M3597 – 1Korintus 15:10, 1Petrus 5:5 Menambah Subsidi Anugerah Tuhan (10Mar’13)

Download MP3 Khotbah: M3597

 

I. DEFINISI ANUGERAH TUHAN

Dalam 2Korintus 13:13 ada kasih Allah Bapa, anugerah Tuhan Yesus (TB: Kasih karunia) dan persekutuan Roh Kudus.
Ini semua pemberian dari tiga Pribadi Allah. Anugerah Tuhan itu pemberian khusus untuk umat Tuhan dengan tujuan-tujuan tertentu, yaitu:
1. Subsidi. Anugerah itu bisa diartikan seperti subsidi dari Tuhan yang diberikan kepada setiap anak-anak Allah sesuai dengan keadaan masing-masing dan itu masih bisa terus bertambah-tambah.
2. Anugerah Tuhan adalah pemberian kuasa, kemampuan dari Tuhan sehingga meningkatkan kemampuan umat Tuhan untuk bisa taat akan Firman Tuhan dan melakukan kehendak Allah. Jadi oleh anugerah Tuhan kita bisa tetap hidup berkemenangan atas segala dosa, bisa melakukan kehendak Tuhan, bisa menjadi hamba Tuhan yang berkenan kepada Tuhan Efesus 3:7. Jadi subsidi dari Tuhan ini membuat kemampuan kita meningkat, sehingga kita bisa melakukan perkara-perkara yang lebih besar bagi Tuhan Mazmur 60:14, bahkan sampai seperti Tuhan Yesus sendiri Yohanes 14:12. Sebab itu Tuhan ingin menambahkan terus anugerahNya asal kita tetap rendah hati dan tidak menyalahgunakan kelimpahan subsidi yang amat besar ini. Misalnya ada seorang bekerja membuat tempe dengan modal Rp. 200.000. Ia kerja mati-matian untuk bisa menghasilkan untung bersih 10.000 setiap hari, 30 hari berarti 1,5 juta per bulan. Ini berarti tidak ada hari libur dan kerja mati-matian. Satu kali ia mendapat bantuan 10 juta rupiah, usahanya tiba-tiba menjadi tambah besar. Kemudian ia mendapat subsidi 1 milyard, sekarang ia mendirikan pabrik roti. Ia mendapat lagi subsidi sebesar 100 milyard, pabriknya menjadi besar. Subsidinya terus ditambah sampai modalnya menjadi 10 Tirliun dan ia menjadi bos besar. Semua ini karena besarnya subsidi yang didapatkan.
Ada sekolah dari gedek yang mau roboh. Lalu diberi subsidi pemerintah menjadi gedung megah besar, sekolahnya menjadi ternama, sebab diberi subsidi yang besar.
Begitu juga Paulus dari orang yang hina dan tidak layak, melawan Tuhan Yesus dan menghancurkan Gereja-gereja, tetapi oleh sebab ia mau percaya, maka oleh subsidi anugerah Allah, ia diampuni dan sesudah bertobat sungguh-sungguh dan tekun belajar Firman Tuhan, akhirnya dengan subsidi anugerah Tuhan ia dijadikan rasul 1 Korintus 15:9-10. Sebab itu Paulus berkata, ia ada sekarang itu karena subsidi Allah yaitu anugerah Allah yang besar! Sama seperti bos besar yang asalnya pembuat tempe yang miskin itu, kalau sekarang ia menjadi bos yang besar itu sebab ia mendapat subsidi. Juga sekolah yang reot mau roboh, jadi sekolah yang hebat, ternama karena diberi banyak subsidi. Jangan kita sombong, kalau kita bisa menjadi putra-putra Allah yang indah, luar biasa, itu semua karena subsidi Allah.
Sadarlah bahwa kalau kita jadi heran, besar, luar biasa, itu semua oleh subsidi dari Tuhan, kalau subsidi itu diambil, semua habis dan tidak berdaya tidak bisa apa-apa seperti Simson, Saul, dll.
 

II. MACAM-MACAM ANUGERAH TUHAN

Anugerah Tuhan itu bisa dalam hal jasmani dan rohani.
Anugerah jasmani. Semua orang diberi sejumlah kemurahan dan anugerah Allah Matius 5:44, tetapi banyak yang tidak tahu, tidak sadar dan tidak tahu berterimakasih. Misalnya Nebukadnezar diberi banyak kemurahan dan anugerah Tuhan, sebab Tuhan tahu pada satu kali ia akan bertobat, (Allah itu sangat ingin semua manusia percaya dan selamat 2 Petrus 3:9). Tetapi waktu ia menjadi besar, ia menjadi sombong, sebab itu subsidinya sebagian besar dicabut oleh Tuhan Daniel 4:30-32, maka keadaannya menjadi seperti binatang (kalau subsidinya dicabut penuh, ia mati). Sesudah ia bertobat dan mengakui Allah, ia dikembalikan pada posisi semula dan Nebukadnezar mengakui semua itu oleh anugerah Allah. Daniel 4:37. Kalau seorang menjadi pintar, sukses, berhasil, menjadi besar, itu selalu ada subsidi Allah. (Anugerah dan kemurahan itu juga bisa karena adanya doa syafaat dll). Kalau ia menjadi sombong, maka subsidinya akan dicabut dan semua kemuliaannya akan habis.
Dalam hal-hal rohani dan pelayanan, kalau Tuhan mengangkat menjadi indah dan besar, jangan sombong, sebab semua itu oleh anugerah Tuhan. Banyak orang tidak mengerti dan menjadi sombong, sebab itu ia binasa karena kebodohannya Amsal 10:21b. Tetapi orang yang mengerti, tahu dan mengakui bahwa ia ada itu oleh anugerah, subsidi Allah. Seperti Daud, ia mengakui semuanya dari Tuhan, baik menang atas singa, beruang dan Goliat dll. Tanpa pertolongan (anugerah Tuhan) ia pasti mati. 1 Samuel 17:34-36. Juga waktu ia berhasil duduk di atas tahta Israel 2 Samuel 7:18. Ia mengakui semua dari Tuhan, sebab itu ia terpelihara dan awet, bahkan terus dapat tambahan subsidi anugerah Tuhan lebih banyak lagi, karena mau merendahkan diri 1 Petrus 5:5.
 

III. JANGAN MENERIMA SUBSIDI ANUGERAH TUHAN DENGAN SIA-SIA

Ada orang menerima subsidi besar lalu bermalas-malasan dan hidup sia-sia. Misalnya pembuat tempe dapat subsidi 1 milyard, lalu dibungakan 6% setahun, maka tiap bulan tanpa kerja ia dapat 5 juta rupiah. Ia bisa bermalas-malasan, berfoya-foya tanpa kerja. Begitu ada orang atau hamba Tuhan sudah mendapat subsidi anugerah Tuhan sehingga secara jasmani dan rohani ia berhasil besar lalu hidup sebagai bos, cukup, lalu nganggur, hidup sia-sia menurut daging. Ini orang yang menerima anugerah Allah dengan sia-sia 2 Korintus 6:1. Bukan ini maksud Tuhan. Tuhan memberi subsidi anugerahNya yang makin besar, bukan supaya kita hidup sia-sia, tetapi supaya kita bekerja lebih banyak sehingga dapat hasil jiwa-jiwa lebih banyak lagi dengan subsidi yang makin besar itu. Orang yang menerima anugerah Tuhan dengan sia-sia, sesudah sampai waktunya, bisa dicabut dan ia kehilangan semuanya lagi! Kita harus sadar seperti Paulus yang sadar akan maksud subsidi anugerah Tuhan baginya. Paulus dapat subsidi yang besar; Mula-mula dari orang yang tidak layak, tidak pantas, ia diangkat menjadi rasul yang indah, bahkan lebih besar dari yang lain 2 Korintus 11:5. Paulus sadar akan anugerah (subsidi) Allah yang besar dan mengakuinya; ia mengatakan hal ini bukan karena sombong, tetapi sebab ia mengerti semua ini dari Tuhan, kalau tidak diberi oleh Tuhan, tidak mungkin ia mengalami hal-hal yang indah dan besar itu. Roma 12:3. Mula-mula ia menerima sedikit, tetapi sebab ia bekerja keras, mengerjakan subsidi ini baik-baik, maka Tuhan terus menambahi subsidinya sehingga menjadi besar sekali dan berbuah-buah banyak. Subsidi Allah membuat kita menjadi sukses jasmani dan rohani tetapi jangan menjadi sombong, menuruti daging, tidak tekun melakukan kehendak Allah, itu hidup dengan sia-sia. Kita harus menjadi pengurus yang baik dari berbagai-bagai anugerah Allah 1 Petrus 4:10b. Mengerjakan subsidi itu  dengan rajin dan sungguh-sungguh supaya makin berbuah-buah dan tetap sadar, bahwa semua itu berhasil bukan karena kita, tetapi karena subsidi dari Allah. Bayangkan kalau modal kita 100.000, kita bisa dapat untung mungkin 10.000 (10%) itu sudah banyak. Tetapi kalau modal kita 10 milyard, maka untung kita menjadi 1 milyard, sama-sama 10%; 1000 juta itu jauh lebih besar dari 10.000, tetapi itu semua sebab diberi subsidi besar.
Kalau salah pakai seperti Simson, maka subsidi dicabut kembali oleh Allah dan ia kembali menjadi 10.000, ia tidak bisa berbuat apa-apa dan ditangkap oleh Delilah sampai akhirnya mati sia-sia. Jangan sombong, nanti dicabut subsidinya dan tidak jadi apa-apa.
Beberapa orang berbuat seperti ini, misalnya Saul, mula-mula dipakai Tuhan dengan heran, hasilnya luar biasa. Tetapi sebab menjadi sombong, tamak, tidak taat, Tuhan mencabut subsidinya, ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya berusaha dengan kekuatannya sendiri seperti orang lain pada umumnya, sebab itu terus gagal.
Jangan sombong, tetapi dengan rendah hati kerjakan anugerah Allah yang sudah kita terima dengan sekuat-kuatnya sesuai dengan pimpinan Roh Kudus, maka Tuhan akan menambahkan lagi anugerahNya, karena rendah hati dan karena mengerjakannya baik-baik sehingga berbuah-buah makin lebat sesuai pimpinan dan kehendak Allah.

 

IV. ANUGERAH TUHAN MAKIN BERTAMBAH-TAMBAH

Tuhan ingin menumbuhkan kita menjadi sempurna, sama seperti Kristus. Sebab itu semua pemberian Allah (Allah Bapa, Putra Allah, Roh Kudus) kalau bisa selalu ditambahkan terus, makin bertambah-tambah, makin limpah sampai akhirnya menjadi seperti Kristus 1 Petrus 1:2. Ini kehendak Tuhan, berubah dari pembuat tempe di rumah-rumah sampai menjadi pabrik roti yang besar, bahkan makin besar sehingga menjadi pabrik-pabrik makanan raksasa. Ini kehendak Tuhan supaya kita bisa terus bertambah-tambah.
1. Ini berhubungan erat dengan pengenalan akan Firman, yaitu Kristus 2 Petrus 1:2; 3:18. Lebih banyak kita mengerti Firman Tuhan, iman kita akan tumbuh dan buah-buah kita makin bertambah-tambah Matius 13:23. Tanpa peningkatan pengertian Firman Tuhan, kemenangan dan buah kita terbatas sampai disitu saja, yaitu sampai ukuran pengertian Firman Tuhan yang kita miliki.
Kalau seorang tidak mengerti tentang Roh Kudus, ia hanya menerima sedikit berkat tentang Roh Kudus. Begitu juga tentang kesembuhan, tabiat-tabiat, kesempurnaan, akhir zaman dll. Sebab itu supaya kemampuan rohani kita bisa bertambah dengan subsidi anugerah dari Tuhan, maka kita harus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan.
2. Penuh dan dipimpin oleh Roh. Ligabo (Lima Gadis Bodoh) gagal tetapi ligabis berhasil sebab ia selalu penuh dengan Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh. Orang yang limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran akan makin penuh dengan minyak Roh Kudus, dan punya kekuatan dan kuasa yang limpah (Lukas 24:49) untuk bisa selalu lulus dalam semua pencobaannya dan berhasil melakukan kehendak Allah. Kalau kita rajin mengerjakan subsidi anugerah ini maka Tuhan akan menambahi terus dan rohani kita akan makin meningkat.
Yusuf bisa menerima anugerah Tuhan yang sangat besar, sehingga dari posisi yang sangat rendah sebagai budak belian, ia bisa naik lebih tinggi dari Firaun secara jasmani dan secara rohani ia bisa penuh dengan kasih, hikmat dan kuasa Allah sehingga ia bisa mengampuni dengan tuntas segala kejahatan saudara-saudaranya yang begitu besar.  Kelimpahan kemampuan jasmani diberikan Allah kepadanya supaya ia bisa menumbuhkan keluarga Jacob menjadi suatu bangsa yang besar, kurang lebih 2 juta orang.
Dalam semuanya ini Yusuf tetap tinggal rendah hati. (kemudian hari, suku Efraim anak Yusuf, menjadi sombong dan hampir penuh ditumpas karena kesombongannya Hakim 12:1-6. Memang orang sombong akan direndahkan). Orang yang ditinggikan (jasmani: kaya, pintar, berkuasa, sukses dll, rohani: dipakai Tuhan dengan heran) itu mudah sekali menjadi sombong, apalagi kalau dipuji-puji orang banyak (seperti Herodes Kisah 12:22). Kalau berhasil biasanya selalu ada pergumulan dengan kesombongan, sebab itu tidak banyak orang bisa ditinggikan oleh Tuhan, karena kalau ditinggikan, orang yang tidak tahan akan jatuh. Tetapi lebih banyak kita mengerti rahasia Firman Tuhan tentang kerendahan hati, termasuk rahasia tentang anugerah atau subsidi dari Tuhan ini, maka kita bisa tahan menerima anugerah Tuhan yang makin besar dan tetap rendah hati.
Paulus sampai diberi duri supaya jangan menjadi sombong, sebab Tuhan bisa melihat lebih dahulu bahwa dengan demikian ia bisa dipakai sangat heran dalam pemberitaan wahyu-wahyu rahasia Firman Tuhan 2 Korintus 12:7. Seringkali Tuhan harus menunggu sampai lama (sampai umur 30 tahun) baru bisa mengangkat Yusuf, Daud, Yohanes Pembaptis, juga Putra manusia Yesus dll, supaya tidak sampai jatuh dalam kesombongan atau dosa-dosa lainnya. Tuhan menambahkan anugerah (subsidi) Nya sedikit demi sedikit sesuai dengan kemajuan masing-masing.
Dalam suratnya Petrus berulang-ulang mengingatkan untuk terus bertumbuh dalam anugerah Tuhan dan tetap rendah hati, sebab Petrus sendiri merasakan, bahwa dari nelayan yang tidak terpelajar Kisah 4:13, juga pernah menyangkal Tuhan dengan sumpah, sampai ia depresi, tetapi meskipun tidak layak, oleh anugerah Allah ia bisa tumbuh dan dipakai Tuhan luar biasa, menjadi rasul utama Galatia 2:9. Semua oleh anugerah Tuhan, sebab itu ia berhasil untuk tetap tinggal rendah hati dengan pertolongan Roh Kudus. Misalnya waktu ia ditegur terang-terangan oleh Paulus (yang masih baru) ia tidak melawan, tidak sakit hati dan ia tidak berani meninggikan dirinya Galatia 2:11-13.
 

V. SADAR BAHWA KEMAMPUAN BESAR ITU KARENA ANUGERAH TUHAN

Kalau Tuhan mengangkat kita, kita sadar seperti Daud 2 Samuel 5:12. Ingatlah bahwa semua itu karena subsidi dari Tuhan, jangan lengah, jangan lalu melazatkan daging, sebab itu akan menghentikan subsidi Allah dan menjadi batu-batu sandungan untuk kejatuhan. Tuhan mengerti tentang daging, dunia, iblis yang selalu mau menggoda, sebab itu Tuhan memberi peringatan-peringatan yang jelas. Kalau sudah menjadi raja, menjadi besar jangan sampai jatuh seperti Saul, yang sewaktu belum menjadi raja sangat indah, tetapi jatuh waktu menjadi raja. Juga Salomo Ulangan 17:15-18. Kita perlu banyak belajar Firman Tuhan supaya tahu tipu daya iblis, daging dan dunia ini 2 Korintus 2:11, sehingga tidak sampai jatuh Ulangan 17:19-20 Daud juga mulai jatuh; sesudah tahu Tuhan mengangkatnya, ia mengambil lebih banyak istri, daging dilazatkan dan menyala-menyala 2 Samuel 5:13 dan tidak lama kemudian sebab daging terus menyala-nyala, ia jatuh oleh Betsyeba 2 Samuel 12.
Sadarlah, kalau sukses dan meningkat, itu semua karena subsidi atau anugerah dari Tuhan dan kalau salah pakai, subsidi dicabut dan semua akan hancur seperti Saul, Simson, Daud (untung Daud bertobat dan bisa dipulihkan kembali, tetapi tidak 100%, sebab kalau 100%, ia bisa menjadi seperti Henokh atau Elia). Paulus sadar akan kemampuannya yang makin besar seperti tukang yang ahli 1 Korintus 3:10, bahkan lebih dari rasul-rasul yang lain 2 Korintus 12:11-13, tetapi sebab terus ingat bahwa semua itu karena subsidi anugerah yang diterimanya makin banyak, juga karena duri yang sakit itu, ia terpelihara dari kejatuhan dan kehancuran.
Rencana Allah membuat kita bisa meningkat sampai setinggi mungkin, bahkan kalau bisa sampai seperti Kristus, apalagi nanti dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan, akan ada banyak orang yang jadi seperti Kristus.
Pada waktu ini Gereja tumbuh sampai menjadi sempurna, itu didahului dengan Hujan akhir dan pembukaan Firman Tuhan sampai total terbuka Matius 10:26-27. Baru Gereja dan umat Tuhan yang mengerti Firman Tuhan dan dipimpin Roh seperti ligabis bisa tumbuh sampai tingkat-tingkat yang sempurna seperti Kristus.
Paulus mengerti bahwa ia menjadi indah bukan karena ia yang hebat, tetapi karena Tuhan yang memampukan dia dan dia hanya taat, kerja keras menuruti pimpinan Roh sehingga mencapai hasil yang besar-besar dan semua hasil besar itu dari Tuhan Efesus 3:7. Bukan oleh kemampuannya sendiri, tetapi oleh anugerah Allah, ia tidak menolaknya Galatia 2:21. Dahulu (sebelum bertobat) Paulus sudah berusaha dengan kekuatannya sendiri (ia terpelajar, murid Gamaliel yang masyur dan tulus, ia taat dan melakukan Taurat dengan kekuatannya sendiri dan dalam perkara-perkara jasmani ia hebat Pilipi 3:4-6), tetapi semua itu yang dahulu dibanggakan, dibuang! Ia sungguh-sungguh hidup suci dan taat akan Firman Tuhan sehingga menerima anugerah Tuhan yang makin limpah Pilipi 3:7-8,  Ia sadar penuh, semua oleh anugerahNya saja. Kalau oleh Taurat = kekuatan sendiri, Tuhan Yesus mati menjadi sia-sia dan kita juga sia-sia, sebab tidak mungkin bisa tumbuh dengan kekuatan sendiri tetapi dengan anugerah Tuhan ia menjadi sebagaimana ia sekarang ada.
Juga Gereja Antiokhia menjadi maju dan indah itu oleh anugerah Tuhan Kisah 11:23. Orang-orang yang bisa percaya dan maju itu semua oleh anugerah Allah. Kisah 13:43.
 

KESIMPULAN

Semua orang beriman mendapat anugerah Tuhan sehingga bisa percaya dan maju, tumbuh terus. Kalau kita sadar, tetap rendah hati dan mau berusaha sungguh-sungguh menuruti pimpinan Roh Kudus terus melakukan kehendak Tuhan, maka Tuhan akan menambahi terus anugerahNya, dan terus bertambah lagi setiap hari. Paulus setiap kali memintakan berkat ini 2 Korintus 13:14, kalau kita mau menerimanya, mengakuinya Galatia 2:21 dan mengerjakannya, kita akan terus bertambah-tambah, dalam anugerah Tuhan, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus dan tumbuh terus dengan heran, tetapi semua itu oleh subsidi anugerah Allah! Akuilah 2 Korintus 1:12.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Nyanyian:
 
Amat besar anugrahNya,
 
yang t’lah kualami.
 
 
 
I. Dulu sesat dan terhilanglah
 
Selamatlah, ku kini.
 
II. Besarlah hasilku karena anugrahNya.
 
AnugrahNya yang heran.