M3596 – Efesus 2:13 Orang Dekat di Dalam Kristus (3Mar’13)

Download MP3 Khotbah: M3596

 

I. ORANG DEKAT YANG JAUH.

Orang dekat ini bisa karena:

  1.  Hubungan keluarga, seisi rumah atau keluarga lainnya.
  2. Bersama-sama dalam pelayanan dan dalam Gereja.
  3. Bersama-sama dalam pekerjaan atau tempat lainnya.

Tuhan ingin kita mengasihi orang-orang dekat ini, orang-orang di sebelah kita Lukas 10:27, supaya mereka bisa diselamatkan. Istimewa orang yang sudah percaya dan ada di dekat kita, dekat di dalam Tuhan, jangan sampai mereka kehilangan keselamatannya. Tetapi kadang-kadang ada orang dekat namun hatinya jauh dari kita, juga tidak seperti kita, hatinya jauh dari Allah. Istimewa yang mengagetkan, tampaknya orang dekat, ternyata orang jauh dan jauh dari Tuhan, akhirnya binasa, padahal orang dekat. Ini tipu daya setan yang lihai bisa menjerat orang dekat kita.
A. Misalnya seperti Abraham dan Lot.
Lot itu ada di dekat Abraham tetapi sesungguhnya ternyata hatinya jauh dari Abraham. Mula-mula ini tidak tampak, tetapi ternyata sesudah suatu jangka waktu, ternyata ia jauh dari Abraham juga jauh dari Tuhan, akhirnya binasa.
Jadi orang dekat itu bisa untuk sementara atau tetap dekat untuk selamanya. Sebab itu orang dekat di dalam Tuhan itu belum tentu tetap dekat kita untuk selamanya.
Mengapa ini bisa terjadi? Ini kena siasat iblis yang lihai. Tetapi Tuhan mengharapkan supaya kita awas, sadar, tahu dan kalau kita bisa menyelamatkan orang-orang ini yang di dekat kita, tetapi ternyata jauh sekali!
Segera sadar, segera tolong dia.Kalau ia jauh dari kita dalam hati, jauh dari Tuhan, maka sesudah mati jarak kita dengan diaakan jadi terlalu jauh dan tidak bisa dekat kembali untuk selamanya yaitu antara Surga dan neraka, antara Surga Bumi Baru dan Tasik api; betapa dahsyat jarak yang jauh ini 2Tesalonika 1:9
B. Contoh lain: Putra manusia Yesus + Yudas. Selama hampir 3,5 tahun keduanya dekat satu sama lain. Mula-mula sebagai Putra manusia, Tuhan Yesus tidak tahu bahwa Yudas akan dekat hanya untuk sementara. Tetapi mendekati akhirnya, Roh Kudus menyatakan pada Putra manusia bahwa Yudas akan mengkhianati dan akan menjadi jauh terus untuk selamanya. Pada waktu hal ini dinyatakan pada murid-murid lainnya, mereka tidak sadar dan tidak bisa mengerti Matius 26:21. Akhirnya orang yang sangat dekat ini. Yudas, menjadi jauh dari Putra manusia Yesus, kena siasat iblis dengan umpan uang.
C. Elisa dan Gehazi itu dekat di dalam Tuhan bahkan Gehazi itu tangan kanan Elisa dan mewakili dia dalam banyak hal. Tetapi karena cinta uang, akhirnya mereka terpisah jadi jauh satu sama lain.
D. Maria dan Marta.
Mereka bersaudara dan dekat di dalam Tuhan tetapi pendirian dan pengertiannya berbeda. Tuhan mengatakan bahwa Maria mengambil bagian yang baik, Marta tidak.
E. Paulus, Barnabas dan Markus, mereka dekat satu sama lain, pergi pelayanan bersama. Tetapi kemudian mereka pecah dan menjadi jauh satu sama lain, namun akhirnya Markus kembali dekat dengan Paulus.
F. SUAMI ISTERI itu sangat dekat bahkan menjadi satu (Matius 19:6).
F.1. Sama-sama bodoh atau jahat seperti Ananias dan Safira, akibatnya keduanya binasa, karena sehati dalam pikiran dosa. Sebab itu jangan suami istri atau dua orang dekat sehati dalam dosa, itu celakanya lebih besar!
Achan dan istri dan anak-anaknya itu bersatu dalam perkara jahat, sama-sama mau melanggar perintah Allah dan semuanya sama-sama binasa Yusak 7:26.
F.2. Sama-sama baik seperti Zakaria dan Elisabet atau Priscilla dan Aquila, membuat mereka mengalami rencana Allah yang indah-indah seperti Elisabet melahirkan Yohanes yang termasuk dalam rencana pribadi dan rencana global Allah, yaitu menyediakan jalan bagi Tuhan Yesus Lukas 1:75. Kalau masuk dalam rencana Allah itu indah (seperti disini) dan hasilnya untuk kekal.
F.3. Pincang. Ayub dan istrinya mula-mula pincang, tetapi sesudah dihajar Allah, istrinya bertobat dan menjadi pasangan yang baik. Tentu lebih baik jangan menunggu dihajar Tuhan.
Nabal dan Abigail 1Samuel 25:3-42 adalah juga pasangan yang pincang akhirnya Nabal dihukum Tuhan, sebab tidak mau dengar nasehat istrinya.
Ada banyak contoh-contoh, ada yang sama-sama dekat dalam Tuhan sampai akhir, ada yang kemudian jadi jauh terpisah untuk kekal, ada yang sama-sama masuk Neraka.
 

II. BAGAIMANA BISA DEKAT SATU SAMA LAIN DI DALAM TUHAN.

Pada prinsipnya dekat dalam Tuhan itu seperti 1Yohanes 1:7.

  1. Dalam kesucian, tidak ada dosa apapun. Baik prasangka, iri, tidak suka, jengkel apalagi benci. Tidak ada orang yang sempurna, sebab itu selalu ada yang berbuat salah dan kita wajib saling mengampuni dengan tuntas Matius 18:21,22. Sulit? Kalau semua sungguh-sungguh ingin berkenan di hadapan Tuhan itu tidak sulit. Dengan menyangkal diri dan mau taat akan Firman Tuhan, Roh Kudus akan menolong kita, pasti bisa kalau sungguh-sungguh mau. Ini menjadi sulit kalau keras hati dalam dosa, tidak sungguh-sungguh bertobat, tidak sungguh-sungguh mau berkenan pada Tuhan, lebih-lebih kalau mudah tersinggung, dan tidak mau hidup suci di hadapan Allah dalam segala seginya. Memang semua yang dibuat dalam Kristus harus selalu suci. Kita harus berjalan dalam terang, terus terang sehingga tidak ada kata-kata di belakang, ngrasani dsb.
  2. Dalam kasih Kristus selalu ada pengampunan tetapi ini bukan alasan untuk selalu berdosa. Benci dosanya, kasihi orangnya, ini berarti mau mengampuni Yudas 23. Kalau kita taat akan Firman Tuhan (misalnya mau mengampuni dengan tuntas tulus) itulah kasih Allah yang menjadi nyata dalam hidup kita 1Yohanes 2:5.

Kalau orang dekat dalam Tuhan itu seperti ini, dalam terang Allah dan kasihNya, maka dekat seperti ini bisa tahan sampai terakhir dan menghasilkan banyak faedah sesuai dengan kemampuan dan ketaatan masing-masing.
 

III. SIKAP DENGAN ORANG DEKAT

Kita harus awas dan saling menolong, supaya jangan sampai orang-orang dekat kita, yang seharusnya menjadi sama dengan kita, dekat dengan Tuhan, tahu-tahu jadi jauh di luar Tuhan seperti Lot dan Yudas. Ini bukan kegagalan atau salah Abraham dan Putra manusia Yesus, sebab mereka sudah berusaha menolongnya habis-habisan tetapi mereka yang tidak mau bertobat. Abraham dua kali menolong Lot, bahkan menyabung nyawa untuk melepaskan Lot sekeluarga dari tawanan raja Kedorlaomer dan berhasil, bahkan juga raja Sodom dll tertolong, tetapi Lot tetap jauh dari Abraham dalam hatinya, sehingga sekalipun sudah hutang nyawa, Lot tetap menjauh dari Abraham, tetap di Sodom. Begitu juga sesudah tertolong lepas dari hukuman Sodom waktu dibakar oleh Allah, Lot tidak mau kembali mendekat kepada Abraham. Tampaknya Abraham berdukacita tetapi tidak berdaya. Begitu juga Tuhan Yesus berdukacita akan Yudas, tetapi juga tidak berdaya Matius 26:24, Markus 14:21.
Manusia bukan mesin, masing-masing harus mengambil keputusannya sendiri-sendiri Lukas 12:57, Yusak 24:15 dan itu menentukan nasibnya untuk kekal. Betapa bodoh orang-orang ini, yang dekat dengan orang-orang besar bahkan Putra manusia Yesus adalah yang terbesar tetapi mereka binasa. Sangat mengerikan dekat orang rohani, bahkan menjadi tangan kanannya (Gehazi, Elisa) tetapi masuk neraka. Ini hal-hal yang sangat menyedihkan seperti Matius 7:23. Tetapi kita harus berusaha sungguh-sungguh menyelamatkan, seringkali dengan banyak pengorbanan dan penderitaan.
Khusus untuk keluarga, isi rumah, Tuhan menjanjikan keselamatan seisi rumah, meskipun tidak otomatis, harus diusahakan dengan pertolongan Tuhan. Sebab itu, istimewa terhadap orang-orang dekat kita perlu:
1. Punya pengertian dan pendirian. Orang yang dekat dengan orang rohani tidak dengan sendirinya menjadi rohani, bahkan iblis bisa masuk memperdayakan dan memakai orang dekat menjadi pengkhianat seperti Yudas dan Antikris yang akan datang. Miliki pendirian yang teguh, tetap dalam jalan keselamatan, tetap berkenan pada Tuhan tetapi benci dosanya tetapi cinta orangnya Yudas 23. Garami mereka, tetapi jangan diracuni oleh dosa, sikap dan perbuatannya. Salahkan dosa-dosa dan kesalahannya Ef esus 5:11 tetapi rebut jiwanya.
2. Tanggungjawab. Garami mereka dengan kuasa Roh Kudus Markus 9:19 KJI. Minta kuasa Roh Kudus, dengan kuasa, hikmat, karunia-karunia dan buah Roh (dengan doa senantiasa dalam Roh dan kebenaran) rebut orang-orang berdosa ini dari api Zakharia 3:2, Yudas 23. Beri nasehat bahkan kalau perlu ditegur dengan kasih untuk merebut orang-orang isi rumah (anak, menantu, cucu, orangtua, mertua, apalagi istri atau suami).
Ada istri-istri yang rohani tetapi suaminya hidup dalam dosa, sebab istrinya tidak berhasil merebut suaminya atau memang tidak direbut. Biasanya istri gagal sebab tidak sungguh-sungguh rohani, masih suka puji, duniawi, cinta uang, dll, sebab itu bayi rohani ini juga tidak sadar akan nasib sesungguhnya dari suaminya dan tidak cukup kasih dan kuasa Kristus dalam dirinya. Kalau istri sungguh-sungguh rohani, biasanya lambat atau cepat pasti tertolong. Juga sebaliknya demikian untuk istri yang tidak rohani. Suami istri itu satu di hadapan Tuhan, sebab itu kalau yang seorang betul-betul rohani, disertai Tuhan, maka dengan Tuhan ia akan bisa menobatkan yang lain meskipun tidak otomatis, tetap harus ada usaha yang tekun dalam pimpinan Roh.
3. Kasus yang sulit.
Ada kalanya seorang mempunyai suami atau istri yang sangat jahat dan kejam. Ini adalah orang dekat yang belum bertobat, tetapi ini juga tanggungjawabnya, sebab ada dalam keluarga, rumah, isi pancinya. Jangan berkecil hati mendapat orang sulit dan jahat di dekat kita, mungkin ini sebab kesalahan waktu nikah dengan orang tidak bertobat atau sudah sama-sama seiman tetapi kemudian si suami undur. Mungkin juga anak atau orang lain yang sangat sulit ditangani.
Orang-orang sulit itu harus ingat, kalau mereka terus berkeras hati, mereka akan menuai akibat yang dahsyat di dunia dan dalam kekekalan. Sekalipun di dunia “bebas”  seperti Mazmur 73:4 (1-9) tetapi pasti waktu mati langsung dijemput iblis dan dijadikan korban penyiksaan untuk kekal (sudah langsung disiksa sampai kekal). Dahsyat. Allah belas kasihan pada orang-orang ini, Ia berusaha merencanakan keselamatannya dan orang di dekat (suami-istri atau lain) yang mau taat dipimpin Roh dipakaiNya untuk menyelamatkannya. Suami atau istri yang punya kasus-kasus yang sulit, bersukacitalah sebab:
a. Ini intan yang belum digosok. Memang harus sabar mengolahnya dan kalau selesai, orang ini akan menjadi mahkota kemuliaan kita 1Tesalonika 2:19. Meskipun orangnya sulit, tetapi kita sudah mendapat rezeki yang pasti Kisah 16:31, asal mau tekun menggarapnya dengan terus dipimpin Roh, kita beruntung, tidak ada alasan untuk sedih dan putus asa.
b. Kasus yang sulit ini menjadi pengolahan bagi kita. Tubuh daging ini adalah sekolah pribadi bawaan yang diberi oleh Tuhan bagi setiap anak-anak Allah, malaikat tidak diberi fasilitas ini, sebab itu tidak bisa naik sangat tinggi sampai bisa menjadi seperti Kristus). Kasus yang sulit ini tidak kebetulan, Tuhan memberi pencobaan tidak lebih dari kekuatan kita mau selalu berjalan dengan Tuhan 1Korintus 10:13.
Lebih sulit orangnya berarti kita akan diolah lebih kuat dan kalau lulus, hasilnya lebih tinggi. Misalnya kasus biasa itu ijazahnya SD. Kasus sulit ijazahnya S1 atau lebih. Hadapi dengan Kristus, dengan terus lekat pada pokok anggur Kristus (7 Kebutuhan Pokok Rohani Yohanes 15:5) maka kita pasti bisa menang.
Orang yang sungguh-sungguh berusaha akan mahir berjalan dalam Roh, tabiat barunya akan tumbuh (sabar, syukur, mengampuni, menjadi berkat, tekun, rendah hati, kasih Kristus, dll). Juga kasus-kasus sulit ini membuat kita makin bergantung dan makin mahir memakai karunia-karunia dan buah Roh, makin butuh dan makin limpah dengan doa, belajar Firman Tuhan, mahir pikul salib dan berjalan dengan Tuhan.
Orang yang punya suami, anak, mertua dll yang sulit dan jahat, sebab:
1. Itu hanya penderitaan sesaat di dunia,
2. Belajarlah mengasihi mereka, sebab ukuran Tuhan adalah mengasihi musuh Matius 5:44 lagipula ia bapa atau ibu anak-anak kita dll dan
3. Ini akan membuat pengolahan yang efektif bagi kita sehingga hasilnya kita akan menjadi makin mulia dalam Surga kekal Roma 8:17-18.
4. Juga di dunia, Tuhan akan beserta dengan indah, sehingga kita bisa masuk rencanaNya yang indah (seperti Yusuf dapat 10 kasus sulit yaitu saudara-saudaranya, dll).
Juga dalam pelayanan biasanya selalu ada kasus-kasus yang sulit dan itu terus menumbuhkan kita untuk kekal.
c. Ini kewajiban kita untuk menggarami dan meneranginya Matius 5:13-16, Yakobus 4:17. Kita harus melakukan kehendak Allah Matius 7:21 ini bukan kebetulan, rezeki ini disediakan bagi kita.
Sikap pada yang tidak bertobat.
Kadang-kadang orang dekat tetapi tidak mau sungguh-sungguh bertobat, bagaimana sikap kita? Eli dan anak-anaknya. Eli hidup memperkenankan Tuhan, tetapi anak-anaknya berbuat dosa yang besar 1Samuel 3:13. Imam Eli tidak betul. Ia mencintai anak-anaknya, tetapi membiarkan dosanya sehingga ditegur Tuhan tetapi tidak berubah, sebab lebih cinta anak daripada Tuhan, akhirnya ia mendapat bagian dalam hukuman anak-anaknya. Samuel hidup berkenan pada Tuhan, tetapi anak-anaknya tidak berjalan menurut teladannya, tetapi Samuel tidak menyetujui kesalahan anak-anaknya. Tampaknya ia sudah menegur dan menindak anak-anaknya sehingga Tuhan tinggal diam.
 

IV. KEUNTUNGAN DEKAT DI DALAM TUHAN Pengkhotbah 4:9-12.

Pengkhotbah 4:9. Dua orang lebih baik daripada satu. Orang-orang yang dekat di dalam Tuhan seharusnya menjadi lebih baik, bisa mendapat faedah ini bersama-sama, lebih-lebih suami isteri di dalam Tuhan. Kalau berhasil keduanya bersukacita, tidak ada yang iri tetapi gembira bersama, sebab hidup dekat di dalam Tuhan.
Pengkhotbah 4:10. Kalau seorang jatuh, maka orang di dekatnya itu bisa menolongnya dengan doa, nasehat bahkan dengan teguran seperti Matius 16:23. Memang lebih baik kita saling tolong menolong pada permulaan dosa, sebab biasanya orang dekat itu tahu kalau orang dekatnya mulai berencana dosa dan memang orang lain bisa melihat lebih jelas dari dirinya sendiri. Matius 7:2-5. Lalu dengan pertolongan Roh Kudus menasehati, mendoakan dan melepaskannya dari dosa itu. Asal mau memperkenankan Tuhan, pasti semua bisa dibersihkan.
Pengkhotbah 4:11. Saling bersuku-sukuan, saling menguatkan sehingga tetap menyala-nyala bagi Tuhan Roma 12:11. Jangan tinggal diam, berikan nasehat, dorongan dan kata-kata dari Roh Kudus untuk saling menyalakan rohnya dalam Tuhan. Baik dalam pengajaran, pengertian, pendirian, tindakan, pelayanan, saling menasehati sehingga selalu benar dan berapi-api di dalam Tuhan. Kalau sama-sama berpegang pada Firman Tuhan dan Roh Kudus, lalu sehati memperkenankan Tuhan, maka pasti hidup dengan cara ini akan menjadi indah, tumbuh dengan cepat bisa memenangkan jiwa-jiwa dan bisa merasuk dalam rencana Alah yang terindah. Tuhan senang sekali kalau kita bisa bersekutu dengan betul dengan semua orang-orang dekat kita dan Tuhan akan bekerja dengan heran dalam orang-orang yang bisa bersekutu dengan betul (sesuai Firman Tuhan dan dipimpin Roh).  Mula-mula diantara dua orang dekat di dalam Tuhan, lama-lama bisa lebih banyak, bisa berkembang jadi puluhan dan ratusan tergantung dari besarnya pelayanannya.
Pengkhotbah 4:12. Faedah bersekutu dalam Tuhan itu bisa luar biasa, bisa tanpa batas, sebab dua orang yang bersekutu dalam Tuhan, disini diikat oleh tali yang ke-3 yaitu Kristus yang tidak terbatas. Asal kedua tali ini bersama-sama mau taat akan Kristus, sehingga Kristus bisa hidup dan bekerja di dalam keduanya, maka kerjasama orang dekat dalam Kristus ini akan menghasilkan faedah yang besar, seolah-olah Kristus sendiri yang melakukannya, dan Kristus tidak terbatas. Sebab itu Tuhan mengutus murid-muridnya berdua-dua dan hasilnya luar biasa. Iblis seperti kilat jatuh dari langit Lukas 10:1, 17-20. Sekalipun ini baru permulaan dari hasil persekutuan orang dekat, sudah luar biasa, apalagi kalau bisa terus dekat dalam Kristus sampai ke akhir.
 
KESIMPULAN
Kasihilah orang-orang di dekat kita, sekalipun mungkin mereka jahat pada kita (kecuali isi rumah, semuanya akan diselamatkan). Kalau toh akhirnya mereka undur dan menjadi orang jauh, kita tetap dapat pahala kita sesuai dengan sebrapa banyak kita menderita karena Kristus Roma 8:17-18. Jangan menyerah sebelum dia atau kita mati, terus berperang dengan iblis, rebut dia dari tangan iblis.
Jangan berkecil hati. Jangan putus asa, bersukacitalah Yakobus 1:2. Jangan bereaksi dosa dan banyak berdoa dalam Roh sehingga limpah pengurapan kesukaan dan pimpinan Roh Kudus, maka semua kesukaran ini akan menjadi kebaikan dan kemuliaan yang besar Roma 8:28. Roh kemuliaan akan turun di atas kita. 1Petrus 4:14.