Stand 4: KAYA

Yer 27:5


Mat 19:23-24 Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa sukarlah seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan surga. Dan lagi pula Aku berkata kepadamu: Lebih mudahlah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah.” (TL)









I. DEFINISI UMUM:

Kaya = mempunyai uang atau harta jauh lebih banyak dari kebutuhannya.

II. DEFINISI ROHANI: ADA TIGA MACAM ORANG KAYA

Menurut 1Sam 2:6 kaya miskin ditentukan Allah. Manusia boleh berusaha, tetapi yang menentukan adalah Allah. Sekalipun orang kafir dan hidupnya di dalam dosa, bahkan mereka yang memakai cara-cara occultisme (minta kepada iblis), itu juga ditentukan oleh Allah. Sekalipun iblis memberi harta atau kemenangan, kalau Tuhan menentukan ia miskin, kalah atau gagal, maka itulah yang terjadi. Misalnya Nebukadnezar, seorang raja kafir, ia menang, menjadi kaya dan populer sebab memang hal itu diberikan Allah kepadanya 2Raj 19:25.
Dari pihak Allah, kita tahu bahwa semua ditentukan oleh Allah. Tetapi dari pihak manusia kita melihat ada 3 macam orang kaya, yaitu:

  1. Kaya dari dirinya sendiri, yaitu mereka yang berusaha mengumpulkan uang dengan memakai kekuatannya sendiri, sehingga mereka menjadi kaya karena pintar, karena tekun bekerja, karena punya kemampuan lebih, karena dapat warisan orang tua, karena punya modal dsb. Ini orang-orang berdosa yang menjadi kaya dari dirinya sendiri, mereka biasanya tidak tahu bahwa semua itu juga diberkan oleh Allah kepadanya Mat 5:45. Sekalipun mereka bukan anak-anak Allah, tetapi ada hubungannya dengan rencana Allah bagi umat Tuhan atau bagi mereka sendiri.
  2. Kaya dari iblis, yaitu dengan jalan dosa, menghalalkan segala cara, juga yang haram atau dengan occultisme. Ini didapatkan dengan minta kepada iblis atau setan-setan dan tentu ada harga yang harus dibayarnya (wedal) yaitu ikatan iblis untuk masuk ke dalam Neraka. Ini juga kaya dari orang berdosa yang tidak sadar, bahwa meskipun mereka minta kepada iblis, Allah masih memberikannya, sebab kalau Allah mencegah maka sekalipun iblis mau memberi, mereka akan gagal dan tidak akan menjadi kaya.
  3. Kaya dari Tuhan, yaitu karena Tuhan memberkati pekerjaannya. Kaya adalah fasilitas yang diberikan Allah pada orang beriman yang memenuhi syarat-syaratNya, supaya mereka makin tumbuh rohaninya dan makin limpah berbuah-buah untuk kekal. Biasanya orang-orang beriman ini tahu dari Firman Tuhan dan dari kenyataannya bahwa Tuhanlah yang membuat mereka menjadi kaya. Misalnya Yacob yang sudah bekerja habis-habisan, tetapi ditipu Laban sampai 10 kali, tetapi Tuhan merampas kembali berkat itu dari Laban dan diberkan kepada Yacob Kej 31:9,42. Yacob sadar betul, bahwa ia lari dari rumah orang tuanya dengan 1 tongkat saja dan kembali dengan dua pasukan besar Kej 32:10, semua itu dari Tuhan.

Kaya dari Tuhan itu sangat berbeda dengan semua yang lain, sebab itu kaya seperti ini tidak berbahaya dan Tuhan pasti memberikannya kalau kita memenuhi syarat2nya, siapa saja.

III. BAHAYA DARI KEKAYAAN.

Orang dunia: tidak ada bahayanya, sebab itu semua mau menjadi kaya.
Firman Tuhan berkata: Bahayanya adalah Susah masuk Surga, Mat 19:23-24. (Bacalah ayatnya pada permulaan BAB ini). Lebih mudah seekor unta masuk dalam lubang jarum (ini mustahil) daripada orang kaya (menjadi kaya bukan dari Allah) masuk ke dalam Kerajaan Surga. Begitu sulitnya sampai murid-murid tercengang-cengang keheran-heranan.

Mat 19:25 Setelah didengar oleh murid-murid itu yang demikian, tercenganglah mereka itu amat sangat, lalu katanya, “Kalau begitu, siapakah akan beroleh selamat?”(TL)

Mengapa begitu? Sebab:

  1. Kena racun uang. Orang yang cinta uang itu pikirannya hanya mempunyai satu prinsip yaitu hidup untuk menjadi kaya, bagaimanapun juga, pokoknya menjadi kaya, selalu berusaha untuk mendapat uang, menghalalkan segala cara, supaya tetap atau makin kaya.

Kalau menjadi kaya tetapi tidak cinta uang ->  bahayanya sedikit sampai nol. Ini kaya dari Tuhan yaitu berusaha dengan jujur. Orang seperti ini berhasil atau tidak, mereka bisa berpada, tidak mau menghalalkan segala cara.

2. Cenderung berbuat banyak dosa.

Uang berarti kesempatan berbuat dosa. Manusia itu daging, artinya suka hidup berbuat dosa Maz 78:39, Yoh 3:19. Sebab itu kalau manusia menjadi makin kaya, ia akan cenderung makin banyak berbuat dosa

3.Tidak merasa membutuh Tuhan, sebab merasa sudah cukup segala-galanya.

4. Menjadi sombong, merasa dirinya berhasil, sukses, apalagi kalau dipuji-puji orang banyak, seringkali juga menghinakan orang miskin.

IV. BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENJADI KAYA?

Kaya + rohani bisa campur?
Orang yang lahir baru bisa menjadi kaya, tanpa cinta uang. Misalnya Ayub yang bisa menjadi sangat kaya, bahkan paling kaya di negeri Uz (Ay 1:3) dan tetap rohani sehingga dipuji oleh Tuhan Ay 1:8. Ini terbukti waktu Ayub diuji, ia tetap rohani, tidak berbuat berdosa, juga dengan mulutnya ia tidak berdosa. Sebab itu ia  lulus dan diperkenan Tuhan, maka Tuhan memberkatinya menjadi dua kali lebih kaya dari semula.
Jadi orang beriman boleh menjadi kaya, asal kaya dari Tuhan dan Tuhan akan memberikannya kalau ia sudah memenuhi syarat-syaratnya, yaitu:

1. Jangan ingin menjadi kaya (Ams 23:4).

Bagi orang dunia kaya berarti bahagia, bisa menuruti segala keinginan daging dan hatinya. Sebab itu semua orang berdosa ingin menjadi kaya. Justru orang yang ingin menjadi kaya itu tidak bisa menjadi kaya dari Tuhan, sebab Tuhan tidak akan memberkati orang yang cinta uang (= ingin kaya).

2.Jangan cinta uang. Orang yang cinta uang akan mengejar uang, uang menjadi tujuan hidupnya. Segala cara ditempuh, halal atau haram (asal tidak ditangkap polisi, kalau perlu disuap), pokoknya ia harus menjadi kaya. Orang seperti ini  tidak bisa kaya dari Tuhan. Tidak mungkin Tuhan membuat orang yang cinta uang menjadi kaya, itu akan lebih cepat membinasakannya.

3.Tahu apa maksudnya menjadi kaya. Bagi  orang beriman, kekayaan itu adalah fasilitas yang bisa dipakai untuk menumbuhkan rohani dan berbuah2.

Kaya jasmani yang aman itu harus disertai kaya rohani yaitu kesucian, ketaatan, kasih ilahi, hidup seperti Kristus, memenangkan jiwa, karunia Rohani, dll.

4.Kaya dari Tuhan lewat jalan halal, 1Yoh 1:5. Di dalam Tuhan tidak ada kegelapan, semua terang, tidak ada dosa. Kaya dari Tuhan harus ditempuh melalui jalan yang betul, jujur, halal, terang dan tidak menjadi batu sontohan. Tuhan bisa memberkati siapa saja, melalui jalan apa saja. Misalnya melalui berjualan jeruk Bali atau bekerja sebagai tukang parkir, Tuhan bisa membuatnya menjadi kaya raya! Tuhan sanggup membuat kaya melalui jalan apapun jua, juga melalui jalan-jalan mujizat (seperti Israel bangsa budak yang miskin, tahu-tahu menjadi kaya raya waktu keluar dari Mesir, sebab Tuhan memberi mereka banyak harta dengan menjamah hati orang Mesir). Jangan kuatir, Tuhan sanggup, asal kita memenuhi syarat-syaratnya.

5. Tidak mengorbankan rohani. Kalau seorang menjadi  kaya dari Tuhan, semakin kaya ia akan menjadi  makin suci, makin rohani, makin cinta Tuhan, makin banyak waktu untuk Tuhan dan berbuah-buah makin lebat. Ini berarti daya beban menanggung uangnya besar (BAB 9).

6. Tidak berubah setia jika menjadi kaya, sampai akhir hidup.

1Tim 6:19 sambil membubuh bagi dirinya alas yang baik hingga kepada masa yang akan datang, supaya mereka itu mencapai hidup yang sungguh itu. (TL)

Kalau ke-6 syarat ini dipenuhi, Tuhan akan membuatnya menjadi kaya. Tuhan ingin dan Tuhan sanggup membuat orang-orang suci menjadi kaya, sebab makin kaya, orang suci bisa memakai uangnya sebagai fasilitas untuk makin bertumbuh dan berbuah-buah jiwa untuk kerajaan Surga!

V. KAPAN SEORANG DIJADIKAN KAYA OLEH TUHAN?

Syarat-syaratnya harus dipenuhi dan biasanya untuk itu diperlukan waktu cukup panjang untuk melatih dan mengolah sampai orang itu kuat menanggung “beban kaya” misalnya Yusuf dilatih kurang lebih 21 tahun dan Daud kurang lebih 13 tahun.
Bila seorang kaya dari diri sendiri lalu percaya dan bertobat, maka ia juga akan diolah, disucikan sehingga kekayaan bukan lagi menjadi tujuan hidupnya tapi sekarang menjadi fasilitas.
Bila orang yang kaya dari iblis bertobat, biasanya kekayaan yang dari iblis yang tidak halal, itu didisiplinkan dan diproses oleh Tuhan, kadang-kadang sampai habis, sampai akhirnya bersih dari segala hasil kejahatannya.
Jadi biasanya orang itu diolah lebih dahulu sampai kuat menanggung beban uang. Juga orang yang waktu bertobat sudah kaya bukan dari Tuhan, biasanya diproses sampai menjadi bersih, sesuai dengan banyaknya kejahatannya.

VI. MANA YANG BETUL, ROHANI LEBIH DAHULU ATAU KAYA LEBIH DAHULU ?

Untuk kaya dari Tuhan haruslah rohani lebih dahulu baru kaya, sehingga waktu kaya, kekayaannya tidak membuatnya makin sulit ke Surga, tetapi tetap menjadi fasilitas untuk makin tumbuh dan berbuah-buah. Sebab itu anak-anak yang lahir dari orang tua yang rohani dan kaya, harus dididik baik-baik untuk juga menjadi rohani, jangan seperti anak-anak Ayub dan Daud yang lahir sudah kaya dan biasanya mereka lebih sulit diolah sehingga menjadi tidak  rohani seperti Absalom, Adonia dan lain-lain.
Lebih untung lahir dalam kemiskinan baru menjadi kaya, ia sudah teruji dan ia mempunyai kekayaan dari Tuhan. Tetapi meskipun lahir dari orang tua yang kaya, kalau orang tuanya sungguh-sungguh memberi perhatian dan mendidik baik-baik, ia akan menjadi rohani dan kekayaan dari orang tua tidak menjadi bahaya baginya, tetapi ia bisa memakainya baik-baik untuk bertumbuh dan berbuah-buah. Jadi kaya dari orang tua itu belum tentu kaya dari Tuhan bagi si anak, kecuali anak itu menjadi rohani!
Kalau seorang menjadi kaya lebih dahulu, ia akan mudah terjerat dalam percintaan uang, sehingga makin kaya makin banyak dosanya dan makin jauh dari Tuhan, akhirnya masuk Neraka dan celaka kekal Mat 16:26.
Sebab itu jangan ingin kaya, tetapi ingin berkenan pada Tuhan lebih dahulu dan lebih daripada perkara-perkara lainnya.

VII. MENGAPA TIDAK SEMUA ORANG BERIMAN KAYA?

  1. Karena tidak mengerti (salah mengerti) Ams 10:21, bahwa Allah hendak memberi dan sanggup memberi kelimpahan Yoh 10:10b. Kalau tahu cara-cara dan syarat-syaratnya, ia bisa menjadi suci dan kaya pada waktunya.
  2. Sebab cinta uang dan uang menjadi berhala mammon. Ibr 13:5. Ingat Tuhan pasti tidak mau memberi orang yang menyembah berhala.
  3. Tidak semua orang beriman sungguh-sungguh hidup baru, sebab itu kalau cara hidupnya seperti orang dunia, maka  Tuhan tidak bisa memberi berkat kepadanya.
  4. Karena cara kerja orang beriman ini ada yang halal dan ada yang campuran. Dosa-dosa dalam campuran ini menegahkan Allah untuk membuatnya kaya dari Tuhan. Tetapi orang yang sepenuhnya memakai cara-cara terang, halal, dan memenuhi syarat-syarat lain, akan mudah menjadi kaya dari Tuhan.
  5. Belum tahan menanggung beban uang. (BAB 9). Ini perlu kekuatan rohani, pengertian Firman Tuhan istimewa tentang uang dan kemauan atau ketaatan yang tulus. Ingat Solaiman mula-mula taat dan kuat menanggung beban uang, tetapi sebab dosa-dosanya, Roh Kudus mening-galkannya sehingga ia tidak lagi kuat menanggung beban uang dan memakai uangnya untuk menuruti hawa nafsunya sampai rusak semuanya.
  6. Tidak dapat memakai haknya Luk 15:31, sebab tidak mengerti dan tidak percaya akan Firman Tuhan. Orang seperti ini tetap tulus tetapi menderita sebab kebodohan dan tidak mempunyai iman.

Ajaran kemakmuran itu racunnya adalah menyuburkan cinta uang. Ini justru harus matikan Ibr 13:5.

VIII. KELEBIHAN ORANG SUCI YANG KAYA.

1. Mendapat kesempatan lebih besar.

1Tim 6:17 Pesankanlah kepada segala orang yang kaya di dalam alam ini, supaya jangan mereka itu tinggi hati, dan jangan harap kepada kekayaan yang tiada tetap itu, melainkan kepada Allah, yang mengaruniai kita segala sesuatu dengan limpahnya bagi menggunakan sekaliannya, (TL)

Kesempatan yang limpah itu misalnya:

A. Waktu. Dengan uang kita bisa lebih leluasa menebus waktu (Efs 5:16 KJV). Misalnya tanpa pembantu, hampir sepanjang hari ibu-ibu habis waktunya untuk mengurus rumah tangganya. Tetapi dengan mengeluarkan sejumlah uang, ia mempunyai waktu lebih banyak.

Kita memerlukan waktu untuk  bisa mencari hal-hal dari Atas (Kol 3:1-2), untuk tumbuh, memenangkan jiwa, bersekutu dengan Tuhan dan dengan tubuh Kristus.

B. Kesempatan lain juga membutuhkan uang, misalnya kesempatan untuk bisa hadir dalam ibadah perlu kendaraan, ongkos jalan dan lain-lain; kesempatan untuk bisa ikut dalam pelayanan, peralatan untuk mendengar video/ kaset dan lain-lain, sehingga tumbuh lebih cepat dan berbuah-buah lebih lebat.

2. Bisa tumbuh lebih cepat, itu berarti makin seperti Kristus, baik dalam tabiatnya, kesuciannya, imannya, kasihnya dsb. Juga tumbuh dalam berbagai-bagai kemampuannya, misalnya kesetiaannya, kerendahan hatinya, berjalan dalam Roh dan sebagainya.  Ini berarti hidupnya akan makin efisien, bisa melakukan kehendak Tuhan lebih banyak dan lebih besar. Misalnya kemampuan Musa itu jauh lebih besar daripada Yusak, apalagi pada waktu  Yusak mulai membantu Musa.
3. Makin lebat berbuah jiwa-jiwa bagi Kristus. Orang-orang suci bisa memakai uang untuk segala keperluan dan cara untuk memenangkan dan menumbuhkan jiwa-jiwa bagi Tuhan.
4. Menambah syukur, 2Kor 9:12.
Makin limpah uang yang diterima, makin banyak kebaikan yang dibuat sehingga makin banyak orang-orang mengucap syukur dan memuji-muji kebaikan dan kemurahan Tuhan lewat orang itu.

1Tim 6:18 dan supaya mereka itu berbuat baik, sehingga kaya dengan kebajikan, dan menaruh peri dermawan, dan gemar berberi-berian, (2Sam 7:18,19). (TL)

IX. KESIMPULAN

  1. Tidak semua orang Kristen yang menjadi kaya itu 100% dari Tuhan, bahkan ada yang memakai cara duniawi (campuran) tetapi mengaku berkat dari Tuhan. Sebab itu pengaruhnya dalam hidup rohani tidak jelas.
  2. Allah tidak menentukan seorang menjadi kaya atau miskin, tergantung pengertian dan ketaatannya pada Firman Tuhan istimewa pengertian tentang keuangan.
  3. Orang Kristen tidak mungkin kekurangan atau miskin, minimum cukup, bahkan bisa menjadi kaya asal hubungannya dengan Bapa baik sesuai dengan Firman Tuhan.
  4. Jangan ingin (ingin cepat) menjadi kaya dan cinta uang.
  5. Nomor satu suci (kaya Rohani), misalnya makin suci, makin taat, makin cinta pada Tuhan, maka Tuhan juga akan menambahkan semua fasilitas termasuk kaya dari Tuhan.