M3474 – 2Petrus 1:5-11, Kisah Rasul 2:42 Rutinitas dalam Kristus itu Ajaib (30 Okt 2011)

I. DALAM DUNIA, RUTINITAS ITU SANGAT MEMBOSANKAN.

Sebab itu manusia berusaha:
1. Mencari hal-hal baru sehingga tidak bosan, baik dalam makanan, pakaian, bentuk dan   variasi rumah, mobil, perhiasan dan lain-lain.
2. Libur dan jalan-jalan lebih banyak sehingga sikonnya berubah, limpah variasi dan tidak dibekukan oleh rutinitas.
3. Mencari pengalaman-pengalaman baru yang menarik perhatian, termasuk yang sadis, tegang, pertentangan  perkelahian dan lain-lain.
Tetapi manusia tetap saja tidak ada sejahtera dalam hatinya, sebab minum air bawah (dari dunia Kej 1:7, Yoh 4:13), haus lagi, sebab ini kesukaan yang palsu Ams 14:12-13, bahkan itu meracuninya sebab limpah dengan dosa di dalamnya, namun mereka tidak sadar Rom 3:17.

DALAM TUHAN RUTINITAS ITU JUSTRU SEBALIKNYA, sangat indah dan buah-buahnya banyak dan manis. Mengapa di dalam Tuhan rutinitas tidak membuat hati bosan dan jenuh? Sebab:
1) Urusan hati sudah dipuaskan dengan sungai air hidup dari Roh Kudus Yoh 4:14; 7:38. Perempuan Samaria yang mau bertobat, ia dilepaskan dari dosa oleh Tuhan Yesus dan mendapat air dari Atas (kesukaan dari Roh, ilahi) sehingga hatinya tidak lagi kosong, tidak jemu atau bosan tetapi punya kepuasan dalam hatinya Yoh 4:13,14.
2) Orang yang bisa tekun dalam rutinitas rohani itu berarti sudah tersaring yaitu orang yang setia, rohaninya cukup dewasa, mahir pikul salib,hatinya benar dengan Tuhan dan mengerti rencana Tuhan.
3) Dalam rutinitas rohani ada banyak hal-hal yang indah dari Tuhan.

II. CARA MEMANDANG RUTINITAS.

A. CARA YANG SALAH.
1. Rutinitas adalah sesuatu yang sama. Misalnya berbakti hari Minggu, dianggap sama seperti hari-hari minggu yang lalu. Begitu juga dengan masa teduh, doa, pelayanan dan lain-lain yang rutin, dianggap sama saja, ini kesan yang salah.
Begitu juga setiap pagi kita bangun, hari ini dianggap sama seperti hari-hari yang lalu. Ini cara pandang yang salah.
2.Rutinitas berarti ulangan. Ini tidak betul. Hidup itu seperti perjalanan, tidak pernah  sama dan tidak berulang. Seperti orang berjalan dari Surabaya-Jakarta, setiap saat kita sampai di tempat yang berbeda. Mungkin bulan depan kita membuat perjalanan yang sama, tetapi hidup di dalam Kristus tidak pernah sama, kita harus maju dan bertumbuh terus, jangan berhenti, nanti hidup menjadi sia-sia sebab kesempatan yang hilang tidak akan kembali lagi.
Pada waktu Yakub mendengar Yusuf mati ia putus asa dan ia mengganggap hidupnya sama saja setiap hari, rutin menderita, tidak mungkin ada artinya lagi, sama saja setiap hari, berulang-ulang terus. Dengan demikian ia membuat hidupnya menjadi rutinitas yang salah dan kosong sehingga kurang lebih 22 tahun berikutnya hidupnya menjadi sia-sia.
Rutinitas hidup ini bukan hanya ulangan-ulangan yang sama, tetapi pakailah setiap hari baik-baik, jangan buang kesempatan dari Tuhan.
B. CARA YANG BETUL.
1. Rutinitas setiap hari itu berbeda, baik isinya, berkatnya, peperangannya, pengolahannya, rencana Allah di dalamnya, dan lain-lain. Mengapa?
Sebab setiap hari yang kita hadapi itu adalah hari yang baru dan yang dibuat oleh Tuhan bagi kita.

Mazmur 118:24.

Inilah hari yang dibuat oleh Tuhan, kita akan bersukacita dan bergembira di dalamnya.
Lihatlah 7 hari penciptaan dalam Kej 1, setiap hari mempunyai isi yang berbeda. Tidak ada hari yang sama bagi setiap umat Tuhan, sekalipun harinya sama, tetapi isinya berbeda bagi masing-masing kita, juga bagi keseluruhan umat manusia bersama-sama, bagi iblis dkknya, bagi Surga dan lain-lain. Jangan melihat dengan cara yang salah.
Setiap hari itu berbeda, mulai dari penciptaan bumi sampai hari kiamat yang terakhir, tidak sama.
Mungkin sepintas lalu tampaknya sama, tetapi isinya lain, lebih-lebih yang direncanakan Allah, selalu berbeda dan bersambung atau berkesinambungan.
2. Rutinitas itu berisi berbagai-bagai kesempatan, bukan hal yang sama dan berulang.   Misalnya ibadah, perjamuan suci, doa, masa teduh, bersaksi, taat dipimpin Roh dan lain-lain.
Rutinitas itu kesempatan yang baru. Tuhan selalu mempunyai cara yang berkelanjutan (berkesinambungan) dan baru. Juga problem-problem dan tantangan yang baru akan datang dan kalau kita dipimpin Roh, hasilnya adalah kemenangan dan pertumbuhan yang baru.
Kalau kesempatan ini tidak dipakai, maka lain kali tidak ada lagi kesempatan yang sama seperti ini atau kalau toh ada, mutunya berbeda. Kita tidak perlu tegang menghadapi rutinitas, rileks saja, tetapi pakailah setiap kesempatan baik yang ada.
Simson berpikir bahwa pengurapan dan kekuatannya itu suatu rutinitas yang sama, ternyata tidak! Keadaannya setiap kali sudah berubah, tidak terus sama, bahkan kesempatannya habis. Tampaknya bagi Simson, pada waktu ia berzina secara rutin dengan Delila, pertolongan Tuhan juga setiap kali datang dengan rutin dan sama terus. Tetapi empat jadwal yang rutin itu ternyata berbeda.
Pada kali yang ke-4 ia berzinah dengan Delilah, lalu dengan rutin ia mau mengerahkan kekuatannya lagi, ternyata lain, sudah tidak ada lagi, dan ia dicukil matanya sampaibuta dengan sakit yang dahsyat. Setiap kali orang keras hati tidak mau bertobat, tampaknya keadaannya sama saja seperti biasanya, ternyata tidak betul, sebab rencana Allah baginya turun satu atau beberapa point. Setiap kali seorang mbolos ibadah, pelayanan atau masa teduh dan lain-lain, semua dianggap rutinitas yang sama saja dan berulang, toh masih ada kesempatan yang sama, tetapi sesungguhnya itu berarti setiap kali satu atau beberapa point hilang, dan ini berulang-ulang sehingga ada banyak point yang hilang danakhirnya hidupnya tidak menjadi apa-apa, tidak berarti, padahal Tuhan memberi kesempatan dan rencana hidup yang sama indahnya pada semua orang yang lahir baru.
Sebab itu jangan meremehkan atau mengecilkan rutinitas sebagai sesuatu yang sama dan terus berulang, padahal setiap kali itu suatu kesempatan tersendiri.
Secara sekulerpun terasa akibatnya; Misalnya murid sekolah yang rutin mbolos (toh besok masih sekolah, masih belajar lagi) tetapi ternyata kesempatannya hilang, masa depannya habis. Rutinitas itu berarti setiap kali suatu kesempatan baru, jangan disia-siakan, sebab kalau jumlah kesempatan yang dipakai berkurang, pasti hasilnya jelek, masa depannya rusak.
Orang Israel yang bosan sebab rutin makan manna akhirnya coba-coba cari makanan yang lain, waktu ada daging, orang yang bosan manna, melampiaskan kebosanannya dengan makan berlebih-lebih sampai mereka mati, begitu banyak di Kiberot Taawah Bil 11:34; tetapi yang tidak bersungut-sungut, tidak bosan, tidak mati.
Justru dengan makan manna, tubuhnya jadi sehat dan kuat, sebab manna yang rutin itu khasiatnya luar biasa.
Israel yang bosan dengan rutinitas di padang gurun lalu bersungut-sungut jadi mati, tetapi Musa tekun dalam rutinitas yang sama di padang gurun, justru punya banyak pengalaman-pengalaman yang heran dan manis dengan Tuhan.
3.Rutinitas itu umber inspirasi dan perubahan. Seringkali ide-ide baru itu tidak timbul pada kesempatan 1 atau ke-2, tetapi sesudah rutin berkali-kali berbuat yang sama lalu timbul ide baru untuk perbaikan dan kemajuan.
Orang yang naik sepeda roda kayu, sesudah rutin memakainya timbul ide roda karet, lama-lama sesudah rutin memakai roda karet mati, timbul ide ban hidup, sekarang timbul ban tube-less. Apalagi dalam ibadah dan belajar Firman Tuhan timbul kerinduan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik, apalagi kalau dipimpin Roh, ia akan memberi ide baru yang indah-indah. Juga dalam berdoa, tahu-tahu Set berdoa di dalam nama Tuhan pada (zaman) Emos Kej 4:26.
Kalau kita yang dipimpin Roh dengan sungguh-sungguh, rutinitas bisa menimbulkan banyak ide-ide yang cemerlang. Memang bisa timbul ide yang jelek karena rutin mengalami kesukaran untuk bisa bersatu, mereka membuat menara Babil Kej 11:4, itu ide jelek.
4.Dalam rutinitas ada pengolahan.
Tumbuh dan pengolahan itu butuh waktu lama, ini justru butuh rutinitas. Yang bisa menikmati rutinitas dalam ibadah (karena hidup dalam kesucian di jalan sempit), kesucian, dipimpin Roh, pelayanan dan lain-lain rutinitas rohani akan tumbuh dengan subur, dan diolah dengan indah.
Tetapi mereka yang cinta dunia, cepat bosan dalam rutinitas rohani, akibatnya rohaninya tidak tumbuh, berkali-kali jatuh dalam dosa, beberapa binasa.
Yang bisa menikmati rutinitas ibadah dan pelayanan akan tumbuh jadi heran! Misalnya belajar Firman Tuhan, ada banyak kejutan-kejutan dan janji-janji baru yang indah-indah terpendam di dalamnya. Makin diselidiki makin banyak permata-permata di dalamnya, begitu banyak sehingga tidak mungkin seorang diri bisa selesai mempelajari seluruh Alkitab. Ini rutinitas yang sangat menguntungkan, apalagi rutinitas dalam berjalan dengan Tuhan seperti Henokh, ia menjadi sempurna, Nuh rutin berjalan dengan Tuhan bisa membuat bahtera. Begitu juga yang lain, sepertiMusa, Yusuf, Daniel dan lain-lain itu amat sangat indahnya bahkan untuk kekal. Orang yang setia dalam rutinitas rohani sampai mati akan jadi mulia untuk abadi.

III. PENGGANGGU RUTINITAS.

1. DOSA. Kalau tidak ada dosa dalam orang beriman, Roh Kudus bisa bekerja di dalamnya, gairah atau semangatnya jadi besar Yoh 2:17 rohnya akan berapi-api Rom 12:11, sehingga semua rutinitas dalam ibadah pelayanan itu menjadi sedap, manis dan menyenangkan.
Tetapi kalau ada dosa hidupnya tidak ada sejahtera Rom 3:17 sekalipun ia bisa bersukacita sesaat dalam dosa Yoh 4:13, maka rutinitas rohani menjadi hambar, membosankan, sepertimau lari saja. Apalagi kalau mata hatinya sudah buta oleh keramaian dunia dan mabuk dengan segala kesukaannya, rutinitas ibadah itu sangat menyiksanya.
Orang yang hidup dalam kesucian, lebih-lebih dipimpin Roh ada gairah besar sehingga ke Gereja, belajar Alkitab, pelayanan dll itu lebih nikmat dari ke pesta yang enak dan hasilnya hal-hal yang indah.
Untuk membuang dosa perlu kemauan yang tulus, menyangkal diri, dan percaya, maka dosa pasti bisa dibuang, bisa merdeka Yoh 8:36. Tetapi sesudah itu perlupemeliharaan rohani dengan doa, Firman, persekutuan, ibadah, hidup suci, supaya tetap hidup suci dan terus penuh gairah.
2. Tidak mengerti/ tahu tujuan hidup. Kalau mengerti tujuan hidup, rutinitas itu indah.Sesudah keledai Isachar bisa melihat tujuan perjalanannya yang indah, mogoknya hilang, timbul semangat yang menggebu-gebu dan bebannya terasa ringan, ia bangun dan berjalan dengan gairah, rutinitasnya penuh pengharapan Kej 49:14-15.
Musa bisa melihat tujuan hidupnya dengan jelas Ibr 11:27, juga Paulus 2Kor 3:16-18 dan mereka percaya akan rancangan Allah yang indah bagi setiap putra Allah  Ef 2:10, Yer 29:11, sebab itu mereka bergairah dalam rutinitas ibadah dan pelayanan 1Pet 1:8, Pil 1:23, suatu pengharapan yang keberkatan Tit 2:13.
3. Tidak ada iman. Orang seperti ini akan mudah jatuh bangun dalam dosa, tidak terlalu yakin akan Surga yang indah, apalagi kalau tidak bisa hidup suci, matanya kabur atau buta. Masuk Nerakapun mereka tidak peduli. Bagi orang seperti ini rutinitas ibadah membosankan mereka.
Tuhan sudah menyuruh Israel mengintai Kanaan yang begitu indah, mengalir dengan air susu dan madu, buah-buahnya luar biasa sebab negerinya makmur dan limpah harta Bil 13. Tetapi 10 pengintai marah dan bersungut-sungut, sebab mereka tidak percaya, mereka tidak yakin bahwa mereka bisa masuk Kanaan, mereka lebih senang kembali ke Mesir yang tampaknya lebih nyaman. Memang orang yang tidak mengerti rencana Allah dalam Firman Tuhan itu mudah sesat Mrk 12:24, lebih-lebih kalau ada tawaran kenikmatan hidup lama lagi.
Rutinitas dalam hal-hal rohani bagi orang yang tidak percaya itu sia-sia, bahkan rugi, tidak ada gunanya. Bagi mereka rutinitas rohani itu tidak ada faedahnya, sangat membosankan, jemu bahkan benci.

V. RUTINITAS IBADAH DAN PELAYANAN ITU INDAH DAN UNTUNG.

1. Tekun dalam ibadah dan pelayanan berarti hidup dalam rutinitas. Orang beriman akan Firman Tuhan itu punya gairah  sehingga bisa tekun dalam rutinitas rohani dan hasilnya itu indah-indah. Tekun dalam doa, Firman Tuhan, persekutuan, pelayanan, ibadah itu berarti bisa tekun dalam rutinitas ini, ia akan berolehhasil-hasil yang indah di dunia dan itu berlangsung terus sampai kekal. Misalnya tekun belajar Firman Tuhan dan taat, ia tidak akan bosan sebab ia akan bisa melihat dan mendapat janji-janji Allah yang indah-indah seperti pengalaman Yusak dan Israel Yus 21:45; 23:14, Kel 12:51, 1Raj 8:56, 2Kor 1:20. Sangat indah. Begitulah kalau kita tekun dalam semua perkara-perkara dari Allah itu hasilnya indah-indah. Allah tidak pernah membuat barang atau peraturan yang membosankan. Ciptaan yang sekarang, meskipun sudah rusak oleh dosa masih banyak yang indah-indah dan mengagumkan, apa lagi Surga Bumi Baru yang akan datang; Tidak pernah segala yang dari Allah itu membosankan, justru tekun melakukan rutinitas dalam perkara-perkara dari Allah membuat kita lebih mabuk dalam kesukaanNya di dalam Dia.
2. Dari baik kepada yang lebih baik. Itu rencana Allah. Kej 1:31, Wah 21:5.
Orang-orang yang tekun, dipimpin Roh dalam kesucian, itu pindah dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih indah lagi.

2 Korintus 3:18

Tetapi kita semua, dengan wajah tanpa selubung memandang kemuliaan Tuhan seperti dalam sebuah cermin, dan berubah menjadi sama seperti gambar itu, dari kemuliaan kepada kemuliaan, sebagaimana yang dikerjakan oleh Roh Tuhan. (KJI)
Tidak mungkin bisa bosan kalau tetap tekundi ril Tuhan. Di dalam pimpinan Roh Kudus kita akan diolah terus dari kemuliaan kepada kemuliaan, limpah dengan kenaikan  yang baru terus menerus sampai akhirnya di puncak yang termulia.
Di dunia ini masih bisa jatuh dan rusak, bertobatlah sungguh-sungguh dan terus hidup dalam kesucian dan ketaatan dipimpin Roh. Jangan seperti Yudas yang tidak setia sebab dosa mammon sehingga Yudas menjadibosan, ia berpikir ikut Tuhan Yesus hanya begini-begini saja, sebab itu setan masuk, ia tertipu dan terjerat, pahit, celaka, tidak tahan dalam rutinitas ia bunuh diri, langsung masuk neraka.

3.Kejutan-kejutan segar dan baru.
Orang yang cinta Tuhan dan terus di ril Tuhan pasti banyak kejutan-kejutan segar dan baru, baik kecil atau besar 1Kor 2:9. Setiap problem akan jadi kejutan yang indah. Mengapa? Sebab setiap peperangan menghasilkan kemenangan, pengalaman indah dan jarahan. Bersukacitalah kalau menghadapi perang Yak 1:2 (pencobaan, hal-hal yang tidak enak, pahit, sakit, penderitaan di dalam ril Tuhan, dalam kesucian) pasti semua akan menjadi kemenangan dan kejutan yang indah-indah bagi orang yang cinta Tuhan Rom 8:28. Sekalipun menghadapi sakit dan bahaya asal kita tetap dipimpin Roh (tidak bereaksi dosa dari diri sendiri atau ditipu iblis), semua itu akan berubah menjadi kebaikan dan keuntungan, sebab itubagi yang mengerti, menghadapi hal-hal yang tidak enak itu ia bisa bersukacita Yak 1:2. Orang yang dipimpin Roh itu punya sungai air hidup yang makin dalam Yez 47, Yoh 7:38; 4:14 dan selalu dapat kejutan ikan-ikan yang limpah (Yez 47:9-10) dan kejutan buah-buah yang baru (Yez 47:12).

VI. MEMPERBAIKI ORANG YANG BOSAN DALAM

RUTINITAS.

1.Kembali tinggal dalam Kristus Yak 4:7-8. Semua dosa yang ada harus dibereskan, sebab bukan saja dosa itu mengakibatkan orang itu menjadi bosan hidup, tetapi juga seluruh hidupnya ditinggalkan Tuhan. Syarat minimum untuk berjalan dengan Tuhan adalah hidup benar di hadapan Tuhan 2Tim 2:15, Kol 1:10.
Kalau hidup kita benar, ada hubungan dengan Tuhan, maka kita bisa berjalan dengan Tuhan, pasti kita bisajalan dengan gembira dalam semua rutinitas rohani, tidak bosan hidup. Semua akan hidup, ada gairah, sebab Kristus hidup dalam kita. Sebab itu hidup harus beres, supaya ada gairah dan semangat hidup dalam semua rutinitas rohani.

2.Rohnya harus dipelihara dengan baik yaitu dengan Firman Tuhan, doa dalam Roh, ibadah, persekutuan, pelayanan dalam jalan salib dan dipimpin Roh Kis 2:42. Belajar makin mahir dipimpin Roh, misalnya kalau Roh memimpin untuk puasa, taat saja supaya limpah kuasa Allah, dan pelayanan dengan karunia-karunia dan buah Roh.
Kalau pemeliharaan rohani ini dilakukan dengan betul, hidup akan indah dan penuh gairah, dan di dalam Roh pasti ada kejutan-kejutan indah (variasi ilahi), lebih-lebih kalau ada “peperangan rohani” dalam menghadapi segala macam problem dan kesukaran, sebab semua itu akan menjadi kebaikan dan banyak kejutan-kejutan yang indah kalau kita terus dipimpin Roh Gal 2:19-20. Kalau Roh kudus hidup dalam kita, maka semua peperangan akan jadi kemenangan dan jarahan, juga naik tingkat sehingga setiap perang jadi kesukaan bagi kita Yak 1:2 sebab disertai Tuhan senantiasa Yusak 1:5, kemana saja Yusak pergi dengan Tuhan, selalu menang. Kecuali waktu ada dosa Achan.

3.Jalan dengan iman, jangan dengan perasaan 2Kor 5:17, Rom 1:17. Akal harus dipimpin Roh. Dengan iman kepada iman, kita akan tumbuh terus dari kemuliaan kepada kemuliaan. Dengan iman bersukacitalah selalu dalam Tuhan Pil 4:4,7. Jangan sampai sejahtera Allah hilang, sebab ini barometer yang sangat peka dan menjaga kita tetap dalam jalan Tuhan, maka rutinitas tidak lagi membosankan.
4.Terus melihat tujuan supaya jangan keluar ril, jangan tertipu oleh sanjungan orang Gibeon sehingga itu menjadi cacat bagi Yusak dan Israel Yus 9.
Jangan dibelokkan pada hal-hal duniawi, lebih-lebih kalau sudah berhasil lalu mau mengganti salib dengan mahkota, nanti jadi Nuh sehingga suksesnya  menjadi sia-sia; padahal rencana terakhir bagi Nuh itu justru untuk naik sampai puncak tertinggi, bisa-bisa Nuh menjadi seperti Henokh dan Elia.

KESIMPULAN

Rutinitas bagi dunia dan bagi orang di dalam Kristus itu sangat berbeda. Bagi orang beriman rutinitas rohani itu amat indah, bukan sesuatu yang sama dan diulang-ulang, justru seringkalitidak bisa diulang lagi. Ingat 4 kali ulangan Simson dengan Delila.
Tuhan membuat setiap hari itu berisi rencana yang indah-indah juga dalam setiap bulan, tahun yang lagi sisa. Jangan menuruti perasaan bosan atau pikiran kita, harus tanya Tuhan.
Setiap hari ada rencana yang indah, apalagi makin ke akhir, kita akan dibawa Tuhan untuk terus tumbuh dalam rencanaNya yang makin indah.
Rutinitas adalah kesempatan, pengolahan, sumber ide dan perubahan yang makin indah,lebih-lebih kalau dipimpin Roh,  sehingga justru dengan rutinitas kita akan mengalami rencana Allah yang makin indah.
Tekun dalam pimpinan Roh, dalam rutinitas. justru kita akan bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan. Sebab itu jangan ada satu bagianpun dari rutinitas yang hilang, supaya kita bisa sampai pada puncak-puncak rencana Allah bagi kita, itukemuliaan yang abadi.
Jangan terbawa pikiran duniawi yang meremehkan dan mengecilkan rutinitas, sebab justru dalam pimpinan Roh, rencanaNya akan terlaksana dalam ketekunan rutinitas.
Nyanyian:
Semakin mulia Dia mengubahku, ubahku, ubahku (tekunlah berubah)