Stand 2: Berkat dan Kutuk

Ul 11:26-28 Bahwa sesungguhnya pada hari ini juga aku menghadapkan kepadamu berkat dan kutuk: berkat, jikalau kamu hendak mendengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, yang kupesan kepadamu; dan kutuk, jikalau kamu tiada mau dengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, dan kamu menyimpang dari pada jalan yang kupesan kepadamu sekarang, sehingga kamu menurut akan dewa-dewa yang tiada kamu kenal akan dia. (TL)

I. DEFINISI:

Berkat dan Kutuk dari Tuhan kepada semua manusia (orang beriman atau bukan) dan itu didasarkan atas perhitungan Allah yang betul-betul adil. (Ingat iblis juga bisa memberi berkat dan kutuk pada semua orang berdosa (sebab mereka adalah anak-anak iblis 1Yoh 3:10), tetapi orang beriman jangan ingin berkat iblis sebab itu umpan Neraka dan jangan takut kutuknya, sebab Dia yang ada di dalam kita lebih besar dari Lucifer – iblis – dan setan-sertan yang manapun!).
Kalau seseorang diberkati Tuhan, maka apa saja yang diperbuatnya beruntung juga Maz 1:3.
Sebaliknya kalau seseorang dikutuk Tuhan, maka apa saja yang diperbuatnya itu selalu gagal, rugi, dan celaka. Orang dunia berkata orang ini orang sial. Kalau seseorang berada dalam posisi demikian biasanya ia akan berusaha keras untuk keluar dari kondisi yang celaka itu dan orang dunia tidak segan2 minta tolong pada iblis melalui dukun, orang pintar, paranormal dll, tetapi justru dengan cara ini ia diikat oleh setan dan pada akhirnya ia menjadi celaka dan masuk ke rumah penolongnya yaitu Nerakanya iblis.
Seringkali orang-orang beriman juga tidak tahu sebabnya, sebab itu mereka berusaha dengan ngawur untuk mendapat berkat atau lari dari kutuk sehingga menjadi makin celaka dan gagal. Tetapi kalau kita tahu sebabnya maka keluar dari kutuk dan hidup dalam berkat tidaklah sulit asal mau taat pada cara-cara yang diajarkan Firman Tuhan.

II. SIAPA SAJA YANG MENGATAKAN BERKAT DAN KUTUK?

Ada 3 pihak yang sering memberkati dan mengutuki yaitu:

  1. Allah.
  2. Iblis.
  3. Manusia.

A. Dari Allah.
Untuk orang beriman, yang menentukan berkat dan kutuk baginya adalah Allah. Berkat dan Kutuk yang dikatakan Allah selalu adil, tepat dan pasti terjadi.
Berkat sebagapi upah untuk orang yang benar dan taat Ul 28:1-14 dan kutuk sebagai hukuman untuk orang yang tidak taat Ul 28:15-46.
B. Dari Iblis.
Ini dilakukan secara langsung atau lewat kaki tangannya yang juga mengeluarkan berkat dan kutuk Mat 4:9.
Iblis tidak peduli apakah orang itu hidup benar atau hidup di dalam dosa. Justru iblis bisa dan suka memberkati orang yang penuh dosanya dengan limpah, asal orang itu mau taat pada iblis.
Tetapi Allah lebih berkuasa dan Dialah Hakim segenap bumi yang maha adil, Ia bisa membatalkan berkat/ kutuk iblis secara sepihak, sebab Allah maha kuasa daniblis tidak berdaya di hadapan Allah. Sebab itu orang beriman tidak perlu takut kutuk iblis asal kita tetap hidup benar di pihak Allah. Tetapi juga jangan ingin, berharap atau minta berkat dari iblis, atau dari orang-orang yang diberkati oleh iblis.
C. Dari manusia.
Kalau manusia mengatakan berkat dan kutuk tanpa alasan, apalagi bertentangan dengan Firman Tuhan maka apa yang dikatakannya tidak akan terjadi.

Ams 26:2 Seperti burung pipit terbang ke sana ke mari dan seperti burung layang-layang terbang berkeliling, demikianpun kutuk yang tiada dengan semena-mena itu tak boleh terkena.

Tetapi kalau ada sebabnya yang pantas sehingga orang itu mengatakan kutuk, dan orang yang dikutuki itu tidak minta ampun dan membereskan kesalahannya, kutuk itu bisa jadi sebab itu cocok dengan keadilan Allah.
Berkat yang dikatakan orang beriman untuk musuh-musuhnya itu juga bisa terjadi kalau musuh yang bersalah itu sungguh-sungguh bertobat Rom 12:14. Tetapi kalau musuhnya tidak bertobat maka keadilan Allah akan jatuh ke atasnya yaitu hukuman yang setimpal.
Berkat yang betul dari manusia bisa turun misalnya orang tua yang memberkati anaknya yang menghormatinya, berkat yang dimintakan oleh hamba-hamba Tuhan bahkan oleh setiap orang beriman, kalau itu ada alasan dan ada dasarnya dalam Firman Tuhan itu juga akan terjadi.

III. SEBAB-SEBAB DARI BERKAT DAN KUTUK.

A. Dari diri sendiri.

Sebab yang terutama adalah perbuatan dari orang itu sendiri.
Dalam Ul 28 dan Im 26 dikatakan berkat dan kutuk itu akan datang pada kita kalau kita selalu taat atau selalu tidak taat akan Firman Tuhan Ul 28:2,15.
Jadi orang beriman bisa memilih nasih yang sesuai dengan kehendaknya. Kalau kita hidup taat akan Firman Tuhan, pasti berkat Tuhan akan turun. Tetapi sebaliknya kalau kita tidak hidup taat dan terus berbuat jahat maka kutuk akibat perbuatan-perbuatan dosa itu akan turun atas kita.

B. Dari orang lain.

Kutuk orang tua atau kutuk nenek moyang.
Ul 24:16 Anak-anak tidak akan kena kutuk yang jatuh atas orang tuanya, kalau ia tidak ikut berbuat kejahatan orang tuanya. Setiap orang menerima hukuman dari perbuatannya sendiri Yeh 18:19-20. Juga berkat turun-temurun yang diberikan Allah kepada seseorang (misalnya Abraham) itu juga bisa turun kepada turunannya kalau mereka juga hidup benar seperti bapaknya.
Anak-anak selagi kecil, biasanya ikut dalam berkat atau kutuk orang tuanya sebab anak-anak hidup dari orang tuanya. Tetapi kalau anak itu mulai dewasa dan percaya pada Tuhan, maka berkat atau kutuk akan datang padanya sesuai dengan iman dan perbuatannya sendiri.
Misalnya: Meskipun bapak dari Hizkia jahat, melawan Tuhan 2Raj 16:1-2 ia tidak memikul dosa bapaknya sebab Hizkia melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan 2Raj 18:1-3.

IV. MENGAPA SAMPAI KEBERKATAN ATAU TERKUTUK?

Hidup secara jasmani yang gagal terus atau sebaliknya berhasil terus itu tidak selalu hanya karena berkat dan kutuk, tetapi masih ada penyebab-penyebabnya yang lain, yaitu:
A. Sebab-sebab wajar / manusiawi / natural.
Kalau seorang tidak mau dididik dengan baik maka tabiatnya menjadi rusak, hidupnya menjadi bodoh, malas, tidak tulus, tidak jujur, jahat, pemarah, tidak bertanggungjawab dll sifat yang jelek, maka hidupnya akan menjadi kacau seperti orang yang terkutuk.
Sebaliknya orang yang rajin, pandai, tulus, jujur, tekun, bertanggungjawab dll sifat-sifat yang baik, maka hidupnya akan banyak berhasil sehingga tampaknya seperti keberkatan. Dalam hal jasmani Tuhan tidak akan mencegah hasil dari orang-orang seperti ini, tetapi dalam perkara-perkara rohani, tidak mungkin ia selamat dan berhasil tanpa penebusan darah Yesus.
Ini semua sebab-sebab yang wajar tergantung dari tabiat dan perbuatan orang itu sendiri.
B. Sebab-sebab yang tidak tampak / supra natural.
Berkat atau kutuk yang diberikan atau diijinkan Tuhan bagi manusia itu tidak mudah diubah manusia, dan seringkali tidak bisa dimengerti dengan akal sehat, mengapa nasibnya menjadi begitu.
Misal:
Orang yang pandai, kuat, rajin, bertanggungjawab, punya modal yang besar, tetapi ternyata dalam usahanya selalu gagal dan rugi. Biasanya ada sebab2 yang tidak tampak. Kadang-kadang apa yang kelihatan tampaknya semua sudah beres dan rasa2nya tidak mungkin gagal atau rugi, tetapi ternyata toh gagal.
Sebaliknya ada orang yang terus beruntung dan berhasil, padahal keadaannya secara akal tidak menunjang, sehingga orang yang melihatnya menjadi heran mengapa perkara itu bisa terjadi.
Contoh: Depot makanan yang kecil, sederhana, makanannya biasa saja, tidak dipromosikan, tetapi hasilnya luar biasa. Orang menjadi heran dan bertanya-tanya.
Di sini jelas sekali kelihatan bahwa di belakang yang tampak itu ada bantuan baginya.
Inilah sebab2 yang tidak tampak / supra natural dan tidak bisa diperhitungkan dengan akal manusia.

V. BERKAT DAN KUTUK DI DUNIA DILANJUTKAN DALAM KEKEKALAN.

Firman Tuhan menghadapkan pada umat Tuhan berkat atau kutuk Ul 11:26-28 dan kita bisa memilih bahkan tidak ada berkat dan kutuk yang kebetulan, semua ada sebab-sebab yang nyata dan adil seperti yang ditulis dalam Firman Tuhan. Alkitab tidak hanya berisi berkat tetapi juga kutuk.
Orang Israel dalam Wasiat Lama setiap tahun harus mengatakan berkat dan kutuk dari atas gunung Gerizin dan Ebal Ul 27:11-14.
Kalau di dunia seorang hidup dalam kutuk Alla dan tidak mau berubah atau tidak keluar dari kutuk, maka sesudah mati ia akan terus hidup dalam kutuk yang kekal dalam Neraka.
Sebaliknya bisa seorang hidup dalam berkat Allah dan selalu tinggal dalam berkat Allah, maka sesudah mati ia akan terus hidup dalam berkat yang kekal di Sorga.
Di dunia setiap orang beriman harus menentukan untuk memilih berkat atau kutuk dari Allah. Tetapi berkat atau kutuk dari Allah itu tidak hanya untuk di dunia, tetapi itu akan dilanjutkan terus sampai kekal di Surga atau Neraka. Mengerti atau tidak mengerti, setuju atau tidak setuju, semuanya akan:

  1. dilanjutkan untuk kekal dalam Surga atau Neraka dan
  2. dalam ukuran penuaian yang lebih besar. Sebab itu apa yang tidak sempat dituai di dunia akan dituai di Surga, misalnya pahala dari orang yang mati syahid dll.

Hidup miskin dalam dunia, itu belum tentu  adalah hidup yang terkutuk.
Misal: Lazarus miskin dalam dunia tetapi ia hidup dalam berkat secara rohani, sesudah mati ia menjadi mulia dan kaya di Sorga untuk selama-lamanya.

Hidup kaya dalam dunia, itu juga belum tentu  adalah hidup yang keberkatan. Ingat orang kaya “teman” Lazarus, hidupnya secara lahiriah tampaknya limpah dan keberkatan, tetapi ia hidup dalam dosa, jauh dari Allah. Secara rohani ia hidup di bawah kutuk dosa. Sebab itu sesudah mati ia tetap hidup dalam kutuk dosa untuk selama-lamanya di dalam Neraka!
Kalau kaya dari berkat Tuhan pasti akan diteruskan sampai masuk dalam Surga, tetapi kalau kaya bukan dari berkat Tuhan akan diteruskan dengan hukuman, dan itu juga tetap akan diteruskan di dalam Neraka seperti orang kaya dalam Luk 16:25.
Jadi berkat dan kutuk di dalam dunia akan diteruskan dalam kekekalan di dalam Surga dan Neraka.

VI. BAGAIMANA CARA MENARIK BERKAT TUHAN.

Dalam keadaan normal, anak-anak selalu mendapat berkat dan hidup dalam berkat orang tuanya (termasuk warisan). Tetapi kalau anak itu diusir dan tidak lagi hidup dalam berkat orang tua atau bapaknya, itu tidak normal dan pasti ada sebabnya.
Begitu juga setiap orang beriman itu adalah anak-anak dari Bapa Surgawi. Dalam keadaan normal, kalau kita tetap tinggal di dalam Tuhan, taat dipimpin Roh, maka kita akan hidup dalam berkat Tuhan, sehingga kita tidak perlu kuatir (Mat 6:11,25) bahkan berkat ini akan dilanjutkan dalam Surga. Sebaliknya kalau seorang beriman hidup di dalam kutuk, itu tidak normal, pasti ada sesuatu yang tidak benar, sehingga ia lepas dari Bapa Surgawi dan tidak lagi hidup dalam berkatNya. Jadi apakah seorang hidup dalam berkat atau kutuk, itu tergantung dari hubungan orang itu sendiri dengan Bapa Surgawi. Juga ukuran kemuliaan dan berkat kita di dunia dan di Surga tidak sama tergantung dari perbuatan masing-masing kita dalam dunia Rom 14:12, Wah 22:12.
Jadi, caranya untuk tetap mendapat berkat Tuhan adalah:
1. Tetap tinggal di dalam Tuhan.
Artinya punya hubungan yang baik dengan Tuhan, selalu hidup benar dan ada di pihak Tuhan senantiasa.
Seperti carang yang melekat pada pokoknya maka segala kebutuhannya akan disuplai oleh pokok yaitu Allah Bapa di Surga. (Yoh 15:4-5).
Jangan ada dosa sebab dosalah yang membuat hubungan kita dengan Tuhan terputus (Yes 59:2, Yak 5:9). Hidup dalam dosa, melawan Allah, yang menyebabkan berkat Tuhan tidak  sampai pada kita.
Hukum2 dan ukuran orang dunia dan orang beriman itu berbeda.

Orang dunia mendapat nafkah dan uang dengan hasil keringat dan hanya sebatas kemampuan dan jerih payahnya (seringkali juga ditambah dengan hasil tipu daya atau kejahatannya, ini berkat-berkat dari setan). Tetapi untuk orang beriman selain hasil keringat (Kej 3:19, 2Tes 3:10) juga ada janji berkat Tuhan (Maz 127:2) yaitu kalau kita tetap memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan Allah kita.
2. Apakah sudah siap?
Tuhan sanggup memberkati dengan limpah (Yoh 10:10) lebih daripada yang kita minta (Ef 3:20).
Tetapi apakah itu baik buat kita, apakah kita sudah siap menerimanya, apa kita kuat untuk menanggung beban uang yang Tuhan berikan pada kita.Orang yang tidak siap, tidak kuat menerma berkat yang lebih besar, akan mudah jatuh dalam dosa karena berkat-berkat itu. Sebab itu untuk orang-orang seperti ini, Tuhan menunda berkat-berkat yang lebih besar.
Jangan sampai mendapat dunia saja tapi rohani dikorbankan dan rusak, itu sia-sia Mat 16:26. Tuhan tahu berapa, kapan, dan bagaimana caranya kita bisa mendapat berkat Tuhan. Tuhan tahu tepat sampai seberapa kekuatan kita dan berapa jumlah yang berkat (atau hajaran)  yang terbaik bagi kita.
Dalam Bab beban uang, kita diajari bagaimana bisa menerma beban uang yang lebih besar.
3. Berusaha.
Kita harus berusaha mengambil apa yang sudah Tuhan sediakan untuk kita dengan cara yang halal dan sesuai dengan Firman Tuhan. Semua yang disediakan dan diberIkan Tuhan itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, cocok dan sesuai dengan cara-cara Firman Tuhan. Misalnya tidak boleh malas tetapi bekerja dengan betul, sesuai dengan 2Tes 3:10.
Secara umum kita bisa menerma berkat Tuhan dengan iman berdasar janji2 yang ada dalam Firman Tuhan. Iman kita harus dipakai, sebab kita menerima sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Jangan keluar dari janji-janji Firman Tuhan, sebab itu bukan iman, tetapi sugesti atau usaha sendiri.
Sebetulnya tidaklah sulit untuk mendapat berkat Tuhan, sebab hati Allah itu seperti  hati Bapa, Ia sama sekali tidak menginginkan mengutuki umatNya, bahkan juga semua manusia, tetapi Ia ingin menyelamatkan dan memberkatinya 2Pet 3:9.
Jadi cara-cara untuk menarik berkat Tuhan itu sangat sederhana yaitu kalau kita tinggal di dalam Kristus dan taat memegang janji-janji FirmanNya, maka dengan iman berkat itu akan turun dalam apa saja yang kita kerjakan.

VII. PERBEDAAN BERKAT, KUTUK DAN PENUAIAN.

Penuaian adalah hasil atau akibat penaburan yang lalu Gal 6:7-8.
Kalau orang itu tetapi tidak berubah, maka penuaiannya bisa meningkat menjadi berkat atau kutuk yang biasanya sulit berubah, tetapi masih mungkin berubah, asal ada tindakan-tindakan drastis yang sesuai dengan Firman Tuhan dan masih ada kesempatan hidup dalam dunia.
Jadi penyebab dari keduanya adalah sama tetapi berkat dan kutuk tingkatnya lebih tinggi dan lebih tetap dari pada penuaian.
Misal: Adam dan Hawa berdosa, maka kutuk Tuhan jatuh dan tidak lagi berubah sampai hari ini, semua orang lahir dalam kutuk dosa Adam dan Hawa, kecuali dalam Kristus, baru bebas.

VIII. KESIMPULAN

Berkat dan kutuk itu bisa dipilih menurut kehendak orang-orang beriman, kecuali orang itu bodoh dan tidak mengerti sehingga binasa Ams 10:21b.
Di dunia kita bebas memilih, sesudah mati kita akan menerima sambungannya dari apa yang sudah kita pilih, dan ini untuk kekal yaitu  di Surga atau di Neraka.