M3524 – Filipi 4:4 Sukacita (16Mei'12)

Download MP3 Khotbah: M3524

Dalam dunia sukacita adalah suatu keadaan sementara (silih berganti dengan susah), tetapi di dalam orang baru ini menjadi tabiat, sebab orang-baru bisa terus bersukacita, atau menjadi periang bahkan ini diperintahkan Tuhan supaya kita senantiasa bersukacita. Arti kata sukacita ini sangat mudah, yaitu sebaliknya dari susah dan sedih.

I. DEFINISI SUKACITA DARI TUHAN

Ada lima ciri2 khas dari tabiat sukacita orang baru, yaitu:

  1. Sukacita dari Tuhan. Neh 8:11, Ezr 6:22, Hab 3:18. Sukacita dari Tuhan itulah sukacita di jalan sempit, sukacita ilahi dalam kesucian. Ada sukacita manusiawi atau duniawi itu bisa sukacita yang netral, bisa sukcita yang berdosa. Sukacita dari dosa adalah kesukaan karena dosa yang sesaat, yaitu kesukaan jalan lebar Ibr 11:25. Yang dimaksud disini adalah kesukaan dari Tuhan, dalam kesucian dan di jalan sempit, bukan kesukaan dari dosa di jalan lebar. Umat Tuhan masih bisa bersukacita karena hal2 yang netral, tetapi jangan karena hal2 dosa.
  2. Ini adalah kehendak Tuhan supaya orang beriman terus dan selalu bersukacita sehingga bukan saja dalam waktu enak dan senang, tetapi dalam segala waktu terus bersukacita seperti Paulus, Silas dalam penjara; mereka bisa bersukacita menyanyi memuji Tuhan Kis 16:25, kapan saja, dimana saja dan dalam hal apa saja.
  3. Orang beriman bisa bersukacita. Tidak sulit bersukacita dengan kesukaan dari Tuhan. Memang ini tergantung dari orangnya masing2, ada yang bisa, ada yang tidak bisa. Ini juga tergantung dari imannya, tingkatannya dan pengertiannya. Ada beberapa orang Kristen yang tidak bisa bersukacita. Mengapa? Perintah Firman Tuhan tidak pernah salah, yang salah pasti kita. Seringkali orang Kristen tidak dalam keadaan normal (suci, ada hubungan baik dengan Tuhan, taat dipimpin Roh). Seringkali ada dosa kecil atau besar, kebodohan, suam, dikuasai perasaan hatinya dll yang menyebabkan putus hubungan dengan Tuhan, sebab itu tidak ada sukacita. Kalau dalam keadaan normal (ada hubungan baik) pasti ada sukacita, sebab kalau Tuhan memberi sukacita, itu tidak akan bisa diambil oleh siapapun, paling tidak selalu ada saldo sukacita Yoh 16:22. Kalau ada Tuhan dalam hati, pasti ada sejahtera dan sukacita, sebab ada Tuhan berarti ada Surga dalam hati kita, Tuhan itu luar biasa.
  4. Kesukaan dari Tuhan itu kekuatan kita Neh 8:11. Kalau tawar hati atau susah, kekuatannya habis Ams 24:10, sebab itu peliharalah sukacita dari Tuhan supaya, selalu ada dalam diri kita, sehingga selalu kuat dalam menghadapi segala perkara. Orang yang berdukacita itu lemah dalam semua yang dibuatnya, tetapi kalau ada sukacita kita menjadi kuat dalam semua segi hidup kita, sehingga bisa hidup berkemenangan.
  5. Tanda hubungan baik dengan Tuhan. Kalau ada hubungan baik seperti carang dalam pokok, maka akan ada sejahtera dan sukacita Pil 4:4,7. Yang penting ada hubungan baik dengan Tuhan, Allah itulah Surga, sumber segala sukacita dan sejahtera dan segala hal2 yang baik dari Tuhan. Kalau ada hubungan baik, se-waktu2 kita bisa tertawa dan bersukacita sekalipun ada hal2 yang enak atau tidak enak, dalam keadaan apapun. Seperti kran air kalau ada hubungan dengan tandon air, kapan saja dibuka selalu keluar air, bukan sukacita atau tertawa yang dipaksakan atau di-buat2 tetapi mengalir keluar dari hati yang ada Kristus di dalamnya. Kalau ada dosa, itu berarti memberi tempat untuk iblis dan Neraka sehingga tertawanya adalah tertawa dosa, kalau toh tertawa dari Tuhan, itu pura2 atau dipaksakan.

Lima hal ini menjadi ciri khas dari kesukaan dari Tuhan, bagian dari hidup atau tabiat baru, seperti Kristus.

II. TINGKAT-TINGKAT SUKACITA DALAM TUHAN

Di mana ada Tuhan, baik dalam hati atau persekutuan, disitu ada suasana Surga. Bahkan Neraka (di duniapun) akan menyingkir kalau kita dan Tuhan lewat. Hadirat Tuhan itulah sukacita dari Tuhan dan hadirat Tuhan itu ada di beberapa tempat yang menunjukkan tingkat2 kesukaan dari Tuhan.

  1. Luar Halaman, di muka Pintu Gerbang Hak 20:23. Orang yang mau bertobat, yang mencari Tuhan, ia sudah mulai merasakan hadirat Tuhan dan ada sukacita dan kekuatan (sebab Tuhan tahu dan menarik hatinya Yoh 6:44). Misalnya Zakheus dan orang2 yang akan naik ke Yerusalem Maz 122:1. Mereka menjadi kuat dan bergembira.
  2. Di Halaman. Kel 29:11. Orang yang sudah percaya dan bertobat mereka ada dalam hadirat Tuhan dan bisa bersukacita. Kesukaan mereka lebih kuat dari di muka Pintu Gerbang. Misalnya Sida2 Habsyi dalam Kis 8:39 pulang ke rumah dengan sukacita dari Tuhan.
  3. Dalam Ruangan Suci Kel 30:7-8. Ini orang2 yang penuh Roh Kudus dan bersukacita di dalam Roh Luk 10:21, Rom 14:17. Orang yang terus dipimpin Roh itu ada disini dan selalu penuh dengan sukacita dan sukacitanya ini lebih dalam dan lebih berarti, penuh dengan kemenangan dalam Roh. Selama kita tinggal di dalam Roh (dipimpin Roh) seperti Paulus, Petrus waktu mengalami hal2 yang sulit, di penjara, akan dibunuh, dianiaya Kis 5:41 mereka tetap bersukacita dan mengalami kemenangan dari Tuhan. Biasanya orang2 ini juga limpah dengan alat2 dari Ruangan Suci.
  4. Dalam Ruangan Maha Suci Wah 3:21. Ini sukacita orang yang sempurna, sukacita yang kekal di dalam tahta Allah. Jadi ada tingkat2 kesukaan yang makin dalam, sehingga sekalipun dalam sikon apapun juga bisa tetap bersukacita menurut ukuran masing2. Sebab kesukaan tingkat tinggi berarti Tuhan juga bekerja di dalam dirinya.

Dalam Yez 47. Juga ada sungai air hidup yang airnya mengalir makin lama makin dalam sampai tidak terukur. Ini juga menceritakan tentang tingkat2 sukacita di dalam Tuhan.
Orang yang punya hubungan erat dengan Tuhan, dengan sendirinya juga mengalami tingkat sukacita yang lebih dalam.
Kalau tidak ada sukacita, kita meragukan apakah itu hubungan yang betul dengan Tuhan. Orang yang terus gelisah, tidak ada sejahtera dan ditekan oleh dukacita itu berarti orang itu tidak ada dalam hadirat Tuhan!
Memang masih bisa berdukacita seperti Putra manusia di Getsemani Mat 26:38, tetapi waktu ia berdoa kepada BapaNya (selama di dunia Tuhan Yesus dalam keadaan manusia penuh) maka sejahtera dan sukacita Allah mengisi dan menguasai hatinya, sebab itu sampai mati Ia tetap kuat dan tidak berbuat kesalahan dan menang dengan sempurna, hubungannya tidak putus, tetap baik dengan Tuhan. Jangan lupa hubungan baik, sukacita itu berhubungan erat dengan kemenangan dengan Tuhan.

III. MENDAPATKAN SUKACITA DARI TUHAN

Masing2 akan mendapat sukacita dari Tuhan sesuai dengan tingkatan dan imannya. Kadang2 seperti putra sulung, masih bekerja dengan baik di rumah bapaknya, tetapi tidak ada sukacita, sebab tidak mengerti dan tidak punya iman. Putra terhilang waktu pulang, sebetulnya ia sama sekali tidak berlayak tetapi bisa bersukacita Luk 16:29 sebab sudah diampuni. Untuk putra sulung bapaknya sudah memberikan semuanya untuk bersukacita tetapi ia tidak percaya. Begitu banyak orang beriman kurang percaya, malah lebih percaya kalau kesukaan dunia itu lebih nikmat, sehingga jadi tawar hati.
Sebab itu untuk memiliki sukacita, kita perlu mempunyai:

  1. Hubungan yang baik dengan Tuhan (Yoh 15:5) juga perlu
  2. Pengertian dan iman. Banyak orang2 beriman yang hanya ada di tingkat Halaman tetapi sangat bersukacita sebab memang Tuhan menghendaki kita bersukacita. (Kalau toh berdosa, sejahat putra terhilang, masih bisa bersukacita dengan luar biasa, asal percaya. Jangan tertuduh. Bereskan semua dosa dengan betul (sampai dalam angan2 dan kemungkinan2 berdosa lagi, buang semua) maka kita akan mengalami sukacita yang besar. Segala perkara dari Atas itu semua penuh dengan sukacita misalnya hubungan dengan Roh Kudus, Putra dan Bapa, pelayanan, memenangkan jiwa, menyanyi, berdoa, menerima pertolongan dan berkat Tuhan, semua dari Tuhan itu selalu penuh dengan sukacita dan kepuasan ilahi. Sebab itu kita perlu mengerti baik2 dan dengan iman bergembira dalam Tuhan. Kesukaan dari Tuhan itu seperti sifat2 ilahi lainnya (tabiat baru) itu tetap ada dimanapun, kapanpun dan dalam hal apapun (kesucian, syukur, damai sejahtera dll). Ini ciri2 keadaan tabiat baru yang seperti Kristus, tidak tergantung dari sikon atau hal2 yang fana, sebab Tuhan sumbernya, Dia adalah Allah yang maha kuasa, maha tahu dan mencintai kita.

IV. CARA MENGEKSPRESIKAN SUKACITA DARI TUHAN

Yang harus kita perhatikan adalah harus ada sejahtera dalam hati, ada hubungan yang baik. Kalau hati gelisah apalagi kacau dan pahit, kita harus periksa diri sebab ada sesuatu yang tidak beres dan hubungan dengan Tuhan jadi kristis atau putus. Kalau semua sudah baik dan ada sejahtera Allah dalam hati kita, maka baru kita bisa mengekspresikan sukacita itu keluar, bukan pura2 atau dipaksa, tetapi mengalir dengan sendirinya dari hati. Kalau semua beres kita bisa senyum, tertawa, wajah gembira, menyanyi, berdoa menyembah Tuhan, main musik, berlompat sukacita dll sesuai pimpinan Tuhan yang cocok dengan sikon kita dengan cara yang patut dan benar. Ingat, kran yang berhubungan dengan tandon air (pusat persediaan air) se-waktu2 akan mengeluarkan air kalau dibuka.

V. MENGAPA TUHAN MENYURUH KITA BERSUKACITA TERUS

  1. Tanda ada hubungan yang baik dengan Tuhan, dan Tuhan tidak ingin kita putus hubungan dengan Dia. Hubungan baik ini dengan Tuhan dan dengan Gereja atau tubuh Kristus serta hubungan baik yang patut dengan semua orang. Kalau tidak ada sukacita/ sejahtera itu bisa menjadi keadaan yang berbahaya.
  2. Ini jadi kekuatan ilahi bagi kita Neh 8:11, kesukaan Tuhan itu menjadi obat sehat Ams 17:22. Tuhan ingin supaya kita selalu kuat dimana saja, kapan saja, dalam hal apa saja, dalam seluruh segi hidup kita, jangan lemah, bersukacitalah. Kesukaan Tuhan mempengaruhi segala segi hidup kita.
  3. Kesaksian yang baik. Ams 15:13, Mat 5:14-16. Kalau seorang sedih terus itu kesaksian yang baik dan jujur untuk Neraka, bukan untuk Surga atau Allah yang maha kuasa. Sebab itu kalau umat Tuhan bersukacita, tabah, kuat dalam segala keadaan, lalu menang itu menjamah dan melawat banyak orang, menjadi kesaksian yang baik.
  4. Tanda ada iman. Maz 5:12. Kalau ada iman (dan hubungan baik dengan Tuhan)kita bisa tabah dan bersukacita dalam keadaan2 yang sulit. Kalau tidak ada iman akan mudah ber-sungut2 seperti orang Israel atau me-raung2 seperti istri Ayub dan putus asa seperti murid2 waktu ditinggal mati oleh gurunya. Kita harus terus berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan 2Kor 5:7, sebab itu bersukacitalah terus.
  5. Tidak mudah tertipu oleh daya tarik kesukaan dunia, sebab kita sudah dipuaskan di dalam Tuhan Ams 27:7. Orang yang susah, sedih akan mudah tergiur oleh kesukaan dunia ini, sehingga kita tetap tinggal dalam kesucian dan tetap di dalam keselamatan sebab tidak sampai jatuh Pil 3:1, juga tetap dalam kesukaan dari Tuhan. Sebab itu bersukacitalah, jangan mengeluh, ber-sungut2 atau mengekspresikan (mengadvertensikan) bahwa Tuhan itu jahat, tidak enak, tetapi Tuhan itu baik dan ajaib!

VI. APA YANG DIBUTUHKAN UNTUK BERSUKACITA

Untuk Sukacita manusiawi dibutuhkan istimewa uang dan semua fasilitas yang kita perlukan. Kalau tidak ada uang, apalagi dalam kekurangan, dalam jalan buntu, mana bisa bersukacita. Lebih2 kalau menderita, terancam dan keadaan celaka lainnya.
Untuk sukacita dosa, daging tentu dibutuhkan hal2 untuk memuaskan kedagingan, untuk kesukaan manusiawi dan kesempatan atau keadaan supaya bisa ber-lazat2 dalam dosa dan biasanya mereka tidak peduli akibatnya untuk kekal.
Untuk kesukaan dari Tuhan yang dibutuhkan hanya hubungan erat dan manis dengan Tuhan, termasuk adanya iman (ini penting untuk mengambil sukacita itu dari Tuhan). Kalau ada kesukaan dari Tuhan meskipun yang lain tidak ada, akan tetap ada sukacita seperti Petrus, Yohanes, Paulus, Yusuf dll dalam penderitaan mereka, lalu kemudian kuasa Allah, mujizat2 menyusul, sebab kita bukan saja bersukacita secara emosi tetapi juga berkemenangan dengan kuasa Allah.

VII. SUKACITA DARI TUHAN TIDAK AKAN HABIS

Mengapa? Sebab:

  1. Mutunya asli, Surgawi dan
  2. Berasal dari Allah,
  3. Tidak bisa diambil oleh orang atau peristiwa apapun Yoh 16:22.
  4. Bersambung sampai kekal di Surga, tidak terpengaruh oleh kematian Yoh 4:14, Yez 47, sekalipun mati tetap bisa sukacita 1Kor 15:55,26, Pil 1:21.
  5. Dijamin oleh Allah sampai kekal Yoh 16:22.

Tetapi dalam kenyataannya mengapa bisa hilang/ habis ? Memang bisa hilang kalau kita putus dari sumbernya, yaitu oleh:

  1. Dosa.
  2. Kebodohan sehingga tertipu oleh iblis. Seperti murid2 sudah diberitahu Tuhan Yesus bangkit, tetap sedih sebab bodoh, tertipu perasaan hati danpikirannya seperti Thomas dll.
  3. Tidak ada iman, tidak yakin sehingga sedih seperti anak sulung yang bekerja dan berkelakuan baik.
  4. Kehendak sendiri (biasanya juga karena tertipu oleh iblis).
  5. Suam, merasa tidak bersalah tetapi sebetulnyasudah ada percintaan pada dunia WAh 3:16. Apalagi kalau minum anggur lama Luk 5:39, kesukaan Tuhan hilang!

Jadi sebetulnya kesukaan dari Tuhan tidak bisa habis, kalau habis, periksa diri dan perbaiki, Tuhan tidak pernah salah.

VIII. BAGI-BAGIKAN

Nikmati dahulu, dan mengertilah sifat ilahi ini, bagian dari hidup baru yang indah ini lalu bagi2kan pada semua orang yang mau percaya. Sumbernya adalah Allah, lepaskan orang2 dari dosa dan bawa dalam kemerdekaan dosa, sambil terus pikul salib dan tumbuh dalam Kristus seperti carang dalam Pokok, maka orang lain juga bisa bersukacita dalam Tuhan. Jangan lupa, jangan beri dosa masuk, sekalipun dosa kecil seperti jengkel, tidak senang dll dan jangan dikuasai perasaan hati, pengalaman lama atau tabiat lama tetapi berjalanlah dengan iman!

IX. KESIMPULAN

Semua orang juga orang dunia, semua ingin bersukacita bukan berdukacita, apalagi masuk Neraka, orang gilapun tidak mau. Tetapi kenyataannya sebaliknya, sulit untuk bisa bersukacita, sehingga orang dipaksa menerima dukacita meskipun menderita, apalagi dalam Neraka. Tetapi Tuhan bisa memberi sukacita yang asli dan dijamin sampai kekal!
Ingat definisi (5 pokok) sukacita dari Tuhan itu indah sampai kekal.
Memang di dunia sukacita kita tidak murni sebab Surga dan Neraka bertetangga di dunia, dosa dan kesucian, Tuhan dan iblis sama2 ada di dunia, bedanya hanya satu langkah, ada satu pandangan saja. Sebab itu jangan bodoh, jangan tertipu, tidak mengerti, dikuasai perasan hati dll, pegang baik2 kesukaan dari Tuhan dengan memegang erat2 Tuhan seperti carang dalam pokok dan lakukan kehendak Tuhan terus menerus, maka sukacita kita itu tetap dan terus bersambung sampai kekal.

Nyanyian:

Marilah bergembira, bebanku terlepas