M3521 – Efesus 5:20, 1Tesalonika 5:18, Kolose 3:17 Syukur (2Mei'12)

Download MP3 Khotbah: M3521

I. DEFINISI

1. ARTI KATA SYUKUR
A. SYUKUR KARENA SADAR bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7, Ul 8:18, Maz 75:8, Hos 2:7 dll, sebab itu kita patut berterimakasih kepadaNya.
Lawannya orang yang sadar atau tidak Mat 5:45, tidak mau atau tidak tahu berterimakasih kepada Tuhan. Orang2 seperti ini akhirnya bisa menjadi pengkhianat seperti Yudas, sebab orang yang tahu berterima kasih pasti tidak mau membalas jahat apalagi mengkhianati Dia. Ini bukan saja kalau kita diberkati dengan macam2 hal, tetapi juga kalau kita bersalah atau berdosa, Tuhan menghajar kita, itu juga karena cinta Ibr 12:6, jangan marah, tetap bersyukur. (Anak2 iblis, orang dunia yang bersalah tidak dihajar, tetapi kalau dosanya sudah sampai batasnya, mereka dihukum oleh Tuhan. Tetapi kalau Tuhan lihat bahwa mereka akan mau bertobat, Tuhan bisa melakukan hal2 lainnya, supaya mereka bertobat dan selamat 2Pet 3:9).
Contohnya orang Israel, mereka sudah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Tuhan sudah menolong dan memberkati mereka, bahkan setiap hari makan manna dan berjalan di bawah tiang awan dan api, tetapi mereka tidak tahu berterima kasih pada Tuhan.
Kita berterima kasih:

  1. Pada Tuhan dan
  2. Pada orang2 yang sudah menolong kita, apalagi kepada orangtua yang sudah menolong, memberi karena kasih. Juga pada orang2 lain yang sudah memberi/ menolong, kita patut berterima kasih dan membalas budi baiknya. Daud berterima kasih pada Barzilai yang sudah menolongnya waktu ia lari dari Absalom dan berusaha membalasnya. Juga pada Yonathan yang mencintainya ia berbuat baik kepada anak2nya (sebab Yonatan sudah mati waktu Daud menjadi raja), bahkan pada raja Ammon ia hendak membalas kebaikannya pada anak2nya tetapi disalah artikan 2Sam 10.

Kita patut berterima kasih tetapi jangan karena segan atau karena berterima kasih, kita ikut dalam dosa dan hal2 yang tidak berkenan pada Tuhan, sebab itu jangan harap pada manusia, tetapi tetap harus tahu berterima kasih, lebih2 pada orangtua yang nyata2 100% berjasa pada anak2nya.
B. Syukur karena percaya bahwa Tuhan itu baik, meskipun ia belum tertolong, belum ada harapan, tidak mengerti, masih menderita, bahkan kenyataannya masih terus menderita, bahkan mungkin sampai mati, tetapi sebab percaya Allah itu baik maka ia tetap berterimakasih. Ini namanya korban syukur. Ini ucapan syukur karena yakin bahwa Tuhan itu baik dan akan menolongnya.
Sebaliknya orang yang tidak percaya bahwa Allah itu adil, baik, cinta, apalagi kalau merasa tidak salah tetapi menderita, ia tidak bisa bersyukur, justru ber-sungut2 dan berontak melawan Tuhan, mengapa ia menderita.
Orang2 yang tidak percaya bahkan menganggap Allah itu jahat.
Jadi ada dua macam syukur, karena menerima lebih daripada yang patut diterima dan korban syukur karena percaya Allah itu baik, sekalipun belum menerima apa2 daripadanya.


2. DEFINISI TABIAT SYUKUR.
Adalah tabiat ilahi yang selalu bersyukur kepada Tuhan (dan kepada manusia) dalam segala perkara, sampai mati. Tabiat syukur manusiawi (tahu berterima kasih) itu baik, sering karena menerima lebih daripada yang patut diterima, tetapi sebab tidak percaya kepada Tuhan, tidak bisa bersyukur dalam penderitaan.

II. PERBANDINGAN SYUKUR DAN SEBALIKNYA

A. SYUKUR DAN TIDAK TAHU BERTERIMA KASIH.
Orang yang tahu bersyukur itu sadar dan mengakui bahwa semua yang ada padanya itu dari Tuhan 1Kor 4:7, dan ini suatu sikap yang baik. Bahkan orang duniapun bisa bersyukur kalau diberi apa2, sehingga orang beriman yang tidak tahu berterima kasih itu lebih jelek dari orang lain.
Orang yang tidak tahu bersyukur itu biasanya tidak mau mengakui bahwa semua yang ada padanya itu dari Tuhan (kadang2 juga tidak sadar), dan ini membuat sikapnya jelek bahkan jahat di hadapan Tuhan.
B. SYUKUR SEBAB PERCAYA DAN KALAU TIDAK PERCAYA.

  1. Syukur sebab percaya bahwa Allah itu baik, adil, kasihdll sesuai dengan Firman Tuhan akan tahu bersyukur sekalipun belum nampak pertolongan dari Tuhan, ia bisa mempersembahkan korban syukur. Sebaliknya orang ber-sungut2 sebab tidak percaya bahwa Allah itu baik, sebab itu kalau mengalami hal2 yang pahit, bisa langsung ber-sungut2, apalagi kalau ia harus menderita karena benar (benar menurut pendapatnya sendiri). Ia tidak akan pernah memberi korban syukur, sebab tidak percaya pada Tuhan.
  2. Lulus dalam pencobaan. Orang yang bisa memberi korban syukur sekalipun menderita dan tetap taat pada Firman Tuhan itu berarti lulus dalam pencobaan itu. Orang yang ber-sungut2 itu berarti gugur dalam pencobaan sehingga timbul dosa persungutan dll, ia tidak mentaati Firman Tuhan tetapi melawannya.
  3. Berkat dan pertolongan Tuhan datang. Orang yang tahu bersyukur apalagi memberi korban syukur, maka pertolongan dan berkat dari Tuhan pasti akan datang padanya pada saat yang tepat seperti Paulus, Silas dalam penjara Kis 16:25. Orang yang ber-sungut2, yakin Allah itu tidak baik, jahat, ia akan mengalami seperti yang diyakininya dan jahat, celaka akan datang kepadanya, berkat dan pertolongan yang sudah disediakan Tuhan baginya batal; tidak datang kepadanya, bahkan maut sudah siap 1Kor 10:10, sebab dimana ada dosa, upahnya adalah maut Rom 6:23 yang akan datang pada waktunya, sesudah dosa itu meningkat sampai batasnya.
  4. Menyembah Allah dalam Roh dan kebenaran adalah cara hidup orang yang bisa bersyukur dan memberi korban syukur, bahkan ia beroda senantiasa 1Tes 5:17-18. Tetapi orang yang tidak percaya, apalagi yakin Allah tidak adil, jahat, tidak cinta dst, ia akan terus ber-sungut2 dan berbuat macam2 dosa yang lain bahkan sampai menghojat seperti isteri Ayub dan itu berkenan kepada iblis, suatu korban yang harum bagi iblis. Inilah orang2 yang menghina Firman Tuhan Bil 15:31 seperti Israel yang menganggap janji2 Tuhan itu dusta dan sia2 bahkan mencelakakan mereka Bil 16:13,14 dll. Orang2 ini terus ber-sungut2 dan tumbuh dalam dosa dan makin jahat di hadapan Tuhan.
  5. Di dalam hadirat Tuhan. Orang2 yang menaikkan korban syukur pada Tuhan, itu berkenan kepada Tuhan dan ada di dalam hadiratnya, penuh sejahtera dan sukacita, puas dan bahagia sekalipun masih menderita tetapi mereka bisa merasakan seperti Surga. Misalnya Yusuf, Daud, Ayub dll. Tetapi orang2 yang ber-sungut2 dan melawan Allah, iblis tinggal dalam hati dan perhimpunannya, penuh dengan kepahitan, kebencian, marah dll sebab mereka mengalami suasana Neraka. Orang yang tinggal di dalam hadirat Tuhan (tidak bereaksi dosa dan tetap taat) akan melakukan perkara2 besar dengan Tuhan Maz 60:14.

III. TINGKAT-TINGKAT SYUKUR

  • Tingkat 0 = tahu bersyukur seperti manusia pada umumnya karena mereka ditolong, atau mendapatkan sesuatu. Kita harus bisa lebih dari ini). Tetapi kalau orang2 ini dijahati, dirugikan, mereka menjadi marah, benci, dendam dan ada pembalasan. (Orang beriman mengampuni dan tidak membalas, tetapi juga harus cerdik Mat 10:16).
  • Tingkat -1. Tidak tahu bersyukur Luk 17:18, 2Tim 3:2.
  • Tingkat -2. Sudah tahu ditolong, tidak mau berterima kasih, sekalipun ada kesempatan, baik pada Allah dan pada manusia Rom 1:21.
  • Tingkat -3. Membalas kebaikan dengan jahat, denganpengkhianatan, misalnya Yudas, dll 2Taw 24:22, Ams 17:13, Maz 35:12; 109:5.
  • Tingkat + 1. Tahu bersyukur sebab mengerti semua dari Tuhan 1Kor 4:7, Luk 17:17, Mat 5:45.
  • Tingkat + 2. Korban syukur, meskipun tidak mengerti seperti Ayub dan masih banyak menderita tanpa melihat pertolongan tetapi yakin bahwa Allah itu baik dan maha kuasa (tentu kita juga harus selalu memeriksa diri, jangan sampai kita menderita karena dosa2 kita sendiri!).
  • Tingkat + 3. Meskipun menderita sampai mati tetap taat dan bersyukur pada Allah Bapa di Surga Pil 2:8, Ay 13:15. Putra manusia Yesus mati di salib, Yohanes Pembaptis dan semua rasul2 mati syahid.

Kalau kita lihat dalam skema Kemah Suci, maka

  • Halaman = Tingkat 0. Kalau ditolong bersyukur, tetapi kalau tidak ditolong ber-sungut2nya Bil 14:22, 1Kor 10:10. Disini termasuk mulut yang ganda, ya bersyukur dan juga ber-sungut2, hal ini tidak patut Yak 3:11.
  • Tingkat + 1 itu peralihan antara Halaman dan Ruangan Suci (Pintu Kemah) ini orang yang jatuh bangun dalam dosa.
  • Ruangan Suci = Tingkat + 2 yaitu orang yang bisa memberikan syukur sekalipun belum/ tidak tertolong Ay 1:21; 13:13, Dan 3:18.
  • Ruangan Maha Suci = Tingkat + 3 yaitu orang yang menyerah kepada Tuhan sampai mati, ia tetap bersyukur dan taatsampai mati. Tirai sudah termasuk tingkat + 3.
  • Luar Halaman = Tingkat -1,-2,-3, ini semua termasuk mulut yang jelek dari orang yang tidak beriman, tidak pantas untuk orang beriman.

SIKAP SEHARI-HARI.
Dalam masyarakat seringkali dalam segala keadaan selalu berterima kasih sebagai suatu bentuk sopan santun dan tradisi Sebaiknya kita bersyukur bukan sebagai tradisi, mode (seperti dalam dunia) atau rumus, syarat dalam Gereja, harus terus bersyukur supaya tertolong, tetapi hatinya tidak ada syukur dan tidak ada iman (0 atau -) hanya di mulut (+) faedahnya sedikit. Tetapi kalau kita berterima kasih sampai ke dalam hati kita betul2 berterima kasih meskipun tentang hal yang kecil (ya, ya, bukan tidak ya Mat 5:37, lebih2 kepada Tuhan sebab kita bersyukur dengan yakin dan dengan segenap hati (dengan iman Mat 8:13 dan pengakuan 1Kor 4:7) maka hasil dan untungnya lebih banyak.
Hal-hal yang disyukuri:

  1. Untuk yang sudah ktia terima.
  2. Untuk yang sekarang sedang kita terima.
  3. Untuk yang akan kita terima (sekalipun belum terima, dengan yakin bersyukur, sebab yakin Tuhan akan menggenapi janjiNya, Tuhan itu adil, baik dan benar).
  4. Untuk semua berkat dan pahala yang akan kita terima sampai selamanya, sampai kekal di Surga.

IV. BERKAT DAN FAEDAH BERSYUKUR SENANTIASA.

  1. Faedah iman. Bisa bersyukur, lebih2 menaikkan korban syukur itu disebabkan karena ada iman dan orang yang mempunyai iman bisa mendapat faedah yang luar biasa dari imannya akan Tuhan.Mrk 9:23. Segala janji Allah kita terima dengan iman Mat 8:13. Pada waktu seorang bersyukur dengan yakin pada Tuhan untuk hal2 yang diminta atau diharapkannya, itu memastikan berkat itu datang pada waktunya, itu seperti “uang muka” untuk berkat dan pertolongan yang akan kita terima. Apalagi kalau ia menaikkan korban syukur (syukur meskipun menderita dan belum tertolong) seperti Paulus, Silas dalam penjara Kis 16:25, maka berkat dan pertolongan itu bahkan dipercepat sesuai dengan iman mereka, sebab Tuhan memberi sesuai dengan imannya.
    Tetapi kalau seorang ber-sungut2, tidak percaya maka ia juga mendapatkan sesuai dengan imannya yang negatif, sehingga berkatnya dibatalkan Tuhan sesuai dengan ketidakpercayaannya. Sebab itu jangan ber-sungut2 tetapi bersyukur dengan iman, itu menjadi kunci untuk menerima pertolongan dan berkat Tuhan dengan heran. Kata2 syukur dengan iman adalah kata2 iman, sehingga apa yang kita syukuri dengan iman akan menjadi kenyataan. Putra manusia Yesus bersyukur waktu Ia memecahkan roti untuk 5000 orang laki2 dan itu benar2 terjadi sesuai dengan imanNya. Yoh 6:13. Kata2 iman yang dianjurkan untuk terus dipakai adalah bersyukur dengan iman. Pakailah kunci yang heran ini, bukan sebagai rumus atau “mantera” tetapi bersyukurlah terus dengan iman dan kita akan menerima sesuai dengan iman kita, bahkan kita akan mendapat lebih banyak lagi Mat 13:12.
  2. Disertai Allah. Orang yang tahu bersyukur dengan segenap hati kepada Tuhan itu berarti menang dari pencobaan, maka Tuhan besertanya dan ia akan melakukan hal2 yang besar dengan Tuhan dll yang indah karena disertai Tuhan.
  3. Jalan dalam ril dan rencana Allah. Tentu orang yang bersyukur dengan segenap hati dan yakin akan Firman Tuhan,dengan tulus (bukan dengan bersyukur sebagai syarat atau rumus), maka ia akan mengalami rencana Allah yang indah2.

V. BAGAIMANA BISA BERSYUKUR DENGAN BETUL

Dalam dunia orang berkata bahwa kebiasaan akan membentuk tabiat. Ini berlaku untuk tabiat2 manusiawi atau tabiat lama. Untuk tabiat baru tidak bisa dengan kebiasaan, dengan meng-ulang2 saja,sebab orang lama tidak bisa mempunyai tabiat baru sekalipun di-ulang2. Tabiat baru dan iman adalah bahan import dari Surga.
Pada waktu lahir baru, semua benih tabiat baru itu sudah ditanamkan Roh Kudus di dalam kita dan selama kita terus tinggal dalam Kristus seperti carang dalam pokok (Yoh 15:5) tabiat baru itu akan tumbuh dengan pertolongan Roh Kudus. Sebab itu supaya tumbuh tabiat syukur yang ilahi, perlu:

  1. Lahir baru
  2. Tetap hidup dalam kesucian di dalam Kristus Yoh 15:5.
  3. Tabiat syukur bisa tumbuh dan terus ada kalau ada iman dan pengertian Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus. Iman datang dari Firman Tuhan Rom 10:17, tumbuh dari iman kecil, jadi iman besar (Mat 8:10,26) sampai akhirnya menjadi iman yang sempurna Yoh 2:22. Belajar terus berjalan dengan iman dan berjalan dalam Roh, itu sejalan sehingga bisa selalu bersyukur kepada Tuhan.

Sebaliknya orang yang berjalan dengan kekuatan sendiri, dengan akalnya ia tidak akan bisa mengerti Firman Tuhan bahkan menghinaNya seperti orang2 Israel yang dipimpin Musa. Mereka tidak bisa bersyukur, justru ber-sungut2 dan berontak melawan Allah.
Semua orang yang menghinakan Firman Tuhan seperti Esau, Ny.Ayub dan anak2nya, panglima Israel (2Kor 7:1), juga dalam Kis 17:11; 18:6, dll, mereka akan bersungut-sungut bahkan menghojat Allah dan akhirnya (kalau tidak bertobat) kematian datang.

KESIMPULAN

Adalah kehendak Tuhan supaya kita bisa terusbersyukur dengan segenap hati dan dengan yakin (dengan iman) sebab ini adalah kata2 iman kita untuk memelihara hubungan kita terus dengan Allah di Surga sehingga terus berhasil, berkemenangan sebab terus menerus berjalan dengan iman 1Yoh 5:4. Ada macam2 problem yang kita hadapi, dan semua kita hadapi dengan kata2 iman yang tampaknya sederhana tetapi besar kuasanya, yaitu ucapan dan korban syukur.
Kita harus bisa bersyukur sebab yakin semua berasal dari Tuhan dan yakin bahwa Allah itu baik, maha kuasa dan kita akan pasti menang dengan Tuhan; sebab itu dalam segala perkara belajar terus bisa bersyukur dengan iman, sehingga dalam segala perkara kita akan berkemenangan.
Jangan terjebak dalam tabiat yang tidak tahu berterimakasih seperti 9 orang kusta yang sembuh (sampai tingkat -3) tetapi bersyukur dan pada waktu yang tepat, naikkan korban syukur, maka kuasa Tuhan akan bekerja dengan heran.
Meningkat terus dalam tingkatan syukur yang makin tinggi, jangan turun dalam tingkatan yang rendah apalagi ber-sungut2 itu celaka dan menghina Firman Tuhan.
Dalam segala perkara selalu bersyukur (sambil periksa diri) supaya selalu berkenan pada Tuhan, di pihak Tuhan dan terus berkemenangan. Biarlah mulut kita selalu bersyukur maka Tuhan menyertai selalu.
Orang yang bisa bersyukur dengan betul akan mengalami pertolongan dan berkat Tuhan dan kalau ia tetap bersyukur, bahkan meningkat, maka ia akan mendapatkan lebih banyak lagi dari janji2 Firman Tuhan dan terus ber-tambah2 Mat 13:12.Biasakan bersyukur yang berarti, sungguh2 ada syukur dari dalam hati dan dengan iman, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama kita, sehingga kita selalu ada di jalan syukur, yaitu jalan iman, jalan kesucian, jalan sempit dipimpin Roh dan mengalami rencana Allah yang indah2.

Nyanyian:

Senang atau susah ku tetap penuh syukur, pada Yesus saja s’lamanya,
enak atau tidak, kutetap penuh syukur
Pasti menang t’rus bersama Dia