M3595 – Matius9:10-13 Cara Tuhan Yesus Memandang Orang Berdosa (24Feb’13)

Download MP3 Khotbah: M3595

Matius 9:10-13

10. Maka terjadilah ketika Yesus duduk di dalam rumah itu, lihatlah, banyak pemungut cukai dan orang berdosa datang duduk makan bersama-sama Dia dan murid-muridNya.
11. Dan ketika ornag-orang Farisi meihatNya, mereka berkata kepada murid-muridNya: Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa?
12. Tetapi ketika Yesus mendengarnya, berkatalah Ia kepada mereka: Orang sehat tidak memerlukan tabib, melainkan orang sakit.
13. Tetapi pergi dan pelajarilah artinya. Aku menghendaki belas kasihan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang-orang berdosa supaya bertobat. (KJI)
Cara Tuhan dan orang Farisi memandang orang dosa, sangat berbeda. Kalau kita tidak mengerti perbedaan ini, jangan-jangan kita juga berbuat seperti orang Farisi dan imam-imam. Memang tidak semua orang Kristen bisa melihat orang dosa seperti Tuhan Yesus, sebab itu pandangan kita harus disucikan, dicocokkan dengan pandangan Tuhan Yesus, maka kita akan dapat kesempatan, rezeki dan pahala yang amat besar dan akhirnya tumbuh terus menjadi seperti Tuhan Yesus.
Tetapi yang memandang seperti orang Farisi akan berbuat banyak dosa  (menjadi sakit hati, benci dll) bahkan menjadi kaki tangan iblis dan akhirnya terseret ke dalam neraka!
Pandangan Putra manusia Yesus adalah pandangan rohani,  mata rohani-Nya celik, bisa mengerti bahwa nasib orang berdosa itu kelak akan tersiksa dalam neraka kekal. Sebab itu mudah timbul belas kasihan baginya, sebab sekalipun mendapat seluruh duniapun (jadi sangat kaya raya), itupun tidak ada artinya kalau masuk neraka Mat 16:26.
Tetapi mata orang percaya itu mata manusiawi, mata daging yang melihat dari sudut manusia, apalagi kalau orang berdosa itu sudah berbuat jahat, merugikan, menipu, membuat salah paham, menyakiti hati dll, dengan sendirinya timbul bermacam-macam rasa benci. Pandangannya akan makin jelek kalau ia tidak mau mengampuni. Apalagi kalau kesalahan orang berdosa itu berulang-ulang dan makin jahat, rasa tidak senang, jengkel makin kuat sehingga makin benci.

RINCIAN PANDANGAN TUHAN YESUS TERHADAP ORANG BERDOSA

I. DENGAN BELAS KASIHAN

Matius 9:13 Tetapi pergi dan pelajarilah artinya. Aku menghendaki belas kasihan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang-orang berdosa supaya bertobat. (KJI)
Orang berdosa itu menjengkelkan, seringkali sikapnya jahat, merugikan dan membuat sakit hati. Semua orang benci dan sakit hati pada pemungut cukai seperti Matius, Zakheus dll. Sebab itu tidak heran kalau orang-orang Farisi juga melihat Putra manusia Yesus makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa lainnya melihatnya dengan kebencian, tetapi ini kesalahan prinsip! Tuhan ingin kita bisa melihat orang-orang berdosa, yang jahat dan yang menyakiti hati ini dengan belas kasihan, apalagi kalau orang-orang ini keluarga atau isi rumah yang kita kasihi, maka kita bisa lebih berbelas kasihan seperti Tuhan Yesus. Tetapi jangan bodoh, kita juga harus cerdik Mat 10:16 supaya jangan ketularan dosanya atau jadi korban karena dosa-dosanya (dimakan orang jahat). Orang-orang berdosa ini berbuat demikian sebab diikat oleh dosa dan akhirnya mereka akan berakhir di Neraka. Mereka tidak sadar akan nasibnya yang celaka untuk kekal.

II. BENCI DOSANYA BELAS KASIHAN PADA ORANGNYA

Yudas 1:23 dan selamatkanlah yang lainnya dengan takut, sentakkanlah mereka keluar dari api; dengan membenci akan pakaiannya yang cemar oleh daging. (KJI)
(Ini sangat berbeda. Pada permulaan waktu Allah menciptakan manusia, manusia tidak berdosa, tidak ada dosanya. Baru sesudah tertipu oleh ular, dosa itu melekat pada manusia. Tetapi manusia dan dosa itu bisa dipisahkan, tidak selalu sama, sebab itu kalau kita mau meniru Tuhan, kita juga harus bisa membedakan antara orang-orangnya dan dosanya.)
Kita harus bisa membedakan antara dosa dan orangnya. Benci dosanya tetapi kasihi, belas kasihan pada orangnya yang diperbudak dan dijajah iblis sehingga merekamelakukan kehendak iblis yaitu perbuatan-perbuatan dosa dan akhirnya akan kena hukuman neraka kekal. Iblislah yang melekatkan dosa dengan orangnya sehingga binasa. Dosa dan kejahatannya harus disalahkan, bahkan dibenci, tetapi belas kasihan pada orangnya. Memang adalah kehendak Allah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, begitu juga orang-orang yang ada Kristus dalam hatinya. Sebab itu kita perlu mendoakannya, mengasihi dan menginjili orang-orang yang celaka ini. Kita menolong mereka dengan merebutnya dari tangan si penjajah yaitu iblis.
Ini cara melihat orang berdosa yang betul, yang dikehendaki Tuhan yaitu membenci dosanya tetapi belas kasihan pada orangnya.
Jangan benci dosanya dan juga benci orangnya. Biasanya orang-orang berbuat demikian kepada orang yang berbuat dosa, lebih-lebih kalau kejahatannya sudah merugikan dan mencelakakan, maka biasanya orang-orang benci dosa dan benci orangnya, tidak terpisahkan ini biasa. Tetapi ini cara yang salah. Sebab itu Tuhan menyuruh kita mencintai musuh Mat 5:44 yaitu mengasihi orangnya tetapi tetap benci dosanya. Sebab tugas kita adalah menyelamatkannya, yaitu menyelamatkan orangnya dengan melepaskannya dari dosa-dosanya. Imam Eli mencintai anak-anaknya dan membiarkan dosa-dosanya, padahal dosa-dosanya itu dahsyat. Ini biasa pada manusia, kalau sudah cinta seseorang maka dosa dan kejahatannya diperhitungkan lebih ringan, bahkan tidak jarang dianggap tidak apa-apa, bukan dosa. Ini salah, sebab kita boleh cinta orangnya tetapi bukan dosa-dosanya, dosa itu jahat sekali, harus dibenci, dibuang semuanya. Imam Eli wajar kalau ia mencintai anak-anaknya, tetapi ia harus membenci dosanya dan menertibkannya. Orang yang bisa benci dosanya dan cinta orangnya akan bisa mempunyai sikap yang betul dan bisa mengampuni seperti Daud terhadap Saul dll. Ini sikap yang betul terhadap dosa dan orang berdosa.

III. MENJADI TABIB

Tabib itu menyembuhkan penyakitnya yaitu dosanya, itulah Tuhan Yesus Mat 9:12. Tentu kita sendiri harus bebas dari dosa, bisa hidup suci, sehingga ada kuasa dan pengertian untuk menangani dosanya yaitu melepaskan orang berdosa itu dari iblis yang menawannya.
Ada orang percaya yang hanya menjadi hakim dan menyalahkan serta menjatuhkan hukuman. Kita tidak dipanggil untuk menjadi hakim tetapi menjadi penolong dari saudara-saudara kita Yak 4:11-12.
Kita harus menolongnya sebagai tabib, sebagai saudara seiman, sebagai anggota tubuh Kristus, kita boleh menyalahkan Ef 5:11 tetapi tidak menghukumnya, ini bukan kehendak Tuhan. Kalau perlu tindakan pendisiplinan, tetapi bukan untuk menghancurkannya tetapi itu menyelamatkannya Luk 9:56 KJI. Kehendak Tuhan adalah menjadi saudara yang mengasihi menolong dan menyelamatkan dari perbudakan dan penjajahan dosa.
IV. REZEKI BUKAN CELAKA
Kalau suatu kota banyak orang berdosa dan jahat, kota itu tidak aman, bisa terjadi banyak kejahatan dan celaka. Kalau orang-orangnya jujur, tidak berdosa, maka kota itu aman dan menyenangkan. Memang orang-orang berdosa itu membuat banyak masalah dan celaka. Kalau orang mudah berdosa, tidak takut akan Tuhan, tidak mungkin menjadi teman yang baik, bisa-bisa menghasilkan banyak masalah uang, rumah tangga, perkelahian, keributan dsb. Tetapi bagi orang-orang yang berjalan dengan Tuhan dipimpin Roh, orang-orang dosa itu justru rezekinya.
Yohanes 4:32 Tetapi Ia berkata kepada mereka itu: Aku mempunyai makanan (TL: rezeki) untuk dimakan, yang tiada kamu ketahui. (34) (KJI)
Secara jasmani orang senang kalau rezekinya banyak, lancar, dan tidak pernah berhenti. Siapa ingin punya toko tidak ada yang beli, tidak ada orang yang masuk ke dalamnya. Biarpun sibuk, kalau tokonya laris, orang-orang akan senang, padahal ini hanya rezeki atau uang yang fana. Begitu juga secara rohani, kalau ada banyak orang berdosa di sekitar kita, itu bisa menjadi rezeki kita. Kalau kita mau menggarap mereka tanpa berhenti maka itu berarti menabung pahala dan kemuliaan yang besar di Surga untuk kekal. Jangan biarkan orang-orang berdosa di dalam wilayah kita tanpa digarap, sehingga mereka menimbulkan problem dan perkara. Jangan melihat dengan hati benci dan tidak senang, itu cara melihat yang salah,tetapi lihatlah seperti mata Tuhan Yesus melihat, dengan belas kasihan dan pengertian serta penuh pengurapan Roh Kudus.
Bagi Putra manusia Yesus orang dosa itu rezeki-Nya. Juga bagi orang beriman yang hidup dalam kesucian, dipimpin Roh dan mempunyai pemandangan rohani yang betul seperti Kristus, maka orang berdosa di sekitarnya itu adalah rezekinya. Dan kalau kita menggarap mereka dengan betul, itu bisa menjadi pahala, keuntungan dan mahkota untuk kekal (1Tes 2:19 jiwa-jiwa yang dimenangkan itu menjadi mahkotanya).
Kalau orang berdosa dalam wilayah kita dibiarkan, mereka akan merajalela dan menjadi celaka bagi kita, rumah kita, Gereja kita dll. Bersama-sama dengan Tuhan, dalam pimpinan Roh, kita harus menggarap orang-orang berdosa itu sesuai dengan kehendak Tuhan, apalagi yang ada hubungan dengan kita, di dalam “wilayah” kita, itu menjadi tanggung jawab kita. Sebab kita sebagai garam dunia harus mengasinkan rumah atau panci kita, sebab itulah kehendak Tuhan, kita doakan orang-orang dosa ini dan kemudian kita layani, itu bisa menjadi rezeki kita. Jangan dibiarkan, tetapi tolong, lepaskan dari perbudakan dan ikatan dosanya. Orang-orang dosa ini menjadi kesempatan yang indah dari Tuhan sebagai rezeki kita. Lebih-lebih orang berdosa dalam rumah kita, yang ada di dekat atau di sekitar kita dalam “panci” kita, garami mereka, maka orang-orang ini menjadi rezeki kita. Kita tidak mengharap apa-apa secara jasmani dari mereka Mat 10:8 tetapi kalau kita melayani jiwa-jiwa orang berdosa ini, mereka menjadi rezeki dan keuntungan kita secara rohani, sebab itu cocok dengan hati Tuhan, maka mereka menjadi kemuliaan dan mahkota kita. Juga Tuhan akan mencapai semua fasilitas yang kita perlukan untuk hidup dan pelayanan ini, supaya makin lebat berbuah Yoh 15:2,5,8.
Bukan kebetulan
Baik orang berdosa atau yang ada problem, yang tidak bertobat yang ada dalam rumah atau “panci” kita itu tidak kebetulan, tetapi menjadi beban dan rezeki kita, garami mereka sampai asin sampai bertobat.
Tetapi ada orang-orang yang menjadi garam yang tidak asin, tidak ada gairah untuk menangkan jiwa, tidak ada Kristus dalam hatinya, maka dunia, Iblis dan segala dosa akan masuk dan menginjak-injak dan menjajahnya.
Kalau isi rumah dan panci kita tidak asin berarti kita adalah garam yang tidak asin dan akan dibuang, diinjak-injak musuh, orang kafir; ini berarti hidup yang penuh dengan kekafiran dan dosa Mat 5:13.
Adalah kehendak Allah bagi kita untuk menggarami isi rumah dan panci kita, menolong dan menyelamatkan orang-orang berdosa ini dari neraka. Sebab itu kerjakanlah dalam pimpinan Roh Kudus (tekun berdoa dalam Roh minta pimpinan-Nya) untuk bisa memenangkan jiwanya sesuai dengan Firman Tuhan, maka mereka menjadi rezeki kita. Kalau orang itu belum mau bertobat, jangan putus asa, doa dan berusaha terus sesuai dengan pimpinan Roh, jangan memakai kekuatan sendiri, tetapi berdoa dengan limpah dalam Roh dan kebenaran, serta terus menghadapinya melayaninya dalam pimpinan Roh Kudus, sekalipun untuk anak atau orang-orang kita sendiri. Jangan lupa memberi contoh hidup yang benar, maka satu kali mereka akan dimenangkan Kis 16:31.
Kalau kita mempunyai pandangan mata seperti ini, maka kita bisa melihat orang-orang dosa di dalam panci kita sebagai rezeki dan menangkap “ikan” itu, itu menjadi kemuliaan kita sampai kekal, bukan celaka dan keributan. Jangan takut, jangan merasa terganggu, jangan putus asa, tetapi dengan belas kasihan ilahi dan kuasa Allah, tolong dan garami orang-orang ini.

V. PERANG DENGAN KEMENANGAN, BUKAN KEKALAHAN

Kalau kita menghadapi orang dosa, lebih-lebih untuk merebutnya dari tangan iblis, ini berarti peperangan rohani dengan iblis Ef 6:12, kita harus menang. Menghadapi orang dosa itu banyak tantangannya, kalau kita bereaksi dosa itu berarti kalah sebab jatuh dalam dosa. Jangan bereaksi dosa, tetap menyangkal diri dan terus dipimpin Roh.
Jangan takut menghadapi orang berdosa dengan macam-macam problem dan kejahatan yang ditimbulkannya.  Doakan terus, apalagi orang-orang dalam isi rumah dan “panci” kita, jangan menyerah atau putus asa, perangi terus dosanya dan iblis yang memperhambakannya. Jangan lupa, mereka ada dalam “wilayah” kita itu bukan kebetulan, tetapi Tuhan mengizinkannya (kalau tidak, bisa dipindahkan oleh Tuhan). Mengapa Tuhan membiarkan mereka di dekat kita? Supaya diterangi oleh sinar kita dan kena asin kita. Tuhan tidak pernah menyuruh kita berasing, bertapa di gunung-gunung tinggi, tetapi Tuhan menyuruh kita pergi ke tengah-tengah orang banyak untuk menjala orang Mat 4:19. Kalau kita mengerti Firman Tuhan dan penuh dan dipimpin Roh, maka pelayanan orang berdosa akan menjadi kemenangan kita.
Menghadapi dosa-dosanya jangan bereaksi dosa (benci, tidak senang, marah, dendam, itu berarti kalah) tetapi minta pimpinan Roh Kudus dan kuasa Allah supaya kita menang atas mereka yaitu menangkan jiwanya. Tentu kita juga harus cerdik, tetapi dengan tulus Mat 10:16 supaya jangan jadi korban karena bodoh. Tuhan selalu mempunyai cara, jalan dan limpah kuasa untuk bisa hidup sebagai pemenang Rom 8:37. Jangan takut akibat-akibat perbuatan dosanya, Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita dari segala tipu daya dan kejahatannya asal kita mau terus dipimpin Roh. Kalau mereka tidak ada dalam panci kita, atau jauh dan kita ingin menjauhi kejahatannya dan hati kita sejahtera, pergilah, tetapi jangan dengan hati benci dan tidak senang dan terus doakan supaya mereka diselamatkan. Serahkanlah mereka kepada Tuhan, bawa terus dalam doa dan tunggu pimpinan-Nya, sambil terus berdoa di dalam Roh dan kebenaran.  Orang-orang seringkali menjadi tidak senang hati, tidak suka dan benci bahkan hendak menghukum mereka (lebih-lebih kalau sudah kena banyak kerugian dan penderitaan karena tingkahnya yang jahat) dan itu berarti kalah, jatuh dalam dosa sebab bereaksi dosa. Tetapi kalau kita penuh dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus, maka pelayanan orang berdosa ini akan menjadi kemenangan kita. Kita tidak bereaksi dosa, tidak benci atau marah, tetapi belas kasihan dan tidak menjadi korban kejahatannya atau tidak ketularan dosa-dosanya sebab punya pendirian dan kuasa Allah. Kalau kita menang akan ada jarahan, kita bisa memenangkan orang-orang berdosa ini dan menjadi buah-buah yang kita persembahkan kepada Tuhan Yoh 15:8 dan buah-buah itu menjadi  pahala dan kemuliaan kita. Tetapi kalau kita menanggapi dengan dosa (bereaksi dosa) maka itu berarti kalah, pasti pahit dan ada akibatnya. Jangan takut, berperanglah dengan iblis dengan kuasa Allah, berjalanlah dengan Tuhan dan taat akan pimpinan-Nya, maka rencana Tuhan (yang mengijinkan semua perkara ini terjadi pada kita) akan menjadi kemenangan dan buah-buah yang kekal.

VI. CARI ORANG BERDOSA, BUKAN MENGUSIRNYA

Tuhan Yesus dan orang-orang seperti Tuhan Yesus mencari orang-orang berdosa, bukan orang benar, supaya diselamatkan. Ini isi hati Tuhan yang mencintai orang-orang berdosa di seluruh dunia ini Yoh 3:16 bahkan merindukan setiap orang berdosa supaya selamat 2Pet 3:9. Tetapi orang-orang Farisi, orang Yahudi, mengusir orang berdosa yang tidak mau taat kepada mereka, dan yang tidak sepaham Yoh 9:22. Orang-orang Farisi dan Yahudi dengan mudah bisa membuang atau mengusir orang-orang yang dianggapnya orang berdosa, tidak ada gunanya, najis, haram Yoh 9:34-35, padahal mereka sendiri di hadapan Allah, banyak dosanya dan begitu najis seperti bangkai dalam kuburan Mat 23:27. Tetapi Tuhan mau mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan semua orang berdosa dan mengasihi-Nya. Bukan menghukum dan mengusirnya. Begitulah kita terhadap orang-orang dosa dan jahat, doakan, benci dosanya belas kasihan kepada orangnya, selamatkan tetapi tetap hati-hati terhadap dosa-dosanya dan jangan ketularan dan jangan kena makan (jadi korban).

VII. PERGI MENCARI ORANG DOSA, JANGAN CARI DOSANYA

Tetapi mencari orangnya dan benci dosanya. Kita harus membawa semua perlengkapan perang untuk berperang melawan setan, untuk melepaskan orang itu dari perbudakan dosa, bukan bergemar dalam dosa-dosanya.
Ada seorang penginjil pergi mencari orang berdosa di kompleks pelacuran. Beberapa waktu kemudian ia sendiri jatuh dalam dosa persundalan. Rupa-rupanya ia memakai alasan menginjil lalu pergi ke kompleks (lokalisasi), apalagi sendirian. Akhirnya keinginan yang disembunyikan menjadi dosa dan ia jatuh.
Kita tetap harus mempunyai pendirian yang kokoh dan tetap hidup dalam kesucian sehingga waktu mencari orang berdosa, bukan mencari dosanya tetapi orangnya dan membenci dosanya. Salahkan dosanya, lawan, benci Ef 5:11, tetapi belas kasihan pada orangnya, berusaha menyelamatkan jiwanya tanpa ketularan dosanya. Jangan mencari orang berdosa karena ada maksud-maksud tertentu yang tidak tulus, bisa jatuh dan ketularan dosanya. Sebab itu orang yang mencari orang berdosa harus sudah merdeka dari dosa, punya keputusan dan pendirian yang teguh di atas Firman Tuhan dengan hati yang tulus dalam pimpinan Roh Kudus, maka ia akan mendapatkan dan melepaskan orang-orang dosa dan tidak ketularan dosanya, tidak terjerat dan jatuh. Jangan seperti Lot orang benar 2Pet 2:8 waktu dekat-dekat Sodom, kedatangan ingin akan dosa Sodom Gomora dan kesukaan duniawinya, akhirnya ia mendekat dan masuk ke dalamnya. Meskipun ia lepas dari api Sodom, tetapi tetap kena hukuman dosa-dosanya sebab tidak bertobat (tidak membuang keinginan-keinginan dosanya).

VIII. MENGASIHI, BUKAN MEMBENCI

Dalam Lukas 10:27 Tuhan menyuruh mengasihi orang-orang di dekatnya, apalagi yang dalam penderitaan dan celaka. Imam-imam dan orang Lewi tidak peduli sebab mereka tidak mempunyai belas kasihan dan pergi, tetapi orang Samaria mengasihinya dengan jalan menolong dan berkorban baginya. Mengasihi sampai orang itu sembuh dan selamat, tetapi orang-orang  Farisi dan Imam-imam tidak peduli dengan orang-orang berdosa, dibiarkannya meskipun akan binasa tanpa menolongnya.
Begitulah Tuhan Yesus yang menolong orang-orang dosa itu dicela, sebab dianggap tidak terhormat, dituduh suka dengan dosanya, akan menjadi sama dengan orang-orang berdosa itu, tetapi Putra manusia Yesus melepaskan mereka dari dosanya, tidak kena dosa-dosanya.

IX. TULUS

Kadang-kadang ada perhatian yang berlebih-lebih bukan karena hendak menyelamatkan jiwanya, tetapi karena ingin uangnya atau orangnya, kedudukannya dll bukan karena cinta Tuhan. Begitulah orang-orang Farisi menelan harta janda-janda bukan karena hendak melayaninya Mat 24:14 KJI. Mereka mengusir orang berdosa tetapi menyambut beruang (orang yang beruang). Carilah orang berdosa dengan tulus, karena cinta Tuhan dan belas kasihan pada nasibnya yang celaka untuk kekal, sebab dengan bertobat, mereka bisa dilepaskan.

X. ORANG YANG TAAT MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH Mat 7:21

Itu memperkenankan Tuhan, mempermuliakan Tuhan dan menerima mahkota yang mulia dan kekal. Kalau seorang dapat kemuliaan surga yang kekal, pasti Tuhan akan juga memberikan dengan limpah segala fasilitas fana yang dibutuhkan seperti kesehatan, nafkah, keamanan, keluarga dll sesuai dengan kemampuannya untuk menerima. Tuhan tidak berani memberi lebih dari kemampuannya (misal uang) sebab itu bisa membuat berdosa (sombong, memakai dengan semena-mena, bersuka-sukaan dalam dosa seperti Salomo, dll sehingga justru jadi kebinasaannya). Tuhan memberi berkat jasmani sesuai dengan kemampuannya, pas-pasan dengan kemampuannya Ams 30:8. Kadang-kadang dengan dusta atau siasat ia mencari lebih, itu menjadi dosa dan menjadi kejatuhannya.Tetapi kalau mau tetap tulus dan taat akan Firman Tuhan, jangan takut atau kuatir akan segala fasilitas yang kita butuhkan, Tuhan pasti menyediakan dengan cukup bahkan limpah sesuai dengan kemampuannya Tuhan sanggup membiayai orang-orang yang pergi berperang karena cinta Tuhan 1Kor 9:7.

KESIMPULAN

  1. Jangan takut akan iblis, dunia dan dosa dari orang berdosa, tetapi hidup dengan teguh di atas dasar Firman Tuhan dan penuh dan dipimpin Roh.
  2. Belas kasihan dan menyembuhkan orang dosa bukan menghukum dan mengusirnya.
  3. Adalah kehendak Tuhan untuk mencari dan menyelamatkan orang berdosa (baik orang yang belum percaya maupun orang percaya yang jatuh kembali dalam dosa, mereka semua perlu ditolong dan dilepaskan dari ikatan-ikatan dosanya.
  4. Jangan punya pikiran yang jahat atas orang-orang berdosa (yang sudah atau mungkin akan membuat banyak keributan dan kerugian dan sakit hati atau orang-orang beriman yang jatuh kembali dalam dosa) untuk menolak dan mengusirnya, tetapi miliki belas kasihan untuk orang-orang berdosa ini supaya mereka bisa diselamatkan dengan tetap cerdik dipimpin Roh. Jangan memandang orang-orang berdosa seperti orang Farisi.