M3594 – Ulangan11:29; 27:12-13 Berkat dan Kutuk (24Feb’13)

Download MP3 Khotbah: M3594

I. PENDAHULUAN.

1. Berkat dan kutuk  itu dikatakan bersama-sama, bergantian di dunia,  sebab keduanya bisa dialami umat Tuhan di dunia. Orang bisa memilih untuk mendapat berkat atau kutuk, bahkan bisa berpindah dari berkat ke kutuk atau sebaliknya. Dengan jelas dan nyata ada dua pilihan selagi kita hidup di dunia. Tetapi sesudah mati hanya ada satu nasib, yaitu yang dipilih sampai saat terakhir, yaitu berkat saja atau kutuk saja. Sesudah mati tidak ada dua pilihan dan tidak bisa pindah tetapi tetap di satu nasib atau pihak saja, berkat atau kutuk.
Sebab itu jangan buang kesempatan untuk mendapat berkat dari Allah selagi hidup, hanya di dunia bisa memilih. Berkat dari Allah itu akan terus bersambung sesudah mati sampai kekal. Berkat duniawi itu fana dan tidak diteruskan, tetapi berhenti sampai di kubur, tetapi kutuk dosa akan terus berlanjut sampai kekal. Pakai kesempatan hidup ini baik-baik, sebab ini kesempatan emas, yang langsung hilang total waktu mati, tidak bisa diperpanjang dan tidak bisa berubah, menetap di satu pihak, juga tidak bisa netral, pasti ikut salah satu.
 
2. Mana lebih banyak?
Orang sering lebih senang belajar tentang berkat supaya limpah berkat. Maksudnya baik, tetapi Tuhan selalu menghadapkan dua pilihan ini bersama-sama. Tuhan tidak pernah hanya menghadapkan satu bagian, selalu dua, setiap kali, supaya kita memilih Lukas 12:57, Yusak 24:15.
Dalam dunia, misalnya dalam ilmu kedokteran, orang lebih banyak belajar tentang penyakit (~ kutuk) daripada hidup sehat (~ berkat).  Mungkin perbandingannya 10:1, sebab segi-seginya tentang sehat tidak banyak dan mudah dimengerti, tetapi data-data tentang penyakit itu lebih banyak dan lebih sulit dan pengertian tentang penyakit diperlukan supaya jangan sakit dan kalau sakit bisa disembuhkan. Sebab itu dokter belajar tentang penyakit jauh lebih banyak daripada tentang sehat.
Tetapi banyak orang Kristen lebih suka belajar tentang berkat, bahkan banyak yang tidak mengerti tentang kutuk dan sebab-sebabnya. Paling baik kita menurut cara dan jatah dalam Alkitab (Firman Tuhan) yaitu menurut Tuhan sendiri. Kita perlu belajar keduanya dari Firman Tuhan, apalagi kalau kita mempelajari semua Firman Tuhan seperti yang dilakukan Paulus Kisah 20:20,27. maka kita bisa mempelajari tentang berkat dan kutuk sesuai dengan konteksnya di setiap bagian dari Alkitab.
Kadang-kadang di satu tempat lebih banyak diterangkan tentang berkat dan di tempat lain mungkin lebih banyak tentang kutuk. Kita perlu mengenali semuanya.
 
3. Pencegahan dan memilih.
Manusia hanya bisa mencegah jangan sampai kena kutuk atau perkara-perkara yang dahsyat dan kalau toh kena berusaha mengatasinya. Misalnya tentang kesehatan, jalan yang terbaik dalam dunia adalah pencegahan, supaya tidak terjadi kutuk atau celaka itu, sebab kemampuan manusia terbatas, apalagi kalau penyakit itu ada faktor turunan, kanker, penyakit-penyakit yang tidak bisa sembuh, kecelakaan, keracunan, penuaan dll. Ini yang bisa dilakukan manusia dalam dunia.
Tetapi secara rohani kita bisa memilih, sebab kita adalah anak-anak Allah dan Allah menghadapkan dua pilihan pada kita. Pilihan yang kita lakukan dalam Firman Tuhan dengan tulus dan sungguh-sungguh, itu pasti terjadi, sebab Allah itu maha kuasa, Dia sanggup melaksanakan janji-janji dalam Firman Tuhan dan Dia sanggup memberikan janjinya sesuai pilihan kita, asal kita memenuhi syarat-syaratnya.
Heran, kita bisa memilih nasib yang baik. Sebab kita ini anak-anak dari Allah yang maha Kuasa, yang baik dan yang menguasai semuanya. Kadang-kadang hasilnya tidak langsung tampak, sebab perlu pengolahan, perlu tumbuh, perlu menunggu, misalnya Yusuf, Daud, Daniel dll.
Kalau seorang tidak mau memilih, itu berarti:
1. Bodoh, tidak mengerti Markus 12:24, Amsal 10:21b.
2. Ada kerinduan duniawi 1Yohanes 2:15-16,
3. Ikut arus orang banyak Keluaran 23:2. Sebab itu jangan heran kalau orang itu hanyut dalam yang jahat atau kutuk dosa.
Meskipun memilih yang baik kita masih harus berusaha memenuhi syarat-syaratnya, tetapi kutuk itu bisa didapat tanpa usaha apa-apa, bahkan dengan santai dalam dosa sehingga yang tidak memilih atau plin plan akan hanyut dalam dosa dan kena kutuk dosa.
Memilih nasib yang baik, yaitu berkat dari Allah (Allah itu maha suci), kita harus hidup dalam kesucian, dan untuk hidup suci itu harus dengan usaha Lukas 13:24; 9:23 tetapi hidup dalam dosa atau sesuka hati, semaunya sendiri, itu bisa dengan sendirinya dan itu yang menjadi sebabnya mengapa kutuk Allah dijatuhkan.
Jadi anak-anak Allah bisa memilih berkat senantiasa asal mau mentaati syarat-syaratnya dan itu tidak sulit, asal sungguh-sungguh mau mematikan daging (menyangkal diri Lukas 9:23) dengan tulus mau taat, sebab Roh Kudus selalu stand by untuk menolong sampai berhasil sebab Allah sanggup menolong sampai berhasil sampai akhirnya. Roh Kudus mau sebab adalah kehendakNya bahwa semua orang selamat dan tumbuh sampai mulia seperti Kristus Pilipi 1:6, Ibrani 7:25, 2Petrus 3:9. Yang sungguh-sungguh mau dan mengerti bisa memilih nasib yang baik dalam berkat Tuhan. Kita perlu mengerti, sebab biasanya dalam perjalanan hidup ini, kita diolah dan itu penuh dengan sengsara dan penderitaan seperti Yusuf, Daud, Petrus, Paulus se-olah-olah ini nasib buruk padahal pengolahan dan semua orang Kristen akan mengalaminya Pilipi 1:29, 1Petrus 5:9, Matius 7:13-14. Orang yang mengerti Firman Tuhan dan sungguh-sungguh mau, akan ditolong Roh Kudus sehingga imannya tumbuh dan bisa taat dengan iman sehingga mengalami berkat yang sudah dipilih dengan menggenapi syarat-syaratnya dalam Kristus.
4. Seperti penuaian. Galatia 6:7-8. Hukum tabur tuai dari Tuhan berlaku dalam hidup ini. Apa yang kita tuai adalah sama seperti apa yang kita tabur. Tuhan, Hakim yang adil memberi penuaian yang sesuai dengan penaburan kita. Sebab itu jangan berhenti menabur terus yang baik sesuai dengan Firman Tuhan.
Jangan pusing menuai, akan ada cukup waktu untuk menuai, baik di sini dan bisa dilanjutkan terus untuk kekal di Surga, tetapi untuk menabur itu ada batas waktunya.
Jangan lupa, jangan terkejut kalau menabur yang baik (supaya dapat menuai berkat dari Tuhan) itu limpah dengan air mata, tetapi penuaiannya pasti limpah dengan sorak sorai, sukacita se-lama-lamanya Mazmur 126:5-6. Sebab itu harus mau menyangkal diri untuk bisa menabur yang baik, sakit bagi daging, tetapi ini akan memberi penuaian yang heran, berkat dari Allah istimewa dalam memenangkan jiwa, itu menaburkan benih-benih Firman Tuhan; lakukan dengan kuasa Allah, maka Dia yang akan menumbuhkan dengan ajaib, dilepaskan dari iblis dan neraka dan dibawa, dipindahkan dalam kerajaan Surga.
 

II. SYARAT BERKAT DAN SEBAB KUTUK.

Tuhan rindu terus memberkati, iblis terus mengutuki.
1. Syarat-syarat dari Tuhan. Tuhan adalah Hakim yang adil, sebab itu syarat dan sebab-sebabnya itu betul-betul diperhatikan dan adil, tetapi iblis dengan siasatnya bisa memberi apa saja daripadanya yaitu berkat dan kutuk asal dapat jiwanya.
Berkat dari Tuhan itu seperti gunung es. Bagian yang kelihatan, itu ada, karena ada berkat yang tidak kelihatan, sebab Tuhan tidak akan memberi berkat yang tampak tanpa keselamatan dan berkat yang tidak tampak sebab itu menyesatkan seperti iblis. Matius 16:26. Sebaliknya masih mungkin, yang tidak tampak banyak, yang tampak belum kelihatan sebab masih diolah atau diuji seperti Yusuf, Daud, Ayub dll.
Jadi kita bisa melihat syarat untuk dapat berkat dari Tuhan, patokannya berkat kekal yang tidak tampak. Kalau Tuhan tidak bekenan pada Saul, ia juga tidak mau memberkati bahkan bicarapun tidak mau dengan Saul, sebab Saul akan masuk neraka karena melawan Allah. Sebab itu Tuhan suruh cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, kalau sudah dapat, berarti selamat dan ada berkat-berkat yang tidak kelihatan, maka segala kebutuhannya ditambahkan kepadaNya Matius 6:33. Ini syarat prinsip untuk menerima berkat-berkat dari Tuhan. Sebab-sebab kutuk adalah karena dosa, sebab upah dosa itu maut Roma 6:23. Orang yang percaya Tuhan mengalami penebusan dan mengampunan sehingga terhindar dari kutuk.
Kalau kita menjauhi dosa, tidak melakukannya itu berarti hidup benar (di hadapan Allah) dan selalu taat melakukan kehendak Allah itu berarti lepas dari kutuk, limpah dengan berkat Allah. Jangan lupa selain benar, kita juga harus cerdik, jangan kena tipu, sebab banyak penipu yang makin lihay dan berani. Bisa rugi dan habis karena bodoh. Juga jangan cinta uang, itu penyembah berhala mammon dan Tuhan tidak akan memberkati penyembah berhala mammon. Juga orang yang cinta uang seringkali mudah masuk perangkap penipu,dengan janji-janji yang besar dan umpan yang besar, hati-hati, minta pimpinan Tuhan dalam setiap tindakan, supaya jangan hilang berkat dari Tuhan karena bodoh dan cinta uang.
2. Karena kemurahan Allah.
Ada banyak orang berdosa yang di berkati Allah karena kemurahan Allah, tetapi mereka tidak sadar, misalnya:
Semua orang berdosa masih diberi kehidupan (dengan matahari dan hujan Matius 5:45) karena Tuhan berharap pada satu saat mereka akan bertobat dan diselamatkan seperti Nebukadnezar, Kornelius, Rut dsb. 3. Di neraka tidak ada pahala Yehezkiel 33:13.
Orang dosa yang menolong atau memberkati orang-orang beriman, sebab berbuat baik, mereka juga diberkati Tuhan tetapi hanya berkat jasmani di dunia, tanpa berkat rohani (yaitu keselamatan, sebab keselamatan hanya didapat sesudah percaya pada Tuhan). Misalnya Kejadian 12:3. Edom menolak hak sulung dan tidak percaya, ia terhilang, tetapi sebab ia mau  mengampuni Yacob adiknya (seorang yang berkenan kepada Tuhan) ia diberkati dengan gunung Seir tetapi tanpa berkat kekal. Ini semua sekedar karena keadilan Allah di dunia, sebab sekalipun orang kafir kalau tidak salah (dalam suatu kasus), Allah tidak akan menghukumkannya, misalnya raja Firaun Kejadian 12:18 raja Gerar Kejadian 20:4. Orang-orang berdosa, meskipun diberkati Allah karena kasusnya benar, tetapi kalau tidak percaya Tuhan Yesus, tetap tidak selamat, masuk Neraka dan di neraka tidak ada pahala untuk perbuatan-perbuatan baik. Misalnya orang-orang yang berkelahi tetapi tidak salah dalam zaman Nuh, semua dibinasakan dalam air bah dan bersambung di neraka, di tempat iblis tidak ada keadilan, tidak ada pahala. Selamat kekal hanya dalam Nama Tuhan Yesus, sebab itu beritakan kabar baik dalam nama Tuhan Yesus.
 

III. BERKAT ALLAH DAN BERKAT IBLIS.

Allah punya berkat yang tidak terbatas dan sampai kekal. Iblis punya berkat juga, bahkan ia berani dan bisa menjanjikan pada Putra manusia Yesus seluruh dunia asal Putra manusia Yesus mau menyembahnya Matius 3:8. Tentu ini dusta sebab meskipun iblis bisa memberi berkat-berkat tertentu, cukup besar bagi manusia, tetapi ia sangat terbatas. Jangankan seluruh dunia, mengambil hartanya Ayubpun ia tidak sanggup kalau tidak diizinkan Allah. Semua milik orang beriman di dunia jasmani dan rohani, ia sama sekali tidak berhak mengambil (seperti tampak jelas pada Ayub. Kalau Tuhan mengizinkan pada Ayub, Yusuf, Daud, Daniel dll, itu disebabkan karena ada maksud Tuhan untuk ujian, dalam batas-batas tertentu, baik jumlahnya, waktunya, sikonnya dll. Tanpa izin Tuhan, iblis tidak bisa mengambil apa-apa (Apalagi Putra manusia Yesus, Ia tidak ditangkap, tidak dikalahkan, tetapi menyerahkan diri untuk menjadi korban tebusan manusia. Kalau tidak, iblis atau siapapun tidak sanggup mengambil atau menangkapNya). Jadi iblis tidak bisa memberikan seisi dunia meskipun ia penghulu dunia ini, sebab Putra manusia Yesus lebih berkuasa dari dia Yohanes 12:31; 14:30; 16:11, Matius  28:18. Jangan percaya mulut iblis yang sudah diremukkan kepalanya. Ia hanya mengambil remah-remah kekuasaan yang diizinkan Allah baginya, tidak lebih dari itu. Berkat iblis penuh dengan tipu daya dan sangat terbatas, tetapi berkat Allah tidak terbatas. Berkat iblis membawa ke neraka, tetapi berkat Allah (ingat berkat gunung es) membawa ke Surga. Ini jelas dan tidak bisa yang lain, jangan percaya dusta iblis yang berkata bahwa dengan berkat iblis, masih bisa ke Surga asal tetap menjadi orang Kristen, tidak bisa! Berkat iblis selalu limpah dengan dosa, itu umpan ke neraka, sekalipun yang makan umpan itu orang Kristen. Baik kuantitas, kualitas dan arah dari berkat Allah dan berkat iblis berbeda!
 

IV. DASAR DARI BERKAT TUHAN.

1. Memenuhi syarat-syarat Allah. Allah menegakkan keadilan, sebab itu memang lebih sulit menerima berkat Allah karena ada syarat dan tidak ada pengecualian. Tetapi kalau kita memenuhi syarat Allah, pasti Ia memberinya pada waktunya dan orang beriman yang mau taat, Roh Kudus juga akan menolongnya untuk memenuhi syarat-syaratnya.
2. Masing-masing menerima jumlah yang berbeda, sesuai dengan keadaan dan ketaatannya akan Firman Tuhan. Jangan iri akan berkat Allah bagi yang lain (apalagi kalau itu berkat iblis Mazmur 73:1-14,15-22; 37:1-5). Sebab Allah adil, baik berkat jasmani dan rohani, semua ada perhitungannya. Kalau iblis memberi,tanpa perhitungan asal ia bisa menjatuhkan dan menyeret ke dalam neraka, ia mau memberikan apa saja yang bisa diberinya. Sebab itu paling baik hidup benar dan taat, lalu berpada dan menunggu waktu Allah!
3. Berkat Allah karena doa syafaat dan kemurahanNya. Yang kadang-kadang tidak terpikir adalah kemurahan Allah (kalau sudah mati, tidak ada lagi) dan hasil doa syafaat. Misalnya Israel seharusnya sudah mati, tetapi oleh doa syafaat Musa mereka masih hidup dan terus menerima berkat Allah, baik manna, hidup, kemenangan, pertolongan dll, semua masih datang meskipun sebetulnya mereka sudah harus mati Keluaran 32:10-14. Semua ini masih bisa terjadi, bukan pengecualian, tetapi sebab masih ada kemurahan Alalh.
Saul tahun II sudah undur dan keluar dari ril Tuhan dan jalan sendiri dengan kekuatannya yang diatur baik-baik 1Samuel 13:1-2, tetapi heran Tuhan masih membiarkan dia hidup dan menjadi raja 39 tahun lagi, memberi kesempatan baginya untuk bertobat dan menunggu penggantinya yang baru lahir, waktu Saul menjadi raja 10 tahun (Saul mati, Daud berumur 30 tahun waktu ia naik menjadi raja).
Tetapi jangan menghinakan kemurahan Allah dengan tidak mau bertobat Roma 2:4 dan hidup sia-sia, tidak melakukan kehendak Allah 2Korintus 6:1, tetapi pakai kesempatan ini baik-baik seperti Paulus 1Korintus 15:10.
4. Berkat Allah tergantung dari apa? Tergantung dari orang itu sendiri, apakah ia berkenan pada Tuhan? Ini diukur dengan Firman Tuhan yaitu:
a. Hidup suci di hadapan Allah, berdasarkan Firman Tuhan. Memang hukuman Allah lambat bagi orang yang berdosa, Pengkhotbah 8:11, 2Petrus 3:9, sebab Ia ingin menariknya kepada pertobatan, tetapi kalau tidak bertobat, hukuman Allah pasti datang, kalau tidak di dunia, langsung waktu mati ke Neraka.
b. Melakukan kehendak Allah Matius 7:21, 1Korintus 6:19-20. Semua berkat Allah yang kita terima pemakaiannya harus memperkenankan Allah. Kalau bertentangan (dan Tuhan tahu lebih dahulu) tentu Tuhan tidak memberinya.
Kalau dipaksakan dengan menghalalkan segala jalan, pasti ada hukumannya. Kalau kita mau taat (misalnya untuk memenangkan jiwa angka 1,2,3 menggarami seisi rumah, panci dan orang-orang lain yang diberikan oleh Tuhan), maka justru Roh Kudus akan menolong kita untuk bisa memenuhi syarat dan pelaksanaannya. Roh Kudus akan memimpin orang yang mau taat melakukan kehendak Tuhan dan itu sesuai dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu ukuran seluruh hidup kita, bahkan juga sampai masuk Surga Yohanes 12:4.
Sebab itu kalau kita mengerti Firman Tuhan lebih banyak dari Tuhan (mengerti yang betul, dari Tuhan Matius 13:11, dan taat sehingga makin suci, makin berkenan pada Tuhan) maka kita akan makin banyak berbuah Matius 13:23, makin meningkat dalam kesucian dalam segala segi (Efesus 5:26-27) maka berkatnya juga makin limpah Mazmur 1:1-3 dan Tuhan sanggup memberi berkatNya untuk semua segi hidup sesuai kehendak dan rencana Allah dan ketaatan kita.
5. Perlu minta berkat Allah? Sekalipun tidak diminta kalau kita taat, dengan sendirinya Tuhan memberi penuaian yang sesuai. Tetapi kita juga boleh minta. Keinginan kita masih diberikan, asal tidak melawan Firman Tuhan Mazmur 37:4. Misalnya Hizkia mendapat umur 15 tahun, Abraham mintakan berkat untuk Ismail.
6. Bisa diambil kembali oleh Allah? Bisa, misalnya Saul, Adam, Hawa dll, selama taat di dunia, kita bisa tetap memilikinya.
7. Siapa yang memberi berkat? Allah, melalui: a. Firman Tuhan, kalau sudah dijanjikan pasti diberikan.
b. Lewat hamba-hambanya, tetapi bukan menurut kehendak mereka sendiri tetapi karena itu melaksanakan perintah Allah. Kalau dari mereka sendiri sia-sia,  Biarpun orangnya kurang pas seperti Imam Eli 1Samuel 1:17, bahkan Balhum pun bisa dipakai 1Samuel 23 dan itu jadi. Yang lebih penting adalah orangnya itu memang patut dapat berkat Tuhan, maka berkat Tuhan datang kepadanya. Sebab itu dalam acara doa berkat, yang percaya dan mengimani dapat berkat. Yang mengabaikan tidak dapat apa-apa.
c. Nubuat, penglihatan, mimpi, visoen dll.Tetapi semua ini harus diteguhkan oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus sendiri bicara dalam hati kita. Misalnya 1Tesalonika 5:3, 1Raja 22:12.
 
Nyanyian:
Skarang Tuhan kami minta kirimkanlah berkatMu.
Lihat s’karang kami buka, hati kami tempatMu.