M3582 – Kejadian8:14-22 Lembaran Baru? (6Jan’13)

Download MP3 Khotbah: M3582

KEJADIAN 8:14-15 PADA TANGGAL 27 BULAN 2, BUMI KERING


Dan Tuhan menyuruh Nuh keluar dari kapal (pada tanggal 17 bulan 2 dari umur Nuh yang ke-600 tahun, hujan mulai dicurahkan. Nuh ada di kapal selama 1 tahun 10 hari). Ini permulaan atau lembaran baru bagi Nuh sekeluarga dan dengan binatang-binatang.

Kita juga membuka lembaran baru pada tahun yang baru, atau waktu pindah rumah (lebih-lebih pindah jauh) atau waktu pindah pekerjaan atau perubahan-perubahan penting seperti nikah, punya anak dll. Semua ini sebetulnya sikon yang baru. Perubahan yang terjadi di sini terbatas, sebab semua data-data masa lalu masih diperhitungkan, baik data-data yang jelek, maupun data-data yang baik, apalagi di hadapan Tuhan akan diperhitungkan Tuhan dengan adil. Tetapi sesudah kematian atau pengangkatan itu lembaran atau sikon yang baru akan lebih nyata, sebab sesudah itu tidak mungkin ada perubahan lagi, tetapi perhitungan perubahan tentang hal-hal yang lalu masih diperhitungkan dan tidak bisa diubahkan lagi. Lembaran baru sekarang masih bisa diubahkan, baik tentang hal-hal yang baik dan yang jelek, suatu kesempatan emas, kita bisa mengatur supaya kita kelak bebas di pengadilan Allah bahkan bisa dapat pahala. Kalau tidak diatur sekarang, lalu mati, tidak bisa diubahkan lagi. Sebab itu lembaran baru atau sikon baru sekarang ini sangat relatif, sebab semua masih bisa diubah menjadi makin baik atau makin jelek, tetapi ini mengingatkan supaya jangan kita melalaikan kesempatan dalam hidup ini untuk mengubah hidup kekal masing-masing dari dunia sekarang. Pakai baik-baik supaya jangan menyesal.

KEJADIAN 8:16,18 NUH SEKELUARGA MULAI BARU


Keluarga sangat penting di hadapan Allah. Nuh masuk dalam bumi yang kering dengan seluruh keluarganya. Nuh tentu harus menjaga supaya keluarganya kompak bersatu mengerjakan pekerjaan Allah dan tidak terpengaruh oleh dosa-dosa orang banyak di sekitarnya. Serta tumbuh dalam rencana Allah. Adam mulai hidup di dunia dengan istrinya, Nuh dengan keluarganya, setiap anak masing-masing dengan istrinya. Tuhan menjanjikan seluruh keluarga diselamatkan, tetapi ini tidak otomatis, harus diperjuangkan dan diutamakan Kis 16:31, Luk 10:27, Mat 5:13-16. Jangan putus asa kalau ada kesukaran. Keluarga menjadi ukuran dari kasih dan pengertian kita. Orang yang ada kasih dan pengertian akan berusaha habis-habisan menyelamatkan dan menumbuhkan keluarganya, bahkan juga bagi semua orang di dekatnya. Ini adalah kehendak Tuhan. Orang yang melupakan keluarganya itu lebih jahat dari orang dunia 1Tim 5:8.

KEJADIAN 8:17,19 FASILITAS UNTUK HIDUP


Tuhan tahu kebutuhan kita, sebab itu Tuhan juga menyediakannya, baik tumbuh-tumbuhan yang ada di ladang Tuhan pelihara dan juga binatang yang menyertai Nuh. Kita tidak perlu kuatir, sebab orang kafir kuatir dan mencarinya tetapi Bapa di Surga sudah mengerti dan menyediakannya Mat 6:32,33. Asal kita mencari kerajaan Surga dan kebenaran-Nya, pasti Tuhan menambahkannya seperti di sini. Ini kunci penting yang kurang dimengerti atau kurang disadari banyak orang. Jangan kuatir untuk kebutuhan jasmani, asal kita mengutamakan kerajaan Surga dan terus hidup dalam kebenaran-Nya, maka pasti Tuhan menggenapi janji-Nya. Ini kunci yang manjur sebab Tuhan tidak pernah dusta dan tetap maha kuasa, Dia sanggup menggenapkan dan melakukannya, asal kita menggenapinya dengan segenap hati.

KEJADIAN 8:20 MEZBAH NUH


Tindakan pertama yang diperbuat Nuh sesudah keluar dari bahtera adalah membuat Mezbah. Memang cara hidup yang betul dan berkenan di hadapan Tuhan adalah hidup di atas Mezbah Rom 12:1:2, Luk 9:23. Tanpa mematikan daging dalam semua segi, tidak mungkin kita memperkenankan Allah. Kalau daging dimatikan dengan sungguh-sungguh sampai mati (dikatargeokan Rom 6:6) maka barulah kita bisa betul-betul melakukan kehendak Allah Rom 8:13-14. Ini cara hidup yang betul yang diperkenan Tuhan. Jangan setengah hati tetapi dengan segenap hati mematikan daging, maka kita bisa dengan mudah taat akan Firman-Nya melakukan kehendak Tuhan. Orang yang tidak sungguh-sungguh mematikan kehendak daging, ia akan mengalami banyak kesukaran dalam mentaati Firman Allah, bahkan gagal.

Juga dalam semua fasilitas yang diberi oleh Tuhan (uang, kesehatan, kemampuan jasmani dan rohani, talenta-talenta, dll) jangan ragu-ragu mempersembahkan atau memakainya untuk memperkenankan Tuhan. Nuh hanya membawa 7 pasang binatang dan burung halal tetapi ia mengambil seekor dari semua binatang halal itu dan dipersembahkan bagi Tuhan. Belum dimakan sendiri, tetapi terlebih dahulu dikorbankan untuk Tuhan. Ini menceritakan bahwa jangan takut memberikan dan membiayai usaha-usaha rohani masing-masing (tidak berlebih-lebih tetapi patut) supaya rohani kita tumbuh dan bisa pelayanan dengan baik. Utamakan melayani Tuhan pada jabatan masing-masing dengan betul, maka resep Matius 6:33 akan berjalan dengan sepenuh-penuhnya. Pakai semua fasilitas yang sudah diberikan, pasti tidak rugi asal tulus dalam kesucian.

KEJADIAN 8:21 TUHAN BERKENAN PADA KORBAN BAKARAN NUH


Korban Nuh menjadi suatu persembahan yang berbau harum. Memang Nuh hidup berkenan pada Tuhan, berjalan dengan Tuhan dan memberikan persembahan dengan segenap hatinya. Ia sadar dan mengerti, kalau ia bisa menyelesaikan proyek Allah itu bukan karena Dia hebat, tetapi semua karena anugerah Tuhan yang bekerja melalui dirinya. Ia dipakai Tuhan dengan heran sampai bahtera itu jadi dan semua binatang datang, masuk dan mendapat tempat di dalamnya, semua itu karena pimpinan Roh Kudus di atasnya! Nuh bisa menyediakan tempat bagi semua binatang halal masing-masing 7 pasang dan semua binatang haram masing-masing satu pasang, juga tempat untuk binatang kecil seperti kelinci dan binatang-binatang besar seperti gajah, badak, dll, padahal Nuh tidak ahli (mungkinkah ia diberitahu Adam nama-nama binatang itu semua lewat bapaknya yaitu Lamekh yang masih hidup sezaman dengan Adam, 56 tahun).

Nuh mulai babak baru dengan hidup yang berkenan pada Tuhan. Tetapi kalau hubungan baik ini tidak dipelihara, hasilnya akan sangat menyedihkan. Orang yang sangat rohani, di tengah-tengah orang zaman Nuh yang begitu jahat, bisa tahan selama 120 tahun tetap suci dan taat melakukan kehendak Allah membangun bahtera. Tetapi justru dalam zaman sesudah air bah, tidak ada kejahatan lagi dan semua serba enak (semua orang mencari kesempatan atau hidup yang serba enak seperti ini) tetapi sayang justru dalam keadaan serba enak Nuh merosot rohaninya, mabuk anggur dan telanjang sehingga sisa hidupnya tidak ada apa-apa yang indah. Waktu dalam kesukaran dan kejahatan orang-orang zamannya, Nuh bisa tahan dan tetap berada dalam hidup yang sangat berkenan pada Tuhan; tetapi dalam zaman yang enak, semua serba nyaman selama 350 tahun sesudah air bah, justru rohaninya merosot. Sebab itu hati-hati jangan seperti Nuh, waktu hidup enak justru sangat merosot sampai tidak ada lagi keindahannya.

Yusuf mulai lembaran baru dari hidupnya sejak umur 30 tahun (menjadi wakil Firaun di istana Mesir) sampai 110 tahun, hidupnya semuanya enak, tetapi ia tidak merosot sama sekali.

Demikian juga Daud sesudah ia menjadi raja, ia tidak merosot kecuali karena Betsyeba dan menghitung rakyatnya. Sebab itu kalau kita masuk dalam hidup yang enak, hati-hati, tetaplah pikul salib dan terus memperkenankan Tuhan. Jangan mati-matian mengejar hidup enak dan meninggalkan hidup rohani. Di sini kita melihat:

  1. Jangan sampai pikiran ini rusak, kotor, jahat sejak masa muda seperti orang-orang zaman Nuh, sebab itu merusakkan seluruh hidup rohani kita dan nasib yang akan datang. Belajar selalu pikul salib dalam segala segi hidup supaya segala dosa dan keinginannya dimatikan sehingga hidup kita tetap suci dan terus melakukan kehendak Tuhan, jangan berlazat-lazat dalam kesukaan dosa orang zaman Nuh.
  2. Sebaliknya jangan seperti Nuh yang mulai dengan sangat indah, rohani, tetapi waktu sudah ditolong Tuhan, terlepas dari segala celakanya, maka ia hidup senang; tetapi justru waktu ini ia merosot sampai mabuk anggur dan telanjang dan hidupnya menjadi tidak berarti. Sebab itu jangan terus mengejar hidup enak dan meninggalkan pelayanan seperti Yunus. Boleh bersukacita dan menikmati hidup yang enak, tetapi jangan mengorbankan rohani, jangan meninggalkan ibadah, pelayanan tetapi sungguh-sungguh kerja keras membangun rencana Allah. Juga hidup pribadi dan Gereja kita supaya meningkat terus sampai terakhir.


Jangan memaksakan mencari hidup senang sampai mabuk, tetapi selesaikan pekerjaan Tuhan, jangan takut ancaman dan macam-macam tekanan yang mendesak dan menganiaya kita, justru itu meningkatkan rohani dan pengurapan Tuhan dalam hidup kita Ibr 2:10. Sebab itu jangan ketularan pikiran yang kotor dan rusak di dunia akhir zaman (zaman Nuh itu seperti akhir zaman Luk 17:27). Dan jangan mengejar hidup sukacita dalam dunia sehingga meninggalkan ibadah, pelayanan dan tujuan utama hidup kita sambil menyelesaikan beban Tuhan dan tumbuh terus sampai seperti Kristus, Terus Meningkat Sampai Puncak.

Nuh jadi suatu peringatan yang besar bagi orang-orang rohani yang mencari senang di dunia sekarang ini. Belajar untuk bisa menikmati kesukaran dalam jalan salib, itu justru sangat indah kalau kita terus maju dalam jalan salib menyelesaikan tugas dan beban kita sambil sekaligus tumbuh sampai seperti Kristus.

KEJADIAN 8:22 TERUS MENERUS SELAMA HIDUP DI DUNIA


Selama bumi masih ada, tidak akan berhenti musim tabur dan menuai.

Ini berarti sampai kiamat, sebab baru sesudah itu bumi dibakar habis, kembali menjadi tidak ada apa-apa lagi Ibr 11:3. Sebab itu kata-kata Allah ini berlaku, baik secara jasmani maupun secara rohani, ini dijamin Allah!

MUSIM MENABUR DAN MENUAI


Siapa menabur ia akan menuai apa yang ditaburnya Gal 6:9-10. Kita tidak bisa hanya menabur lalu mau lari dari penuaian, tidak mau mengalami penuaian dari dosa-dosa kita. Hukum tabur tuai sudah ditetapkan Tuhan, baik untuk yang baik dan untuk yang jahat. Jangan ragu-ragu, catatan Allah tidak pernah keliru atau terlupa Mal 3:18. Asal kita menabur karena Kristus dengan hati yang tulus dan cocok dengan Firman Tuhan, maka pasti akan ada penuaian di dunia bahkan sampai kekal Gal 6:10. Sebab itu selagi kita masih hidup, tabur terus, jangan memikirkan penuaian, itu bagian Allah. Bagian kita adalah penaburan, teruskan sampai nafas terakhir. Beberapa orang mencari dan mengejar penuaian, ingin senang-senang seperti Nuh; Ini prinsip yang salah, sebab ia akan kehilangan waktu, perhatian dan usaha untuk menabur, maka sesudah itu tidak lagi ada penuaian sebab tidak lagi menabur, bahkan terseret dalam dosa sebab terus cari senang sampai mabuk. Bersukacitalah dalam menabur, jangan dalam menuai, sebab menabur hanya bisa di dunia, tetapi menuai sampai di Surga dan sampai kapanpun, hasil dari penaburan di dunia. Orang yang mengerti akan terus menabur selagi ada kesempatan, bukan mencari kesukaan menuai. Berkat Tuhan yang kita dapat, kita pakai lagi untuk menabur sebanyak mungkin, sebisa-bisanya selama masih ada kesempatan hidup.

DINGIN DAN PANAS


Hidup di dunia ini tidak habis-habisnya; orang bisa menjadi dingin atau panas Wah 3:16. Ini sudah biasa, sebab kita selalu mengalami tantangan dari luar, iblis dan daging sendiri, sebab itu kalau seorang tidak lekat pada Tuhan Yesus, maka dengan mudah ia kembali menjadi dingin dan ini kesempatan bagi setan untuk menjerumuskan selanjutnya. Ada orang yang bolak balik dingin dan panas, orang seperti ini, rohaninya tidak akan tumbuh dan bisa terjerumus dalam dosa yang besar waktu dingin. Tentu tidak baik kalau menjadi dingin, sebab itu jangan menjadi dingin tetapi panas terus Rom 12:11. Ini tergantung dari pemeliharaan rohani (Tujuh Kebutuhan Pokok Rohani) dan kemauan orang itu untuk tetap panas dalam Roh, sehingga rohaninya bisa terus tumbuh, tidak sampai jatuh dalam kelemahan dan dosa! Orang-orang yang jatuh bangun terus menerus, panas dingin, akhirnya akan dingin, bisa-bisa musim dingin dan terhilang.

MUSIM PANAS DAN MUSIM DINGIN


Ada orang yang sebentar dingin, sebentar panas, tetapi ada orang yang mengalami musim dingin artinya lama sekali terus dingin dan ini tentu sangat berbahaya, sebab ia ada dalam tangan setan yang akan menjerumuskannya dalam banyak dosa dan ikatan, lebih-lebih dengan anggur lama Luk 5:39 sampai tidak bisa bertobat sama sekali dan binasa! Sebaliknya ada juga orang yang berapi-api untuk waktu lama, tetapi kemudian menjadi dingin untuk waktu yang lama juga dan ini kesempatan emas bagi iblis untuk membinasakannya sehingga tidak kembali lagi menjadi panas. Apalagi kalau pengangkatan terjadi pada waktu orang itu mengalami musim dingin Mat 24:20, wai celakalah ia untuk selamanya, atau masuk zaman Antikris yang dahsyat. Sebab itu dingin sebentar atau musim dingin harus dihindari, supaya tetap panas dan mengalami musim panas terus sehingga terus berbuah dan tumbuh.

Baik panas dingin sebentar atau musim panas dan musim dingin, semuanya tidak baik. Jangan ada sedikitpun dingin dan dosa!

SIANG MALAM


Siang akan habis lalu datang malam Yoh 9:4. Siang menceritakan tentang kesempatan. Allah yang adil itu memberi kesempatan yang sama pada semua orang. Beberapa orang tampaknya tidak punya kesempatan, sebetulnya itu disebabkan karenaorang itu menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan kepadanya sampai habis, lalu malam datang.

Selagi hari siang bekerjalah untuk Tuhan, itu pasti tidak sia-sia. Belajar Firman Tuhan, berdoa, bersekutu, beribadah, pelayanan dan lakukan apa yang Tuhan perintahkan dan pakai setiap kesempatan yang ada. Justru orang yang tidak memakai kesempatannya, apa yang ada diambil daripadanya Mat 13:12 sehingga malam segera datang dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan terikat dalam dosa (yang menyebabkan ia tidak bisa memakai kesempatannya) sampai binasa. Tetapi orang yang memakai kesempatannya baik-baik, ditambahi lagi oleh Tuhan sehingga siangnya makin panjang! Siang malam bagi setiap orang tidak sama tergantung pengertian dan caranya memakai siang yang sudah ada di tangannya. Jangan tunda, apa yang bisa kita perbuat untuk Tuhan sekarang, perbuatlah, maka siang kita akan makin panjang dan waktu mati atau Tuhan datang langsung menjadi malam dan memang kita tidak bisa bekerja lagi, tetapi siangnya sudah dipakai sepuas-puasnya Kis 20:24!

KESIMPULAN

  1. Lembaran baru itu sesungguhnya sikon yang baru tetapi lembar lama tetap diperhitungkan. Sesudah kiamat baru semuanya dijadikan baru.
  2. Jangan mencari kesenangan di dunia lalu mengorbankan ibadah, pelayanan, hubungan dengan Tuhan dll, akan jatuh dan terus merosot seperti Nuh yang heran.
  3. Jangan ada dosa, pikiran dosa dan kemungkinan-kemungkinan dosa, pasti binasa! Celaka besar.
  4. Keluarga, hidup nikah mutlak perlu dipelihara di dalam Tuhan.
  5. Jangan kuatir tentang fasilitas, itu sudah dipikirkan dan disediakan Bapa bagi yang bisa membuka pintu kesukarannya dengan kunci Mat 6:33.
  6. Cara hidup orang beriman harus di atas mezbah, jalan sempit, mematikan daging terus menerus, baru bisa taat akan Firman Tuhan dengan mudah.
  7. Lebih baik terus menabur dan bersukacita dalam menabur, sebab kesempatan untuk itu hanya di dunia. Penuaian adalah urusan Allah dan akan terus sampai kekal.
  8. Jangan panas dingin, apalagi musim dingin atau panas, tetapi panas terus sehingga bisa berbuah-buah dan tumbuh.
  9. Yang bisa pakai siang akan mendapatkan siang yang panjang, tetapi yang tidak mau memakai kesempatannya, siangnya akan pendek dan malam datang, celaka.

Nyanyian: Tabernakel Glori No. 497.


Sungguh tidak lama lagi,Tuhan Yesus datanglah.
Biar kita tabur terus dan panas seterusnya.
Jangan siang makin pendek.
Pakai tiap kesempatan, siang akan makin panjang, tidak sia-sia.