Stand 5: NAFKAH

I. DEFINISI:

Nafkah adalah bekerja untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

I.A. NAFKAH ORANG DUNIA.

Kejadian 3:19 Maka dengan berpeluh mukamu engkau akan makan rezekimu sehingga engkau kembali pula kepada tanah, karena dari padanya engkau telah diambil; bahwa abulah adamu, maka kepada abupun engkau akan kembali juga. (TL)

Semua orang yaitu keturunan Adam mendapatkan nafkahnya dengan berkeringat. Keringat berarti usaha atau jerih payahnya. Hasil keringat ini sesuai dengan kemampuannya masing-masing, misalnya tergantung dari pendidikannya, dari tabiatnya malas atau rajin, bertanggungjawab, bisa dipercaya,  berprestasi dsb. Sebab itu masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan kemampuannya. Beberapa banyak berhasil karena mereka rajin dan tekun, beberapa lagi mendapat dengan cara-cara yang jahat misalnya menipu, merampas dan lain-lain atau dengan kuasa gelap.

I.B. NAFKAH ORANG BERIMAN

Berbeda dengan nafkah orang berdosa, sebab selain dengan keringatnya, Bapa Surgawi juga memberkatinya.

Matius 6:11 Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. (TL)

Bahkan Tuhan berjanji memelihara orang beriman yang taat seperti kembang di ladang dan burung di udara, sebab itu orang beriman tidak perlu kuatir. Bukan berarti tidak perlu bekerja dan bergumul, tetapi sambil bergumul dengan sungguh-sungguh, Tuhan juga menyertai orang2 benar sehingga hasilnya lebih dari hasil keringat saja, sebab Tuhan selalu menambahi hasil keringat orang2 benar.
Tambahan atau berkat dari Tuhan itu bisa sedikit atau banyak, tergantung dari beberapa faktor, dan Tuhan selalu adil!





II. BAGAIMANA MENCARI NAFKAH

A. BEKERJA
Kita harus bekerja sebaik mungkin, sebisa-bisanya; Jangan malas, jangan tanpa gairah, tetapi ngotot. Jangan lupa peringatan Tuhan untuk mereka yang tidak mau bekerja dan yang malas.
2Tes 3:10 Karena pada masa kami lagi beserta dengan kamu, berpesanlah kami kepadamu inilah: Jikalau barang seorang tiada mau bekerja, jangan ia makan. (TL)
Ams 6:6 Pergilah belajar kepada semut, hai pemalas; perhatikanlah kelakuannya dan jadilah bijaksana. (TL)
Paling sedikit orang bujang harus bisa mencukupi kebutuhannya sendiri dan orang yang berkeluarga harus mencukupi kebutuhan keluarganya dan untuk itu ia harus bergumul dengan bergairah.
B. HARAP PADA TUHAN
Untuk segala kebutuhannya, selain bekerja, sepatutnya orang-orang beriman juga berharap pada Tuhan, sebab kalau Tuhan memberi berkat dengan limpah, itu bisa melebihi hasil dari kemampuannya, sehingga ia bisa mendapat lebih banyak kesempatan untuk melakukan kehendak Tuhan dan mengumpulkan pahala yang kekal.

III. BAGAIMANA CARANYA MENDAPAT NAFKAH YANG CUKUP:

Kalau tahu caranya, tidak terlalu sukar, kita bisa mendapatkan nafkah yang cukup, sebab Tuhan sudah menyediakan tanpa batas bagi masing-masing kita.
1. Cara praktis mendapat berkat Tuhan.

a. Kemampuan jasmani harus ditingkatkan misalnya rajin, mahir, cerdik, bertanggungjawab dan lain-lain harus diperhatikan.

b. Cara-cara rohani. Ada banyak janji-janji Allah, pegang baik-baik, penuhi syaratnya, Tuhan pasti akan menggenapkan FirmanNya

2. Memperhatikan hidup rohani baik2 supaya dapat berkat Allah:

Tuhan bisa memberi berkatNya, lebih besar dari hasil kemampuan jasmani. Sebab itu jangan mengabaikan berkat Tuhan, jangan berjalan sendiri, tetapi senantiasa berjalan dengan Tuhan sehingga mendapat berkatNya dengan limpah sebagai fasilitas untuk hidup dan pelayanan.

a. Janji pemeliharaan Tuhan Mat 6:11, 31-33.

Kita harus yakin akan janji Tuhan ini, jangan bekerja dengan ragu-ragu, sebab ragu-ragu berarti tidak mempunyai iman Yak 1:6-7. Orang yang bimbang tidak akan mendapat pertolongan dari Tuhan, ia bisa jatuh dalam persungut-sungutan, bisa kecewa dengan Tuhan dan mungkin meninggalkan Tuhan.

b. Mendahulukan kerajaan Surga dan kebenaranNya. Mat 6:33.

Mendahulukan kerajaan Surga berarti memperhatikan hidup rohani lebih daripada hidup jasmani, juga pelayanan jiwa-jiwa, Firman Tuhan, tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, ibadah, persekutuan, pikul salib, hidup benar sampai di dalam hati, perbuatan dst. Ini harus dilakukan baik-baik, harus mendapat prioritas utama dalam hidupnya, dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh, maka segala kebutuhan kita akan ditambahkan oleh Tuhan kepada kita.

c. Dipihak Tuhan senantiasa.

Kalau kita tidak di pihak Tuhan, itu berarti melawan Tuhan, tidak ada posisi yang netral. Tuhan tidak bisa memberkati orang yang melawannya! Tetapi kalau kita tinggal selalu dipihak Tuhan dalam kesucian itu paling aman, sejahtera, bebas kuatir. Tuhan akan menolong sampai janji-janjiNya nyata dalam hidup kita. Pasti cukup, kecuali waktu ujian seperti Ayub, atau ada maksud-maksud lain dari Tuhan.

IV. BOLEHKAH MENCARI NAFKAH SEBANYAK-BANYAKNYA ?

Orang yang cinta uang dan suka bekerja akan menjadi gila kerja supaya cepat kaya, tetapi ini tidak berkenan pada Tuhan. Orang yang gila kerja, akan terus lembur  menghabiskan semua waktunya untuk mencari uang, sehingga tidak ada waktu lagi untuk ibadah, saat teduh dll. Hari Minggu juga dipakai untuk bekerja. Untuk pelayanan dan perkara-perkara rohani sudah tidak ada waktu lagi. Orang ini belum tentu menjadi kaya, kalau toh menjadi kaya, susah masuk Surga sebab bercintakan uang tahu-tahu sudah di Neraka.
Kita boleh mencari nafkah se-banyak2nya dengan syarat:

  1. Bukan karena cinta uang tetapi sebagai perlengkapan untuk hidup bagi Kristus. Lebih banyak fasilitas atau perlengkapan untuk orang-orang suci itu biasanya lebih baik.
  2. Dalam terang dan halal, bukan dengan cara haram/ dosa.
  3. Rohani tidak dikorbankan.

Jangan mengorbankan rohani, misalnya mengorbankan saat teduh, doa, baca Firman Tuhan, ibadah, pelayanan dsb. Juga jangan mengorbankan kesucian, misalnya dengan berdusta, menipu, melakukan hal-hal yang asusila, menjual diri, menuruti kehendak bos atau langganan yang melanggar Firman Tuhan dll. Pelihara hati tetap dalam kesucian dan  sejahtera dan penuh gairah akan Tuhan, selalu dipimpin Roh, sehingga rohani tetap terpelihara, tumbuh dan berbuah-buah.
Jangan lupa keluarga juga harus kita beri waktu, sebab ini juga termasuk kebutuhan dan pelayanan.

KESIMPULAN

  1. Nafkah orang beriman itu berasal dari keringat dan berkat Tuhan, sebab itu orang beriman harus tetap bekerja sungguh-sungguh, tetapi dengan berharap pada Tuhan dan selalu berada dalam pimpinanNya supaya berkat dari Tuhan turun ke atasnya.
  2. Berkat dari Tuhan itu bisa sedikit, bisa sangat banyak sampai berlipat-lipat kali lebih banyak dari hasil keringat, seolah-olah sudah tidak perlu lagi bekerja dengan keringat (meskipun sesungguhnya tetap perlu bekerja 2Tes 3:10). Kita harus mengerti hal ini supaya tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi selalu berharap pada Tuhan.
  3. Sekalipun dalam masa-masa yang sulit, kita tidak perlu kuatir Tuhan tetap bisa memberkati dengan cukup bahkan limpah. Percayalah!