M3523 – 1Yohanes 4:8 Kasih (atau Benci) (6Mei'12)

Download MP3 Khotbah: M3523

I. DEFINISI

  1. Sifat Allah itu kasih dan suci 1 Pet 1:15-16 (sebaliknya iblis itu tabiatnya benci dan pembrontak melawan Allah, itu sumbernya dosa). Kalau Allah ada dalam seseorang maka sedikit atau banyak akan terasa ada kasih ilahi sehingga terasa suasana Surga. Kalau sudah di Surga keadaannya betul2 Surga, tidak ada tanda2 atau suasana Neraka di sekitarnya, di dunia masih ada campuran keduanya. Kalau ada iblis atau setan2 dalam seseorang, maka sedikit atau banyak akan terasa suasana kebencian dan dosa, mungkin juga ada kasih manusiawi, tetapi suasananya seperti Neraka sesuai dengan banyaknya dosa dan kejahatan yang ada dan berapa banyak iblis bekerja. Keduanya ini tanda khas yang menolong kita untuk bisa mendeteksinya (pekerjaan) Allah atau (pekerjaan) iblis . Jadi kalau ada kasih yang tulus itu biasanya ada pekerjaan Roh Kudus, sebab kasih Allah itu tanda khas hadirat Allah.
    Sebaliknya kalau ada kebencian, apalagi yang begitu pahit dan jahat itiu tanda pasti dari hadiratnya Iblis dan adanya pekerjaan Iblis di dalam orang itu.
  2. Dua macam kasih
    Kasih itu ada dua macam yaitu kasih ilahi dan kasih manusiawi. Kasih ilahi (agape) itu adalah kasih meskipun ini dan itu tetap mengasihi misalnya Yoh 3:16. Tetapi kasih manusiawi (phileo) kasih karena ini dan itu, karena anak, karena sahabat, karena ditolong dsb. (Ada lagi kasih eros yaitu kasih birahi, ini juga kasih manusiawi, yang seharusnya hanya untuk dan diantara suami istri saja. Di luar suami istri itu menjadi dosa perzinaan). Manusia hanya mempunyai kasih manusiawi, tetapi ada sedikit kasih ilahi, ini termasuk dalam sisa2 kemuliaan Allah yang masih ada dalam manusia sesudah jatuh dalam dosa Rom 6:23, tetapi ini tidak cukup untuk memperkenankan Tuhan. Jadi kasih ilahi itu hanya ada pada Allah, manusia harus minta dari Allah, import, sebab tidak ada di dalam manusia. Sebab itu hanya orang yang lahir baru yang mempunyai benih2 tabiat Allah, istimewa kasih ilahi dan kalau ini ditumbuhkan maka baru kasih ilahi itu nyata dalam orang2 baru. Harus import dan Roh Kudus yang mengexport kasih itu kedalam hati manusiawi Rom 5:5, baru kita mempunyai kasih ilahi yang cukup. Dengan limpah doa dan berdoa dalam Roh dan kebenaran dan mau mematikan daging (yang menjadi penghalang kasih Kristus) maka kasih Kristus bisa terus diisikan dan ditumbuhkan di dalam kita, makin lama makin limpah sehingga akhirnya bisa tumbuh menjadi seperti Kristus.
  3. Kasih dan kesucian Allah tidak bisa dipisahkan
    Hadirat Allah itu selalu ditandai dengan kasih dan kesucian, tidak bisa dicampur dosa (termasuk tidak ada reaksi dosa, tetap suci). Ini memang sulit dalam pergaulan dengan orang dosa di dunia yang campuran ini, sebab perlu hikmat dan kuasa Allah, baru bisa hidup suci yang murni dan memperkenankan Allah.


    Kalau seseorang mencampurnya dengan dosa maka hadirat Allah akan makin pudar sampai hilang kecuali ia bertobat. Kalau iblis dia sama sekali tidak keberatan dicampur dengan segala hal2 dari atas, malah ia suka. Tetapi kalau Allah sama sekali tidak setuju campuran dengan dosa.

II. UKURAN ROHANI

Ukuran rohani seseorang diukur dari manifestasi kasih Allah di dalamnya.
Yang diukur Allah bukan berapa banyak kasih Kristus yang diterimanya (itu bisa banyak sekali) tetapi berapa banyak ia bisa mengasihi orang lain dengan kasih ilahi, yaitu berapa banyak kasih Allah yang bisa disalurkannya kepada orang lain.
Jangan lupa yang diukur bukan kasih manusiawi (pada orang2 yang patut dan yang kita kasihi) tetapi kasih ilahi pada orang2 yang sebetulnya tidak patut kita kasihi. Sebab itu kalau ada kasus, peristiwa dan pencobaan menimpa kita, kita bisa mengecheck berapa banyak kita bisa menyalurkan kasih Kristus sekaligus kasus2 ini juga untuk mengolah kita supaya bisa makin banyak mengasihi orang lain.

III. PERBEDAAN KASIH ILAHI DAN MANUSIAWI

  1. Sumbernya
    Kasih ilahi harus import dan Firman Tuhan dan Roh Kudus mengexport, memasukkan kasih Kristus dalam hati kita. Kasih manusiawi bisa timbul karena macam2 sebab manusiawi, tidak perlu import.
  2. Syaratnya
    Kasih ilahi tanpa syarat, meskipun ini dan itu tetap kasih. Kasih manusiawi biasanya ada syaratnya yaitu sebab ini dan itu.
  3. Korban
    Kasih ilahi itu terjadi karena korban, tanpa pengorbanan namanya itu kasih manusiawi, yaitu kasih sebab ini dan itu, kalau tidak ada ini dan itu tidak ada kasih.
  4. Sesuai Firman Tuhan
    Kalau seorang mencintai Firman Tuhan yaitu tahu dan taat, maka kasih Allah nyata dalam dirinya. 1Yoh 2:5 seluruh hukum Allah bisa disimpulkan dalam mengasihi Allah dan orang disebelahnya Mat 22:37-40.


    Tetapi kasih menusiawi itu tidak perlu cocok Firman Tuhan sebab ia mengasihi menurut kehendaknya sendiri, cocok atau tidak cocok Firman Tuhan, tidak masalah.
  5. Dalam kesucian atau campur dosa
    Kasih ilahi itu hanya bekerja di dalam kesucian tidak bisa campur dosa, tetapi kasih manusiawi itu bisa dalam keduanya, bahkan kasih manusiawi bisa berbalik menjadi benci dan membunuh, tetapi kasih ilahi tidak bisa.
  6. Berubah?
    Kasih ilahi tidak berubah, sampai dalam hati dan pikirannya tetap kasih. Meskipun ia dijahati, ia tetap mengasihi sebab ia mengampuni, tetapi kasih manusiawi bisa berubah menjadi benci sebab belum tentu ada ampun. Tetapi kasih manusiawi bisa tetap, bisa berubah menjadi apa saja seperti tabiat manusia pada umumnya. Kalau orang yang mengasihi dibenci maka kasih ilahi mengampuni dan memberkati sehingga tetap kasih tetapi kasih manusiawi kasihnya akan tawar dan habis, bisa berubah menjadi benci seperti kasih Amnon dan Tamar. Sebab itu orang yang punya kasih ilahi bisa menyelamatkan banyak orang seperti Kristus, tetapi kasih manusiawi bisa membinasakan banyak orang seperti manusia dan iblis bapanya. Tetapi yang menderita adalah kasih manusiawi, tidak ada sejahtera, tidak ada sukacita, baik karena gagal dan karena berubah tetapi kasih ilahi tetap sejahtera sekalipun tidak dibalas dan dibenci sebab bisa mengampuni karena Roh Kudus ada didalamnya.
  7. Yang diuntungkan
    Kasih ilahi menguntungkan yang dikasihi, meskipun yang mengasihi rugi, Ia tetap mengasihi Yoh 3:16.


    Tetapi kasih manusiawi itu menguntungkan kedua pihak sebab yang mengasihi itu karena ada maksud tertentu, baik tulus atau sama2 untung, sebab itu ia mengasihi.
  8. Membedakan orang
    Kasih ilahi itu tidak membedakan orang, mau mengasihi semua orang, siapa saja, itu kasih Kristus Rom 2:11. Tetapi kasih manusiawi itu tidak bisa mengasihi semua orang, hanya pada orang2 tertentu yang dikasihinya misalnya anak, keluarga, sahabat, orang yang mencintainya dsb. Tetapi kasih ilahi bisa mencintai semua orang juga yang tidak patut dikasihi dan musuhpun (tetapi hati2, perlu dipimpin Roh Mat 10:16).
  9. Dua arah
    Kasih ilahi mencintai Allah dan juga menusia Luk 10:27 bahkan segala jenis manusia, paling sedikit tidak ada benci, tidak senang, jengkel. 1Yoh 4:20. Tetapi kasih manusiawi itu hanya mencintai manusia dan orang2 tertentu saja.
  10. Akhirnya
    Kasih ilahi itu kalau tumbuh terus yaitu cocok dengan Firman Tuhan, akhirnya akan menjadi seperti Firman seperti Kristus. Memang hanya orang yang lahir baru yang mempunyai benih kasih Allah yang bisa terus tumbuh seperti Kristus. Kasih manusiawi kalau tumbuh hanya menjadi manusia biasa dengan sedikit atau banyak dosa seperti bapaknya iblis 1Yoh 3:10; kalau dosanya meningkat ia bisa menjadi seperti iblis. Kasih ilahi tidak bisa bercampur dosa, kalau kasih ilahi makin tumbuh, kemungkinan2 dosapun makin jauh, tetapi kasih manusiawi bisa bersama2 dosa, bahkan karena cinta pada orang2 tertentu ia bisa berbuat dosa2 tertentu.

IV. MEMELIHARA KASIH KRISTUS SUPAYA TUMBUH

Akhir dari pertumbuhan rohani atau kasih adalah seperti Kristus. Memang ukuran kita adalah kasih Kristus. Supaya kita tetap didalam kasih Kristus kita harus memperhatikan supaya kita tetap tinggal dalam Kristus seperti carang di dalam pokok Yoh 15:4-6, maka kasih Kristus akan terus ber-tambah2 dan bertumbuh dalam hidup kita (yaitu seberapa banyak kita bisa menyalurkan kasih Kristus kepada orang lain!). (Tinggal dalam Kristus berarti hidup dalam kesucian, pikul salib, tekun dalam doa, Firman, ibadah, persekutuan dan pelayanan). Untuk memelihara kasih Kristus dalam hidup kita, kita bisa memakai beberapa patokan yaitu:

  1. Tinggal tetap dalam Kristus seperti Yoh 15:5.
  2. Tetap dalam kesucian, jangan ada kebencian. Tandanya ada kasih itu ada pengampunan, baik dalam persekutuan tubuh Kristus 1Yoh 1:7, maupun terhadap orang luar Mat 5:44 dengan tetap tinggal dalam pimpinan Roh Kudus supaya jangan binasa oleh kejahatan serigala2 disekitar kita Mat 10:16 (justru kita hidup di tengah2 srigala untuk bisa mengasihi mereka dan menyelamatkan; untuk inilah kita diutus di antara serigala sebab Allah ingin menyelamatkan semua orang Yoh 3:16, 1Pet 3:9). Memang kita diharuskan mengampuni Mat 6:14-15, jangan membalas, sebab justru dengan demikian kita tumbuh (mengasihi itu pengolahan, kematian daging) dan akan mendapat kemurahan yang lebih besar dari Allah Luk 6:36 serta pahala kekal.
  3. Jangan timbul permulaan dosa. Biasanya dosa selalu masuk mulai dari yang kecil, istimewa pada orang2 beriman yang hidup benar, sebab iblis penuh dengan siasat dan tipu daya. Sebab itu kitaharus menjaga diri supaya jangan sampai muncul dosa atau kebencian, rasa tidak senang atau jengkel, sebab ini tanda2nya orang itu sudah pindah ke pihak yang lain yaitu pihak dosa dan itu bukan kasih ilahi, itu bukan lagi dipimpin Roh tetapi menuruti daging, sebab kasih ilahi dan dipimpin Roh tidak bercampur dosa. Kita hidup di-tengah2 orang dosa dan umat Tuhan yang belum sempurna, sebab itu selalu ada kemungkinan timbul kesalahan dan dosa, dan itu berarti permulaan kejatuhan. Orang yang menuruti perasaan tidak senang, jengkel, sakit hati akan terjerat dalam dosa yang lebih besar. Tuhan menghendaki kita punya belas kasihan Mat 9:13 pada orang2 yang jatuh dalam dosa Luk 10:27,37, bukan menghakimi seperti orang Lewi dan imam2 itu. Belas kasihan untuk menolong dan memperbaiki supaya pulih kembali. Jud 23. Benci dosanya tetapi belas kasihan pada orangnya artinya menolong seperti orang Samaria itu. Kita jarang menjumpai orang yang dirampok, tetapi hampir setiap hari menjumpai orang yang secara rohani dirampok oleh iblis, jatuh dalam tangannya. Ini orang2 yang berbuat dosa, juga kepada kita, jangan menghakimi (tanggapannya: “ini orang Kristen tidak bertobat, tidak pantas seperti ini). Sebab dengan hati seperti ini akan muncul lebih banyak dosa.

Kalau sudah ada rasa tidak senang, jengkel, apalagi benci, maka:

  1. Sulit mengampuni.
  2. Akan bertindak sebagai hakim bukan sebagai saudara Yak 4:11-12.
  3. Tidak bisa belas kasihan Mat 9:13.
  4. Jadi kejam seperti Kain.
  5. Jahat seperti saudara tua, bukan seperti bapanya Luk 15:25-32.
  6. Menikam Kristus Mat 24:40.
  7. Tolong orang yang teraniaya oleh dosa, daging dan iblis, sehingga mereka berbuat banyak dosa dan kebodohan Yes 1:17.
  8. Lepaskan orang2 yang jatuh ke tangan iblis Yer 22:3.
  9. Waktu orang Yehuda undur, dihukum Tuhan, orang2 Israel membunuh ber-lebih2 sebab benci. Begitu orang yang benci, jengkel, tidak senang akan berbuat jahat ber-lebih2 pada saudara2nya yang salah. 2Taw 28:5-15. Dengan tidak terasa, dibenarkan oleh sikap sebagai hakim, akan timbul perbuatan2 jahat pada saudara2 kita yang bersalah, yang jatuh dalam tangan iblis. Seharusnya kalau menolong mereka bukan menjerumuskan dalam celaka yang lebih besar. Nabi Yunus yang berdosa, Tuhan masih mengampuni, begitu juga banyak orang beriman yang berdosa. Kalau Daud mati Saul dan Absalom berpesta. Tetapi kalau Saul dan Absalom mati, Daud menangis, sekalipun mereka terang2an mau membunuh. Mengapa? Sebab Daud mengampuni mereka dan mengasihi orang2 jahat ini. Peliharalah kasih Kristus dalam hati kita, jangan dijerat oleh rasa jengkel, tidak senang dan benci.

V. KASIH, 1KOR 13.

Seluruh pasal ini cerita tentang kasih. Ini merupakan Alkitab kecil, sebab seluruh Alkitab itu kasih Allah dan 1Kor 13 itu ringkasannya. Isinya 1Kor 13 adalah:
A. Kasih itu lebih dari semuanya.
B. Kasih itu:

  1. Panjang sabar.
  2. Baik/ murah hati, penyayang.
  3. Bersukacita akan yang benar.
  4. Menanggung/ menutup segala perkara.
  5. Percaya segala perkara.
  6. Harap segala perkara.
  7. Tekun (sabar) menanggung segala perkara.

C. Kasih itu tidak:

  1. Dengki/ cemburu.
  2. Sombong.
  3. Tidak senonoh/ sopan.
  4. Cari untung sendiri.
  5. Pemarah.
  6. Simpan kesalahan orang.
  7. Tidak bersukacita akan yang tidak benar/ ketidakadilan.

D. Jangan tinggal kanak2 tetapi terus tumbuh dalam kasih, sebab ukuran kedewasaan kita diukur dengan kasih. Pertumbuhan rohani tidak sama, tetapi tumbuhlah, ukuran kita bukan orang lain, tetapi Firman yaitu Kristus, yaitu hati yang limpah dengan kasih Kristus.
E. Tinggallah harap, iman dan kasih dan kasih yang terbesar.

VI. KASIH, BUAH ROH Gal 5:22-23

Ada 9 buah Roh, itu semua manifestasi kasih.

KESIMPULAN

  1. Tahu definisi kasih supaya jangan kita hanya punya kasih manusiawi, tetapi kasih ilahi (import di dalam Kristus, Firman dan Roh Kudus).
  2. Kita diukur dengan kasih, bukan yang kita terima, tetapi yang bisa kita berikan pada orang lain, istimewa yang tidak berlayak.
  3. Jangan tertipu oleh tipu daya dan siasat iblis. Jangan sampai dikira kasih, ternyata hanyaada dalam kasih manusiawi yang limpah dengan dosa dalam jerat iblis.
  4. Jangan jengkel, tidak senang, tidak suka pada seseorang, lebih2 saudara yang lemah dan jatuh dalam dosa tetapi belas kasihan, doakan dan tolong bukan menghakimi dan menghukum, nanti tindakannya akan mudah jadi ber-lebih2 seperti imam2 dan orang Lewi itu.
  5. Orang yang mengasihi Allah itu mengasihi manusia 1Yoh 4:20. Tidak mungkin mengasihi Allah tanpa mengasihi manusia yang kelihatan dan ada di sebelah kita. Kasih itu ada perbuatan kasih, bukan perbuatan jahat apalagi yang ber-lebih2.
  6. Tinggallah dalam Kristus dan taati Firman Tuhan dalam kesucian, maka kasih Allah akan makin tumbuh dan nyata dalam hidup kita, tandanya ada sejahtera, sukacita, kesucian dan terus dipimpin Roh. Kalau ada dosa biarpun kecil itu bukan kasih ilahi, hati2.

Nyanyian: Beracha no 403.

Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan