M3519 – 1Raja-raja 9:4, Ayub 2:3, 1Yohanes 1:47 Tulus (29Apr’12)

Download MP3 Khotbah: M3519

I. DEFINISI

Karena tulus itu sangat indah, sulit didefinisikan dengan pendek.
Dalam KBBI dikatakan tulus itu sungguh dan bersih hatinya (keluar dari hati yang suci), jujur, tidak pura2.

Dalam bhs Inggris: up right, integrity.
Tulus adalah suatu tabiat yang:

  1. Suci, benar, jujur, tidak bohong atau pura2, seperti Ayub 1:8; 2:3, tidak seperti Kain pembohong, pura2 baik.
  2. Apa adanya, transparan seperti Natanael Yoh 1:47, di dalamnya tidak ada siasat yang merugikan. Tidak ada maksud tersembunyi (tidak ada udang di balik batu), tidak seperti Yoab yang menikam dari belakang.
  3. Baik, tidak ada rencana2 jahat yang tersembunyi, angan2nya tulus seperti Yusuf Mat 1:19, tidak ada balas dendam seperti Absalom, tidak ada yang berbahaya (tidak ada durinya).
  4. Taat Firman Tuhan seperti Daud 1Raj 9:4, bukan seperti Achitofel yang dengan mudah melanggar Firman Tuhan.

Dalam bahasa yang mudah, orang tulus itu adalah orang yang polos, tidak ada durinya, tidak berbahaya. Dalam Alkitab tulus digambarkan seperti burung merpati yang tidak ada bahayanya, lawannya adalah ular yang cerdik, tetapi penuh siasat dan tipu daya. Mat 10:16.
Orang yang tidak tulus itu dari luar bisa tampak baik, tetapi tahu2 menggigit, mematuk, menikam dari belakang, dalam hatinya penuh siasat.
Ada banyak ayat tentang hal ini. Beda dengan jujur, orang jujur itu dalam perbuatan dan perhitungan pada waktu itu, tidak ada salahnya, tetapi orang tulus itu sampai angan2 dan masa depan tidak ada rencana jahat.
Tulus itu baik dalam sikap, kata2, dalam tindakan (tidak seperti billiard, mengarah ke sana tetapi sebetulnya ia mengarah pada sasaran yang lain, itu tidak tulus).
Dalam dunia ada senyum diplomat, manis, di muka baik, se-olah2 jujur dan tulus, tetapi dalamnya, siapa tahu?Kalau perlu orang2 yang lihai ini bisa memberi hadiah tetapi sebagai umpan untuk bisa mengarahkan pada maksud2 yang tersembunyi. Menerima apa2 dari orang yang tidak tulus, itu seperti menerima umpan; orang yang tidak tulus itu selalu penuh dengan tanda tanya, tiba2 dalam kantongnya ada senjata untuk menikamnya.
Dalam dunia yang fair dan yangpaling baik adalah win win (sama2 untung), tetapi inipun bisa berubah, hati2.
Memang dasar dari semua tabiat ilahi itu kesucian dan kasih seperti tabiat Allah, sumbernya semua tabiat hidup baru.

II. MENGAPA TUHAN BERKENAN AKAN SIKAP YANG TULUS?

Ini adalah sifat ilahi yang harus tumbuh dalam hidup orang2 yang sudah lahir baru. Orang yang tulus itu berkenan pada Tuhan. Kita harus tulus kepada Tuhan dan kepada manusia. Memang orang yang tulus itu bisa dimakan oleh serigala dan singa, sebab itu selain tulus kita harus cerdik seperti ular, tidak kalah pintar dengan ular tetapi tetap tulus seperti burung merpati Mat 10:16. Orang2 yang jahat itu seringkali cerdik atau lihai (cerdik yang jahat) seperti ular dan tidak tulus dan jelek seperti ular, juga penuh tipu daya dan maksud2 yang jahat seperti Achitofel, Absalom, Yudas dll. Biasanya kalau seorang sudah ingin perkara2 jahat, maka ia kehilangan ketulusannya, sebab ingin perkara2 yang jahat itu penuh dengan dusta dan siasat2 jahat.
Ayub mempertahankan ketulusannya, ia tidak mau kehilangan Ay 27:5 di hadapan Allah.
Saul yang dahulu tulus, sesudah iri jadi tidak tulus lagi, juga Yudas, Gehazi dll, mereka kehilangan ketulusannya dan mulai penuh dengan siasat, dusta dan tipu daya.
Yusuf yang tetap tulus sampai mati sebab tidak mau menajiskan hati dan angan2nya di hadapan Tuhan dan semua orang lain.
Jangan jadi orang yang tidak berkenan pada Tuhan. Belajar takut akan Dia dan jalan dengan Tuhan. Tuhan yang akan menanggung segala resiko berjalan dengan tulus, asal kita belajar dipimpin Roh, termasuk juga cerdik dan tulus seperti Mat 10:16. Untuk hidup berkenan pada Tuhan, kita tidak bisa hidup setengah2, harus dengan segenap hati taat akan Firman Tuhan. Kita harus tinggal dalam Kristus seperti carang dalam pokok, bukan setengah atau hanya sebentar2. Seluruh sifat2 ilahi membutuhkan syarat seperti ini, yaitu tinggal di dalam Kristus dan itu termasuk hidup dalam kesucian, pikul salib, tekun dalam doa (dalam Roh dan kebenaran), dalam Firman Tuhan, dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan terus menerus seperti ligabis dan bukan seperti ligabo.

III. ANGAN-ANGAN ORANG TULUS

Selain dalam perbuatan dan hatinya tidak ada dosa juga angan2nya bersih, tidak ada rencana jahat, termasuk juga kepada orang2 jahat dan musuhnya; seperti Kristus, sekalipun ia menghadapi orang jahat, ia berharap orang itu bertobat dan diselamatkan, sebab mengasihi musuh Mat 5:44. Sebab angan2nya bersih, maka meskipun ada kesempatan, ia tidak berbuat apa2 bagi orang2 yang sudah menjahatinya.
Yusuf sekalipun menderita begitu banyak dari saudara2nya dan isteri Potifar (pasti juga ada orang2 jahat lainnya) tetapi ia tidak mempunyai pembalasan atau rencana jahat dalam angan2nya sehingga meskipun ia mempunyai banyak kesempatan, tidak dipakainya, tidak timbul hal2 jahat. Juga Yusuf tunangan Maria merasa dikhianati calon isterinya Mat 1:19, tetapi tidak ada rencana pembalasan apapun. Lain dengan Absalom tampaknya tidak ada rencana jahat, ia nampak tenang2 saja, tetapi makan dalam. Sesudah semua lupa, ia mencari kesempatan dan alasan yang tepat, lalu membalas dendam yang tidak tampak ini. Sebab itu orang tulus tetap harus hati2 akan orang jahat yang tidak bertobat, tetapi tidak ada rencana balas dendam. Bersandar pada Tuhan dan taat akan pimpinanNya, maka Tuhan sanggup memeliharanya asal terus dipimpin Roh.
Tuhan bisa melihat angan2 orang jahat. Sebab itu Tuhan berkenan akan orang2 yang tulus ini.

IV. DALAM PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS

Seharusnya persekutuan tubuh Kristus terdiri dari dari orang2 yang suci dan penuh kasih Kristus seperti Kristus 1Yoh 1:7, sehingga bisa bersekutu dengan manis seperti Maz 133:1-3 luar biasa indahnya dan besar faedahnya.
Ini akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa, kekuatan masing2 bisa naik sampai 10,100 kali Imm 26:8 bahkan sampai 1000x Yus 23:10 sehingga Gereja bisa masuk dalam tingkat2 yang sangat tinggi sampai sempurna.
Tetapi harus diingat bahwa selagi hidup di dunia, keadaan bisa berubah seperti Yudas dari murid menjadi pengkhianat. Ini akan terjadi di-mana2, apalagi pada akhir zaman akan ada banyakkejatuhan. Meskipun kita tidak mengharapkan tetapi ini juga ada dalam Gereja dan dalam persekutuan tubuh Kristus. Sekarang hal ini seringkali masih tertutup, tidak kentara kecuali oleh orang2 yang dipimpin Roh dan mengerti. Tetapi pada akhir zaman, menjelang Minggu ke-70 Daniel akan terjadi:

  1. Perpecahan dalam tubuh Kristus, sehingga yang murni dan suci akan tercerai dari yang tidak tulus, sehingga kelihatan bedanya 1Kor 11:19. Yang tidak setia, tidak tulus akan ikut Gereja jalan lebar, tetapi yang tulus, dipimpin Roh akan tetap dalam Gereja jalan sempit. Kadang2 hal ini mengagetkan, seperti murid2 tidak bisa mengira kalau Yudas menjadi pengkhianat. Sebagian bisa dilihat dari hidupnya yang undur dan mendua, tetapi hati2, orang ini masih bisa bertobat kembali (kita mengharapkan sampai dalam angan2 kita, dan berdoa, minta pimpinan Roh Kudus untuk menolongnya ia kembali bertobat dan keluar dari api kebinasaan Yud 23). Beda kesucian dan dosa dalam dunia dan Gereja Tuhan akan makin melebar, juga antara Gereja2 jalan lebar dan jalan sempit, meskipun masih ada Elia, Elisa di Gereja2 jalan lebar dan dilawat Tuhan dengan heran tetapi itu tetap Gereja yang salah yang akhirnya akan jatuh semua dalam tangan Antikris.
  2. Dalam Minggu ke-70 Daniel, Gereja akanmengalami baptisan api Mat 3:12, waktu api itu mulai menyala dalam Gereja 1Pet 4:17, hukum yang keras berlaku 2Kor 10:6, maka Tuhan sendiri akan membersihkan “Yudas2” dari persekutuan GerejaNya yang akan masuk dalam kesempurnaan rencana Allah. Akan timbul kasus2 seperti Ananias dan Safira, ditampi dengan keras,dan yang undur seperti Yudas, Gehazi akan mati di tempat, sehingga dalam Hujan akhir ini Gereja betul2 dimurnikan, disucikan dan persekutuan tubuh Kristus akan tumbuh dengan cepat dengan orang2 tulus, suci, kasih yang meningkat terus sehingga keluar 144.000 orang sempurna lalu terjadi pengangkatan.

V. FAEDAH HIDUP TULUS DI HADAPAN TUHAN

  1. Mula2 tidak jelas beda yang tulus dan tidak. Seringkali orang terpengaruh oleh kemuliaan dan kesukaan dosa yang sesaat sehingga tidak tertarik pada hidup yang tulus. Memang kepujian kita dari Tuhan, bukan dari manusia Rom 2:29. Justru orang yang tulus itu tidak ingin dipuji, tetap rendah hati dan tidak mengangkat diri seperti Yusuf anak Yacob, mula2 hidupnya biasa2 saja. Juga Yusuf dan Maria ini orang2 pilihan Allah yang dipilih Allah sendiri tetapi banyak orang tidak mengenalnya, bahkan mereka hanya mengenalnya sebagai tukang kayu yang biasa saja. (Mana mungkin dari Nazaret, dari tukang kayu keluar perkara2 besar Mat 13:54-57, Yoh 1:46). Juga Yusuf, Daud, Daniel mula2 tidak tampak apa2. Tetapi makin lama akan makin nyata bedanya hidup yang tulus dan tidak, yang bengkok dan terbalik akan nyata Ams 10:19. Tumbuhlah terus sebagai orang yang tulus di hadapan Tuhan.
  2. Ini ril jalan Tuhan, yaitu tulus, suci, jalan sempit, pikul salib. Kalau kita terus disini, kita akan masuk dalam penamatan rencana Allah, ikut dalam pengangkatan atau menjadi sempurna. Orang2 ini juga akan mengalami Hujan akhir, sebab Hujan akhir itu untuk orang2 yang tulus, yang melebihi batas minimum. Ul 11:14. Mayang gandum yang sudah mulai tampak akan disempurnakan dalam Hujan akhir. (Hujan awal itu menumbuhkan Gereja mula2, tetapi Hujan akhir menyempurnakannya. Orang2 yang tulus juga akan mengalami baptisan api yaitu pengolahan khusus akhir zaman Mat 3:11, Luk 12:49. Untuk meningkatkan kepada kesempurnaan.
  3. Terpelihara jasmani dan rohani apalagi di akhir zaman mencari nafkah itu betul2 makin sulit (sebab dosa meningkat sampai puncak2nya Wah 22:11. Orang tidak ragu2 untuk menipu, bersiasat bahkan membunuh untuk dapat uang, sehingga makin sulit mencari nafkah). Sebab itu keahlian dan kekuatan, kecerdikan manusia bersaing habis2an tetapi orang yang tulus dan benar justru dipelihara Tuhan bukan karena cerdik, berani, lihai, tetapi sebab Tuhan yang memberi berkatNya dan itu pasti sampai. Maz 17:11.Jangan kuatir. Apalagi Gereja akhir zaman sebelum pengangkatan, Tuhan pelihara, tetapi bukan dengan banyak siasat dan pengumpulan dana yang pintar, tetapi dengan berkat Tuhan. Juga berkat2 rohani akan limpah, segala karunia, buah Roh, jabatan2 dan macam2 cara (jalan Tuhan) akan dilimpahkan pada orang yang tulus dan berkenan kepada Tuhan.
    Baik sekarang, baik akhir zaman, kapan saja Allah akan sanggup memberi segala fasilitas jasmani rohani yang diberikan dengan kelimpahan dan memelihara umatNya yang tulus dari segala bahaya Maz 64:5; 41:13.

VI. BAGAIMANA BISA MASUK DAN TUMBUH DALAM KETULUSAN?

  1. Yoh 15:5. Carang lekat pada Pokok. Ini mutlak perlu untuk semua tabiat baru. Sesudah lahir baru, tetap hidup suci di jalan sempit, pikul salib, dipimpin Roh, tekun dalam doa, Firman Tuhan, ibadah, persekutuan, pelayanan, terus tumbuh di dalam Kristus, istimewa tumbuh di dalam pencobaan dan kesulitan. Kesimpulan dari semua ini adalah hidup dipimpin Roh, berjalan dengan Tuhan seperti Nuh Kej 6:9, Henokh Kej 5:22-24, seperti Musa, Elia, Rasul2 Ef 5:17, Rom 8:14.
  2. Melebihi batas minimum akhir zaman. Sebab itu Tuhan menyuruh kita ber-jaga2, sebab ligabo (ligabis bodoh) akan tertinggal, hanya ligabis (ligabis bijak) yang diangkat. Ini berarti ligabo ada di bawah minimum. Harus bisa lulus dalam baptisan api dan masa hukuman rumah Allah sehingga tetap hidup sebagai ligabis. Ingat kita dididik seperti pasukan khusus untuk menghadapi akhir zaman yang pasti bertambah berat (pasukan khusus belum tentu menghadapi sama seperti latihannya, tetapi Gereja pasti mengalami akhir zaman yang dahsyat, sebab sudah dinubuatkan Allah, apalagi waktu iblis dilempar dari Surga dan marah besar jatuh di dunia Wah 12:12.
  3. Jangan sampai jatuh, tetapi tumbuh. Hidup itu indah, kita bisa tumbuh terus sampai puncak2nya, tetapi juga harus diingat, masih ada godaan dan serangan2 iblis, sebab itu kita harus selalu tinggal dengan tulus dan benar, jangan beri tempat atau kesempatan pada iblis supaya jangan jatuh dalam pikiran dan angan2 sehingga tidak lagi jadi orang tulus di hadapan Allah. Jangan kuatir akan kejatuhan tetapi kita harus tahu dan ber-jaga2 sebab ada kemungkinan ini. Tetapi kalau kita mau, tetap pada putusan yang betul, Tuhan yang maha kuasa sanggup membimbing dan menuntun kita, sekalipun di muka mata ular, Dia sanggup memimpin kita sampai sempurna. (Dalam 3,5 tahun II kita akan jauh dari mata atau wajah ular Wah 12:14, sebab sudah di Surga, sudah selesai peperangan kita. Tetapi waktu di dunia (sebelum pengangkatan) kita masih di dunia, masih perang, kita masih ber-hadap2an dengan ular, di muka mata atau wajahnya). Jangan takut, dengan Tuhan pasti menang 1Yoh 4:4, Rom 8:31. Sebab Tuhan adalah Perisai orang tulus Ams 2:7. Sekalipun dalam kegelapan yang bagaimanapun, akan terbit terang bagi orang tulus Maz 112:4. Orang yang tulus dengan Tuhan akan menang dan mendiami bumi ini, lebih2 dalam Kerajaan 1000 tahun Ams 2:21.

KESIMPULAN

Dengan belajar ketulusan, kita bisa tahu lebih lengkap bagaimana tabiat yang tulus itu meskipun tulus itu bagian dari suci, suci itu termasuk juga tulus. Ingat 4 bagian definisi orang tulus dan pelihara ketulusan di hadapan Allah dan manusia (dunia juga ada orang tulus, tetapi tetap tidak masuk Surga sebab tulusnya hanya sebagian dan tetap hamba dosa, tetapi kalau ia percaya Tuhan Yesus, dosa2nya dihapuskan dan ia akan bisa tulus dalam semua segi hidup sampai angan2nya). Hidup tulus dalam dunia ini tidak mudah, sebab akan dimakan habis oleh orang2 jahat. Biasanya bagi orang dunia,untuk bisa bertahan di dalam dunia yang penuh kejahatan, maka jahat harus dilawan dengan jahat, supaya sama2 bisa bertahan. Kadang2 untuk mengalahkan orang jahat, orang memakai orang jahat supaya bisa menang, tetapi Tuhan justru memakai orang2 yang kanak2 dalam kejahatan. Dia yang akan membela dan menguatkan kanak2 dalam menghadapi kejahatan 1Kor 14:20. Orang yang tulus itu seperti kanak2 dalam kejahatan dan kanak2 biasanya akan selalu kalah dan dimakan orang jahat. Tetapi di dalam Tuhan, justru kanak2 dalamkejahatan ini berharap dan bersandar penuh pada Tuhan, mau dipimpin penuh oleh Roh Kudus, justru dengan cara ini kita akan menang besar melawan kejahatan bahkan yang paling jahatpun. Orang beriman menang bukan karena pengalaman dan kelihaiannya (seperti yang dikira Nebukadnezar yang jadi sombong Dan 4:30) tetapi justru sebab merasa dirinya seperti kanak2 yang tidak sanggup jalan sendiri seperti Musa Kel 33:15. Musa orang pintar, terdidik khusus di istana, punya pengalaman duniawi dan rohani yang hebat, sudah ber-cakap2 muka dengan muka dengan Tuhan, tetapi ia tidak berani jalan sendiri seperti anak kecil, tetapi justru ini rahasia kekuatan dan kemenangan Musa, jadi kanak2 dalam kejahatan. Orang tulus itu seperti kanak2 dalam kejahatan dan bersandar, berharap penuh pada Tuhan dan dipimpin penuh oleh Roh Kudus. Gal 2:19-20. Sebab itu orang tulus harus jalan dengan Tuhan, dipimpin Roh, baru ia bisa menghadapi segala kejahatan dunia yang makin meningkat ini, karena dipimpin Roh ia menjadi cerdik seperti ular, sebab Roh Kudus lebih cerdik dari ulardan mengalahkan segala dosa dan tipu daya kejahatan dalam dunia dan diantara umat Tuhan. Israel dalam pimpinan Yerobeam dan raja2 berikutnya itu umat Tuhan tetapi hidup keji melawan Tuhan.
Orang yang tulus dan orang yang bengkok, pasti akan ketahuan dan orang yang tulus hidupnya mempunyai kepastian hidup yang indah. Tetaplah tulus dari permulaan sampai akhir, maka kita akan disertai Roh Kudus dalam ril Tuhan dan hidup ini akan penuh sukacita Maz 32:12; 64:11; 97:11 sampai akhir yang indah Maz 37:37 dan ber-bunga2 Ams 14:11.

Nyanyian:

O Tuhan saya ingin s’perti Engkau
Baik berpikir, baik berkata