M3581 – KisahRasul9:15-16 Allah Mempunyai Rencana Untuk Setiap Anak-Nya (1Jan’13)

Download MP3 Khotbah: M3581

I. RENCANA ALLAH

Allah mempunyai rencana bagi Paulus waktu ia mulai bertobat, yang sebagian diceritakan pada Ananias supaya ia pergi mendoakan Saul yang bertobat, bahkan Allah sudah tahu lebih dahulu tentang Saul sejak dari dalam kandungan ibunya Gal 1:15.
Efesus 2:10 Sebab kita ini buatan Allah, diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah disiapkan Allah sebelumnya, supaya kita menjalaninya. (KJI)
Setiap orang, sesudah lahir baru (buatan Allah) menjadi anak-anak Allah Yoh 1:12, Allah Bapa langsung membuat suatu rencana pribadi baginya supaya kita menjalaninya, perbuatan-perbuatan yang baik yang sudah disiapkan Allah terlebih dahulu bagi kita. Ini suatu rencana yang terindah Yer 29:11. Allah sudah mengenal kita sejak dalam kandungan Maz 139:15 bahkan sebelum penciptaan bumi, Allah sudah mengenal kita di dalam Kristus Ef 1:4.
Jadi bagi setiap orang percaya, sesudah lahir baru, sudah:

  1. Allah langsung menyediakan satu set lengkap rencana Allah yang kalau dijalani akan menjadi seperti Kristus.
  2. Rencana Allah ini sama untuk setiap orang, sebab Tuhan tidak membedakan orang Rom 2:11.
  3. Biasanya rencana itu tidak diberitahukan lebih dahulu, kecuali pada beberapa orang dengan alasan-alasan tertentu, seperti Yusuf diberi mimpi oleh Tuhan, tetapi ia (dan orang tuanya) tidak mengerti banyak tentang mimpi itu dan tidak sadar bahwa mimpi itu dari Tuhan, baru sesudah terjadi Yusuf sadar bahwa semua sudah dinyatakan Tuhan lebih dahulu dalam mimpi itu Kej 37:11. Juga tentang Paulus, Tuhan menyatakan sedikit tentang garis besar dari masa depannya.

Juga di dalam Kristus (sejak lahir baru) masing-masing sudah mempunyai rencana Allah yang ajaib sampai tingkat sempurna dalam hidupnya 1Kor 12:6, kalau jadi, akan jadi sempurna seperti Kristus. Sama seperti setiap biji akan menjadi pohon, dan sesudah tumbuh sampai dewasa akan menghasilkan buah seperti asalnya jika pertumbuhannya tidak macet atau terganggu, sehingga ia bisa tumbuh terus sampai matang dan sempurna. Begitu setiap kita yang percaya, kalau mau taat tumbuh terus, akhirnya akan menjadi seperti Kristus.
Yusuf mengalami mimpinya dengan sepenuh-penuhnya.
Musa kurang satu tingkat, seharusnya seperti Henokh dan Elia yang menjadi sempurna, Musa mati tetapi langsung dibangkitkan Tuhan. Dosa membuat rencana Allah dalam kita merosot bahkan sampai bantut seperti Israel keluar dari Mesir, tetapi batal masuk Kanaan, hanya anak-anaknya yang lahir di padang gurun, generasi baru (tidak punya hubungan dengan Mesir, tidak ada daya tarik Mesir) yang masuk Kanaan.
(Bagi kita, ini punya arti rohani yaitu:

  1. Segala perkara-perkara duniawi Mesir di dalam kita harus dimatikan, ditinggalkan, jangan dibiarkan hidup, yang lama sudah lenyap dengan kuasa Tuhan.
  2. Lebih baik tinggal kanak-kanak dalam kejahatan, tidak mengerti perkara-perkara dari Mesir dan segala kejahatannya 1Kor 14:20.)

II. TINGKAT-TINGKAT RENCANA ALLAH

  1. Tingkat sempurna, penuh. Sebetulnya semua orang pada waktu lahir baru sudah diberi kesempatan yang sama yaitu tumbuh sampai menjadi seperti Kristus, tetapi yang tidak taat dipimpin Roh, tidak berjalan dalam ril Tuhan, hidup tidak sesuai Firman Tuhan, jatuh dalam dosa, maka rencana Allah ini merosot di dalamnya, sampai tingkat-tingkat di bawah. Dalam Wasiat Lama tertulis 4 orang yang mencapai tingkat ini,yaitu Henokh, Elia “Musa”, Putra manusia Yesus (Putra manusia mencapai tingkat ini dengan kematian, sebab memang harus menjadi korban tebusan bagi manusia). Orang Wasiat Lama lainnya yang sempurna, mengalami kematian, sebab darah Yesus belum ada. Pada waktu Tuhan Yesus mati di salib, langsung mereka bangkit Mat 27:52-53. Dalam Wasiat Baru akan muncul lebih banyak orang (sebab fasilitas sudah lengkap), minimum ada 144.000 orang yang sempurna Wah 14:1.
  2. Kelas I, ini hampir sempurna. Mungkin Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Ayub, Rasul-rasul (lebih-lebih karena ada ekstra peningkatan dengan mati syahid) dll.Orang-orang Wasiat Baru bisa mencapai tingkat ini, bahkan juga bisa sempurna seperti Kristus.
  3. Merosot. Karena dosa, rencana Allah dalamnya merosot seperti Daud, Simson, Harun, dll. Lebih banyak berdosa, lebih-lebih dosa sengaja dan lebih keras hati, lebih banyak merosotnya dari kelas I sampai tingkat terendah, gundul 1Kor 3:15 bahkan bisa rusak dan tidak selamat, keluar dari ukuran Pintu Gerbang. Kalau sampai mati tidak bertobat kembali, terhilang dalam Neraka.
  4. Pemulihan. Orang yang undur, hilang keselamatannya; tetapi kalau mau bertobat kembali seperti putra terhilang, selagi masih hidup, masih bisa kembali (asal dosanya tidak menjadi sempurna) dan yang ada baginya hanya sisa-sisa rencana Allah, tergantung dari kasus-kasus dosa yang diperbuat, dan orangnya (pertobatannya).

Plafon rencana Allah

Yang dimaksudkan adalah batas teratas dari pertumbuhan yang bisa dicapai dari rencana Allah pribadi dari hidupnya. Pada mulanya tidak ada batas, ini berarti orang itu punya kesempatan untuk bisa terus tumbuh sampai sempurna seperti Kristus. Tetapi kalau orang itu berdosa, lebih-lebih berkali-kali dan dosa sengaja, apalagi terus keras hati, batas atas (plafon) rencana Allah dalam hidupnya jadi merosot. Misalnya mula-mula rencana Allah bagi Musa bisa masuk Kanaan dan jadi sempurna seperti Henokh dan Elia, tetapi karena berdosa di air Meriba, hal-hal ini hilang dari hidupnya, plafon rencana Allah dalam dirinya berkurang.
Setiap kali berdosa terjadi kemerosotan rencana Allah sedikit atau banyak tergantung dosanya. Jadi plafon rencana Allah dalam dirinya turun, mula-mula bisa jadi sempurna, sekarnag, sekalipun ia tumbuh kembali, tidak bisa sampai sempurna sebab itu jangan berdosa, apalagi dengan sengaja, sudah tahu salah, tetap berdosa, lebih-lebih kalau keras hati, plafon rencana Allah makin merosot.
Kalau ia bertobat ia akan dipulihkan (biasanya tidak pulih 100%), seberapa banyak pemulihannya itu tergantung dari pertobatan dan kesungguhan orangnya. Ia bisa tumbuh kembali sampai ukuran semula, tetapi seringkali plafon rencana Allah di dalamnya juga merosot. Oleh pekerjaan Roh Kudus, bisa terjadi pemulihan yang lebih besar, lebih-lebih dalam Hujan akhir akan ada pemulihan yang maksimal Yoel 2:25. Juga oleh pekerjaan Roh Kudus plafon rencana Allah bisa naik kembali sampai batas-batas tertentu, tergantung banyak faktor.
Selama kita berjalan dalam Roh, dalam rel Tuhan (kesucian Allah) dan melakukan kehendak Allah, tingkat rohani kita akan meningkat juga tingkat rencana Allah yang sudah merosot, bisa naik kembali dalam batas-batas tertentu, lebih-lebih dengan pengurapan Roh Kudus yang limpah.
Sebab itu:

  1. Jangan berdosa, rugi besar, itu membuat plafon rencana Allah dalam kita merosot, bahkan merusakkannya, apalagi dosa sengaja, keras hati, berzina (ini dosa khusus 1Kor 6:18) penyembahan berhala (seperti mammon, keduniawian dll).Hidup suci dan taat dipimpin Roh untuk melakukan kehendak Allah membuat kita bisa tumbuh terus sampai rencana Allah yang penuh. Kalau seorang berdosa, maka rencana Allah dalam hidupnya merosot dan membatasi pertumbuhan rohaninya merosot maksimal sampai di situ saja plafon rencana Allah. Memang dengan pekerjaan Roh Kudus yang limpah, apalagi Hujan akhir bisa meningkatkan kembali plafon rencana Allah, tetapi banyak komplikasi, ruwet dan pasti banyak ruginya kalau seorang berdosa, apalagi dosa sengaja dll itu.
    Dalam beberapa kasus hal ini nampak jelas. Misalnya seorang sudah 20 tahun ikut tuhan, tetapi rohaninya tidak bisa meningkat banyak, pengertiannya kurang, pelayanannya tidak berbuah, kesaksian hidupnya lemah. Kalau diselidiki, seringkali sebab ada hati yang keras, dosa-dosa yang tidak dilepaskan, tabiat jelek yang dibiarkan. Sebab itu plafon rencana Allah merosot banyak sehingga tidak bisa tumbuh dengan baik. Misalnya isteri yang tidak mau mengampuni (70×7/ hari) suaminya yang bekas berzina. Sampai matipun tidak mau melihat wajah suaminya dalam peti. Sebab itu rohaninya bantut, tidak bisa pelayanan atau pelayanan tetapi tidak berbuah, tidak bisa tumbuh, pengertian rohani dalam hidup sehari-hari bantut, sebab keras hati dalam dosa, tidak mau meninggalkan dosa-dosa tertentu, apalagi kalau berzina dan berhala mammon, sombong, tersinggung, takut kasar dll. Akhirnya bisa gundul dan terhilang jiwanya seperti orang kaya yang di dekat Lazarus.
  2. Kalau masih hidup berarti masih ada (sisa-sisa) rencana Allah yang bisa dicapai. Jangan hidup sia-sia, sekalipun di atas ranjang kesakitan/kematian, pakai setiap jam atau hari yang masih ada untuk meningkat setinggi-tingginya, sebab faedahnya itu untuk kekal.Kalau sudah tidak bisa naik lagi seperti Hizkia, Tuhan angkat. Kalau hidup tidak ada gunanya (tidak bisa meningkat), maka ia malah merosot dan sebab itu Tuhan angkat Hizkia. Simson tidak disembuhkan matanya, dibiarkan mati sebab sudah berzina melebihi batas dengan perempuan-perempuan Filistin, tetapi ia masih dapat kesempatan membalas orang Filistin (ini Wasiat lama!) satu kali. Sarah dalam tangan Firaun dilepaskan Allah kembali bagi Abraham, sebab Abraham memenuhi syarat-syaratnya dan masih ada rencana Allah baginya. Juga Yakub dari kejaran Laban dan putra-putranya. Juga Petrus, Paulus yang akan dihukum mati, Tuhan lepaskan, sebab Tuhan masih mempunyai rencana baginya.

III. NAIKLAH SETINGGI-TINGGINYA FLP 3:13-14

Dalam tahun yang baru, orang-orang merencanakan dan mengharapkanada perubahan yang baik atau lebih baik, baik secara jasmani dan rohani, itu baik, itu perlu kita kerjakan. Tetapi jangan lupa, kita harus meningkat setinggi-tingginya di hadapan Tuhan. Sebab pelayanan atau penampilan yang besar dan bagus dari luar, segala kebesaran jasmani, belum tentu setara dengan tingkatan rohaninya di hadapan Allah. Justru tingkatan rohani ini yang menentukan tingkat kemuliaan kita untuk kekal di dalam Surga. Misalnya Matius 7:23, ini orang-orang yang besar, berbuat mujizat dalam pelayanan, tetapi ditolak dari Surga. Juga orang-orang Farisi yang dikenal sebagai orang rohani dan orang besar, menjadi isi Neraka Mat 23:15. Yang menentukan bukan apa yang dilihat manusia, tetapi apa yang dilihat (atau diukur) Allah. Sebab kepujian kita bukan dari manusia tetapi dari Allah Rom 2:29. Biarpun pelayanan dan penampilannya kecil (misalnya Gereja Filadelfia), tetapi kalau rohaninya indah berkenan kepada Tuhan, tingkatnya bisa jauh lebih tinggi daripada yang tampak. (Bandingkan Gereja Smirna yang miskin dan Laodikea yang kaya dari luar, tetapi di hadapan Allah Smirna itu kaya tetapi Laodikea itu miskin, melarat, malang, buta, telanjang dan tidak terkasihani! Gereja Filadelfia yang kecil dan Laodikea yang besar tidak kekurangan apa-apa dari luar, tetapi di hadapan Allah, Filadelfia itu indah, berharga seperti air, tetapi Laodikea tidak berarti seperti batu saja).
Justru Paulus menjaga hal ini supaya jangan dari luar ia tampak lebih besar daripada yang sesungguhnya, yang dilihat Allah 2Kor 12:6. Supaya bisa naik terus kita perlu:

  1. Mengerti Firman Tuhan lebih banyak lagi.
  2. Pengurapan dan pimpinan Roh Kudus disertai dengan segala karunia-karunia, buah dan kuasa-Nya.
  3. Persekutuan tubuh Kristus yang suci dan penuh pengampunan, sehingga kekuatan naik dan bisa tumbuh bersama.
  4. Ibadat dan pelayanan dengan tulus, sebab justru disini tabiat kita digembleng dan bisa meningkat.

Hal-hal ini nampak sederhana dan rutin, tetapi untuk bisa hidup dalam kesucian, melakukan kehendak Bapa dan naik setinggi-tingginya, hal-hal ini diperlukan, jangan ditinggalkan. Ini penting sekali.
Kita tidak tahu kesempatan atau umur kita ini tinggal berapa sisanya? Tetapi yang penting, pakailah apa yang ada dengan maksimal!
Naiklah setinggi-tingginya, Flp 4:13-14 itu untuk kekal. Kalau tingkatan kita di hadapan Tuhan meningkat, makin diperkenan Tuhan, maka hal-hal jasmani juga akan ditambahkan Tuhan, jangan kuatir Mat 6:33. Beri waktu dan perhatian untuk hal-hal jasmani secukupnya misalnya sekolah, pekerjaan, rumah tangga dll, tetapi hal-hal rohani jangan dilupakan atau diremehkan apalagi ditiadakan.
Jangan mencita-citakan hal-hal jasmani yang tinggi Yer 45:3, Rom 12:16. Usahakanlah secukupnya, jangan berlebih-lebih, jangan sukses dan kebesaran jasmani menjadi berhala. Ingat, semua hal-hal ini dituntut oleh orang kafir, juga oleh orang-orang Kristen duniawi, tetapi Bapamu yang di Surga mengetahui apa yang kita perlukan dan sanggup memberi lebih daripada yang dikejar orang dunia Mat 6:32. Bahkan orang-orang dunia ini ramai mencari ramalan-ramalan untuk mendapat hal-hal yang tinggi dan luar biasa (ini okultisme, dosa!).
Jangan takut tentang semuanya (nafkah, kesehatan, rumah tangga dll), Tuhan tahu, tetap aktif dalam pelayanan rohani dan meningkat terus!
Yusuf tidak berangan-angan menjadi mulia dalam istana raja, cukup di rumah bapanya, tetapi Tuhan mengangkatnya bahkan menjadi bapa Firaun. Berjalan dengan Tuhan itu yang paling baik untuk di dunia, dan tentunya juga di Surga! Rencana pribadi kita masing-masing ada dalam rencana keluarga. Kalau seorang suami tidak peduli dengan istrinya atau keluarganya maka rencana Allah tidak bisa jadi di dalam hidupnya.

IV. RENCANA ALLAH DAN RENCANA PRIBADI KITA

Allah juga mempunyai rencana semesta sampai hari kiamat lalu Surga Bumi Baru. Rencana Allah pasti jadi dengan sempurna sebab Allah tidak pernah gagal Luk 1:37, Ay 42:2. Di mana rencana pribadi kita? Ada dalam rencana Gereja lokal dan ini berada di dalam rencana Gereja global (sekarang belum terbentuk) dan semuanya ada dalam rencana Allah semesta. Dapatkah Allah menggabungkan rencana pribadi masing-masing kita dalam rencana Allah sendiri (rencana global dan semesta)? Allah sanggup, Dia maha tahu, maha kuasa, maha hikmat, Dia maha besar, Dia sanggup menggabungkan rencana setiap pribadi anak-Nya, di dalam rencana-Nya, sehingga bersama-sama masuk dalam rencana Allah yang besar, rencana semesta. Ini sulit, lebih-lebih lagi karena manusia bukan mesin atau robot, masing-masing punya kemauan sendiri, sehingga penggabungan ini sangat sulit. Tetapi Ia bisa menggabungkan dengan harmonis dan sempurna, tanpa seorangpun dikorbankan. (Rencana manusia, apalagi rencana politik, seringkali mengorbankan orang demi tujuannya sendiri).
Rencana Allah dalam pribadi, keluarga, Gereja lokal, global, semesta. Rencana Allah dalam pribadi masing-masing terjalin erat dengan rencana Allah bagi keluarga, Gereja lokal, global (ini belum terbentuk) dan semua terjalin dalam rencana Allah semesta. Rencana pribadi tidak bisa lepas dari rencana keluarga. Kalau suami punya rencana sendiri lepas dari istri dan anak-anaknya itu berarti keluar dari rencana Allah dan akan banyak dosa yang diperbuatnya sebab rencana Allah bagi suami isteri dan anak-anak itu terjalin erat satu sama lain. Juga kalau istri ingin maju, pelayanan dan melakukan macam-macam rencana terlepas dari suami dan anak-anak, itu berarti melawan rencana Allah, sebab dalam rencana Allah, semua terjalin dengan baik bersama-sama.
Begitu pula rencana keluarga (suami isteri) yang mau lepas dari Gereja lokal, mau jalan dan melayani sendiri, itu juga melawan rencana dan kehendak Allah, tidak taat pada Tuhan. Sebab itu jangan terlepas dari Gereja, bukan karena kehendak gembala atau pemimpin Gereja, tetapi ini cara Allah. Begitu juga Gereja lokal harus terikat secara Alkitabiah dengan Sinode masing-masing, dalam terang Firman Tuhan bukan menurut cara-cara dunia. Orang Kristen yang suka jalan-jalan keliling di antara Gereja semaunya sendiri itu keluar dari rencana Allah dan pasti banyak dosa yang diperbuatnya dan terus bertambah-tambah. Belajar mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang tubuh Kristus. Jangan telinga lepas dari tubuh lalu jalan-jalan sendiri, atau lidah lepas dari tubuh lalu keliling ke sana kemari, itu mengerikan dan pasti akhirnya lidah itu mati dan jadi busuk. Begitulah kalau suami atau istri mau lepas dari keluarganya, atau lepas dari Gereja lokalnya.
Semua harus terjalin dengan manis dan harmonis dalam tingkatan berikutnya, maka dengan demikian, semua kita secara berantai dan terus terjalin menjadi satu dalam rencana Allah semesta sampai kita semua sama-sama ikut dalam pengangkatan dan masuk dalam keluarga ilahi yang besar di Surga di dalam Kristus. Terjalin menurut cara-cara yang Alkitabiah.
Allah sanggup menggabungkan semuanya bersama-sama asal masing-masing kita taat dipimpin Roh, Roh menggabungkan semua menjadi satu, masuk dalam rencana Allah yang heran, maha besar dan mulia. Sebab itu dalam segala perkara, jangan punya tujuan dan rencana sendiri, nanti keluar dari rencana Allah. Dalam segala perkara bertanya-tanyalah akan Tuhan 1Taw 16:11 supaya mengerti kehendak-Nya Ef 5:17. Biarlah semua yang kita lakukan bukan kehendak kita sendiri tetapi kehendak Allah, baik berkata-kata Yoh 8:36, bertindak Yoh 5:19 dan semua yang lain, sehingga kita terus sesuai dengan Firman Tuhan dan ada sejahtera Allah. Kalau kita keluar dari kehendak Allah, kita keluar dari rencana Allah dan rencana kita sendiri itu akan ditangkap iblis, dipaksakan dalam rencana-Nya dengan bermacam-macam siasat, tipu daya, umpan, rayuan dan akhir binasa! Kita adalah milik Allah 1Kor 6:19-20, sebab itu kita harus melakukan kehendak Bapa Mat 7:21. Belajar terus berjalan dalam kesucian, melakukan kehendak Allah dan itu yang terbaik, paling top untuk kita masing-masing.
Orang-orang yang keliling-keliling dan yang undur perlu dibawa balik ke rumah bapak-bapaknya (Gereja dan kandangnya sendiri) supaya terpelihara sesuai dengan Firman Tuhan.

V. RENCANA ALLAH DALAM GEREJA DAN SEMESTA

Rencana Allah yang maha besar diselesaikan lebih dahulu untuk rencana Gereja-Nya Rom 11:25. Akhir dari rencana Allah bagi orang beriman dan Gereja adalah pengangkatan, Gereja akan disempurnakan bertahap, tetapi semua yang memenuhi syarat akan ikut dalam pengangkatan dan sebagian yang tumbuh terus sampai penuh, menjadi sempurna. Sesudah itu kita akan ikut terus dalam rencana Allah selanjutnya tanpa bisa keliru atau keluar dari rencana Allah yang besar, sebab kita sudah berubah menjadi tubuh kemuliaan di Surga.
Bagian kita adalah sampai pengangkatan!
Kalau kita mengerti rencana Allah yang besar, dimana kita dan Gereja ada di dalamnya, maka kita akan lebih mudah bekerja sama, sehingga kita bisa ikut dalam penamatan rencana Allah yang mulia! Orang yang tidak mengerti mudah sekali keluar dari rencana Allah, tidak bisa sehati sepikir dan akhirnya lepas dari rencana Allah dan binasa dalam tangan iblis. Sebab itu kita harus mengerti rencana Allah.
Apa yang harus kita perhatikan dan lakukan?
A. Siap dalam kerbat baru Luk 5:37 (dalam kesucian, di jalan sempit sesuai dengan Firman Tuhan) seperti lima gadis bijaksana dan terus bersedia sampai pengangkatan Mat 24:42.
B. Ikut dalam rencana Allah bagian terakhir, yaitu:

  1. Kegerakan Roh Kudus. Allah mengirim Hujan akhir, yaitu kelimpahan pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa. Orang-orang beriman yang sungguh-sungguh akan limpah dengan pengurapan Roh Kudus, bahkan banyak yang mendapat pengurapan tanpa batas Yoh 3:34. Sementara itu dosa dan kejahatan dalam dunia sama-sama meningkat luar biasa bersama-sama dengan kesucian! Ini suatu cara hidup dan kegerakan yang penuh sukacita. Sebab semua yang dibuat dalam pengurapan Roh Kudus, apalagi limpah, itu selalu enak, senang dan penuh kemenangan, baik ibadah, menyanyi, berdoa, belajar Firman Tuhan, pelayanan, bekerja biasa (sekuler) tetap dalam pimpinan Roh Kudus bahkan mengalami pencobaan dan aniaya pun kalau dengan pengurapan Roh Kudus yang limpah itu menyenangkan. Lihatlah Paulus dan Silas yang menderita karena Tuhan di penjara, mereka bisa memuji-muji Tuhan dan mengalami kemenangan yang indah-indah dengan Tuhan.
  2. Kegerakan Firman. Oleh pekerjaan Roh Kudus dalam Hujan akhir ini, akan bangkit suatu pasukan rohani yang besar Yes 37:10. Orang-orang ini suka belajar Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus, sehingga mereka cinta dan limpah Firman Tuhan. Orang yang mengerti dan penuh dengan Firman Tuhan akan puas dan bersukacita dengan kelimpahan Firman Tuhan. Firman Tuhan membuat hidupnya menjadi segar, penuh gairah, imannya kuat sehingga penuh kemenangan. Alkitab dan pelajaran-pelajaran Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus baginya seperti pesta yang nikmat setiap hari.Doa dan Firman Tuhan tidak akan kelebihan sekalipun berdoa dan belajar banyak Firman Tuhan sampai tenggelam dalam Roh Kudus seperti dalam sungai air hidup Yeh 47. Limpahlah dengan Firman Tuhan hingga 2 gomer Kel 16:22 = 2 gomer berarti lebih dari kebutuhan (kebutuhan hanya 1 gomer; Unger’s Omer = 5,1 pints = 2,898 Liter jadi 2 gomer kurang lebih 6 Liter manna, banyak sekali). Meskipun lebih dari kebutuhan, tetapi kita tidak bosan tetapi makin limpah dengan kesukaan dari Tuhan dalam Roh dan dalam Firman Tuhan, sebab di dalamnya ada penyucian, pertumbuhan, pemeliharaan dan penjagaan Allah, juga ada segala berkat-berkat jasmani yang limpah Mat 6:33.
    Dan dari kelimpahan Firman Tuhan ini mereka memberitakannya kepada semua Gereja-gereja Maz 68:12, Yoel 2:11.
    Dalam kegerakan Roh Kudus yang besar, orang-orang yang lemah, undur bangkit menjadi suatu pasukan rohani yang besar Maz 68:12. Mereka memberitakan kabar yang luar biasa yaitu Firman Tuhan itu mempersiapkan orang bagi penamatan rencana Allah.
    Berita Firman Tuhan untuk yang tertindas dan miskin Maz 68:11 (KJI). Ini berita yang membuat Gereja-gereja yang lemah, miskin, tidak berdaya menjadi kuat, kaya, limpah. Berita dari tentara besar itu, membuat orang-orang beriman dan Gereja tumbuh dengan cepat kepada penamatan atau kesempurnaan rencana Allah. Keadaan Gereja-gereja akhir zaman itu dijelaskan dalam nubuatan 7 Gereja dalam Wahyu 2-3 yang menggembirakan, menubuatkan keadaan Gereja-gereja akhir zaman. Ini berita kepada ke-7 Gereja akhir zaman Wah 1:11. (Ini berita hanya untuk 7 Gereja bukan untuk umum seperti Mat 28:20, Mrk 16:15. Seperti Tuhan Yesus sesudah bangkit, hanya bicara pada orang dekat, murid-murid dan pengikutnya, bukan pada orang banyak seperti dahulu. Pernah satu kali waktu Dia naik ke Surga, jumlahnya paling banyak sekitar 500 saja 1Kor 15:6 sebab berita sesudah kebangkitan itu hanya buat orang-orang yang sudah percaya. Begitu juga Firman Tuhan yang khusus yang diberitakan pasukan Hujan akhir ini, adalah berita untuk Gereja yang miskin dan lemah dan penuh cacat supaya dipulihkan dan bangkit supaya bisa ikut dalam rencana terakhir, Gereja akhir zaman harus kuat (dengan kegerakan Roh Kudus {hujan akhir} dan Firman Tuhan) supaya menjadi kuat dan lulus dalam Minggu ke-70 Daniel, lulus masa hukuman rumah Allah 1Pet 4:17 dan baptisan api Luk 12:49-50. Inilah kegerakan Firman Allah dan Roh Kudus yang menguatkan Gereja akhir zaman sehingga disucikan dan tumbuh terus dalam rencana Allah dengan cpat dan heran.

Semua yang penuh Roh Kudus dan pimpinan Roh akan ikut bergerak dalam pemberita Firman Tuhan di akhir zaman ini. Ini kehendak dan rencana Allah. Kita harus ikut dalam rencana Allah yang indah ini. Ini bisa terjadi kalau kita juga penuh dengan Roh Kudus dan Firman Tuhan, baru kita bisa ikut serta dalam kegerakan Roh Kudus dan Firman Allah. Jangan mabuk dengan hal-hal duniawi, tetapi mabuk dengan Roh Kudus dan Firman Allah, baru kita bisa bergairah ikut serta dalam kegerakan Roh Kudus dan Firman Tuhan ini. Sebab itu kita harus limpah dengan Roh Kudus (lima gadis bijak) dan Firman Tuhan (2 gomer) seperti Elia yang dikuatkan Tuhan secara khusus 1Raj 19:4-8 sehingga ia kuat berjalan 40 hari 40 malam ke gunung Allah dan disiapkan untuk pengangkatan dan penyempurnaannya.
Semua orang dari Gereja hujan akhir (penuh dan dipimpin Roh) akan bangun menjadi tentara besar yang memberitakan berita istimewa ini untuk Gereja-gereja (orang-orang beriman) yang miskin dan lemah, supaya bisa bangkit dan ikut dalam rencana penamatan Alalh, sehingga jumlah orang-orang yang diselamatkan di akhir zaman ini menjadi genap (angka orang selamat Minggu ke-70 berarti ia ikut dalam pengangkatan) Rom 11:25 dan yang menjadi sempurna genap Wah 14:1 Gereja akhir zaman akan ikut dalam pengangkatan.
Kita harus penuh Roh Kudus dan dipimpin Roh dan memberitakan Firman Tuhan dengan segala cara. Seluruh tentara yang besar ini, semuanya limpah dengan pengurapan Roh Kudus (ligabis) dan limpah Firman Tuhan sehingga semuanya dengan gembira, meluap-luap ikut memberitakan Firman dalam kegerakan Roh Kudus dan Firman Tuhan ini. Masing-masing sebab penuh Firman Tuhan dan pengurapan Roh Kudus dalam hatinya, meluap lewat mulutnya segala kelimpahan Firman Tuhan Mat 12:34, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Ada yang dengan bersaksi, atau memberi nasehat dan sharing atau dengan mengajar dan berkhotbah, pokoknya dengan segala cara, supaya seluruh anggota tubuh Kristus dikuatkan, ditumbuhkan dan siap menghadapi baptisan api atau masa hukuman rumah Allah lalu ikut dalam pengangkatan.
Jangan mabuk anggur dunia, kesukaan Sodom Gomora di jalan lebar. Jangan seperti Gereja-gereja yang rusak seperti ini diceritakan dalam Wahyu 2 dan 3, tetapi belajar betul-betul menyembah Allah dalam Roh dan kebenaran dalam kesucian dan cinta akan Firman Tuhan Yoh 14:21-23. Belajar lebih banyak lagi, lebih-lebih kalau kelimpahan Firman Tuhan itu sudah disediakan dalam Gereja (pelajaran-pelajaran ekstra, pelajaran Alkitab, seminar, pameran, kursus, Sekolah Alkitab Gereja dll ini adalah bagian untuk mempersiapkan kegerakan Firman itu). Belajarlah dengan sistematis dan lengkap dengan percintaan akan Firman Tuhan Kis 20:20,27 supaya kita bisa limpah dengan pengurapan Roh Kudus dan limpah dengan Firman Tuhan. Jangan sibuk dengan macam-macam daya tarik jalan lebar dan hal-hal yang bukan dari Firman Tuhan. Jangan mabuk dengan makan minum, tari-tarian, tontonan-tontonan, pelajaran-pelajaran kesehatan (boleh sebagai ekstra, misalnya bagaimana merawat bayi dll, tetapi tidak sebagai pengganti khotbah, tidak boleh menggantikan Firman Tuhan, sebab semua waktu itu habis waktu pengangkatan, tidak berlaku lagi, tetapi Firman Allah itu kekal Luk 21:33), pelajaran-pelajaran ilmu jiwa dan manusiawi, acara-acara rekreasi dan kesukaan dunia. Waktu kita sangat pendek, kedatangan Tuhan sudah dekat. Jangan mabuk dengan kesukaan dosa zina, mammon, hormat dan puji dan kesukaan-kesukaan kedagingan dan keduniawian lainnya yang limpah dalam media-media elektronik dan di mana-mana dalam dunia ini. Kedatangan Tuhan sudah dekat. Jangan ribut dengan hal-hal duniawi atau acara-acara jalan lebar yang netral dan acara-acara Sodom Gomora. Semua diberikan Putra manusia Yesus dalam pelayanan di dunia, selalu berada dalam pekerjaan Bapa-Nya Yoh 4:34, yaitu berdoa (kegerakan Roh Kudus) dan memberitakan Firman Tuhan (kegerakan Firman) sehingga terjadi kegerakan yang besar! Hal ini juga dipegang terus oleh rasul-rasul Kis 6:4 yaitu terutama dengan doa dan Firman Tuhan saja. Mabuklah (dalam arti yang baik dan betul) akan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

KESIMPULAN

Rencana Allah yang ajaib bagi setiap anak-Nya jangan sampai merosot, tetapi naiklah terus dalam kesucian dan taati kehendak Allah (ikut dalam kegerakan Roh Kudus dan Firman Tuhan). Rencana pribadi, Gereja dan rencana Allah itu menjadi satu kesatuan yang unik dalam rencana Allah yang maha besar dan mulia. Rencana Allah pasti jadi, jangan merosot dalam rencana Allah dalam hidup kita, sebab itu berusaha masuk dalam rencana Allah yang mulia. Belajar terus penuh dan dipimpin Roh (itu berarti dalam kesucian dan selalu melakukan kehendak Allah 1Kor 6:20, Mat 7:21) dan terus tinggal dalam rencana Allah yang mulia.
Jangan ribut akan hal-hal yang fana, yang netral, apalagi dengan kesukaan yang berdosa, ikutlah dalam kegerakan Roh Kudus dan Firman Tuhan. Persiapkan diri baik-baik, limpah dengan pengurapan Roh Kudus, dipimpin Roh seperti ligabis dan 2 gomer manna, maka segala kebutuhan jasmanipun akan dicukupkan Tuhan (ini cara Firman Tuhan, cara Putra manusia dalam pelayanan di dunia,tidak perlu terus mengutamakan tentang berkat, uang, acara-acara duniawi dll, tetapi terus belajar Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh Kudus maka semua yang lain ditambahkan Tuhan. Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya tidak pernah hutang, sekalipun pernah tidak sarapan).

Nyanyian: Tabernakel Glory no 102

Marilah hari mulia, hari bahagia
Di tengah kerjaku, ku harap Kau datang lekas-lekas