan rencana Allah dan dalam pelayanan 3,5 tahun sudah menjadi sempurna. Lukas 4:1,28, Matius 4:1.
2. Pengurapan yang berbeda-beda antara setiap orang, ada yang mempunyai sumber minyak hanya 1 pohon seperti halnya lima gadis bodoh dan ada yang punya dua pohon, limpah dengan minyak seperti lima gadis bijaksana, terus penuh Roh Kudus, dipimpin Roh mengerti kehendak Allah dan taat, sehingga ia bisa melakukan hal-hal besar dengan Allah Mazmur 60:14.
Dua pohon Zaitun yaitu kelimpahan minyak itu berarti doa senantiasa seperti dalam 1 Tesalonika 5:17, sehingga ada limpah pengurapan, baik dalam pelayanan juga di rumah, di pekerjaan dan dimana saja, sehingga kita selalu bisa berjalan dalam Roh senantiasa seperti Kristus, sehingga tetap dalam kesucian, di jalan sempit, di atas Mezbah, terus menerus berpikir, berkata dan berbuat kehendak Tuhan! Miliki sumber pengurapan yang limpah terus menerus, maka pertumbuhan rohani kita akan menjadi indah, berbuah-buah dan berkenan pada Tuhan. Hidup dalam pengurapan Roh Kudus senantiasa (dipimpin Roh) itu indah, sebab terus dalam hadirat Tuhan, yaitu Roh Kudus sehingga tetap suci, kuat, sukacita dan berkemenangan menghadapi apa saja, siap untuk masuk dalam keadaan kritis di akhir zaman lebih-lebih dalam Minggu ke-70 Daniel.
Tanpa pengurapan Hujan akhir (dua kali ganda, dua pohon zaitun) dan dua gomer manna serta persekutuan tubuh Kristus yang betul, tidak ada yang bisa tahan dan akan gugur Matius 24:22. Kita harus bersedia yaitu senang, bersukacita, sebab bisa menikmati hidup dalam pengurapan Roh Kudus yang limpah (dua pohon Zaitun) dan limpah Firman Tuhan (dua gomer). Kalau dipaksa, tidak bisa tahan lama, hanya sebentar dan berhenti bahkan bersungut-sungut. Orang yang cinta Firman Tuhan dan punya hubungan manis dengan Tuhan tidak keberatan dengan mengorbankan waktu untuk hal-hal ini, lebih-lebih seperti di kota besar, pulang pergi ke Gereja itu butuh waktu banyak dan itu akan dipakai orang-orang yang cinta Tuhan untuk limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran, sehingga betul-betul punya dua pohon Zaitun dan dua gomer manna. Tetapi yang tidak tahan akan bersungut-sungut dan tidak setia, mencari Gereja terdekat dengan waktu ibadah yang terpendek, kalau bisa 40-50 menit selesai semua, sebab waktunya terlalu mahal untuk diberikan kepada Tuhan, tetapi tidak sayang atau limpah untuk rekreasi yang duniawi dan kedagingan. Tidak heran kalau yang tidak bersedia, tidak bisa tahan dan gugur.
Sebab itu dua pohon Zaitun harus bersama-sama dengan dua gomer sehingga kita mengerti makin banyak dari Firman Tuhan untuk semua segi hidup kita. (Musa salah sedikit, marah di air Meriba, sudah tidak boleh masuk Kanaan dan harus mati dahulu baru dibangkitkan Tuhan, mungkin Elisa juga kurang sedikit seperti Musa, sebab tidak diterangkan dalam Firman Tuhan.
Orang yang bisa berjalan dalam Roh, pasti tidak akan kekurangan secara jasmani, selalu limpah berbuah-buah jasmani dan rohani seperti Mazmur 1:3, sebab itu dahulukan mencari kerajaan Surga Matius 6:33, yang lain pasti menyusul dan ditambahkan oleh Allah kepada kita.
Putra manusia Yesus dalam pelayanan-Nya tidak pernah ribut mencari uang, padahal mereka melayani bersama-sama, minimum 12 orang, sebab Bapa sanggup memelihara. Ada saat-saat ujian, tetapi sesudah lulus pasti beres. Sebab itu jangan ragu-ragu untuk tumbuh dan meningkat lebih tinggi. Beberapa orang tidak mengerti Firman Tuhan seperti ini, tetapi mereka yang rindu dan mau akan mengerti dan bisa mengalami rencana Allah yang indah dan segala fasilitas yang diperlukan pasti diberikan Allah.
Elisa mendapat dua bagian pengurapan Elia, tetapi heran, ia tidak diangkat seperti Elia, tidak menjadi sempurna, meskipun mujizat dan pelayanannya jauh lebih nyata dari Elia. Tetapi ternyata Elia lebih indah dari Elisa sehingga diangkat hidup-hidupan. Ada sesuatu yang kurang sekalipun sedikit (sebab meskipun sudah mati, tulang-tulangnya masih ada pengurapan yang bisa membangkitkan orang mati, ini berarti pengurapan yang limpah). Jadi Elisa itu lebih dari orang biasa, tetapi sedikit kurang dari Elia, tetapi tidak dijelaskan apakah kekurangannya, Allah tidak pernah keliru.
 

III. POHON ZAITUN DAN PELITA

Ada orang cukup banyak berdoa, tetapi pelitanya tidak menyala atau hanya sebentar-sebentar seperti ligabo, ini pasti ada sebabnya, Allah tidak pernah keliru dan tidak membedakan orang. Dalam Zakharia 4:2,12 pelita emas adalah pelayanan yang suci di hadapan Allah.
Pohon Zaitun dan mangkok (tempat minyak) adalah sumber minyak, yang ada di pohon Zaitun dan disalurkan lewat pipa-pipa emas, sampai dalam tempat minyak dan dari situ ke pelita-pelita untuk dinyalakan.
Jadi pohon Zaitun adalah hidup dalam Roh, dipimpin Roh, ini suatu hidup yang bisa menghasilkan minyak.
Tempat minyak, tempat pengumpulan minyak itu adalah berdoa dalam Roh dan kebenaran Yohanes 4:24, 1Tesalonika 5:17 dan disini minyak itu dikumpulkan seperti murid-murid di kamar loteng Lukas 24:49.
Pipa-pipa emas dari pohon ke mangkok lalu ke tujuh pelita, mengalirkan minyak itu sampai di pelita (terus menerus) sehingga pelita itu bisa menyala terus menerus. Sebab minyak ini dari pohon yang menjadi sumber hidup yang terus menerus berbuah, maka minyaknya juga mengalir terus menerus ke dalam mangkok lalu ke masing-masing pelita, terus menyala tanpa berhenti!
Pipa-pipa emas ini menyalurkan minyak emas ini dari pohon ke mangkok lalu ke pelita sehingga pelita itu bisa terus menyala. Kalau pipa ini putus atau buntu maka minyak berhenti mengalir dan pelitanya padam. Pipa-pipa ini dari emas dan utuh, baru pelita bisa menyala. Ini menceritakan bahwa hidup dan pelayanan kita harus suci dan tulus (dari emas), tidak ada maksud-maksud tersembunyi lainnya, sesuai dengan Firman Tuhan, dan selalu cocok dengan kehendak Allah, maka pelita akan terus menyala. Harus tulus dan sesuai kehendak Allah.
Kadang-kadang ada orang punya pohon Zaitun, suka berdoa tetapi tidak tulus, pelayanannya ada maksud (uang, puji, kesukaan daging dll) sehingga pelita tidak menyala baik. Minyak emasnya tersendat-sendat. Ini harus dibetulkan, bertobat, sebab pelayanan ini harus emas, dalam kesucian, semua yang tidak benar harus dibuang (jangan sampai mati dalam pelayanan seperti Hofni Pinehas, Nadab Abihu, Yudas dll).
Masih ada sebagian orang yang tidak tulus, tetapi bagaimanapun juga Injil diberitakan, pelayanan berjalan terus Pilipi 1:18.
Paulus bersukacita artinya tidak benci atau sakit hati terhadap orang-orang ini (meskipun sebab tidak tulus, membuat banyak kerugian, membuat hati menjadi sakit, dll) apalagi sebagian tetap berbuah-buah, tetap memenangkan jiwa (seperti penunjuk jalan yang menunjukkan jalan dengan betul dan banyak orang pergi dengan betul, tetapi ia sendiri tidak pernah sampai di Surga Matius 7:23).
Juga Tuhan melawat Gereja-gereja atau orang Kristen jalan lebar yang begitu busuk (Pergamus, Tiatira, Laodikea, Sardis Wahyu 2,3) mengharapkan banyak yang mau bertobat supaya jangan binasa 2 Petrus 3:9. Kita tetap tidak setuju dengan dosanya, tetapi bukan menghancurkannya melainkan berusaha menyelamatkannya Judas 23, Markus 9:56 KJI. Apalagi kalau orang-orang itu adalah tanggungjawab kita. Ibrani 13:17. Jangan lupa, tetap menyalahkan yang salah Efesus 5:11 (sekalipun pelayanannya berhasil, ada orang yang dimenangkan dalam pelayanan yang pincang ini) supaya jangan menular pada yang lain sehingga ikut juga ditolak dari Surga. Pipa-pipa kita harus dari emas dan utuh, tidak buntu oleh macam-macam maksud yang tersembunyi.
Dalam Wasiat Baru ini diterangkan Tuhan sebagai ligabo dan ligabis. Limpahlah dengan dua pohon zaitun dan  dua gomer manna dan persekutuan tubuh Kristus yang betul. Kalau perlu dengan berpuasa, lebih-lebih  kalau digerakkan Tuhan, sendiri atau dengan orang lain. Jadilah putra minyak, itu indah dan luar biasa.
Dalam zaman Antikris hanya ada satu pohon Zaitun, kembali seperti cara Wasiat Lama sebab Roh Kudus diangkat dari jalannya 2 Tesalonika 2:7 (bersama-sama Bapa dan Putra yang membawa Gereja yang ikut pengangkatan). Hal ini seperti seolah-olah Roh Kudus belum ada, seperti Wasiat Lama Yohanes 7:39.
Dalam Zakharia 4:14 ada dua putra minyak (yang diurapi) juga dalam Wahyu 11:2-3 ada dua Saksi. Dalam Wasiat Lama dua putra minyak ini berarti banyak orang yang menjadi saksi Allah dengan pengurapan yang luar biasa (sehingga disebut dua, ini adalah angka kesaksian 2Korintus 13:1). Oleh karena itu mungkin juga dalam zaman Antikris dua Saksi ini berarti ada lebih dari dua orang, tetapi semua dalam pengurapan Wasiat Lama.
Ini orang-orang yang tertinggal yang bertobat dan diurapi menjadi dua Saksi. Tetapi orang-orang zaman Antikris rugi besar, sekalipun dengan pengorbanan yang amat sangat besar (hartanya dirampas, ibadahnya dirampas, kemerdekaannya dirampas habis, jadi tahanan yang sepenuhnya dikuasai Antikris, sangat ngeri, suami istri, anak, orangtua tidak bisa menolong dan dianiaya tanpa batas, hasilnya hanya selamat, jubah putih dan daum palem (tidak ada emasnya sama sekali, tidak ada pahalanya), seperti orang yang menerusi api 1Korintus 3:15. Jangan sampai seperti ini, rugi besar. Kalau sekarang berani korban habis-habisan dengan tulus, penyerahan penuh seperti dalam zaman Antikris, orang itu bisa sempurna, dipakai Tuhan luar biasa, apalagi dalam Minggu ke-70 Daniel. Sebab itu jangan setengah hati, tetapi sungguh-sungguh, habis-habisan ikut Tuhan dengan hati tulus dan pengertian yang makin tumbuh 2 Petrus 3:18. Dengan pengurapan dua pohon, dengan dua gomer manna, bersekutu dengan betul dalam tubuh Kristus), maka hidup akan menjadi indah. Jangan setengah hati atau suam, tetapi penuh, habis-habisan untuk Tuhan. Jangan kuatir apapun, Tuhan sanggup menyediakan. Kalau masih kuatir dan  menginginkan hal-hal fana, itu berarti ada ikatan yang fana, itu belum penuh bahkan setengah hati akan jatuh. Paulus sudah mati bagi dunia dan dunia mati bagianya, Galatia 6:14, sebab itu hidupnya menjadi indah dalam rencana Allah. Waktu ia-“matipun” dibangkitkan oleh Tuhan di Listra Kisah 14:19. Sudah disangka mati (tidak sulit menilai orang sudah mati atau belum), tetapi sebab waktunya belum sampai, ia hidup kembali, balik lagi tanpa masuk UGD atau ICU, langsung bangun dan kembali ke Listra dan besoknya berangkat ke Derbe, luar biasa, sebab Tuhan beserta. Jangan kuatir. Percayalah akan Tuhan dan sungguh-sungguhlah cari Tuhan.
 

IV. BUKIT ZAITUN

Disini banyak pohon Zaitun, tempat yang biasa dikunjungi Putra manusia Yesus untuk berdoa dan istirahat sehingga Yudas yang mau menangkapNya, tahu dengan tepat tempatnya. Di bukit Zaitun ini ada dua perkara yang penting, sudah dan akan terjadi yaitu:
1. Tuhan Yesus naik ke Surga dari bukit Zaitun. Kisah 1:12. Murid-murid kehilangan, tetapi ini jalannya untuk jadi matang rohaninya. Waktu ikut Tuhan Yesus mereka berharap penuh pada Putra manusia Yesus, tetapi sekarang mereka harus berjalan sendiri dalam Roh. Roh menyuruh pergi dan mereka pergi Kisah 11:12. Sebab itu akhirnya mereka menjadi dewasa rohani sampai matang dan Injil menjalar terus sampai seluruh dunia. Sesudah Injil sampai di seluruh bumi dan 3 angka kedatangan Tuhan digenapkan maka Ia akan kembali lagi.
2. Ia kembali di Bukit Zaitun. Ia akan menjejakkan kakiNya di bukit Zaitun. Zakharia 14:4-5. Ini pada kedatangan yang kedua dalam perang Harmagedon. Ia turun dengan semua orang-orang suci, lalu memerintahkan bumi 1000 tahun. Banyak orang memberi nama Bukit Zaitun, sebab Bukit Zaitun secara rohani berarti menunggu kedatanganNya kembali. Tetapi kita harus betul-betul bersedia untuk bisa ikut dalam pengangkatan, bahkan sebagian bisa menjadi sempurna. Zakharia 4:1-14 mengajarkan kita untuk berjaga-jaga. Kalau kita bisa menikmati dua gomer dan punya dua pohon Zaitun dengan sukacita, itu jalan yang betul. Kalau seorang bersungut-sungut dan menolak Firman Tuhan dan doa itu biasanya ada percintaan dunia dan dosa dalam hatinya, sehingga ia akan gugur, mati dalam kekejaman akhir zaman langsung masuk Neraka. Kalau masih bisa hidup, harus habis-habisan korban dan penyerahan untuk sekedar selamat dan tidak dapat apa-apa, gundul! Sayang, rugi besar. Kalau sekarang mau percaya pada Tuhan dan habis-habisan ikut Tuhan, pasti untung besar, kita bisa menjadi sangat indah di hadapan Tuhan untuk kekal, luar biasa, untung besar. Juga fasilitas yang kita perlukan akan cukup bahkan limpah apalagi kalau bisa seperti Paulus, mati dari dunia dan dunia mati dari dia, Tuhan bisa memakai dan memberkati seperti Yusuf yang bisa tahan berkat luar biasa, rohani dan jasmani, dan tidak menjadi sombong, salah pakai dan bisa tumbuh dalam kesucian dan kehendak Tuhan.
Banyak orang mudah menjadi sombong, ini dosa iblis, sehingga banyak orang sulit naik, sulit menambah berkat Tuhan, sebab sombong, terlalu peka, sedikit-sedikit saja sudah tersinggung atau marah karena sombong.
Jangan menunggu Tuhan di jalan lebar, tetapi di jalan sempit di atas Mezbah, maka ia akan masuk dalam rencana Allah yang indah, ia akan terpelihara dan mengalami masa keemasan Gereja yang sangat mulia.
 
Nyanyian: Tabernakel Glory 102.
Marilah hari mulia,
hari bahagia (perhentian).