M3522 – Kisah Para Rasul 20:24, 2Timotius 4:7 Tahu Bertanggung Jawab (Mau Terbeban) (6Mei'12)

Download MP3 Khotbah: M3522

I. BEDA TANGGUNG JAWAB ORANG LAMA DAN ORANG BARU

Banyak orang lama juga punya rasa tanggungjawab dan itu baik. Bedanya dengan tanggungjawab orang2 baru adalah:

  1. Tanggungjawab orang dunia hanya kepada manusia, waktu mati bebas, (sebab itu orang2 yang bodoh kalau gagal mempertanggungjawabkan mudah bunuh diri untuk jalan lepas), tetapi orang beriman tahu bahwa waktu mati itu saatnya memberi pertanggungjawaban yang mutlak kepada Tuhan, tidak bisa lari atau bohong.
  2. Tanggungjawab orang dunia banyak hubungannya dengan upah yang fana di dunia. Kalau upahnya lebih banyak, maka tanggungjawab lebih sungguh2.Tetapi orang rohani upahnya bukan hanya dalam dunia tetapi terutama di Surga, sebab itu meskipun upahnya di dunia tidak nyata, tetap sungguh2 bertanggungjawab, sebab upahnya kekal, itu yang utama 2Kor 4:16-18. Musa sangat bertanggungjawab dalam pelayanan karena “yang tidak kelihatan” Ibr 11:25.

II. DEFINISI TAHU BERTANGGUNG JAWAB

Orang yang mau dan tahu bertanggungjawab itu:

  1. Mempertanggungjawabkan seluruh hidupnya termasuk perbuatannya Gal 6:5, Ay 19:5, ams 9:12, Rom 14:12, Yer 31:30.
  2. Tanggung jawab ini tentang hal2 rohani dan jasmani. Tanggungjawab dari hal2 jasmani itu sebagian bsar bisa dihitung dengan uang dan tanggungjawab secara rohani itu bisa dihitung dengan jiwa, baik jiwanya sendiri dan jiwa2 yang harus dipertanggungjawabkannya kepada Tuhan.
  3. Tidak lari atau menghindar dari tanggung jawabnya dengan ber-macam2 alasan atau lari dan sembunyi, Ia tetap setia mempertanggungjawabkan semua yang sudah dibebankan atasnya, baik dalam hal2 yang menguntungkan atau yang merugikan, enak atau tidak, sukses atau gagal. Ini titik berat dari sifat tahu bertanggungjawab, sebab banyak orang hanya suka kedudukan, gelar, uang atau kenikmatannya tetapi tidak betul2 mempertanggungjawabkannya pada yang bersangkutan dan kepada Tuhan. Orang yang tahu bertanggungjawab tidak akan lari, sekalipun rugi dan apapun resikonya ia tidak menghindar tetapi ingin menyelesaikan beban dan tanggungjawabnya. Ia akan memberi jawabannya atas semua yang sudah dilakukannya Kej 3:12-13. Adam melemparkantanggungjawabnya pada Hawa dan Hawa kepada ular, se-olah2 mereka tidak bersalah. Keduanya tetap bersalah sebab mengambil keputusan dan bertindak yang salah. Kej 16:5. Sarai melemparkan tanggungjawabnya pada Hagaar Kej 17:36, Esau pada Yakub padahal dia sendiri yang menjualnya. Harun menyalahkan orang banyak Kel 32:22, Saul mencari alasan dengan dalih untuk dikorbankan dan karena permintaan rakyat 1Sam 15:21, Pilatus tidak mau bertanggungjawab, mereka sendiri disuruh memikul akibatnya Mat 27:44. Tetapi Daud berani bertanggungjawab, ia mengakui dosanya 2Sam 12:13.
  4. Mau dan terbeban. Ini orang yang sungguh2 mau bertanggungjawab, ia mau terbeban untuk pekerjaan atau problem tsb dan berusaha mati2an, dengan se-habis2 kemampuannya (dan orang yang rohani berharap dan percaya kepada Tuhan dalam memikul tanggungjawab ini). Orang seperti ini tidak semangat limun hanya ber-api2 sebentar lalu ditinggalkan, tetapi ia mau menyelesaikan bebannya sampai selesai dan tuntas Kis 20:24, 2Tim 4:6-8. Enak atau tidak enak, untung atau rugi, dengan setia dan sungguh2 ia menyelesaikan beban dan tanggungjawab yang sudah dipikulnya ini. Apalagi karena upahnya bukan di dunia, tetapi dari Tuhan, sebab itu orang2 yang mengerti dan takut dan cinta pada Tuhan, memperjuangkan tanggungjawabnya habis2an.
  5. Bertanggung jawab kepada Allah dan manusia yang bersangungkatan. No 1 kepada Allah, sebab bertanggungjawab kepada manusia itu bisa di make-up, disubal atau dipalsu dengan macam2 alasan, tetapi tanggungjawab kepada Allah (di Kursi Pengadilan Kristus) Rom 2:16, semua rahasia akan dibuka, semua alasan dan dusta akan terbuka, sia2. Kalau kita bertanggungjawab kepada Allah itu betul2 harus benar sampai tujuan dan angan2 harus suci dan benar. Maka tanggungjawab kepada manusia juga akan bermutu baik dan benar. Orang yang hanya bertanggungjawab kepada manusia, itu bisa di-buat2, tetapi pada Allah itu betul2 harus murni dan benar.
    Inilah sifat tahu bertanggungjawab yang betul, yang harus ada pada setiap orang beriman, baik kecil atau besar. Contoh Putra manusia Yesus yang mempertanggungjawabkan tugas dankewajibanNya kepada Bapa, Ia betul2 memikul beban itu dengan benar Yes 53:4-5, Mat 8:17, sampai genap Yoh 19:30 dengan sempurna, sehingga umat manusia sekarang diselamatkan dengan mulus tanpa cacat cela.
    Juga Musa menyelesaikan tugasnya dengan baik, sekalipun terlalu berat untuk Musa, sebab itu waktu ia mohon pada Tuhan, maka Tuhan memberi bantuan tenaga 70 pemimpin2 bangsa yang diperbantukan untuk Musa Bil 11:11,16. Tetapi orang Parisi hanya bisa bicara tetapi tidak mau sungguh2 memikul beban tanggungjawab ini Mat 23:4, Luk 11:47.

III. SIAPA HARUS MEMILIKI TABIAT INI?

Semua orang baru, harus bertanggungjawab untuk dirinya dan kelompok yang dibebankan di atas pundaknya jasmani dan rohani.
A. Secara jasmani. Selain dirinya sendiri juga keluarga atau kelompok dan pekerjaan yang dibebankan atasnya harus dipertanggungjawabkan dengan tuntas. Misalnya suami isteri sebagai ibu bapa harus mempertanggungjawabkan keluarganya, juga anak2 sesudah dewasa harus ikut memikul tanggungjawab keluarganya. Juga untuk nafkah dan usaha atau pekerjaan yang dipikulnya, semua harus dilakukan dengan tanggungjawab yang benar.
B. Secara rohani. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan semuanya atau ikut serta memikulnya ber-sama2 yaitu:

  1. Dirinya sendiri
    Setiap orang minimum mendapat 1 talenta dari Tuhan yaitu hidup dan semua yang ada padanya. Ini jangan dipendam dalam tanah (perkara2 yang fana, artinya karena pekerjaan, karena karier dll, ia tidak mempedulikan tanggungjawabnya di hadapan Tuhan). Mat 25:15, 24-30. Masing2 kita harus menjadi garam dan terang dunia Mat 5:13-16, mengasinkan “panci” tempat kita masing2 dengan kasih Kristus Luk 10:27. Banyak orang tidak peduli, tetapi satu kali kelak ia harus mempertanggungjawabkannya dan ia akan diperlakukan sebagai hamba yang jahat dan malas dan dilemparkan ke dalam Neraka.


    Selamatkan jiwa2 dalam rumah (Kis 16:31) dan dalam “panci” masing2. Yez 33:6. Sebab ini pasti dituntut Tuhan, paling sedikit kita sudah harus bersaksi, mendoakan dan menggaraminya supaya selamat masuk Surga.
    Memang kanak2 seringkali tidak bisa dan tidak tahu tanggungjawab ini, tetapi ia tetap harus bertanggungjawab atas 1 talenta yang sudah diterimanya. Tanggungjawab jasmani seperti di kantor atau pabrik lebih mudah tampak, apalagi kalau gagal atau sukses, tetapi tanggungjawab rohani tetap harus dilakukan dan Tuhan akan menuntutnya Mat 25:19. Kita harus juga tahu bertanggungjawab secara rohani. Sebab akibatnya untuk kekal, bukan hanya di dunia!
  2. Keluarga dan isi “pancinya”. Keluarga yang belum lahir baru itutidak selamat dengan sendirinya, meskipun waktu anak2 sebelum mereka mengerti, mereka disucikan dalam orangtuanya 1Kor 7:15. Tetapi tantangan anak remaja dan pemuda banyak, penggembalaan oleh orangtua dan pertumbuhannya itu tidak bisa tanpa Tuhan. Memang ada Hizkia, Daud dll yang bisa lebih indah dari orangtuanya, itu suatu anugerah. Tetapi setiap orangtua harus bertanggungjawab atas anak2 dan orang isi rumahnya dan wajib kita pertanggungjawabkannya. Kadang2 ada diantara mereka yang sangat sulit ditangani dan melawan, tetapi semua tidak kebetulan, itu justru mengolah kita menjadi mutu yang lebih tinggi seperti Yusuf punya isi rumah yang sangat jahat, tetapi itu justru yang membuatnya naik sampai ke puncak! Jangan berkecil hati, dengan Tuhan kita pasti bisa menyelesaikan tanggungjawab kita dengan baik dan mahkota Tuhan tersedia bagi kita.
  3. Gereja atau tubuh Kristus dimana ia menjadi salah satu anggotanya, sekalipun ia bukan pelayan Tuhan, tetapi ia tetap mempunyai bagian beban tanggungjawab untuk tubuh Kristus. Jadilah anggota tubuh Kristus yang setia memikul beban Gereja kita, paling sedikit terus berdoa dan memenangkan jiwa2. Orang2 yang mau bertanggungjawab itu mau terbeban seperti Sem dan Yafet waktu melihat bapaknya mabuk dan tidak sadar, mereka bertindak untuk menolongnya dan diberkati Tuhan. Ham tidak mau terbeban, hanya bicara tetapi tidak berbuat, tidak dapat berkat bahkan kutuk karena dosa2 dari orang2 yang tidak mau terbeban itu banyak Kej 9:18-27.
    Orang yang sehat rohaninya (suci) dan penuh Roh Kudus akan bisa menanggung beban, tetapi orang yang sakit rohaninya (terikat dosa) akan menjadi beban dan kalau tida kbertobat, bisa celaka. Orang yang tidak peduli dengan orang isi rumanya atau isi pancinya, mempunyai jawaban yang jahat seperti Kain: Akukah penunggu adikku? Kej 4:9.
  4. Pelayanan yang ditanggungkan di atasnya.
    Diharapkan semua pelayan Tuhan, lebih2 yang diberi beban memimpin beberapa jiwa lain, tidak me-nyia2kan tanggungjawabnya sebab semua harus memberi jawaban dan mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Tuhan. Jangan sia2kan kesempatan ini karena tanggungjawab ini adalah kesempatan yang besar, sebab Tuhan menyediakan mahkota atau Neraka. Yer 31:30.

IV. KEPADA SIAPA KITA BERTANGGUNGJAWAB ?

A. Kepada Tuhan, ini mutlak dan tidak ada orang yang bisa lari daripada Dia, baik pada pengadilan pertama (langsung sesudah mati Ibr 9:27) lalu Kursi Pengadilan Kristus untuk orang beriman,atau Tahta Putih Yang Besar untuk orang berdosa. Sebab itu bersiaplah menghadap Tuhan setiap saat Ams 4:12, sebab ini bisa terjadi,se-waktu2. Oleh karena itu kita harus selalu siap mempertanggungjawabkan semuanya setiap hari / dicicil, jangan ditunda, apalagi kalau ada dosa, harus segera dibuang, sebab orang berdosa apalagi kalau terikat, tidak bisa masuk Surga Wah 21:27, Mat 7:23 dan semua tanggungjawabnya sia2. Jangan menunggak tanggungjawab, terus cicil, itu juga supaya tidak sampai menjadi jerat bagi kita.
B. Pada manusia. Untuk hal2 jasmani manusia harus bertanggungjawab pada pemerintah, pemimpin atau kepala (baik untuk hal2 jasmani dan rohani Ibr 13:17), kepada kelompoknya atau kepada umum (ini tergantung dari banyak hal yaitu budaya, pemimpin2 orang banyak, zamannya, sikon dll). Tanggungjawab pada manusia bisa di smokel tetapi kepada Allah tidak bisa.

V. BAGAIMANA MENUMBUHKAN TABIAT BERTANGGUNGJAWAB ?

Ini tabiat baru yang muncul sebab:

  1. Ingin memperkenankan Tuhan Kol 1:10. Orang yang lari dari tanggungjawabnya akan menjadi hamba yang jahat dan malas.
  2. Bisa mengerti dan melihat mahkota yang tidak tampak seperti Musa Ibr 11:25, Paulus 2Kor 4:16-18, 2Tim 4:6-8.
  3. Caranya menumbuhkan tabiat tahu tanggungjawab ini:
    a. Kita harus bisa membedakan antara fasilitas fana yang kita butuhkan dalam dunia ini dan tujuan hidup yang kekal. Orang yang tidak bisa membedakan biasanya menguburkan talentanya dengan terus mencari perkara2 yang fana, sehingga hanya mau bertanggungjawab untuk hal2 fana, pekerja, keluarga, dll yang tampak tetapi meremehkan Tuhan Mat 6:24 dan menghinakan talenta2 dari Tuhan yang bisa menghasilkan mahkota kekal. Orang2 ini tidak mau terbeban seperti Ham, hanya bicara tetapi tidak berbuat.


    b. Cocokkan kehendak dan tanggungjawab kita dengan kehendak Allah. Kita ini milik Tuhan 1Kor 6:19-20 sebab itu kita harus memakai roh dan tubuh kita untuk kemuliaan nama Tuhan, menanggungbeban dari Tuahn. Kalau beban kita cocok dengan beban Tuhan, pasti Tuhan akan menolong dan kita bisa menyelesaikan tanggungjawab kita dengan baik, seperti Musa, Paulus dll. Baik beban jasmani dan rohani hendaklah itu sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga kita mendapat bantuan penuh dari Tuhan dan bisa menyelesaikan beban dan tanggungjawab kita pada Tuhan dengan baik dan berkenan pada Tuhan.
    c. Kalau kita berdoa dalam Roh dan kebenaran dan berjalan dengan Tuhan, maka tanggungjawab kita jasmani (misalnya sekolah, pekerjaan, keluarga) dan rohani yaitu jiwa2 yang Tuhan bebankan atas kita, akan dapat kita selesaikan dengan baik, dengan hikmat dan kuasa Tuhan, serta pimpinan Roh Kudus yang juga menguasai sikon kita. Kita bukan saja ingin menyelesaikan baik2 segala tanggungjawab kita tetapi dengan Roh Kudus yang heran kita juga bisa berhasil menyelesaikan dengan baik, bahkan orang yang berjalan dalam Roh itu akan bisa mencicil tanggungjawabnya dengan baik, sehingga selalu siap di hadapan Tuhan, baik untuk menghadap Tuhan ataupun menghadapi akhir zaman yang makin dahsyat ini.

VI. MAHKOTA KEKAL BAGI YANG SELESAI

Sekalipun beban jasmani (misalnya sekolah, pekerjaan, keluarga dll) kalau kita mengerjakannya baik2 dengan penuh rasa tanggungjawab dalam pimpinan Roh Kudus, itu juga menjadi pengolahan bagi pertumbuhan rohani kita dan sekaligus kita menjadi garam dan terang dunia untuk memenangkan jiwa2 dalam “panci” kita. Sebab itu apa saja yang kita perbuat, lakukan sesuai dengan Firman Tuhan sehingga cocok di dalam nama Tuhan Yesus Kol 3:17 dan mempermuliakan Tuhan 1Kor 6:20, Gal 1:24.
Daud melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggungjawab yang betul maka ia sendiri puas dan rakyatnya hidup dengan aman dan sejahtera dalam berkat Tuhan.
Saul tidak bisa bertanggungjawab dengan baik sebab hidup dalam dosa iri, sehingga ia mendatangkan malapetaka bagi umat Tuhan. Begitu pula dengan raja2 Israel seperti Yerobeam, Achab dll sehingga akhirnya seluruh bangsa yang dipimpinnya dibinasakan karena dosa2nya. Kita harus selalu bekerja dan berbuat segala perkara dengan tanggungjawab yang baik di hadapan Allah, maka secara jasmani itu juga menjadi berkat bagi orang2 di sekitar. Seperti Yusuf mengerjakan pekerjaannya baik2 dengan penuh tanggungjawab maka itu menjadi berkat bagi seisi rumah Potifar Kej 39:2-5.
Hal2 jasmani dan rohani itu selalu terkait satu sama lain di dalam kita.
Memang Tuhan menaruh kita di tengah2 serigala dengan maksud ini. Kalau kita disertai Tuhan, serigala tidak akan makan domba tetapi dengan Tuhan domba menerangi dan menggarami serigala sehingga bertobat dan menjadi domba. Dengan Tuhan kita tidak akan jadi korbannya (sebab Tuhan beri cerdik dan tulus Mat 10:16), tetapi Tuhan juga cinta setiap orang termasuk serigala2 ini supaya bertobat dan diselamatkan Yoh 3:16, 2Pet 3:9. Kalau kita dipimpin Roh, kita bisa menyelesaikan beban2 tanggungjawab kita jasmani dan rohani dan kita akan memperoleh jiwa2 menjadi mahkota kemuliaan yang kekal 1Tes 2:9.

KESIMPULAN

Tahu bertanggungjawab cara dunia dan cara hidup baru itu berbeda, sebab kita bertanggungjawab dengan benar di hadapan Allah sampai hidup kekal dan digerakkan dengan upah yang kekal. Setiap orang beriman sudah mendapat satu talenta dari Tuhan, jangan ditelantarkan, baik tanggungjawab jasmani istimewa yang rohani supaya jangan menjadi hamba yang jahat dan malas.
Masih banyak orang Kristen kurang mempunyai sifat tahu bertanggungjawab dengan betul.
Dengan Tuhan kita bisa tumbuh dalam sifat tahu bertanggungjawab dengan betul dan selain upah yang fana, kita beroleh mahkota yang kekal, lebih2 jiwa2 dalam panci kita serta jiwa2 yang Tuhan berikan dan bebankan bagi kita.
Miliki sifat tahu bertanggungjawab yang betul di hadapan Tuhan, dalam hal2 jasmani dan rohani, hidup ini akan limpah dengan pahala dan mahkota.

Nyanyian

Upahmu besar di Surga
Mahkota yang tak layu
Setia bertanggung jawab
Sampai di ujung jalanmu