M4164 – Pengkhotbah 3:1; 7:14. Jangan Takut Naik Turun Dengan Tuhan

Kita perlu tahu perbedaan prinsip antara keduanya.PERBEDAAN ROHANI DAN JASMANI.

  1. Tujuan dan fasilitas (= perlengkap-an). Dunia ini fana dan sementara. Tetapi sesudah mati, masuk hidup kekal dalam Surga atau Neraka, tidak bisa pindah lagi dan terpisah untuk kekal, sebab itu:
  2. Hal2 rohani untuk masuk Surga itu harus jadi tujuan.

Hal2 dunia yang fana ini sebagai fasilitas atau perlengkapan saja, sebab tidak dibawa sampai kekal.

  1. Sukses dunia yang fana itu baik, jadi kesaksian hidup yang baik, tetapi jangan mengorbankan atau mematikan sukses rohani, ini yang diutamakan! Sukses rohani di hadapan Tuhan dibawa sampai kekal, sukses dunia tidak, hanya sampai kubur.
  2. Untuk rohani harus dengan sepenuh hati Luk 10:27, tetapi jasmani diatur dengan pikiran, berpada Fil 4:11-13.
  3. Musafir di dunia 1Pet 1:17. Ini pikiran yang betul, sebab kita hidup di dunia ini sebagai musafir, kita mencari dan menuju negeri kita Ibr 11:13-16.

 

  1. Hal2 rohani harus diutamakan, nomer 1, tetapi perkara2 dunia yang fana itu nomer 2, sesudah yang rohani. Sebab itu hal2 rohani harus ada dalam hati, nomer 1, jangan dikorbankan. Hal2 dunia ini kalau perlu bisa di-korbankan, sebab bukan tujuan. Kalau nomer 1, berarti perhatian, waktu, termasuk kesucian dan pertumbuhan rohani, tabiat baru, 7 KPR dll, semua harus diperhatikan, tetapi hal2 jasmani juga tidak boleh diabaikan kecuali kurang atau tidak perlu.
  2. Pembagian waktu, biaya dll. Untuk sekolah, bekerja, biasanya makan wak-tu amat banyak; jatahnya yang tidak bisa dikurangi, dikerjakan, tetapi yang bisa dikurangi atau dihapus, dibuang untuk menghemat dan menebus waktu Ef 5:16. Waktu untuk rohani usahakan minimum 10%. Juga biaya dll untuk hal jasmani dibutuhkan lebih banyak dari hal2 rohani, tetapi jatah rohani jangan dihapus, jangan jadi pengemis (misal-nya waktu, biaya untuk ibadah ke Gereja, pelayanan dll, jangan kalau ada waktu, kalau ada biaya, sebab semua sudah disediakan Tuhan!).
  3. Ikatan dan penghalang. Jangan ter-ikat dengan perkara2 duniawi, tetapi berpada 1Tim 6;8, 1Kor 7:31 dan jangan jadi penghalang untuk mencari yang rohani. Ingat Mat 16:26. Yang rohani jadi ikatan dalam Kristus dan justru ini mengakibatkan hal2 jasmani ditambahkan oleh Tuhan, bahkan limpah Mat 6:33, Maz 1:3.
  4. Menurut akal dan pimpinan Roh. Dalam segala hal belajar dipimpin Roh di atas semuanya, akal ini juga harus dipakai(kecuali kalau ditegahkan Roh Kudus); tetapi di dalam semuanya Kerajaan Surga harus diutamakan, diprioritaskan.
  5. Jasmani secukupnya, rohani terus meningkat. Jangan dibalik, rohani secukupnya, jasmani terus meningkat, ini pendirian yang salah. Cukup untukjasmani itu relatif, yaitu batas yang tidak menyebabkan dosa Ams 30:8. Rohani harus terus meningkat seperti Kristus sesuai dengan rencana Allah 1Kor 11:1, Mat 5:48.
  6. Dari luar tampak hampir semua orang beriman dan orang dunia 1Yoh 3:2, sebab tubuh lahiriah sama2 belum ditebus, tetapi di dalam, prinsip hidup dan hatinya berbeda! Sebab kita adalah anak2 Allah, bukan lagi anak2 iblis 1Yoh 3:10. Kita harus hidup sebagai anak2 Allah yang hidupnya makin lama makin seperti Kristus, yaitu hidup dipimpin Roh, limpah Firman Tuhan yang harus menjadi daging kita (dilakukan Yoh 1:14). Jangan hidup ekstrem seperti orang2 yang hanya hidup di bumi seperti binatang atau ekstrem seperti malaikat yang hidup hanya di Surga, tetapi hiduplah dalam tubuh dan roh yang berkenan kepada Tuhan 1Pet 5:10, 2Kor 6:10.

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA TUHAN.

Ini berarti dalam hidup jasmani dan rohani keduanya, jangan ekstrem hanya salah satu. Kita bukan malaikat (hidup di Surga), kita juga bukan binatang (hanya hidup di dunia), kita adalah manusia sesuai dengan rencana Allah, hidup sementara di dunia dan hidup kekal di Surga! Sebab itu kita harus berkenan pada Tuhan dalam hal jasmani dan rohani, maka Tuhan akan melakukan bagianNya, yaitu:

  1. Memelihara kita, sebab kita mencari kerajaan Surga lebih dahulu, pasti se-mua yang jasmani yang kita butuhkan, ditambahkan Tuhan Mat 6:33, bahkan dengan limpah dalam hidup jasmani dan rohani Yoh 10:10.
  2. Orang yang rohani tidak terganggu atauterjerat dengan (kelimpahan) hal2 jasmani, tetapi bisa memakainya untuk meningkat rohani se-tinggi2nya sampai seperti Kristus! Luk 16:9 bisa pakai mammon untuk cari sahabat Surgawi, rohani bisa meningkat, waktu pulang kaya di Surga.
  3. Untuk keperluan jasmani dan rohani, tentang hidup dan ibadah itu sudah dijanjikan Tuhan bagi umatNya, kalau kita mengenal Dia = Firman (yaitu cinta uang itu akar segala dosa, harus bisa memperhamba mammon, bukan jadi hambanya, bisa berpada 1Tim 6:8, 1Kor 10:13, 2Pet 1:3 dll). Jangan kuatir, Allah sanggup menggenapi janjiNya bahkan dengan limpah! Tetapi jangan lupa cara Tuhan melengkapi kita itu menurut cara dan kehendakNya, su-paya hidup ini sekaligus diolah ber-tumbuh jasmani dan istimewa rohani kepada kemuliaan yang tinggi dan ajaib seperti Allah.

III. JALUR BERKAT.

  1. Hidup benar. Tuhan tidak member-kati orang dosa, apalagi kalau berkat yang diminta bisa menambah dosanya 1Pet 3:12.
  2. Dengan iman kita bisa mengambil janji2 Tuhan Mat 8:13; 9:29.
  3. Menunggu waktunya Tuhan yang tepat untuk pengolahan, untuk yang terbaik, untuk rencana Allah seperti Mordekhai menerima upahnya tepat pada waktu dibutuhkan Est 6:3,10; 8:2; Pkh 3:11.
  4. Sesuai kemampuan menerima ber-kat Tuhan dan tidak berdosa Ams 30:8, termasuk disini cara memakai berkat Tuhan bukan untuk dosa, tetapi untuk tumbuh dan berkenan pada Tuhan.
  5. Punya sikap dan pengertian yang betul seperti dalam Injil, misalnya 1Kor 7:31, Fil 4:11-13 dll (lihat I).

JANGAN TAKUT NAIK TURUN DENGAN TUHAN:

  1. Dalam segala segi jasmani, misalnya dalam kesehatan, dalam keuangan, dalam keamanan, dalam kedudukan dll. Prinsipnya Rom 8:31, kalau Allah beserta kita, tidak ada yang dapat mengalahkan dan semua dilakukan atau diizinkan Allah terjadi pada kita untuk menjadi kebaikan bagi kita, bukan untuk menghancurkan kita Rom 8:28, kecuali gugur, gagal dalam pen-cobaan itu (sebab salah kita yang be-reaksi dosa, menurut daging dan tidak menurut pimpinan Roh Kudus, me-mang bisa jadi celaka seperti raja Saul dll).

Kalau kita ber-ulang2 terus lulus, kita akan mengalami rencana Allah yang indah sampai genap semua ren-canaNya yaitu sampai puncaknya!

  1. Kanak2. Jangan jadi kanak2 rohani, yang hanya minta yang mudah dan enak, kalau sulit, apalagi sakit dan dah-syat, ia langsung menangis dan putus asa. Memang anak2 selalu mencari yang senang, belum bisa menderita dengan tekun untuk mencapai tujuan yang indah 1Pet 5:10.
  2. Naik turun. Semua yang terjadi pada anak2 Allah itu tidak kebetulan, tetapi dalam izin Tuhan. Apa maksud Tuhan?

Jalan dengan Tuhan itu pasti ada naik turunnya.

Kalau naik itu indah, semua senang, tetapi kalau sudah jalan dengan Tuhan tetapturun, harus periksa diri, kalau ada dosa bertobatlah supaya jangan makin hancur dan binasa. Kalau kita tidak salah, itu berarti bagian yang turun itu adalah “ujian”.

Apalagi kalau ujiannya bagus, sulit, bermutu, bahkan kalau ujiannya lebih lama dan lebih berat, kalau lulus, ijazahnya lebih tinggi! dan rohaninya naik lebih tinggi.

  1. Hidup di dunia ini sekolah, peng-olahan dan sekolah yang baik pasti ada ujiannya. Kalau sekolah tidak ada ujiannya itu namanya bukan sekolah, tetapi tempat rekreasi atau tempat pengangguran.

Di Surga tidak ada sekolah, paling2 hanya kursus, sebab itu malaikat meningkat tidak banyak seperti orang beriman yang lulus.

  1. Contoh: Yusuf di rumah bapanya enak, dicintai, diberi baju istimewa. Tetapi kemudian, ia ditangkap sau-dara2nya mau dibunuh. Perjalanan hidupnya terus turun. Yusuf tidak bereaksi dosa, tetap dalam kesucian, tidak ber-sungut2, sebab itu ia lulus, akhirnyasesudah lebih kurang 13 tahun ia naik sangat tinggi, bahkan hidupnya menggenapi rencana Allah, sesuai janji Allah pada Abraham.

Juga Daud sesudah berhasil me-ngalahkan Goliat, diangkat tinggi oleh Saul. Tetapi Saul jadi iri, ia dibenci dan belasan kali mau dibunuh. Daud meng-alami “penurunan” yang mengerikan, sampai lari ke luar negeri. Tetapi waktu disuruh pulang oleh Tuhan, ia taat, tetapi hidupnya tetap banyak “turun-nya”. Ia tetap taat, tidak membalas, dua kali melepaskan Saul dari kema-tian, ia lulus. Akhirnya sesudah sampai waktunya ia naik jadi raja. Tetapi se-sudah itu masih ada banyak naik turunnya, tetapi Daud tahan dan lulus, dan mengalami begitu banyak rencana Allah yang indah2 baginya.

Daniel sudah tekun berdoa, 3x sehari, tetap nasibnya “jelek, turun”. Tetapi Daniel lulus dan ia mengalami banyak perkara ajaib dan diangkat naik sangat tinggi. Ia dapat berkat jasmani dan rohani, mendapat banyakrahasia2 akhir zaman yang luar biasa, juga banyak pahala.

Apalagi Ayub, “turun rangkap 4”, yaitu:

  1. 10 anak hilang.
  2. Harta habis.
  3. Badan rusak tinggal tunggu mati.
  4. Istri mengkhianati, mengharap ma-tinya, tidak setia.

Ayub ikut Tuhan bukan hanya naik turun, tetapi turun sampai rangkap 4,  yaitu tinggal menunggu mati, dahsyat, tetapi ia tidak bereaksi dosa dan lulus. Sesudah itu ia naik begitu heran dan tinggi. Dapat tambahan umur 140 tahun lagi, semua yang hilang, kembali dan ia dapat mengampuni istrinya, sehingga istrinya bertobat dan menjadi istri yang manis. Ia lulus dan meng-alami rencana Allah yang limpah dan penuh,mungkin sekali termasuk orang sempurna Wasiat Lama dan bangkit dalam kebangkitan sulung waktu Putra manusia Yesus mati di salib.

Jadi jalan dengan Tuhan itu selalu ada naik turunnya, bahkan turunnya kadang2 berat dan ber-lapis2 seperti Daud, Ayub dll, tetapi kalau lulus, mereka mengalami rencana Allah yang sangat indah sampai penuh.Jangan takut naik turun, itu biasa untuk pengolahan dalam sekolah Tuhan. Asal lulus, jadi indah pada waktunya. Jangan putus asa atau kecewa kalau sedang turun, apalagi rangkap 4 seperti Ayub, harus tetap lulus Ay 13:15 KJI, maka kita akan mengalami rencana Allah yang indah, mulia dan kekal.

Apa yang harus kita lakukan dalam ujian.

6.1. Berjalan dengan Tuhan harus terus lulus. Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini sekolah, pengolahan.

6.2. Bertekun dalam doa, dipimpin Roh dan 7 KPR lainnya, sehingga kita bisa melihat peluang dari Tuhan atau pimpinan Tuhan untuk naik kembali.

Waktu Ziklaq, kota Daud dan peng-ikutnya hancur, semua sangat mende-rita. Daud tetap berjalan dengan Tuhan, tidak berdosa, minta pimpinan Tuhan dan Tuhan memimpinnya untuk mengejar orang Amalek dan melihat tanda2 dari Tuhan yaitu budak Mesir yang lemas dan itu membawanya “kembali naik!” 1Sam 30:6,8,11. Kalau lulus, kita akan kembali naik, juga dalam keuangan, pelayanan, kesehatan dll, jangan kuatir!

6.3. Jangan putus asa Maz 30:6.

Orang bisa putus asa, sebab:

  1. Lepas dari Tuhan.
  2. Berbuat dosa.
  3. Bodoh, tidak mengerti, tertipu iblis

Mrk 12:24. Tidak mengerti bahwa

Tuhan sudah menyediakan jalan

lepas, pertolongan untuk umatNya

Maz 115.

  1. Tidak punya persekutuan dalam

tubuh Kristus.

 

  1. Menunggu Tuhan dan terus dipimpin Roh, pasti pada waktunya Tuhan to-long, jangan ragu2. Percaya dan ber-tindak dengan iman, sehingga bisa bersyukur seperti Paulus Kis 16:25. Ka-lau Tuhan pimpin dan taat seperti Daud, Tuhan pasti punya jalan dan kalau kita tetap melakukan hal2 ini semua, pasti pertolongan datang.

JANGAN TAKUT MULAI BARU.

Kadang2 waktu “turun”, kehilangan pekerjaan, nafkah, bangkrut dll. Apa yang harus kita lakukan?

  1. Periksa diri, jangan ada dosa dalam hal keuangan dan semua segi hidup lainnya. Kalau ada dosa segera berto-bat dan lakukan pemberesan supaya Tuhan kembali di pihaknya, sebab ini kunci hidup jasmani & rohani Rm 8:31. Kalau kita benar (berarti problem ini jadi ujian), kita harus lulus & tetap di pihak Tuhan & tetap taat dipimpin Roh!
  2. Selalu lekat pada Tuhan Yoh 15:1-8. Jangan jalan sendiri, akan menjadi mangsa iblis, lebih2 orang beriman yang lepas dari Tuhan. Tetaplah dipim-pin Roh, maka kita pasti menang.
  3. Harus mengerti perbedaan hidup rohani dan jasmani (lihat I). Jasmani bisa naik turun, bahkan sumbernya berhenti, sehinggaperlu ganti baru atau cari sumber yang baru, tetapi dalam hal rohani Allah tidak menghendaki naik turun atau jatuh, itu berarti binasa kalau tidak bertobat; itu bukan ke-hendak Allah. Meskipun jasmani bisa naik turun, tetapi rohani harus tetap benar dan terus naik. Biasanya dalam sikon atau pencobaan yang berat justru rohani akan naik kalau lulus. Bukan kehendak Allah untuk turun apalagi sampai undur, harus tetap setia dan tekun sampai ke akhir, sehingga terus meningkat.
  4. Jangan takut mulai baru. Jangan bolak-balik mulai baru karena salah sendiri, misalnya:

4.1. Bosan. Faktor ini selalu ada sedikit atau banyak. Kita harus menyangkal diri, dan menertibkan diri untuk tekun bekerja, jangan semaunya sendiri dan tidak bosanan.

4.2. Berkelahi dgn teman2 sekerja se-hingga suasana jelek & tidak mau memperbaiki lalu pindah kerja, mulai baru.

4.3. Hidup dalam dosa (segala macam dosa) melawan Allah, bisa mengganggu apa saja dalam hidup kita. Kita harus belajar memelihara hubungan baik dengan Tuhan dan tetap dalam kesu-cianNya dan menjaga hubungan baik, dalam terang dengan orang2 sekitar kita. Kalau memang ada salah, perbaiki, supaya bisa berjalan dengan Tuhan, sehingga apa saja yang diperbuat jadi, berhasil Maz 1:3.

Sumber kehidupan Ishak diganggu oleh orang2 Filistin  di Gerar. Kej 26:12-33. Nafkah Ishak dari menanam gan-dum dan memelihara ternak, untuk itu mereka memerlukan sumur. Orang2 Gerar ber-ulang2 berkelahi dan me-rampasnya Kej 26:12-17, sehingga ia harus mencari tempat baru dan meng-gali sumur baru, mulai lagi menanam dan menggembalakan ternaknya de-ngan mencari tempat dan lahan baru. Orang menanam dan beternak, bahkan untuk hidup manusia, sangat tergan-tung dari lahan dan sumur untuk ke-hidupannya. Kesulitannya amat besar, tetapi Ishak tidak berkelahi, tetapi harap Tuhan dan memulai usaha baru, istimewa membuat sumur baru (cara-nya masih kuno). Ia terus mengalami gangguan. Ia harus mulai baru dalam ukuran besar, 4 kali. Ini tidak mudah. Tetapi Ishak tekun dan akhirnya dengan berkat Tuhan, berhasil.

  1. Sumur Esek, timbul perkelahian.
  2. Sumur Sitna, juga ribut.
  3. Sumur Rehobot lagi2 berkelahi.
  4. Waktu sampai di Birsyeba, Tuhan datang dan bicara pada Ishak dan pertolonganNya dipastikan Kej 26:18-23, 24-25. Lalu Ishak seperti bapaknya Abraham, membangun Mezbah dan berdoa dengan nama Tuhan. Lalu ham-ba2nya menggali sumur lagi disana. Tiba2 raja Abimelech, dengan Pikhol panglima perangnya dan Ahuzat datang pada Ishak berdamai Kej 26:26-33. Tu-han menjamah hati orang2 yang ber-saing dan meng-halang2i. Heran pada hari itu juga hamba2 Ishak menggali dan menemukan sumur Syeba dan mereka tidak lagi terganggu dan bisa berusaha terus.

KESIMPULAN.

Jangan takut gangguan, naik turun atau mulai baru, asal kita terus berjalan dengan Tuhan. Kita harus terus lulus dan tetap dipimpin Roh, Tuhan sang-gup menolong kita, tidak akan mati kelaparan atau lain2nya, asal tetap suci dan dipimpin Roh, jalan terus dengan Tuhan, ia akan memimpin kita sampai bisa naik kembali atau usaha mulai baru bisa berhasil, baik jasmani lebih2 rohani.

Nyanyian:

Kalau Tuhan besertaku,

aku rasa tak takut…

Naik turun dengan Tuhanku,

‘kan berhasil olehNya.