Stand 1: Uang dan Mammon

I. UANG DAN MAMMON

Uang itu netral, bisa menjadi jahat atau baik tergantung dari pemakainya.

Mammon itu sama artinya dengan uang atau harta, biasanya untuk hal2 yang negatif kita memakai istilah Mammon yang berasal dari kata aram yaitu Mamona.


II. MENGAPA KITA PERLU MEMPELAJARI MAMMON INI DALAM FIRMAN TUHAN DENGAN BETUL?

  1. Supaya kita memiliki pengertian yang benar berdasarkan Firman Tuhan sehingga tidak mudah tertipu oleh Mammon.
  2. Karena banyak orang beriman masih sulit membedakan antara cinta Tuhan dan cinta mammon (diterangkan di BAB 7. Cinta uang).
  3. Bagi manusia, mammon merupakan saingan utama dari Allah (Mat 6:24, Luk 16:13).
  4. Karena cinta akan mammon maka langkah selanjutnya mammon menjadi salah satu berhala yang disembah (Kol 3:5).
  5. Mammon akan dijadikan Meterai oleh iblis yaitu roh mammon pada zaman Antikris.
  6. Orang beriman yang cinta uang atau salah pakai, akan limpah dengan dosa, rohaninya rusak dan akhirnya binasa atau kalau masih hidup, akan tertinggal sebab tidak ikut pengangkatan.

III. MENGAPA IBLIS MEMILIH UANG/ MAMMON INI SBAGAI SALAH SATU SENJATA UTAMANYA?

  1. Karena cinta uang itu merupakan akar dan sumber segala kejahatan (1Tim 6:9-10), sebab itu orang yang cinta uang lebih berani menghalalkan segala cara asal dapat uang, sehingga hidupnya bergelimpangan dengan dosa dan rohaninya bantut atau rusak. Ia terus bertumbuh dalam dosa seperti iblis bapaknya.
  2. Semua orang di dunia sedikit banyak sudah cinta uang, ia tinggal melanjutkan dan membina sampai menjadi matang (jadi lebih memudahkan dan menyukseskan pekerjaan iblis).
  3. Mammon merupakan ujung tombak iblis yang tajam dan halus, sehingga roh mammon bisa masuk dengan tidak terasa.

Dikatakan sebagai ujung tombak yang halus (tidak terasa), karena:

  1. Semua segi hidup sudah dialiri oleh uang dan semua orang membutuhkan uang dan sudah akrab dengan uang.
  2. Dipakai setiap hari oleh semua lapisan masyarakat tanpa ada yang terkecuali. Dalam Gereja, dalam pelayanan dan orang beriman, semua juga memakainya.
  3. “Jinak” bisa disimpan di rumah dan ada di mana-mana.

Bandingkan kalau iblis memakai hal-hal lain sebagai senjata utamanya, misalnya: Membunuh, merampok, berzinah dsb, itu terlalu kasar, pasti orang beriman, bahkan orang biasapun tahu dan menolaknya.

IV. UANG ATAU MAMMON INI DAPAT MENJADI TUAN YANG BENGIS ATAU HAMBA YANG BERGUNA.

Mat 6:24 Tiada dapat seorang jua pun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon.” (TL)

A. MAMMON, SEBAGAI TUAN YANG BENGIS.

Orang seperti ini akan taat diperintah mammon, asal dapat uang, semua tindakan dilakukan. Ia sendiri tidak merasa diperintah oleh uang, sebab ia merasa itu adalah kehendaknya sendiri, tetapi sebetulnya itu kehendak yang timbul karena cinta uang, ini perhambaan mammon.

Ciri-ciri khas kalau uang menjadi tuan:

  1. Dosa semakin melimpah.
  2. Ibadah, doa, pelayanan berkurang sampai hilang, karena sibuk cari uang.
  3. Intinya selalu uang, asal dapat uang, segala sesuatu dinilai dengan uang.
  4. Kesucian, talenta, urapan dll hal dari Tuhan dikorbankan, karena cinta uang, ingin terus mendapat uang, tidak pernah puas Pkh 5:9.
  5. Dalam proses keluar masuk uang, ada kekuatan (pengaruh) yang mengaturnya, sehingga  tidak bisa dicegah oleh kehendak orang itu sendiri.                                                                                                                                                                           a. Uang masuk; Ia terus berusaha untuk mencarinya, bahkan dengan nekad, kalau perlu menghalalkan segala cara asal uang masuk. b. Uang keluar terus mengalir tidak bisa dikendalikan, ada suatu kekuatan yang mendorongnya, meskipun tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan dirinya sendiri, bahkan uangnya bisa mengalir ke tempat2 dosa.

B. UANG MENJADI HAMBA.

Orang seperti ini mau dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus sehingga sanggup memakai semua uangnya sesuai dengan Firman Tuhan, maka uangnya bisa menjadi hamba yang berguna, baik untuk hal-hal jasmani, juga untuk hal-hal rohani.

Ciri-ciri khas dari orang yang bisa menguasai uangnya adalah sbb:

  1. Ia bisa memakai uang sebagai fasilitas, baik untuk hal-hal jasmani dan rohani sehingga rohaninya  semakin tumbuh dan berbuah-buah.
  2. Sebab bisa memakai uang dengan baik, maka ia dipercayai oleh Allah jumlah uang yang makin besar, tetapi ia tetap taat bahkan makin diperkenan Tuhan.
  3. Uang yang dipakai dengan betul untuk Tuhan, ditransfer ke Surga sebagai harta yang kekal Mat 6:20. Uang yang fana bisa berubah menjadi harta yang kekal.
  4. Kalau uang menjadi hamba, itu berarti tidak cinta uang dan bisa hidup berpada.
  5. Bisa hidup dengan “senyap”, tidak ribut dan tidak menimbulkan problem karena uang (1Tim 4:11-12).
  6. Uang yang dipakai dengan baik bisa menghasilkan banyak kesempatan untuk Kekal.
  7. Uang yang dipakai dengan betul, untuk dan karena Tuhan, itu menjadi penaburan yang betul, dan Tuhan akan mendapat penuaian.
  8. Limpah perbuatan kasih.

Orang yang cinta uang, biasanya tidak sadar bahwa ia diperhambakan oleh uang. Tetapi orang yang bisa berpada, itu berarti ia bisa memperhambakan uang.

V. RENCANA DAN SIASAT IBLIS LEWAT MAMMON.

  1. Uang atau mammon dipakai iblis untuk meratakan jalan untuk mendirikan kerajaan iblis di dunia, dan menurut nubuatan Firman Tuhan itu akan digenapkan pada zaman Antikris.
  2. Iblis mempersatukan semua manusia dari semua lapisan dengan uang. Pepatah dunia mengatakan: “Asal ada uang, abang (saudara) saya, tidak ada uang, bukan abang saya”. Karena hampir semua orang itu cinta uang (dalam ukuran-ukuran tertentu), maka iblis dengan mudah bisa mempersatukan orang-orangnya dengan uang. Kemudian mereka semua dimeteraikan dengan roh mammon sehingga menjadi satu dalam tubuh Antikris, menjadi mempelai Antikris (berlawanan dari mempelai Kristus 1Kor 12:11-14).
  3. Di Gereja Iblis juga meratakan jalan menuju zaman Antikris dengan cara mengikat orang-orang Kristen dengan uang dan sesudah mereka cinta uang, iblis memasukkan roh mammon pada orang beriman ini,  sehingga mereka menjadi milik iblis dan Antikris. Dengan demikian iblis mendirikan kerajaannya di dunia, yang berkuasa mutlak selama 3,5 tahun..

VI. AKIBAT-AKIBAT KALAU ORANG-ORANG BERIMAN SUDAH TERIKAT OLEH ROH MAMMON.

  1. Karena cinta uang, perasaan hati menjadi rusak, tidak tahu malu, mereka berani berbuat bermacam-macam perbuatan yang keji karena uang, seperti Yudas, Achan, Gehazi.
  2. Rohaninya menjadi rusak, keselamatannya hilang (kalau tidak bertobat kembali) dan tidak ikut pengangkatan.
  3. Kadang-kadang mereka masih beribadah bahkan pelayanan, tetapi itu hanya untuk mendapatkan lebih banyak uang.
  4. Kalau ini diteruskan, maka mereka akan dimeteraikan oleh Antikris dan menjadi mempelai Antikris, itu berarti mereka binasa untuk kekal.

VII. “TIP” UNTUK MENGHINDARI TIPU DAYA MAMMON.

  1. Orang dunia mengatakan kalau ada uang ada segala-galanya. Tetapi ini tidak benar. Uang bukan segala-galanya, jangan tertipu oleh kesukaan uang dan kekayaan yang palsu.
  2. Kepuasan dan kesukaan tidak ditentukan semata-mata oleh uang saja. Ingat pengalaman perempuan Samaria yang ditegur Putra manusia Yesus. Kesukaan dunia ini palsu dan membuat kehausan yang lebih besar untuk mengikatnya. Tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dan tidak bercabang hatinya akan dipenuhi dengan kesukaan dari Surga Yoh 4:13-14; 7:38.
  3. Jangan takut kekurangan, asal Kristus ada di dalam kita dan kita mau dipimpin oleh RohNya.
  4. Orang Kristen memang perlu uang, tetapi tidak cinta uang. Perhatikan bahwa perlu uang, punya uang, mencari uang, memakai uang itu semua tidak sama dengan cinta uang. Orang berdosa karena berhubungan dengan uang biasanya juga cinta uang (sedikit atau banyak, bahkan terikat) tetapi orang beriman belum tentu. Ia sudah merdeka dari segala ikatan dosa dan bisa memilih untuk cinta uang atau tidak. Biasanya orang beriman yang cinta uang itu karena bodoh, tidak mau menyangkal diri dan kena tipu daya dunia dan kekayaannya.
  5. Salah satu ukuran kemuliaan orang dunia diukur dengan uang, tetapi kemuliaan orang beriman itu dari Allah (Rom 2:29) dan tidak diukur dari uangnya. Contoh: Lazarus yang sangat miskin, ternyata mulia seperti Abraham! Sejauh mana Allah berkenan kepada kita, itulah ukuran kemuliaan orang beriman dan ini berlaku sampai kekal.
  6. Usahakan untuk hidup selalu penuh dan dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan kuat menghadapi tipu daya dan tekanan dari iblis.
  7. Juga di dalam Firman Tuhan kita perlu limpah dan mengerti (Mat 13:23) supaya bisa berakar kuat dalam kebenaran ilahi sehingga tidak mudah tertipu oleh segala macam siasat dan rayuan dunia dan siapapun.

VIII. KESIMPULAN

Jangan takut memakai, memiliki dan mencari uang, tetapi kita harus terus berjaga-jaga (dengan Firman Tuhan, doa, dipimpin Roh dan saling menasehati dalam tubuh Kristus) supaya tidak sampai terjerat dalam percintaan uang (Ibr 13:5), maka kita bisa menjadi tuan dari uang dan mammon, sehingga uang tidak lagi menimbulkan dosa dan kerusakan rohani, tetapi justru menjadi alat untuk melakukan kehendak Allah sehingga limpah berbuah-buah bagi Tuhan. Jangan meniru orang dunia, sebab hampir semua orang dunia itu terikat dan cinta mammon (sekalipun mereka tidak sadar dan tidak mengakuinya), kita harus mempunyai segala pengertian tentang uang dari Firman Tuhan dan melakukannya, sehingga hidup  dengan uang itu bisa dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan. []