M3538 – 1Samuel 18:5, Kolose 4:5 Bijaksana (4Jul’12)

Download MP3 Khotbah: M3538

I. DEFINISI

Orang bijaksana belum tentu sama dengan orang pintar. Ada orang yang sekolahnya hanya SD tetapi bisa berlaku bijak dalam pergaulan dan pekerjaannya. Ini suatu hal yang sangat baik dalam dunia. Begitu pula umat Tuhan harus belajar untuk bisa berlaku bijaksana.
Secara ringkas, definisi berlaku bijaksana bagi orang beriman adalah berlaku sesuai dengan Firman Tuhan seperti Kristus, berkenan kepada Tuhan. Kalau dirinci, adalah sebagai berikut:

  1. Sikap dan hubungan yang bijak. Perlu dibedakan hubungan dengan: a. Sesama orang lahir baru yaitu persekutuan dengan orang-orang beriman (persekutuan tubuh Kristus). Kita harus bersekutu dalam terang, tulus, tidak ada dosa kecil atau besar (tidak benci, jengkel, tidak suka, tetapi tetap cerdik, jangan bersekutu dengan dosa-dosanya, jangan makan makanannya yang sama dalam dosa-dosanya 1Kor 5:9-11) dan dengan kasih 1Yoh 1:7 (ada pengampunan, belas kasihan, jangan seperti orang Lewi atau imam-imam terhadap orang Samaria Luk 10:27-37).
    b. Dengan orang dunia kita harus menggarami mereka, jangan kita yang diracuni oleh dosa-dosanya. Kita harus mempunyai pendirian yang jelas dan tegas Ef 5:11 tetapi tetap menggarami mereka, termasuk tulus, jujur dan menjadi berkat Kej 12:3.
  2. Menjawab dengan bijak, baik dengan sikap dan kata-kata yang dimasinkan dengan garam Kol 4:6, garam ilahi yaitu dipimpin Roh (ada buah dan karunia-karunia Roh). Putra manusia Yesus selalu menjawab dengan tepat sebab Ia tidak berkata dari diri-Nya sendiri Yoh 7:16-18, tetapi apa yang dikatakan Bapa-Nya Yoh 8:26. Sebab itu mintalah kata-kata dari Tuhan, sebab ini dijanjikan Tuhan Mat 10:19, diberikan oleh Roh Kudus sebagai karunia dan buah Roh. Kalau kita menjawab dari Tuhan itu pasti tepat dan untung, sebab Tuhan tidak pernah gagal, selalu berhasil.
  3. Mengatur waktu dengan bijak Kol 4:5. Ini termasuk bijak, sebab waktu itu paling mahal. Jangan buang waktu dengan sia-sia untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hal-hal yang tidak pasti maupun untuk menuruti daging (dosa) itu pasti membuang waktu dengan sia-sia. Minta hikmat Tuhan dalam mengatur waktu untuk segala keperluan kita (pribadi, keluarga, pekerjaan, ibadah, pelayanan, ekstra dll) sehingga di dalam semuanya rohani kita tumbuh di dalam Tuhan. Selain itu kita harus belajar menebus waktu Kol 4:5, Ef 5:16 supaya dapat cukup waktu untuk taat akan pimpinan Tuhan, istimewa untuk pertumbuhan rohani. Sikap bijak ini sangat bergantung dari cara kita mengatur dan memakai waktu. Sebab itu kalau kita banyak bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka Roh Kudus akan memimpin kita memakai waktu dengan bijakdan itu yang terbaik Rom 8:14.
  4. Mengambil keputusan yang bijak. Orang yang salah mengambil keputusan, bisa celakanya sampai beratus-ratus tahun seperti Yosua, salah ambil keputusan dengan orang Gibeon, maka Israel dirugikan sampai ratusan tahun! Yos 9:14. Sebab itu jangan sembrono mengambil keputusan, apalagi keputusan yang penting, bertanya-tanya akan Tuhan dahulu 1Taw 16:11. Seringkali kita harus cerdik dan tulus Mat 10:16. Sebab itu tinggallah terus dalam pimpinan Roh Kudus supaya jangan salah langkah. Belajar dari keputusan yang kecil dan tidak penting, sudah mencocokkan dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, sehingga itu menjadi latihan dan dalam keputusan yang penting dan besar, tidak sampai salah! Setiap kali Daud mengambil keputusan itu tepat, sebab dia terus bertanya-tanya akan Tuhan lebih dahulu dan Roh Kudus tidak pernah salah. Contoh orang-orang yang bisa mengambil keputusan yang tepat Maz 119:30 seperti Yosua 24:15 (sesudah salah dalam Yos 9), seperti Rut 1:16 yang mengambil keputusan “celaka” untuk dirinya sendiri karena Tuhan, tetapi kemudian menjadi bahagia untuk kekal, seperti Salomo 1Raj 3:9 pada permulaan minta hanya hikmat (tetapi akhirnya karena menuruti daging menjadi bodoh), seperti Maria yang mengutamakan mendengar Firman Tuhan Luk 10:42, seperti Musa yang memilih menderita karena Tuhan ternyata tidak menderita tetapi menjadi sngat mulia untuk kekal Ibr 11:25, seperti Petrus yang meninggalkan jalanya dan menjadi hamba Tuhan yang bahagia Mat 4:20, seperti Paulus yang taat sampai akhir Kis 26:19. Hidup orang-orang ini menjadi indah dan berarti sebab keputusan yang tepat ini.
    Juga contoh-contoh nasehat yang bijak, misalnya Kel 18:19 Yitro kepada Musa, 1Raj 12:7 penasehat-penasehat tua kepada Rehabeam, Dan 4:27 Daniel kepada Nebukadnezar, Mat 27:19 seorang isteri pada suaminya, Kis 5:35 Gamaliel pada Majelis orang Yahudi.
  5. Dipimpin Roh dalam sejahtera Rom 8:14, Flp 4:4,7. Kalau kita hidup benar dan bertindak bijaksana, maka roh kita akan merasakan sejahtera dari Allah mengawali dan meyakinkan kita. Ini berarti hidup dalam kesucian, bukan dalam dosa! Kalau gelisah jangan diteruskan, check dahulu pada Tuhan. Jangan lepas dari sejahtera Allah, bisa rugi dan celaka! (Perasaan hati yang sejahtera hanya berarti kalau kita lekat dengan Tuhan. Orang yang hidup dalam dosa, perasaan hatinya tidak bisa dipercaya Ams 14:16).

Ini 5 tanda dari orang yang berlaku bijaksana, selalu dengan hati yang sejahtera. Jangan menjadi bodoh seperti Salomo yang bijak tetapi berakhir dengan daging sebab menuruti kedagingannya. Ingat 5 tanda ini!

II. BAGAIMANA KITA BISA BERLAKU BIJAKSANA?

A. Berjalan dengan Tuhan. Tuhan itu maha bijak, Dia sumbernya hikmat dan Ia tidak sayang memberi hikmat kepada orang yang minta Yak 1:5-8. Sebab itu kita harus hidup suci, supaya jangan hubungan kita putus dengan Sumber hikmat. Matikan daging, menyangkal diri dan taat dipimpin Roh, maka kita akan mendapat hikmat dengan limpah. Sangat indah berjalan dengan Tuhan, sampai Nuh yang tidak pernah melihat kapal, bisa membuat kapal besar, langsung jalan sukses 100% tanpa di check. Nuh bisa membuat proyeknya dengan sempurna sebab dapat hikmat Allah, bukan kita menjadi pintar (misalnya jadi insinyur perkapalan)tetapi karena ia taat akan semua yang diperintahkan Allah itu hikmat yang sukses Kej 6:22. Kalau kita hidup suci dan mau taat, kita bisa mendengar suara Roh dan dengan pertolongan Roh Kudus bisa taat dan kita jadi bijaksana dan sukses seperti Nuh, Musa, Daud, Yusuf, Paulus, Petrus dll.
B. Belajar, tumbuh dalam hikmat Allah. Untuk menjadi bijaksana itu butuh waktu, sebab itu pakai waktu dengan baik dan tebus waktu. Kita tidak bisa langsung menjadi penuh hikmat, tetapi perlu belajar dan terus tumbuh dalam hikmat seperti Samuel 1Sam 2:26 dan Putra manusia Yesus Luk 2:52. Kalau Putra manusia Yesus perlu waktu untuk tumbuh dalam hikmat, apalagi kita. Harus sabar tetapi tekun, konsisten untuk terus menerus tumbuh dalam hikmat Allah. Jangan lekas putus asa atau berhenti, tetapi tekun tumbuh dalam hikmat Allah yaitu dengan:

  1. Tumbuh dalam mengerti dan mentaati Firman Tuhan 2Pet 3:18. Seperti Daud, terus belajar Firman Tuhan siang malam Maz 1:1-3. Sebab itu ia limpah dengan hikmat dari Allah dan semua perbuatannya beruntung jua. Ingat belajar Firman Tuhan butuh waktu lama dan tekun tetapi dapat hikmat Allah Ams 2:6, 1Kor 1:24, Kol 2:3. Firman Tuhan itu sumbernya 2Tim 3:15. Putra manusia Yesus umur 12 tahun sudah hebat tetapi masih harus belajar 18 tahun lagi baru boleh keluar pelayanan, menanggung beban. Waktu dalam pelayanan tampak sekali hikmatNya Mat 13:54. Roh Kudus memberi kesukaan atau lapar haus untuk belajar Firman Tuhan seperti Herodes, tetapi Herodes tidak mau taat, hanya mendengar sehingga membunuh Yohanes pembaptis Mrk 6:20, Mat 5:6. Orang yang cinta Firman Tuhan yaitu mendengar dan taat akan makin bijaksana. Orang yang hanya mendengar seperti Herodes akan pintar mengkritik dan membunuh iman orang lain, bukan membangun! Yak 1:22-25.
  2. Berdoa dalam Roh dan kebenaran. Lebih banyak berdoa sampai merasakan doa sebagai kebutuhan dan kenikmatan (bukan muntah, terpaksa) maka ia akan peka mendengar suara Roh dan punya limpah kuasa dan pengurapan untuk taat Luk 24:49. Taat akan apa yang sudah didengar dari Roh dan sesuai dengan pengertian Firman Tuhan. Keduanya penting, sebab orang yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan akan tersesat Mrk 12:24. Sekalipun penuh Roh Kudus, sebab ia tidak bisa membedakan suara Roh dan suaranya sendiri, itu pincang. Roh Kudus adalah Roh hikmat Yes 11:2, sebab itu orang yang penuh Roh Kudus akan lapar dan haus akan Firman Tuhan, kalau tidak, mungkin bukan Roh Kudus yang betul atau bercampur dengan daging seperti 5 anak dara yang bodoh. Mahir dipimpin Roh adalah bisa mendengar, mengerti suara Roh dan bisa mentaati dengan betul, bukan hanya punya kuasa tetapi tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan.
  3. Orang yang makin taat menuruti pimpinan Roh akan makin mahir berjalan dalam Roh dan itu kunci hidup sukses dengan Tuhan. Sekali lagi ditekankan tentang ketaatan!Mengerti tanpa taat akan menjadi orang Parisi lama-lama menjadi munafik.
  4. Tetap suci dan terus menerus pikul salib. Mahir dipimpin Roh dengan taat, di jalan Tuhan dalam kesucian dan juga mahir pikul salib, itu semua identik.
  5. Tekun ibadah, pelayanan dan bersekutu di dalam Kristus, membuat kita terus tumbuh dalam hikmat Allah.

Kalau ini semua kita perhatikan dan lakukan (berjalan dengan Tuhan dan tumbuh), maka kita akan tumbuh dalam hikmat Allah dan makin bijaksana.

III. MENGAPA ORANG KRISTEN MENJADI BODOH, HILANG HIKMATNYA

  1. Tidak bertanya-tanya Tuhan. Sebab terbesar adalah tidak harap Tuhan, pakai kekuatan sendiri yang terbatas akhirnya terjerumus dalam kebodohan seperti Yosua yang tidak tanya-tanya Tuhan Yos 9:14. Tunggu dan tanya Tuhan. Banyak yang merasa cukup dengan kepintarannya sendiri, tetapi itu semua kebodohan di hadapan Allah 1Kor 1:25 dan orang-orang seperti ini dengan mudah dimakan iblis yang jauh lebih pintar dari manusia. Tetapi kalau kita bersama-sama Tuhan, kita akan lebih pintar dari iblis 2Kor 2:11.
  2. Memilih daging, kedatangan ingin. Salomo yang sangat termasyur karena hikmatnya jadi orang yang paling bodoh sebab menuruti daging. Banyak penjualan barang-barang mahal (mobil dll) ditawarkan perempuan seksi. Kalau orang mulai menyala nafsu seksnya, ia akan menjadi bodoh dan mudah diarahkan. Juga tawaran duit, pangkat dll membuat orang beriman yang kedatangan ingin jadi bodoh. Hati-hati jangan kedatangan ingin sebab dengan demikian iblis masuk Ef 4:27 dan membutakan mata hatinya, 2Kor 4:4 bisa-bisa sampai mata gelap, buta atau mabuk. Termasuk kedatangan ingin adalah emosi, marah, ingin membalas menuruti kebencian, ia akan makin menjadi bodoh, mata kabur atau mata gelap. Beberapa orang rohani yang jadi bodoh, sebab kedatangan ingin dan tidak dibuang seperti Daud yang kedatangan ingin pada Betsyeba, tindakan-tindakannya beruntun-runtun sangat bodoh dan menuai kepahitan dan celaka bertahun-tahun.
  3. Suka uang, jadi bodoh seperti Gehazi, Yudas dll. Seringkali iblis menawarkan uang, sampai orang jadi lupa daratan dan jadi begitu bodoh lalu mengambil keputusan dan tindakan yang bodoh. Hati-hati, orang beriman juga tidak kebal, kalau sudah ingin akan uang akan menjadi bodoh, hilang semua hikmatnya seperti Salomo!
  4. Tertipu oleh iblis sebab lalai. Sebab itu berjaga-jagalah, supaya tidak sampai jadi bodoh lalu ambil tindakan yang bodoh. Putra manusia Yesus berjaga-jaga (yaitu berdoa dan ingat Firman Tuhan, masa teduh) sebab itu jadi kuat dan bijaksana, tidak sampai kena tipu iblis. Tetapi Petrus (dan murid-murid) tidak berjaga-jaga maka mereka jadi begitu bodoh, menyangkal Tuhan sampai sumpah tidak kenal Tuhan Yesus, terlalu bodoh Mat 26. Sebab itu berjaga-jagalah, tekun berdoa dan belajar Firman Tuhan.
  5. Putus hubungan dengan Tuhan, biasanya karena dosa atau keinginan dosa, maka hidup seperti ini jadi bodoh seperti Saul. Waktu Saul lekat dengan Tuhan ia jadi begitu bijak, sehingga waktu menghadapi orang-orang yang menghinanya, bisa mengampuni dengan baik 1Sam 10:27. Tetapi waktu putus hubungan dengan Tuhan, semua kata, sikap, tindakannya jadi begitu bodoh, bahkan ia mau membunuhmenantunya sendiri dan marah besar pada Yonathan.
  6. Tidak menghargai, tidak mengerti, tidak tekun mencari. Orang yang tidak sungguh-sungguh mencari (sebab tidak mengerti dan tidak menghargai) akan meremehkan Firman Tuhan dan hikmat Allah padahal Tuhan memberi pergaulan yang begitu kuat Ams 1:20; 8:1; 9:3. Orang seperti ini hidupnya akan menjadi sangat bodoh dan banyak kesalahan, jatuh dalam tangan iblis. Yang percaya, mengerti dan tekun baru mendapatkan hikmat Tuhan dan jadi bijaksana.
  7. Tidak takut Tuhan, berani ambil tindakan dan kata-kata yang melawan Allah, ini orang bodoh dan akan binasa. Korah dkk merasa betul dan pintar dan didukung semua orang Israel, berani bicara melawan Allah dan mereka jadi celaka. Takutlah akan Tuhan, sehingga tidak berontak berbuat dosa, tetap dalam kesucian, maka baru kita bisa menjadi bijak.
  8. Dibuai atau dirangsang dengan kata-kata yang mengangkat sehingga jadi sombong seperti Yosua Yos 9:14 atau kata-kata yang memanasi sehingga jadi emosi seperti orang-orang di Horma, mereka perang dan mati. Ul 1.
  9. Dan lain-lain. Sebab itu lekat pada Tuhan dan terus bertanya-tanya, minta pimpinan Roh Kudus dan taat, maka kita akan jadi bijaksana.

IV. HASIL DARI HIKMAT ALLAH

  1. Selamat, setia sampai akhir dan masuk Surga. Ibr 2:3. Orang yang sudah percaya Tuhan Yesus lalu masuk neraka itu orang yang paling bodoh di dunia ini.
  2. Selamat dan jadi sempurna atau mendekati sempurna, serta pahala yang limpah untuk kekal. Orang yang berhikmat akan bisa dan habis-habisan memakai kesempatan untuk selamat dan mulia untuk kekal, ini kesukaan dan kemuliaan yang tiada taranya. Tetapi orang bodoh merasa cukup asal selamat seperti menerusi api 1Kor 3:5, ini orang bodoh sebab merasa cukup asal selamat, orang seperti ini akan mudah gugur dan terhilang dan kalau toh selamat akan menyesal, sebab seharusnya dia bisa menjadi mulia karena memenangkan banyak jiwa dan indah setinggi mungkin dan itu tidak sulit sebab didukung Allah yang maha kuasa. Hanya orang bodoh yang membuang keselamatan dan kemuliaan yang sedemikian besar untuk kekal 2Kor 6:1.
  3. Di dunia sukses Yos 1:8, Maz 1:1-3 dan limpah Mat 6:33. Orang yang punya hikmat Allah dan taat, bukan saja sukacita di Surga kekal, tetapi sejak di bumi Yoh 4:14 dan limpah dengan segala macam sukses. Semua janji Allah bisa diambil dengan iman asal mengerti dan mau taat.

Tuhan sangat senang dan sangat sanggup melimpahkan semuanya kepada kita, asal kita mau memenuhi syarat-syaratnya. Yusuf dapat hampir semua janji Allah dengan sangat limpah, juga banyak orang lain, sebab memenuhi syarat-syaratnya antara lain:

  1. Tetap hidup suci (jangan seperti Salomo sesudah pintar dan kaya lalu jadi penuh dengan hawa nafsu).
  2. Tetap rendah hati, jangan menjadi sombong seperti Saul, Uza dll, direndahkan Tuhan dan hilang semua berkat Tuhan.
  3. Bisa memakai semua fasilitas yang Tuhan beri sehingga makin rohani makin memperkenankan Tuhan seperti Abraham, Yusuf, Musa dll sehingga rohaninya me-ningkat setinggi mungkin bahkan sampai sempurna atau hampir sempurna. Kalau kita bisa memakai fasilitas Tuhan seperti ini, maka Tuhan bisa memberikannya tanpa batas seperti hikmat (Daniel, Salomo), uang (Yusuf, Abraham, Daud dll), kedudukan (Daud, Yusuf dll), kesehatan (seperti Hizkia, Musa dll), anak-anak (seperti Hana dan Elkana) dan segala fasilitas jasmani dan hal-hal rohani lainnya.

KESIMPULAN

Keuntungan hidup bijaksana dari Tuhan itu tidak terbatas dan setiap orang bisa mengambilnya asal sungguh-sungguh mau dengan tekun, pasti bisa sebab ini kerinduan Allah yang maha kuasa. Dalam dunia orang hendak menjadi selamat, bahagia, gembira, pintar, kaya dll, itu seperti mau memegang bintang di langit, hanya sedikit orang bisa mencapai hal-hal ini dengan bahagia. Tetapi di dalam Tuhan semua bisa mendapatkan asal mau dapat hikmat Allah dan taat sesuai dengan hikmat Allah. Begitu besar hikmat Allah, lebih dari semua dan dengan ini kita bisa mendapatkan segala janji Allah di Surga dan di bumi. Beberapa orang hanya menganggap ini seperti khayalan, tetapi ini kebenaran dan kenyataan bagi yang percaya ia akan mendapatkannya.